Skripasi Ekonomi- Brand Equity Dengan Customer Loyalty

Skripasi Ekonomi ~ Analisis Anteseden Green Brand Equity Hubungannya Dengan Customer Loyalty ( Studi Kasus Pada Konsumen Sepeda Motor Honda di Kota Solo)

logo honda Skripasi Ekonomi- Brand Equity Dengan Customer Loyalty Skripasi Ekonomi- Brand Equity Dengan Customer Loyalty logo honda

Latar Belakang Skripsi :

Sudah sejak lama produsen dan industri,  baik di negara maju maupun negara berkembang  tidtesisak memperhitungkan lingkungan sebagai salah satu faktor  dari proses produksinya. Air, udara, tanah, hutan, tambang dianggap sebagai yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya tanpa perlu memikirkan usaha  untuk melestarikannya. Akibatnya, tekanan terhadap lingkungan menjadi besar dan mempengaruhi keseimbangan alam. Bencana alam, perubahan iklim, pemanasan global dan pencemaran merupakan harga yang harus ditanggung masyarakat dari aktivitas industri di atas.

Kesadaran bahwa lingkungan harus pula dihargai mencuat sejak diperkenalkannya  Environmental Impact Assessment  (EIA) di Amerika sekitar tahun 1970-an, yang mewajibkan dimasukkannya perhitungan atas lingkungan bagi setiap rencana kegiatan yang diperkirakan berdampak besar (adverse impact) terhadap lingkungan. Konsep menginternalkan harga (cost) lingkungan dalam suatu produksi dilanjuti pula dalam konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) di tahun 1987. Di Indonesia,  kedua konsep di atas terinternalisasi dalam Undang-Undang No. 4 tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan.

Rumusan Masalah

  1. Apakah Green Brand Image mempunyai hubungan dengan Green Satisfaction?
  2. Apakah Green Brand Image mempunyai hubungan dengan Green Trust?
  3. Apakah  Green Brand Image  mempunyai hubungan ke  Green Brand Equity?
  4. Apakah Green Satisfaction Mempunyai hubungan dengan Green Brand Equity? 5.  Apakah Green Trust mempunyai hubungan dengan Green Brand Equity?
  5. Apakah  Green Trust  mempunyai hubungan dengan  Customer Loyalty?
  6. Apakah  Green Brand Equity  mempunyai hubungan dengan Customer Loyalty??
  7. Apakah  Green Satisfaction  mempunyai hubungan dengan Customer Loyalty?

Tujuan Penelitian 

Penelitian  ini  bertujuan untuk menguji model kausal yang diharapkan mampu menjelaskan pengaruh  anteseden Green brand equity  hubungannya dengan Customer loyalty.  Data  diambil  melalui  penyebaran kuesioner langsung kepada  180 responden yang memenuhi kriteria, yaitu (1) Masyarakat yang berdomisili di Kota Solo, (2) Memiliki  sepeda motor Honda, (3)  Memiliki pengalaman menggunakan produk sepeda motor Honda.  Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan  nonprobability sampling  yaitu  purposive sampling.  Hal ini bertujuan untuk menjamin keakuratan data yang dikumpulkan.

Simpulan

Simpulan penelitian dimaksudkan untuk mempermudah pemahaman mengenai hasil dari penelitian ini. Dalam sub bab ini akan dipaparkan secara singkat mengenai hasil penelitian.

  1. Green brand image secara positif berhubungan dengan green satisfaction karena  Brand Image  adalah determinan yang penting dari  Customer Satisfaction.  Perusahaan menginvestasikan banyak usaha untuk meningkatkan brand image, bukan hanya untuk menghindari protes karena masalah lingkungan atau hukuman namun juga dapat untuk meningkatkan kepuasan konsumen akan environmental desires, sustainable expectation, dan green needs.
  2. Green brand image secara positif berhubungan dengan green trust, karena dapat mengikis resiko yang dibayangkan oleh konsumen dan secara simultan meningkatkan kemungkinan terjadinya pembelian di saat transaksi berlangsung.  Pengaruh positif tersebut menandakan semakin tinggi  Green Brand Image  Honda, semakin tinggi juga  Green konsumen. Sebaliknya, semakin rendah  Green Brand Image  Honda semakin rendah juga Green Trust konsumen.
  3. Green Brand Image  secara positif berhubungan dengan  Green Brand Equity.  Pengaruh positif tersebut menandakan bahwa semakin tinggi Green Brand Image  Honda, semakin tinggi juga  Green Brand Equity Honda. Sebaliknya, bila Green Brand Image Honda rendah, maka semakin rendah juga Green Brand Equity dari Honda.
  4. Green satisfaction secara positif berhubungan dengan green brand equity, karena Satisfaction (kepuasan) adalah tingkat kesenangan yang didapatkan setelah mengkonsumsi suatu produk di mana hal ini dapat memenuhi keinginan, hasrat, dan tujuan konsumen. Pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi  Green Satisfaction  akan mengakibatkan  Green Brand Equity yang tinggi. Sebaliknya, semakin rendah Green Satisfaction, maka akan mengakibatkan Green Brand Equity yang semakin rendah.
  5. Green Trust  secara positif berhubungan dengan  Green Brand Equity, karena  trust  dianggap sebagai sebuah strategi penerapan di dalam ranah pemasaran dan bahan dasar yang paling penting di dalam kesuksesan sebuah hubungan. Pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi Green Trust,  akan mengakibatkan meningkatnya  Green Brand equity  Honda. Sebaliknya semakin rendah Green Trust, maka akan mengakibatkan Green Brand equity yang rendah pula.
  6. Green Satisfaction  secara positif berhubungan dengan Customer Loyalty, karena  Satisfaction  itu unik dibandingkan dengan konsep lain yang trust mempunyai kedekatan, seperti kualitas, loyalitas, dan sikap, dan telah dihipotesiskan di dalam literatur karena mempunyai pengaruh kepada Customer Loyalty.  Pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi Green Satisfaction  konsumen,  maka akan semakin tinggi  Customer Loyalty. Sebaliknya semakin rendah  Green Satisfaction,  maka akan mengakibatkan Customer Loyalty yang rendah pula.
  7. Green Trust secara positif berhubungan dengan Customer Loyalty, karena Trust  sebagai kemauan untuk bersandar pada pasangan berjual beli di mana salah satu dari mereka mempunyai kepercayaan diri.  Pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi  Green Trust  konsumen,  akan mengakibatkan Customer Loyalty yang tinggi. Sebaliknya semakin rendah Green Trust, maka akan mengakibatkan  Customer Loyalty  yang rendah pula.
  8. Green Brand Equity secara positif berhubungan dengan Customer Loyalty, karena brand equity merupakan efek pembeda yang pengetahuan terhadap merek berada dalam respon konsumen pada pemasaran suatu produk. Pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi  Green Brand Equity konsumen, akan mengakibatkan Customer Loyalty yang tinggi. Sebaliknya semakin rendah Green Brand Equity, maka akan mengakibatkan Customer Loyalty yang rendah pula.
  9. Green satisfaction,  dan  Green trust  mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap Behavioural loyalty. Green satisfaction, Green trust,  dan Green brand equity mempunyai hubungan yang positif dengan Attitudinal loyalty.  Dari hubungan dua model ini, dapat diartikan bahwa ketiga variabel mempunyai hubungan positif dengan  Customer loyalty,  namun green satisfaction dan green trust mempunyai hubungan yang paling kuat.
  10. Hubungan positif antara  Green Brand Image  dan  Green Brand Equity dimediasi oleh Green satisfaction  dan Green Trust,  dengan Green Trust sebagai variabel mediasi yang mempunyai pengaruh paling kuat. Hal ini menjelaskan bahwa untuk membentuk ekuitas merek yang kuat diperlukan citra yang positif terhadap sebuah merek, yang dimediasi oleh kepuasan dan terutama kepercayaan pelanggan terhadap sebuah merek.
  11. Hubungan positif antara  Green Satisfaction  dan  Green Trust  dengan Costumer Loyalty  dimediasi oleh  Green Brand Equity. Hal ini menjelaskan bahwa utuk membentuk loyalitas konsumen diperlukan kepuasan dan kepercayaan yang positif dari konsumen yang dimediasi oleh ekuitas merek yang kuat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *