Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Dividend Payout Ratio

Skripsi Ekonomi~ Pengaruh Growth Opportunity, Debt To Equity Ratio, Dan Investment Opportunity Set Terhadap Dividtesisend Payout Ratio

pendapatan Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Dividend Payout Ratio Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Dividend Payout Ratio pendapatan

Latar Belakang Skripsi

Di dalam laporan keuangan perusahaan terdapat informasi laba aliran kas yang merupakan jalan utama bagi investor dan kreditur untuk menilai kinerja perusahaan yang sedang melakukan penawaran umum sehingga dapat memberikan keyakinan bagi pihak lain atas keuangan yang diterbitkan emiten tersebut. Perusahaan dengan aliran kas bebas berlebih akan memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan perusahaan lainnya karena mereka dapat memperoleh keuntungan atas berbagai kesempatan yang mungkin tidak dapat diperoleh perusahaan lain dan lebih  survive dalam situasi yang buruk (Rosdini, 2009). Aspek utama dalam kebijakan dividen adalah alokasi penentuan laba sebagai dividen dan laba ditahan.

Laba sebaiknya tidak dibagikan seluruhnya sebagai dividen, namun sebagian harus disisihkan untuk diinvestasikan kembali. Laba ditahan (retained earning) merupakan salah satu dari sumber dana yang berasal dari modal sendiri dan merupakan modal yang paling penting untuk membiayai pertumbuhan perusahaan. Perusahaan berkepentingan untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan, sementara dilain pihak para investor mengharapkan adanya pembagian keuntungan yang tinggi atas laba yang diperoleh (dividen). Semakin tinggi tingkat dividen yang dibayarkan, berarti semakin rendah laba yang ditahan, dan sebagai akibatnya ialah menghambat tingkat pertumbuhan (rate of growth)  dalam pendapatan dan harga sahamnya. Perusahaan harus memutuskan apakah membayar dividen dengan uang tunai atau dividen saham, umumnya dividen tunai lebih menarik bagi pemegang saham dibandingkan dengan dividen saham, karena dividen tunai merupakan penerimaan yang lebih pasti dibanding dengan dividen saham (Sadalia dan Saragih, 2008). Persentase dari pendapatan yang akan dibayarkan kepada pemegang saham sebagai cash dividend disebut dividend payout ratio.

Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Apakah growth opportunity memiliki pengaruh terhadap dividend payout ratio?

2. Apakah debt to equity ratio memiliki pengaruh terhadap dividend payout ratio?

3. Apakah  investment opportunity set memiliki pengaruh terhadap  dividend payout ratio?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah ada pengaruh antara growth opportunity set, debt to equity ratio, dan  investment opportunity set terhadap  dividend payout ratio  pada perusahaan manufaktur yang listing  di BEI. Growth opportunity set diproksi dengan pertumbuhan penjualan,  debt to equity ratio diproksi dengan (total hutang/ total modal),  investment opportunity set diproksi dengan  capital expenditure to book value assets  (CAPBVA), sedangkan dividend payout ratio diproksi dengan  dividend per share/earning per share (DPS/EPS).

Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh  growth opportunity, debt to equity ratio, dan investment opportunity set  terhadap dividend payout ratio  perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan regresi linear berganda dengan SPSS 15.0  for windows. Dari hasil analisis data dapat

disimpulkan bahwa:

1.  Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama (H1 ) menunjukkan bahwa secara parsial variabel growth opportunity berpengaruh signifikan negatif terhadap  dividend payout ratio.  Hasil uji statistik tersebut konsisten dengan penelitian  Anil dan Kapoor (2008),  Kusuma (2006), serta Pradessya (2006). Penelitian  tersebut menyatakan bahwa tingkat keuntungan yang tinggi menandakan pertumbuhan perusahaan pada masa mendatang juga meningkat dimana perusahaan yang bertumbuh akan cenderung membayarkan dividen lebih rendah. Hal tersebut dikarenakan dana yang seharusnya dapat dibayarkan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham akan digunakan untuk pembelian investasi yang menguntungkan, sehingga dividen yang bagikan rendah.  Namun, penelitian tersebut bertentangan dengan penelitian  Souza (1999) dalam Anil dan Kapoor (2008)  yang menyatakan bahwa  growth opportunity tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio.

2.  Berdasarkan hasil pengujian hipotesis kedua (H2 ) menunjukkan bahwa secara parsial variabel debt to equity ratio berpengaruh signifikan positif terhadap  dividend payout ratio. Hasil uji statistik tersebut konsisten dengan penelitian Gul (1999) dalam Lestari (2004), yang menyebutkan bahwa  perusahaan yang memiliki tingkat utang yang rendah, akan membayar dividen lebih sedikit. Kenaikan hutang dapat meningkatkan kemampuan perusahaan membayar dividen selama penggunaan hutang harus selalu diiringi dengan peningkatan laba perusahaan. Namun, hasil tersebut bertentangan dengan penelitian Marlina dan Danica (2009) yang menyatakan bahwa debt to equity ratio tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio.

3.  Berdasarkan hasil pengujian hipotesis ketiga (H3 ) menunjukkan bahwa secara parsial variabel investment opportunity set tidak berpengaruh terhadap  dividend payout ratio. Hasil uji statistik tersebut konsisten dengan penelitian Sadalia dan Saragih (2008) dan Tjandra (2005)  yang menyatakan bahwa  investment opportunity set tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa pihak manajeman umumnya akan  cenderung memilih investasi baru daripada membayar dividen yang tinggi jika kondisi perusahaan sangat baik. Dana yang seharusnya dapat dibayarkan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham akan digunakan untuk pembelian investasi yang menguntungkan. Namun, hasil ini bertentangan dengan penelitian Suharli  (2007) yang menyatakan bahwa investment opportunity set berpengaruh negatif terhadap dividend payout ratio.

Dampak Yang Berpengaruh Pada Tujuan Penggunaan Dana

Skripsi Ekonomi~ Analisis Dampak Pengumuman Right Issue Terhadap Return Dan Risiko Saham Berdasarkan Tujuan Penggunaan Dana (Studi Pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI periode 2000-2007)

gedung_bei Dampak Yang Berpengaruh Pada Tujuan Penggunaan Dana Dampak Yang Berpengaruh Pada Tujuan Penggunaan Dana gedung bei

Latar Belakang Skripsi 

Pada dasarnya, pasar modal menjembatani hubungan antara investor dan emiten. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pasar modal adalah wahana investasi bagi investor dan wahana sumber dana bagi emiten.  Dimana  dalam menentukan keputusan investasinya, seorang investor akan mendasarkan keputusannya pada berbagai input atau masukan informasi yang dimilikinya, baik yang bersifat publik maupun informasi yang bersifat privat. Hal tersebut dikarenakan bahwa  suatu informasi dapat mempengaruhi naik turunnya harga suatu surat berharga yang diterbitkan perusahaan.

Salah satu contoh informasi yang digunakan para investor adalah  action. Pada umumnya  corporate action  secara langsung maupun tidtesisak langsung akan mempengaruhi harga saham yang beredar, komposisi kepemilikan saham, pergerakan harga saham dan lain sebagainya sehingga akan berpengaruh terhadap kepentingan  stakeholders dan khususnya shareholders  (Beni Suhendra W, 2006). Beberapa bentuk corporate action yang dilakukan para emiten adalah right issue, stock split, saham bonus, pengumuman laba, initial public offering, konversi saham dan lain sebagainya.

Perumusan Masalah 

Berdasarkan latar  belakang tersebut di atas, maka dapat disimpulkan pokok permasalahan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Apakah  terdapat perbedaan  abnormal return  saham antara  sebelum dan setelah pengumuman right issue yang bertujuan untuk investasi?
  2. Apakah  terdapat perbedaan  abnormal return  saham antara sebelum dan setelah pengumuman right issue yang bertujuan untuk membayar utang?
  3. Apakah  terdapat perbedaan  variance return  saham antara sebelum  dan setelah pengumuman right issue yang bertujuan untuk investasi?
  4. Apakah terdapat perbedaan  variance return  saham antara sebelum dan setelah pengumuman right issue yang bertujuan untuk membayar utang?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini dilakukan  untuk mengetahui  dampak  pengumuman  right issue  terhadap  return dan risiko  saham perusahaan  yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode Januari 2000-Desember 2007. Return saham pada penelitian ini diproksikan menjadi  abnormal return, sedangkan risiko  saham diproksikan menjadi  variance return  saham. Pengujian  kandungan informasi akan dilakukan dengan melihat perbedaan average abnormal return dan average variance return sepuluh hari sebelum dan sepuluh  hari setelah pengumuman  right issue berdasarkan tujuan penggunaan dananya.

Simpulan

Penelitian ini dilakukan dengan menguji dampak  pengumuman  right issue  terhadap  return  saham  dan risiko  saham  berdasarkan tujuan penggunaan dananya. Return saham pada penelitian ini diproksikan menjadi abnormal  return  sedangkan risiko  saham diproksikan menjadi  variance return saham.  Berdasarkan pembahasan  pada bab-bab sebelumnya,  maka dari penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut :

1)  Pengumuman  right issue  yang bertujuan untuk investasi  memiliki kandungan informasi sehingga menyebabkan  adanya reaksi pasar, dimana reaksi pasar tersebut terlihat dari terdapatnya perbedaan abnormal  return  saham  yang signifikan antara  sebelum dan setelah pengumuman  right issue yang bertujuan untuk investasi. Namun dalam jangka waktu pengamatan ini  investor belum memberikan reaksi positifnya akan tujuan penggunaan dana dari pengumuman  right issue ini yang terbukti dengan terjadinya penurunan rata-rata abnormal return saham antara sebelum dan setelah pengumuman yaitu  dari 0.00077 menjadi  -0.00548.

2) Pengumuman  right issue  yang bertujuan untuk membayar utang menyebabkan terjadinya  perbedaan  abnormal return  saham yang signifikan pada taraf signifikansi 10% antara sebelum dan setelahpengumuman  right issue  yang bertujuan untuk membayar utangSehingga hasil ini turut mendukung hipotesis kandungan informasi danpenelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Masulis dan Korwar (1986) yang memperlihatkan hubungan negatif antara  abnormal return  denganperubahan leverage yang berkaitan dengan penerbitan saham.

3) Pengumuman  right issue  yang bertujuan untuk investasi  tidakmenyebabkan    terjadinya  perbedaan  variance  return  saham  yangsignifikan antara   sebelum dan setelah pengumuman  tersebut. Walaupunterjadi perbedaan  variance return, hal tersebut  hanya dianggap sebagarisiko tetap perusahaan (Fadhilah :2007). 4) Pengumuman  right issue  yang bertujuan untuk membayar utang tidakmenyebabkan terjadinya perbedaan  variance return  saham yangsignifikan antara sebelum dan setelah pengumuman tersebut.  Hasipengujian hipotesis 3 dan 4  memperkuat dugaan sebelumnya bahwadalam periode pengamatan ini para pemegang saham belum dapamengantisipasi adanya informasi pengumuman  right issue  berdasarkantujuan penggunaan dananya secara utuh..