Analisis Break-Evenpoint Kain Katun Dan Kain Rayon

Skripsi Ekonomi~ Analisis Break-Evenpoint Kain Katun Dan Kain Rayon Pada Departemen Weaving PT Iskandar Indah Printing Textile Surakarta

pedagang kain Analisis Break-Evenpoint Kain Katun Dan Kain Rayon Analisis Break-Evenpoint Kain Katun Dan Kain Rayon pedagang kain

Latar Belakang Skripsi

Mulyadi (1990:467) ukuran yang seringkali dipakai untuk menilai sukses tidtesisaknya suatu perusahaan adalah laba yang diperoleh perusahaan. Laba itu sendiri dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu: harga jual produk, biaya, dan volume penjualan. Biaya menentukan harga jual untuk mencapai tingkat laba yang dikehendaki, harga jual mempengaruhi volume penjualan, sedangkan penjualan langsung mempengaruhi volume produksi, dan volume produksi mempengaruhi biaya. Tiga faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain. Oleh karena itu, data perencanaan, hubungan antara biaya, volume, dan laba memegang peranan yang sangat penting, sehingga dalam pemilihan alternatif tindakan dan perumusan kebijakan untuk masa yang akan datang perusahaan memerlukan informasi untuk menilai berbagai macam kemungkinan yang berakibat pada laba yang akan datang.

Dalam membuat perencanaan laba secara optimal perusahaan harus terlebih dahulu break-evenpointperusahaan. Break-evenpoint adalah total pendapatan penjualan sama dengan total biaya (variabel dan tetap). Dalam hal ini perusahaan tidak mengalami kerugian maupun mendapatkan laba. Setelah mengetahui  break-evenpointperusahaan, maka perusahaan dapat memperkirakan jumlah biaya yang harus dikeluarkan serta penjualan yang harus dilakukan untuk mendapatkan laba secara optimal.

Perumusan Masalah

Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

  1. Bagaimanakah penerapan analisis break-evenpoint kain katun dan kain rayon pada departemen weaving PT Iskandar Indah Printing Textile Surakarta?

Tujuan Penelitian

Pada umumnya suatu perusahaan bertujuan untuk memperoleh laba secara optimal. Begitu juga dengan PT Iskandar Indah Printing Textile yang ingin memperoleh laba secara optimal. Oleh karena itu, maka perusahaan harus menyusun perencanaan laba agar kemampuan yang dimiliki perusahaan dapat dikerahkansecara terkoordinasi. Dengan dilakukannya perencanaan laba maka perusahaan dapat mengetahui besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi barang dalam jumlah tertentu, sehingga mendapatkan laba yang diinginkan. Dalam membuat perencanaan laba secara optimal perusahaan harus mengetahui terlebih dahulu break-even point perusahaan. Break-even point adalah total pendapatan penjualan sama dengan total biaya (variabel dan tetap). Dalam hal ini perusahaan tidak mengalami kerugian maupun mendapatkan laba.

Kesimpulan

Dari hasil analisis yang telah dilakukan pada departemen  weaving PT Iskandar Indah Printing Textile, maka diperoleh kesimpulan , yaitu: Penerapan analisis break-even point kain katun pada departemen weavingPT Iskandar Indah Printing Textile menghasilkan penghitungan  break-even point  untuk tahun 2009 sebesar 481.620,1686 meteratau dengan penjualan sebesar Rp2.889.721.011,69. Penerapan analisis break-even point kain rayon pada departemen weaving PT Iskandar Indah Printing Textile menghasilkan penghitungan  break-even point  untuk tahun 2009 sebesar 129.789,0587 meteratau dengan penjualan Rp 713.839.823,11.