Menetapkan Jumlah Interval pada Distribusi Frekuensi

Menetapkan Jumlah Interval pada Distribusi Frekuensi Menetapkan Jumlah Interval pada Distribusi Frekuensi    tesisPenetapan jumlah interval dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor-faktor jumlah frekuensi (N), jarak pengukuran (R), lebar interval yang hendak digunakan (i), dan tujuan penyusunan distribusi itu. Pada prinsipnya jumlah interval kelas janganlah terlalu sedikit, sehingga pola-pola kelompok menjadi kabur. Akan tetapi jumlah interval itu juga jangan terlalu besar, sehingga kita tidtesisak mendapat gambaran tentang pola kelompok.

Menentukan Lebar Interval (i).

Bila R sudah diketahui dan jumlah interval kelas sudah ditentukan, pada dasarnya i sudah diketemukan. Rumus dari i adalah sebagai berikut:

Jadi kalau misalnya hasil pengukuran kita tentang tinggi orang yang tertinggi adalah 180 cm dan terendah adalah 145 cm dan kita telah menetapkan jumlah interval sebanyak 9 buah, maka:

Dalam tabel kemudian kita cantumkan dalam kolom pertama interval-interval kelas berturut-turut dari atas kebawah sebagai berikut:

Interval Tinggi Badan
177-180
173-176
169-172
165-168
161-164
157-160
153-156
149-152
145-148

Distribusi Frekuensi Meningkat ( Cumulative Frequency Distribution)

Penyusunan Tabel Distribusi Frekuensi meningkat ini pada dasarnya sama saja dengan penyusunan distribusi frekuensi tunggal maupun distribusi frekuensi bergolong. Bedanya dengan penyusunan kedua distribusi itu ialah bahwa di sini kita menambahkan satu kolom lagi yang memuat frekuensi meningkat. Contoh:

Tabel 4
Nilai Ulangan Matematika SMU X
Nilai (X)+ Frekuensi (f)+ Frekuensi Meningkat dari bawah
8 4 72
7 23 68
6 28 45
5 16 17
4 1 1
Jumlah 72

Dari tabel tersebut kita mengetahui bahwa sebanyak jumlah siswa yang tidak lulus ulangan matematika (nilai 5 kebawah) sebanyak 17 siswa. Dan jumlah siswa yang lulus sebanyak 55 siswa.

Frekuensi meningkat biasa disebut dengan huruf cf, singkatan dari bahasa asing “cumulative frequency”, yang artinya “frekuensi meningkat”. Frekuensi ini diperoleh dari menjumlahkan secara meningkat frekuensi-frekuensi yang ada di dalam kolom kedua. Perlu dicatat bahwa bila kita mengisi kolom frekuensi meningkat dari bawah, maka jumlah frekuensi meningkat paling atas harus sama dengan N.

Contoh tabel distribusi frekuensi meningkat dari distribusi bergolong adalah sebagai berikut:

Tabel 5
NILAI HASIL TES STATISTIKA TERHADAP 48 ORANG
Interval Nilai Frekuensi (f) Frekuensi Meningkat dari bawah Frekuensi Meningkat dari atas
70-74 1 48 1
65-69 3 47 4
60-64 4 44 8
55-59 9 40 17
50-54 9 31 26
45-49 11 22 37
40-44 5 11 42
35-39 4 6 46
30-34 2 2 48
Jumlah 48

Dari tabel diatas terlihat sebanyak 8 siswa lulus tes statistika sedangkan yang tidak lulus tes sebanyak 40 siswa.

Dari contoh diatas kelihatan dengan jelas bahwa pada hakekatnya tidak ada perbedaan antara penyusunan tabel frekuensi meningkat dari distribusi bergolong. Dalam contoh tersebut dicantumkan kolom untuk menyebutkan frekuensi meningkat dari atas, disamping frekuensi meningkat dari bawah.

Incoming search terms: