Analisis Budidaya Dan Produksi Kayu Sengon

Skripsi Ekonomi~ Analisis Budidtesisaya Dan Produksi Kayu Sengon Sebagai Bahan Baku Plywood Untuk Eksporpada PT. Perkebunan Nusantara XII (PERSERO) Surabaya

budidaya kayu Analisis Budidaya Dan Produksi Kayu Sengon Analisis Budidaya Dan Produksi Kayu Sengon budidaya kayu

Latar Belakang Skripsi 

Dunia usaha, baik barangmaupun jasa selalu dihadapkan dengan persaingan. Untuk mengatasi persaingan, perusahaan menempuh berbagai cara dan strategi untuk menyampaikan hasil produksidengan cepat, tepat, cermat, hemat dan memuaskan ketangan konsumen. Strategi pemasaran juga disesuaikan dengan kemampuan dana perusahaan melalui marketing mix yaitu faktor produk, harga, distribusi dan promosi.Kegiatan pemasaran harus dilakukan sesuai dengan tujuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan yaitu dengan mengadakan kegiatan promosi yang terarah,terencana dan terpadu. Kegiatan promosi harus sejalan dengan rencana pemasaran yang diarahkan dan dikendalikan untuk mengembangkan laju perusahaan.

Promosi yang tidak terkendali akan menurunkan tingkat penjualan, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk promosi merupakan pemborosan, sedangkan saluran distribusi dipakai oleh semua perusahaan untuk memproduksi barang dengan kualitas yang baik, namun banyak pula yang gagal memenuhi target pasarnya. Keadaan ini disebabkan oleh kebijakan distribusi yang kurang tepat sehingga barang yang dihasilkan kurang laku dipasar dan menyebabkan banyak konsumen merasa kurang puas. Dengan demikian,saluran distribusi memiliki peranan penting bagi kelangsungan hidup dan tumbuh perusahaan.

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1.Bagaimana proses Budidaya Kayu Sengon yang dilakukan oleh PT. Perkebunan Nusantara XII (Persero)?

2.Bagaimana proses produksi kayu sengon yang dilakukan oleh PT. Perkebunan Nusantara XII (Persero)?

3.Bagaimana aktivitas Perusahaan eksportir plywood yang bekerja sama denganoleh PT. Perkebunan Nusantara XII (Persero)?

Tujuan Penelitian 

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah adalah untuk mengumpulkan data Budidaya dan produksi kayu sengonbahan baku ekspor plywood sehingga dapat memastikan apakah budidaya kayu sengon dapat diterapkan atau tidak. Komponen utama yang diperlukan untuk menganalisis budidaya dan produksi kayu sengon pada PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) adalah kesesuaian lahan, persiapanlahan tanaman, dan penegolahan komoditi kayu sengon.

Kesimpulan

Berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan, hasil pengamatan, serta analisis yang telah dilakukan oleh penulis selama melaksanakan penelitian di PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) Surabaya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1.Dalam menganalisis budidaya dan produksi komponen yang digunakan PT. Perkebunan Nusantara XII (Persero) adalah kesesuaian lahan, persiapan lahan tanaman,dan penegolahan komoditi kayu sengon. Budidaya adalah penanaman kayu dengan tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki kondisi lingkungan disekitarnya. Dengan penerapan budidaya perkebunan pada penanaman dan pengelolaan budidaya sengon terbukti sangat mendukung dalam keberhasilan pengembangan budidaya sengon di PT Perkebunan Nusantara XII (Persero), sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan selain tanaman perkebunan. Pada akhirnya dapat dibuktikan bahwa pendapatan kayu sebagai pelampung peningkatan keuntungan di tahun 2007 –2008.

2.Kegiatan produksi kayu sengon dimulai dari pemanenan, penanganan pasca panen kayu sengon, dan penilaian tanaman kayu sengon. Pemanenanadalahmemotong pohon tegakan dan memotong batang menjadi bagian-bagian(log) sesuai permintaan dengan tehnik khusus, sehingga diperoleh produksi kayu dalam jumlah optimal. Dilaksanakan pada penjarangan I, penjarangan II dan tebang habis.Biaya investasi dan biaya produksi untuk per hektar pada PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) telah ditetapkan standartnya. Hal tersebut dilakukan untuk memprediksi besarnya pendapatan dan laba yang diperoleh. Selain itu juga dilakukan untuk mengetahui seberapa besar penyimpangan atau ketidak sesuaian antara norma standar fisik dengan realisasi lapangan.

3.Budidaya kayu sengon yang dikembangkan oleh PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) layak untuk dikembangkan. Hal ini dikarenakan hasil yang diperoleh PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) dari budidaya kayu sengon jauh lebih besar dibandingkanjika investasi pada bank. Selain menghasilkan pendapatan yang cukup besar bagi perusahaan, kayu sengon juga banyak dicari. Mengingat industri plywood sedang menurun akibat kelangkaan bahan baku. Adanya investasi kayu sengon di PT Perkebunan Nusantara XII (Persero), dapat membantu menyuplai bahan baku untuk plywood. Dengan demikian industri plywood dapat terus berjalan dan ekspor plywood yang mulai melemah kembali bangkit sehingga dapat meningkatkan devisa Negara, memperlancar arus modal, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia

Incoming search terms:

Analisis Brand Awareness Pada Jasa Pengiriman Barang Pos

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Brand Awareness Pada Jasa Pengiriman Barang PT. Pos Indonesia (PERSERO) Surakarta

posindo1 Analisis Brand Awareness Pada Jasa Pengiriman Barang Pos Analisis Brand Awareness Pada Jasa Pengiriman Barang Pos posindo1

Latar Belakang Skripsi 

Untuk mengetahui kesadaran terhadap produk jasa pengiriman barang   PT. POS INDONESIA, maka  perlu dilakukan pengukuran tingkat kesadaran  merek (Brand Awareness) pada perusahaan tersebut. Brand Awareness menunjukkan kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu. (Aaker dalam Durianto, 2001:4).  Menurut Davidtesis A. Aaker untuk mengukur  Brand Awareness (kesadaran merek) melalui empat tahap yaitu Top of Mind (puncak pikiran),  Brand Recall (pengingatan kembali merek),  Brand Recognition (pengenalan merek) dan  Unaware Brand (tidak menyadari terhadap merek).

Dari pemaparan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk mengukur Brand Awareness didasarkan pada tingkatan Top of Mind, Brand   Recall, Brand Recognition, dan Unaware Brand   produk jasa  pengiriman barang pada PT. POS INDONESIA Surakarta melalui suatu penelitian yang berjudul:  ”ANALISIS  BRAND AWARENESS PADA  JASA PENGIRIMAN BARANG  PT. POS INDONESIA (PERSERO) SURAKARTA”

 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah yang dapat diambil adalah  sebagai berikut: “Bagaimana  brand awareness pada masyarakat terhadap jasa pengiriman barang Kantor Pos Solo diukur  berdasarkan  Top of Mind, Brand Recall, Brand Recognition, dan Brand Unaware?”

Tujuan Penelitian 

Tujuan diadakannya penelitian ini ingin mengetahui Pengukuran Brand awareness dengan Top of Mind, Brand Recall, Brand Recognition, dan Brand Unaware.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan sebelumnya tentang tingkatan  brand awareness jasa pengiriman barang Kantor Pos, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

a. Kesimpulan analisis karakteristik responden dalam penelitian ini mayoritas berjenis kelamin perempuan yaitu sebesar 59% responden, berusia >22 tahun 48% responden, bertempat tinggal di kecamatan Banjarsari 29% responden, dan berprofesi sebagai pelajar/ mahasiswa 49% responden.

Kesimpulan hasil analisis brand awareness sebagai berikut:

1)  Perusahaan jasa pengiriman barang TIKI menempati posisi top of mind yaitu sebesar 67%.

2)  Jasa pengiriman barang Kantor Pos menempati posisi  brand recall yaitu sebesar 36%.

3)  Pada analisis  brand recognition  didapatkan bahwa sebanyak 21% responden yang perlu diingatkan akan keberadaan jasa pengiriman barang Kantor Pos

4)  Pada analisis  unaware of brand terdapat  2% responden yang tidak tahu jasa pengiriman barang Kantor Pos.  Kebanyakan responden paling banyak mengetahui jasa pengiriman barang Kantor Pos dari teman mereka yaitu sebesar 31% responden.

Incoming search terms:

Analisis Brand Liking Dan Brand Loyalty Produk Speedy

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Brand Liking Dan Brand Loyalty Produk Speedy Pada PT. Telkom Surakarta

speedy Analisis Brand Liking Dan Brand Loyalty Produk Speedy Analisis Brand Liking Dan Brand Loyalty Produk Speedy speedy

Latar Belakang Skripsi 

Upaya penciptaan kepuasan dan loyalitas konsumen harus selalu diikuti dengan evaluasi terhadap tingkat kepuasan dan loyalitas yang dicapai oleh konsumen. Hal ini sangat diperlukan karena dengan mengetahui tingkat kepuasan atau loyalitas konsumennya, manajemen perusahaan akan dapat menentukan strategi pemasaran yang akan digunakan pada masa yang akan datang dengan baik. Kecenderungan perkembangan persaingan pemasaran di masa mendatang akan menjadi persaingan antar merek, yaitu suatu persaingan untuk memperoleh dominasi merek.

Merek akan menjadi aset perusahaan yang paling bernilai, karena merek lebih dari sekedar sebuah nama atau sebuah logo seperti sebuah hubungan lebih dari sekedar interaksi (James 2003:314). Untuk itu merek perlu dikelola, dikembangkan, diperkuat dan ditingkatkan kualitasnya sehingga dapat memberikan keuntungan kompetitif yang berkelanjutan. Lebih jauh, sebenarnya merek merupakan nilai tangible dan intangible yang terwakili dalam sebuah  trademark  (merek dagang) yang mampu menciptakan nilai dan pengaruh tersendiri di pasar bila diatur dengan tepat. Bagi perusahaan, salah satu faktor penentu kesuksesan dalam menciptakan kesetiaan merek para pelanggannya adalah kepuasan terhadap kualitas yang diberikan. Dengan demikian, kualitas produk yang baik akan menciptakan, mempertahankan kepuasan serta menjadikan konsumen loyal. Karakteristik konsumen yang loyal salah satunya adalah selalu melakukan pembelian ulang secara terus–menerus.

 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat diketahui masalah penelitiannya adalah bagaimana tingkat loyalitas konsumen terhadap merek speedy pada  PT.Telkom.

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengguna merek speedy dan juga untuk mengetahui bentuk piramidtesisa yang dihasilkan dari hasil analisis brand loyalty dan brand liking. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner, observasi, dan studi pustaka. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Telkom Speedy yang menggunakan Speedy. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Convenience Sampling. Pemilihan dengan menggunkan teknik ini dikarenakan jumlah populasi yang belum diketahui serta berdasarkan ketersediaan elemen dan kemudahan untuk mendapatkan responden yang berada pada tempat dan waktu yang tepat dan juga demi murah dan cepat. Dalam penelitian ini variable demografi menggambarkan pengelompokkan responden berdasarkan jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, jenis pekerjaan.

Kesimpulan

Dalam hal ini mengemukakan kesimpulan mengenai tanggapan konsumen terhadap tingkat loyalitas konsumen speedy pada PT. TELKOM surakarta yang berdasarkan data yang telah diolah pada bab III, serta penulis akan mengemukakan saran-saran pada PT. TELKOM speedy. Kesimpulan dan saran diambil derdasarkan data dan informasi yang diperoleh melalui data kusioner serta tanggapan konsumen sebagai berikut :

  1. Dari tanggapan mengenai variable  demografi  idenditas responden dapat disimpulkan bahwa kebanyakan alasan responden dalam berlengganan adalah karena speedy memberikan fasilitas yang beraneka ragam dan tarif per bulan sesuai kemampuan pengguna. Responden yang menanggapi adalah berjenis kelamin laki-laki 53% memiliki pendidikan terakhir perguruan tinggi 58%, bekerja sebagai Wiraswasta 36%, dan menerima penghasilan lebih dari 2 juta sebesar 32%.
  2. Responden yang menyukai speedy berjumlah  berjumlah 75 responden (75%). Nilai rata-rata responden Telkom speedy pada tingkatan ini  masuk dalam klasifikasi  Likes The Brand tersebut (4,14) masuk dalam kategori baik. Letak nilai rata-rata dapat dilihat dalam gambar skala Likert berikut ini.
  3. Rata-rata responden yang menyukai merek speedy dibandingkan merek lain berjumlah 79 orang (79%). Nilai rata-rata responden yang masuk klasifikasi Likes The Brand tersebut (4,22) termasuk dalam kategori “sangat Baik”.
  4. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa, responden yang memfavoritkan speedy berjumlah 88 orang (88%), dengan begitu dapat disimpulkan speedy difavoritkan oleh responden dan hasil tersebut  masuk dalam kategori “Sangat baik” apabila dilihat menggunakan skala Likert, dan akan sangat berdampak baik untuk kemajuan PT. TELKOM.
  5. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa, responden yang tidak berminat menggunakan speedy berjumlah 3 orang (3%), dengan begitu dapat disimpulkan speedy diminati oleh responden walaupun hasil dalam skala  Likert menunjukan “jelek”, namun dapat dikatakan hasil tersebut sangat baik bagi speedy, karena hanya 3 responden yang menjawab tidak berminat pada speedy.
  6. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa, responden yang sensitive terhadap harga berjumlah 69 orang (69%), dengan begitu dapat disimpulkan harga /tarif per bulan sangat berpengaruh pada penjualan speedy. walaupun hasil  dalam skala  Likert menunjukan “Baik”, namun dapat dikatakan hasil tersebut merupakan hal yang perlu diperhatikan bagi speedy agar tidak kehilangan pelanggan.
  7. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa, responden yang bersedia menggunakan speedy berjumlah 85 orang (85%), dengan begitu dapat disimpulkan banyak responden yang bersedia menggunakan/membeli merek speedy.
  8. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa, responden yang setia menggunakan speedy walaupun ada komentar negatif hanya berjumlah 22 orang (22%),  dengan begitu dapat disimpulkan banyak responden sangat terpengaruh apabila ada komentar negatif tentang speedy, sehingga pihak Telkom harus waspada untuk menjaga nam baik dan menjaga kualitas agar mengurangi berita-berita negatif.

 

Incoming search terms:

Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Nilai Perusahaan

Skripsi Ekonomi Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Leverage Dan Profitabilitas Sebagai Variabel Pemoderasi  (Studi Kasus Pada Perusahaan High Profile yang Terdaftar di BEI)

Nilai perusahaan Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Nilai Perusahaan Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Nilai Perusahaan Nilai perusahaan

 

Latar Belakang Skripsi 

Perusahaan akan mengungkapkan suatu informasi jika informasi tersebut dapat meningkatkan nilai perusahaan. Perusahaan dapat menggunakan informasi tanggung jawab sosial sebagai keunggulan  kompetitif perusahaan. Perusahaan yang memiliki kinerja lingkungan dan sosial yang baik akan direspon positif oleh investor melalui peningkatan harga saham. Apabila perusahaan memiliki kinerja lingkungan dan sosial yang buruk maka akan muncul keraguan dari investor sehingga direspon negatif melalui penurunan harga saham (Rustiarini, 2010).

Belkaoui dan Karpik (1989) menyatakan keputusan untuk mengungkapkan informasi sosial akan mengikuti suatu pengeluaran untuk pengungkapan yang menurunkan pendapatan. Sesuai dengan teori agensi maka manajemen perusahaan dengan tingkat  leverage yang tinggi akan mengurangi pengungkapan tanggung jawab sosial yang dibuatnya agar tidtesisak menjadi sorotan dari debtholders.

Perumusan Masalah

1.   Apakah corporate social responsibility mempengaruhi nilai perusahaan?

2. Apakah  leverage  memoderasi hubungan antara  corporate social responsibility dan nilai perusahaan?

3. Apakah profitabilitas  memoderasi hubungan antara  corporate social responsibility dan nilai perusahaan?

Tujuan Penelitian 

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui:

(1)  Pengaruh  corporate  social responsibility  terhadap  nilai  perusahaan

(2)  Pengaruh  corporate  social  responsibility terhadap  nilai  perusahaan  dengan  leverage  sebagai  variabel  moderasi

(3)  Pengaruh corporate  social  responsibility  terhadap  nilai  perusahaan  dengan  profitabilitas  sebagai variabel  moderasi.

Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengungkapan corporate social responsibility  terhadap nilai perusahaan, serta untuk mengetahui  leverage dan profitabilitas sebagai variabel pemoderasi dalam hubungan  corporate social responsibility dan nilai perusahaan pada perusahaan high profile yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2009. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi sederhana dan regresi berganda dengan menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistics 19. Analisis dan pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut.

1.  Pengungkapan  corporate social responsibility berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

2.  Leverage  sebagai variabel pemoderasi tidak dapat mempengaruhi hubungan corporate social responsibility dan nilai perusahaan.

3.  Profitabilitas sebagai variabel pemoderasi tidak dapat mempengaruhi hubungan antara corporate social responsibility dan nilai perusahaan.

Incoming search terms:

Pengaruh Konservatisme Akuntansi Perusahaan

Skripsi Ekonomi~ Pengaruh Konservatisme Akuntansi, Asset Growth Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Profitabilitas  Masa Depan Perusahaan

akuntansi (1) Pengaruh Konservatisme Akuntansi Perusahaan Pengaruh Konservatisme Akuntansi Perusahaan akuntansi 11

Latar Belakang Skripsi

Fitzsimmons et al.(2005) tingkat pertumbuhan aset merupakan sinyal yang baik yang menunjukkan potensi peningkatan profitabilitas perusahaan. Keputusan investasi yang dilakukan oleh perusahaan diharapkan memberikan dampak positif bagi perusahaan yaitu meningkatnya laba dimasa depan. Apabila keputusan investasi yang dilakukan manajer tepat, maka aliran kas masa depan perusahaan juga tinggi karena  return atas investasi tersebut. Sehingga apabila tingkat pertumbuhan aktiva perusahaan tinggi, investor akan merespon hal tersebut dengan memberikan nilai yang tinggi kepada perusahaan karena berarti akan akan potensi keuntungan dimasa depan yang tinggi pula. Semakin tinggi tingkat pertumbuhan aset semakin tinggi pula laba yang dihasilkan yang berarti semakin tinggi juga profitabilitas perusahaan.  Fairfield  et al.(2002) menyatakan bahwa pertumbuhan perusahaan dapat berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan dimasa depan.

Komponen laba perusahaan berupa akrual dan arus kas dapat digunakan untuk menilai prospek kinerja perusahaan dimasa depan.  Pertumbuhan perusahaan akan dipengaruhi oleh aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Perusahaan yang memiliki aktiva yang besar memiliki banyak dana yang digunakan untuk melakukan investasi baru.  Investasi yang dilakukan perusahaan diharapkan akan dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan dimasa depan. Hal inilah yang  mendasari pemikiran  bahwa ukuran perusahaan akan berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan dimasa depan.

Perumusan Masalah

1.  Apakah konservatisme berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas masa depan perusahaan?

2.  Apakah tingkat pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap profitabilitas masa depan perusahaan?

3.  Apakah  ukuran perusahaan berpengaruh terhadap profitabilitas masa depan perusahaan?

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh konservatisme akuntansi, asset growth dan  ukuran perusahaan terhadap  profitabilitas masa depan perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2006-2008.  Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indoensia.

Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh  konservatisme akuntansi,  asset growth dan  ukuran perusahaan terhadap  profitabilitas masa depan perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2006-2008. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa :

1.  Konservatisme akuntansi berpengaruh terhadap  profitabilitas masa depan perusahaan.  Akrual sebagai proksi konservatisme berpengaruh negatif terhadap profitabilitas masa depan. Perusahaan dengan akrual negatif akan memiliki profitabilitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan perusahaan dengan akrual positif. Hal tersebut berarti perusahaan yang menerapkan akuntansi konservatif akan memiliki profitabilitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan perusahaan yang tidtesisak konservatif. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Ahmed dan Duellman (2007).

2.  Asset growth tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas masa depan perusahaan. Hasil penelitian ini  tidak mendukung hasil penelitian Fairfield et al. (2002).

3.  Ukuran perusahaan  berpengaruh terhadap profitabilitas masa depan perusahaan. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Fitzsimmons et al. (2005).

Incoming search terms: