Analisis Audit Expectation GAP Pada Pemerintah Daerah

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Audit Expectation GAP Pada Pemerintah Daerah (Studi Empiris Di Kabupaten Sragen)

akuntansi (1) Analisis Audit Expectation GAP Pada Pemerintah Daerah Analisis Audit Expectation GAP Pada Pemerintah Daerah akuntansi 1

 Latar Belakang Skripsi 

Laporan keuangan merupakan perwujudan dari pelaksanaan Laporan keuangan yang pada dasarnya merupakan asersi atau pernyataan pihak manajemen pemerintah daerah yang menginformasikan kepada pihak lain,yaitu para pemangku kepentingan yang ada tentang kondisi keuangan pemerintah daerah.  Pemerintah daerah berkewajiban mempertanggungjawabkan laporan keuangan pemerintah daerah kepada pemangku kepentingannya.  Pemangku kepentingan yang utama adalah masyarakat dan dewan legislatif daerah (DPRD). Permasalahan akuntabilitas publik bisa muncul apabila pemerintah daerah tidtesisak mampu menyajikan informasi mengenai laporan keuangan secara relevan, handal,sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat sebagai konstituennya (Mahmudi, Laporan keuangan yang dipublikasikan oleh pemerintah daerah oleh banyak pihak sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.  keuangan publikasian tersebut harus disajikan secara wajar terbebas dari salah saji yang material sehingga tidak menyesatkan pembaca dan pengguna Jika laporan keuangan yang dipublikasikan buruk, artinya laporantersebut dihasilkan dari sistem akuntansi yang buruk sehingga di dalamnyamengandung kesalahan yang material dalam penyajian angka, tidak disusun sesuai dengan standar pelaporan, dan tidak tepat waktu dalam penyampaiannya.  Laporan keuangan yang buruk menyebabkan pengguna laporan keuanganmemperoleh informasi yang salah dan menyesatkan (Mahmudi, 2007).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berkewajiban melaksanakan pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah Mahmudi (2007) menambahkan dalam rangka pelaksanaan pemeriksaan keuangan ini, BPK sebagai auditor yang independen akan melaksanakan audit sesuai dengan standar audit yang berlaku dan akan memberikan pendapat (opini) atas kewajaran laporan keuangan.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah terdapat audit expectation gap antara auditor pemerintah (BPK) pengguna laporan keuangan pemerintah dilihat dari sisi peran auditor?

2. Apakah terdapat audit expectation gap antara auditor pemerintah (BPK) pengguna laporan keuangan pemerintah dilihat dari sisi independensi auditor?

3. Apakah terdapat audit expectation gap antara auditor pemerintah (BPK) pengguna laporan keuangan pemerintah dilihat dari sisi pengetahuan audit?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti secara empiris mengenai audit expectation gap di antara auditor pemerintah (BPK) dan pengguna  laporan keuangan pemerintah daerah mengenai peran auditor, independensi auditor, dan pengetahuan audit.

Simpulan

Hasil pengujian terhadap hipotesis pertama dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat  audit expectation gap  antara auditor pemerintah (BPK) dan pengguna laporan keuangan pemerintah, yaitu anggota DPRD, pegawai DPPKAD dan masyarakat pembayar pajak daerah dilihat dari sisi peran

Hasil pengujian terhadap hipotesis kedua dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat  audit expectation gap  antara auditor pemerintah (BPK) dan pengguna laporan keuangan pemerintah, yaitu anggota DPRD, pegawai DPPKAD dan masyarakat pembayar pajak daerah dilihat dari sisiindependensi auditor.Hasil pengujian terhadap hipotesis ketiga dalam penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa terdapat  audit expectation gap  antara auditor pemerintah (BPK) dan pengguna laporan keuangan pemerintah, yaitu anggota DPRD, pegawai DPPKAD dan masyarakat pembayar pajak daerah dilihat dari sisipengetahuan audit.

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis terhadap indikator dalam variabel-variabel penelitian terlihat bahwa kurangnya pengetahuan audit dari pengguna laporan keuangan pemerintah daerah menyebabkan eksistensi  audit expectation

 

Analisis Kepuasan Pada Retail Web Site “KASKUS.US”

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Atribut Interactivity Terhadap Behavioral Intentions Dengan Dimediasi Oleh Telepresence Dan Satisfaction Pada Retail Web Site “KASKUS.US”

kaskus Analisis Kepuasan Pada Retail Web Site “KASKUS.US” Analisis Kepuasan Pada Retail Web Site “KASKUS.US” kaskus

Latar Belakang Skripsi 

Dari perspektif pemasaran, web site merupakan sarana dan langkah untuk menuju sukses yang memberikan nilai dan memberikan sumber pendapatan baru, karena di dalamnya terdapat  information, branding,  dan selling. Penjualan melalui internet kebanyakan menggunakan sistem  retail atau disebut juga online retailing. Iklan melalui web site tidtesisak mengenal batas dan waktu. Dengan kata lain, pemirsa dapat menjangkau situs itu di kawasan geografis manapun dan kapan saja ia mau (Hasan, 2008:492).

Perkembangan industri retail yang sangat cepat menuntut produsen menyiapkan saluran distribusi yang efektif. Sebagian produsen tidak langsung menjual barang mereka kepada pemakai akhir. Diantara produsen dan pemakai terdapat saluran pemasaran, sekumpulan perantara pemasaran yang melakukan berbagai fungsi dan menyandang berbagai nama. Ada berbagai level saluran yang menghubungkan produsen dengan pelanggan akhir.

Rumusan  Masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian adalah:

  1. Apakah interactivity berpengaruh pada telepresence konsumen kaskus.us?
  2. Apakah interactivity berpengaruh pada satisfaction konsumen kaskus.us?
  3. Apakah telepresence berpengaruh pada satisfaction konsumen kaskus.us?
  4. Apakah  interactivity  berpengaruh  pada  behavioral intentions  kaskus.us?
  5. Apakah  satisfaction  berpengaruh  pada  behavioral intentions  kaskus.us?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara interactivity dan telepresence, interactivity dan  telepresence dan  satisfaction,  interactivity dan  behavioral intentions, satisfaction dan behavioral Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode  Nonprobability Sampling.

Kesimpulan

Dari hasil pengujian hipotesis dan pembahasan dalam penelitian ini, dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain sebagai berikut:

  1. Hipotesis pertama dalam penelitian ini terbukti bahwa  interactivity berpengaruh signifikan terhadap telepresence.
  2. Hipotesis kedua dalam penelitian ini terbukti bahwa  berpengaruh signifikan terhadap 
  3. Hipotesis ketiga dalam penelitian ini terbukti bahwa  berpengaruh signifikan terhadap 
  4. Hipotesis keempat dalam penelitian ini terbukti berpengaruh signifikan terhadap behavioral 
  5. Hipotesis kelima dalam penelitian ini terbukti bahwa  berpengaruh signifikan terhadap behavioral intentions
Incoming search terms:

Skripasi Ekonomi- Pengaruh Trust Pada Commitment

Skripsi Ekonomi~ Analisis Anteseden Pengaruh Trust Pada Commitment (Studi pada Pengguna Jasa Kereta Api Prameks Solo-Jogja)

kereta api Skripasi Ekonomi- Pengaruh Trust Pada Commitment Skripasi Ekonomi- Pengaruh Trust Pada Commitment kereta api

Latar Belakang Skripsi :

Kepuasan konsumen berkaitan erat dengan beberapa dimensi pemasaran dan instrumen pemasaran lainnya, misalnya loyalitas konsumen, manfaat hubungan antara kepercayaan dengan harga atau distribusi, serta keberpihakan. Peran inti dari penetapan harga pada perilaku konsumen serta efektivitas biaya dianggap sebagai salah satu kriteria yang penting bagi konsumen untuk memilih produk atau jasa. Pada kenyataannya  price/tarif sedikit mendapat perhatian saat menganalisis kepuasan konsumen ( Huber et al., 2001).

Harga merupakan salah satu variabel determinan kepuasan konsumen (Zeithaml dan Bitner, 1996 dalam Bei  et al, 2001). Pada tingkat harga tertentu, bila manfaat yang dirasakan konsumen meningkat maka nilai yang akan didtesisapat konsumen akan meningkat pula. Adanya sugesti bahwa harga yang wajar  (price fairness) masih menjadi suatu aturan penting dalam kepuasan pelanggan dan retensi pembelian (Varki dan Colgate, 2001 dalam Bei et al,. 2006). Harga adalah unsur bauran pemasaran yang secara langsung mempengaruhi suatu sumber daya pengeluaran (David Martin-Consuegra  et al., 2007).

Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas maka perumusan masalah dalam penelitia ini:

  1. Apakah service quality berpengaruh pada satisfaction?
  2. Apakah price fairness berpengaruh pada satisfaction?
  3. Apakah satisfaction berpengaruh pada trust?
  4. Apakah service quality berpengaruh pada trust?
  5. Apakah trust mempunyai berpengaruh pada commitment?
  6. Apakah satisfaction berpengaruh pada commitment?

Tujuan Penelitian 

Dengan diadakannya penelitian ini, penulis ingin mengetahui apa saja faktor yang mendukung kepercayaan yang akan menimbulkan komitmen yang berpengaruh positif bagi perusahaan.

Kesimpulan

Penelitian ini merupakan modifikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Changsu Kim  et al, (2008) dan Serkan Aydin and Gokhan Ozer (2005). Hasil pengujian goodness-of-fit atas model yang diajukan menunjukkan hasil yang baik. Berikut ini adalah urutan hasil pengukuran model penelitian ini:  c2 = 187,74 ; probabilitas = 0,09; RMSEA = 0,032; GFI = 0,892 ; AGFI = 0,861; CMIN/DF = 1,152 ; TLI = 0,982; NFI= 0,898; CFI = 0,985; IFI = 0,985. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua hipotesis yang diajukan mendukung penelitian yang dilakukan oleh Changsu Kim et al,. (2008), yaitu sebagai berikut: 1.  Service Quality berpengaruh positif terhadap Customer Satisfaction. Dengan demikian hipotesis pertama, yaitu service quality berpengaruh positif terhadap customer satisfaction  terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar 2,995 dengan S.E sebesar 0,104. Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 1 diterima pada tingkat signifikan  a = 0,01.

  1. Price Fairness  berpengaruh positif terhadap Customer Satisfaction.  Dengan demikian hipotesis kedua, yaitu price fairness  berpengaruh positif terhadap customer satisfaction terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar 3,913 dengan S.E sebesar 0,069. Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 2 diterima pada tingkat signifikan  a = 0,01.
  2. Customer Satisfaction berpengaruh positif terhadap Trust.  Dengan demikian hipotesis ketiga, yaitu customer satisfaction  berpengaruh positif terhadap trust terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar 2,068 dengan S.E sebesar 0,065. Karena CR > 1,96 maka menunjukkan bahwa hipotesis 3 diterima pada tingkat signifikan  a = 0,05.
  3. Service Quality  berpengaruh positif terhadap Trust. Dengan demikian hipotesis keempat, yaitu service quality berpengaruh positif terhadap trust terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar 2,568 dengan S.E sebesar 0,110. Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 4 diterima pada tingkat signifikan a = 0,01.
  4. Trust berpengaruh positif terhadap Commitment. Dengan demikian hipotesis kelima, yaitu trust  berpengaruh positif terhadap customer commitment  terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar 2,080 dengan S.E sebesar 0,171. Karena CR > 1,96 maka menunjukkan bahwa hipotesis 5 diterima pada tingkat signifikan a = 0,05.
  5. Customer Satisfaction  berpengaruh positif terhadap Commitment.  Dengan demikian hipotesis keenam, yaitu customer satisfaction berpengaruh positif terhadap customer commitment terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar 2,568 dengan S.E sebesar 0,110. Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 6 diterima pada tingkat signifikan a = 0,01.

 

Skripsi Ekonomi- Kepercayaan Pelanggan Distro Rown Division

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Anteseden Trust  Dalam Corporate Brand Pada Pelanggan Distro Rown Division (Studi Pada Pelanggan Rown Division Surakarta)

distro baju Skripsi Ekonomi- Kepercayaan Pelanggan Distro Rown Division Skripsi Ekonomi- Kepercayaan Pelanggan Distro Rown Division distro baju

Latar Belakang Skripsi 

Trust  merupakan isu yang menarik untuk dikembangkan. Dalam beberapa tahun terakhir, peneliti dan praktisi pemasaran menjadi semakin tertarik pada konsep kepercayaan. Kondisi yang demikian ini, memberikan peluang untuk mengembangkan suatu model yang dapat menjelaskan fenomena mengenai  trust terhadap distro Rown Division di Surakarta. Model yang dikembangkan dalam penelitian ini bertumpu pada delapan variabel amatan yaitu competence, credibility,  trust, current purchase intention, purchase intention for product innovation,  word of mouth behaviour, dan  customer loyalty .

Hal utama agar perusahaan dapat bertahan dalam persaingan dan menguasai pasar maka kinerja pelayanan harus diperbaiki dan ditingkatkan. Perusahaan harus memperhatikan hal-hal yang dianggap penting oleh pelanggannya, agar pelanggan merasa puas dan tidtesisak beralih kepada pesaing

Perumusan Masalah

Berikut ini merupakan permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini.

  1. Apakah competence berpengaruh pada trust?
  2. Apakah credibility berpengaruh pada trust?
  3. Apakah trust berpengaruh pada current purchase intention?
  4. Apakah trust berpengaruh pada purchase intention for innovation product?
  5. Apakah trust berpengaruh pada WOM behaviour?
  6. Apakah trust berpengaruh pada customer loyalty?
  7. Apakah  current purchase intention berpengaruh pada  purchase intention innovation ?
  8. Apakah current purchase intention berpengaruh pada WOM ?
  9. Apakah  purchase intention for innovation product berpengaruh pada  
  10. 10. Apakah customer loyalty berpengaruh pada WOM behaviour?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji peranan pengaruh trust dalam memediasi competence dan credibility pada current purchase intention, purchase intention for product innovation, word of mouth behaviour, dan customer loyalty.  Metode survei digunakan untuk mengumpulkan data. Dalam penelitian ini, sampel terdiri dari 200 orang yang ingin membeli ke Distro Rown Division di Surakarta. Metode teknik convenience dipilih agar lebih mudah dalam mendapatkan sampel.

Simpulan

Simpulan penelitian dimaksudkan untuk mempermudah pemahaman mengenai hasil dari penelitian ini. Dalam sub bab ini akan dipaparkan secara singkat mengenai hasil penelitian.

  1. Hasil pengujian mediasi mengindikasi dari membandingkan beberapa model penelitian didapatkan hasil bahwa model penelitian yang paling merepresentasikan data dalam studi ini yaitu  partial mediated mode  dan  dirrect effect-only model. Langkah selanjutnya kemudian dilakukan pengujian hipotesis dan didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antar variabel dalam sepuluh interaksi hubungan. Hubungan antar variabel yang dimaksud antara lain: (1) competence dengan  trust, (2)  credibility dengan trust, (3)  trust  dengan  current purchase intention,  (4)  trust dengan purchase intention for product innovation,  (5) trust dengan word of mouth behaviour, (6)  trust dengan customer  loyalty, (7) current  purchase intention  dengan  purchase intention for product  innovation, (8)  current purchase intention   dengan  word of mouth behaviour, (9)  purchase intention for product innovation  dengan  word of mouth behaviour,  dan  (10)  customer loyalty dengan word of mouth behaviour.  2.  Dari hasil studi ini dapat disimpulkan bahwa variabel  competence  dan  credibility mempengaruhi current purchase intention, purchase intention for product innovation, word of mouth behaviour, dan  customer loyalty pada produk distro Rown Division melalui trust. Hal ini memberikan pemahaman bagi manajemen distro Rown Division untuk mencermati peningkatan  competence  dan  credibility sehingga dapat meningkatkan current purchase intention, purchase intention for product innovation, word of mouth behaviour, dan  customer loyalty pada produk distro Rown Division melalui  trust. Untuk meningkatkan hal tersebut diperlukan pemberian stimulus bagi konsumen sehingga dapat meningkatkan trust terhadap distro Rown Division.
  2. Competence dapat ditingkatkan melalui stimulus yang disarankan antara lain:meningkatkan sifat  leader dalam distro,meningkatkan pengalaman dalam dsitro,meningkatkan  competence, danmenciptakan kualifikasi positif serta  brand  yangsudah terkenal yang dapat membangkitkan kepercayaan konsumen.
  3. Dalam meningkatkan credibility, distro Rown Division dapat melakukan upaya-upaya dengan selalu menyediakan produk-produk yang  up to date dan layanan yang baik, keamanan bahan yang digunakan untuk membuat produk, dan kesediaan konsumen untuk membeli sehingga konsumen akan merasa puas membeli produk Rown Division.
  4. Untuk meningkatkan  trust, stimulus yang disarankan antara lain : meningkatkan tanggung jawab distro, menciptakan  kepercayaan,  meningkatkan keandalan atau kelebihan produk sehingga menarik minat konsumen untuk melakukan pembelian saat ini sehingga menarik minat konsumen untuk melakukan pembelian.  Diharapkan dengan memberikan stimulus-stimulus tersebut, akan meningkatkan competence dan  credibility dapat meningkatkan  current purchase intention,  purchase intention for product innovation, word of mouth behaviour, dan  customer loyalty pada produk distro Rown Division melalui trust.
Incoming search terms:

Analisis Bauran Pemasaran Pada Perusahaan Jasa Asuransi

Skripsi Ekonomi ~ Laporan Tugas Akhir Analisis Bauran Pemasaran Pada Perusahaan Jasa Asuransi AJB Bumiputera 1912 Cabang Solo Gladag

asuransi-kesehatan Analisis Bauran Pemasaran Pada Perusahaan Jasa Asuransi Analisis Bauran Pemasaran Pada Perusahaan Jasa Asuransi asuransi kesehatan

Latar Belakang Skripsi 

Salah satu strategi perusahaan menghadapi persaingan adalah melakukan kegiatan promosi. Menurut Lupiyoadi (2001:108) promosi adalah salah satu variabel dalam bauran pemasaran yang sangat penting dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produk jasa.  Kegiatan pemasaran sangat menentukan sampai atau tidtesisaknya produk yang dihasilkan perusahaan kepada konsumen sehingga kegiatan pemasaran sangat penting dan para pelaku bisnis harus bisa menetapkan pemasaran yang tepat yang bisa digunakan untuk memenuhi keinginan konsumen.

Ada jaman dahulu ketika perekonomian masih bersifat kerajinan rumah tangga, seseorang bisa dengan mudah mendapatkan informasi tentang produk yang dihasilkan oleh tetangganya. Tetapi sekarang jaman sudah berubah, begitu banyaknya produk yang dihasilkan oleh pelaku bisnis untuk memenuhi kebutuhan konsumen membuat konsumen sulit untuk mencerna banyaknya informasi tentang produk yang dihasilkan oleh pelaku bisnis sehingga pelaku bisnis harus bisa menginformasikan produk mereka kepada konsumen dengan baik.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut. Bagaimana strategi pemasaran  (Marketing Mix)  yang terdiri dari  Produk  (Product),  Harga  (Price),  Promosi  (Promotion),  Distribusi (Place) yang dilakukan oleh Perusahaan AJB Bumiputera?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini dilakukan pada Perusahaan AJB BUMIPUTERA yang terletak di Jalan Slamet Riyadi No. 12 Surakarta. Metode pengumpulan data dengan wawancara langsung, observasi, dari literatur dari perusahaan guna menunjang kebutuhan data. Data yang digunakan yaitu data primer yaitu data yang diperoleh melalui kuisioner, dan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari perusahaan yang digunakan sebagai landasan teori untuk keperluan data .

Kesimpulan

Berdasarkan analisis data dan pembahasan tehadap  marketing mix yang telah dilakukan sebelumnya, maka hasilnya dapat disimpulkan sebagai berikut :

a. Data karakteristik responden pada bab pembahasan dapat disimpulkan bahwa mayoritas berumur lebih dari 30 tahun yaitu 53 responden 53%) sedangkan yang berumur antara 17-30 tahun sebanyak 47 responden (47%). Dan dapat diketahui bahwa responden paling banyak bertempat tinggal di kecamatan Pasar Kliwon yaitu 25 responden atau 25%, diikuti Kecamatan Laweyan sebesar 24 responden atau 24%, kemudian Kecamatan Jebres sebesar 21 responden atau 21%, Kecamatan Serengan sebesar 17 responden atau 17% yang terakhir Kecamatan Banjarsari sebesar 13 responden atau 13%.  Dapat diketahui bahwa responden terbanyak yaitu yang berprofesi sebagai pegawai swasta yaitu sebesar 47 responden atau 47%. Hal tersebut dikarenakan para peagwai swasta lebih membutuhkan dana pinjaman untuk mengembangkan usahanya.

b. Perhitungan analisis dari  marketing mix yang menunjukkan bahwa Promotion   atau Promosi merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap volume penjualan karena memiliki rata-rata presentase responden yang setuju terbanyak yaitu sebesar  79,67%. Sedangkan untuk variabel   Price  atau harga memiliki peringkat kedua setelah promotion/promosi dengan presentase setuju sebesar 76%. Kemudian variabel Product/produk dengan presentase setuju sebesar 75,67%. Dan diposisi terakhir terdapat variabel Place/tempat dengan presentase setuju sebesar 63,33%.

Incoming search terms: