Skripasi Ekonomi- Loyalitas Konsumen GSM Prabayar

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Anteseden Loyalitas Konsumen GSM Prabayar di Surakarta (studi pada mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Sebelas Maret)

GSM prabayar Skripasi Ekonomi- Loyalitas Konsumen GSM Prabayar Skripasi Ekonomi- Loyalitas Konsumen GSM Prabayar GSM prabayar

 Latar Belakang Skripsi :

Sebagai perusahaan penyedia layanan telekomunikasi (GSM Prabayar) maka perusahaan perlu memusatkan perhatiannya tidtesisak hanya pada bagaimana cara untuk menarik konsumen atau pengguna baru, melainkan bagaimana untuk menjalin dan mempertahankan konsumen yang sudah ada dalam jangka waktu yang lama, mengingat persaingan diantara perusahaan penyedia layanan telekomunikasi (GSM Prabayar) semakin ketat. Cara terbaik untuk mendapatkan dan memelihara konsumen secara konstan menggambarkan bagaimana cara memberi mereka lebih (Kotler, 2003). Pelayanan yang baik membuat konsumen dapat merasakan kepuasan yang lebih dan sebaliknya tanpa pelayanan yang baik konsumen akan merasakan ada kekurangan dalam berbelanja atau membeli barang dan jasa meskipun harga yang bisa diperoleh lebih rendah (Kotler, 2003).

Salah satu fokus yang menjadi tolak ukur keberhasilan pemasaran perusahaan adalah bagaimana suatu perusahaan mampu menjadi loyalitas dari konsumennya. Seorang konsumen yang loyal menjadi aset yang sangat bernilai bagi perusahaan. Dipertahankannya konsumen yang loyal dapat mengurangi usaha mencari konsumen baru yang berarti memberikan umpan balik positif kepada perusahaan. Perusahaan dapat lebih melakukan penghematan biaya dalam mempertahankan konsumen yang lama daripada mencari konsumen baru.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas, maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Apakah service quality berpengaruh terhadap customer loyalty ?
  2. Apakah service quality berpengaruh terhadap trust ?
  3. Apakah trust berpengaruh terhadap switching cost ?
  4. Apakah trust berpengaruh terhadap customer loyalty?
  5. Apakah corporate image berpengaruh terhadap customer loyalty ?
  6. Apakah service quality berpengaruh terhadap corporate image ?
  7. Apakah switching cost berpengaruh terhadap customer loyalty ?
  8. Apakah service quality berpengaruh terhadap switching cost ?

Tujuan Penelitian

penelitian ini dilakukan dengan tujuan ingin mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi Customer loyality pada GSM prabayar.

Kesimpulan

Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Aydin dan Ozer (2005). Hasil pengujian goodness-of-fit atas model yang diajukan menunjukkan hasil yang baik. Berikut ini adalah urutan hasil pengukuran model penelitian ini: c2 = 417,203; probabilitas = 0,000; RMSEA = 0,047; GFI = 0,870 ; AGFI = 0,843; CMIN/DF = 1,434; TLI = 0,915; NFI= 0,789; CFI = 0,924; IFI = 0,925. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua hipotesis yang diajukan mendukung penelitian yang dilakukan oleh Aydin dan Ozer (2005), yaitu sebagai berikut:

  1. Service Quality berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty. Dengan demikian hipotesis pertama, yaitu Service Quality positif terhadap Customer Loyalty terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar  3,090 dengan S.E sebesar 0,111. Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 1 diterima pada tingkat signifikan  a = 0,01.
  2. Service Quality berpengaruh positif terhadap Trust.  Dengan demikian hipotesis kedua, yaitu Service Quality berpengaruh positif terhadap Trust terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar  6,589 dengan S.E sebesar  0,106.  Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 2 diterima pada tingkat signifikan a = 0,01. 3.  Trust  berpengaruh positif terhadap Switching Cost.  Dengan demikian hipotesis ketiga, yaitu  Trust   berpengaruh positif terhadap Switching Cost terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai positif sebesar  3,623 dengan S.E sebesar  0,090.  Karena CR > 2,56 menunjukkan bahwa hipotesis 3 diterima pada tingkat signifikan a = 0,01
  3. Trust  berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty.  Dengan demikian hipotesis keempat, yaitu Trust  berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar  2,388 dengan S.E sebesar  0,073.  Karena CR >  1,96 maka menunjukkan bahwa hipotesis 4 diterima pada tingkat signifikan a = 0,05
  4. Corporate Image   tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Customer Loyalty. Dengan demikian hipotesis kelima, yaitu  Corporate Image  berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty ditolak, yaitu dengan nilai CR positif sebesar  0,951 dengan S.E sebesar  0,083.  Karena CR <  1,645 menunjukkan bahwa hipotesis 5 ditolak pada tingkat signifikan a = 0,01. 6.  Service Quality  berpengaruh positif terhadap Corporate Image.Dengan demikian hipotesis keenam, yaitu  Service Quality  berpengaruh positif terhadap Corporate Image terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar 6,314 dengan S.E sebesar 0,099. Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 6 diterima pada tingkat signifikan a = 0,01.
  5. Switching Cost  berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty.  Dengan demikian hipotesis ketujuh, yaitu Switching Cost  berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar  2,242 dengan S.E sebesar 0,093. Karena CR >  1,96 maka menunjukkan bahwa hipotesis 7 diterima pada tingkat signifikan  a = 0,05.
  6. Service Quality  berpengaruh positif terhadap Switching Cost.  Dengan demikian hipotesis kedelapan, yaitu  Service Quality  berpengaruh positif terhadap Switching Cost terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar 2,891 dengan S.E sebesar 0,104. Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 8 diterima pada tingkat signifikan a = 0,01.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *