Efektifitas Penagihan Dengan Surat Paksa Penerimaan Pajak

Skripsi EkonomiAnalisis Efektifitas Penagihan Dengan Surat Paksa Dalam Meningkatkan Penerimaan Pajak Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Karanganyar

pelayanan pdam Efektifitas Penagihan Dengan Surat Paksa Penerimaan Pajak Efektifitas Penagihan Dengan Surat Paksa Penerimaan Pajak pelayanan pdam

 

 

Latar Belakang Skripsi 

Salah satu  cara yang ditempuh pemerintah Indonesia dalam usaha peningkatan penerimaan pajak adalah dengan melakukan pembauran peraturan, kebijakan dan administrasi perpajakan dimana telah dilakukan secara terus menerus, bertahap, konsisten dan berkelanjutan. Usaha yang telah ditempuh bangsa Indonesia dalam rangka untuk meningkatkan pendapatan negara melalui sektor perpajakan yaitu diawali dengan adanya perubahan atau pembaharuan sistem perpajakan nasional yang biasanya lebih dikenal dengan nama Tax Reform. Tax Reform dilakukan pemerintah karena dianggap bahwa peraturan perpajakan yang berlaku pada tahun 1983 adalah peninggalan kolonial Belanda yang  sudah tidtesisak sesuai lagi dengan perkembangan zaman, struktur dan organisasi pemerintahan serta tidak berdasarkan Pancasila.

Tujuan dari dilakukannya reformasi perpajakan yaitu untuk lebih menegakkan kemandirian kita dalam membiayai pembangunan nasional dengan jalan lebih mengerahkan lagi segenap kemampuan diri kita sendiri.  Pemerintah menyadari bahwa untuk membiayai pelaksanaan pembangunan nasional kita tidak dapat dan tidak mungkin hanya mengandalkan kepada peningkatan penerimaan negara dari minyak bumi dan gas alam maupun dari utang luar negri. Oleh karena itu, peningkatan penerimaan negara melalui perpajakan dari sumber-sumber diluar minyak bumi dan gas merupakan suatu keharusan yang mutlak bagi berhasilnya pelaksanaan pembangunan. Pada reformasi perpajakan sistem perpajakan yang berlaku pada saat itu akan disederhanakan. Salah satu bukti diberlakukannya tax reform yaitu ditandai dengan diberlakukannya sistem pemungutan pajak self assessment yaitu dimana wajib pajak sekarang diberi kepercayaan untuk menghitung dan melaporkan sendiri segala perpajakannya menggantikan sistem official assessment dimana dalam sistem ini semua urusan perpajakan dilakukan oleh fiskus termasuk menghitung dan melaporkan pajak sebagaimana diatur dalam Pasal 12 Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000 dan diubah lagi dengan Undang-undang No. 28 Tahun 2007.

Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana prosedur penerbitan Surat Paksa yang diterapkan di KPP   Pratama Karanganyar?
  2. Bagaimana cara menganalisa efektifitas penagihan dengan menggunakan Surat Paksa di KPP Pratama Karanganyar?
  3. Apa saja kendala yang dihadapi dalam kegiatan pelaksanaan Surat Paksa di KPP Pratama Karanganyar?

Tujuan Penelitian 

Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini ialah ingin mengetahui, sebagai berikut :

  1. Bagaimana prosedur penerbitan Surat Paksa yang diterapkan di KPP   Pratama Karanganyar.
  2. Bagaimana cara menganalisa efektifitas penagihan dengan menggunakan Surat Paksa di KPP Pratama Karanganyar
  3. Apa saja kendala yang dihadapi dalam kegiatan pelaksanaan Surat Paksa di KPP Pratama Karanganyar

Kesimpulan

Berdasarkan analisis dan pembahasan serta keterangan dari KPP Pratama Karangnayar dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1.  Penerimaan pajak tahun 2009 mengalami kenaikan sebesar 23 % dari tahun 2008 yaitu dimana tahun 2008 penerimaan pajaknya mencapai Rp. 262,529,343.500 dan pada tahun 2009 naik menjadi Rp. 322,911,092.590

2.  Pelaksanaan kegiatan penagihan dengan Surat Paksa dari mulai penerbitan sampai pelaksanaannya telah sesuai dengan Standart Operating System yang diterapkan oleh SIDJP hanya saja dalam penyelesaiannya dimana seharusnya harus diselesaikan dalam waktu 7 hari di KPP Pratama Karanganyar diselesaikan lebih dari 7 hari.

3.  Pelaksanaan kegiatan Penagihan dengan Surat Paksa jika dinilai dari perbandingan jumlah lembar yang diterbitkan dengan yang terbayar dinilai sangat efektif baik dari tahun 2008 maupun 2009 dikarenakan tingkat rasio yang dihasilkan lebih dari 60%, tetapi jika dinilai dari segi nominal tingkat penagihan dengan surat paksa yang dilakukan dinilai tidak efektif karena jika dilihat dari rasio yang dihasilkan masih dibawah 60% di semua triwulan tahun 2008 meskipun pada tahun 2009 untuk triwulan I dan II lebih dari 60% tapi untuk triwulan III dan IV rasionya turun dibawah 60%. Hal ini terjadi mungkin Surat Paksa yang terbayar dari tunggakan  –tunggakan pajak yang jumlahnya relatif kecil.

4.  Kontribusi penagihan pajak dengan Surat Paksa untuk pengurangan tunggakan pajak  yaitu sebesar Rp. 5,112,678,000 atau sebesar 25% dari seluruh jumlah pengurangan tunggakan pajak pada tahun 2008. Sedangkan untuk tahun 2009 kontribusi Surat Paksa dalam pengurangan tunggakan pajak naik menjadi Rp.  7,985,653,000 atau  sebesar 35,56 % dari total jumlah seluruh pengurangan tunggakan pajak.

5.  Kurang efektifnya pelaksanaan penagihan pajak dengan Surat Paksa akibat minimnya Sumber Daya Manusia dalam Juru Sita Pajak yang tidak sebanding dengan banyaknya Wajib Pajak yang mempunyai tunggakan pajak. Selain itu banyaknya Juru Sita Pajak yang kurang paham atau kurang menguasai wilayah kerjanya.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cash Effective Tax Rate

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cash Effective Tax Rate Sebagai Alat Ukur Dalam Tax Avoidtesisance Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia

lapor-pajak Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cash Effective Tax Rate Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cash Effective Tax Rate lapor pajak

Latar Belakang Skripsi 

Tax avoidance dapat dibedakan lagi menjadi penghindaran pajak yang diperkenankan (acceptable tax avoidance) dan penghindaran pajak yang tidak diperkenankan (unacceptable tax avoidance). Penghindaran pajak yang diperkenankan dapat dilakukan melalui  defensive tax planning,  sedangkan penghindaran pajak yang tidak diperkenankan dilakukan melalui aggressive tax planning  (Darussalam, 2009).  Tax avoidance  adalah upaya untuk meminimalkan jumlah pajak yang dibayarkan dengan tujuan keuntungan pribadi dengan cara-cara yang tidak melanggar undang-undang (Biron, 2010; Murray, 2010).

Pengindaran pajak   (tax avoidance)  diproksikan dengan  tarif pajak efektif perusahaan (ETRs), banyak perusahaan menggunakan tarif pajak efektif perusahaan (ETRs) sebagai alat ukur dalam  tax avoidance. Tarif pajak efektif perusahaan (ETRs) juga  sering digunakan oleh para pembuat kebijakan dan kelompok kepentingan sebagai alat untuk membuat kesimpulan-kesimpulan tentang sistem pajak perusahaan karena ETRs memberikan sebuah ringkasan statistik yang tepat tentang efek kumulatif dari berbagai perubahan insentif pajak dan tarif pajak perusahaan. ETRs menyediakan ringkasan dasar statistik kinerja pajak yang di gambarkan oleh jumlah pajak yang dibayarkan oleh perusahaan relatif terhadap laba kotor (Harris & Feeny, 2000).

Perumusan Masalah

Masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

1.  Apakah ada pengaruh yang signifikan leverage terhadap cash effective tax rate?

2.  Apakah ada pengaruh yang signifikan firm size terhadap cash effective tax rate?

3.  Apakah ada pengaruh yang signifikan profitability  terhadap cash effective tax rate?

4.  Apakah  ada pengaruh yang signifikan advertising  terhadap cash effective tax rate?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris signifikansi pengaruh  leverage, firm size, profitability dan advertising  secara parsial terhadap cash effective tax rate  sebagai alat ukur dalam tax avoidance pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan  ex  post facto  (data masa lalu), yaitu merupakan pencarian empirik yang sistematik, dimana peneliti tidak dapat mengontrol variabel independennya karena peristiwa telah terjadi atau karena sifatnya tidak dapat dimanipulasi. Populasi dalam penelitian ini adalah  semua perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode  2010. Sampel dalam penelitian ini sebanyak  53  perusahaan, teknik pengambilan sampel menggunakan  purposive sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda yang didukung dengan uji asumsi klasik, uji f, uji t, dan koefisien determinasi.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Leverage pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap cash ETR.
  2. Advertising pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap cash ETR.
  3. Profitability  pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI mempunyai pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap cash ETR.
  4. Firm size pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI mempunyai pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap cash ETR.
  5. Besar variasi variabel cash ETR yang dapat diterangkan oleh variasi variabel  leverage, firm size, profitability  dan  advertising  sebesar 17 persen, sedangkan sisanya sebesar 83 persen dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti.
Incoming search terms:

Pengguna e-SPT PPN Sebagai Sarana Pelaporan Pajak

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Perilaku Pengguna e-SPT PPN Sebagai Sarana  Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (Studi Kasus Di KPP Pratama Surakarta)

lapor-pajak Pengguna e-SPT PPN Sebagai Sarana  Pelaporan Pajak Pengguna e-SPT PPN Sebagai Sarana  Pelaporan Pajak lapor pajak

Latar Belakang Skripsi 

Selama lima tahun terakhir, DJP telah melakukan beberapa reformasi perpajakan dan modernisasi administrasi perpajakan. Disamping pembentukan kantor dan penerapan sistem modern, modernisasi lebih lanjut ditandai dengan penerapan teknologi informasi terkini dalam pelayanan perpajakan. Peningkatan dan mengedepankan pelayanan ini terlihat dengan terus dikembangkannya administrasi perpajakan modern dan teknologi informasi di berbagai aspek kegiatan, mulai dari pendaftaran diri sebagai wajib pajak melalui  e-registration, pembayaran pajak (e-payment), pelaporan pajak (e-reporting, e-SPT), pemberkasan dokumen pajak (e-filing), maupun konsultasi (e-consulting), dan sebagainya.

Seiring dengan itu, DJP juga melakukan kampanye sadar dan peduli pajak, pengembangan bank data dan  Single idtesisentification Number serta langkah-langkah lainnya. Adanya perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih yang dalam hal ini ditandai dengan era digital menjadikan peluang sekaligus tantangan bagi DJP untuk senantiasa menyesuaikan diri. Guna Peningkatan Pelayanan kepada Wajib Pajak dalam hal penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT), Direktorat Jendral Pajak (DJP) mensosialisasikan  fasilitas baru untuk pelaporan pajak ppn yang ditetapkan dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER  –  146/PJ./2006 tentang bentuk, isi, dan tata cara penyampaian surat pemberitahuan masa pajak pertambahan nilai (spt masa ppn). Peraturan ini mangalami perubahan dengan dikeluarkan PER – 14/PJ./2010 dan terakhir diubah dengan dikeluarkan PER – 44/PJ./2010 tanggal 6 Oktober 2010.

Perumusan Masalah

Sesuai  dengan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah  mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap perilaku  pengguna  e-SPT  PPN di KPP Pratama Surakarta. Dengan uraian sebagai berikut :

1.  Apakah persepsi kegunaan berpengaruh terhadap perilaku pengguna e-SPT PPN  sebagai sarana pelaporan pajak pertambahan nilai  di KPP Pratama Surakarta?

2.  Apakah   persepsi kemudahan berpengaruh  terhadap perilaku pengguna e-SPT  PPN  sebagai sarana pelaporan pajak pertambahan nilai  di KPP Pratama Surakarta?

3.  Apakah sikap pengguna berpengaruh  terhadap  perilaku pengguna  e-SPT PPN  sebagai sarana pelaporan pajak pertambahan nilai  di KPP Pratama Surakarta?

4.  Apakah minat berperilaku berpengaruh terhadap perilaku pengguna e-SPT PPN  sebagai sarana pelaporan pajak pertambahan nilai  di KPP Pratama Surakarta?

5.  Apakah penggunaan senyatannya berpengaruh terhadap perilaku pengguna e-SPT  PPN  sebagai sarana pelaporan pajak pertambahan nilai  di KPP Pratama Surakarta?

6.  Apakah kerumitan berpengaruh  terhadap  perilaku pengguna  e-SPT  PPN sebagai sarana pelaporan pajak pertambahan nilai  di KPP Pratama Surakarta?

7.  Apakah kesukarelaan berpengaruh terhadap perilaku pengguna e-SPT PPN sebagai sarana pelaporan pajak pertambahan nilai  di KPP Pratama Surakarta?

8.  Apakah jenis kelamin  berpengaruh  terhadap  perilaku pengguna  e-SPT PPN  sebagai sarana pelaporan pajak pertambahan nilai  di KPP Pratama Surakarta?

9.  Apakah tingkat pendidikan berpengaruh  terhadap  perilaku pengguna  e-SPT  PPN  sebagai sarana pelaporan pajak pertambahan nilai  di KPP Pratama Surakarta?

10.  Apakah pengalaman berpengaruh  terhadap perilaku pengguna e-SPT PPN sebagai sarana pelaporan pajak pertambahan nilai  di KPP Pratama Surakarta?

Tujuan Penelitian 

Tujuan yang hendak dicapai dengan adanya penelitian ini adalah mengetahui  faktor-faktor yang berpengaruh  terhadap  perilaku pengguna  e-SPT PPN sebagai sarana pelaporan pajak pertambahan nilai di KPP Pratama Surakarta. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan dapat  menambah referensi dan pemahaman tentang e-SPT PPN  dan memberikan informasi kepada pihak-pihak yang terkait seperti Kantor Pelayanan Pajak, masyarakat, serta pihak-pihak lainnya yang memerlukan hasil penelitian ini. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan alat analisis regresi linear berganda dengan uji t, uji F dan koefisien determinasi (Adj. R2).

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tentang  faktor-faktor yang berpengaruh dengan  perilaku pengguna e-SPT PPN sebagai sarana pelaporan pajak pertambahan nilai di KPP Pratama Surakarta dapat ditarik kesimpulan:

1.  Persepsi kegunaan (X1) diperoleh nilai thitung lebih besar dari ttabel (5,749 > 1,984) dengan probabilitas 0,000 < 0,05; sehingga berpengaruh signifikan terhadap  perilaku  pengguna e-SPT PPN  sebagai  sarana  pelaporan  pajak pertambahan nilai di KPP Pratama Surakarta.

2.  Persepsi kemudahan kegunaan  (X2) diperoleh nilai thitung  lebih besar dari ttabel  (2,520  > 1,984) dengan probabilitas 0,013  < 0,05;  sehingga berpengaruh signifikan terhadap  perilaku  pengguna e-SPT PPN  sebagai sarana pelaporan pajak pertambahan nilai di KPP Pratama Surakarta.

3.  Sikap pengguna  (X3) diperoleh nilai thitung  lebih besar dari ttabel  (3,626 > 1,984) dengan probabilitas 0,000 < 0,05; sehingga berpengaruh signifikan terhadap  perilaku  pengguna e-SPT PPN  sebagai  sarana  pelaporan  pajak pertambahan nilai di KPP Pratama Surakarta.

4.  Minat berperilaku (X4) diperoleh nilai thitung lebih besar dari ttabel (2,441 > 1,984) dengan probabilitas 0,016 < 0,05; sehingga berpengaruh signifikan terhadap  perilaku  pengguna e-SPT PPN  sebagai  sarana  pelaporan  pajak pertambahan nilai di KPP Pratama Surakarta.

5.  Kerumitan (X6) diperoleh nilai thitung  lebih besar dari ttabel (2,441 > 1,984) dengan probabilitas 0,001  < 0,05;  sehingga  berpengaruh signifikan terhadap  perilaku  pengguna e-SPT PPN  sebagai  sarana  pelaporan  pajak pertambahan nilai di KPP Pratama Surakarta.

6.  Penggunaan senyatanya  (X5) diperoleh nilai thitung  lebih  kecil  dari ttabel (1,961  <  1,984) dengan probabilitas 0,052  >  0,05;  sehingga  tidak berpengaruh signifikan terhadap  perilaku  pengguna e-SPT PPN  sebagai sarana pelaporan pajak pertambahan nilai di KPP Pratama Surakarta.

7.  Kesukarelaan  (X7) diperoleh nilai thitung  lebih  kecil  dari ttabel  (-0,419  < 1,984) dengan probabilitas 0,676  >  0,05;  sehingga  tidak  berpengaruh signifikan terhadap  perilaku  pengguna e-SPT PPN  sebagai  sarana pelaporan pajak pertambahan nilai di KPP Pratama Surakarta.

8.  Jenis kelamin  (X8) diperoleh nilai thitung  lebih  kecil  dari ttabel  (0,790  < 1,984) dengan probabilitas 0,431  >  0,05;  sehingga  tidak  berpengaruh signifikan terhadap  perilaku  pengguna e-SPT PPN  sebagai  sarana pelaporan pajak pertambahan nilai di KPP Pratama Surakarta.

9.  Pendidikan (X9) diperoleh nilai thitung  lebih kecil dari ttabel (0,271 < 1,984) dengan probabilitas 0,787 >  0,05;  sehingga  tidak  berpengaruh signifikan terhadap  perilaku  pengguna e-SPT PPN  sebagai  sarana  pelaporan  pajak pertambahan nilai di KPP Pratama Surakarta.

10. Pengalaman  (X10) diperoleh nilai thitung  lebih  kecil  dari ttabel  (1,298    < 1,984) dengan probabilitas 0,196  >  0,05;  sehingga  tidak  berpengaruh  signifikan terhadap  perilaku  pengguna e-SPT PPN  sebagai  sarana pelaporan pajak pertambahan nilai di KPP Pratama Surakarta.

Wajib Pajak Terhadap Realisasi Penerimaan PBB

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Dalam Diri Wajib Pajak Terhadap Realisasi Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan Di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang

lapor-pajak Wajib Pajak Terhadap Realisasi Penerimaan PBB Wajib Pajak Terhadap Realisasi Penerimaan PBB lapor pajak

Latar Belakang Skripsi 

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah salah satu sumber pendapatan Daerah, tetapi bukan termasuk sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pajak tersebut merupakan pajak Pusat, sedangkan Daerahhanya menerima bagian dari kedua pajak tersebut sebagai dana perimbangan. Hal ini dijelaskan oleh Pasal 80 ayat (1) huruf a UU 22/1999 dan Pasal 6 ayat (1) sampai (4) UU 25/1999.

Dengan demikian penetapan objek pajak, dasar pengenaan pajak, tarif pajak dan teknis pemungutan diatur dan ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Sedangkan Pemerintah Daerah tidtesisak terlibat secara langsung dalam hal tersebut. Keterlibatan Pemerintah Daerah hanya dalam membantu mengintensifkan pemungutan PBB dengan melibatkan perangkat daerah.

Perumusan Masalah

Dari permasalahan yang diuraikandi atas maka dapatdirumuskan beberapa pertanyaanpenelitian sebagai berikut :

1.Apakah faktor dalam diri wajib pajakberpengaruh terhadapkeberhasilanrealisasi penerimaan PBB di kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang?

2.Faktor apakah yang paling dominan berpengaruh terhadap realisasi penerimaan PBB di kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang?

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh faktor-faktor dalam diri wajib pajakterhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Populasi penelitian ini adalah wajib pajak PBB di kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Sampel di ambil dengan metoda random sampling. Hipotesis dalam penelitian ini diujidengan regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa

1) kesadaran perpajakan tidak berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang,

2) pemahaman wajib pajak terhadap undang-undang dan peraturan perpajakan PBB berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang,

3) persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda PBB berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang.

4) pendapatan wajib pajak tidak berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang,

5) variabel yang memiliki tingkat signifikansi terbesar terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB adalah persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda PBB.

Kesimpulan

Penelitianini bertujuan untuk mengji pengaruh faktor  tax payerterhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Hipotesis dalam penelitian ini diujidengan regresi linier berganda. Dari hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnyadapat diambil kesimpulan sebagai berikut.

1.kesadaran perpajakan tidak berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang

2.pemahaman wajib pajak terhadap undang-undang dan peraturanperpajakan PBB berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang.

3.persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda PBB berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang.

4.pendapatan wajib pajak tidak berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang

5.variabel yang memiliki tingkat signifikansi terbesar terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB adalah persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda PBB

Analisis Kontribusi Pajak Penerangan Jalan Terhadap PAD

Skripsi EkonomiAnalisis Kontribusi Pajak Penerangan Jalan Terhadap Pendapatan Asli Daerah Di Kabupaten Sukoharjo Tahun Anggaran 2008-2011

pendapatan Analisis Kontribusi Pajak Penerangan Jalan Terhadap PAD Analisis Kontribusi Pajak Penerangan Jalan Terhadap PAD pendapatan

Latar Belakang Skripsi 

Pajak Penerangan Jalan merupakan pungutan daerah atas penggunaan tenaga listrik baik untuk industri maupun non industri. Dengan melihat semakin baiknya Perekonomian  Kabupaten Sukoharjo maka tidtesisaklah heran jika pemasukan pemerintah daerah dari sektor Pajak Daerah  juga meningkat, tidak terkecuali  Pajak Penerangan Jalan. Meningkatnya  Pajak Penerangan Jalan  lebih terpengaruh oleh bertambahnya pengguna listrik sebagai contoh sumber listrik yang sudah mulai terjangkau ke daerah-daerah terpencil di kabupaten  Sukoharjo yang menyebabkan bertambahnya pengguna listrik.

Dengan demikian pemerintah Kabupaten Sukoharjo agar dapat memaksimalkan penerimaan Pajak Penerangan Jalan maka perlu bekerjasama dengan instansi terkait dalam hal ini PLN untuk menyediakan sumber listrik untuk rumah-rumah yang belum terjangkau listrik sama sekali. Kontribusi Pajak Penerangan Jalan  terhadap terhadap PAD relatif besar dibandingkan dengan pendapatan daerah lainnya yang berasal dari Pajak Daerah. Evaluasi terhadap penerimaan Pajak Penerangan Jalan perlu dilakukan untuk mengetahui apakah target penerimaan  Pajak Penerangan Jalan  untuk tahun-tahun sebelumnya dapat tercapai dan mengetahui jumlah realisasi yang diperoleh. Serta mengetahui perkembangan penerimaan  Pajak Penerangan Jalan dan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat  dirumuskan bahwa yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Seberapa besar efektivitas realisasi Pajak Penerangan Jalan terhadap target penerimaan Pajak Penerangan Jalan di Kabupaten Sukoharjo  selama empat tahun anggaran  (2008-2011).

2. Seberapa besar  kontribusi  Pajak Penerangan Jalan  terhadap Pendapatan Asli  Daerah  di  Kabupaten  Sukoharjo selama  empat  tahun anggaran (2008-2011).

Tujuan Penelitian

Kegiatan penelitian ini dilakukan dengan tujuan ingin mengetahui realisasi penerapan pajak, serta kontribusi pajak penerangan jalan di Kabupaten Sukoharjo.

Simpulan 

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penulis memberikan kesimpulan bahwa  efektivitas  Penerimaan  Pajak Penerangan Jalan  sudah cukup baik. Pada tahun 2008, 2009, dan 2011 penerimaan Pajak Penerangan Jalan cukup efektif karena persentase efektivitasnya mencapai 100%. Namun pada tahun 2010  persentase  efekt ivitas  penerimaan  Pajak Penerangan Jalan sebesar 96,04% dengan kata lain penerimaan tidak mencapai target. Hal ini disebabkan karena  adanya pemasangan  rekening listrik  ilegal  yang menyebabkan kebocoran tarif, kebocoran tarif tersebut kebanyakan dari kalangan industri dan rumah tangga.

Kontribusi penerimaan Pajak Penerangan Jalan dari tahun 2008 sampai 2011 terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) rata-rata sebesar 27,50%. Hal ini menunjukan bahwa  Pajak Penerangan Jalan  merupakan sumber pendapatan daerah  yang  sangat potensial karena,  dibandingkan dengan Pendapatan Daerah lainnya  khususnya pada sektor  Pajak Daerah  PPJ menyumbang lebih dari 25% atau seperempat dari keseluruhan Pendapatan Asli Daerah.

 

 

Incoming search terms: