Analisis Kontribusi Pajak Penerangan Jalan Terhadap PAD

Skripsi EkonomiAnalisis Kontribusi Pajak Penerangan Jalan Terhadap Pendapatan Asli Daerah Di Kabupaten Sukoharjo Tahun Anggaran 2008-2011

pendapatan Analisis Kontribusi Pajak Penerangan Jalan Terhadap PAD Analisis Kontribusi Pajak Penerangan Jalan Terhadap PAD pendapatan

Latar Belakang Skripsi 

Pajak Penerangan Jalan merupakan pungutan daerah atas penggunaan tenaga listrik baik untuk industri maupun non industri. Dengan melihat semakin baiknya Perekonomian  Kabupaten Sukoharjo maka tidtesisaklah heran jika pemasukan pemerintah daerah dari sektor Pajak Daerah  juga meningkat, tidak terkecuali  Pajak Penerangan Jalan. Meningkatnya  Pajak Penerangan Jalan  lebih terpengaruh oleh bertambahnya pengguna listrik sebagai contoh sumber listrik yang sudah mulai terjangkau ke daerah-daerah terpencil di kabupaten  Sukoharjo yang menyebabkan bertambahnya pengguna listrik.

Dengan demikian pemerintah Kabupaten Sukoharjo agar dapat memaksimalkan penerimaan Pajak Penerangan Jalan maka perlu bekerjasama dengan instansi terkait dalam hal ini PLN untuk menyediakan sumber listrik untuk rumah-rumah yang belum terjangkau listrik sama sekali. Kontribusi Pajak Penerangan Jalan  terhadap terhadap PAD relatif besar dibandingkan dengan pendapatan daerah lainnya yang berasal dari Pajak Daerah. Evaluasi terhadap penerimaan Pajak Penerangan Jalan perlu dilakukan untuk mengetahui apakah target penerimaan  Pajak Penerangan Jalan  untuk tahun-tahun sebelumnya dapat tercapai dan mengetahui jumlah realisasi yang diperoleh. Serta mengetahui perkembangan penerimaan  Pajak Penerangan Jalan dan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat  dirumuskan bahwa yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Seberapa besar efektivitas realisasi Pajak Penerangan Jalan terhadap target penerimaan Pajak Penerangan Jalan di Kabupaten Sukoharjo  selama empat tahun anggaran  (2008-2011).

2. Seberapa besar  kontribusi  Pajak Penerangan Jalan  terhadap Pendapatan Asli  Daerah  di  Kabupaten  Sukoharjo selama  empat  tahun anggaran (2008-2011).

Tujuan Penelitian

Kegiatan penelitian ini dilakukan dengan tujuan ingin mengetahui realisasi penerapan pajak, serta kontribusi pajak penerangan jalan di Kabupaten Sukoharjo.

Simpulan 

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penulis memberikan kesimpulan bahwa  efektivitas  Penerimaan  Pajak Penerangan Jalan  sudah cukup baik. Pada tahun 2008, 2009, dan 2011 penerimaan Pajak Penerangan Jalan cukup efektif karena persentase efektivitasnya mencapai 100%. Namun pada tahun 2010  persentase  efekt ivitas  penerimaan  Pajak Penerangan Jalan sebesar 96,04% dengan kata lain penerimaan tidak mencapai target. Hal ini disebabkan karena  adanya pemasangan  rekening listrik  ilegal  yang menyebabkan kebocoran tarif, kebocoran tarif tersebut kebanyakan dari kalangan industri dan rumah tangga.

Kontribusi penerimaan Pajak Penerangan Jalan dari tahun 2008 sampai 2011 terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) rata-rata sebesar 27,50%. Hal ini menunjukan bahwa  Pajak Penerangan Jalan  merupakan sumber pendapatan daerah  yang  sangat potensial karena,  dibandingkan dengan Pendapatan Daerah lainnya  khususnya pada sektor  Pajak Daerah  PPJ menyumbang lebih dari 25% atau seperempat dari keseluruhan Pendapatan Asli Daerah.

 

 

Incoming search terms:

Analisis Disparitas Pendapatan Antar Daerah Di Provinsi

Skripsi Ekonomi~ Analisis Disparitas Pendapatan Antar Daerah Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2005-2009

pendapatan Analisis Disparitas Pendapatan Antar Daerah Di Provinsi Analisis Disparitas Pendapatan Antar Daerah Di Provinsi pendapatan

Latar Belakang Skripsi 

Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakat mengelola sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan pekerjaan dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi di dalam wilayah tersebut (Arsyad, 1999). Akan tetapi, kondisi daerah di Indonesia yang secara geografis dan sumber daya alam yang berbeda menimbulkan daerah yang lebih makmur dan lebih maju dibandingkan daerah yang lainnya.

Kebijakan pembangunan dilakukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan cara memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada dan berbeda-beda bagi masing-masing daerah. Proses tersebut dilakukan agar pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata. Untuk itu, perhatian pemerintah harus tertuju pada semua daerah tanpa ada perlakuan khusus pada daerah tertentu saja. Hasil pembangunan harus dapat dinikmati oleh seluruh rakyat sebagai wujud peningkatan kesejahteraan lahir dan batin secara adil dan merata.

Rumusan Masalah 

Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka rumusan masalah penelitian ini adalah:

  1. Bagaimana pertumbuhan ekonomi antar daerah di Provinsi Jawa Tengah tahun 2005-2009?
  2. Bagaimana pola pertumbuhan ekonomi serta klasifikasi antar daerah di Provinsi Jawa Tengah menurut Tipologi Klassen tahun 2005-2009?
  3. Berapa besar tingkat disparitas pendapatan antar daerah di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan Indeks Williamson dan Indeks Entropi Theil tahun 2005-2009?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi, pola pertumbuhan ekonomi serta klasifikasi menurut Tipologi Klassen dan besarnya tingkat disparitas pendapatan berdasarkan Indeks Williamson dan Indeks Entropi Thei antar daerah di Provinsi Jawa Tengah.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis yang dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

  1. Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah selama periode penelitian tahun 2005-2009 mengalami fluktuasi menyesuaikan situasi perekonomian yang sedang terjadi. Laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah rata-rata 5,29 persen setiap tahun, jumlah tersebut masih bisa ditingkatkan lagi karena banyak potensi yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Tengah yang belum dikelola dengan maksimal.
  2. Pengklasifikasian kabupaten/kota berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita di Provinsi Jawa Tengah memakai alat analisis Tipologi Klassen dengan pendekatan wilayah ternyata menunjukkan masih banyak kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah selama tahun 2005-2009 yang merupakan daerah relatif tertinggal (termasuk dalam kuadran IV). Sebanyak 8 kabupaten pada kuadran ini merupakan daerah yang relatif tertinggal yaitu: Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, Kabupaten Demak, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang.
  3. Disparitas pendapatan antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dianalisis menggunkan Indeks Williamson dan Indeks Entropi Theil. Hasilnya bahwa disparitas pendapatan antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah selama tahun 2005-2009 tergolong tinggi, karena berada di atas ambang batas 0,5. Indeks Entropi Theil dan Indeks Williamson yang menunjukkan adanya disparitas pendapatan antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah tersebut belum menunjukkan kecenderungan menurun karena masih tergolong tinggi.