Analisis Rasio Untuk Menilai Kinerja Keuangan

Skripsi EkonomiAnalisis Rasio Likuidtesisitas, Solvabilitas, Dan Profitabilitas Untuk Menilai Kinerja Keuangan KPRI ”SUBUR” Periode 2006-2008

modal-ventura Analisis Rasio Untuk Menilai Kinerja Keuangan Analisis Rasio Untuk Menilai Kinerja Keuangan modal ventura

Latar Belakang Skripsi 

Salah satu  cara paling efektif dalam mengevaluasi kondisi keuangan tersebut adalah menggunakan analisis laporan keuangan koperasi bersangkutan. Laporan keuangan memberikan ikstisar mengenai keadaan keuangan suatu perusahaan, yang mana neraca (balance sheet) mencerminkan nilai aktiva, utang, dan modal sendiri pada suatu saat tertentu, dan laporan laba rugi  (income statement) mencerminkan hasil-hasil yang dicapai selama satu periode tertentu, biasanya meliputi periode satu tahun.

Analisis laporan keuangan KPRI SUBUR dilakukan dari tahun 2006-2008, karena dalam tahun tersebut terdapat perubahan-perubahan yang cukup signifikan atas neraca dan laporan perhitungan sisa hasil usaha yang dimilki koperasi, baik berupa peningkatan atau penurunan, melalui perbandingan angka-angka rasio yang dihasilkan dari analisis rasio likuiditas, rentabilitas,  dan solvabilitas satu periode dengan periode yang lain akan diperoleh informasi mengenai perkembangan dan kinerja KPRI SUBUR. Hasil analisis data keuangan KPRI SUBUR dari tahun yang lalu dapat diketahui kelemahan-kelemahan dari koperasi serta hasil-hasil yang tidak dianggap cukup baik, untuk mengadakan interprestasi atau analisis laporan keuangan suatu perusahaan seorang analisis memerlukan adanya ukuran atau”yard stik”  tertentu. Ukuran yang sering digunakan dalam analisis  financial adalah ”rasio”, pengertian hanya alat yang dinyatakan dalam  ”arithmatical term” yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua macam data finansial (Riyanto, 1995:327).

Perumusan Masalah 

1)  Bagaimana kinerja keuangan KPRI SUBUR Kecamatan Pasar Kliwon Kotamadya Surakarta untuk tahun 2006-2008?

2)  Berapa tingkat likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas pada KPRI SUBUR Pasar Kliwon 2006-2008?

3)  Apakah hasil perhitungan Ratio keuangan selama 3 periode mengalami kenaikan, penurunan, atau stabil?

Tujuan Penelitan

Kegiatan  penelitian ini dilakukan dengan tujuan ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan KPRI ”SUBUR” Periode 2006-2008.

Kesimpulan 

Berdasarkan hasil analisis data perhitungan rasio  likuiditas, salvobilitas, dan profitabilitas pada KPRI “SUBUR” Kecamatan Pasar Kliwon Kotamadya Surakarta selama tiga periode serta temuan yang telah diuraikan, ada beberapa yang menunjukkan hasil yang kurang baik dan menjadi kelemahan bagi KPRI  “SUBUR”. Atas kelemahan yang ditemukan dalam hasil analisis rasio pada KPRI “SUBUR” maka penulis memberikan kesimpulan sebagai berikut :

 

  1. KPRI “SUBUR” dalam hubungannya dengan likuiditas dilihat dari current ratio  selama tiga periode menunjukkan angka di atas 175%, ini berarti bahwa tingkat likuiditas KPRI “SUBUR” dalam kondisi yang sangat baik. Sesuai dengan Kertas Kerja Penilaian Klasifikasi Koperasi dalam Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah No. 129/Kep/M/KUKM/XI/2002.begitu juga dengan  quick ratio selama tiga periode dalam yang sangat baik karena menunjukkan angka di atas 175%. Tetapi sebaliknya pada cash ratio selama tiga periode menunjukkan angka di bawah 125%,.
  2. KPRI ‘ SUBUR” dalam hubungannya dengan  likuiditas dalam kondisi yang  likuid karena masih dalam kondisi yang sehat dan seimbang karena harta lancar lebih banyak dan di atas standar dari pada aktiva lancar.
  3. Meskipun tingkat  solvabilitas KPRI “SUBUR” dalam kondisi yang solvable, KPRI “SUBUR” tetap menjaga proporsi antara jumlah aktiva dengan jumlah utangnya supaya  rasio yang dihasilkan tidak terlalu besar dan sesuai dengan rasio yang menjadi standarnya.
  4. Tingkat profitabilitas KPRI “SUBUR” dalam kondisi yang baik. KPRI “SUBUR” tetap menjaga dan  mempertahankan atau lebih meningkatkan profitabilitas untuk tahun yang akan datang, misalnya dengan meningkatkan volume penjualan, baik penjualan kredit maupun tunai yang diharapkan dapat memperbesar laba usaha (SHU) koperasi. Selain itu untuk meningkatkan volume penjualan, baik penjualan kredit maupun tunai yang diharapkan dapat meningkatan SHU dapat pula dengan cara memperkecil peningkatan penjualan dan penerimaan jasa akan menghasilkan SHU yang besar.
Incoming search terms:

Analisis rasio likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas

Skripsi EkonomiAnalisis rasio likuidtesisitas, solvabilitas dan  profitabilitas pada PRIMKOPTAMA Surakarta   periode 2006 – 2008

pendapatan Analisis rasio likuiditas, solvabilitas dan  profitabilitas Analisis rasio likuiditas, solvabilitas dan  profitabilitas pendapatan

Latar Belakang Skripsi

Koperasi bukan  merupakan  perkumpulan modal yang mengutamakan laba namun lebih kepada  kesejahteraan anggotanya.  Manfaat yang diterima oleh anggota merupakan prioritas utama daripada laba yang diperoleh.  Meskipun demikian harus diusahakan agar koperasi tidak mengalami kerugian. Gambaran tentang perkembangan dan kinerja koperasi dapat dilihat dari laporan keuangannya.  Oleh sebab itu penilaian kinerja sangat penting untuk dilakukan terutama bagi badan perkreditan, agar kesejahteraan anggota maupun koperasi itu sendiri tetap bertahan.

Rumusan Masalah

Perumusan masalah akan memberikan arahan dalam membahas permasalahan yang sedang diteliti. Adapun perumusan masalah berdasarkan uraian tersebut di atas antara lain:

  1. Berapa tingkat    rasio  likuiditas,    solvabilitas    dan profitabilitas PRIMKOPTAMA Surakarta untuk periode tahun 2006, 2007 dan 2008 ?
  2. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kenaikan/penurunan rasio Likuiditas,  Solvabilitas  dan Profitabilitas  PRIMKPOTAMA Surakarta periode tahun 2006, 2007 dan 2008 ?

Kesimpulan

Bukti yang penulis dapatkan dari analisis data yang telah dilakukan penulis digunakan untuk mengambil kesimpulan yang dinyatakan sebagai berikut :

  • Ditinjau dari Likuiditasnya

Bahwa likuiditas PRIMKOPTAMA Surakarta apabila dibandingkan dengan  Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI No. 14/Per/M.KUKM/XII/2009 berada dalam keadaan tidak baik. Kondisi tersebut berarti bahwa PRIMKOPTAMA Surakarta tidak mempunyai kemampuan yang cukup dalam memenuhi kewajiban lancar  dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki.

  • Ditinjau dari Solvabilitasnya

Bahwa solvabilitas PRIMKOPTAMA Surakarta apabila dibandingkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI No. 14/Per/M.KUKM/XII/2009 dinyatakan dalam keadaan yang tidak baik. Sehingga dikatakan tidak mampu melunasi utang jangka panjangnya pada saat jatuh tempo.

  • Ditinjau dari Profitabilitas

Bahwa tingkat profitabilitas PRIMKOPTAMA Surakarta apabila dibandingkan  Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI No. 14/Per/M.KUKM/XII/2009 dinyatakan dalam keadaan tidak baik. Sehingga kemampuan dalam menghasilkan laba dinyatakan masih rendah.

  •  Secara umum PRIMKOPTAMA mempunyai kinerja yang kurang baik karena  mempunyai rasio likuiditas,  rasio  solvabilitas dan rasio profitabilitas yang rendah.
Incoming search terms:

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay Dan Timelinees

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay Dan Timelinees (Study empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2006-2008)

akuntansi (1) Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay Dan Timelinees Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay Dan Timelinees akuntansi 1

Latar Belakang Skripsi 

Perkembangan pasar modal di Indonesia berdampak peningkatan permintaan akan audit laporan keuangan. Setiap perusahaan yang go publik diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan yang disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan dan telah diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal. Hasil audit atas perusahaan publik  mempunyai konsekuensi dan tanggungjawab  yang besar. Adanya tanggungjawab yang besar ini memicu audit untuk bekerja secara lebih professional. Salah satu kriteria profesionalisme dari auditor adalah ketepatan waktu penyampaian laporan auditnya. Ketepatan waktu perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangan kepada masyarakat umum dan kepada Bapepam juga tergantung dari ketepatan waktu auditor dalam menyelesaikan pekerjaan auditnya. Ketepatan waktu ini terkait dengan manfaat dari laporan keuangan itu sendiri. Jika terjadi penundaan yang tidtesisak semestinya dalam pelaporan keuangan, maka informasi yang dihasilkan akan kehilangan relevansinya.

Ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan telah diatur dalam pasar modal. Undang-undang no. 8 tahun 1995 tentang peraturan pasar modal menyatakan bahwa semua perusahaan yang terdaftar dalam pasar modal wajib menyampaikan laporan keuangan secara berkala kepada Bapepam dan mengumumkan kepada masyarakat. Apabila perusahaan-perusahaan tersebut terlambat menyampaikan laporan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Bapepam maka dikenakan sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam undang-undang. Peraturan mengenai penyampaian laporan keuangan ini telah diperbaharui oleh Bapepam pada tahun 1996 dan mulai berlaku kembali pada tanggal 17 Januari 1996. Dalam peraturan baru ini disebutkan bahwa perusahaan wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit selambat-lambatnya 120 hari terhitung sejak tanggal berakhirnya tahun buku.

Rumusan Masalah

Masalah utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh faktor profitabilitas, solvabilitas, likuiditas,  umur perusahaan, ukuran perusahaan dan auditor (ukuran KAP) terhadap  audit delay dan Timelines?

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan  untuk menguji pengaruh pengaruh  faktor profitabilitas, solvabilitas, likuiditas, umur perusahaan dan size perusahaan dan ukuran KAP  terhadap audit delay dan  timeliness pada perusahan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2008. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan  regresi  logistik  dengan  software  SPSS 16.0 For Windows.

Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan  untuk menguji pengaruh pengaruh  faktor profitabilitas, solvabilitas, likuiditas, umur perusahaan dan size perusahaan dan ukuran KAP  terhadap audit delay dan  timeliness pada perusahan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2008. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan  regresi  logistik  dengan  software  SPSS 16.0 For Windows. Berdasarkan analisis  penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut.

1.  return on equity  (profitabilitas),  total debt to total assets  (solvabilitas), current ratio  (likuiditas),  ukuran perusahaan,  umur perusahaan dan ukuran KAP berpengaruh secara simultan terhadap audit delay.

2.  return on equity  (profitabilitas),  total debt to total assets  (solvabilitas), current ratio  (likuiditas),  ukuran perusahaan,  umur perusahaan  dan ukuran  KAP  berpengaruh  secara simultan  terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan (timeliness).

3.  Pengujian secara parsial menunjukkan  bahwa  variabel  solvabiltas berpengaruh terhadap audit delay. Pengujian terhadap variabel return on equity  (profitabilitas),  current ratio  (likuiditas),  ukuran perusahaan, umur perusahaan dan ukuran  KAP  tidak memberikan hasil yang signifikan.

4.  Pengujian secara parsial terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan  menunjukkan  bahwa  variabel  likuiditas yang  berpengaruh terhadap  ketepatan waktu penyampaian laporan. Pengujian terhadap variabel  return on  equity  (profitabilitas),  salvabilitas,  ukuran perusahaan, umur perusahaan dan ukuran KAP  tidak memberikan hasil yang signifikan.