Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kain

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kain Di Beteng Trade Center ( BTC ) Surakarta Setiap

pedagang kain Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kain Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kain pedagang kain

 

Latar Belakang Skripsi 

usaha di sektor informal dituntut memiliki daya adaptasi yang tinggi secara cepat dan usaha antisipasi perkembangan dalam lingkungan usaha agar sektor informal tersebut dapat bertahan dalam keadaan sulit sekalipun. Dibalik era perubahan yang terus menerus terjadi, tentunya peluang usaha yang ada harus dapat dimanfaatkan secara optimal. Dalam hal ini usaha di sektor informal tersebut dapat bertahan dalam keadaan yang sulit sekalipun.

Dalam hal ini usaha di sektor informal diharapkan mampu mengidtesisentifikasikan peluang yang muncul akibat adanya perubahan tersebut (Harsiwi:2003:2). Dalam keadaan seperti ini masyarakat tidak bisa berharap terlalu banyak untuk mendapatkan pekerjaan di sektor formal, masyarakat saat ini cenderung bersaing untuk mencari peluang bisnis yang diharapkan mampu menambah pendapatan. Salah satu sektor informal yang tidak memerlukan ketrampilan khusus adalah berdagang, dalam hal ini adalah pedagang pasar. Namun mereka yang bekerja di sektor informal khususnya pedagang harus mampu mandiri dan ulet dalam bekerja agar dapat meningkatkan pendapatan mereka.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka dibuat rumusan permasalahan sebagai berikut :

1. Apakah variabel modal, Jam kerja, pengalaman usaha, jumlah tenaga kerja, dan pendidikan pedagang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang kain di Beteng Trade Center (BTC) Surakarta ?

2. Apakah variabel modal, jam kerja, pengalaman, jumlah tenaga kerja, dan pendidikan pedagang secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang kain di Beteng Trade Center (BTC) Surakarta ?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini dengan judul Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kain di Beteng Trade Center (BTC) Surakarta untuk mengetahui deskripsi dan menjelaskan seberapa besar pengaruh variabel modal, jam kerja, pengalaman, jumlah tenag kerja, dan pendidikan pedagang serta mengetahui apakah variable modal, jam kerja, pengalaman, jumlah tenaga kerja, dan pendidikan pedagang secara bersama-sama berpengaruh terhadap pendapatan pedagang kain di Beteng Trade Center (BTC) Surakarta.

Kesimpulan

Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang kain di Beteng Trade Center (BTC) Surakarta maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Variabel modal, jam kerja, pengalaman, jumlah tenaga kerja, dan pendidikan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang kain di Beteng Trade Center (BTC) Surakarta:

2. Dari 5 variabel yaitu modal, jam kerja, pengalaman, jumlah tenaga kerja, dan pendidikan pedagang secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatn pedagang kain di Beteng Trade Center (BTC) Surakarta.

Incoming search terms:

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Pengiriman Remiten TKI

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Pengiriman Remiten Dari Tenaga Kerja Indonesia  ( TKI ) Ke Daerah Asal  Tahun 2011 ( Studi kasus Tenaga Kerja Indonesia asal kota Surakarta )

pekerja pln Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Pengiriman Remiten TKI Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Pengiriman Remiten TKI pekerja pln

Latar Belakang Skripsi 

Indonesia merupakan salah satu negara tujuan investasi dari negara –negara maju karena jumlah penduduknya yang besar dengan upah tenaga kerja yang relatif rendah. Selain itu masyarakat Indonesia yang konsumtif menjadikan Indonesia sebagai pasar yang baik dari produk – produk negara lain. Hal ini disebabkan oleh mutu pendidtesisikan yang sangat rendah yang membuat pola konsumtif dimasyarakatnya.

Tetapi investasi yang ditanamkan para investor baik lokal maupun asing dirasa masih kurang mengingat bahwa masih banyak penduduk Indonesia yang bekerja di luar negeri untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka dan keluarganya. Salah satu pilihan yang mereka ambil adalah menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di beberapa negara yang bisa menerima mereka dan membutuhkan tenaga mereka seperti halnya Malaysia, Singapura, Hongkong dan bahkan sampai ke daerah Timur Tengah. Dorongan untuk memenuhi kebutuhan dan mencari kehidupan yang lebih baik menyebabkan terjadinya migrasi internasional besar-besaran di Indonesia.

Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang maka dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut :

  1. Apakah tingkat pendapatan TKI berpengaruh terhadap jumlah remiten yang dikirim oleh TKI ke daerah asal ?
  2. Apakah pengeluaran konsumsi keluarga di daerah asal berpengaruh terhadap jumlah remiten yang dikirim oleh TKI ke daerah asal ?
  3. Apakah jumlah tanggungan keluarga di daerah asal berpengaruh terhadap jumlah remiten yang dikirim oleh TKI ke daerah asal ?
  4.  Apakah total biaya penempatan calon TKI berpengaruh terhadap jumlah remiten yang dikirim oleh TKI ke daerah asal ?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel pendapatan TKI, pengeluaran keluarga TKI, jumlah tanggungan keluarga TKI, dan Biaya penempatan TKI, terhadap remiten yang dikirim oleh TKI ke daerah asal. Diduga variabel pendapatan TKI, pengeluaran keluarga TKI, jumlah tanggungan keluarga TKI, dan Biaya penempatan TKI, berpengaruh secara signifikan terhadap remiten yang dikirim oleh TKI ke daerah asal.

Kesimpulan

Berdasarkan penelitian terhadap Tenaga Kerja Indonesia yang berasal dari kota Surakarta dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Dengan tingkat signifikasi 5%, variabel pendapatan TKI berpengaruh signifikan terhadap jumlah remiten yang dikirim oleh TKI. Hal ini berarti hipotesis yang menyatakan bahwa pendapatan TKI berpengaruh signifikan terhadap jumlah remiten telah terbukti.

2. Dengan tingkat signifikasi 5%, variabel pengeluaran konsumsi keluarga berpengaruh signifikan terhadap jumlah remiten yang dikirim oleh TKI. Hal ini berarti hipotesis yang menyatakan bahwa pengeluaran konsumsi keluarga berpengaruh signifikan terhadap jumlah remiten telah terbukti.

3. Dengan tingkat signifikasi 5%, variabel jumlah tanggungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap jumlah remiten yang dikirim oleh TKI. Hal ini berarti hipotesis yang menyatakan bahwa jumlah tanggungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap jumlah remiten telah terbukti.

4. Dengan tingkat signifikasi 5%, variabel total biaya penempatan TKI berpengaruh signifikan terhadap jumlah remiten yang dikirim oleh TKI. Hal ini berarti hipotesis yang menyatakan bahwa total biaya penempatan TKI berpengaruh signifikan terhadap jumlah remiten telah terbukti.

5. Secara simultan atau bersama – sama variabel pendapatan TKI, pengeluaran konsumsi keluarga, jumlah tanggungan keluarga, dan total biaya penempatan TKI berpengaruh signifikan terhadap jumlah remiten yang dikirim ke daerah asal.

Incoming search terms:

Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Pedagang Bakpia Pathok

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Pedagang Bakpia Pathok Di Kelurahan Ngampilan

bakpia pathok Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Pedagang Bakpia Pathok Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Pedagang Bakpia Pathok bakpia pathok

Latar Belakang Skripsi

Industri  kecil  juga merupakan bagian integral dari dunia usaha  nasional yang mempunyai kedudukan, potensi,  dan peranan yang  sangat strategis dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional.  Mengingat peranannya dalam pembangunan, usaha  kecil harus terus  dikembangkan dengan semangat kekeluargaan, saling isi mengisi,  saling memperkuat antara  industri kecil  dan besar dalam rangka  pemerataan serta mewujudkan kemakmuran yang sebesar-besarnya  bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pemerintah dan masyarakat harus saling bekerjasama. Masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan, sedangkan pemerintah  berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing, melindungi serta menumbuhkan iklim usaha.    Seiring dengan dibukanya kesempatan yang lebar kepada setiap orang untuk menciptakan lapangan pekerjaan, maka otomatis akan timbul pula persaingan-persaingan usaha pada bidtesisang yang sama di suatu wilayah tertentu.

Hal tersebut yang menjadi pemicu para pengusaha untuk berfikir kreatif dan menciptakan suatu inovasi yang dapat menciptakan suatu produk yang menarik, suatu produk yang berhubungan dengan masyarakat sehari-hari dan dapat mendatangkan keuntungan yang optimal. Produk makanan ringan adalah satu usaha yang banyak dilirik para pengusaha-pengusaha kecil yang mulai merintis usahanya.  Salah satunya adalah di daerah Yogyakarta, tepatnya di Kelurahan Ngampilan, Kecamatan Ngampilan,  Yogyakarta selain menjadi tempat tujuan berwisata, menjadi tempat perdagangan,  baik barang-barang kerajinan maupun makanan-makanan khas yang menjadi ciri khas Kota Yogyakarta. Salah satu makanan yang menjadi ciri khas Kota Yogyakarta adalah Bakpia Pathok.  Bakpia sebenarnya berasal dari negeri Cina, aslinya bernama Tou Luk Pia, yang artinya adalah kue pia (kue) kacang hijau. Bakpia mulai diproduksi di kampung Pathok Yogyakarta, sejak sekitar tahun 1948. Waktu itu masih diperdagangkan secara eceran dikemas dalam besek tanpa label, peminatnya pun masih sangat terbatas. Proses itu berlanjut hingga mengalami perubahan dengan kemasan kertas karton disertai label tempelan.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini dirumuskan beberapa masalah yaitu :

1. Bagaimana pengaruh modal usaha terhadap keuntungan pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan ?

2. Bagaimana pengaruh lama usaha terhadap keuntungan pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan ?

3. Bagaimana pengaruh waktu dagang terhadap keuntungan pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan ?

4. Bagaimana pengaruh pendidikan yang telah ditempuh  pedagang  terhadap keuntungan pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan ?

5. Bagaimana pengaruh jumlah tenaga kerja pedagang terhadap keuntungan pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan ?

6. Bagaimana pengaruh  tingkat  upah tenaga kerja pedagang terhadap keuntungan pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan ?

Tujuan Penelitian 

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat keuntunganusaha para pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan.

Kesimpulan

1.  Berdasarkan hasil regresi, analisis statistik dengan menggunakan uji t, diketahui bahwa variabel  modal usaha, waktu dagang, dan jumlah tenaga kerja  tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap besarnya keuntungan  pedagang  Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan,  jadi hipotesis yang menyatakan bahwa  variabel  modal usaha  yang dibutuhkan, waktu dagang, dan jumlah tenaga kerja pedagang  mempunyai pengaruh  terhadap keuntungan ternyata  tidak terbukti.

2.  Berdasarkan hasil regresi, analisis statistik dengan menggunakan uji t, diketahui bahwa variabel pengalaman usaha, pendidikan yang telah ditempuh, dan tingkat upah tenaga kerja pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap besarnya keuntungan  pedagang ,  jadi hipotesis yang menyatakan bahwa  variabel  pengalaman usaha, pendidikan yang telah ditempuh  pedagang, dan tingkat upah tenaga kerja pedagang  mempunyai pengaruh terhadap keuntungan ternyata  terbukti mempunyai pengaruh positif.

Incoming search terms:

Analisis Beban Kerja Dan Kebutuhan Tenaga Kerja

Skripsi Ekonomi Analisis Beban Kerja Dan Kebutuhan Tenaga Kerja Pada Bagian Produksi Pt Djitoe Indonesian Tobacco Coy.

pekerja pln Analisis Beban Kerja Dan Kebutuhan Tenaga Kerja Analisis Beban Kerja Dan Kebutuhan Tenaga Kerja  pekerja pln

Latar Belakang Skripsi 

“Dalam mencapai produktivitas tenaga kerja yang lebih baik maka dibutuhkan variable kunci yaitu pendidtesisikan dasar yang cocok bagi angkatan kerja yang efektif, pengetahuan angkatan kerja, pengeluaran social yang membuat tenaga kerja tersedia. (Heizer, 2004).

PT Djitoe Indonesian Tobacco Coy merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri rokok sehingga perusahaan ini memiliki banyak tenaga kerja yang terlatih dan terdidik, tanaga kerja perusahaan ini selalu menjaga kedisiplinan dalam bekerja untuk mempengaruhi kelancaran produktivitas selain disiplin, dalam bekerja, disiplin waktu yang diutamakan oleh perusahaan PT. Djitoe Indonesian Tobacco Coy agar dapat menunjang keberhasilan dalam bekerja. Dengan peningkatan produktivitas maka tanggung jawab manajemen akan berpusat pada segala upaya dan daya untuk melaksanakan fungsi dan peran dalam kegiatan produksi, khususnya yang bersangkut paut dengan efisiensi penggunaan sumber-sumber input.

Rumusan Masalah

1. Bagaimana Beban Kerja pada PT. Djitoe Indonesian Tobacco Coy?

2. Bagaimana Kebutuhan Tenaga Kerja  Pada Bagian Produksi  PT. Djitoe Indonesian Tobacco Coy ?

Tujuan Penelitian 

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Beban Kerja dan kebutuhan Tenaga Kerja pada bagian produksi PT. DJITOE  INDONESIAN  TOBACCO COY, serta mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas tenaga kerja yaitu motivasi, kedisiplinan, etoskerja, keterampilan, pendidikan.

Kesimpulan

1. Beban kerja adalah banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan sesuatu pekerjaan .Dengan demikian diketahuinya beban kerja maka akan dapat diketahui seberapa besar beban yang harus ditangung oleh pekerja,dan apakah terjadi kelebihan tenaga kerja atau sebaliknya adanya kekurangan tenaga kerja.

2. Dengan metode perhitungan  work load analysis yang berisikan teori penentuan beban karyawan diimplementasikan dengan data yang ada pada perusahaan PT. Djitoe Indonesian Tobacco Coy dapat dilihat jumlah kebutuhan tenaga kerja serta produktivitasnya. Dengan jumlah beban kerja 10.000 ball/bulan dengan waktu 200 jam/bulan,

3. Dengan metode work force analysis yang memperhitungkan tingkat absensi karyawan.Dimana tingkat turn over 0 sehinga nilai dari work force analisis 0 .Tingkat absensi presentasenya cukup rendah dari jumlah keseluruhan kehadiran terlihat pada bulan Januari 2010 sebesar 10,57 %, bulan Februari 2010 sebesar 16,4%, dan bulan Maret 2010 sebesar  14,42%.

Dari hasil perhitungannya dapat ditarik kesimpulan bahwa dari bulan ke bulan presentase absensi cenderung naik turun dan itu berarti menunjukkan tren tidak stabil. Hal ini mengakibatkan beban kerja semakin besar dikarenakan banyak karyawan tidak hadir dari bulan ke bulan.