Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah  Di Jawa Tengah

uang laporan Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan uang laporan

Latar Belakang Skripsi 

Expenditure  merupakan  belanja rutin atau belanja operasional pemerintah daerah dalam suatu periode tertentu. Belanja tersebut dipergunakan untuk memberikan pelayanan publik sebaik-baiknya. Semakin baik pelayanan publik yang diberikan, menunjukan semakin baik pengelolaan pembelanjaan pemerintah daerah. Pengelolaan pembelanjaan yang baik menciptakan  Value for money  yang baik, sehingga penilaian akan kinerja keuangan menjadi baik pula.

Real estate merupakan jumlah keseluruhan atas nilai tanah, gedung atau bangunan dan jalan yang dimiliki dan dilaporkan oleh pemerintah daerah pada tanggal tertentu. Semakin banyak dan semakin baik jumlah bangunan, gedung dan jalan, semakin baik pula pelayanan publik yang diberikan, semakin banyak pula pendapatan yang bisa diperoleh pemerintah daerah, dengan demikian semakin baik pula kinerja keuangan pemerintah daerah tersebut.

Perumusan Masalah

Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah mengenai ada/tidtesisaknya pengaruh revenue, expenditure, real estate, capital, taxes, grant, population  dan  tourist  terhadap kinerja keuangan, yang  dapat dirumuskan sebagai berikut.

1.  Apakah  revenue  berpengaruh  terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

2.  Apakah expenditure berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

3.  Apakah  real estate  berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

4.  Apakah  capital  berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

5.  Apakah taxes berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

6.  Apakah grant berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

7.  Apakah  population  berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

8.  Apakah  tourist  berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah di Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan menguji pengaruh  revenue, expenditure, real estate, capital, taxes, grant, population dan tourist  sebagai variabel independen, terhadap kinerja keuangan  sebagai variabel dependen yang diproksikan dengan  factor score  dari rasio kemandirian, rasio efisiensi, dan rasio efektivitas.

Simpulan

Hasil pengujian data dalam penelitian mendasari pengambilan simpulan dalam penelitian terkait nilai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah di Jawa Tengah. Hasil pengujian mengindikasikan bahwa kinerja keuangan pemerintah daerah yang diproksikan dengan tiga rasio penialaian kinerja keuangan pemerintah daeah yaitu rasio kemandirian, rasio efisiensi, dan rasio efektivitas dipengaruhi oleh  jumlah    revenue  dan  expenditure  pemerintah daerah. Dengan  revenue  yang cukup mengindikasikan bahwa pemerintah daerah mempunyai jumlah dana yang cukup untuk mendanai proses operasional dalam rangka penyediaan jasa pelayanan pada masyarakat sehingga dapat berpengaruh pada kinerja keuangan pemerintah daerah. Jumlah expenditure  yang mampu memberikan hasil yang maksimal untuk penyedian jasa pelayanan pada masyarakat dapat berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah.

Hasil pengujian data juga mengindikasikan bahwa jumlah  taxes, grant, dan  real estate  tidak berpengaruh pada kinerja pemerintah daerah. Hasil ini mengindikasikan bahwa pemerintah daerah belum mampu menggunakan hasil penerimaan pajak dan grant secara efisien sehingga tidak mampu mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah. Selain itu, hasil  ini juga mengindikasikan bahwa pemerintah daerah belum mampu melakukan pengakuan, pengukuran, penilaian serta penyajian  real estate  yang dimiliki oleh pemerintah daerah sehingga jumlah  real estate  tersebut tidak mempengaruhi kinerja pemerintah daerah.

Hasil pengujian data juga mengindikasikan bahwa jumlah population, serta tourist tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. Berdasarkan hasil ini dapat diketahui bahwa bertambahnya jumlah penduduk tidak mempengaruhi pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan publik yang jauh lebih baik lagi.

Selain itu jumlah penduduk tidak memberikan pengaruh terhadap jumlah penerimaan pemerintah daerah, hal ini mungkin disebabkan masih banyaknya penduduk yang tidak patuh pajak. Selain itu, pelayanan  publik  yang diberikan oleh pemerintah  daerah belum bisa dirasakan oleh keseluruhan masyarakat. Pertambahan jumlah wisatawan yang berkunjung juga  tidak dapat memberikan kontribusi terhadap penambahan jumlah  penerimaan  yang diperoleh pemerintah daerah. Hal ini mungkin dikarenakan pemerintah  daerah belum sepenuhnya mampu mengembangkan sektor pariwisata  dan memberikan pelayanan publik secara maksimal, sehingga minat wisatawan untuk berkunjung dan membelanjakan uangnya masih rendah.

Analisis Rasio Untuk Menilai Kinerja Keuangan

Skripsi EkonomiAnalisis Rasio Likuidtesisitas, Solvabilitas, Dan Profitabilitas Untuk Menilai Kinerja Keuangan KPRI ”SUBUR” Periode 2006-2008

modal-ventura Analisis Rasio Untuk Menilai Kinerja Keuangan Analisis Rasio Untuk Menilai Kinerja Keuangan modal ventura

Latar Belakang Skripsi 

Salah satu  cara paling efektif dalam mengevaluasi kondisi keuangan tersebut adalah menggunakan analisis laporan keuangan koperasi bersangkutan. Laporan keuangan memberikan ikstisar mengenai keadaan keuangan suatu perusahaan, yang mana neraca (balance sheet) mencerminkan nilai aktiva, utang, dan modal sendiri pada suatu saat tertentu, dan laporan laba rugi  (income statement) mencerminkan hasil-hasil yang dicapai selama satu periode tertentu, biasanya meliputi periode satu tahun.

Analisis laporan keuangan KPRI SUBUR dilakukan dari tahun 2006-2008, karena dalam tahun tersebut terdapat perubahan-perubahan yang cukup signifikan atas neraca dan laporan perhitungan sisa hasil usaha yang dimilki koperasi, baik berupa peningkatan atau penurunan, melalui perbandingan angka-angka rasio yang dihasilkan dari analisis rasio likuiditas, rentabilitas,  dan solvabilitas satu periode dengan periode yang lain akan diperoleh informasi mengenai perkembangan dan kinerja KPRI SUBUR. Hasil analisis data keuangan KPRI SUBUR dari tahun yang lalu dapat diketahui kelemahan-kelemahan dari koperasi serta hasil-hasil yang tidak dianggap cukup baik, untuk mengadakan interprestasi atau analisis laporan keuangan suatu perusahaan seorang analisis memerlukan adanya ukuran atau”yard stik”  tertentu. Ukuran yang sering digunakan dalam analisis  financial adalah ”rasio”, pengertian hanya alat yang dinyatakan dalam  ”arithmatical term” yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua macam data finansial (Riyanto, 1995:327).

Perumusan Masalah 

1)  Bagaimana kinerja keuangan KPRI SUBUR Kecamatan Pasar Kliwon Kotamadya Surakarta untuk tahun 2006-2008?

2)  Berapa tingkat likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas pada KPRI SUBUR Pasar Kliwon 2006-2008?

3)  Apakah hasil perhitungan Ratio keuangan selama 3 periode mengalami kenaikan, penurunan, atau stabil?

Tujuan Penelitan

Kegiatan  penelitian ini dilakukan dengan tujuan ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan KPRI ”SUBUR” Periode 2006-2008.

Kesimpulan 

Berdasarkan hasil analisis data perhitungan rasio  likuiditas, salvobilitas, dan profitabilitas pada KPRI “SUBUR” Kecamatan Pasar Kliwon Kotamadya Surakarta selama tiga periode serta temuan yang telah diuraikan, ada beberapa yang menunjukkan hasil yang kurang baik dan menjadi kelemahan bagi KPRI  “SUBUR”. Atas kelemahan yang ditemukan dalam hasil analisis rasio pada KPRI “SUBUR” maka penulis memberikan kesimpulan sebagai berikut :

 

  1. KPRI “SUBUR” dalam hubungannya dengan likuiditas dilihat dari current ratio  selama tiga periode menunjukkan angka di atas 175%, ini berarti bahwa tingkat likuiditas KPRI “SUBUR” dalam kondisi yang sangat baik. Sesuai dengan Kertas Kerja Penilaian Klasifikasi Koperasi dalam Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah No. 129/Kep/M/KUKM/XI/2002.begitu juga dengan  quick ratio selama tiga periode dalam yang sangat baik karena menunjukkan angka di atas 175%. Tetapi sebaliknya pada cash ratio selama tiga periode menunjukkan angka di bawah 125%,.
  2. KPRI ‘ SUBUR” dalam hubungannya dengan  likuiditas dalam kondisi yang  likuid karena masih dalam kondisi yang sehat dan seimbang karena harta lancar lebih banyak dan di atas standar dari pada aktiva lancar.
  3. Meskipun tingkat  solvabilitas KPRI “SUBUR” dalam kondisi yang solvable, KPRI “SUBUR” tetap menjaga proporsi antara jumlah aktiva dengan jumlah utangnya supaya  rasio yang dihasilkan tidak terlalu besar dan sesuai dengan rasio yang menjadi standarnya.
  4. Tingkat profitabilitas KPRI “SUBUR” dalam kondisi yang baik. KPRI “SUBUR” tetap menjaga dan  mempertahankan atau lebih meningkatkan profitabilitas untuk tahun yang akan datang, misalnya dengan meningkatkan volume penjualan, baik penjualan kredit maupun tunai yang diharapkan dapat memperbesar laba usaha (SHU) koperasi. Selain itu untuk meningkatkan volume penjualan, baik penjualan kredit maupun tunai yang diharapkan dapat meningkatan SHU dapat pula dengan cara memperkecil peningkatan penjualan dan penerimaan jasa akan menghasilkan SHU yang besar.
Incoming search terms:

Dampak Akuisisi Kinerja Keuangan Perusahaan Go Public

Skripsi Ekonomi~ Analisis Dampak Akuisisi Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakuisisi Pada Perusahaan Go Public Di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2006

akuntansi (1) Dampak Akuisisi Kinerja Keuangan Perusahaan Go Public Dampak Akuisisi Kinerja Keuangan Perusahaan Go Public akuntansi 11

Latar Belakang Skripsi

Pertumbuhan internal dilakukan dengan cara memperluas kegiatan perusahaan yang sudah ada, misalnya dengan cara menambahkan kapasitas pabrik, menambah produk atau mencari pasar baru. Sementara merger dilakukan dengan menggabungkan dua atau lebih perusahaan dimana salah satu nama perusahaan yang bergabung tetap digunakan sedangkan yang lain dihilangkan dan akuisisi dilakukan dengan pembelian seluruh atau sebagian kepemilikan suatu perusahaan.

Di Amerika Serikat, aktivitas akuisisi merupakan hal biasa terjadi. Bahkan di era 1980an telah terjadi kira-kira 55.000 aktivitas sehingga tahun 1980an disebut sebagai dekade merger mania (Hitt, 2002). Sementara di Indonesia aktivitas akuisisi mulai marak dilakukan seiring dengan majunya pasar modal di Indonesia. Beberapa contoh perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melakukan akuisisi diantaranya adalah PT Semen Gresik yang mengakuisisi PT Semen Padang, dan PT Nutricia yang mengakuisisi PT Sari Husada.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah :

  1. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan Current Ratio (CR) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?
  2. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan Quick Ratio (QR) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?
  3. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan  Fixed Asset Turn  Over (FAT) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?
  4. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan  Total Asset Turn Over (TAT) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?
  5. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan Debt to Total Asset Ratio (DA) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?
  6. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan  Debt to Equity Ratio (DE) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?
  7. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan  Return on Investment (ROI) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?
  8. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan Return on Equity (ROE) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?

Tujuan Penelitian 

Dalam penelitian ini judul yang diambil adalah Analisis Dampak Akuisisi Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakuisisi Pada Perusahaan  Go Public Di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2006. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak aksi perusahaan dalam melakukan akuisisi terhadap kinerja keuangan perusahaan pengakusisi dengan pertimbangan sinergi yang diharapkan dapat terlihat dalam jangka waktu satu sampai tiga tahun sesudah akuisisi.  Kinerja keuangan pada penelitian ini diukur dengan menggunakan rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuidtesisitas, rasio aktivitas, rasio  leverage dan rasio profitabilitas dengan jangka waktu antara  tiga tahun sebelum dengan tiga tahun sesudah akuisisi.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan, sehingga dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

Tidak terdapat perbedaan Current Ratio, Quick Ratio, Fixed Asset Turnover, Total Asset Turn Over, Return On Investment, dan Return On Equity pada periode tiga tahun sebelum dan tiga tahun sesudah pengumuman akuisisi. Terdapat perbedaan Debt to Total Asset Ratio  dan  Debt to Equity Ratio pada periode satu tahun sebelum dengan satu sampai tiga tahun sesudah pengumuman akuisisi.

Hasil pengujian dari kedelapan rasio menunjukkan bahwa enam  rasio yang diujikan tidak terdapat perbedaan antara tiga tahun sebelum dan tiga tahun sesudah dilakukannya akuisisi. Namun terdapat dua rasio yang menunjukkan perbedaan antara tiga tahun sebelum dan tiga tahun sesudah akuisisi, yaitu Debt to Total Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio. Terdapatnya perbedaan variabel  Debt to Total Asset Ratio  dan Debt to Equity Ratio sebelum dan sesudah akuisisi, kemungkinan disebabkan perusahaan menggunakan sebagian kekayaan pemilik perusahaan yang dimiliki untuk melakukan pembiayaan akusisi yang dilakukannya. Hal ini kemungkinan menyebabkan hutang pengakuisisi semakin bertambah dengan adanya akuisisi untuk operasional perusahaan.

Incoming search terms:

Analisis Faktor Keuangan Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor Keuangan Dan Faktor Lingkungan  Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan  Pemerintah Daerah  (Studi Kasus pada Kabupaten/ Kota Provinsi Jawa Tengah)

akun Analisis Faktor Keuangan Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Analisis Faktor Keuangan Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan akun

Latar Belakang 

Tuntutan yang tinggi terhadap kinerja dan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah ini berujung pada kebutuhan pengukuran kinerja pemerintah daerah. Pengukuran kinerja pemerintah daerah mempunyai banyak tujuan, tujuan tersebut paling tidtesisak untuk meningkatkan kinerja dan meningkatkan akuntabilitas pemerintah daerah. Untuk itu pemerintah daerah dituntut untuk mampu membangun ukuran kinerja yang baik. Ukuran kinerja yang disusun tidak dapat hanya dengan menggunakan satu ukuran, oleh karena itu perlu ukuran yang berbeda untuk tujuan yang berbeda. Hal inilah yang kadang membuat konflik. Ukuran kinerja mempengaruhi ketergantungan antar unit kerja yang ada dalam satu unit kerja (Mardiasmo, 2002: 299).

Di dalam UU No. 32 Tahun 2004 pasal 6 ayat (2) menjelaskan evaluasi terhadap kemampuan pemerintah daerah adalah dengan penilaian menggunakan sistem pengukuran kinerja serta indikator-indikatornya yang meliputi masukan, keluaran, hasil, manfaat dan dampak. Pengukuran dan indikator kinerja digunakan untuk membandingkan antara satu daerah dengan daerah lain, dengan angka rata-rata secara nasional untuk masing-masing tingkat pemerintahan, atau dengan hasil tahun-tahun sebelumnya untuk masing-masing daerah.

Rumusan Penelitian 

Berdasarkan uraian di atas maka dapat dirumuskan masalahnya sebagai berikut :

1.  Apakah  revenue berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

2.  Apakah  expenditure berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

3.  Apakah  real estate  berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

4.  Apakah taxes berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

5.  Apakah  employment berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

6.  Apakah unemployment berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

7.  Apakah  population berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor keuangan dan faktor lingkungan yang mempengaruhi kinerja keuangan (financial performance) dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan menguji pengaruh revenue, expenditure, real estate, taxes, employment, unemployment dan  population sebagai variabel independen, terhadap kinerja keuangan sebagai variabel dependen.

Kesimpulan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini terdapat 2 variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah yaitu  revenue dan expenditure. Dengan adanya  revenue yang cukup mengindikasikan bahwa pemerintah daerah mempunyai jumlah dana yang cukup untuk mendanai proses operasional dalam rangka penyediaan jasa pelayanan pada masyarakat sehingga dapat berpengaruh pada kinerja keuangan pemerintah daerah. Jumlah expenditure  yang mampu memberikan hasil yang maksimal untuk penyediaan jasa pelayanan pada masyarakat dapat berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah.

Hasil pengujian data juga mengindikasikan bahwa jumlah taxes, real estate, employment dan unemployment tidak berpengaruh pada kinerja pemerintah daerah. Hasil ini mengindikasikan bahwa pemerintah daerah belum mampu menggunakan hasil penerimaan pajak secara efisien sehingga tidak mampu mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah. Selain itu, hasil ini juga mengindikasikan bahwa pemerintah daerah belum mampu melakukan pengakuan, pengukuran, penilaian serta penyajian real estate yang dimiliki oleh pemerintah daerah sehingga jumlah real estate tersebut tidak mempengaruhi kinerja pemerintah daerah. Hasil pengujian data juga mengindikasikan bahwa jumlah  employment dan  unemployment tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah.

Analisis Faktor Keuangan Dan Faktor Lingkungan Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor Keuangan Dan Faktor Lingkungan  Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan  Pemerintah Daerah  (Studi Kasus pada Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah)

akun Analisis Faktor Keuangan Dan Faktor Lingkungan  Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Analisis Faktor Keuangan Dan Faktor Lingkungan  Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan akun

Latar Belakang Skripsi

Pemberian otonomi kepada daerah memberi keleluasaan daerah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan tujuan agar kesejahteraan masyarakat semakin baik, mengembangkan kehidtesisupan demokrasi, keadilan, pemerataan dan pemeliharaan hubungan yang serasi antara pemerintah pusat dan daerah serta antardaerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(Mardiasmo,2000Halim (2007) menjelaskan bahwa ciri utama suatu daerah yang mampu melaksanakan otonomi, yaitu (1) kemampuan keuangan daerah, artinya daerah harus memiliki kewenangan dan kemampuan untuk menggali sumber-sumber keuangan, mengelola dan menggunakan keuangan sendiri yang cukup memadai untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahannya, dan (2) ketergantungan kepada bantuan pusat harus seminimal mungkin, agar pendapatan asli daerah (PAD) dapat menjadi bagian sumber keuangan terbesar sehingga peranan pemerintah daerah menjadi lebih besar.

Rumusan Masalah 

Berdasarkan uraian di atas maka dapat dirumuskan masalahnya sebagai berikut :

1.  Apakah  revenue berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

2.  Apakah  expenditure berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

3.  Apakah  real estate  berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

4.  Apakah  capital berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

5.  Apakah taxes berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

6.  Apakah grant berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

7.  Apakah  gross domestic product berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

8.  Apakah  employment berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor keuangan dan faktor lingkungan yang mempengaruhi kinerja keuangan (financial performance) dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah  (LKPD) di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan menguji pengaruh revenue, expenditure, pajak, real estate, grant, capital, GDP  (Gross Domestic Product),  dan employment sebagai variabel independen, terhadap kinerja keuangan sebagai variabel dependen.  Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 70 Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Jawa Tengah tahun 2005-2007.

Kesimpulan

Model analisis yang digunakan dapat menjelaskan sebesar 87 % tingkat kinerja keuangan pemerintah  daerah dipengaruhi oleh variabel independennya, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini terdapat 3 variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah yaitu revenue, expenditure dan employment. Dengan adanya  revenue yang cukup mengindikasikan bahwa pemerintah daerah mempunyai jumlah dana yang cukup untuk mendanai proses operasional dalam rangka penyediaan jasa pelayanan pada masyarakat sehingga dapat berpengaruh pada kinerja keuangan pemerintah daerah. Jumlah expenditure  yang mampu memberikan hasil yang maksimal untuk penyedian jasa pelayanan pada masyarakat dapat berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. Sedangkan employment yang nilainya semakin besar juga semakin meningkatkan produktivitas perekonomian di wilayah provinsi Jawa Tengah.

Hasil pengujian data juga mengindikasikan bahwa jumlah taxes, grant, dan real estate tidak berpengaruh pada kinerja pemerintah daerah. Hasil ini mengindikasikan bahwa pemerintah daerah belum mampu menggunakan hasil penerimaan pajak dan grant secara efisien sehingga tidak mampu mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah. Selain itu, hasil ini juga mengindikasikan bahwa pemerintah daerah belum mampu melakukan pengakuan, pengukuran, penilaian serta penyajian real estate yang dimiliki oleh pemerintah daerah sehingga jumlah real estate tersebut tidak mempengaruhi kinerja pemerintah daerah. Hasil pengujian data juga mengindikasikan bahwa jumlah GDP tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. Berdasarkan hasil ini dapat diketahui bahwa pemerintah daerah belum bisa memberikan pelayanan publik yang optimal untuk keseluruhan masyarakat.

Incoming search terms: