Penggunaan SI Komputer Terhadap Kinerja Karyawan

Skripsi Ekonomi ~ Pengaruh Faktor Demografi, Personalitydan Stres Kerja Dalam Penggunaan Sistem Informasi berbasis Komputer Terhadap Kinerja Karyawan

kinerja pegawai Penggunaan SI Komputer Terhadap Kinerja Karyawan Penggunaan SI Komputer Terhadap Kinerja Karyawan kinerja pegawai

Latar Belakang Skripsi 

Pengembangan sistem informasi merupakan sebuah keputusanyang sangat strategis. Selain menyangkut investasi yang cukup besar, terdapatbanyak faktor lain yang harus dipertimbangkan. Seringkali suatu perusahaanyang memiliki sistem informasi berbasis komputer yang baik gagal dalampenerapannya, tetapi tidtesisak jarang perusahaan yang memiliki sistem yanglemah berhasil dalam penerapannya. Kompleksitas sistem bukanlahmerupakan jaminan perbaikan kinerja, bahkan bisa jadi kontraproduktif biladalam tahapan implementasi ternyata tidak didukung dengan kesiapan sumberdaya manusia (SDM) yang dikuasai perusahaan. Hal ini dikarenakan

operasionalisasi dari teknologi komputer masih menggunakan aspek manusiayang merupakan personil end-user computing. Pengertian dari end-user computing adalah pengetahuan dan keahlian dalam menggunakan komputer (Harrison dan Rainer, 1992). End-user computing akan memberikan manfaat bagi perusahaan maupun bagi personil end-user computing itu sendiri. Keuntungan tersebut diantaranyadengan memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan dan peningkatankerja personilnya (Harrison dan Rainer, 1992). Dalam konteks end-user computing, keahlian dalam menggunakan komputer sangat penting dalampenentuan kinerja, sehingga diperlukan dukungan yang lebih efektif terhadapend-user computing suatu perusahaaan, dan harus lebih melibatkan hubunganindividual dengan keahlian yang dimiliki oleh personil end-user computing. Di dalam memberikan dukungan formal terhadap end-user computing terdapat permasalahan yang sangat kompleks. Hal ini disebabkan karenapersonil end-user computing berbeda satu sama lainnya baik dari segi karakteristik individual, sikap (attitudes), kecemasan (anxiety), maupun caraberpikir (cognitive style) (Harrison dan Rainer, 1992).

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas, maka dapatdirumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. Apakah faktor demografi dalam penggunaan sistem informasi berbasiskomputer akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Indomarco AdiPrima?

2. Apakah faktor personality dalam penggunaan sistem informasi berbasiskomputer akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Indomarco AdiPrima?

3. Apakah faktor stres kerja dalam penggunaan sistem informasi berbasiskomputer akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Indomarco AdiPrima?

4. Apakah faktor demografi, personality dan stres kerja dalam penggunaansistem informasi berbasis komputer berpengaruh terhadap kinerjakaryawan PT Indomarco Adi Prima?

Tujuan Penelitian 

Tujuan diadakannya penelitian ini ialah ingin mngetahui apa saja yang menjadi faktor-faktor  berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Kesimpulan

Penelitian ini dilakukan pada lingkup karyawan PT Indomarco AdiPrima. Variabel-variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah variabelfaktor demografi, personality, stres kerja, dan kinerja. Variabel-variabeltersebut akan diuji apakah variabel faktor demografi, personality, stres kerjaberpengaruh secara positif pada kinerja karyawan PT Indomarco Adi Prima. Berdasarkan dari beberapa pengujian yang telah dilakukan denganmenggunakan bantuan program komputer SPSS for windows menunjukkanbahwa:

1. Koefisien Determinasi (R2) yang sudah disesuaikan (Adjusted R Square) adalah sebesar 0,234. Hal ini berarti 23,4% variasi kinerja karyawan dapatdijelaskan oleh factor demografi, personality dan stres kerja, sedangkan76,6% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan.

2. Hasil uji t untuk H1 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,566 lebih besar dari level of significantyang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH1 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara umur terhadap kinerja karyawan PTIndomarco Adi Prima.

3. Hasil uji t untuk H2 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,606 lebih besar dari level of significant yang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH2 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara jenis kelamin terhadap kinerja karyawanPT Indomarco Adi Prima.

4. Hasil uji t untuk H3 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,643 lebih besar dari level of significantyang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH3 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan terhadap kinerjakaryawan PT Indomarco Adi Prima.

5. Hasil uji t untuk H4 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,247 lebih besar dari level of significantyang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH4 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara  pengalaman terhadap kinerja karyawanPT Indomarco Adi Prima.

6. Hasil uji t untuk H5 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,184 lebih besar dari level of significantyang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH5 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara sifat optimism terhadap kinerja karyawanPT Indomarco Adi Prima.

7. Hasil uji t untuk H6 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,180 lebih besar dari level of significant yang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH6 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara sifat pessimism terhadap kinerja karyawanPT Indomarco Adi Prima.

8. Hasil uji t untuk H7 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,338 lebih besar dari level of significantyang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH7 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara sifat intimidation terhadap kinerjakaryawan PT Indomarco Adi Prima.

9. Hasil uji t untuk H8 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,332 lebih besar dari level of significantyang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH8 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara sifat math anxiety terhadap kinerjakaryawan PT Indomarco Adi Prima.

10. Hasil uji t untuk H9 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,911 lebih besar dari level of significantyang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwa  H9 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara tingkat stres kerja terhadap kinerjakaryawan PT Indomarco Adi Prima.

11. Berdasarkan dari hasil uji F didapat F hitung sebesar 2,292 dengan tingkatsignifikansi 0,044. Oleh karena probabilitas (0,044) lebih kecil dari level of significant 0,05, maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksipengaruh faktor demografi, personality dan stres kerja terhadap kinerjakaryawan PT Indomarco Adi Prima. Berdasarkan dari hasil pengujianuntuk menjawab H10 dapat diartikan bahwa faktor demografi, personality, dan stres kerja secara bersama-sama berpengaruh secara positif signifikanpada kinerja karyawan PT Indomarco Adi Prima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *