Analisis Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Karanganyar Tahun 1996-2010

akun Analisis  Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi Analisis  Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi akun

Latar Belakang Skripsi 

Dalam teori ekonomi makro, dari sisi pengeluaran, pendapatan regional bruto  adalah penjumlahan dari berbagai variabel termasuk di dalamnya adalah investasi. Ada beberapa hal yang sebenarnya berpengaruh dalam soal investasi ini. Investasi sendiri dipengaruhi oleh investasi asing dan domestik. Investasi yang terjadi di daerah  terdiri dari investasi pemerintah dan investasi swasta dapat berasal dari investasi  pemerintah dan investasi swasta. Investasi dari sektor  swasta dapat berasal dari dalam negeri maupun luar negeri (asing). Investasi pemerintah dilakukan guna menyediakan barang publik. Besarnya investasi pemerintah dapat dihitung dari selisih antara total anggaran pemerintah dengan belanja rutinnya.

Selain investasi, maka tenaga kerja merupakan  suatu faktor yang mempengaruhi  output suatu daerah. Angkatan kerja yang besar akan terbentuk dari jumlah penduduk yang besar. Namun pertumbuhan penduduk dikhawatirkan akan menimbulkan efek  yang buruk terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurut Todaro  (2000) pertumbuhan  penduduk yang cepat mendorong timbulnya masalah keterbelakangan dan membuat prospek pembangunan menjadi semakin jauh. Selanjutnya dikatakan bahwa masalah kependudukan yang timbul bukan karena banyaknya jumlah anggota keluarga, melainkan karena mereka terkonsentrasi pada daerah perkotaan saja sebagai akibat dari cepatnya laju migrasi dari desa ke kota. Namun demikian jumlah penduduk yang  cukup dengan tingkat pendidtesisikan yang tinggi dan memiliki skill akan mampu  mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Dari jumlah penduduk usia produktif yang besar maka akan mampu meningkatkan jumlah angkatan kerja yang tersedia dan pada  akhirnya akan mampu meningkatkan produksi output di suatu daerah.

Rumusan Masalah 

Pelaksanaan otonomi daerah dengan fokus pembangunan lebih diletakkan pada daerah Kabupaten/Kota maka sangat menarik untuk mengkaji faktor-faktor  apa yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Salah satu indikator yang digunakan adalah PDRB. Oleh karena itu untuk mengkaji pertumbuhan ekonomi  Kabupaten Karanganyar  dapat diamati dari faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di  Kabupaten Karanganyar. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka pertanyaan penelitian yang dikemukakan adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana pengaruh realisasi  investasi  terhadap pertumbuhan ekonomi  di Kabupaten Karanganyar?
  2. Bagaimana pengaruh realisasi  pendapatan asli daerah  terhadap  pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Karanganyar ?
  3. Bagaimana pengaruh  tenaga  kerja  terhadap pertumbuhan ekonomi  di Kabupaten Karanganyar?
  4. Bagaimana pengaruh  pengeluaran pemerintah  terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Karanganyar?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Investasi, PAD, Tenaga kerja, dan Pengeluaran Pemerintah  terhadap PDRB di Kabupaten Karanganyar pada tahun 1996-2010.

Kesimpulan

Dari hasil analisis data yang telah dilakukan mengenai  analisis faktor-faktor yang mempengaruhi  pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karanganyar pada periode 1996–2010, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Pengujian secara bersama-sama terhadap variabel independen yaitu investasi, pendapatan asli daerah, tenaga kerja, pengeluaran pemerintah berpengaruh secara signifikan  terhadap  pertumbuhan ekonomi. Jadi hipotesis pengujian secara bersama-sama investasi, pendapatan asli daerah, tenaga kerja, pengeluaran pemerintah  berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi terbukti.
  2. Variabel  investasi berpengaruh secara signifikan positif terhadap variabel dependen  pertumbuhan ekonomi. Jadi hipotesis  pertama, yaitu  investasi berpengaruh signifikan positif terhadap  pertumbuhan ekonomi  periode 1996-2010 terbukti.
  3. Variabel  pendapatan asli daerah  berpengaruh secara signifikan positif terhadap variabel dependen  pertumbuhan ekonomi. Jadi hipotesis kedua, yaitu  pendapatan asli daerah  berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan ekonomi periode 1996-2010 terbukti.
  4. Variabel  tenaga kerja  berpengaruh secara signifikan  negatif  terhadap variabel dependen  pertumbuhan ekonomi. Jadi hipotesis ketiga, yaitu tenaga kerja  berpengaruh signifikan  negatif  terhadap  pertumbuhan ekonomi periode 1996-2010 terbukti.
  5. Variabel  pengeluaran pemerintah  berpengaruh secara signifikan  negatif terhadap variabel dependen pertumbuhan ekonomi. Jadi hipotesis keempat, yaitu  pengeluaran pemerintah  berpengaruh signifikan  negatif  terhadap pertumbuhan ekonomi periode 1996-2010 terbukti.
  6. Besarnya  adjusted R2  pada hasil estimasi model  pertumbuhan ekonomi adalah  sebesar  0,951878. Hal ini berarti bahwa 95 %  perubahan nilai pertumbuhan ekonomi  di Kabupaten Karanganyar  secara bersama-sama mampu dijelaskan oleh variabel independen yang digunakan dalam model, yaitu  investasi, pendapatan asli daerah, tenaga kerja, pengeluaran pemerintah. Sedangkan sisanya sebesar 5 % dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model.
Incoming search terms:

Analisis Daya Dukung Lahan Dan Perubahan Struktur Ekonomi

Skripsi Ekonomi~ Analisis Daya Dukung Lahan Dan Perubahan Struktur Ekonomi Kabupaten Pacitan Pada Masa Sebelum Dan Selama Pelaksanaan Otonomi Daerah

struktur ekonomi Analisis Daya Dukung Lahan Dan Perubahan Struktur Ekonomi Analisis Daya Dukung Lahan Dan Perubahan Struktur Ekonomi struktur ekonomi

Latar Belakang Skripsi 

Masalah pokok dalam pembangunan daerah adalah terletak pada penekanan terhadap tekanan-tekanan kebijakan pembangunan yang didtesisasarkan pada kekhasan daerah yang bersangkutan  (endegenous development) dengan menggunakan potensi sumberdaya manusia, kelembagaan, dan sumberdaya fisik lokal (daerah). Orientasi ini mengarahkan kepada pengambilan inisiatif-inisiatif  yang berasal dari daerah tersebut dalam proses pembangunan untuk menciptakan lapangan kerja baru dan merangsang kegiatan ekonomi (Lincolin Arsyad, 1999:108). Masa reformasi merupakan latar belakang dikeluarkannya Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dan Undang-Undang No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Pembiayaan Pusat dan Daerah yangdiharapkan mampu membawa nuansa dan paradigma baru dari Undang-Undang sebelumnya.

Daerah tidak lagi sebagai komponen desentralisasi administrasi dan otonomi birokrasi tetapi sudah diberi kewenangan untuk mengatur rumah tangganya sendiri, dimana Undang-Undang ini mampu memberikan warna yang jelas dan menekankan kepada prinsip-prinsip demokrasi, peran-peran masyarakat, pemerataan dan keadilan, serta memperlihatkan potensi keanekaragaman daerah (Suyatno, 2000:145).

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut :

1.Bagaimana daya dukung lahan di Kabupaten Pacitan, baik pada masa sebelum maupun selama pelaksanaan otonomi daerah?

2.Bagaimana pergeseran struktur ekonomi di Kabupaten Pacitan, baik pada masa sebelum maupun selama pelaksanaan otonomi daerah?

3.Sektor perekonomian manakah yang menjadi sektor basis di Kabupaten Pacitan, baik pada masa sebelum maupun selama pelaksanaan otonomi daerah?

4.Sektor perekonomian manakah yang menjadi sektor unggulan di Kabupaten Pacitan, baik pada masa sebelum maupun selama pelaksanaan otonomi daerah ?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi daya dukung lahan, pergeseran struktur ekonomi, mengetahui sektor basis dan sektor unggulan baik pada masa sebelum maupun selama pelaksanaan otonomi daerah di Kabupaten Pacitan guna dijadikan acuan dasar dalam pembuatan perencanaan pembangunan yang nantinya akan diterapakan dalam suatu kebijakan pembangunan dan selanjutnya ditindaklanjuti dengan pelaksanaan program-program pembangunan.

Kesimpulan

Bab ini akan menyampaikan secara keseluruhan dari hasil analisis data yang telah dikemukkan pada bab sebelumnya. Berdasarkan serangkaian studi yang telah dipaparkan khususnya di bagian hasil analisis dan pembahasan dapat diberikan suatu kesimpulan sebagai berikut :

1.Tekanan penduduk di wilayah Kabupaten Pacitan baik pada masa sebelum maupun selama pelaksanaan otonomi daerah sudah melebihi ambang batas. Artinya jumlah penduduk di kawasan Kabupaten Pacitan telah melebihi daya tampung lahan atau dengan kata lain dayadukung lahan sudah melebihi ambang batas.

2.Berdasarkan perhitungan analisis  Shift-Share metode klasik, diketahui bahwa nilai komponen keunggulan kompetitif di Kabupaten Pacitan, baik pada masa sebelum maupun selama pelaksanaan otonomi daerah berakibat positif bagi perkembangan PDRB Kabupaten Pacitan. Sektor yang memiliki daya saing paling tinggi di Kabupaten Pacitan adalah sektor Pertanian kemudian diikuti oleh sektor Jasa-Jasa, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran dan sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan.

3.Hasil perhitungan analisis  Location Quotients pada masa sebelum pelaksanaan otonomi daerah yaitu tahun 1997-2000, dapat diketahui sektor/subsektor ekonomi yang teridentifikasi sebagai sektor/subsektor basis di Kabupaten Pacitan, yaitu sektor Pertanian, subsektor Tanaman Bahan Makanan, subsektor Tanaman Perkebunan, subsektor Peternakan, sektor Pertambangan dan Penggalian, sektor Bangunan, sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan, dan sektor Jasa-Jasa. Sementara selama pelaksanaan otonomi daerah yaitu kurun waktu tahun 2001-2007, sektor/subsektor yang teridentifikasi sebagai sektor/subsektor basis di Kabupaten Pacitan, yaitu sektor Pertanian, subsektor Tanaman Bahan Makanan, subsektor Tanaman Perkebunan, subsektor Peternakan, sektor Pertambangan dan Penggalian, sektor Bangunan, sektor Pengangkutan dan Komunikasi, sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan, dan sektor Jasa-Jasa.

Analisis Daya Dukung Lahan Pertanian Dan Tekanan Penduduk

Skripsi Ekonomi~ Analisis Daya Dukung Lahan Pertanian Dan Tekanan Penduduk  (Studi Kasus Kabupaten Propinsi Jawa Timur Tahun 2003)

pertanian Analisis Daya Dukung Lahan Pertanian Dan Tekanan Penduduk Analisis Daya Dukung Lahan Pertanian Dan Tekanan Penduduk pertanian

Latar Belakang Skripsi 

Sumberdaya tanah merupakan sumberdaya alam yang penting untuk kelangsungan hidtesisup manusia karena sumberdaya tanah merupakan masukan yang diperlukan untuk setiap aktifitas manusia seperti pertanian, industri, pemukiman dan jalan-jalan. Penggunaan tanah yang luas adalah untuk sector pertanian yang  meliputi penggunaan untuk pertanian tanaman pangan, pertanian yang keras, untuk kehutanan maupun untuk ladang pengembalaan dan perikanan.

Tetapi untuk daerah kota khususnya, penggunaan tanah yang utama adalah untuk pemukiman dan industri dan perdagangan. Penggunaan tanah untuk rekreasi juga menempati urutan yang tinggi karena meliputi pantai, pagunungan dan danau. Pendek kata tanah merupakan sumberdaya serbaguna , tanah berguna untuk memenuhi kebutuhan kebendaan, kesehatan dan kejiwaan bahkan tanah penting untuk memelihara sumberdaya lain yaitu vegetasi dan air (Mugi Rahardjo: 1997: 8).

Rumusan Masalah

Memperhatikan kondisi dan perkembangan serta masalah yang dihadapi di propinsi Jawa Timur maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana keadaan daya dukung lahan pertanian Kabupaten di Propinsi Jawa Timur 2003 ?
  2. Bagaimana tekanan penduduk atas lahan pertanian yang dialami Kabupaten di Propinsi Jawa Timur 2003 ?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan : a) Untuk Mengetahui daya dukung  lahan pertanian pada masing-masing kabupaten di Propinsi Jawa Timur tahun 2003. b) Untuk mengetahui tekanan penduduk atas lahan pertanian semua kabupaten/kota di Propinsi Jawa Timur 2003.

Kesimpulan

Kesimpulan dalam penelitian ini meliputi diskripsi dari variabel-variabel yang diteliti dan hasil estimasi dari analisis data.

  1. Diskripsi variabel yang diteliti
  2. Untuk menghitung Tekanan penduduk variabel-variabelnya adalah :

–  Persentase petani terhadap penduduk

Wilayah Jawa Timur sebagian besar merupakan lahan pertanian, sehingga mata pencaharian sebagian penduduk Jawa Timur di sektor pertanian. Berdasarkan tabel 4.8 terlihat bahwa mata pencaharian penduduk Jawa Timur terbanyak bekerja di sektor pertanian yaitu sebesar 49,06%. –  Jumlah total penduduk tahun 2003 (P0) Berdasarkan tabel 4.6 penduduk Jawa Timur berjumlah total 36 199.000 jiwa pada tahun 2003. perhitungannya dengan menjumlahkan seluruh penduduk yang tinggal di Jawa Timur sampai akhir tahun 2003.

–   Pertumbuhan penduduk di Jawa Timur (r) Perhitungan laju pertumbuhan penduduk didasarkan pada angka rata-rata selama periode tertentu, seperti yang telah dihitung menunjuikkan bahwa laju pertumbuhan penduduk di Jawa Timur sebesar 1.47 % .

–  Luas lahan produktif (L)

Sebagian wilayah Jawa Timur masih berupa area kehutanan (tabel 4.9), sementara itu lahan sawah sebesar 25%. Luas lahan produktif merupakan lahan yang masih menghasilkan panen, dimanan luas lahan produktif ini dihitung dari penjumlahan luas lahan sawah, luas lahan tegalan dan luas lahan pekarangan.

–  Nilai Z  adalah luas lahan untuk hidup layak / ha/ orang, dimana secara keseluruhan luasnya sebesar 0,37 (untuk kriteria beras) dan 0,78 (untuk kriteria UMK)

Incoming search terms:

Analisis Struktur Ekonomi Provinsi Di Indonesia

Skripsi EkonomiAnalisis Struktur Ekonomi Provinsi Di Indonesia Tahun 2004 – 2009

pendapatan Analisis Struktur Ekonomi Provinsi Di Indonesia Analisis Struktur Ekonomi Provinsi Di Indonesia pendapatan

Latar Belakang Skripsi 

Secara umum dapat dikatakan bahwa kegiatan ekonomi berhubungan erat dengan pola perkembangan, jenis ekonomi dan perubahan peranan berbagai kegiatan ekonomi. Berkaitan hal tersebut, maka analisis pembangunan ekonomi daerah perlu dilakukan secara lebih konperhensif dengan melibatkan berbagai faktor baik ekonomi mikro maupun ekonomi makro. Keberhasilan pembangunan dalam  suatu daerah terkait dengan keadaan sumber  daya yang dimilikinya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Keunggulan akan sumber daya yang dimilikinya akan membuat suatu daerah lebih berkembang.

Dengan mengetahui struktur perekonomian, maka kita dapat menilai konsentrasi lapangan usaha yang sangat dominan pada suatu daerah. Terdapat hubungan antara lapangan usaha dan penduduk suatu daerah. Menurut Lewis, perekonomian suatu daerah harus mengalami transformasi struktural dari tradisional ke industri, yang ditunjukkan dengan semakin besarnya kontribusi sektor non pertanian dari waktu ke waktu terhadap total PDRB.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

  1. Bagaimana struktur ekonomi  provinsi di Indonesia  berdasarkan  analisis Kontribusi Sektoral dan Shift Share (SS) tahun 2004 – 2009?
  2. Bagaimana kondisi ekonomi  provinsi di Indonesia  berdasarkan pendekatan  Tipologi Klassen  dan  Model Rasio Pertumbuhan  (MRP) tahun 2004 – 2009 ?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini adalah:

a) menganalisis struktur ekonomi provinsi di Indonesia berdasarkan analisis Kontribusi sektoral dan  Shift Share  (SS)  tahun 2004  –  2009, dan

b) menganalisis kondisi ekonomi provinsi di Indonesia berdasarkan pendekatan Tipologi Klassen dan Model Rasio Pertumbuhan (MRP) tahun 2004  –  2009. Data yang digunakan adalah PDRB provinsi dan PDB Indonesia pada tahun    2004 – 2009.

Kesimpulan   

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada Bab IV dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Berdasarkan analisis  Kontribusi Sektoral  dan  Shift Share  (SS)  dapat diketahui bahwa  struktur perekonomian Provinsi di Indonesia pada  tahun 2004-2009 cenderung mengarah ke sektor sekunder (yaitu sektor industri pengolahan; sektor  listrik, gas dan air bersih dan sektor konstruksi) dan sektor tersier (yaitu  sektor  perdagangan, hotel dan restoran; sektor pengangkutan dan komunikasi; sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan dan sektor jasa-jasa).

2. Berdasarkan  Tipologi Klassen dan  Model Rasio Pertumbuhan (MRP) terhadap ekonomi Provinsi di Indonesia,   dapat diketahui bahwa kegiatan yang  signifikan  adalah  sektor konstruksi;  sektor  perdagangan, hotel dan restoran;  sektor pengangkutan dan komunikasi dan sektor  keuangan, real estate dan jasa perusahaan.  Sementara  kegiatan  ekonomi  yang potensial untuk dikembangkan  adalah  sektor pertanian;  sektor industri  serta  sektor listrik, gas dan air bersih.

Analisis Disparitas Pendapatan Antar Daerah Di Provinsi

Skripsi Ekonomi~ Analisis Disparitas Pendapatan Antar Daerah Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2005-2009

pendapatan Analisis Disparitas Pendapatan Antar Daerah Di Provinsi Analisis Disparitas Pendapatan Antar Daerah Di Provinsi pendapatan

Latar Belakang Skripsi 

Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakat mengelola sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan pekerjaan dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi di dalam wilayah tersebut (Arsyad, 1999). Akan tetapi, kondisi daerah di Indonesia yang secara geografis dan sumber daya alam yang berbeda menimbulkan daerah yang lebih makmur dan lebih maju dibandingkan daerah yang lainnya.

Kebijakan pembangunan dilakukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan cara memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada dan berbeda-beda bagi masing-masing daerah. Proses tersebut dilakukan agar pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata. Untuk itu, perhatian pemerintah harus tertuju pada semua daerah tanpa ada perlakuan khusus pada daerah tertentu saja. Hasil pembangunan harus dapat dinikmati oleh seluruh rakyat sebagai wujud peningkatan kesejahteraan lahir dan batin secara adil dan merata.

Rumusan Masalah 

Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka rumusan masalah penelitian ini adalah:

  1. Bagaimana pertumbuhan ekonomi antar daerah di Provinsi Jawa Tengah tahun 2005-2009?
  2. Bagaimana pola pertumbuhan ekonomi serta klasifikasi antar daerah di Provinsi Jawa Tengah menurut Tipologi Klassen tahun 2005-2009?
  3. Berapa besar tingkat disparitas pendapatan antar daerah di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan Indeks Williamson dan Indeks Entropi Theil tahun 2005-2009?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi, pola pertumbuhan ekonomi serta klasifikasi menurut Tipologi Klassen dan besarnya tingkat disparitas pendapatan berdasarkan Indeks Williamson dan Indeks Entropi Thei antar daerah di Provinsi Jawa Tengah.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis yang dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

  1. Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah selama periode penelitian tahun 2005-2009 mengalami fluktuasi menyesuaikan situasi perekonomian yang sedang terjadi. Laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah rata-rata 5,29 persen setiap tahun, jumlah tersebut masih bisa ditingkatkan lagi karena banyak potensi yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Tengah yang belum dikelola dengan maksimal.
  2. Pengklasifikasian kabupaten/kota berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita di Provinsi Jawa Tengah memakai alat analisis Tipologi Klassen dengan pendekatan wilayah ternyata menunjukkan masih banyak kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah selama tahun 2005-2009 yang merupakan daerah relatif tertinggal (termasuk dalam kuadran IV). Sebanyak 8 kabupaten pada kuadran ini merupakan daerah yang relatif tertinggal yaitu: Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, Kabupaten Demak, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang.
  3. Disparitas pendapatan antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dianalisis menggunkan Indeks Williamson dan Indeks Entropi Theil. Hasilnya bahwa disparitas pendapatan antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah selama tahun 2005-2009 tergolong tinggi, karena berada di atas ambang batas 0,5. Indeks Entropi Theil dan Indeks Williamson yang menunjukkan adanya disparitas pendapatan antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah tersebut belum menunjukkan kecenderungan menurun karena masih tergolong tinggi.