Analisis Daya Dukung Lahan Dan Perubahan Struktur Ekonomi

Skripsi Ekonomi~ Analisis Daya Dukung Lahan Dan Perubahan Struktur Ekonomi Kabupaten Pacitan Pada Masa Sebelum Dan Selama Pelaksanaan Otonomi Daerah

struktur ekonomi

Latar Belakang Skripsi 

Masalah pokok dalam pembangunan daerah adalah terletak pada penekanan terhadap tekanan-tekanan kebijakan pembangunan yang didasarkan pada kekhasan daerah yang bersangkutan  (endegenous development) dengan menggunakan potensi sumberdaya manusia, kelembagaan, dan sumberdaya fisik lokal (daerah). Orientasi ini mengarahkan kepada pengambilan inisiatif-inisiatif  yang berasal dari daerah tersebut dalam proses pembangunan untuk menciptakan lapangan kerja baru dan merangsang kegiatan ekonomi (Lincolin Arsyad, 1999:108). Masa reformasi merupakan latar belakang dikeluarkannya Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dan Undang-Undang No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Pembiayaan Pusat dan Daerah yangdiharapkan mampu membawa nuansa dan paradigma baru dari Undang-Undang sebelumnya.

Daerah tidak lagi sebagai komponen desentralisasi administrasi dan otonomi birokrasi tetapi sudah diberi kewenangan untuk mengatur rumah tangganya sendiri, dimana Undang-Undang ini mampu memberikan warna yang jelas dan menekankan kepada prinsip-prinsip demokrasi, peran-peran masyarakat, pemerataan dan keadilan, serta memperlihatkan potensi keanekaragaman daerah (Suyatno, 2000:145).

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut :

1.Bagaimana daya dukung lahan di Kabupaten Pacitan, baik pada masa sebelum maupun selama pelaksanaan otonomi daerah?

2.Bagaimana pergeseran struktur ekonomi di Kabupaten Pacitan, baik pada masa sebelum maupun selama pelaksanaan otonomi daerah?

3.Sektor perekonomian manakah yang menjadi sektor basis di Kabupaten Pacitan, baik pada masa sebelum maupun selama pelaksanaan otonomi daerah?

4.Sektor perekonomian manakah yang menjadi sektor unggulan di Kabupaten Pacitan, baik pada masa sebelum maupun selama pelaksanaan otonomi daerah ?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi daya dukung lahan, pergeseran struktur ekonomi, mengetahui sektor basis dan sektor unggulan baik pada masa sebelum maupun selama pelaksanaan otonomi daerah di Kabupaten Pacitan guna dijadikan acuan dasar dalam pembuatan perencanaan pembangunan yang nantinya akan diterapakan dalam suatu kebijakan pembangunan dan selanjutnya ditindaklanjuti dengan pelaksanaan program-program pembangunan.

Kesimpulan

Bab ini akan menyampaikan secara keseluruhan dari hasil analisis data yang telah dikemukkan pada bab sebelumnya. Berdasarkan serangkaian studi yang telah dipaparkan khususnya di bagian hasil analisis dan pembahasan dapat diberikan suatu kesimpulan sebagai berikut :

1.Tekanan penduduk di wilayah Kabupaten Pacitan baik pada masa sebelum maupun selama pelaksanaan otonomi daerah sudah melebihi ambang batas. Artinya jumlah penduduk di kawasan Kabupaten Pacitan telah melebihi daya tampung lahan atau dengan kata lain dayadukung lahan sudah melebihi ambang batas.

2.Berdasarkan perhitungan analisis  Shift-Share metode klasik, diketahui bahwa nilai komponen keunggulan kompetitif di Kabupaten Pacitan, baik pada masa sebelum maupun selama pelaksanaan otonomi daerah berakibat positif bagi perkembangan PDRB Kabupaten Pacitan. Sektor yang memiliki daya saing paling tinggi di Kabupaten Pacitan adalah sektor Pertanian kemudian diikuti oleh sektor Jasa-Jasa, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran dan sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan.

3.Hasil perhitungan analisis  Location Quotients pada masa sebelum pelaksanaan otonomi daerah yaitu tahun 1997-2000, dapat diketahui sektor/subsektor ekonomi yang teridentifikasi sebagai sektor/subsektor basis di Kabupaten Pacitan, yaitu sektor Pertanian, subsektor Tanaman Bahan Makanan, subsektor Tanaman Perkebunan, subsektor Peternakan, sektor Pertambangan dan Penggalian, sektor Bangunan, sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan, dan sektor Jasa-Jasa. Sementara selama pelaksanaan otonomi daerah yaitu kurun waktu tahun 2001-2007, sektor/subsektor yang teridentifikasi sebagai sektor/subsektor basis di Kabupaten Pacitan, yaitu sektor Pertanian, subsektor Tanaman Bahan Makanan, subsektor Tanaman Perkebunan, subsektor Peternakan, sektor Pertambangan dan Penggalian, sektor Bangunan, sektor Pengangkutan dan Komunikasi, sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan, dan sektor Jasa-Jasa.

Analisis Struktur Ekonomi Provinsi Di Indonesia

Skripsi EkonomiAnalisis Struktur Ekonomi Provinsi Di Indonesia Tahun 2004 – 2009

pendapatan

Latar Belakang Skripsi 

Secara umum dapat dikatakan bahwa kegiatan ekonomi berhubungan erat dengan pola perkembangan, jenis ekonomi dan perubahan peranan berbagai kegiatan ekonomi. Berkaitan hal tersebut, maka analisis pembangunan ekonomi daerah perlu dilakukan secara lebih konperhensif dengan melibatkan berbagai faktor baik ekonomi mikro maupun ekonomi makro. Keberhasilan pembangunan dalam  suatu daerah terkait dengan keadaan sumber  daya yang dimilikinya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Keunggulan akan sumber daya yang dimilikinya akan membuat suatu daerah lebih berkembang.

Dengan mengetahui struktur perekonomian, maka kita dapat menilai konsentrasi lapangan usaha yang sangat dominan pada suatu daerah. Terdapat hubungan antara lapangan usaha dan penduduk suatu daerah. Menurut Lewis, perekonomian suatu daerah harus mengalami transformasi struktural dari tradisional ke industri, yang ditunjukkan dengan semakin besarnya kontribusi sektor non pertanian dari waktu ke waktu terhadap total PDRB.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

  1. Bagaimana struktur ekonomi  provinsi di Indonesia  berdasarkan  analisis Kontribusi Sektoral dan Shift Share (SS) tahun 2004 – 2009?
  2. Bagaimana kondisi ekonomi  provinsi di Indonesia  berdasarkan pendekatan  Tipologi Klassen  dan  Model Rasio Pertumbuhan  (MRP) tahun 2004 – 2009 ?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini adalah:

a) menganalisis struktur ekonomi provinsi di Indonesia berdasarkan analisis Kontribusi sektoral dan  Shift Share  (SS)  tahun 2004  –  2009, dan

b) menganalisis kondisi ekonomi provinsi di Indonesia berdasarkan pendekatan Tipologi Klassen dan Model Rasio Pertumbuhan (MRP) tahun 2004  –  2009. Data yang digunakan adalah PDRB provinsi dan PDB Indonesia pada tahun    2004 – 2009.

Kesimpulan   

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada Bab IV dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Berdasarkan analisis  Kontribusi Sektoral  dan  Shift Share  (SS)  dapat diketahui bahwa  struktur perekonomian Provinsi di Indonesia pada  tahun 2004-2009 cenderung mengarah ke sektor sekunder (yaitu sektor industri pengolahan; sektor  listrik, gas dan air bersih dan sektor konstruksi) dan sektor tersier (yaitu  sektor  perdagangan, hotel dan restoran; sektor pengangkutan dan komunikasi; sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan dan sektor jasa-jasa).

2. Berdasarkan  Tipologi Klassen dan  Model Rasio Pertumbuhan (MRP) terhadap ekonomi Provinsi di Indonesia,   dapat diketahui bahwa kegiatan yang  signifikan  adalah  sektor konstruksi;  sektor  perdagangan, hotel dan restoran;  sektor pengangkutan dan komunikasi dan sektor  keuangan, real estate dan jasa perusahaan.  Sementara  kegiatan  ekonomi  yang potensial untuk dikembangkan  adalah  sektor pertanian;  sektor industri  serta  sektor listrik, gas dan air bersih.