Implementasi Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI)

Para pengamat pendidtesisikan dan masyarakat merasakan biaya pendidikan program RSBI dan/ atau SBI sangat tinggi (mahal) sehingga menimbulkan diskriminasi terhadap kelompok anak-anak berekonomi lemah namun memiliki kecerdasan lebih. Fakta empiris menunjukkan bahwa jumlah siswa tidak mampu yang menikmati subsidi silang umumnya berjumlah kecil. Selain itu, umumnya satuan pendidikan yang menyelenggarakan program RSBI dan/ atau SBI belum dapat melaksanakan adaptasi maupun adopsi kurikulum Internasional dari negara- negara OECD/ negara maju lainnya.Implementasi Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) Implementasi Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) gb3

Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan satuan pendidikan atau sub sistem dari jalur pendidikan formal yang dikembangkan pemerintah untuk menyelenggarakan program RSBI dan/ atau SBI sebagai bentuk layanan berkualitas. Oleh karena itu, pada tahun 2008 tepatnya tanggal 3 Juni Dinas P dan K Provinsi Jawa Tengah melalui keputusannya No. 193/DIKMEN/VI/2008 merekomendasikan SMA Negeri 1 Karanganyar menjadi sekolah penyelenggara Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional dengan tujuan mencetak para lulusan yang memiliki daya saing tinggi dan berwawasan Internasional. Selanjutnya tanggal 24 Juni 2009, SMA Negeri 1 Karanganyar resmi ditetapkan sebagai sekolah penyelenggara program Rintisan Sekolah Menengah Atas Bertaraf Internasional (RSMABI) sesuai dengan SK Direktur Pembinaan SMA No. 1823/C.C4/LL/2009.

Berdasarkan pengamatan selama Program Pengalaman Lapangan (PPL) dapat diketahui bahwa SMA Negeri 1 Karanganyar merupakan salah satu sekolah berpotensi di Kabupaten Karanganyar. Adapun visi dan misi SMA Negeri 1 Karanganyar telah berorientasi pada perwujudan insan yang berdaya saing komparatif tinggi secara nasional maupun internasional. Di samping itu, SMA Negeri 1 Karanganyar dapat menyelenggarakan pendidikan bermutu dengan cara memfasilitasi dan mengembangkan potensi para peserta didik maupun tenaga pendidik untuk berprestasi serta menyediakan layanan pendidikan yang baik dengan menerapkan kedisiplinan pada segala aspek.

Sejauh ini SMA Negeri 1 Karanganyar telah menghasilkan output yang berkualitas dan berdaya saing terbukti 70% dari lulusan SMA Negeri 1 Karanganyar dapat melanjutkan jenjang pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri, seperti UNS, UGM, UNDIP, ITB, UI, dan lain-lain.

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang penyelenggaraan RSBI di SMA Negeri 1 Karanganyar dengan judul penelitian Implementasi Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di SMA Negeri 1 Karanganyar.

Perumusan Masalah

  1. Bagaimana pelaksanaan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di SMA Negeri 1 Karanganyar?
  2. Hambatan apa saja yang dihadapi dalam pelaksanaan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di SMA Negeri 1 Karanganyar?
  3. Bagaimana upaya SMA Negeri 1 Karanganyar dalam menghadapi hambatan- hambatan yang terjadi pada pelaksanaan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI)?

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan :

  1. Untuk mengetahui pelaksanaan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di SMA Negeri 1 Karanganyar,
  2. Untuk mengetahui hambatan- hambatan penyelenggaraan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan
  3. Untuk mengetahui  upaya yang dilakukan SMA Negeri 1 Karanganyar dalam menghadapi hambatan pelaksanaan program Rintisan sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan strategi studi kasus tunggal terpancang. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan analisis dokumen atau arsip. Pengambilan sample dengan purposive snowball sampling betujuan memperoleh infromasi secara mendalam dan dapat dipercaya dari informan yang telah ditentukan sebelumnya. Keabsahan data diperorel melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode dengan menggunakan analisis interaktif.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pelaksanaan program RSBI SMA Negeri 1 Karanganyar sebagai suatu sistem pendidikan memiliki standar layanan pendidikan yang mengacu pada tiga aspek, yaitu:

(1) Input, terdiri atas

  1. Kurikulum, tinjauan kurikulum yang digunakan pada program RSBI SMA Negeri 1 Karanganyar belum dapat mengadopsi dan/ atau mengadaptasi kurikulum internasional melainkan menggunakan KTSP Plus yaitu dengan mengadopsi dan/ atau mengadaptasi materi-materi SNMPTN serta terdapat penambahan penguasaan IT dan bilingual.
  2. Tenaga pendidik dan kependidikan, umumnya kualifikasi pendidikan baik tenaga pendidik maupun kependidikan SMA Negeri 1 Karanganyar telah memenuhi standar, yaitu lebih dari 30% tenaga pendidik berpendidikan S-2 meskipun sebagian besar diantaranya tidak dapat linear dengan latar belakang pendidikan S-1 sedangkan tenaga kependidikan sebagian besar tamatan SMA namun terdapat beberapa yang berpendidikan S-1. Akan tetapi, kompetensi yang dimiliki para tenaga pendidik dan kependidikan dalam berbahasa Inggris masih rendah.
  3. Sarana prasarana, ketersediaan sarana prasarana SMA Negeri 1 Karanganyar belum dapat menunjang proses pembelajaran program RSBI namun hanya sarana prasarana pembelajaran di dalam kelas yang telah terpenuhi secara baik.
  4. Pembiayaan, sumber pendanaan program RSBI SMA Negeri 1 Karanganyar berasal dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Pengalokasian dana dari pemerintah dipergunakan untuk pemenuhan sarana prasana dan pengembangan SDM sedangkan biaya operasional sekolah serta pembangunan gedung dipenuhi melalui iuran rutin orang tua siswa.
  5. Kesiswaan, untuk menjaga kualitas intake RSBI terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh para calon siswa, antara lain: minimal rata-rata nilai rapor dan Ujian Akhir Negara (UN) SMP minimal 75, mengikuti tes potensi akademik, psycho test, tes keterampilan TIK, dan wawancara bahasa Inggris.

(2) Proses, meliputi

  1. Proses pembelajaran, keberlangsungan proses pembelajaran RSBI SMA Negeri 1 Karanganyar telah berbasis IT, menggunakan bilingual meskipun pelaksanaannya belum optimal, serta terdapat penerapan model-model pembelajaran dengan sumber belajar yang bervariasi.
  2. Penilaian, pelaksanaan penilaian hasil belajar SMA Negeri 1 Karanganyar sesuai dengan standar penilaian yang mengarah pada tiga aspek, yaitu: aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik. Selain itu, terdapat pengembangan penilaian hasil belajar yang berbasis IT sedangkan penilaian (evaluasi) program dilakukan oleh pihak-pihak terkait setiap tahunnya.
  3. Pengelolaan, SMA Negeri 1 Karanganyar melakukan pengelolaan sekolah dengan menerapkan Sistem Manajemen Mutu yang dibuktikan dengan perolehan sertifikat ISO versi 9001: 2008 dari NQA UKAS dan sebagai usaha peningkatan mutu sekolah melakukan kerja sama dengan sekolah/ lembaga/ institusi berataraf internasional.

(3) Output, terdiri atas

  1. Akreditasi, perolehan angka akreditasi SMA Negeri 1 Karanganyar sebesar 96 telah melebihi standar minimal akreditasi RSBI yaitu 95.
  2. Kompetensi lulusan, satuan pendidikan SMA Negeri 1 Karanganyar memiliki angka kelulusan setiap tahun mencapai 100% dan lulusan yang diterima Perguruaan Tinggi Negeri (PTN) maupun kedinasan untuk tiga tahun terakhir secara berturut-turut ditahun 2009 sebesar 63%, tahun 2010 sebsar 92%, dan tahun 2011 sebesar 70%.

Selain itu, standar kelulusan SMA Negeri 1 Karanganyar telah melebihi SNP (Standar Nasional Pendidikan) terbukti KKM untuk setiap mata pelajaran adalah 75. Penyelenggaraan RSBI di SMA Negeri 1 Karanganyar tidak selamanya berjalan dengan lancar. Hal ini terbukti dengan adanya hambatan-hambatan yang dirasakan SMA Negeri 1 Karanganyar seperti belum dapat mengadopsi dan/ atau mengadaptasi kurikulum internasional, mayoritas kemampuan tenaga pendidik dan kependidikan dalam berbahasa Inggris masih tergolong rendah, minimnya optimalisasi para tenaga pendidik dalam menggunakan sarana prasarana pembelajaran yang telah tersedia, minimnya pengertian masyarakat (stakeholders) terhadap fase pengembangan RSBI SMA Negeri 1 Karanganyar, dan belum terpenuhinya sarana prasarana secara keseluruhan.

Upaya SMA Negeri 1 Karanganyar untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan RSBI dengan cara meningkatkan hubungan kerja sama dengan sekolah bertaraf internasional dalam kegiatan adopsi dan/ atau adaptasi kurikulum internasional, meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan melalui pemberian pelatihan-pelatihan yang berupa pelatihan bahasa Inggris dalam rangka peningkatan kemampuan berbahasa Inggris agar pembelajaran yang berbilingual dapat terlaksana kemudian untuk meningkatkan kemampuan mengoperasikan IT sekolah memberikan pelatihan IT.

SMA Negeri 1 Karanganyar menyelenggarakan In House Training kepada para pendidik dalam hal pengembangan silabus dan pendampingan bimbingan Olimpiade Sains Nasional (OSN). Selain itu, para tenaga pendidik diwajibkan untuk mengikuti kegiatan seminar dan workshop yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi, inovasi pembelajaran, serta pengembangan metode pembelajaran. Sekolah berusaha membangun komunikasi dua arah antara sekolah dengan masyarakat (stakeholders) agar dapat terjalin hubungan kerja sama yang baik. Untuk pemenuhan sarana prasarana SMA Negeri 1 Karanganyar melakukan perbaikan maupun pengadaan agar dapat menunjang jalannya proses pembelajaran.

Kesimpulan Penelitian

Simpulan penelitian ini adalah pelaksanaan program RSBI SMA Negeri 1 Karanganyar telah berjalan sesuai dengan pedoman yang ada meskipun masih terdapat beberapa komponen yang belum dapat memenuhi ketentuan indikator kinerja kunci tambahan. Selain itu, adanya hambatan dalam pelaksanaan RSBI mengakibatkan penyelenggaraan program RSBI SMA Negeri 1 Karanganyar belum dapat optimal dan efektif. Oleh karena itu, SMA Negeri 1 Karanganyar melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan program RSBI.