Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Investasi

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Investasi Sektor Properti Kabupaten Sukoharjo Tahun 2003-2010

properti Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Investasi Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Investasi properti

Latar Belakang Skripsi 

Pembangunan ekonomi merupakan sebuah proses multidtesisimensional yang menyangkut reorganisasi dan reorientasi sistem ekonomi serta sosial secara keseluruhan. Di  samping untuk meningkatkan suatu pendapatan dan output, pembangunan juga menyangkut perubahan dalam struktur kelembagaan, struktur  sosial, administrasi, perubahan sikap, adat serta kepercayaan (Todaro 2000:20).

Investasi merupakan salah satu faktor pendukung dalam tahap pembangunan  yang pada akhirnya dapat meningkatkan  pertumbuhan ekonomi. Upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomiannya  dengan mendorong investasi melaui modal yang masuk dari berbagai pihak. Investasi merupakan penempatan dana di masa kini untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang (Tandelilin, 2001: 3).  UnRegiste

Perumusan Masalah

Untuk memberikan pedoman yang jelas dalam arah penelitian dari latar belakang yang diuraikan, maka beberapa masalah yang akan diteliti adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pengaruh tingkat inflasi, Produk Domestik Regional Bruto dan pertumbuhan jumlah penduduk  terhadap investasi sektor properti kabupaten Sukoharjo?

2. Berapa besar pengaruh masing-masing variabel tersebut terhadap investasi sektor properti kabupaten Sukoharjo?

Tujuan Penelitian 

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beberapa faktor penentu  investasi sektor properti di Kabupaten Sukoharjo. Variabel yang diteliti adalah  inflasi,  Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan pertumbuhan jumlah penduduk Kabupaten Sukoharjo. Hal tersebut mengingat bahwa  investasi sektor properti  peranan penting dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Sukoharjo. Data sekunder dari Bank Indonesia dan instansi-instansi lain yang terkait, dikumpulkan dan  dianalisis dengan regresi  semi log.  Untuk ketepatan analisis selanjutnya dilakukan  uji asumsi klasik  (uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, dan uji autokorelasi), dan uji statistik  (uji t, uji F, koefisien determinasi).

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian secara empiris dalam penelitian ini, maka akan disajikan beberapa kesimpulan. Adapun kesimpulan dari penelitian mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi  investasi sektor properti kabupaten sukoharjo tahun 2003-2010 adalah sebagai berikut:

1.  Perkembangan  investasi sektor properti Kabupaten Sukoharjo  yang fluktuatif karena pernah mengalami penurunan di tahun 2004 kemudian setelah itu mengalami kenaikan terus menerus dan tahun 2010 yang paling besar yaitu  86.476  juta. Kenaikan  investasi sektor properti Kabupaten Sukoharjo yang signifikan menunjukkan perkembangan dan kesempatan bagi masyarakat untuk menanamkan modalnya di sektor properti. Penelitian kali ini variabel investasi sektor properti di Kota Surakarta direpresentasikan melalui posisi kredit Rupiah dan valuta asing bank umum dan BPR menurut sektor properti di Kabupaten Sukoharjo.

2.  Berdasarkan hasil analisis regresi menggunakan model  regresi  untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi  investasi sektor properti Kabupaten Sukoharjo tahun 2003-2010, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

a.  Pengaruh  Inflasi Kabupaten Sukoharjo  terhadap  Investasi Sektor Properti Kabupaten Sukoharjo Hasil estimasi atau regresi ditunjukkan bahwa variabel inflasi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan pada derajat signifikansi 5% terhadap investasi sektor properti di Kabupaten Sukoharjo. Tidak sesuai dengan hipotesis pertama yang menyatakan tentang adanya pengaruh inflasi yang signifikan terhadap investasi sektor poperti di Kabupaten Sukoharjo tidak sesuai dengan hasil estimasi atau regresi yang diperoleh disebabkan oleh harga akan tanah yang ditentukan oleh pemilik itu sendiri sehingga inflasi tidak terlalu berpengaruh.

b.  Pengaruh  PDRB Kabupaten Sukoharjo  terhadap  Investasi  Sektor Properti Kabupaten Sukoharjo  Hasil estimasi atau regresi menunjukkan bahwa variabel PDRB mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif pada derajat signifikansi 5% terhadap investasi sektor properti di Kabupaten Sukoharjo.  Hal ini sesuai dengan hipotesis yang kedua menyatakan tentang adanya pengaruh PDRB yang signifikan dan positif terhadap investasi sektor poperti di Kabupaten Sukoharjo.  Perkembangan investasi sektor properti yang maju pesat di tunjang dengan daerah yang masih terdapat area untuk mendirikan bangunan.

c.  Pengaruh  Pertumbuhan Jumlah Penduduk Kabupten Sukoharjo Terhadap Investasi Sektor Properti Kabupaten Sukoharjo Hasil estimasi atau regresi menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan jumlah penduduk tidak mempunyai pengaruh yang signifikan  pada derajat signifikansi 5% terhadap investasi sektor properti di Kabupaten Sukoharjo. Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis yang ketiga menyatakan tentang adanya pengaruh pertumbuhan jumlah penduduk yang signifikan terhadap investasi sektor poperti di Kabupaten Sukoharjo.

Berdasarkan hasil estimasi menggunakan model  regresi  untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi  investasi sektor properti Kabupaten Sukoharjo, hanya variabel PDRB saja yang memiliki pengaruh terhadap investasi sektor properti di Kabupaten Sukoharjo dibandingkan dengan variabel-variabel independen lainnya, dimana setiap perubahan yang terjadi pada PDRB sebesar 1% maka akan menyebabkan perubahan investasi sektor properti di Kabupaten Sukoharjo sebesar 7,838507%.

Incoming search terms:

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impor Gula

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impor Gula  Propinsi Jawa Tengah Periode 1984-2003

impor gula Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impor Gula Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impor Gula impor gula

Latar Belakang Skripsi 

Gula pasir merupakan sumber kalori seperti halnya dengan  jagung, beras,  umbi-umbian,  lemak atau minyak. Gula pasir mempunyai kandungan energi dan nilai  kalori  yang  tinggi  dan  dapat  langsung  dikonsumsi. Gula merupakan  salah satu dari sembilan bahan pokok yang strategis baik sebagai bahan pangan maupun sebagai  sumber  kalori.

Komoditi  ini  selain  dimanfaatkan  sebagai  pemanis, pengawet  dan  pelarut  pada  industri  makanan  dan  minuman.  Oleh  karenanya komoditi  gula  dan  keberadaan  industrinya  membutuhkan  perhatian  dan penanganan  yang  serius  bagi  pemerintah.  Peranan  industri  disamping  sebagai penyedia gula, juga sebagai penyedia lapangan kerja baik ditingkat kebun maupun pa

Rumusan Masalah 

Berdasarkan latar beakag yang telah disampaikan oleh penulis di atas, dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimana pengaruh  produksi  gula  tebu (lokal)  terhadap  volume  impor  di  Jawa  Tengah ?
  2. Bagaimana pengaruh  konsumsi  gula penduduk  Jawa Tengah  terhadap  volume  impor  gula  di  Jawa Tengah ?
  3. Bagaimana pengaruh konsumsi gula industri Jawa Tengah terhadap volume impor gula di Jawa Tengah ?
  4. Bagimana pengaruh  harga  gula  lokal  Jawa  Tengah  terhadap  volume  impor  gula  di  Jawa Tengah ?
  5. Bagaimana pengaruh harga gula impor terhadap volume impor gula di Jawa Tengah ?
  6. Bagaimana pengaruh  nilai  tukar  rupiah  dengan  dollar  terhadap  volume  impor  gula  di  Jawa Tengah ?

Tujuan Penelitian 

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  produksi  gula  tebu (lokal)  terhadap  volume  impor  di  Jawa  Tengah,  pengaruh  konsumsi  gula penduduk  Jawa Tengah  terhadap  volume  impor  gula  di  Jawa Tengah,  pengaruh konsumsi gula industri Jawa Tengah terhadap volume impor gula di Jawa Tengah, pengaruh  harga  gula  lokal  Jawa  Tengah  terhadap  volume  impor  gula  di  Jawa Tengah, pengaruh harga gula impor terhadap volume impor gula di Jawa Tengah, pengaruh  nilai  tukar  rupiah  dengan  dollar  terhadap  volume  impor  gula  di  Jawa Tengah.

Kesimpulan 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan produksi gula di Jawa Tengah  tahun  1984-2003 mengalami  penurunan  yang  berfluktuasi.  Berdasarkan hasil  analisis  regresi  linier  berganda  biasa,  variabel  Produksi  gula  tebu  Jawa Tengah  berpengaruh  terhadap  volume  impor  gula  Jawa  Tengah   pada  tingkat signifikansi  5  %  dengan  probabilitas  0,0103.  Konsumsi  gula  penduduk  Jawa Tengah tidtesisak berpengaruh terhadap volume impor gula Jawa Tengah pada tingkat signifikansi 5 % dengan probabilitas 0,2256.

Konsumsi gula industri Jawa Tengah tidak  berpengaruh  terhadap  volume  impor  gula  Jawa  Tengah  pada  tingkat signifikansi  5  %  dengan  probabilitas  0,1970.  Harga  gula  lokal  Jawa  Tengah berpengaruh  terhadap volume  impor gula Jawa Tengah  pada  tingkat signifikansi 5  %  dengan  probabilitas  0,0055  .  Harga  gula  impor  Jawa  Tengah  tidak berpengaruh terhadap volume impor gula Jawa Tengah pada tingkat signifikansi 5 % dengan probabilitas 0,2554 .   Saran yang diajukan dalam penelitian  ini adalah Produksi gula  tebu Jawa Tengah  Jawa  Tengah  dan  harga  gula  lokal  Jawa  Tengah  sangat mempengaruhi volume  impor  gula  Jawa Tengah. Karena  semakin meningkatnya  produksi  gula lokal maka permintaan akan gula  impor akan  semakin menurun. Hal  yang perlu diperhatikan  oleh  Pemerintah  Daerah  Propinsi  Jawa  Tengah  dalam  upaya peningkatan  produktivitas  gula  dan  untuk menekan  laju  impor  gula  di  Propinsi Jawa  Tengah  diantaranya  : Pertama,  perluasan  lahan  pertanian  tebu  diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku tebu sehingga pabrik gula dapat menggiling dengan  full capacity (kapasitas penuh).

Perluasan  lahan diarahkan ke lahan-lahan kering agar  tidak  terlalu  terpengaruh oleh  tamanan  lain, seperti padi. Sehingga dengan pasokan bahan baku yang cukup akan mengurangi jumlah impor gula di Jawa Tengah. Kedua, pengadaan bibit tebu yang berkualitas sehingga akan mampu  menghasilkan  kualitas  gula  yang  bagus  bagi  petani  tebu.  Ketiga, penganekaragaman  teknologi  pupuk  kompos  bagi  petani  sehingga  mampu menekan  biaya  produksi  dan  keuntungan  yang  diperoleh  petani  tebu  semakin meningkat.

Hasil  penelitian  ini  semakin  memperkuat  temuan  beberapa  penelitian sebelumnya  bahwa  impor  gula  juga  sangat  dipengaruhi  oleh  harga  gula  lokal. Karena  semakin  tinggi  harga  gula  lokal  maka  permintaan  gula  impor  akan semakin  meningkat.  Pendirian  koperasi  dan  peminjaman  modal  sangat  penting bagi petani  tebu sehingga para petani  tidak  terhambat dana untuk menanam  tebu yang berkualitas,  tetapi disarankan untuk pencairan dana  tersebut  tidak sekaligus tapi secara bertahap.

Incoming search terms:

Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pariwisata

Skripsi Ekonomi~ Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pariwisata Di Kabupaten Klaten

pariwisata Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pariwisata Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pariwisata pariwisata

Latar Belakang Skripsi 

Salah satu usaha dalam sektor ekonomi yang digunakan oleh pemerintah untuk mendukung pembangunan ekonomi adalah mengembangkan industri pariwisata. Industri pariwisata adalah salah satu potensi sumber daya yang cukup menjanjikan untuk sumber pendapatan daerah karena secara langsung maupun tidtesisak langsung akan menciptakan lapangan kerja yang cukup besar, selain itu baik tenaga kerja formal maupun informal sangat diperlukan untuk industri pariwisata. Disamping itu sektor pariwisata juga menciptakan tenaga kerja dibidang – bidang yang tidak langsung berhubungan dengan pariwisata, yang terpenting di bidang kontruksi bangunan dan jalan. Banyak bangunan yang didirikan  untuk hotel, rumah makan, toko- toko dan jalan – jalan harus dibuat dan ditingkatkan kondisinya.

Pariwisata merupakan merupakan suatu industri yang komplek dimana kegiatanya merupakan kumpulan dari berbagai macam industri yang secara bersama-sama menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh para wisatawan. Hal ini berarti pengembangan sektor pariwisata dapat menggerakkan dan memicu pertumbuhan sektor-sektor ekonomi lainya dengan jangkauan yang sangat luas dimana tenaga kerja akan terserap dalam kegiatan pariwisata baik sebagai tenaga kerja maupun yang bekerja disektor pendukung dibidang pariwisata. Dengan demikian dikatakan bahwa industri pariwisata dapat memajukan dan memeratakan tingkat perekonomian masyarakat serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan diharapkan dapat menciptakan tingkat kesejahteraan sehingga pembangunan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintah akan berjalan dengan lancar.

Perumusan Masalah

Perkembangan pendapatan pariwisata tidaklah serta merta, banyak faktor yang mempengaruhi dan dipengaruhi dalam proses perkembangan sektor tersebut, seperti tertera sebelumnya beberapa aspek yang mencakup berbagai koordinasi dan fasilitasi di dalam sektor industri pariwisata ini adalah jumlah wisatawan, arus kendaraan ke lokasi obyek wisata dan tingkat hunian  kamar hotel- hotel di Kabupaten Klaten.

Dengan latar belakang permasalahan diatas maka dapat diambil suatu perumusan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimanakah pengaruh jumlah wisatawan, arus kendaraan, tingkat hunian kamar terhadap pendapatan sektor pariwisata di Kabupaten Klaten?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dalam penelitian ini terkait dengan hal diatas, yaitu untuk menganalisis seberapa besar pengaruh jumlah wisatawan, arus kendaraan, dan tingkat hunian kamar hotel terhadap Pendapatan Pariwisata di Kabupaten Klaten.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis serta pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1)  Pengaruh Wisatawan terhadap Pendapatan Pariwisata

Koefisien elastisitas variabel wisatawan sebesar  1,186938 mempunyai hubungan positif yang sesuai dengan hipotesis, artinya bila laju wisatawan naik sebesar 1% maka dalam pendapatan pariwisata akan naik sebesar 1,186938 %, dan sebaliknya. Taraf signifikansi wisatawan sebesar 0,0000 dapat dikatakan intepretasi variabel ini sangat meyakinkan karena dari 10.000 kali percobaan yang dilakukan relatif tidak terdapat kesalahan yang terjadi. Jelas sekali bahwa wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata akan dikenakan tiket masuk yang pada akhirnya masuk dalam pendapatan pariwisata. Secara langsung berpengaruh terhadap peningkatan dari pendapatan pariwisata di Kabupaten Klaten. Variabel jumlah wisatawan signifikan 5 % terhadap pendapatan pariwisata di Kabupaten  Klaten  selama kurun waktu tahun 1997 sampai dengan 2007.

2)  Pengaruh Arus Kendaraan terhadap Pendapatan Pariwisata Koefisien elastisitas variabel jumlah arus kendaraan mempunyai tanda negatif dan tidak berpengaruh secara nyata pada tingkat keyakinan  a= 5%, ini tidak sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa arus kendaraan mempunyai pengaruh yang positif terhadap pendapatan pariwisata. Variabel arus kendaraan yang didasarkan pada setiap kendaraan bermotor yang masuk ke obyek wisata baik itu roda dua ataupun roda empat , dihitung berdasarkan tiket karcis parkir di obyek wisata. Seharusnya berpengaruh secara langsung terhadap pendapatan pariwisata. Karena setiap karcis yang terjual hasilnya secara langsung disetorkan kepada dinas pariwisata dan diakumulasikan juga dalam pendapatan pariwisata. Dapat dilihat dari hasil estimasi bahwa variabel arus kendaraan tidak signifikan terhadap pendapatan pariwisata.  Hal ini disebabkan karena tidak semua lahan parkiran obyek wisata di Kabupaten Klaten dikelola oleh Pemerintah Derah. Dari 35 obyek wisata di Kabupaten Klaten hanya 17 lahan parkiran yang dikelola Pemerintah Daerah, dan 18 lahan parkir yang lain dikelola oleh pihak swasta dan pihak ketiga (masyarakat disekitar obyek wisata). Lahan parkir yang dikelola Pemerintah Daerah berada di dalam lokasi obyek wisata, dan lahan parkir yang dikelola  pihak swasta dan pihak ketiga (masyarakat sekitar obyek wisata) berada diluar areal obyek wisata. Sehingga Pendapatan Pariwisata yang berasal dari  tiket karcis parkir yang terjual pada obyek wisata tidak maksimal.

 

 

Incoming search terms:

Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan

Skripsi Ekonomi~ Analisis Pengaruh Kepemilikan Manajerial Dan Profitabilitas Terhadap Kebijakan Utang Serta Pengaruhnya Terhadap Nilai Perusahaan

modal-ventura Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan modal ventura

Latar Belakang Skripsi 

Keputusan-keputusan yang dibuat manajer untuk memilih alternatif pemenuhan kebutuhan dana harus sesuai dengan tujuan utama perusahaan untuk meningkatkan kemakmuran pemegang saham melalui peningkatan nilai perusahaan (Haryono, 2005).  Salah satu pertimbangan manajemen dalam rangka  pemenuhan kebutuhan dana adalah keinginan pemilik modal sendiri (pemegang saham) untuk dapat tetap menguasai perusahaannya atau mempertahankan control terhadap perusahaan. Memenuhi kebutuhan dana dengan utang tidtesisak akan mengurangi kekuasaan pemegang saham, berbeda dengan pemenuhan kebutuhan dana melalui penerbitan saham baru yang akan mempengaruhi perimbangan kekuasaan pemegang saham lama terhadap perusahaan.

Namun pada penerapannya, seorang manajer memiliki kecenderungan berperilaku untuk meningkatkan kesejahteraannya sendiri. Hal ini yang menimbulkan konflik keagenan (agency conflict) antara manajer dan pemegang saham. Konflik keagenan tersebut muncul karena adanya pemisahan fungsi antara pemilik dan manajemen yang memiliki dampak negatif yaitu keleluasaan manajemen perusahaan untuk mengoptimalkan laba yang dapat mengarah pada proses mengutamakan kepentingan manajemen sendiri dengan biaya yang harus ditanggung oleh pemilik perusahaan (Rahman, 2010). Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mensejajarkan kedudukan manajer dan pemegang saham adalah dengan meningkatkan kepemilikan manajerial.

 Rumusan Masalah 

Permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan seperti berikut ini.

1. Apakah kepemilikan manajerial berpengaruh  terhadap kebijakan utang  pada perusahaan nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

2. Apakah kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap nilai perusahaan yang dimoderasi oleh kebijakan utang pada perusahaan nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

3. Apakah profitabilitas berpengaruh  terhadap kebijakan utang  pada perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris terkait pengaruh kepemilikan manajerial dan profitabilitas terhadap kebijakan utang serta pengaruh kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan yang dimoderasi oleh kebijakan utang pada perusahaan nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Untuk tujuan tersebut penelitian ini menggunakan 90 perusahaan nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang dipilih dengan menggunakan random purposive sampling.  Untuk pengujian data, penelitian ini menggunakan model regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan software komputer statistik SPSS versi 17.0 untuk mengolah data.

Simpulan

Hasil  analisis  data yang telah dilakukan mendasari pengambilan kesimpulan yang dapat dinyatakan seperti berikut ini.

  1. Variabel kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap kebijakan utang perusahaan, hal ini mengindikasikan bahwa rendahnya kepemilikan manajerial tidak berpengaruh pada kebijakan utang perusahaan. Hasil ini membuktikan bahwa hipotesis alternatif pertama dalam penelitian ini tidak diterima atau tidak didukung oleh data.
  2. Variabel kepemilikan manajerial yang dimoderasi kebijakan utang berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, hal ini mengindikasikan bahwa keputusan penggunaan proporsi kebijakan utang yang diambil oleh manajer  lebih banyak menimbulkan risiko dibandingkan manfaat yang diperoleh sehingga berpengaruh negatif  terhadap nilai perusahaan. Hasil ini membuktikan bahwa hipotesis alternatif  kedua  dalam penelitian ini diterima atau didukung oleh data.
  3. Variabel  profitabilitas  berpengaruh negatif  terhadap kebijakan utang perusahaan, hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan lebih menyukai penggunaan internal equity daripada penggunaan utang untuk membiayai kegiatan pendanaan perusahaan. Hasil ini membuktikan bahwa hipotesis alternatif  ketiga dalam penelitian ini diterima atau didukung oleh data.
  4. Variabel kebijakan utang berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan kebijakan penggunaan utang menyebabkan semakin kecil nilai perusahaan. Variabel moderat yang merupakan interaksi antara kepemilikan manajerial dan kebijakan utang berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, hal ini mengindikasikan bahwa kebijakan utang merupakan variabel pemoderasi. Adanya variabel pemoderasi memperlemah hubungan kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan.
Incoming search terms:

Analisis Daya Saing Ekspor Dan Produk Tekstil Indonesia

Skripsi Ekonomi~ Analisis Daya Saing Ekspor Tekstil Dan Produk Tekstil Indonesia Dibandingkan Dengan Cina  Di Pasar Amerika Serikat Tahun 2001-2008 (Pendekatan RCA Dan CMS)

pedagang kain Analisis Daya Saing Ekspor Dan Produk Tekstil Indonesia Analisis Daya Saing Ekspor Dan Produk Tekstil Indonesia pedagang kain

Latar Belakang Skripsi 

Dengan adanya pengaruh pertumbuhan ekspor tekstil Cina yang semakin merambah ke seluruh dunia, maka hal tersebut akan menekan pertumbuhan ekspor tekstil Indonesia. Pertumbuhan ekspor produk tekstil Cina itu terlihat dari semakin banyaknya produk-produk tekstil Cina yang membanjiri pasar Amerika Serikat.

Pertumbuhan ekonomi Cina yang tinggi bisa sangat membahayakan bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Sebagai pengekspor sumber daya alam, Indonesia bisa menarik banyak keuntungan. Namun, pada saat yang sama, industralisasi akan kian sulit akibat persaingan. Salah satu tindakan nyata yang harus dilakukan oleh industri tekstil Indonesia adalah meningkatkan daya saing.

Perumusan Masalah

  1. Bagaimana kinerja ekspor industri TPT Indonesia dibandingkan dengan Cina di pasar Amerika Serikat berdasarkan variabel efek pertumbuhan impor, efek komposisi komoditi dan efek daya saing?
  2. Bagaimana posisi daya saing industri TPT Indonesia dibandingkan dengan Cina di pasar Amerika Serikat?

Tujuan Penelitian 

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah ingin mengetahui kinerja ekspor dan impor yang terjadi industri TPT.

Kesimpulan

Dari hasil analisis Constant Market Share, terlihat bahwa efek daya saing dan efek pertumbuhan impor  adalah efek yang paling menentukan dalam peningkatan/penurunan ekspor pakaian jadi Indonesia dan Cina di pasar Amerika Serikat dibandingkan efek komposisi komoditi. Efek daya saing komoditi pakaian jadi Indonesia lebih rendah dari Cina dalam memberikan kontribusi ekspor.

Berdasarkan hasil analisis CMS, kinerja pertumbuhan ekspor Tekstil dan Produk Tekstil Indonesia masih rendah dibandingkan ekspor Tekstil dan Produk Tekstil Cina. Kondisi tersebut disebabkan karena daya saing TPT Indonesia masih rendah dibandingkan daya saing TPT Cina di pasar Amerika Serikat dalam memberikan kontribusi ekspor. Daya saing secara komparatif untuk komoditi pakaian jadi Indonesia lebih baik dibanding komoditi pakaian jadi Cina, hal ini disebabkan ekspor pakaian Indonesia ke Amerika Serikat memberikan kontribisi yang cukup besar terhadap total ekspor Indonesia ke Amerika  Serikat. Dari perkembangan indeks RCA menunjukkan bahwa pangsa pasar Indonesia di Amerika Serikat untuk komoditi pakaian jadi cenderung berfluktuasi dalam setiap tahunnya, sementara  pangsa pasar Cina di Amerika Serikat cenderung bertambah.