Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhim Penanaman Modal Asing

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhim Penanaman Modal Asing Di Indonesia (TAHUN 1994:1-2008:4)

modal-ventura Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhim Penanaman Modal Asing Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhim Penanaman Modal Asing modal ventura

Latar Belakang Skripsi 

Ketidtesisakstabilan politik dan krisis sosial telah menjadi pendorongberkurangnya kepercayaan masyarakat luas terhadap nilai rupiah. Ketidakpercayaan tersebut didasarioleh ekspektasi masyarakat akan mekinmelemahnya nilai tukar rupiah dimasa depan karena ditunjang oleh semakintidak stabilnya iklim ekonomi dan investasi. Dalam kondisi demikian, akan tidakmenguntungkan bagi seorang investor untuk memegang rupiah dan melakukaninvestasi di Indonesia. Motivasi investor dalam melakukan investasi hanya dalamjangka pendek saja, sehingga sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor jangkapendek misalnya tingkat suku bunga (interest rate) dan perilaku kebijakan.

Karena bagaimanapun, resiko memegang mata uang rupiah dan kegiataninvestasi di dalam negeri dalam kondisi yang sangat merugikan. Selain itu Indonesia juga dihadapkan pada masalah tenaga kerja, yaitutingginya jumlah pengangguran. Kondisi ini terjadi karena jumlah penduduk usaikerja dan kasus pemutusan hubungan kerja yang terus meningkat akibat krisisekonomi. Sekitar februari 2005 dan 2006 penduduk usia kerja tumbuh dari 155,6juta orang menjadi 159, 3 orang atau bertambah 3,7 juta orang. Melihat kondisiini, pemerintah berupaya untuk membuka peluang masuknya penanaman modal asing guna menyediakan lapangan pekerjaan yang mulai terlihat denganmenggeliatnya iklim investasi asing di Indonesia.

Perumusan Masalah

Penanaman modal asing merupakan salah satu sumber dana dan jasapembangunan di Negara sedang berkembang. Faktor yang berpengaruhterhadap penanaman modal asing di Indonesia adalah pertumbuhan ekonomiIndonesia yang diukur melalui produk domestik bruto (PDB), tingkat sukubunga domestik, nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing dollar Amerika, ekspor, upah pekerja dan krisis ekonomi.

1. Bagaimanakah pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB) terhadappenanaman modal asing di Indonesia tahun 1994-2008?

2. Bagaimaakah pengaruh tingkat suku bunga terhadap penanamanmodal asing di Indonesia tahun 1994-2008?

3. Bagaimanakah pengaruh upah pekerja terhadap penanaman modalasing di Indonesia tahun 1994-2008?

4. Bagaimanakah pengaruh krisis ekonomi terhadap penanaman modalasing di Indonesia tahun 1994-2008?

Kesimpulan 

Berdasarkan penelitian mengenai penanaman modal asing Indonesia tahun1994-2008, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

a. Hipotesis pertama menyatakan bahwa produk domestik brutoberpengaruh secara positif dan signifikan terhadap penanaman modalasing. Dalam hasil temuan empirik menunjukkan bahwa dalam jangkapendek terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara produkdomestik bruto terhadap penanaman modal asing di Indonesia, hal initidak sesuai dengan hipotesis yang berarti jumlah PDB dalam jangkapendek mempengaruhi investor asing untuk berinvestasi. Sedangkan dalam jangka panjang produk domestik brutomenunjukkan pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadappenanaman modal asing di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa dalamjangka panjang jumlah produk domestik bruto tidak berpengaruh terhadapmasuknya penanaman modal asing di Indonesia. Karena masuknya danadalam bentuk dollar, maka rupiah akan terdepresiasi dan kegiatanekonomi menurun dan nilai produk domestik bruto juga akan menurun. Faktor yang menjadi penyebab tidak berpengaruhnya PDB terhadappenanaman modal asing dalam jangka panjang adalah karena masuknya dana dalam bentuk dollar, maka rupiah akan terdepresiasi dan kegiatanekonomi menurun dan nilai produk domestik bruto juga akan menurun. Juga karena adanya transfer dana hasil keuntungan dari dalam negeri keluar negeri sehingga dana tersebut tidak bisa digunakan lagi untukinvestasi (reinvestasi). Selain itu juga disebabkan karena teknologi dansistem manajemen yang digunakan sudah usang.

b. Hipotesis kedua menyatakan diduga tingkat suku bunga domestikberpengaruh negatif dan signifikan terhadap penanaman modal asing. Dalam temuan empirik menunjukkan bahwa dalam jangka pendekterdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat suku bungadengan penanaman modal asing. Hal ini berarti dalm jangka pendek sukubunga domestik mempengaruhi investor dalam menanamkan modalnyake Indonesia. Dan dalam jangka panjang hasil temuan empirik menunjukkanhubungan positif dan signifikan antara suku bunga dengan penanamanmodal asing. Hal ini berarti bahwa investor tidak terpengaruh pada tingkatbunga yang ditawarkan di dalam negeri. Faktor yang menjadi penyebabkenaikan suku bunga berpengaruh positif terhadap penanaman modalasing adalah karena krisis ekonomi yang melanda Indonesiamenyebabkan naiknya tingkat suku bunga secara tajam namun tidakdipengaruhi oleh penurunan penanaman modal asing.

c. Hipotesis ketiga menyatakan bahwa diduga upah pekerja memilikihubungan yang negatif terhadap penanaman modal asing di Indonesia. Hasil temuan empirik menyatakan bahwa dalam jangka pendek terdapathubungan yang negatif dan signifikan antara upah pekerja terhadappenanaman modal asing di Indonesia. Sementara itu dalam jangkapanjang ditemukan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan tidaksignifikan antara upah pekerja dengan penanaman modal asing diIndonesia. Hal ini menunjukkan bahwa dalam jangka panjang upahpekerja tidak berpengaruh terhadap penanaman modal asing di Indonesia. Factor yang menyebabkan tidak berpengaruhnya upah pekerja dalamjangka panjang terhadap penanaman modal asing adalah karenarendahnya standar upah di Indonesia,

d. Hipotesis keempat menyatakan bahwa diduga variabel krisis ekonomiberpengaruh positif terhadap penanaman modal asing. Hasil temuanempirik menyatakan bahwa dalam jangka pendek maupun dalam jangkapanjang krisis ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadappenanaman modal asing di Indonesia. Hal ini menyatakan bahwa dalamjangka panjang krisis ekonomi berpengaruh terhadap masuknyapenanaman modal asing di Indonesia.

Analisis Penanaman Modal Asing

Skripsi Ekonomi~ Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Penanaman Modal Asing Di Daerah Istimewa Yogyakarta Periode 1986 2011

modal-ventura Analisis Penanaman Modal Asing Analisis Penanaman Modal Asing modal ventura

Latar Belakang Skripsi 

Sumber alam suatu Negara terbelakang disebut kurang terolah dalam arti sumber tersebut tidtesisak atau kurang dimanfaatkan. Suatu Negara mungkin saja kekurangan sumber alam, tetapi tidak dalam arti relatifnya. Meskipun suatu Negara miskin dalam sumber alam  tetapi ada kemungkinan di masa depan Negara itu akan berubah menjadi pemilik sumber alam yang besar sebagai hasil penemuan sumber yang sekarang belum diketahui atau karena penggunaan sumber yang ada dengan cara baru. Negara terbelakang sangat mengemukakan  satu sama lainnya.  Karena posisi demografi dan kecenderungannya. Hal mana disebabkan oleh luas, kepadatan, struktur usia dan laju pertumbuhan pnduduk yang beragam.

Namun demikian ada satu kesamaan ciri yaitu pertambahan penduduk yang cepat. Bersamaan dengan tingkat pendapatan yang rendah dan nihilnya tingkat pemupukan modal, maka kian lengkaplah kesulitan bagi Negara seperti itu menopang pertambahan penduduknya. Dan pada saat yang sama output akan meningkat sebagai hasil perbaikan teknologi dan pemupukan modal yang berakibat pada tak adanya perbaikan taraf hidup yang cukup berarti. Sebagian besar Negara terbelakang mempunyai potensi pertumbuhan penduduk yang tinggi serta memiliki tingkat kematian (mortalitas) yang cenderung menurun. Kepadatan penduduk di daerah pertanian begitu tinggi dibandingkan dengan luas tanah yang dapat ditanami. Kelangkaan tanah dalam kaitannya dengan besar penduduk menyebabkan penanaman berlebihan dan penggarapan tanah tanpa sela dengan demikian berarti justru menghambat kemajuan ekonomi.  Di Negara terbelakang dijumpai pengangguran dan pengangguran tersembunyi dalam jumlah besar.  Pengangguran di kota membengkak seiring dengan urbanisasi dan meningkatnya pendidikan. Akan tetapi sector industri tidak berkembang sejalan dengan pertumbuhan tenaga kerja, sehingga memperbesar pengangguran. Disamping itu ada pula penganggur yang berpendidikan. Mereka gagal mendapatkan pekerjaan karena tegarnya struktur dan tiadanya perencanaan tenaga kerja. Dengan tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan penduduk kota sebesar 4,5 %, 20 % adalah penganggur.

Rumusan Masalah Penelitian 

Sejak ditetapkannya Undang-Undang penanaman modal asing tahun 1967 ternyata penanaman modal asing di Indonesia mengalami peningkatan. Oleh karena itu menarik kiranya  bila permasalahan ini dianalisis dan dikaji dengan lebih mendalam, terutama faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan investasi penanaman modal asing di DIY, sehingga untuk masa yang akan datang dapat dikembangkan lagi dengan lebih optimal.  Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan investasi penanaman modal asing di DIY perlu disusun rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :

  1. Apakah  Produk  Domestik Regional Bruto (PDRB)  DIY berpengaruh terhadap penanaman modal asing?
  2. Apakah Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berpengaruh terhadap modal asing?
  3. Apakah tingkat inflasi di Indonesia berpengaruh terhadap penanaman modal asing?
  4. Apakah tingkat suku bunga internasional berpengaruh terhadap penanaman modal asing?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendapatan domestic regional bruto (PDRB), penanaman  modal dalam negeri (PMDN), inflasi dan suku bunga terhadap penanaman modal asing di Daerah Istimewa Yogyakarta periode 1986-2011.  Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder dari variabel PDRB, PMDN, inflasi, dan suku bunga dari periode 1986-2011 yang penulis peroleh dari berbagai sumber. Model regreasi Ordinary Least Square digunakan untuk pengujian hipotesis, dengan menggunakan metode analisis baik metode kualitatif dan kuantitatif.

Kesimpulan

Berdasarkan uraian yang telah disajikan dalam bab-bab sebelumnya dapat diambil beberapa simpulan sebagai berikut :

  1. PDRB terhadap PMA DIY juga mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan sebesar 3,246. Ini berarti bahwa produk domestik yang berkembang dan dihasilkan oleh DIY cukup mendorong investor asing untuk menanamkan modalnya di DIY.
  2. PMDN sebagai realisasi fisik dari adanya PMA mempunyai pengaruh yang  positif dan signifikan dengan PMA DIY sebesar 3,780. Ini berarti bahwa dengan tersedianya fasilitas PMA, pelaksanaan kegiatan investasi ini dapat berjalan dengan lancar.
  3. Tingkat inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap penanaman modal asing di DIY.
  4. Suku bunga Internasional tidak berpengaruh signifikan terhadap penanaman modal asing di DIY.
  5. Fluktuasi tahunan atas PMA di DIY periode 1986-2011 disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya PDRB, PMDN, inflasi dan tingkat suku bunga internasional.
  6. Dari penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa suku bunga internasional dan tingkat inflasi  di Indonesia tidak mempengaruhi perubahan investasi di DIY.