Analisis Persepsi Konsumen Dalam Memilih Layanan Telekomunikasi

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Konsumen Dalam Memilih Layanan Telekomunikasi (studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi UNS)

layanan telekomunikasi Analisis Persepsi Konsumen Dalam Memilih Layanan Telekomunikasi Analisis Persepsi Konsumen Dalam Memilih Layanan Telekomunikasi layanan telekomunikasi

Latar Belakang Skripsi 

Telepon menyediakan interaksi sosial yang tak terbatas antara individtesisu, grup, organisasi, begitu juga dengan pemerintah. Bahkan, membuat dan mengoperasikan secara luas jaringan internasional yang mengikat bangsa, budaya, kasta, keyakinan, identitas bangsa, dan bisnis (Deutsch, 1953). Penataan ulang teknologi telekomunikasi  tradisional menuju jaringan informasi  bertingkat membuatnya mampu  untuk berkomunikasi dalam berbagai bentuk informasi (Melody, 2003).

Lingkungan persaingan  industri telekomunikasi global sekarang ini berpusat pada aktivitas pasar yang bertujuan untuk memperoleh keunggulan kompetitif melalui kombinasi strategi sumber daya, serta menghadirkan berbagai macam produk sesuai kondisi geografis (Chan-Olmstead dan Jamison, 2001). Perubahan fenomena global sektor telekomunikasi tentang

Perumusan Masalah

Berdasarkan permasalahan yang ada dalam latar belakang masalah, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

  1. Apakah  kualitas pelayanan  mempengaruhi  persepsi konsumen dalam memilih layanan telekomunikasi?
  2. Apakah harga mempengaruhi persepsi konsumen dalam memilih  layanan telekomunikasi?
  3. Apakah kualitas dan ketersedian  produk  mempengaruhi persepsi konsumen dalam memilih layanan telekomunikasi?
  4. Apakah promosi  mempengaruhi  persepsi konsumen dalam memilih layanan telekomunikasi?

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang hendak dicapai dari adanya kegiatan penelitian ini adalah ingin mengetahui hal apa sajakah yang mempengaruhi konsumen dalam pemilihan layanan telekominikasi.

Kesimpulan

Berdasarkan permasalahan dan pembahasan yang telah dilakukan dan telah dipaparkan  sebelumnya mengenai analisis  faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi konsumen dalam memilih layanan telekomunikasi dengan  sampel mahasiswa non-reg Fakultas Ekonomi UNS, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

  1. Kualitas pelayanan  berpengaruh positif  terhadap  persepsi konsumen. Semakin tinggi kualitas pelayanan yang dirasakan, membentuk  persepsi positif di benak konsumen.
  2. Harga  berpengaruh positif  terhadap  persepsi konsumen.  Semakin baik manfaat harga yang dirasakan, membentuk persepsi positif dibenak konsumen.
  3. Kualitas dan ketersediaan produk  berpengaruh positif  terhadap  persepsi konsumen.  Kesesuaian dan kemudahan dalam mengkonsumsi produk, membentuk persepsi positif di benak konsumen.
  4. Promosi  berpengaruh positif  terhadap  persepsi konsumen.  Komunikasi dalam penyebaran informasi, mempengaruhi/ membujuk, atau mengingatkan konsumen akan suatu produk, membentuk persepsi positif dibenak konsumen.
  5. Perbedaan lokasi, jumlah sampel, dan waktu penelitian menyebabkan tingkat hasil temuan penelitian yang berbeda beda.
Incoming search terms:

Analisis Permintaan Internet Speedy

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Internet Speedy Di Surakarta

speedy Analisis Permintaan Internet Speedy Analisis Permintaan Internet Speedy speedy1

Latar Belakang Skripsi 

Jaringan dan  jangkauan  telekomunikasi terus diperluas dengan menggunakan teknologi maju dan sesuai, serta meningkatkan mutu dan efisiensi pelayanannya.  Fasilitas telekomunikasi umum terus dikembangkan di seluruh tanah air sehingga makin tersebar dan menjangkau masyarakat luas.Pembangunan prasarana telekomunikasi baik untuk jaringan dalam negeri maupun internasional senantiasa terus ditingkatkan agar memenuhi permintaan masyarakat pengguna jasa telekomunikasi yang terus meningkat.

Faktor perhubungan dan telekomunikasi merupakan faktor penunjang utama berbagai aktifitas pembangunan yang dilaksanakan di semua daerah. Seperti kita ketahui wilayah Indonesia terdiri dari  ribuan pulau yang mencakup wilayah sedemikian luas dan secara geografis sulit dijangkau dalam waktu singkat terutama untuk daerah-daerah yang transportasinya tidtesisak lancar. Jelas keberadaan jasa telekomunikasi manjadi amat penting, sebab jasa telekomunikasi mampu berperan sebagai sarana penyambung yang efektif dan efisien.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:

  1. Bagaimana dan seberapa besar faktor-faktor pendapatan pelanggan, jumlah anggota keluarga, dan tarif Internet Speedy mempengaruhi  permintaan Internet Speedy di Surakarta?
  2. Bagaimana tingkat elastisitas pendapatan pelanggan, jumlah anggota keluarga, dan tarif Internet Speedy terhadap permintaan Internet Speedy di Surakarta?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  pendapatan  pelanggan, jumlah anggota keluarga dan tarif Internet Speedy terhadap  permintaan  Internet Speedy di Surakarta. Dalam penelitian ini data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh dari jawaban atas kuesioner yang diajukan kepada responden yaitu pelanggan Internet Speedy di wilayah Surakarta. Selain itu juga terdapat data sekunder yang berasal dari berbagai arsip dan publikasi dari PT TELKOM Surakarta, Badan Pusat Statistik BPS Kota Surakarta dan sumber-sumber lain yang mendukung dalam penelitian ini.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh pendapatan pelanggan, jumlah anggota keluarga dan tarif Internet Speedy terhadap permintaan  Internet Speedy dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Hasil Analisis Model Regresi Linier Berganda

a. Variabel pendapatan terhadap permintaan Internet Speedy. Variabel pendapatan secara parsial berpengaruh positif terhadap permintaan  Internet Speedy di Surakarta namun tidak signifikan pada tingkat 5%. Yang mungkin apabila pendapatan naik maka akan diiringi meningkatnya  permintaan  Internet Speedy. Hipotesis yang menyatakan pendapatan pelanggan berpengaruh positif terhadap  permintaan  Internet Speedy tidak dapat diterima.

b. Variabel jumlah anggota keluarga terhadap permintaan Internet Speedy. Variabel jumlah anggota keluarga  memiliki pengaruh negatif terhadap  permintaan  Internet Speedy di Surakarta pada tingkat signifikan 5%. Koefisien regresi variabel jumlah anggota keluarga  diperoleh  –1170,206. Apabila jumlah anggota keluarga  naik sebesar 1 satuan, maka permintaan  Internet Speedy akan turun sebesar 1170,206. Hipotesis yang menyatakan jumlah anggota keluarga berpengaruh negatif terhadap permintaan  Internet Speedy diterima. Hal ini disebabkan karena semakin banyak orang dalam satu keluarga, akan semakin meningkat pula kebutuhan hidupnya (pokok), sehingga akan berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sedangkan akses internet yang merupakan kebutuhan sekunder akan diusahakan  untuk ditekan serendah mungkin penggunaannya untuk mengurangi pengeluaran yang semakin banyak.  . Variabel tarif Internet Speedy terhadap permintaan Internet Speedy. Variabel tarif Internet Speedy  memiliki pengaruh positif terhadap permintaan  Internet Speedy di Surakarta pada tingkat signifikan 5%. Koefisien regresi variabel tarif Internet Speedy  diperoleh 1,096. Apabila tarif Internet Speedy  naik sebesar 1 satuan, maka  permintaan  Internet Speedy akan naik sebesar 1,096. Hipotesis yang menyatakan tarif Internet Speedy  berpengaruh negatif terhadap  permintaan  Internet Speedy tidak dapat diterima,   hal ini disebabkan dengan pemilihan tarif internet yang semakin besar menunjukkan bahwa kebutuhan internet responden juga semakin besar, sehingga meningkatkan  permintaan  internet speedy, sebaliknya jika tarif yang dipilih kecil maka permintaan Internet Speedy juga akan kecil.

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelian Pulsa

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelian Pulsa Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta

isi ulang pulsa Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelian Pulsa Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelian Pulsa isi ulang pulsa

Latar Belakang Skripsi 

Peluang inilah yang mungkin dilihat oleh sebagian kalangan untuk membuka usaha berjualan pulsa isi ulang. Persaingan usaha pengecer pulsa isi ulang memang semakin sengit. Sejak Indonesia mengalami krisis ekonomi, banyak bidtesisang bisnis yang terpuruk, stagnan, atau bahkan mati dan bangkrut. Tetapi, ternyata tidak semua bidang bisnis mengalami nasib yang mengenaskan itu. Ada satu bisnis yang justru berkembang pesat disaat krisis ekonomi menjadi-jadi. Bisnis ini adalah bisnis berjualan pulsa ponsel.

Dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan, jumlah kios penjual pulsa ponsel terus bermunculan. Hampir disetiap toko, ruko, pasar, perumahan, perkantoran, dan disepanjang jalan ada orang-orang yang membuka gerai penjualan pulsa. Banyaknya kios seluler yang menjual pulsa isi ulang sangat dipengaruhi oleh keberadaan pembeli yang cukup potensial. Jumlah kios seluler yang semakin meningkat dari hari kehari memaksa pemilik kios untuk menyajikan sesuatu yang berbeda. Hal ini dilakukan selain untuk menarik konsumen baru agar mau membeli pulsa yang mereka tawarkan, juga untuk mempertahankan konsumen lama atau pelanggan yang sudah ada. Beberapa hal yang dilakukan pelaku bisnis kios seluler untuk menarik pembeli antara lain pemasangan papan harga dan melakukan promosi.

Perumusan Masalah

Jumlah kios seluler yang semakin meningkat dari hari kehari memaksa pemilik kios untuk menyajikan sesuatu  yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk menarik konsumen baru agar mau membeli pulsa yang mereka tawarkan dan untuk mempertahankan konsumen lama. Penelitian ini mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian pulsa seluler di kios-kios seluler dilihat dari harga, pilihan produk, promosi dan periklanan, personal toko, pelayanan dan lokasi.

  1. Apakah  faktor-faktor  yang terdiri dari dimensi harga, pilihan produk, promosi dan periklanan, personal toko, pelayanan dan lokasi secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan pada pembelian pulsa?
  2. Apakah  faktor-faktor  yang terdiri dari dimensi harga, pilihan produk, promosi dan periklanan, personal toko, pelayanan dan lokasi secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan pada pembelian pulsa?

 Kesimpulan

Dari hasil penelitian tentang faktor-faktor yang memepengaruhi pembelian pulsa pada konsumen yang terdiri dari  harga, lokasi, pilihan produk, pelayanan, periklanan dan promosi serta personal toko, berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan peneliti pada bab IV dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Masing-masing faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian yang terdiri dari dimensi harga, lokasi, pilihan produk, pelayanan, periklanan dan promosi serta personal toko berpengaruh terhadap pembelian konsumen.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian yang terdiri dari harga, lokasi, pilihan produk, pelayanan, periklanan dan promosi serta personal toko secara bersama-sama berpengaruh positir terhadap pembelian.

 

 

Incoming search terms:

Analisis Faktor-Faktor Perpindahan Merek Pada Operator Selular

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Niat Perpindahan Merek Pada Operator Selular Dari Providtesiser Lain Ke Exelcomindo (Studi Pada Mahasiswa Universitas Sebelas Maret)

Logo Operator seluler Indonesia Analisis Faktor-Faktor Perpindahan Merek Pada Operator Selular Analisis Faktor-Faktor Perpindahan Merek Pada Operator Selular Logo Operator seluler Indonesia

Latar Belakang 

Seperti yang terlihat di lapangan bahwa mulai tahun 2007 urusan tarif dan turunannya cukup dilematis dan menarik disimak. Persaingan tarif yang masih tetap panas di industry operator selular berlangsung hingga sekarang (Tahun 2009). Dan hal inilah yang mungkin menyebabkan konsumen untuk melakukan brand switching (perpindahan merek) hanya demi untuk menghemat pengeluaran mereka ataupun untuk mendapatkan kualitas layanan dan kemudahan yang lebih baik.

Konsumen akan membeli produk karena alasan-alasan tertentu, atau paling tidak adanya keyakinan bahwa kemampuan produk dalam memenuhi kebutuhan mempunyai nilai yanglebih besar dibanding biaya yang akan dikeluarkan. Variasi produk yang bermacam ditambah aktivitas promosi yang sangat persuasif dan harga sim card (kartu telepon) untuk telepon selular yang harganya murah dengan bonus yang tinggi, tentu akan mendorong munculnya perilaku perpindahan merek di kalangan konsumen. Bermacam stimulan yang disodorkan di pasar bukan saja mempengaruhi perilaku perpindahan mereka tetapi juga mendorong perilaku mencoba produk baru bagi yang belum pernah mencobanya. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada sekelompok segmen yang sampai saat ini belum termotivasi untuk mencoba sim card (kartu telepon) merek Exelcomindo.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis merumuskan yang menjadi pokok permasalahan sebagai berikut:

  1. Apakah atribut produk  mempengaruhi  niat  konsumen untuk ingin berpindah merek ke produk Exelcomindo?
  2. Apakah harga  mempengaruhi  niat  konsumen untuk ingin berpindah merek ke produk Exelcomindo?
  3. Apakah promosi mempengaruhi niat konsumen untuk ingin berpindah merek ke produk Exelcomindo?
  4. Apakah persediaan produk mempengaruhi niat konsumen untuk ingin berpindah merek ke produk Exelcomindo?
  5. Apakah tingkat kegagalan service menyebabkan seseorang berniat untuk ingin berpindah merek ke produk Exelcomindo?

Tujuan Penelitian 

Secara umum tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen untuk berpindah merk pada produk tertentu.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diteliti, dianalisis dan dibahas mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi niat  perpindahan merek pada operator seluler dari provider lain menuju ke Exelcomindo dapat ditarik

kesimpulan:

  1. Faktor atribut produk mempengaruhi niat konsumen dalam perpindahan merek dari provider lain menuju ke Exelcomindo
  2. Faktor Harga mempengaruhi niat konsumen dalam perpindahan merek dari provider lain menuju ke Exelcomindo.
  3. Faktor promosi tidak mempengaruhi niat konsumen dalam perpindahan merek dari provider lain menuju ke Exelcomindo.
  4. Faktor persediaan produk mempengaruhi niat konsumen dalam perpindahan merek dari provider lain menuju ke Exelcomindo.
  5. Faktor Kegagalan Service tidak mempengaruhi niat konsumen dalam perpindahan merek dari provider lain menuju ke Exelcomindo.
  6. Faktor rekomendasi tidak mempengaruhi niat konsumen dalam perpindahan merek dari provider lain menuju ke Exelcomindo.
  7. Faktor atribut produk, harga, promosi, persediaan produk, kegagalan service, dan rekomendasi secara bersama-sama mempengaruhi niat konsumen dalam perpindahan merek dari provider lain menuju ke Exelcomindo.

Analisis Daya Saing Ekspor Dan Produk Tekstil Indonesia

Skripsi Ekonomi~ Analisis Daya Saing Ekspor Tekstil Dan Produk Tekstil Indonesia Dibandingkan Dengan Cina  Di Pasar Amerika Serikat Tahun 2001-2008 (Pendekatan RCA Dan CMS)

pedagang kain Analisis Daya Saing Ekspor Dan Produk Tekstil Indonesia Analisis Daya Saing Ekspor Dan Produk Tekstil Indonesia pedagang kain

Latar Belakang Skripsi 

Dengan adanya pengaruh pertumbuhan ekspor tekstil Cina yang semakin merambah ke seluruh dunia, maka hal tersebut akan menekan pertumbuhan ekspor tekstil Indonesia. Pertumbuhan ekspor produk tekstil Cina itu terlihat dari semakin banyaknya produk-produk tekstil Cina yang membanjiri pasar Amerika Serikat.

Pertumbuhan ekonomi Cina yang tinggi bisa sangat membahayakan bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Sebagai pengekspor sumber daya alam, Indonesia bisa menarik banyak keuntungan. Namun, pada saat yang sama, industralisasi akan kian sulit akibat persaingan. Salah satu tindakan nyata yang harus dilakukan oleh industri tekstil Indonesia adalah meningkatkan daya saing.

Perumusan Masalah

  1. Bagaimana kinerja ekspor industri TPT Indonesia dibandingkan dengan Cina di pasar Amerika Serikat berdasarkan variabel efek pertumbuhan impor, efek komposisi komoditi dan efek daya saing?
  2. Bagaimana posisi daya saing industri TPT Indonesia dibandingkan dengan Cina di pasar Amerika Serikat?

Tujuan Penelitian 

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah ingin mengetahui kinerja ekspor dan impor yang terjadi industri TPT.

Kesimpulan

Dari hasil analisis Constant Market Share, terlihat bahwa efek daya saing dan efek pertumbuhan impor  adalah efek yang paling menentukan dalam peningkatan/penurunan ekspor pakaian jadi Indonesia dan Cina di pasar Amerika Serikat dibandingkan efek komposisi komoditi. Efek daya saing komoditi pakaian jadi Indonesia lebih rendah dari Cina dalam memberikan kontribusi ekspor.

Berdasarkan hasil analisis CMS, kinerja pertumbuhan ekspor Tekstil dan Produk Tekstil Indonesia masih rendah dibandingkan ekspor Tekstil dan Produk Tekstil Cina. Kondisi tersebut disebabkan karena daya saing TPT Indonesia masih rendah dibandingkan daya saing TPT Cina di pasar Amerika Serikat dalam memberikan kontribusi ekspor. Daya saing secara komparatif untuk komoditi pakaian jadi Indonesia lebih baik dibanding komoditi pakaian jadi Cina, hal ini disebabkan ekspor pakaian Indonesia ke Amerika Serikat memberikan kontribisi yang cukup besar terhadap total ekspor Indonesia ke Amerika  Serikat. Dari perkembangan indeks RCA menunjukkan bahwa pangsa pasar Indonesia di Amerika Serikat untuk komoditi pakaian jadi cenderung berfluktuasi dalam setiap tahunnya, sementara  pangsa pasar Cina di Amerika Serikat cenderung bertambah.