Analisis Besarnya Pengambilan Kredit Oleh Masyarakat

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Pengambilan Kredit Oleh Masyarakat Pada Perum Pegadaian (Studi Kasus di Perum Pegadaian Cabang Klaten)

lapor-pajak Analisis Besarnya Pengambilan Kredit Oleh Masyarakat Analisis Besarnya Pengambilan Kredit Oleh Masyarakat lapor pajak

Latar Belakang Skripsi 

Pembangunan menurut GBHN tahun 1999­2004 adalah suatu proses perubahan secara terus menerus yang merupakan kemajuan dan perbaikan menuju kearah yang dicita- citakan. Pembangunan nasional yang dilaksanakan mencakup upaya peningkatan disegala bidtesisang kehidupan yaitu pembangunan dibidang ekonomi, politik, sosial, budaya dan hankam.

Pelaksanaan pembangunan membutuhkan dana yang cukup besar, dana tersebut berasal dari APBN dan bantuan luar negeri. Selain itu juga dari sektor lembaga keuangan. Menurut kepemilikannya lembaga keuangan terdiri dari lembaga keuangan milik pemerintah (BUMN) dan lembaga keuangan milik swasta, sedangkan jika dilihat dari jenisnya, sektor lembaga keuangan ini terdiri

Perumusan Masalah

Perumusan masalah penelitian faktorfaktor yang mempengaruhi besarnya pengambilan kredit pada Perum Pegadaian  Klaten sebagai berikut :

1.Bagaimana pengaruh tingkat pendapatan terhadap besarnya pengambilan kredit di Perum Pegadaian?

2.Bagaimana pengaruh rasio nilai taksiran dengan jumlah pinjaman terhadap besarnya pengambilan kredit di Perum Pegadaian?

3.Bagaimana pengaruh jumlah tanggungan keluarga terhadap besarnya pengambilan kredit di Perum Pegadaian?

4.Bagaimana pengaruh jangka waktu pengembalian terhadap besarnya pengambilan kredit di Perum Pegadaian?

5.Bagaimana pengaruh penggunaan kredit untuk konsumsi rumah tangga terhadap besarnya pengambilan kredit di Perum Pegadaian?

Tujuan Penelitian 

Dari kegiatan penelitian yang dilakukan ini penulis bertujuan ingin mengetahui apa saja faktor yang membuat masyarakat mengambil kredit pada perum pegadaian.

Kesimpulan

1.Secara bersamasama menunjukkan bahwa variabel Tingkat Pendapatan, Rasio Nilai Taksiran dengan Jumlah Uang Pinjaman, Tanggungan Keluarga, Jangka Waktu Pengembalian Kredit,Penggunaan Kredit untuk Kosumsi Rumah Tangga dan Tingkat Pendidikan, berpengaruh positif dan signifikan dalam taraf signifikansi 5% terhadap besarnya pengambilan kredit di Perum Pegadaian Cabang Klaten.

2.Secara Individual menunjukkan bahwa variabel Tingkat Pendapatan, Tanggungan KeluargaJangka Waktu Pengembalian Kredit, Penggunaan Kredit untuk Konsumsi Rumah Tangga dan Tingkat Pendidikan, berpengaruh positif dan signifikan dalam taraf signifikansi 5% terhadap besarnya pengambilan kredit di Perum Pegadaian Cabang Klaten.

3.Variabel Rasio Nilai Taksiran dengan Jumlah Pinjaman ternyata berpengaruh negatif terhadap besarnya pengambilan kredit di Perum Pegadaian Cabang Klaten, ini berarti bahwa setiap penambahan rasio justru akan mengurangi besarnya pengambilan kredit.

Analisis Dampak Revitalisasi dan Relokasi Pedagang Kaki Lima

Skripsi Ekonomi~ Analisis Dampak Revitalisasi dan Relokasi  Pedagang Kaki Lima  Di Kawasan Banjarsari ke Pasar Klitikan Notoharjo Surakarta

PKL Analisis Dampak Revitalisasi dan Relokasi  Pedagang Kaki Lima Analisis Dampak Revitalisasi dan Relokasi  Pedagang Kaki Lima PKL

Latar Belakang Skripsi 

Pasar merupakan salah satu tempat terjadinya transaksi atau tempat dimana terjadinya pertemuan antara demand dan suplay. Pasar adalah sekelompok pembeli dan penjual dari suatu barang atau jasa pembeli berperan sebagai suatu kelompok yang menentukan seberapa banyak permintaan barang dan penjual berperan sebagai kelompok yang menentukan seberapa banyak penawaran akan barang tersebut (Mankiw,2004;78). Salah satu bentuk pasar adalah pasar kompetitif yaitu pasar yan didtesisalamnya terdapat banyak pembeli dan penjual sehingga masing-masing pembeli atau penjual memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap harga pasar. (Mankiw, 2004;78).

Di Kota Surakarta sendiri memiliki 44 pasar yang tersebar di Kota Surakarta pasar yang terkenal di Kota Surakarta antara lain Pasar  Legi, Pasar Klewer, Pasar Gede, Pasar Singosaren, Pasar Notoharjo, dan Pasar Ngarsopuro. Pendapatan pasar terbesar  di Pasar Legi sebesar Rp. 1.437.132.840,00 ( Dinas Pengelolaan Pasar Kota Surakarta; desember 2010).

Rumusan Masalah

Dari gambaran umum di atas dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Apakah Revitalisasi Pedagang Kaki Lima di kawasan Banjarsari Berpengaruh terhadap Omset Pedagang Kaki Lima tersebut?
  2. Apakah Revitalisasi Pedagang Kaki Lima di kawasan Banjarsari Berpengaruh terhadap Keuntungan Pedagang Kaki Lima tersebut?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak revitalisasi dan relokasi Pedagang Kaki Lima di Kawasan Banjarsari Surakarta ke Pasar Klitikan Notoharjo terhadap omset penjualan, keuntungan pedagang, jumlah karyawan yang dihitung dalam satuan HOK, kuantitas barang yang dijual, dan reribusi dan pungutan pasar. arti kata dampak disini adalah untuk mengetahui perubahan variabel-variabel yang sudah disebutkan diatas terhadap kondisi pedagang saat ini (di Pasar Klitikan Notoharjo Semanggi) dengan cara membandingkan antara di Notoharjo dan saat masih di Banjarsari.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis dengan mengunakan metode uji t (Paired sample t test) menggunakan  software spss 17 dapat disimpulkan dampak revitalisasi Pedagang Kaki Lima di Kawasan Banjarsari dan sekarang direlokasi di Pasar Klitikan Notoharjo Semanggi berpengaruh terhadap omset, keuntungan, jumlah tenaga kerja, kuantitas barang yang dijual dan retribusi dan pungutan pasar. Hasil anailisis sebagai berikut :

  1. Variabel Omset Penjualan Pedagang Variabel omset penjualan pedagang  sebelum dan sesudah revitalisasi dan relokasi Pedagang Kaki Lima di kawasan banjarsari ke Pasar Klitikan Notoharjo menunjukkan perbedaan secara nyata pada tahun pengamatan. Nilai dari t hitung menunjukkan nilai yang negatif hal ini menunjukkan adanya penurunan omset di Pasar Notoharjo jika di bandingkan dengan jumlah omset ketika di Banjarsari.
  2. Variabel Keuntungan Pedagang Variabel keuntungan pedagang sebelum dan sesudah revitalisasi dan relokasi Pedagang Kaki Lima di kawasan banjarsari ke Pasar Klitikan Notoharjo menunjukkan perbedaan secara nyata pada tahun pengamatan. Nilai dari t hitung menunjukkan nilai yang negatif hal ini menunjukkan adanya penurunan keuntungan di Pasar Notoharjo jika di bandingkan dengan jumlah omset ketika di Banjarsari
  3. Variabel Jumlah Tenaga Kerja Variabel jumlah tenaga kerja sebelum dan sesudah revitalisasi dan relokasi yang dihitung dengan satuan HOK (Hari Orang Kerja) tidak menunjukkan perbedaan secara nyata pada tahun pengamatan. Revitalisasi dan relokasi kurang berpengaruh atau  tidak ada perbedaan secara signifikan terhadap jumlah tenaga kerja antara sebelum dan sesudah direvitalisasi dan direlokasi.
  4. Variabel Kuantitas Barang yang dijual Variabel kuantitas barang yang dijual sebelum dan sesudah revitalisasi dan relokasi Pedagang Kaki Lima di kawasan banjarsari ke Pasar Klitikan Notoharjo menunjukkan perbedaan secara nyata pada tahun pengamatan. Nilai dari t hitung menunjukkan nilai yang negatif hal ini menunjukkan adanya penurunan kuantitas penjualan di Pasar Notoharjo jika di bandingkan dengan jumlah omset ketika di Banjarsari.
  5. Variabel Pungutan Pasar dan Retribusi Variabel pungutan pasar dan retribusi secara signifikan mengalami perubahan antara sebelum dan sesudah revitalisasi dan relokasi Pedagang Kaki Lima di kawasan banjarsari ke Pasar Klitikan Notoharjo menunjukkan perbedaan secara nyata pada tahun pengamatan.
Incoming search terms:

Analisis Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Return Saham

Skripsi EkonomiAnalisis Pengaruh Leverage, Debt To Equity Ratio (DER), Return On Asset (ROA), Price Book Value (PBV) Dan Price Earning Ratio (PER) Terhadap Return Saham  (Studi kasus pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun 2005-2007)

gedung_bei Analisis Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Return Saham Analisis Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Return Saham gedung bei

Latar Belakang Skripsi 

Tujuan utama investor melakukan investasi adalah untuk memperoleh return  yang maksimal. Return merupakan salah satu indikator kinerja perusahaan. Semakin efisien perusahaan dalam menggunakan aktivanya maka  return  yang diperoleh akan semakin tinggi. Bagi para investor,  return merupakan salah satu parameter untuk menilai seberapa besar keuntungan suatu saham. Investor yang akan berinvestasi di pasar modal akan terlebih dahulu melihat saham yang paling menguntungkan, dengan menilai kinerja perusahaan yang bersangkutan serta kemakmuran pemegang saham perusahaan tersebut. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi  return  saham, sehingga harapan untuk memperoleh  return  yang maksimal dapat tercapai. Tujuan perusahaan hanya untuk menghasilkan laba yang sebesar-besarnya sudah kurang relevan lagi di masa sekarang karena tanggung jawab perusahaan tidtesisak hanya kepada pemilik saja.

Tanggung jawab kepada seluruh  stakeholder menjadi sangat penting sehingga hal ini menuntut perusahaan untuk  menimbang semua strategi yang diambil dan dampaknya kepada stakeholder tersebut.  Pendekatan fundamental merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk menilai perusahaan. Jika kinerja perusahaan bagus, maka harga saham akan meningkat sehingga berpotensi memberikan  return  saham. Menurut Jogiyanto (2000:88), salah satu analisis yang banyak digunakan untuk menentukan nilai sebenarnya dari saham adalah analisis sekuritas fundamental (Fundamental security analysis) atau analisis perusahaan (Company analysis). Faktor fundamental perusahaan memegang peranan penting dalam proses pengambilan keputusan. Dalam analisis fundamental menggunakan data fundamental perusahaan yaitu data yang berasal dari keuangan perusahaan. Data keuangan perusahaan terdapat dalam laporan perusahaan yang dapat diukur melalui rasio keuangan.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Apakah Leverage, Debt to Equity Ratio  (DER), Return On Asset  (ROA), Price to Book Value (PBV) dan  Price Earning Ratio (PER) secara simultan mempunyai pengaruh terhadap  return saham di perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?
  2. Apakah Leverage, Debt to Equity Ratio  (DER), Return On Asset  (ROA), Price to Book Value (PBV) dan Price Earning Ratio (PER) secara parsial mempunyai pengaruh terhadap  return saham di perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?
  3. Apakah terdapat perbedaan  return saham antara kategori  basic industry, miscelaneous industry dan  consumer good industry di perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1.  Hasil dari analisis uji F menunjukkan bahwa variabel independen Debt to Equity Ratio (DER), Return On Asset  (ROA), Price to Book Value (PBV) dan  Price Earning Ratio (PER)  secara bersama-sama atau simultan berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hasil dari uji koefisien determinasi (R2), sebesar 5,4% return saham dapat dijelaskan oleh variabel independen yaitu Debt to Equity Ratio (DER), Return On Asset  (ROA), Price to Book Value (PBV) dan  Price Earning Ratio (PER). Sedangkan sisanya sebesar 94,6% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
  2. Dari hasil uji multikolonieritas bahwa variabel  leverage  dihapus karena variabel  leverage  terjadi multikolonieritas.
  3. Hasil dari analisis uji t yaitu pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial adalah sebagai berikut:
  • PBV dan PER    tidak berpengaruh signifikan terhadap  return saham, sehingga kenaikan atau penurunan PBV dan PER  tidak berpengaruh terhadap return saham.
  • DER dan ROA berpengaruh positif signifikan terhadap  return saham, sehingga kenaikan DER dan ROA akan menaikkan return saham.
  •  Hasil dari ANOVA yaitu menunjukkan tidak terdapat perbedaan return saham diantara  basic industry, miscelaneous industry dan  consumer good industry.

Analisis Kesempatan Investasi Terhadap Kebijakan Dividen

Skripsi EkonomiAnalisis Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Utang, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan Dan Kesempatan Investasi Terhadap Kebijakan Dividtesisen

modal-ventura Analisis Kesempatan Investasi Terhadap Kebijakan Dividen Analisis Kesempatan Investasi Terhadap Kebijakan Dividen modal ventura

Latar Belakang Skripsi 

Di Indonesia, kepemilikan manajerial, kebijakan dividen dan kebijakan utang telah memperoleh perhatian para peneliti, sehingga terdapat beberapa peneliti yang melakukan kajian mengenai hubungan maupun pengaruhnya satu sama lain, terutama yang menggunakan kebijakan dividen sebagai variabel terikat.

Fauzan (2002) dalam penelitiannya yang berjudul Hubungan Biaya Keagenan, Risiko  Pasar dan Kesempatan Investasi, hanya menemukan satu variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Variabel tersebut adalah risiko pasar yang diproksikan dengan BETA. Biaya keagenan yang diproksikan dengan kepemilikan institusional dan kesempatan investasi yang diproksikan dengan Market to Book Value of Equity  tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen yang dibuat perusahaan. Hal ini menunjukkan perusahaan publik pada tahun 1996 tepatnya sebelum krisis moneter di  mana penelitian ini dilakukan, belum mempertimbangkan kesempatan investasi dan biaya keagenan dalam pembuatan kebijakan.  Penelitian Fauzan (2002) yang menyimpulkan tidak adanya hubungan antara  dividen payout  dengan kesempatan investasi dikonfirmasi oleh Suharli (2007).

Nuringsih (2005) menganalisis pengaruh kepemilikan manajerial, kebijakan utang, ROA, dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam  Indonesian Capital Market Directory  tahun 1995-1996.  Berdasarkan pengujian hasil regresi diketahui bahwa terjadi pengaruh positif antara  managerial ownership  dengan kebijakan dividen.  Hasil ini menunjukkan bahwa semakin besar keterlibatan manajer dalam  managerial ownership  menyebabkan aset tidak terdiversifikasi secara optimal sehingga menginginkan dividen yang semakin besar.  Pengaruh positif juga ditunjukkan pada hubungan antara ukuran perusahaan dengan kebijakan dividen. Sedangkan untuk ROA dan utang berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen.

Perumusan Masalah

  1. Apakah terdapat pengaruh positif antara kepemilikan manajerial dengan kebijakan dividen.
  2. Apakah terdapat pengaruh negatif antara kebijakan utang dengan kebijakan dividen.
  3. Apakah terdapat pengaruh negatif antara profitabilitas dengan kebijakan dividen.
  4. Apakah terdapat pengaruh positif antara ukuran perusahaan dengan kebijakan dividen.
  5. Apakah terdapat pengaruh negatif antara kesempatan investasi dengan kebijakan dividen.

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini adalah  menemukan bukti empiris pengaruh kepemilikan manajerial, kebijakan utang, profitabilitas, ukuran perusahaan, kesempatan investasi terhadap kebijakan dividen.  Penelitian ini menggunakan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), namun bukan perusahaan jenis industri perbankan dan keuangannya lainnya, sesuai dengan pengklasifikasian  Indonesian Capital Market Dictionary  (ICMD)  periode 2004-2008. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu  purpose sampling. Jumlah sampel akhir yang digunakan yaitu 78 sampel. Teknik analisis regresi berganda digunakan dalam menganalisis data.

Kesimpulan

Tujuan dari penelitian ini adalah menguji pengaruh kepemilikan manajerial, kebijakan utang, profitabilitas, ukuran perusahaan dan kesempatan investasi terhadap kebijakan dividen. Penelitian ini mengambil periode pengamatan selama lima tahun yaitu dari tahun 2004 sampai dengan 2008, dimana jumlah sampel yang digunakan yaitu 78 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia namun  bukan perusahaan jenis industri perbankan dan keuangan lainnya. Hasil analisis dalam penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Variabel kepemilikan manajerial tidak memiliki pengaruh terhadap kebijakan dividen (Dividen Payout Ratio). Meskipun demikian, tanda positif pada koefisien regresi variabel kepemilikan manajerial yang ditemukan dalam penelitian ini sama seperti yang diharapkan.  Tanda koefisien positif tersebut  menunjukkan bahwa semakin  besar keterlibatan manajer dalam  managerial ownership  menyebabkan aset yang dimiliki tidak terdiversifikasi secara optimal sehingga dividen yang dibagikan semakin besar.
  2. Variabel kebijakan utang (Debt to Asset Ratio)  berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen (Dividen Payout Ratio). Hal ini menunjukkan nilai DAR yang rendah cenderung memiliki DPR yang tinggi. Pada perusahaan dengan utang rendah cenderung akan membayar dividen besar karena tidak memiliki beban bunga tinggi sehingga keuntungan dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan pemegang saham.
  3. Variabel profitabilitas (ROA) tidak berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen (DPR). Perusahaan tidak akan membayar dividen tinggi untuk menjaga reputasinya ketika profitabilitas rendah. Hasil temuan ini tidak konsisten dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
  4. Variabel ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap kebijakan dividen (Dividen Payout Ratio). Meskipun demikian, tanda positif pada koefisien regresi ukuran perusahaan yang ditemukan dalam penelitian ini sama seperti yang diharapkan. Perusahaan yang memiliki aset kecil cenderung akan membayar dividen rendah karena keuntungan diarahkan sebagai laba ditahan yang digunakan untuk meningkatkan aset.
  5. Variabel kesempatan investasi tidak berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen (Dividen Payout Ratio).  Pengaruh variabel kesempatan investasi ini tidak seperti yang diharapkan dimana secara teori kesempatan investasi (IOS) seharusnya berpengaruh negatif terhadap  Dividen Payout Ratio.  Hal ini dikarenakan  IOS yang diukur dengan  Market to Book Value of Asset  berhubungan negatif dengan growth  sehingga IOS yang rendah mencerminkan  growth  yang tinggi. Growth  yang semakin tinggi akan menyebabkan perusahaan membayarkan dividen yang rendah karena sebagian  retained earnings digunakan untuk investasi (free cash flow hypothesis).

Analisis Obligasi Perusahaan Di Indonesia

Skripsi EkonomiAnalisis  Pengaruh Corporate Governance  Terhadap Peringkat Dan Yield Obligasi Perusahaan Di Indonesia

obligasi Analisis Obligasi Perusahaan Di Indonesia Analisis Obligasi Perusahaan Di Indonesia obligasi

Latar Belakang Skripsi 

Jewell dan Livingston (2000) menyatakan bahwa investor menghadapi masalah informasi yang disebabkan beragamnya karakteristik dari penerbit obligasi. Peringkat (rating) obligasi membantu mengurangi masalah informasi tersebut.  Peringkat obligasi (bond rating) memberikan pernyataan yang informatif dan memberikan sinyal tentang probabilitas kegagalan utang suatu perusahaan (Sari, 2004). Peringkat obligasi ini diberikan oleh lembaga yang independen, obyektif, dan dapat dipercaya. Di Indonesia, pemeringkatan obligasi dilakukan  oleh PT PEFINDO dan PT.Moody’s Indonesia.  Selain peringkat, faktor lain yang dipertimbangkan oleh investor obligasi adalah return  obligasi  (Setyapurnama & Noorpratiwi, 2004).  Return  obligasi merupakan hasil yang akan diperoleh investor apabila melakukan investasi pada obligasi.

Return obligasi ini dinyatakan dalam yield.  Bhojraj & Sengupta (2003) dalam penelitiannya menyatakan bahwa peringkat dan  yield  obligasi ditentukan oleh probabilitas bahwa sebuah perusahaan nantinya tidtesisak mampu memenuhi kewajibannya dalam melunasi hutang (default  risk), serta  dari  tingkat penjaminan yang diberikan. Default risk sebuah perusahaan bergantung pada ketersediaan informasi yang kredibel agar evaluasi resiko dapat dilakukan secara akurat, serta biaya keagenan atau agency cost  (termasuk peluang terjadinya aktivitas pengambilalihan aset dan bangunan).  Menurut mereka, mekanisme  corporate governance  dapat mengurangi resiko gagal bayar  (default risk)  dengan cara mengurangi biaya keagenan  (agency cost)  yaitu dengan memonitor kinerja manajemen dan mengurangi asimetri informasi antara perusahaan dengan kreditur. Sehingga, jika  corporate governance  dapat mengurangi resiko keagenan, maka perusahaan dengan mekanisme pelaksanaan corporate governance yang lebih baik seharusnya memiliki peringkat obligasi yang tinggi dan tingkat  yield yang lebih rendah.

Perumusan Masalah

  1. Apakah variabel-variabel  corporate governance    secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap peringkat dan yield obligasi yang terdaftar di Bursa Efek Surabaya ?
  2. Apakah variabel-variabel corporate governance secara parsial mempunyai pengaruh terhadap  peringkat dan  yield   obligasi yang terdaftar di Bursa Efek Surabaya ?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh   corporate governance yang diwakili oleh variabel  komite  independen, kepemilikan manajerial, firma auditor 4-besar, kepemilikan institusional  terhadap peringkat peringkat dan yield obligasi perusahaan di Indonesia yang terdaftar dan aktif diperdagangkan di OTC-FIS Bursa Efek Surabaya tahun 2007-2009, dengan menggunakan variabel kontrol leverage dan rasio profitabilitas.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian yang telah dilakukan tentang  pengaruh  corporate governance  :  Komite Independen, Kepemilikan saham Manajer,  Auditor  Independen 4-Besar, Kepemilikan Institusional, serta variabel kontrol  Leverage  dan  Return on Assets  terhadap  Peringkat  dan  Yield obligasi perusahaan yang  aktif beredar di pasar dan terdaftar di OTC FIS Bursa Efek Surabaya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

Pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan :

  1. Variabel  Corporate Governance  yaitu Komite Independen, Kepemilikan saham Manajer, Auditor  Independen 4-Besar, Kepemilikan Institusional, serta variabel kontrol  Leverage  dan  Return on Assets  secara simultan berpengaruh terhadap Peringkat Obligasi.
  2. Variabel  Corporate Governance  yaitu Komite Independen, Kepemilikan Saham Manajer, Auditor  Independen 4-Besar, Kepemilikan Institusional, serta variabel kontrol  Leverage  dan  Return on Assets  secara simultan berpengaruh signifikan terhadap yield obligasi

Pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial :

  1. Komite Independen  berpengaruh positif  terhadap peringkat  obligasi, sehingga kenaikan persentase  komite independen  akan menaikkan peringkat obligasi
  2. Komite Independen berpengaruh negatif  terhadap yield obligasi, sehingga penurunan persentase komite independen akan menurunkan yield obligasi.
  3. Kepemilikan  Saham  Manajer  berpengaruh positif  terhadap peringkat obligasi, sehingga kenaikan persentase kepemilikan  saham manajer akan menaikkan peringkat obligasi.
  4. Kepemilikan Manajerial  tidak berpengaruh  terhadap  yield  obligasi, sehingga kenaikan maupun penurunan persentase kepemilikan manajerial tidak mempengaruhi yield obligasi.
  5. Auditor  Independen  4-Besar  berpengaruh positif  terhadap peringkat obligasi,  sehingga keberadaan  Auditor  Independen  4-Besar  akan menaikkan peringkat obligasi.
  6. Auditor  Independen  4-Besar  tidak berpengaruh signifikan terhadap  yield obligasi, sehingga ada atau tidaknya keberadaan Auditor  Independen  4-Besar tidak mempengaruhi yield obligasi.
  7. Kepemilikan Institusional  berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi, sehingga kenaikan  persentase kepemilikan institusional  akan menaikkan peringkat obligasi.
  8. Kepemilikan Institusional  berpengaruh  negatif  terhadap  yield  obligasi, sehingga  penurunan  persentase  kepemilikan institusional  akan menurunkan yield obligasi.
  9. Rasio Leverage berpengaruh positif  terhadap peringkat obligasi, sehingga kenaikan rasio leverage akan menaikkan peringkat obligasi.
  10.  Rasio Leverage  berpengaruh  negatif  terhadap  yield  obligasi,  sehingga penurunan persentase rasio leverage akan menurunkan yield obligasi.
  11. Return on Assets berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi, sehingga kenaikan persentase Return on Assets akan menaikkan peringkat obligasi.
  12. Return on Assets  tidak berpengaruh  terhadap  yield  obligasi,  sehingga kenaikan maupun penurunan  persentase  return  on assets  tidak mempengaruhi yield obligasi.
Incoming search terms: