Perilaku Perpindahan Merek Pada Penyedia Jasa Salon

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Perpindahan  Merek Pada Penyedia Jasa Salon Kecantikan Di Surakarta (studi : mahasiswi Universitas Sebelas Maret)

salon Perilaku Perpindahan Merek Pada Penyedia Jasa Salon Perilaku Perpindahan Merek Pada Penyedia Jasa Salon salon

Latar Belakang Skripsi 

Kualitas pelayanan yang dihasilkan oleh operasi yang dilakukan perusahaan dan keberhasilan dalam proses operasi ini ditentukan oleh banyak faktor antara lain dipandang dari  Reliability (keandalan) yaitu untuk mengukur perusahaan dalam memberikan jasa yang tepat dan sesuai dengan yang dijanjikan,  Responsiveness (daya tanggap) yaitu ketanggapan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan cepat,  Assurance  (jaminan) untuk mengukur kemampuan dan kesopanan karyawan serta sifat dapat dipercaya yang dimiliki oleh karyawan,  Empahty (empati) untuk mengukur pemahaman karyawan terhadap kebutuhan konsumen serta perhatian yang diberikan oleh karyawan.

Tangible (kasat mata) yaitu tampilan fisik, peralatan, karyawan serta sarana komunikasi  Jika harapan konsumen sesuai dengan apa yang diberikan oleh penyedia jasa, hal tersebut akan memberikan kepuasan konsumen sehingga konsumen mempertimbangkan untuk melakukan pembelian ulang dan membentuk loyalitas merek, serta memberikan infomasi secara positif kepada orang lain  (word of mouth).    Menurut Davidtesis Alker dalam dewi (2004)  Loyalitas merek ini yang menyebabkan konsumen melakukan pembelian ulang dan memberi rekomendasi ke orang lain untuk membeli atau mempergunakan produk tertentu.

Perumusan Masalah

Perumusan masalah  dalam penelitian ini adalah apakah  faktor-faktor: persepsi harga yang negatif, ketidaknyamanan, kegagalan jasa inti, kegagalan interaksi jasa dengan konsumen dan respon kegagalan jasa mempengaruhi Word Of Mouth mengenai perpindahan penyedia jasa dan pencarian penyedia jasa baru ?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh persepsi harga yang negatif, ketidaknyamanan, kegagalan jasa inti, kegagalan interaksi jasa dan respon kegagalan jasa  terhadap perilaku  word of mouth mengenai perpindahan jasa dan pencarian penyedia jasa baru.

Kesimpulan 

Berdasarkan uji hipotesis diperoleh :

  1. Terdapat pengaruh  secara signifikan  persepsi harga yang negatif terhadap Word  of mouth mengenai perpindahan jasa dan Pencarian penyedia jasa baru.  Adanya penetapan harga yang tinggi, yang membebani konsumen dan  penetapan harga yang dianggap tidak wajar atau tidak sesuai dengan hasil yang diterima konsumen, Menurut konsumen hal tersebut sangat tidak menguntungkan sehingga konsumen melakukan perpindahan jasa  untuk mendapatkan tingkatan harga yang sesuai.
  2. Terdapat pengaruh  secara signifikan ketidaknyamanan terhadap Word of mouth mengenai perpindahan jasa dan perilaku pencarian penyedia jasa baru.  Ketidaknyamanan yang dirasakan konsumen akan mendorong perilaku perpindahan penyedia jasa yang sejenis, dengan harapan konsumen akan mendapatkan rasa kenyamanan yang lebih dari penyedia jasa sebelumnya.
  3. Terdapat pengaruh  secara signifikan kegagalan jasa i terhadap word of mouth mengenai perpindahan jasa dan perilaku pencarian penyedia jasa baru.Kegagalan jasa inti yang diberikan penyedia jasa kepada konsumen akan menyebabkan konsumen melakukan perpindahan penyedia jasa yang dinyatakan dengan melakukan pencarian penyedia jasa yang sejenis dikarenakan konsumen sangat mengharapkan hasil yang sempurna untuk pelayanan jasa inti yang diinginkanya dan konsumen akan memberikan referensi atas pengalamanya kepada orang lain atas kekecewaan dari hasil yang diterimanya.
  4. Terdapat pengaruh  secara signifikan  kegagalan interaksi jasa terhadap word of mouth mengenai perpindahan jasa dan perilaku pencarian penyedia  jasa baru.  Jika konsumen menilai pelayanan yang diberikan kurang memuasakan,pelayanan yang kurang memuaskan disebabkan perilaku karyawan penyedia jasa yang tidak sopan,  tidak cepat tanggap serta kurang memiliki pengetahuan yang cukup ketika melayani konsumen. Hal  tersebut akan menimbulkan ketidakpuasan yang mengakibatkan konsumen mencari penyedia jasa baru dan memberikan informasi mengenai perpindahanya kepada orang lain
  5. Terdapat pengaruh  secara signifikan respon kegagalan jasa terhadap word of mouth mengenai perpindahan jasa dan pencarian penyedia jasa baru. Respon penyedia jasa dari kegagalan jasa yang diberikan kepada konsumen akan mempengaruhi penilaian konsumen terhadap penyedia jasa, dikarenakan konsumen yang kecewa dengan kegagalan jasa yang diberikan penyedia jasa masih mengharapakan adanya tanggapan yang baik untuk membenahi dari kesalahan yang dilakukan penyedia jasa. Jika konsumen merasa tanggapan yang diterimanya kurang memuaskan, dimana hal tersebut akan menambah kekecewaan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan, Maka konsumen akan mencoba mencari penyedia jasa yang lebih baik dan menceritakan apa yang dialaminya kepada orang lain
  6. Berdasarkan hasil perhitungan statistik diketahui bahwa persepsi harga yang negatif, ketidaknyamanan, kesalahan jasa , kesalahan interaksi jasa dan respon kegagalan jasa mempengaruhi tindakan  word of mouth mengenai perpindahan jasa sebesar 47 % sedangkan sebesar 53% dipengaruhi oleh faktor faktor lain.
  7. Dari 53 % faktor-faktor lain yang tidak mempengaruhi  word of mouth mengenai perpindahan penyedia jasa, hal tersebut dikarenakan kompleksnya fenomena perilaku  word of mouth mengenai perpindahan penyedia jasa. Faktor-faktor lain yang dimungkinkan antara lain perpindahan secara terpaksa, etika, persaingan (Keaveny;1995) atau karena pencarian variasi (Van Tjrip; 1996).
  8. Berdasarkan hasil perhitungan statistik diketahui bahwa persepsi harga yang negatif, ketidaknyamanan, kesalahan jasa , kesalahan interaksi jasa dan respon kegagalan jasa mempengaruhi tindakan pencarian  penyedia jasa baru sebesar 49,7 %  sedangkan  sebesar 50,3 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.

 

 

Analisis Pengaruhi Pengambilan Kredit KUR

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Kredit KUR Pada Bank BRI  Kanca Unit Makam Haji

pelayanan bank BRI Analisis Pengaruhi Pengambilan Kredit KUR Analisis Pengaruhi Pengambilan Kredit KUR pelayanan bank BRI

Latar Belakang Skripsi 

Setiap aktivitas ekonomi modal menjadi salah satu factor yang berpengaruh besar dalam pergerakan awal mula berdirinya suatu usaha. Modal sendiri terdiri dari 2 macam hal, yaitu modal sendiri dan modal pinjaman. Mengapa modal menjadi sangat penting, karena dari modal inilah awal mula mampu beroperasinya suatu usaha.

Namun dewasa ini dalam pencukupan modal usaha dirasa sangat sulit dan berbelit-belit. Padahal dari keadaan sekarang ini kecukupan modal sendiri dirasa tidtesisak mampu mencukupi biaya operasional usaha itu sendiri. Maka modal pinjaman menjadi salah satu alternatif terbaik untuk  pemenuhan kecupan modal.

Perumusan Masalah 

  1. Apakah  proses pengajuan kredit  memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat pengambilan kredit KUR BRI ?
  2. Apakah pendapatan  usaha memiliki pengaruh yang signifikan  terhadap minat pengambilan kredit KUR BRI ?
  3. Apakah  lama usaha  memiliki pengaruh yang signifikan  terhadap  minat pengambilan kredit KUR BRI ?
  4. Apakah  jangka waktu  pembayaran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat pengambilan kredit KUR BRI ?

Tujuan Penelitian 

Dalam kegiatan penelitian ini tujuan yang hendak dicapai ialah ingin mengetahui apa saja yang dapat berpengaruh terhadap KUR BRI.

Kesimpulan 

Berdasarkan hasil penelitian tentang  Analisis faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Kredit Usaha Rakyat pada BRI Kanca Unit Makam Haji dapat ditarik kesimpulan:

  1. Proses pengajuan berpengaruh signifikan terhadap tingkat kredit perbankan yang diterima oleh  pengusaha yang termasuk dalam  Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengambil kredit usaha rakyat di BRI Makam Haji
  2. Pendapatan usaha berpengaruh signifikan terhadap tingkat kredit perbankan yang diterima oleh  pengusaha yang termasuk dalam  Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengambil kredit usaha rakyat di BRI Makam Haji
  3. Lama usaha berpengaruh signifikan terhadap tingkat kredit perbankan yang diterima oleh  pengusaha yang termasuk dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengambil kredit usaha rakyat di BRI Makam Haji
  4. Jangka waktu pembayaran berpengaruh signifikan terhadap tingkat kredit perbankan yang diterima oleh  pengusaha yang termasuk dalam  Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengambil kredit usaha rakyat di BRI Makam Haji
  5. Pendapatan usaha merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap tingkat kredit perbankan yang diterima oleh  pengusaha yang termasuk dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengambil kredit usaha rakyat di BRI Makam Haji
Incoming search terms:

Analisis Faktor-Faktor Sektor Industri Pengolahan

Skripsi Ekonomi~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sektor Industri Pengolahan Di Kabupaten Sukoharjo

industri Analisis Faktor-Faktor Sektor Industri Pengolahan Analisis Faktor-Faktor Sektor Industri Pengolahan industri

Latar Belakang Skripsi 

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu ukuran statistic yang menjadi indicator penting dalam mengukur tingkat perkembangan perekonomian di suatu daerah. PDRB sebenarnya merupakan nilai tambah yang dihasilkan oleh sektor-sektor ekonomi di suatu daerah pada kurun waktu tertentu.

Dengan melihat nilai PDRB ibi maka akan banyak didtesisapatkan berbagai informasi mengenai perkembangan ekonomi sektoral baik dalam hal volume produksi maupun harga (BPS Sukoharjo 2008). Kabupaten Sukoharjo yang mempunyai sumbangan cukup berarti dalam beberapa sektor ekonomi pada tingkat nasional cukup menarik untuk diikuti perkembangan perekonomiannya.  Beberapa perkembangan sektor ekonomi seperti misalnya sektor industi dan pertanian di Kabupaten Sukoharjo merupakan isu ekonomi yang cukup menarik beberapa kalangan ekonomi (BPS Sukoharjo 2008).

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan berbagai permasalahan sebagai berikut :

1. Bagaimana pengaruh  Investasi, Inflasi dan Jumlah Unit Industri  terhadap PDRB sektor industri pengolahan di Kabupaten Sukoharjo?

2. Bagaimana pengaruh perkembangan PDRB sektor industri pengolahan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sukoharjo?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel investasi, inflasi dan jumlah unit usaha terhadap PDRB sektor industri pengolahan serta pengaruh PDRB terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sukoharjo Data yang  digunakan adalah data  time series tahun 1994-2008 yang bersumber dari Kantor Statistik Kabupaten Sukoharjo, Bappeda, Disperindag Kabupaten Sukoharjo dan ditunjang oleh studi pustaka.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan pada bab-bab sebelumnya mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi sektor industri pengolahan di Kabupaten Sukoharjo, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  • Kesimpulan Hipotesis I :
  1. Variabel investasi secara signifikan dan positif berpengaruh terhadap pertumbuhan PDRB sektor industri pengolahan pada tingkat signifikansi 5 persen,  hal ini menunjukan bahwa variabel  invests berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan PDRB sektor industri pengolahan.
  2. Variabel inflasi menunjukan nilai probabilitas yang tidak signifikan pada tingkat signifikansi 5 persen, hal ini menunjukan bahwa variabel inflasi tidak berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan PDRB sektor industri pengolahan. c.  Variabel jumlah unit usaha secara signifikan dan positif berpengaruh terhadap pertumbuhan PDRB sektor industri pengolahan pada tingkat signifikansi 5 persen, ini ditunjukan oleh nilai koefisien sebesar 0,0000309 dan nilai probabilitas sebesar 0,0350 yang signifikan pada tingkat keyakinan 5 persen. Hal ini menunjukan bahwa variabel jumlah unit usaha berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan PDRB sektor industri pengolahan.
  3. Secara bersama-sama variabel investasi, inflasi dan jumlah unit usaha berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pertumbuhan PDRB sektor industri pengolahan, ini ditunjukan oleh nilai uji F sebesar 44.96617 dan nilai probabilitasnya sebesar 0,000002 yang signifikan pada tingkat keyakinan sebesar 5 persen.

 

  • Kesimpulan Hipotesis II:

Variabel PDRB sektor industri pengolahan secara positif dan signifikan  berpengaruh  terhadap penyerapan tenaga kerja, ini ditunjukan oleh koefisien hasil uji t sebesar 0.466815 dan nilai probabilitas sebesar 0,0019 yang signifikan pada tingkat keyakinan sebesar 5 persen. Hal ini menunjukan bahwa dari pertumbuhan PDRB sektor industri pengolahan akan menyebabkan penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut.

Incoming search terms:

Analisis Faktor-Faktor Praktik Perataan Laba

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Praktik Perataan Laba (Income Smoothing)  Pada Perusahaan Go Public Di Indonesia

modal-ventura Analisis Faktor-Faktor Praktik Perataan Laba Analisis Faktor-Faktor Praktik Perataan Laba modal ventura

Latar Belakang Skripsi 

Belkoui (1993) memberikan pendapat bahwa laporan keuangan merupakan sarana informasi penting yang diperlukan untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan oleh manajemen terhadap sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan, dan dari informasi laporan keuangan tersebut salah satu parameter penting yang digunakan untuk mengukur kinerja manajemen adalah informasi laba, karena ada kecenderungan laba yang dihasilkan oleh suatu perusahaan lebih diperhatikan oleh pengguna laporan keuangan dan situasi tersebut disadari oleh manajemen.

Informasi laba pada umumnya merupakan perhatian utama dalam menaksir kinerja atau pertanggungjawaban manajemen, dan informasi laba membantu pemilik atau pihak lain dalam melakukan penaksiran atas  earnings power perusahaan  di masa yang akan datang. Pihak manajer perusahaan biasanya memiliki informasi internal perusahaan yang relatif lebih banyak dan lebih cepat untuk mengetahuinya dibanding pihak-pihak eksternal perusahaan seperti kreditur maupun investor, hal tersebut menimbulkan asimetri informasi dalam hubungan keagenan kedua pihak. Keadaan tersebut membuat manajer lebih fleksibel dalam menggunakan informasi yang diketahuinya dan dimilikinya untuk usaha memaksimalkan kepentingannya, seperti secara sistematis mempengaruhi laporan laba dari tahun ke tahun agar perubahan yang terjadi tidtesisak terlalu mencolok.

Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian sebelumnya, maka permasalahan pokok yang akan diteliti adalah:

  1. apakah ukuran perusahaan, profitabilitas dan leverage faktor perusahaan secara serentak maupun individu berpengaruh terhadap tindakan perataan laba pada perusahaan-perusahaan yang go public di Indonesia?
  2. Untuk lebih memusatkan penelitian pada pokok permasalahan serta untuk mencegah terlalu luasnya pembahasan yang mengakibatkan terjadinya kesalahan interpretasi terhadap kesimpulan yang dihasilkan.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa data yang diperoleh dalam Bab IV, maka kesimpulan yang dapat dikemukakan adalah sebagai berikut: Praktik perataan laba yang merupakan usaha untuk memanipulasi laporan keuangan ternyata juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan go public di Indonesia. Dari penelitian sebelumnya yang dilakukan di luar Indonesia oleh Moses (1987), berhasil membuktikan bahwa di Amerika Serikat ukuran perusahaan yang diukur dengan total aktiva perusahaan merupakan faktor pendorong terjadinya praktik perataan laba. Namun penelitian lain yang dilakukan di Singapura oleh Ashari dkk. (1994) dan  penelitian di Indonesia oleh Zuhroh (1996) tidak berhasil membuktikan bahwa ukuran

perusahaan berpengaruh pada tindakan perataan laba. Konsistensi hasil diperoleh pula dalam penelitian ini yang tidak berhasil membuktikan pengaruh ukuran perusahaan terhadap tindakan perataan laba, sehingga hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan di Indonesia. Hasil penelitian ini memiliki konsistensi dengan hasil penelitian Ashari dkk. (1994) yang menemukan bukti pengaruh profitabilitas perusahaan  dan laverage faktor terhadap tindakan perataan laba.

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Beras Organik

Skripsi EkonomiAnalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Beras Organik Di Kabupaten Sragen  Tahun  2005 – 2010

impor gula Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Beras Organik Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Beras Organik impor gula

Latar Belakang Skripsi 

Beras Organik adalah  beras yang dihasilkan melalui proses organis yang ditanam di tanah yang ramah lingkungan, 100% tidtesisak menggunakan pestisida kimia.  Penanamannya menggunakan pupuk kompos hijauan dan pemberantasan hama menggunakan pestisida alami yang dihasilkan dari daun-daunan dan buah-buahan yang difermentasikan secara alami.

Proses Organis itu sendiri akan dapat memperbaiki struktur dan kesuburan tanah, serta membangun ekosistem yang berkelanjutan. Keunggulan Beras Organik  daripada  Beras Non Organik adalah memiliki kandungan nutrisi dan mineral tinggi, kandungan glukosa, karbohidrat dan proteinnya mudah terurai, aman dan sangat baik dikonsumsi penderita diabetes, baik untuk program diet, mencegah kanker, jantung, asam urat, darah tinggi, dan vertigo. Cara penanamannya berbeda dengan beras non organik misalnya pengairan sawah tidak boleh dicampur dengan sawah yang

Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

  1. Apakah Harga Beras Organik berpengaruh terhadap permintaan beras organik di Kabupaten Sragen?
  2. Apakah Harga Beras Non Organik berpengaruh terhadap permintaan beras organik di Kabupaten Sragen?
  3. Apakah Pendapatan Perkapita berpengaruh terhadap  permintaan beras organik di Kabupaten Sragen?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh harga beras organik, harga beras non organik, dan pendapatan perkapita terhadap permintaan beras organik di Kabupaten Sragen Tahun 2005-2010.

Kesimpulan

Berdasarkan penelitian dan pembahasan maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Harga beras organik berpengaruh negatif terhadap permintaan beras organik di Kabupaten Sragen
  2. Harga beras non organik berpengaruh negatif terhadap permintaan beras organik di Kabupaten Sragen
  3. Pendapatan Perkapita berpengaruh negatif terhadap permintaan beras organik di Kabupaten Sragen
Incoming search terms: