Analisis Bauran Promosi Dalam Meningkatkan Volume Penjualan

Contoh Skripsi ~ Analisis Bauran Promosi Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Pada Toko KPRI  “IKHLAS” KANDEPAG Kota Surakarta

pemasaran Analisis Bauran Promosi Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Analisis Bauran Promosi Dalam Meningkatkan Volume Penjualan pemasaran

Latar Belakang Skripsi 

Kegiatan promosi terdapat proses komunikasi yang menyadarkan calon konsumen  akan adanya produk perusahaan.  Promotional mix merupakan kombinasi dari variabel-variabel  promosi, yaitu periklanan, penjualan tatap muka, promosi penjualan dan publisitas yang dirancang untuk mencapai tujuan program penjualan (J. Stanton dalam Swastha,1996:238).

Kegiatan promosi hasilnya tidtesisak dapat diperoleh secara langsung atau dengan kata lain efeknya tidak langsung kelihatan, tetapi dibutuhkan waktu sebelum terjadi penjualan. Besarnya biaya yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk promosi relatif besar, maka diharapkan usaha ini dapat meningkatkaan jumlah pembeli yang pada akhirnya  meningkatkan volume penjualan. Oleh  karena itu merupakan suatu proses yang  terus menerus untuk  tercapainya  tujuan perusahaan.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pokok permasalahan yang dihadapi adalah:

  1. Bagaimana bauran promosi yang dilakukan oleh Toko KPRI “IKHLAS” ?
  2. Bagaimana hubungan promosi dalam meningkatkan Volume penjualan ?

Tujuan Penelitian 

Promosi mencakup sejumlah variabel utama. Variabel ini yang dikenal bauran promosi meliputi : periklanan, promosi penjualan, publisitas, dan personal selling dan alat promosi yang lain dan kesemuanya direncanakan untuk mencapai program penjualan.

Penelitian ini dilakukan pada toko KPRI “IKHLAS” yang terletak pada KANDEPAG Kota Surakarta. Tujuan yang hendak dicapai dari penulisan laporan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan bauran promosi yang dilakukan toko KPRI “IKHLAS” dan mengetahui hubungan antara bauran promosi yang dilakukan dengan volume penjualan. Metodologi penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan studi pustaka, observasi dan wawancara pada pihak yang terkait. Data hasil dari penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif.

Kesimpulan 

Dari hasil pembahasan yang diuraikan dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu :

1.Dalam memasarkan produknya toko KPRI “IKHLAS” hanya menggunakan satu bauran promosi untuk menunjang kegiatan pemasaran yang dilakukan. Yaitu bauran promosi tersebut adalah promosi penjualan dan alat yang digunakan dalam melaksanakan promosi penjualan adalah pemberian kupon, potongan harga dan hadiah.

2.Dari analisis melalui perbandingan diperoleh suatu hubungan antara biaya promosi dengan volume penjualan dengan rincian, besarnya kenaikan biaya promosi dari tahun 2002 ke tahun 2003 sebesar 2,19%, dan untuk tahun 2003 ke tahun 2004 sebesar 1,19%. Sedangkan volume penjualan tahun 2002 ke tahun 2003 sebesar 10,72% dan volume penjualan tahun 2003 ketahun 2004 sebesar 15,66%. Dilihat dari angka-angka ini pelaksanaan kegiatan promosi toko KPRI “IKHLAS” sudah bisa berjalan dengan baik.

 

 

Incoming search terms:

Analisis Bauran Promosi Pada LPK Pratama Mulia Surakarta

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Bauran Promosi Pada LPK Pratama Mulia Surakarta

pemasaran Analisis Bauran Promosi Pada LPK Pratama Mulia Surakarta Analisis Bauran Promosi Pada LPK Pratama Mulia Surakarta pemasaran1

Latar Belakang Skripsi 

Dahulu pada waktu perekonomian masih bersifat kerajinan rumah tangga, seseorang mudah sekali untuk mengetahui tentang barang-barang yang sedang dibuat oleh tetangganya, baik barang itu jelek atau baik. Tapi dalam perekonomian modern seperti sekarang ini keadaanya  sudah berbeda. Dalam ini perusahaan harus memberitahukan dan mendorong masyarakat untuk produknya, apakah melalui media massa atau dengan cara lain.  Agar promosi dapat berjalan secara efektif dan efisien,  perusahan harus bentuk bauran promosi secara tepat dan efektif.

Dalam era modern ini kebutuhan akan komputer semakin banyak diminati. Masyarakat mulai mengerti betapa pentingnya komputer dalam pekerjaan. Oleh karena itu kemampuan mengoperasikan komputer kebutuhan yang banyak diminati. Berdasarkan kondisi tersebut, banyak didtesisirikan lembaga pendidikan komputer. Semakin banyaknya lembaga komputer mengakibatkan persaingan di bisnis ini menjadi ketat. Perlu usaha dari perusahaan dalam menghadapi persaingan ini. Kegiatan promosi sangat membantu memasarkan produk untuk meningkatkan volume perusahaan.

Perumusan Masalah 

Dari latar belakang tersebut, masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimana strategi bauran promosi yang dilakukan oleh LPK PRATAMA MULIA ?
  2. Bagaimana alokasi biaya promosi yang ditetapkan  oleh LPK PRATAMA MULIA ?
  3. Sejauh mana  hubungan antara biaya promosi dengan hasil penjualan  atas jasa pendidikan komputer pada LPK PRATAMA MULIA ?

Tujuan Penelitian 

Secara Umum Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui samapi sejauh mana pengaruh strategi promosi yang telah digunakan oleh LPK Pratama Mulia.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian serta analisis dari kegiatan promosi yang dilakukan  oleh LPK Pratama Mulia dalam hubungannya dengan usaha meningkatkan hasil penjualan dari tahun 1998-2000 maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut  :

  1. Dalam usahanya untuk meningkatkan hasil penjualan serta menghadapi persaingan antar lembaga pendidikan, LPK Pratama Mulia melakukan dua jenis kegiatan promosi yaitu promosi penjualan dan  periklanan. Promosi penjualan dilakukan dengan cara memberikan bea siswa kepada para siswa yang berprestasi di bidangnya masing-masing. Kegiatan periklanan dilakukan melalui berbagai media yaitu kalender, stofmap STTB, brosur, pamflet, spanduk, koran dan radio. Serangkaian kegiatan promosi tersebut dilakukan menjelang dan pada saat tahun ajaran baru.
  2. Alokasi biaya promosi penjualan ditetapkan sama dari tahun ke tahun yaitu sebesar Rp. 2.000.000 sedangkan untuk kegiatan periklanan selalu meningkat dari tahun ke tahun. Alokasi biaya untuk  media stofmap menyerap biaya promosi yang paling besar selama tahun 1998-2002.
  3. Hasil penjualan jasa pendidikan komputer LPK Pratama Mulia selalu meningkat dari tahun 1998 – tahun 2001. Namun di tahun 2002 mengalami penurunan sebesar Rp. 155.450.000 dari tahun tahun 2001. Sedangkan volume penjualan tertinggi di capai di tahun 2001 sebesRp.664.900.000
  4. Hasil perhitungan statistik untuk mengetahui ada tidaknya hubunga antara dua variabel menggunakan metode korelasi  Pearson Produk moment menunjukan bahwa ada hubungan positif antara biaya promo dengan hasil penjualan dengan besar koefisien korelasi  ( r ) = + 0.7 Hubungan tersebut berarti setiap perubahan pada  biaya promosi mengakibatkan perubahan yang searah pada hasil penjualan.

 

Skripasi Ekonomi- Brand Equity Dengan Customer Loyalty

Skripasi Ekonomi ~ Analisis Anteseden Green Brand Equity Hubungannya Dengan Customer Loyalty ( Studi Kasus Pada Konsumen Sepeda Motor Honda di Kota Solo)

logo honda Skripasi Ekonomi- Brand Equity Dengan Customer Loyalty Skripasi Ekonomi- Brand Equity Dengan Customer Loyalty logo honda

Latar Belakang Skripsi :

Sudah sejak lama produsen dan industri,  baik di negara maju maupun negara berkembang  tidtesisak memperhitungkan lingkungan sebagai salah satu faktor  dari proses produksinya. Air, udara, tanah, hutan, tambang dianggap sebagai yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya tanpa perlu memikirkan usaha  untuk melestarikannya. Akibatnya, tekanan terhadap lingkungan menjadi besar dan mempengaruhi keseimbangan alam. Bencana alam, perubahan iklim, pemanasan global dan pencemaran merupakan harga yang harus ditanggung masyarakat dari aktivitas industri di atas.

Kesadaran bahwa lingkungan harus pula dihargai mencuat sejak diperkenalkannya  Environmental Impact Assessment  (EIA) di Amerika sekitar tahun 1970-an, yang mewajibkan dimasukkannya perhitungan atas lingkungan bagi setiap rencana kegiatan yang diperkirakan berdampak besar (adverse impact) terhadap lingkungan. Konsep menginternalkan harga (cost) lingkungan dalam suatu produksi dilanjuti pula dalam konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) di tahun 1987. Di Indonesia,  kedua konsep di atas terinternalisasi dalam Undang-Undang No. 4 tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan.

Rumusan Masalah

  1. Apakah Green Brand Image mempunyai hubungan dengan Green Satisfaction?
  2. Apakah Green Brand Image mempunyai hubungan dengan Green Trust?
  3. Apakah  Green Brand Image  mempunyai hubungan ke  Green Brand Equity?
  4. Apakah Green Satisfaction Mempunyai hubungan dengan Green Brand Equity? 5.  Apakah Green Trust mempunyai hubungan dengan Green Brand Equity?
  5. Apakah  Green Trust  mempunyai hubungan dengan  Customer Loyalty?
  6. Apakah  Green Brand Equity  mempunyai hubungan dengan Customer Loyalty??
  7. Apakah  Green Satisfaction  mempunyai hubungan dengan Customer Loyalty?

Tujuan Penelitian 

Penelitian  ini  bertujuan untuk menguji model kausal yang diharapkan mampu menjelaskan pengaruh  anteseden Green brand equity  hubungannya dengan Customer loyalty.  Data  diambil  melalui  penyebaran kuesioner langsung kepada  180 responden yang memenuhi kriteria, yaitu (1) Masyarakat yang berdomisili di Kota Solo, (2) Memiliki  sepeda motor Honda, (3)  Memiliki pengalaman menggunakan produk sepeda motor Honda.  Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan  nonprobability sampling  yaitu  purposive sampling.  Hal ini bertujuan untuk menjamin keakuratan data yang dikumpulkan.

Simpulan

Simpulan penelitian dimaksudkan untuk mempermudah pemahaman mengenai hasil dari penelitian ini. Dalam sub bab ini akan dipaparkan secara singkat mengenai hasil penelitian.

