Verba N-D-AKE Bervalensi Tiga Dalam Bahasa Jawa

Latar Belakang Masalah 

Bangsa Indonesia mengenal setidtesisaknya dua bahasa yakni bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional yang mampu mempersatukan masyarakat yang berasal dari suku-suku yang berbeda-beda. Namun demikian, bahasa dan sastra daerah pun tak kalah pentingnya sebab bahasa dan sastra daerah  merupakan pendukung bahasa dan kebudayaan nasional.  Bahasa daerah yang hidup di Indonesia ada banyak sekali jumlahnya. Menurut data SIL (Summer Institute of Linguistics) tahun 1992 di Indonesia ada 583-706 bahasa daerah.

Salah satu bahasa daerah yang hingga kini masih digunakan oleh berjuta-juta rakyat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari adalah bahasa Jawa (BJ). Menariknya, dalam hal penelitian bahasa, BJ menempati peringkat C artinya diteliti kurang mendalam, baru tata bahasa dalam bentuk sketsa. Inilah alasannya mengapa BJ menarik untuk diteliti. Studi dan penelitian BJ  tidak hanya dilakukan oleh peneliti yang berasal dari dalam negeri saja tetapi tidak sedikit di antaranya yang dilakukan oleh peneliti asing. Diawali oleh Herbert de Jager (1634-1694) yang tertarik pada adanya sejumlah kata dari bahasa Sanskerta dalam BJ dan A. Reland (1677-1718) yang menyusun daftar judul dan spesimen tulisan Jawa (Uhlenbeck dalam Kisyani-Laksono, 2004:1).

Penelitian terhadap BJ terus berlanjut hingga saat ini. Kajian morfologi BJ antara lain dilakukan oleh Soepomo Poedjosoedarmo, dkk (1979) dan E.M Uhlenbeck (1982). Kemudian di tahun 1991 Sudaryanto (peny.) menyusun buku  Tata Bahasa Baku Bahasa Jawa, dan lain-lain. Pembicaraan mengenai verba merupakan masalah yang selalu menarik untuk dikaji. Hal ini salah satunya karena terdapat penanda tertentu untuk menentukan apakah sebuah kata merupakan verba atau bukan (periksa Poedjosoedarmo dkk., 1979:22-25).

Ada dua macam penanda yakni

  • penanda morfologis, dan
  • penanda sintaksis.

Penanda morfologis dan penanda sintaksis mempunyai kelebihan sendiri-sendiri. Penanda morfologis lebih efektif untuk menentukan apakah sebuah kata asal merupakan verba atau bukan, sedangkan penanda sintaksis dapat  lebih efektif untuk menentukan apakah sebuah kata jadian merupakan kata kerja atau bukan.

Rumusan Masalah

  • Argumen-argumen apa yang hadir di belakang V N-D-ake?
  • Bagaimana konstruksi/ urutan argumen di belakang V N-D-ake?
  • Bagaimana peran-peran semantik argumen-argumen pada V N-D-ake?

Metode

Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah pemakaian bahasa spontan dalam kehidupan sehari-hari, sumber-sumber tertulis seperti majalah, surat kabar, dan buku pelajaran/ pegangan kuliah BJ,  informan atau narasumber dan peneliti sendiri sebagai pemakai asli BJ.   Data penelitian berwujud ucapan-ucapan dan kalimat-kalimat yang mengandung V  N-D-ake bervalensi tiga dalam BJ yang mempunyai ciri spesifik yakni D adalah V. V N-D-ake yang dijadikan obyek penelitian ini adalah V N-D-ake dengan ciri

  • pasientif-benefaktif,
  • benefaktif-pasientif,
  • pasientif-benefaktif/ direktif, dan
  • pasientif-direktif.

Penyediaan datanya dilakukan dengan teknik pustaka, teknik kerjasama dengan informan, teknik simak dan catat, dan teknik rekam. Analisis datanya menggunakan metode distribusional  yang meliputi teknik perluasan atau ekspansi, teknik pembalikan urutan atau permutasi, dan teknik parafrasis.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat tiga belas kelompok argumen-argumen yang hadir di belakang V  N-D-ake bitransitif yang berarti ‘pasientif-benefaktif’, yaitu:

  • NTB (t) + NB (t),
  • NTB (t) + NB (d),
  • NTB (d) + NB (d),
  • NTB (d) + FNB,
  • NTB (d) + NB (t),
  • NTB (t) + FNB,
  • NB (d) + NB (d),
  • NB (d) + FNB,
  • FNTB + NB (t),
  • FNTB + FNB,
  • FNTB + NB (d),
  • FNB + FNB, dan
  • FNB + NB (d).

Dari ketigabelas kelompok, kelompok (c) mempunyai data terbanyak, lima puluh tiga data, sedangkan kelompok (a), (d), (f), (h), dan (l)  masing-masing hanya mempunyai satu data.

Kesimpulan :

Berdasarkan analisis data, penulis menarik beberapa kesimpulan berkenaan dengan  penelitian mengenai V N-D-ake bervalensi tiga dalam BJ.

  • Argumen-argumen yang Hadir di Belakang V N-D-ake
  • Konstruksi/ Urutan Argumen di Belakang V N-D-ake
  • Peran-peran Semantik Argumen-argumen pada V N-D-ake
Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *