Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Di Sragen

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja Di Kabupaten Sragen Tahun 1993-2007

pekerja pln

Latar Belakang Skripsi 

Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola sumberdaya-sumberdaya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dengan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi (pertumbuhan ekonomi) dalam wilayah tersebut (Lincolin Arsyad, 1999:108).

Salah satu faktor yang menentukan karakteristik dan kecepatan pembangunan ekonomi adalah sumber daya menusia yang dimiliki. Sumber daya manusia mempunyai sejumlah peranan penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi, dimana melalui jumlah sumber daya manusia yang besar dan produktif serta efisien akan dapat menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan ekonomi di  suatu wilayah yang bersangkutan (Erna Setianingrum, 2008:2).

Perumusan Masalah

Yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah :

  1. Apakah ekspor daerah berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sragen tahun 1993-2007?
  2. Apakah investasi daerah berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sragen tahun 1993-2007?
  3. Apakah pengeluaran pemerintah daerah berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sragen tahun 1993-2007?

Tujuan Penelitian 

Secara umum tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah penulis ingn mengetahui faktor apa saja yang melandasi penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sragen.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tentang penyerapan tenaga kerja tahun 1993  – 2007 di Kabupaten Sragen, diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Variabel Ekspor

Ekspor daerah Sragen berpengaruh secara negatif terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sragen. Bila ekspor daerah naik, justru menurunkan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sragen, dan sebaliknya. Hal ini dikarenakan perusahaan – perusahaan furniture di Kabupaten Sragen yang mengekspor produknya ke luar negeri sebagian besar menggunakan padat modal, yakni perusahaan  –perusahaan tersebut lebih banyak menggunakan peralatan mesin modern untuk memproduksi barang. Sehingga tidak memerlukan tenaga manusia yang banyak. Jadi bisa disimpulkan bahwa semakin tinggi ekspor, maka belum tentu kesempatan kerja juga ikut naik. Semakin besar ekspor maka tidak menambah jumlah tenaga kerja yang terserap.

2. Variabel Investasi

Investasi daerah Sragen tidak terbukti mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sragen. Jadi banyak atau sedikitnya investasi yang tertanam di Kabupaten Sragen tidak mempengaruhi jumlah tenaga kerja yang terserap.

3. Variabel Pengeluaran Pemerintah

Variabel pengeluaran pemerintah daerah Sragen tidak terbukti berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sragen. Sehingga sebanyak apapun pengeluaran pemerintah yang di lakukan di Kabupaten Sragen tidak akan mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di daerah tersebut.

Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Di Karesidenan Surakarta

Skripsi Ekonomi  ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja Di Karesidenan Surakarta Tahun 2000-2008

pekerja pln

Latar Belakang Skripsi 

Proses pembangunan ekonomi biasanya tidak hanya ditandai dengan terjadinya perubahan  pada  struktur permintaan  serta  penawaran barang dan jasa yang diproduksi. Proses pembangunan ekonomi  juga ditandai dengan terjadinya perubahan struktur penduduk dan ketenagakerjaan (Susanti, 2000:81).

Perubahan struktur penduduk  didalam demografi dikenal  dengan istilah transisi demografis. Istilah tersebut mengacu pada suatu proses pergeseran dari suatu keadaan dimana tingat kelahiran dan tingkat kematian ke keadaan dimana tingkat kelahiran dan tingkat kematian rendah. Apabila proses transisi ini dikaitkan dengan peningkatan pendapatan perkapita, maka pada awal proses pembangunan peningkatan pendapatan perkapita biasanya diikuti dengan penurunan angka kematian yang lebih cepat dari pada penurunan angka kelahiran. Penurunan angka kematian yang cepat ini disebabkan oleh membaiknya gizi masyarakat akibat dari pertumbuhan pendapatan masyarakat. Selain itu,  peningkatan pendapatan masyarakat ini juga akan menyebabkan penerimaan pajak pemerintah meningkat dan hal ini tentu saja memungkinkan pemerintah untuk meningkatkan pengeluarannya di  bidang kesehatan masyarakat (Susanti, 2000:83).

Perumusan Masalah 

Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, dapat dirinci beberapa pokok permasalahan yang akan dibahas, meliputi :

1. Bagaimana pengaruh investasi  daerah,  pengeluaran pemerintah  daerah, ekspor  daerah secara parsial  terhadap penyerapan tenaga kerja di Karesidenan Surakarta tahun 2000-2008 ?

2. Bagaimana pengaruh investasi  daerah,  pengeluaran pemerintah  daerah, ekspor  daerah secara simultan  terhadap penyerapan tenaga kerja di Karesidenan Surakarta tahun 2000-2008 ?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi, pengeluaran pemerintah, dan ekspor terhadap penyerapan tenaga kerja di Karesidenan Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian yang berbentuk analisis kuantitatif mengenai

faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja dengan menggunakan data deret waktu (time series) antara tahun 2000-2008. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi  linier data panel.  Pengolahan data dengan  menggunakan program Econometric Views (E-views) versi 4.0.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

  1. Investasi  daerah  secara parsial,  berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Karesidenan Surakarta  tahun 2000-2008.
  2. Pengeluaran pemerintah daerah secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Karesidenan Surakarta tahun 2000-2008.
  3. Ekspor daerah secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga  kerja di Karesidenan Surakarta tahun 2000-2008.
  4. Investasi daerah, pengeluaran pemerintah daerah, ekspor daerah secara simultan berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Karesidenan Surakarta tahun 2000-2008.

Migrasi Internasional Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Migrasi Internasional Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri Tahun 2007  (studi kasus tenaga kerja Indonesia asal kabupaten Majalengka propinsi Jawa Barat)

tki

Latar Belakang Skripsi 

Migrasi dapat didefinisikan sebagai perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat yang lain, baik sifatnya permanen (bertempat tinggal di temapt yang baru paling sedikit 340 hari) atau semi permanen (hanya tinggal selama 15 hari dihitung dari awal kepindahannya ke tempat tersebut), yang melewati batas administratif atau batas bagian dalam suatu negara atau daerah atau juga melampaui batas politis atau batas negara.

Berdasarkan pengertian di  atas migrasi dapat dikategorikan menjadi dua jenis yakni migrasi internal dan migrasi internasional. Migrasi internal adalah gerakan penduduk baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok yang masuk dan keluar dari daerah asal penduduk tersebut ke daerah tujuan yang masih berada di dalam satu negara. Sedangkan, migrasi internasional lebih mengacu pada perpindahan penduduk baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok yang melewati batas suatu negara.

 Perumusan Permasalahan

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah:

  1. Bagaimanakah pengaruh pendapatan total keluarga migran setelah bermigrasi ke luar negeri,  lama bermigrasi ke luar negeri, tingkat pendidikan migran, usia migran, beban tanggungan di daerah asal, status perkawinan, jenis kelamin,  status pekerjaan di daerah asal  dan kepemilikan di properti daerah asal baik  secara individu maupun  secara bersama-sama terhadap keputusan TKI di Kabupaten Majalengka Propinsi Jawa Barat untuk kembali bermigrasi ke luar negeri pada tahun 2007
  2. Variabel independen apakah yang paling mempengaruhi keputusan TKI di Kabupaten Majalengka Propinsi Jawa Barat untuk  kembali  bermigrasi (bekerja) ke luar negeri pada tahun 2007?

Tujuan Penelitian 

Untuk mengurangi arus migrasi internasional dari Kabupaten ini maka perlu dilakukan suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang diduga mempengaruhi keputusan TKI asal Kabupaten Majalengka untuk bermigrasi kembali ke luar negeri pada tahun 2007.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini maka dapat ditarik beberapa kesimpulan, sebagai berikut:

  1. Pengaruh Perbedaan Tingkat Pendapatan Total Keluarga Migran terhadap Keputusan untuk Bermigrasi  Kembali ke Luar Negeri Probabilitas TKI asal Kabupaten Majalengka yang berpendapatan lebih tinggi setelah bermigrasi ke luar negeri dalam menentukan keputusan untuk bermigrasi (bekerja) kembali ke luar negeri pada tahun 2007 adalah sebesar 31,929106 kali dari probabilitas TKI asal Kabupaten Majalengka yang berpendapatan lebih rendah setelah bermigrasi (bekerja) ke luar negeri pada periode sebelumnya. Artinya TKI asal Kabupaten Majalengka yang berpendapatan tinggi mempunyai probabilitas pengambilan keputusan untuk  kembali  bermigrasi (bekerja) ke luar negeri pada tahun 2007 lebih besar daripada TKI  asal Kabupaten Majalengka yang berpendapatan rendah.

Analisis Pendapatan Sentra Kerajinan Logam Tembaga

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Sentra Kerajinan Logam Tembaga Di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah Tahun 2012

logam tembaga

Latar Belakang Skripsi 

Latar  belakang  munculnya  usaha  ini  adalah  karena  Kecamatan  Cepogo, Kabupaten  Boyolali  sudah  berpuluh puluh  tahun  dikenal  sebagai  sentra kerajinan  logam.  Produknya  sudah  sejak  lama dikenal  kalangan  konsumen, tidak hanya konsumen domestik tetapi juga konsumen luar negeri. Popularitas sentra  kerajinan  logam  Kecamatan  Cepogo,  Kabupaten  Boyolali  di  mata kalangan  konsumen  itu  bisa  dicapai  berkat  keuletan,  ketelatenan  dan  kerja keras  serta  sentuhan  seni  bernilai  tinggi  dari  para  perajin  barang  logam  di daerah tersebut.

Dengan banyaknya peminat sentra kerajinan logam di Kecamatan Cepogo merupakan aset tersendiri  baik  dalam  menunjang  pembangunan  serta pengentasan kemiskinan yang diantaranya pengurangan jumlah pengangguran dan  menyerap  banyak  pekerja  terutama  pekerja  dengan  tingkat  pendidikan rendah,  karena  untuk  menjadi  seorang  pengrajin  logam  yang  dibutuhkan adalah  skill  dalam  menempa,  mengukir  dan  merealisasikan  design  gambar menjadi  sebuah  karya  seni  kerajinan  logam.  Dengan  semakin  banyaknya tenaga  kerja  yang  diserap  maka  akan    membantu  pemerintah  dalam mengentaskan  dan  mengurangi  pengangguran  terlebih  lagi  di  era  globalisasi seperti sekarang  kebutuhan akan karya seni dengan nilai artistik yang tinggi justru semakin meningkat sehingga perkembangan industri ini semakin lama semakin  maju  sehingga  tentunya  akan  semakin  banyak  karyawan  yang direkrut dan dipekerjakan dalam sentra kerajinan logam ini.

Perumusan Masalah

Berdasarkan  uraian  di  atas  dapat  disimpulkan  beberapa  masalah  sebagai berikut :

  1. Apakah variabel modal usaha, jumlah tenaga kerja, pengalaman usaha, dan tingkat pendidikan berpengaruh terhadap pendapatan  sentra  kerajinan  logam  di  Kecamatan  Cepogo,  Kabupaten Boyolali.
  2. Faktor apa yang paling dominan terhadap  pendapatan  sentra  kerajinan  logam  di  Kecamatan  Cepogo,  Kabupaten Boyolali.

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh variabel modal usaha, jumlah  tenaga kerja, pengalaman usaha, dan tingkat pendidikan terhadap pendapatan  pengrajin logam di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah. Diduga variabel modal usaha, jumlah tenaga kerja, pengalaman usaha  dan tingkat pendidikan berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan  pengrajin di sentra kerajinan logam Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali,Propinsi Jawa Tengah.

Kesimpulan

  1. Dengan  tingkat  signifikansi  10%,  variabel  modal, tenaga kerja dan tingkat pendidikan   terbukti  berpengaruh  signifikan  terhadap  pendapatan  pengrajin  logam.  Hal  ini berarti  hipotesis  yang  menyatakan  bahwa  modal    berpengaruh  secara signifikan terhadap pendapatan terbukti. Dengan  tingkat  signifikansi  10%,  pengalaman  usaha  tebukti  tidak berpengaruh  signifikan  terhadap  pendapatan pengrajin   logam.  Hal  ini berarti  hipotesis  yang  menyatakan  bahwa  modal  usaha  berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan tidak terbukti.
  2. Faktor paling dominan yang sangat berpengaruh terhadap pendapatan pada sentra industri kerajinan logam di Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali adalah modal.

Analisis Faktor-Faktor Keuntungan Pengusaha Gula Kelapa

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Pengusaha Gula Kelapa (Studi Kasus di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah)

gula kelapa

Latar Belakang Skripsi 

Secara umum UMKM adalah suatu bentuk usaha kecil masyarakat yang melakukan usaha untuk menghasikan laba, antara lain  di bidang perdagangan seperti  :  toko, kedai, kios, warung  dan di bidang industri kecil/industri rumah tangga  (IKRT)  seperti : usaha kerajinan, usaha pengolahan/produksi makanan dan minuman maupun usaha jasa seperti penjahit pakaian, pertukangan dan sebagainya.

UMKM mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan  penyumbang lapangan pekerjaan terbesar dalam commit to user  Secara umum UMKM adalah suatu bentuk usaha kecil masyarakat yang melakukan usaha untuk menghasikan laba, antara lain  di bidang perdagangan seperti  :  toko, kedai, kios, warung  dan di bidang industri kecil/industri rumah tangga  (IKRT)  seperti : usaha kerajinan, usaha pengolahan/produksi makanan dan minuman maupun usaha jasa seperti penjahit pakaian, pertukangan dan sebagainya. UMKM mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan  penyumbang lapangan pekerjaan terbesar dalam

Rumusan Masalah

Untuk memberikan pedoman yang jelas dalam arah penelitian dari latar belakang yang diuraikan maka beberapa masalah yang akan diteliti adalah sebagai berikut :

1.  Bagaimanakah pengaruh variabel tenaga kerja, pengalaman, modal kerja, serta  jumlah pohon kelapa  terhadap keuntungan pengusaha industri pembuatan gula kelapa di wilayah Kecamatan Kebasen  Kabupaten Banyumas?

2.  Variabel manakah yang paling berpengaruh terhadap keuntungan pengusaha industri pembuatan gula kelapa di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan seberapa besar pengaruh jumlah tenaga kerja, pengalaman, modal dan jumlah pohon terhadap keuntungan pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupeten Banyumas.

Kesimpulan

Hasil  penelitian tentang analisis  faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan pengusaha gula kelapa dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1.  Hasil penelitian mengenai pengaruh variabel tenaga kerja, pengalaman, modal dan jumlah pohon terhadap keuntungan pengusaha gula kelapa menunjukan bahwa:

a.  Variabel  tenaga kerja tidak mempunyai pengaruh yang signifikan dan berpengaruh positif terhadap  keuntungan yang diperoleh  pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

b.  Variabel  pengalaman berpengaruh negatif terhadap  keuntungan yang diperoleh  pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

c.  Variabel  modal    mempunyai pengaruh yang  signifikan  dan berpengaruh positif terhadap  keuntungan yang diperoleh  pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

d.  Variabel  jumlah pohon  mempunyai pengaruh yang  signifikan  dan berpengaruh positif  terhadap  keuntungan yang diperoleh  pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

e.  Secara bersama-sama keempat variabel tenaga kerja, pengalaman usaha, modal, dan bahan baku dengan tingkat signifikansi 5% dalam  penelitian ini berpengaruh secara signifikan terhadap keuntungan usaha pembuatan gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

2.  Variabel jumlah pohon mempunyai pengaruh paling besar  terhadap keuntungan yang diperoleh pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

3.  Penelitian  mengenai  analisis  faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan pengusaha gula kelapa  masih mengandung masalah autokolerasi.