Analisis Permintaan KPR Pada Bank Umum

Skripsi EkonomiAnalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Pada Bank Umum Di Indonesia Tahun 2003-2010

KPR Analisis Permintaan KPR Pada Bank Umum Analisis Permintaan KPR Pada Bank Umum KPR

Latar Belakang Skripsi 

Menurut perkembangan perekonomian dewasa ini, harga rumah dirasa cukup tinggi. Dan pada saat ini tanah yang tersedia semakin sedikit sehingga menyebabkan harga tanah dan harga rumah menjadi semakin mahal. Keadaan ersebut menyebabkan masyarakat yang berpenghasilan rendah mempunyai kemungkinan kecil untuk membeli rumah secara kontan. Sehingga salah satu alternatif yang dapat ditempuh oleh pemerintah dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur adalah dengan kebijakan pemberian kredit untuk kepemilikan rumah dan menunjuk bank maupun lembaga keuangan non bank sebagai penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Perbankan memang bukan merupakan satu-satunya sumber permodalan utama bagi investasi nasional dalam sistem perekonomian sekarang ini.

Tetapi bagi Indonesia, perbankan merupakan sumber permodalan utama dan peranan itu masih relatif besar dan diandalkan  dibandingkan dengan pasar modal dan akaan.uns.ac.idtesis  digilib.uns.ac.id sumber-sumber permodalan lainnya. Kredit bagi bank umum merupakan sumber utama penghasilan, sekaligus sumber resiko operasi bisnis terbesar. Sebagian dana operasional bank diputarkan dalam  kredit, maka kredit akan mempunyai suatu kedudukan yang istimewa (Sutoyo, 2000). Sehingga “Kredit” dapat dianggap sebagai salah satu sumber dana yang penting dari setiap jenis kegiatan usaha dan dapat diibaratkan sebagai darah bagi makhluk hidup.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam penelitian ini yaitu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kredit pemilikan rumah pada bank umum di Indonesia adalah sebagai berikut :

  1. Bagaimanakah pengaruh pendapatan  masyarakat yang tercermin dalam Produk Domestik Bruto (PDB) terhadap permintaan kredit pemilikan rumah pada bank umum?
  2. Bagaimanakah pengaruh tingkat suku  bunga kredit terhadap permintaan kredit pemilikan rumah pada bank umum?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimanakah pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB),  tingkat suku bunga kredit (r), jumlah kantor bank umum (JKB), dan tingkat inflasi (INF) terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada bank umum  di Indonesia. Alat analisis yang digunakan adalah dengan metode  Regresi Berganda Double Log.

Kesimpulan 

Dari hasil perhitungan dan analisis  data yang telah dilakukan mengenai pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), tingkat suku bunga kredit, jumlah kantor bank, dan tingkat inflasi terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada Bank Umum di Indonesia, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Variabel Produk Domestik Bruto (PDB) secara signifikan berpengaruh berhubungan positif terhadap variabel dependen permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada bank umum. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,0002 pada derajat keyakinan 5%. Koefisien PDB diketahui sebesar 4,462, ini berarti ada pengaruh positif antara PDB dengan permintaan KPR. Peningkatan PDB akan meningkatkan permintaan KPR dan penurunan PDB akan menurunkan permintaan KPR pada bank umum di Indonesia. Jadi hipotesis pertama yaitu PDB berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap permintaan KPR pada bank umum di Indonesia terbukti.
  2. Variabel tingkat suku bunga kredit  secara signifikan berpengaruh dan berhubungan negatif terhadap variabel dependen permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada bank umum. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,0257 pada derajat keyakinan 5%. Koefisien tingkat suku bunga kredit diketahui sebesar -0,080, ini berarti ada hubungan negatif antara tingkat suku bunga kredit dengan permintaan KPR. Peningkatan an.uns.ac.id  digilib.uns.ac.id  tingkat suku bunga kredit akan menurunkan permintaan KPR dan penurunan tingkat suku bunga kredit akan menaikkan permintaan KPR pada bank umum di Indonesia. Jadi hipotesis pertama yaitu tingkat suku bunga kredit berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap permintaan KPR pada bank umum di Indonesia terbukti.
  3. Variabel jumlah kantor bank tidak berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada bank umum. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,9264 pada derajat keyakinan 5% dan koefisien jumlah kantor bank sebesar 0,058. Jadi hipotesis pertama yaitu jumlah kantor bank berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap permintaan KPR pada bank umum di Indonesia tidak terbukti.
  4. Variabel tingkat inflasi secara signifikan berpengaruh dan berhubungan positif terhadap variabel dependen permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada bank umum. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,0346 pada derajat keyakinan 5%. Koefisien tingkat inflasi diketahui sebesar  0,018, ini berarti ada pengaruh positif antara tingkat inflasi dengan permintaan KPR. Peningkatan tingkat inflasi akan meningkatkan permintaan KPR dan penurunan tingkat inflasi akan menurunkan permintaan KPR pada bank umum di Indonesia. Jadi hipotesis pertama yaitu tingkat inflasi berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap permintaan KPR pada bank umum di Indonesia terbukti.
  5. Secara bersama-sama variabel independen yaitu Produk Domestik Bruto (PDB), tingkat suku bunga, jumlah  kantor bank, dan tingkat inflasi berpengaruh dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu permintaanKredit Pemilikan Rumah (KPR) pada Bank Umum di Indonesia.
Incoming search terms: