Inisiasi Menyusu Dini Dengan Pemberian Asi Eksklusif

Skripsi KesehatanHubungan Tingkat Pengetahuan, Status Pekerjaan Ibu, Dan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini  Dengan Pemberian Asi Eksklusif

asi eksklusif Inisiasi Menyusu Dini  Dengan Pemberian Asi Eksklusif Inisiasi Menyusu Dini  Dengan Pemberian Asi Eksklusif asi eksklusif

Latar Belakang Skripsi

Ibu yang bekerja di luar rumah mempunyai keterbatasan kesempatan untuk menyusui bayinya secara langsung. Keterbatasan ini bisa berupa waktu atau tempat, terutama jika di tempat kerja tidtesisak tersedia fasilitas tersebut. Jika ibu bekerja mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai manfaat, cara penyimpanan, termasuk juga pemberian ASI diharapkan dapat meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif.

Menurut Roeli Utami (2008) bahwa, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), adalah proses membiarkan bayi dengan nalurinya sendiri dapat menyusu segera dalam satu jam pertama setelah lahir, bersamaan dengan kontak kulit antara bayi dengan kulit ibu. Bayi dibiarkan setidaknya selama satu jam di dada ibu, sampai dia menyusu  sendiri. Karena inisiatif untuk menyusu diserahkan pada bayi, maka istilah yang digunakan adalah Inisiasi Menyusu  Dini, bukan Menyusui.  Istilah Menyusu lebih tepat digunakan pada ibu yang melakukan kegiatan memberi ASI.

 Rumusan Masalah

  1. Apakah  Ada hubungan tingkat pengetahuan  ibu  dengan pemberian ASI eksklusif?
  2. Apakah Ada hubungan status pekerjaan ibu dengan pemberian ASI eksklusif?
  3. Apakah Ada hubungan pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan pemberian ASI eksklusif?
  4. Apakah  Ada hubungan tingkat pengetahuan  ibu,  status  pekerjaan dan pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan pemberian ASI eksklusif?

Tujuan

penelitian ini  untuk  meneliti  hubungan tingkat pengetahuan, status pekerja, dan inisiasi menyusu dini dengan pemberian ASI eksklusif.

Kesimpulan

Kesimpulan  dari  penelitian ini adalah  adanya  hubungan  yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang ASI, pelaksanaan inisiasi menyusu dini dan status pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif.

  1. Makin tinggi tingkat pengetahuan  ibu  maka akan semakin  tinggi kemungkinan  pemberian ASI eksklusif    dari pada ibu yang pengetahuannya rendah (OR = 4,8, p=0,011)
  2. Ibu yang tidak bekerja akan semakin tinggi kemungkinan pemberian ASI eksklusif (OR = 3,7; p=0,033)
  3. Makin dilaksanakan inisiasi menyusu dini maka akan semakin tinggi pemberian ASI eksklusif (OR = 5,3; p=0,002)
  4. Secara simultan semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu, ibu bekerja dan inisiasi menyusu dini meningkatkan kemungkinan  pemberian ASI eksklusif sebesar 35,8% (Nagelkelker R2= 35,8%)

Hubungan Pendidikan Dan Sikap Ibu Dengan Pemberian Asi Ekslusif

Skripsi KesehatanHubungan Pendidtesisikan Dan Sikap Ibu Dengan Perilaku Pemberian Asi Ekslusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Loa Ipuh Kecamatan Tenggarong

asi eksklusif Hubungan Pendidikan Dan Sikap Ibu Dengan Pemberian Asi Ekslusif Hubungan Pendidikan Dan Sikap Ibu Dengan Pemberian Asi Ekslusif asi eksklusif

Latar Belakang Skripsi 

Berbagai alasan dikemukakan oleh ibu-ibu mengapa keliru dalampemanfaatan ASI secara Eksklusif kepada bayinya, antara lain adalah produksiASI kurang, kesulitan bayi dalam menghisap ASI, keadaan puting susu ibu yangtidak menunjang, ibu bekerja, keinginan untuk disebut modern dan pengaruhiiklan/promosi pengganti ASI dan tidak kalah pentingnya adalah anggapan bahwasemua orang sudah memiliki pengetahuan tentang manfaat ASI padahal tidaksemuanya mengerti dan mengetahuinya (Siregar, 2004).

Air susu ibu terbukti sangat bermanfaat tapi pada kenyataannya cakupan pemberian ASI Ekslusif sampai saat ini masih rendah. Hasil Survey Kesehatan dan Demografi Indonesia (SKDI) tahun 1991 menerangkan bahwa praktekpemberian ASI Eksklusif di Indonesia masih rendah, yaitu baru mencapai 53,7%dan hasil SKDI tahun 1994 turun menjadi 47,3% sedangkan  SKDI tahun 1997cakupan ASI Ekslusif dilaporkan sebesar 52%. SKDI tahun 2002-2003didapatkan data jumlah pemberian ASI Eksklusif pada bayi di bawah usia 2 bulanhanya mencakup 64% dari total bayi yang ada. Persentase tersebut menurunseiring dengan bertambahnya usia bayi yakni 46% pada bayi usia 2-3 bulan dan14% pada bayi usia 4-5 bulan. Seiring menurunnya cakupan ASI Eksklusif secaraotomatis pemakaian susu formula meningkat 3 kali lipat antara tahun 1997-2002 (Anonim, 2005).

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan masalahsebagai berikut:

1. Adakah hubungan antara pendidikan ibu dengan perilaku pemberian ASIEksklusif?

2. Adakah hubungan antara sikap ibu terhadap perilaku pemberian ASI Ekslusifdengan perilaku pemberian ASI Eksklusif?

3. Adakah hubungan antara pendidikan dan sikap ibu terhadap perilakupemberian ASI Ekslusif dengan perilaku pemberian ASI Eksklusif?

Kesimpulan 

Dari pembahasan yang telah disampaikan dapat disimpulkan sebagai berikut

  1. Ada hubungan positif yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu denganprilaku pemberian ASI Ekslusif.
  2. Ada hubungan positif yang signifikan antara sikap ibu dengan prilakupemberian ASI Ekslusif.
  3. Ada hubungan positif yang signifikan secara simultan antara tingkatpendidikan dan sikap ibu terhadap prilaku pemberian ASI Ekslusif.

 

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menyusun Skripsi Keperawatan

Skripsi Keperawatan Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menyusun Skripsi Keperawatan Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menyusun Skripsi Keperawatan tesis

Skripsi merupakan salah satu syarat kelulusan yang wajib dipenuhi bagi para mahasiswa yang mengenyam pendidtesisikan di perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Penulisan skripsi diwajibkan bagi mereka yang mengambil jurusan S1 untuk bidang studi apapun. Bagi anda yang mengambil jurusan S1 ilmu keperawatan juga diwajibkan untuk menyusun skripsi keperawatan. Skripsi ini memiliki tujuan agar para mahasiswa tidak hanya memahami materi-materi yang diberikan selama kuliah, tetapi juga paham akan penerapannya dalam kehidupan. Skripsi ini berbentuk karya tulis ilmiah yang berisi penelitian terhadap suatu permasalahan atau fenomena yang terjadi di rumah sakit, puskesmas, lingkungan sekitar, di masyarakat, dan lain-lain.

Bagi mahasiswa keperawatan yang mampu menulis skripsi, mahasiswa tersebut dianggap sudah mampu memadukan antara pengetahuan dari bidang ilmu yang dipelajari dengan ketrampilan untuk memahami, menganalisis, memaparkan, dan menjelaskan suatu masalah yang berhubungan dengan bidang keperawatan. Biasanya, skripsi keperawatan ini juga erat kaitannya dengan bidang kesehatan. Ada bermacam-macam fenomena yang dapat diangkat menjadi sebuah skripsi. Anda dapat mengamati rumah sakit, klinik, atau puskesmas tempat anda praktek sewaktu menempuh pendidikan dan menggali hal-hal menarik apa yang bisa anda gunakan sebagai topik untuk skripsi anda.

Ada berbagai macam skripsi keperawatan yang bisa dijadikan referensi untuk skripsi anda. Mungkin dengan mencari informasi tentang skripsi-skripsi keperawatan dapat membantu anda untuk lebih mudah menemukan topik yang menarik, yang sekiranya dapat diangkat menjadi sebuah skripsi. Beberapa contoh skripsi keperawatan antara lain Hubungan Karakteristik Perawat Terhadap Pengetahuan Kegawatdaruratan Pasien Amuk di RSJ, Hubungan Kegiatan Klinik Sanitasi Dengan Kejadian Penyakit Diare di Puskesmas, Pengaturan Diet Pada Lansia Dengan Hipertensip, Analisis Perbedaan Berat Badan Sebelum dan Sesudah Menggunakan KB Suntik di BPS, atau Asuhan Kebidanan: Kehamilan, Persalinan, BBL dan Nifas.

Dalam menyusun sebuah skripsi keperawatan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, judul skripsi harus menarik, unik, dan merupakan representasi dari permasalahan yang dibahas dalam skripsi anda. Kedua, permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi tersebut harus jelas dan sesuai dengan fenomena yang ada. Ketiga, isi dari skripsi harus saling berhubungan dengan judul dan permasalahan yang sudah dirumuskan. Keempat, kesimpulan yang dibuat harus mencakup keseluruhan pembahasan dari skripsi. Kelima, anda harus menambahkan saran anda yang akan menghubungkan antara teori yang anda gunakan dalam skrpsi dengan fenomena yang terjadi.

Incoming search terms:

Tips Membuat Skripsi Kesehatan Yang Berkualitas

Tips Membuat Skripsi Kesehatan Yang Berkualitas Tips Membuat Skripsi Kesehatan Yang Berkualitas tesisSkripsi kesehatan biasanya disusun oleh mahasiswa yang mengambil kuliah dengan jurusan yang ada kaitannya dengan bidtesisang kesehatan, seperti Ilmu Keperawatan, Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Farmasi, dan sebagainya. Ada banyak sekali topik-topik tentang kesehatan yang bisa diangkat menjadi pembahasan dalam skripsi. Misalnya, tentang pasien penderita penyakit tertentu, kesehatan lingkungan, kesehatan anak-anak, dan lain-lain. Topik apapun yang anda pilih hendaknya dapat memberikan kontribusi terhadap dunia kesehatan dan masyarakat umum, sehingga skripsi anda tidak akan berakhir sebagai wacana saja.

Ketika berbicara mengenai skripsi kesehatan, tentunya ada langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menyusun skripsi tersebut. Seperti skripsi pada umumnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan topik, kedua menentukan judul, dan yang ketiga adalah menentukan permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi. Dengan banyaknya topik yang tersedia, mungkin anda mengalami kesulitan untuk menentukan topik apa yang akan anda pilih. Dalam hal ini, yang perlu anda lakukan adalah mencari topik berdasarkan bidang yang anda kuasai. Ini nantinya akan memudahkan anda dalam proses pembahasan skripsi. Namun, anda juga harus memilih topik yang menarik yang sekiranya dapat menambah pengetahuan di dunia kesehatan.

Ada beberapa contoh judul skripsi kesehatan yang dapat anda pakai sebagai referensi, diantaranya adalah Pengaruh Mata Ajaran Kesehatan Masyarakat Dan Faktor-Faktor Lain Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Para Mahasiswa Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Upaya Kesehatan Masyarakat, Pembinaan Dan Pelayanan Kesehatan Jiwa Masyarakat Kota, Pembangunan Kesehatan Masyarakat Melalui Pos Pelayanan Terpadu, dan sebagainya. Anda dapat mengunjungi perpustakaan di kampus anda atau kampus-kampus yang lain untuk mendapatkan referensi yang lebih banyak lagi.

Dalam menyelesaikan skripsi kesehatan, anda akan dibantu oleh dosen pembimbing yang akan mengarahkan anda dalam proses setiap proses penyusunan skripsi. Dalam memilih dosen pembimbing, anda harus memastikan bahwa dosen yang bersangkutan benar-benar ahli dalam bidang kesehatan yang anda pilih sebagai bahan skripsi. Jika anda memilih dosen yang kurang menguasai materi dalam skripsi anda, akan ada kemungkinan bahwa dosen pembimbing tersebut tidak mengetahui apabila ada suatu kesalahan dalam skripsi anda. Tentunya hal ini akan mempengaruhi nilai anda dalam ujian skripsi, bahkan tidak menutup kemungkinan bagi anda untuk tidak lulus dalam ujian tersebut. Oleh karena itu, anda harus benar-benar memilih dosen pembimbing yang dapat membantu anda dalam menyelesaikan skripsi, demi mencapai kelulusan pendidikan sarjana anda.

Incoming search terms: