Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Ikan Lele

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Ikan Lele Di Kabupaten Sukoharjo

ikan lele Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Ikan Lele Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Ikan Lele ikan lele

Latar Belakang Skripsi 

Ikan lele merupakan salah satu komoditas unggulan air tawar yang penting dalam rangka pemenuhan peningkatan gizi masyarakat. Komoditas perikanan ini  mudah dibudidtesisayakan dan harga ikan lele  terjangkau oleh lapisan masyrakarat bawah.  Permintaan lele untuk pasar Jawa Tengah dan Yogyakarta mencapai 20 ton per hari dan untuk pasar Jawa Timur mencapai 30  ton per hari. Dengan demikian prospek pasar lele  dumbo di masa yang akan datang memang menjanjikan yang ditandai dengan permintaan dan harga lele tiap tahunnya cenderung meningkat (Mahyuddin, 2010).

Kabupaten Sukoharjo  merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang mengembangkan budidaya  ikan di kolam dan karamba. Sub Dinas Perikanan,  sebagai dinas terkait pengembangan dan pembinaan perikanan, memiliki tujuan untuk meningkatkan produksi dan konsumsi ikan. Usaha yang telah dilaksanakan,  salah satunya,  adalah  terbentuknya Desa Mina Lele di Kecamatan Nguter. Menurut publikasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan  Provinsi  Jawa Tengah  tahun 2009, Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu sentra produksi ikan lele.

Perumusan Masalah

  1. Bagaimana pengaruh variabel harga ikan lele, harga ikan nila merah, harga daging ayam  ras,  harga  beras  dan  pendapatan per kapita  terhadap permintaan ikan lele di Kabupaten Sukoharjo?
  2. Sejauh mana tingkat  elastisitas permintaan ikan  lele  di  Kabupaten Sukoharjo?

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ikan lele di Kabupaten Sukoharjo dan tingkat kepekaan (elastisitas) permintaan ikan lele di Kabupaten Sukoharjo. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif analitis. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) yaitu di Kabupaten Sukoharjo. Data yang digunakan adalah  time series  selama 16 tahun dari tahun 1995-2010.

Kesimpulan

Penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ikan lele di Kabupaten Sukoharjo ini menghasilkan beberapa kesimpulan :

  1. Harga ikan lele, harga ikan nila merah, harga  daging ayam ras, harga beras dan  pendapatan per  kapita adalah faktor-faktor yang secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap permintaan ikan lele di Kabupaten Sukoharjo.  Harga beras dan pendapatan per kapita secara parsial signifikan  terhadap permintaan ikan lele di Kabupaten Sukoharjo sampai pada tingkat kepercayaan 99%. Harga ikan lele signifikan terhadap  permintaan ikan lele di Kabupaten Sukoharjo  sampai pada tingkat kepercayaan 95%. Harga daging ayam ras  signifikan terhadap permintaan ikan lele di Kabupaten Sukoharjo  sampai pada tingkat kepercayaan 90%.  Sedangkan  variabel  seperti harga  ikan nila merah secara parsial tidak memiliki hubungan yang nyata terhadap permintaan ikan lele di Kabupaten Sukoharjo.
  2. Permintaan ikan lele bersifat  elastis  karena ikan lele memiliki banyak subtitusi. Nilai elastisitas silang dengan harga  ikan nila merah dan harga daging ayam ras  bertanda positif yang berarti kedua bahan pangan tersebut merupakan subtitusi  ikan lele. Nilai elastisitas positif pada harga beras menjelaskan bahwa beras bukan bahan pangan pelengkap dari  ikan lele.  Nilai elastisitas pendapatan bertanda positif  yang menunjukkan bahwa ikan lele adalah barang normal (kebutuhan pokok).
Incoming search terms:

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Produksi Industri

Skripsi Ekonomi~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Hasil Produksi Industri Pande Besi  Di Kabupaten Klaten

produksi besi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Hasil Produksi Industri Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Hasil Produksi Industri produksi besi

Latar Belakang Skripsi 

Harapan bahwa pertumbuhan yang pesat dari sektor industri modern akan dapat menyeleseikan masalah kemiskinan dan pengangguran secara tuntas ternyata masih berada pada rentang perjalanan panjang.  Sektor industri mempunyai andil di dalam penyediaan lapangan kerja, meski masih didtesisominasi oleh sektor pertanian.  Salah satu sebab kesempatan kerja pada sektor industri relatif padat modal. Tetapi hal ini merupakan konsekuensi logis jika pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai.

Industri berperan sebagai sektor pemimpin dalam arti bahwa pembangunan industri juga akan memicu dan mengangkat pembangunan sektor-sektor seperti sektor pertanian dan sektor jasa.  Dengan pertumbuhan ekonomi yang  pesat akan meningkatkan sektor pertanian untuk menyediakan bahan baku bagi industri. Dengan demikian, sektor jasa pun akan berkembang dengan adanya industrialisasi tersebut.  Misalnya, berdirinya lembaga-lembaga pemasaran, periklanan dan sebagainya yang dapat mendukung pertumbuhan industri (Lincolyn Arsyad 1998:168-169).

Perumusan Masalah 

1.  Bagaimanakah pengaruh faktor produksi modal, tenaga kerja, bahan baku dan bahan penolong terhadap hasil produksi pada industri pande besi di Kabupaten Klaten?

2.  Bagaimana skala hasil produksi dari industri pande besi di Kabupaten Klaten?

3.  Bagaimana kategori usaha pande besi di Kabupaten Klaten termasuk padat modal atau padat karya?

Tujuan Penelitian 

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui  pengaruh faktor produksi modal, tenaga kerja, bahan baku dan bahan penolong terhadap hasil produksi pada industri pande besi di Kabupaten Klaten dan keadaan skala hasil produksi yang terjadi. Selaim itu juga dirumuskan termasuk dalam kategori usaha yang padat modal atau padat karyakah industri pande besi di Kabupaten Klaten. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan-masukan bagi pihak yang memerlukan. Sampel yang digunakan sebanyak 75 responden yang diambil dengan menggunakan metode  stratified random sampling.

Kesimpulan 

1. Dari hasil estimasi diperoleh nilai koefisien regresi variabel modal adalah 0,2443 dan besarnya probabilitas tingkat signifikansi 0,0000 yang berarti koefisien regresi variabel modal tersebut signifikan pada tingkat ?=5% dan terdapat pengaruh yang positif antara variabel dependen(hasil produksi) dengan variabel independen(modal).

3.  Dari hasil estimasi diperoleh nilai koefisien regresi variabel tenaga kerja adalah 0,3104 dan besarnya probabilitas tingkat signifikansi 0,0000. Yang berarti koefisien regresi variabel tenaga kerja tersebut signifikan pada tingkat ?=5% dan terdapat pengaruh yang positif antara variabel dependen(hasil produksi) dengan variabel independen(tenaga kerja).

4.  Dari hasil estimasi diperoleh nilai koefisien regresi variabel bahan baku adalah 0,0924 dan besarnya probabilitas tingkat signifikansi 0,0001. Yang berarti koefisien regresi variabel bahan baku tersebut signifikan pada tingkat ?=5% dan terdapat pengaruh yang positif antara variabel dependen(hasil produksi) dengan variabel independen(bahan baku).

5.  Dari hasil estimasi diperoleh nilai koefisien regresi variabel bahan penolong adalah 0,0766 dan besarnya probabilitas tingkat signifikansi 0,0067. Yang berarti koefisien regresi variabel modal tersebut signifikan pada tingkat ?=5% dan terdapat pengaruh yang positif antara variabel dependen(hasil produksi) dengan variabel independen(bahan penolong).

6.  Dan uji F diperoleh nilai Fhitung 12380,19 sehingga dari hasil uji F menunjukkan bahwa hasil estimasi dari model yang digunakan cukup baik pada tingkat signifikansi 5%. Sedangkan besarnya R2 adalah 0,9986 yang menunjukkan adanya variasi variabel modal, tenaga kerja, bahan baku dan bahan penolong sebesar  99% sedangkan sisanya 1% dipengaruhi oleh variasi variabel diluar model ini. Di sisi lain dari hasil uji ekonometrika menunjukkan bahwa hasil estimasi dari model regresi tidak terjadi masalah gangguan multikolinearitas, heteroskedastisitas.

7.  Skala usaha yang terjadi dapat dilihat dari jumlah koefisien regresi  dari variabel-variabel independen yang mempengaruhi. Jumlah dari koefisien regresi variabel independen (modal, tenaga kerja, bahan baku dan bahan penolong) sebesar 0,7237 < 1, yang berarti skala usaha yang terjadi adalah decreasing return to scale.

8.  Industri pande besi di Kabupaten Klaten termasuk kategori industri padat karya, hal ini dapat dilihat dari perbandiingan nilai koefisien regresi variabel modal dengan variabel tenaga kerja. Dari hasil olah data diketahui nilai koefisien regresi variabel modal adalah 0,2443 lebih kecil dari nilai koefisien regresi variabel tenaga kerja 0,3104.

Incoming search terms:

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dividen Kas Di BEI

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Dividtesisen Kas Pada Perusahaan Manufaktur  Di Bursa Efek Indonesia

bursa efek Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Dividen Kas Di BEI Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Dividen Kas Di BEI bursa efek

Latar Belakang Skripsi 

Pembayaran dalam bentuk tunai lebih banyak diinginkan investor daripada dalam bentuk lain, karena pembayaran dividen tunai membantu mengurangi ketidakpastian dalam melaksanakan aktivitas investasinya pada suatu perusahaan. Demikian pula, stabilitas dividen yang dibayarkan juga akan mengurangi ketidakpastian dari profitabilitas perusahaan, sehingga stabilitas dividen juga merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan oleh manajemen perusahaan (Hidayati, 2006). Investor mengharapkan dalam mendapatkan tingkat kembalian (return) baik berupa dividen maupun capital gain  yang  didasarkan pada hasil atau kinerja yang telah dicapai oleh perusahaan yang tercermin dalam laporan keuangan yang dipublikasikan.  Kebijakan apapun yang ditempuh oleh manajemen perusahaan, bagi investor tidak terlalu dipertimbangkan, karena kebijakan manajemen hanya dapat diketahui oleh pihak intern perusahaan. Bagi investor yang terpenting adalah melihat bagaimana perkembangan perusahaan terutama dari kinerja keuangannya.

Perumusan Masalah

Perumusan masalah  yang akan diuji dalam penelitian  ini adalah sebagai berikut ini.

1.  Apakah ada pengaruh yang signifikan Profitabilitas, Likuiditas, dan Investement  Opportunity  Set  (IOS) baik secara parsial maupun secara simultan terhadap dividen kas pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI)?

2.  Manakah diantara variabel Profitabilitas, Likuiditas, dan  Investement Opportunity Set  (IOS) yang paling dominan mempengaruhi  dividen  kas pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI)?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen kas pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia tahun 2008. Variabel-variabel yang mempengaruhinya yaitu profitabilitas (ROE), likuiditas (QR), dan Investment Opportunity Set (IOS). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang sahamnya terdaftar  di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2008 sesuai dengan publikasi dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) tahun 2008 sejumlah 141 perusahaan, dengan diperoleh perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian sebanyak 50 perusahaan. Metode analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda.

Kesimpulan Berdasarkan pada analisis data dan uji hipotesis penelitian serta pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:

1.  Secara  parsial variabel profitabilitas (ROE)  dan  likuiditas (QR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen kas, sedangkan  set kesempatan investasi/IOS (MVEBVE) tidak berpengaruh secara signifikan. Hasil penelitian ini mendukung penelitian  Suharli (2007), Juma’h (2008), serta Vianita dan Amperaningrum (2009) yang menyatakan bahwa profitabilitas dan likuiditas berpengaruh terhadap kebijakan dividen kas. Namun penelitian atas variabel IOS (MVABVE) tidak mendukung penelitian sebelumnya yaitu Tjandra (2005).

2.  Secara simultan variable ROE, QR dan IOS (MVEBVE) berpengaruh terhadap dividen kas. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa ROE adalah variable yang paling berpengaruh terhadap dividen tunai. Hasil penelitian ini mendukung penelitian  Tjandra (2005) serta Suharli (2007) dimana kebijakan jumlah pembagian dividen perusahaan dipengaruhi oleh provitabilitas dan diperkuat oleh likuiditas perusahaan.

Skripsi Ekonomi- Analisis Biaya Saluran Distribusi

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Biaya Saluran Distribusi Pada PT. Kusumahadi Santosa (Studi Pada Divisi Pemasaran II)

distribusi buku Skripsi Ekonomi- Analisis Biaya Saluran Distribusi Skripsi Ekonomi- Analisis Biaya Saluran Distribusi distribusi buku

Latar Belakang Skripsi 

PT. Kusumahadi Santosa dalam pendistribusian produknya menggunakan saluran distribusi langsung, yaitu menyalurkan langsung barang hasil produksinya kepada konsumen. Dalam penggunaan saluran distribusi, perusahaan harus mencari biaya yang paling murah serta menghasilkan volume penjualan yang meningkat. Apabila tercapai keselarasan dalam penggunaan saluran distribusi, sehingga tercipta penjualan produk yang maksimal. Dan tidtesisak mengakibatkan konsumen beralih memakai produk dari pesaing.

Dalam mendistribusikan produknya PT. Kusumahadi Santosa bekerjasama dengan beberapa perusahaan ekspedisi. Perusahaan ekspedisi yang diajak bekerjasama adalah PT. Setia Jati Baru, PT. INDEX Transport dan PT. Kobra Ekspress. Dari ketiga perusahaan itu memiliki beberapa perbedaan, baik dari segi pelayanannya maupun dari segi biaya.

 Rumusan Masalah 

1. Bagaimana nilai efisiensi dari tiap perusahaan ekspedisi yang digunakan oleh PT. Kusumahadi Santosa ?

2. Perusahaan ekspedisi mana yang paling efisien dalam mendistribusikan produk dari PT. Kusumahadi Santosa?

3. Sejauh mana keeratan hubungan antara biaya distribusi dengan volume penjualan?

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui efisiensi dari saluran distribusi yang digunakan oleh PT. Kusumahadi Santosa dan untuk mengetahui saluran distribusi mana yang lebih efisien dalam mendistribusikan produk dari PT. Kusumahadi Santosa serta untuk mengetahui sejauh mana keeratan hubungan antara biaya distribusi dengan volume penjualan. Pada penelitian kali ini penulis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, yaitu analaisis data yang digunakan untuk mendapatkan gambaran secara jelas mengenai objek penelitian dalam kegiatan ini yakni PT. 

Kesimpulan 

Berdasarkan uraian dan hasil analisis terhadap data yang diperoleh dari PT. Kusumahadi Santosa tentang data distribusi yang dilakukan perusahaan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

1. Untuk menyalurkan produknya ke wilayah dalam negeri PT. Kusumahadi Santosa menggunakan saluran distribusi langsung.

2. Penyaluran barang di PT. Kusumahadi Santosa bekerjasama dengan perusahaan – perusahaan ekspedisi. Perusahaan –perusahaan ekspedisi yang diajak bekerjasama yakni PT. Setia Jati Baru, PT. INDEX Transport dan PT. Kobra Ekspress.

3. Daerah distribusi dalam negeri PT. Kusumahadi Santosa adalah Jakarta, Bandung dan Bali.

4. Dengan analisis dari data penjualan dan biaya distribusi selama

6 bulan terakhir, maka didapat nilai efisiensi dari masing –masing perusahaan ekspedisi sebagai berikut :

  • · PT. Setia Jati Baru adalah 1,73%
  • · PT. INDEX Transport adalah 1,75%
  • · PT. Kobra Ekspress adalah 1,95%

5. Dari rata – rata efisiensi diatas maka dapat dilihat bahwa PT. Setia Jati Baru memiliki nilai rata – rata efisiensi sebesar 1,73%, dimana nilai efisiensinya paling kecil diantara ketiga perusahaan ekspedisi yang digunakan oleh PT. Kusumahadi Santosa. Hal ini menunjukkan bahwa PT. Setia Jati Baru yang paling efisien dalam mendistribusikan produk dari PT. Kusumahadi Santosa.

6. Sementara itu PT. Kobra Ekspress kurang efisien untuk mendistribusikan produk dari PT. Kusumahadi Santosa. Hal ini karena biaya distribusi yang diterapkan oleh PT. Kobra Ekspress sangat tinggi bila dibanding dengan PT. Setia Jati Baru dan PT. INDEX Transport. Kurang efisiensinya PT. Kobra Ekspress juga dapat dilihat dari nilai rata – rata efisiensinya yang menunjukkan nilai 1,95%, yakni nilai efisiensi terbesar diantara ketiga perusahaan ekspedisi yang digunakan oleh PT. Kusumahadi Santosa.

7. Dari analisis korelasi biaya distribusi dan volume penjualan pada PT. Kusumahadi Santosa didapatkan hasil 0.947. Angka tersebut menunjukkan bahwa biaya distribusi memiliki hubungan yang sangat erat dan berpengaruh positif pada volume penjualan.

 

Skripsi Ekonomi- Analisis Biaya Saluran Distribusi

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Biaya Saluran Distribusi Pada PT. Tunggal Dara Indonesia Wonogiri

distribusi buku Skripsi Ekonomi- Analisis Biaya Saluran Distribusi Skripsi Ekonomi- Analisis Biaya Saluran Distribusi distribusi buku

Latar Belakang Skripsi 

Melihat kondisi persaingan yang semakin ketat, saluran distribusi merupakan salah satu faktor yang tidtesisak boleh dabaikan. Pemilihan saluran distribusi merupakan suatu masalah yang sangat penting, sebab kesalahan yang  dilakukan perusahaan dalam memilih saluran distribusi akan memperlambat atau bahkan menghentikan saluran perpindahan barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Karena pengaruh saluran distribusi sangat besar terhadap kelancaran penjualan, maka masalah saluran distribusi tidak boleh diabaikan dan harus betul  – betul dipertimbangkan.

Untuk menetapkan volume penjualan, perusahaan harus menetapkan saluran distribusi yang digunakan. Saluran distribusi mempunyai arti seperangkat lembaga yang melakukan semua kegiatan yang digunakan untuk saluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Saluran distribusi dibagi 2 yaitu : saluran distribusi langsung dan saluran distribusi tidak langsung. Saluran distribusi langsung adalah penyampaian barang atau jasa kepada konsumen yang dilakukan sendiri oleh produsen. Sedangkan saluran distribusi tidak langsung adalah penyampaian barang atau jasa kepada konsumen yang dilakukan produsen dengan bantuan pihak lain.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, penulis dapat mengambil rumusan masalah sebagai berikut :

  1. Saluran distribusi apakah yang lebih efisien yang digunakan oleh PT. Tunggal Dara Indonesia ?
  2. Berapa besar pengaruh biaya saluran distribusi terhadap volume penjualan tiket pada PT. Tunggal Dara Indonesia ?

Tujuan Penelitian 

Distribusi merupakan jalur yang dipakai oleh suatu perusahaan untuk menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Sarana dan prasarana distribusi yang digunakan oleh suatu perusahaan mempengaruhi cepat tidaknya barang atau jasa sampai ke tangan konsumen. Untuk itu suatu perusahaan harus memilih saluran distribusi yang tepat agar dapat meningkatkan volume penjualan dan tingkat pengembalian laba yang tinggi.

Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui sejauh manakah keefektifan dan keefisienan saluran distribusi terhadap volume penjualan pada PT. Tunggal Dara Indonesia.

Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada PT. Tunggal Dara Indonesia, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut  :

  1. PT. Tunggal Dara Indonesai dalam menyalurkan jasanya menggunakan dua saluran distribusi yaitu saluran distribusi langsung dan tidak langsung, dimana saluran distribusi langsung berarti PT. Tunggal Dara Indonesia menyalurkan jasnya langsung kepada konsumen akhir, sedangkan saluran distribusi tidak langsung PT. Tunggal Dara Indonesia menggunakan perantara berupa agen.
  2. Daerah pemasaran jasa PT. Tunggal Dara Indonesia meliputi wwilayah yang temasuk dalam Eks Karesidenan Surakarta, Pacitan, Ponorogo, Salatiga dan Jakarta.
  3. Dari hasil penelitian dengan menggunakan analisis return of investment, saluran distribusi langsung lebih efisien dan menghasilkan laba lebih tinggi dan lebih besar dalam menghasilkan tingkat pengembalian daripada saluran distribusi tidak langsung
  4. Dari hasil analisa menggunakan analisis efisiensi biaya distribusi dapat disimpulkan bahwa saluran distribusi langsuung lebih efisien dibandingkan dengan saluran distribusi tidak langsung.
Incoming search terms: