Cara menyelesaikan Skripsi secara Instan

Cara menyelesaikan Skripsi secara Instan

Sebenarnya skripsi hanyalah proses penulisan sesuatu yang sudah ada (hanya mendeskripsikan atau menggambarkan) sesuatu yang akan di teliti. Hal itu sudah cukup untuk ukuran mahasiswa strata s1. Mahasiswa tidak perlu mencari hal yang aneh-aneh atau menciptakan sesuatu yang orisinil. Hal tersebut hanya akan memakan waktu dalam penyelesaian skripsi.

Skripsi sering kali dianggap sebagai tugas yang menakutkan. Sebenarnya skripsi dapat dianggap sebagai tugas kuliah biasa, namun harus di susun dengan urutan dan prosedur tertentu. Jika anda sudah memahami bagaimana proses pembuatan skripsi maka semuanya akan terlihat instan.

Perencanaan Skripsi
1. Pilihkan 1 atau 2 tema yang menarik bagi anda.
Perencanaan di tahap awal yang saya maksud di sini adalah perencanaan yang terkait dengan TEMA penelitian. Tema berbeda dengan judul skripsi. Tema bersifat lebih umum atau lebih luas dibandingkan dengan judul skripsi.

2. Cek referensi yang berhubungan dengan tema yang dipilih
Setelah anda memilih sebuah tema, maka ada baiknya Anda mengecek ketersediaan referensi yang berkaitan dengan tema yang Anda pilih. Karena terkadang tema-tema tertentu mempunya referensi yang sulit diperoleh. Misalnya tema yang berkaitan dengan stock-split referensinya lebih mudah diperoleh dibandingkan dengan reverse stock split. Untuk mengecek referensi anda bisa berkunjung ke perpustakaan online atau digilib.

3. Mencari penelitian terdahulu yang relevan.
Anda harus mencari penelitian terdahulu yang relevan dengan tema skripsi yang Anda pilih. Biasanya diperlukan 3 sampai 5 (minimal) penelitian terdahulu yang relevan.

Organisasi File
1. Organisasi file untuk mendukung Bab I
Pada bab I biasanya dibahas mengenai latar belakang masalah. Oleh karenanya anda perlu mencari data tentang sesuatu yang menjadi masalah. Data yang diperoleh harus mampu menunjukkan adanya gap atau kesenjangan antara teori dan praktek. Hal tersebut diperlukan untuk mendukung skripsi Anda, karena skripsi harus dimulai dari adanya suatu masalah. Gunakan artikel, hasil seminar atau naskah publikasi, berita, opini untuk mendukung Bab I.

2. Organisasi file untuk mendukung Bab II
Pada bab II biasanya digunakan teori-teori yang mendukung penelitian dan penelitian terdahulu yang pernah digunakan.

3. Organisasi file untuk mendukung Bab III
Pada bab III biasanya dituliskan metodologi yang akan anda gunakan.

Pelaksanaan skripsi
Setelah semua data atau file sudah selesai anda organisasi, maka saatnya anda menulis. Tuliskan ketika anda merasa dalam keadaan nyaman. Tuliskan apa yang ada di kepala Anda. Pada saat ini anda tidak perlu takut untuk melakukan kesalahan.

Evaluasi hasil penulisan
Jika sudah melakukan penulisan, maka mintalah saran kepada teman atau dosen untuk menilai hasil penulisan skripsi Anda. Jangan takut akan kritik dan saran dari dosen anda atau teman anda. Jika anda merasa tidak sesuai dengan masukan dari mereka maka diskusikan.

Semoga skripsi Anda bisa cepat selesai secara Instan. Tapi bukankah mie Instan saya juga perlu waktu untuk memasaknya sebelum dapat di nikmati.

Incoming search terms:
Judul Skripsi Mirip tetapi Bukan Plagiat

Judul Skripsi Mirip tetapi Bukan Plagiat

Ada pertanyaan yang saya peroleh dari Yahoo! Answes sbb :

gw buat skripsi sudah mau selesai tetapi gw nemuin kl judul skripsi yg gw buat mirip dengan skripsi orang lain kl isi’y g tau mirip’y kayak mana masalah’y cuma dipublis judul’y az g ada abstrak dll, apa yang harus gw perbuat ne gan kl ngulang dari awal berat masalah’y penelitian dah keluar dana dan waktu, dilanjutin atau ngulang dari awal nyari judul baru lagi gan???

Tentu saja ada banyak sekali judul-judul skripsi yang telah dibuat. Namun demikian ada cara tertentu supaya dua skripsi yang memiliki judul yang mirip bukanlah plagiat dari skripsi yang satunya.

Sebuah skripsi dianggap plagiat dari skripsi atau tesis yang lain jika ada kemiripan pada KONTEN atau ISI. Biasanya di tetapkan standar bahwa ada kemiripan sebanyak 30 % dari isi sudah merupakan suatu tindakan plagiat. Kemiripin isi atau konten bisa terjadi pada Bab I, Bab II, Bab III, Bab IV, sampai Bab V. Kemiripan di sini dapat diketahui secara awam dengan adanya kesamaan pada 1 sub-bab dari suatu Bab.

Kalau di negara-negara yang sudah maju dimana perpustaaan dari masing-masing universitas sudah terhubung, mereka memiliki suatu program untuk mengetahui kemiripan konten dari suatu karya tugas akhir dengan tugas akhir yang lain. Dengan demikian, jika ada kemiripan konten maka akan langsung ketahuan dengan sendirinya. Bagaimana pun kita harus waspada jika negara Indonesia sudah maju, maka kemiripan konten ini juga akan terintegrasikan kedalam satu sistem. Entah kapan.

Oleh karenanya walaupun judul dari skripsi kamu mirip dengan skripsi orang atau tesis orang lain tetap PD saja untuk melanjutkan skripsi yang sudah mulai kamu kerjakan. Apalagi jika kamu belum pernah melihat judul skripsi yang judulnya mirip tersebut kemungkinan besar tidak akan terjadi.

Incoming search terms:
Antara Judul Skripsi dan Masalah, Manakah yang Lebih Dahulu?

Antara Judul Skripsi dan Masalah, Manakah yang Lebih Dahulu?

Masalah antara judul skripsi dengan masalah tidak seperti pertanyaan “manakah yang lebih dahulu antara telur dan ayam”.

Sering kali mahasiswa ngotot untuk lebih dahulu mencari judul yang baik dan ideal menurut dia. Padahal awal mula dari suatu penelitian adalah dimulai dari adanya suatu masalah. Ceritanya adalah seperti ini.

Suatu penelitian di awali dengan adanya suatu masalah. Jika tidak ada masalah, biasanya tidak perlu dilakukan penelitian. Masalah inilah yang akan diselesaikan untuk dicarikan solusinya dengan melakukan penelitian. Dengan demikian dapat dibuat runtutan sebagai sebagai berikut :

MASALAH => PENELITIAN => SOLUSI

Namun demikian masalah seperti apakah yang layak untuk diteliti? Apakah setiap masalah layak untuk dilanjutkan menjadi suatu penelitian? Tentu saja tidak. Sebagai contoh seperti ini. Di dalam perusahaan multinasional, terdapat banyak sekali masalah, misal :

– Karyawan A dari divisi B yang sering datang terlambat.
– Hasil produksi terkadang cacat sehingga tidak layak dijual dan mengakibatkan beban bagi perusahaan.
– Adanya konflik antara pihak manajemen dengan beberapa karyawan
– Munculnya konflik personal antara 1 karyawan dengan karyawan yang lain
– Munculnya miss communication antara divisi produksi dengan divisi pemasaran
– Budaya organisasi yang perlu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi
– Dan lain sebagainya

Tentu saja tidak mungkin kita akan meneliti semuanya dalam satu skripsi. Alasannya adalah tidak semua masalah bersifat strategis dan penting untuk segera diselesaikan. Masalah yang akan diteliti dalam suatu penulisan tugas akhir skripsi hendaknya bersifat strategis bagi perusahaan. Dengan demikian solusi yang ditawarkan dari penulisan skripsi mampu memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Selain itu masalah yang diteliti dalam satu skripsi harus bersifat fokus dan memiliki keterkaitan antara satu variabel dengan satu variabel yang lain. Dengan demikian, jika suatu masalah tidak berkaitan sama sekali dengan fokus utama penelitian biasanya akan diabaikan.

Setelah masalah ditemukan, maka dibuat suatu rumusan masalah. Rumusan masalah ini memuat beberapa masalah yang akan dibahas di dalam skripsi dan dibuat dalam bentuk kalimat tanya.

Setelah rumusan masalah terbentuk barulah dibuat judul yang mampu mempresentasikan rumusan masalah yang akan dibuat. Dengan demikian, urutannya adalah :

Masalah (ada gap antara harapan dan kenyataan riil) => rumusan masalah => judul penelitian yang mampu mempresentasikan rumusan masalah

Saran dan masukan sangat berguna bagi pengembangan penulisan ini dikemudian hari. Shalam