  1. Green brand image secara positif berhubungan dengan green satisfaction karena  Brand Image  adalah determinan yang penting dari  Customer Satisfaction.  Perusahaan menginvestasikan banyak usaha untuk meningkatkan brand image, bukan hanya untuk menghindari protes karena masalah lingkungan atau hukuman namun juga dapat untuk meningkatkan kepuasan konsumen akan environmental desires, sustainable expectation, dan green needs.
  2. Green brand image secara positif berhubungan dengan green trust, karena dapat mengikis resiko yang dibayangkan oleh konsumen dan secara simultan meningkatkan kemungkinan terjadinya pembelian di saat transaksi berlangsung.  Pengaruh positif tersebut menandakan semakin tinggi  Green Brand Image  Honda, semakin tinggi juga  Green konsumen. Sebaliknya, semakin rendah  Green Brand Image  Honda semakin rendah juga Green Trust konsumen.
  3. Green Brand Image  secara positif berhubungan dengan  Green Brand Equity.  Pengaruh positif tersebut menandakan bahwa semakin tinggi Green Brand Image  Honda, semakin tinggi juga  Green Brand Equity Honda. Sebaliknya, bila Green Brand Image Honda rendah, maka semakin rendah juga Green Brand Equity dari Honda.
  4. Green satisfaction secara positif berhubungan dengan green brand equity, karena Satisfaction (kepuasan) adalah tingkat kesenangan yang didapatkan setelah mengkonsumsi suatu produk di mana hal ini dapat memenuhi keinginan, hasrat, dan tujuan konsumen. Pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi  Green Satisfaction  akan mengakibatkan  Green Brand Equity yang tinggi. Sebaliknya, semakin rendah Green Satisfaction, maka akan mengakibatkan Green Brand Equity yang semakin rendah.
  5. Green Trust  secara positif berhubungan dengan  Green Brand Equity, karena  trust  dianggap sebagai sebuah strategi penerapan di dalam ranah pemasaran dan bahan dasar yang paling penting di dalam kesuksesan sebuah hubungan. Pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi Green Trust,  akan mengakibatkan meningkatnya  Green Brand equity  Honda. Sebaliknya semakin rendah Green Trust, maka akan mengakibatkan Green Brand equity yang rendah pula.
  6. Green Satisfaction  secara positif berhubungan dengan Customer Loyalty, karena  Satisfaction  itu unik dibandingkan dengan konsep lain yang trust mempunyai kedekatan, seperti kualitas, loyalitas, dan sikap, dan telah dihipotesiskan di dalam literatur karena mempunyai pengaruh kepada Customer Loyalty.  Pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi Green Satisfaction  konsumen,  maka akan semakin tinggi  Customer Loyalty. Sebaliknya semakin rendah  Green Satisfaction,  maka akan mengakibatkan Customer Loyalty yang rendah pula.
  7. Green Trust secara positif berhubungan dengan Customer Loyalty, karena Trust  sebagai kemauan untuk bersandar pada pasangan berjual beli di mana salah satu dari mereka mempunyai kepercayaan diri.  Pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi  Green Trust  konsumen,  akan mengakibatkan Customer Loyalty yang tinggi. Sebaliknya semakin rendah Green Trust, maka akan mengakibatkan  Customer Loyalty  yang rendah pula.
  8. Green Brand Equity secara positif berhubungan dengan Customer Loyalty, karena brand equity merupakan efek pembeda yang pengetahuan terhadap merek berada dalam respon konsumen pada pemasaran suatu produk. Pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi  Green Brand Equity konsumen, akan mengakibatkan Customer Loyalty yang tinggi. Sebaliknya semakin rendah Green Brand Equity, maka akan mengakibatkan Customer Loyalty yang rendah pula.
  9. Green satisfaction,  dan  Green trust  mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap Behavioural loyalty. Green satisfaction, Green trust,  dan Green brand equity mempunyai hubungan yang positif dengan Attitudinal loyalty.  Dari hubungan dua model ini, dapat diartikan bahwa ketiga variabel mempunyai hubungan positif dengan  Customer loyalty,  namun green satisfaction dan green trust mempunyai hubungan yang paling kuat.
  10. Hubungan positif antara  Green Brand Image  dan  Green Brand Equity dimediasi oleh Green satisfaction  dan Green Trust,  dengan Green Trust sebagai variabel mediasi yang mempunyai pengaruh paling kuat. Hal ini menjelaskan bahwa untuk membentuk ekuitas merek yang kuat diperlukan citra yang positif terhadap sebuah merek, yang dimediasi oleh kepuasan dan terutama kepercayaan pelanggan terhadap sebuah merek.
  11. Hubungan positif antara  Green Satisfaction  dan  Green Trust  dengan Costumer Loyalty  dimediasi oleh  Green Brand Equity. Hal ini menjelaskan bahwa utuk membentuk loyalitas konsumen diperlukan kepuasan dan kepercayaan yang positif dari konsumen yang dimediasi oleh ekuitas merek yang kuat.

 

Skripasi Ekonomi- Loyalitas Konsumen GSM Prabayar

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Anteseden Loyalitas Konsumen GSM Prabayar di Surakarta (studi pada mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Sebelas Maret)

GSM prabayar Skripasi Ekonomi- Loyalitas Konsumen GSM Prabayar Skripasi Ekonomi- Loyalitas Konsumen GSM Prabayar GSM prabayar

 Latar Belakang Skripsi :

Sebagai perusahaan penyedia layanan telekomunikasi (GSM Prabayar) maka perusahaan perlu memusatkan perhatiannya tidtesisak hanya pada bagaimana cara untuk menarik konsumen atau pengguna baru, melainkan bagaimana untuk menjalin dan mempertahankan konsumen yang sudah ada dalam jangka waktu yang lama, mengingat persaingan diantara perusahaan penyedia layanan telekomunikasi (GSM Prabayar) semakin ketat. Cara terbaik untuk mendapatkan dan memelihara konsumen secara konstan menggambarkan bagaimana cara memberi mereka lebih (Kotler, 2003). Pelayanan yang baik membuat konsumen dapat merasakan kepuasan yang lebih dan sebaliknya tanpa pelayanan yang baik konsumen akan merasakan ada kekurangan dalam berbelanja atau membeli barang dan jasa meskipun harga yang bisa diperoleh lebih rendah (Kotler, 2003).

Salah satu fokus yang menjadi tolak ukur keberhasilan pemasaran perusahaan adalah bagaimana suatu perusahaan mampu menjadi loyalitas dari konsumennya. Seorang konsumen yang loyal menjadi aset yang sangat bernilai bagi perusahaan. Dipertahankannya konsumen yang loyal dapat mengurangi usaha mencari konsumen baru yang berarti memberikan umpan balik positif kepada perusahaan. Perusahaan dapat lebih melakukan penghematan biaya dalam mempertahankan konsumen yang lama daripada mencari konsumen baru.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas, maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Apakah service quality berpengaruh terhadap customer loyalty ?
  2. Apakah service quality berpengaruh terhadap trust ?
  3. Apakah trust berpengaruh terhadap switching cost ?
  4. Apakah trust berpengaruh terhadap customer loyalty?
  5. Apakah corporate image berpengaruh terhadap customer loyalty ?
  6. Apakah service quality berpengaruh terhadap corporate image ?
  7. Apakah switching cost berpengaruh terhadap customer loyalty ?
  8. Apakah service quality berpengaruh terhadap switching cost ?

Tujuan Penelitian

penelitian ini dilakukan dengan tujuan ingin mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi Customer loyality pada GSM prabayar.

Kesimpulan

Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Aydin dan Ozer (2005). Hasil pengujian goodness-of-fit atas model yang diajukan menunjukkan hasil yang baik. Berikut ini adalah urutan hasil pengukuran model penelitian ini: c2 = 417,203; probabilitas = 0,000; RMSEA = 0,047; GFI = 0,870 ; AGFI = 0,843; CMIN/DF = 1,434; TLI = 0,915; NFI= 0,789; CFI = 0,924; IFI = 0,925. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua hipotesis yang diajukan mendukung penelitian yang dilakukan oleh Aydin dan Ozer (2005), yaitu sebagai berikut:

  1. Service Quality berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty. Dengan demikian hipotesis pertama, yaitu Service Quality positif terhadap Customer Loyalty terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar  3,090 dengan S.E sebesar 0,111. Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 1 diterima pada tingkat signifikan  a = 0,01.
  2. Service Quality berpengaruh positif terhadap Trust.  Dengan demikian hipotesis kedua, yaitu Service Quality berpengaruh positif terhadap Trust terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar  6,589 dengan S.E sebesar  0,106.  Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 2 diterima pada tingkat signifikan a = 0,01. 3.  Trust  berpengaruh positif terhadap Switching Cost.  Dengan demikian hipotesis ketiga, yaitu  Trust   berpengaruh positif terhadap Switching Cost terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai positif sebesar  3,623 dengan S.E sebesar  0,090.  Karena CR > 2,56 menunjukkan bahwa hipotesis 3 diterima pada tingkat signifikan a = 0,01
  3. Trust  berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty.  Dengan demikian hipotesis keempat, yaitu Trust  berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar  2,388 dengan S.E sebesar  0,073.  Karena CR >  1,96 maka menunjukkan bahwa hipotesis 4 diterima pada tingkat signifikan a = 0,05
  4. Corporate Image   tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Customer Loyalty. Dengan demikian hipotesis kelima, yaitu  Corporate Image  berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty ditolak, yaitu dengan nilai CR positif sebesar  0,951 dengan S.E sebesar  0,083.  Karena CR <  1,645 menunjukkan bahwa hipotesis 5 ditolak pada tingkat signifikan a = 0,01. 6.  Service Quality  berpengaruh positif terhadap Corporate Image.Dengan demikian hipotesis keenam, yaitu  Service Quality  berpengaruh positif terhadap Corporate Image terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar 6,314 dengan S.E sebesar 0,099. Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 6 diterima pada tingkat signifikan a = 0,01.
  5. Switching Cost  berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty.  Dengan demikian hipotesis ketujuh, yaitu Switching Cost  berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar  2,242 dengan S.E sebesar 0,093. Karena CR >  1,96 maka menunjukkan bahwa hipotesis 7 diterima pada tingkat signifikan  a = 0,05.
  6. Service Quality  berpengaruh positif terhadap Switching Cost.  Dengan demikian hipotesis kedelapan, yaitu  Service Quality  berpengaruh positif terhadap Switching Cost terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar 2,891 dengan S.E sebesar 0,104. Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 8 diterima pada tingkat signifikan a = 0,01.

Bagaimana Cara Menyusun Skripsi Pemasaran Dengan Mudah

Bagaimana Cara Menyusun Skripsi Pemasaran Dengan Mudah Bagaimana Cara Menyusun Skripsi Pemasaran Dengan Mudah tesisSkripsi adalah salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana, khususnya sarjana Strata Satu (S1). Tiap mahasiswa yang menempuh pendidtesisikan S1 di perguruan tinggi wajib menyusun skripsi karena ini merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk meraih gelar sarjana. Bagi anda yang mengambil kuliah dengan jurusan ekonomi, ada berbagai macam konsentrasi yang dapat anda pilih untuk dijadikan skripsi, salah satunya adalah bidang pemasaran. Skripsi pemasaran berkaitan dengan bisnis barang dan jasa yang memerlukan pemasaran untuk menunjang kesuksesan dari bisnis tersebut. Biasanya, pemasaran ini juga berkaitan dengan jual beli baik barang maupun jasa.

Dalam menyusun skripsi pemasaran ini, anda dapat menganalisa bisnis kecil, menengah, dan besar yang ada di daerah anda. Strategi pemasaran yang digunakan oleh tiap bidang bisnis berbeda-beda. Anda dapat melakukan wawancara dengan bagian pemasaran atau humas di suatu perusahaan sebagai bahan penelitian anda. Selain itu, anda juga bisa melakukan pengamatan-pengamatan tentang pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan tertentu.

Jika anda menemukan kesulitan dalam menentukan topik untuk skripsi pemasaran, anda dapat mencari beberapa referensi dari skripsi-skripsi yang sudah ada. Beberapa judul skripsi yang mungkin dapat menginspirasi anda antara lain Pengaruh Value Terhadap Repurchase Intention Melalui Customer Satisfaction (2008), Hubungan Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pasien Terhadap Customer Loyality Melalui Switchng Cost (2008), Pelaksanaan pemasaran Langsung Melalui Telepon Pada Citibank Di Jakarta (2000), dan masih banyak lagi contoh-contoh skripsi di bidang pemasaran yang dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi anda dalam menentukan topik skripsi.

Setelah anda menentukan topik yang akan anda bahas dalam skripsi pemasaran anda, langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah membuat judul dan menentukan permasalahan sebagai bahan analisis. Judul skripsi harus berhubungan dengan permasalahan yang anda bahas sehingga antara topik, judul, permasalahan, pembahasan, dan kesimpulan akan saling berkaitan satu sama lain.

Selanjutnya, judul dan permasalahan yang sudah anda buat diajukan lepada dosen pembimbing untuk mendapatkan persetujuan. Setelah mendapat persetujuan dari dosen pembimbing, anda dapat memulai penelitian dan menyusunnya menjadi skripsi yang berkualitas. Dalam proses penyusunan skripsi pemasaran tersebut, anda tetap harus berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Dan jika terdapat kesalahan pada skripsi anda, anda harus melakukan revisi terhadap skripsi tersebut. Setelah skripsi anda dinyatakan layak, anda dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu ujian skripsi. Ujian skripsi ini merupakan salah satu faktor penting yang akan menentukan lulus tidaknya anda dalam meraih gelar sarjana.

Incoming search terms: