Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi PMDN

Skripsi Ekonomi~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Di Indonesia Periode 1986-2009

700-03284307 Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi PMDN Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi PMDN penanaman modal

Latar Belakang Skripsi 

Pada masa sekarang, globalisasi sudah menjadi keharusan guna menjalin perdagangan dan hubungan ekonomi lainnya antar negara. Hal ini dikarenakan di satu sisi terdapat kelangkaan sumber daya, produksi barang dan jasa, ataupun modal di suatu negara, sedangkan di sisi lain terdapatnya surplus di negara yang berbeda. Oleh karena itu, dibutuhkan pertukaran atau perdagangan untuk saling memenuhi kebutuhan setiap negara (Tarsilohadi, 2005).

Krisis ekonomi global yang mencapai puncaknya pada triwulan terakhir tahun 2008 masih berlanjut pada awal tahun 2009. Ketidtesisakstabilan di pasar keuangan global tetap terjadi akibat masih kuatnya persepsi negatif terhadap prospek pemulihan ekonomi global serta masih memburuknya kinerja lembaga-embaga keuangan terkemuka AS, seperti Citigroup, AIG, dan BoA. Kondisi mengakibatkan investor mengurangi penempatan dana di pasar  pinjaman  dan

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana dan seberapa besar tingkat suku bunga pinjaman, laju inflasi,  kemajuan  teknologi, dan Produk Domestik Bruto  (PDB) berpengaruh terhadap  Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)  di Indonesia periode 1986-2009?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini adalalah  untuk mengetahui bagaimana dan seberapa besar tingkat suku bunga pinjaman, laju inflasi, kemajuan teknologi, dan Produk Domestik Bruto (PDB)  berpengaruh terhadap  Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)  di Indonesia periode 1986-2009.

Kesimpulan

Dari hasil analisis data yang telah dilakukan mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi  PMDN  di Indonesia periode 1986-2009,  dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Variabel  suku bunga  pinjaman  tidak  berpengaruh secara signifikan  positif terhadap variabel dependen  Penanaman Modal Dalam Negeri  (PMDN). Jadi hipotesis pertama,  yaitu  tingkat suku bunga  pinjaman  berpengaruh  signifikan negatif terhadap PMDN di Indonesia periode 1986-2009 tidak terbukti.

2. Variabel  inflasi tidak  berpengaruh secara signifikan  positif  terhadap variabel dependen Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Jadi hipotesis  kedua, yaitu  laju  inflasi berpengaruh  signifikan negatif terhadap PMDN di Indonesia periode 1986-2009 tidak terbukti.

3. Variabel  teknologi  berpengaruh secara signifikan  positif  terhadap variabel dependen Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Jadi hipotesis ketiga, yaitu  teknologi  berpengaruh  signifikan  positif terhadap  PMDN  di Indonesia periode 1986-2009 terbukti.

4. Variabel Produk Domestik Bruto (PDB) berpengaruh secara signifikan positif terhadap variabel dependen Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Jadi hipotesis keempat, yaitu PDB berpengaruh  signifikan positif terhadap PMDN di Indonesia periode 1986-2009 terbukti.

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelian Pulsa

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelian Pulsa Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta

isi ulang pulsa Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelian Pulsa Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelian Pulsa isi ulang pulsa

Latar Belakang Skripsi 

Peluang inilah yang mungkin dilihat oleh sebagian kalangan untuk membuka usaha berjualan pulsa isi ulang. Persaingan usaha pengecer pulsa isi ulang memang semakin sengit. Sejak Indonesia mengalami krisis ekonomi, banyak bidtesisang bisnis yang terpuruk, stagnan, atau bahkan mati dan bangkrut. Tetapi, ternyata tidak semua bidang bisnis mengalami nasib yang mengenaskan itu. Ada satu bisnis yang justru berkembang pesat disaat krisis ekonomi menjadi-jadi. Bisnis ini adalah bisnis berjualan pulsa ponsel.

Dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan, jumlah kios penjual pulsa ponsel terus bermunculan. Hampir disetiap toko, ruko, pasar, perumahan, perkantoran, dan disepanjang jalan ada orang-orang yang membuka gerai penjualan pulsa. Banyaknya kios seluler yang menjual pulsa isi ulang sangat dipengaruhi oleh keberadaan pembeli yang cukup potensial. Jumlah kios seluler yang semakin meningkat dari hari kehari memaksa pemilik kios untuk menyajikan sesuatu yang berbeda. Hal ini dilakukan selain untuk menarik konsumen baru agar mau membeli pulsa yang mereka tawarkan, juga untuk mempertahankan konsumen lama atau pelanggan yang sudah ada. Beberapa hal yang dilakukan pelaku bisnis kios seluler untuk menarik pembeli antara lain pemasangan papan harga dan melakukan promosi.

Perumusan Masalah

Jumlah kios seluler yang semakin meningkat dari hari kehari memaksa pemilik kios untuk menyajikan sesuatu  yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk menarik konsumen baru agar mau membeli pulsa yang mereka tawarkan dan untuk mempertahankan konsumen lama. Penelitian ini mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian pulsa seluler di kios-kios seluler dilihat dari harga, pilihan produk, promosi dan periklanan, personal toko, pelayanan dan lokasi.

  1. Apakah  faktor-faktor  yang terdiri dari dimensi harga, pilihan produk, promosi dan periklanan, personal toko, pelayanan dan lokasi secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan pada pembelian pulsa?
  2. Apakah  faktor-faktor  yang terdiri dari dimensi harga, pilihan produk, promosi dan periklanan, personal toko, pelayanan dan lokasi secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan pada pembelian pulsa?

 Kesimpulan

Dari hasil penelitian tentang faktor-faktor yang memepengaruhi pembelian pulsa pada konsumen yang terdiri dari  harga, lokasi, pilihan produk, pelayanan, periklanan dan promosi serta personal toko, berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan peneliti pada bab IV dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Masing-masing faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian yang terdiri dari dimensi harga, lokasi, pilihan produk, pelayanan, periklanan dan promosi serta personal toko berpengaruh terhadap pembelian konsumen.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian yang terdiri dari harga, lokasi, pilihan produk, pelayanan, periklanan dan promosi serta personal toko secara bersama-sama berpengaruh positir terhadap pembelian.

 

 

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pajak Daerah

Skripsi Ekonomi~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pajak Daerah Serta Tingkat Efisiensi Dan Efektivitas  Dalam Pemungutan  (Studi Kasus di Kabupaten Karanganyar)

lapor-pajak Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pajak Daerah Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pajak Daerah lapor pajak

Latar Belakang Skripsi 

Dengan adanya otonomi daerah, pemerintah daerah harus berusaha untuk mengelola daerah dengan sebaik-baiknya. Mengingat potensi disetiap daerah berbeda satu sama yang lain, oleh karena itu pemerintah daerah harus dapat menentukan langkah-langkah strategis guna mengembangkan dan meningkatkan usaha disektor potensial bagi daerah masing-masing.

Dengan adanya pelimpahan kewenangan dari pusat ke daerah, peranan pemerintah daerah sangat dominan sehingga perlu pengaturan keuangan daerah yang baik. Untuk menunjang kegiatan pembangunan daerah, pemerintah daerah diharapkan mampu menghasilkan pendapatan daerah yang optimal pemerintah daerah dapat mandiri tanpa ada bantuan dari pemerintah pusat. Sehingga dapat meminimalisai ketergantungan terhadap pemerintah pusat.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang seperti yang telah diungkapkan di atas, perumusan masalah yang diajukan pada penelitian ini adalah :

  1. Apakah tingkat pencapaian pungutan pajak daerah baik pajak daerah secara keseluruhan maupun masing-masing jenis pajak yang ada di Kabupaten Karanganyar sudah efisien dalam pemungutan pajak daerah?
  2. Apakah tingkat pencapaian pungutan pajak daerah baik pajak daerah secara keseluruhan maupun masing-masing jenis pajak yang ada di Kabupaten Karanganyar sudah efektif dalam pemungutan pajak daerah?
  3. Bagaimana pengaruh inflasi, jumlah penduduk dan PDRB terhadap penerimaan pajak daerah di Kabupaten Karanganyar?

Tujuan Penelitian 

Secara umum tujuan yang akan hendak dicapai pada penelitian ini adalah ingin mengetahuai faktor  apa saja yang mempengaruhi pajak daerah serta tingkat efisiensi dan efektivitas  dalam pemungutan  .

Kesimpulan

Hasil penelitian dan pembahasan diperoleh, efisiensi pengelolaan pajak daerah di Kabupaten Karanganyar tahun 2002-2008 adalah sebagai berikut:

(1) efisiensi pajak hotel adalah 5,04 % yang berarti sangat  efisien,

(2) efisiensi pajak hiburan adalah 4,47 % yang berarti sangat efisien,

(3) efisiensi pajak bahan galian golongan C adalah 4,25 % yang berarti sangat efisien,

(4) efisiensi pajak penerangan jalan adalah 4,08 % yang berarti sangat efisien,

(5) efisiensi pajak reklame adalah 3,76 % yang berarti sangat efisien,

(6) efisiensi pajak parkir adalah 3,50 % yang berarti sangat efisien, dan

(7) efisiensi pajak restoran  adalah 3,31 % yang berarti sangat efisien.

Hasil penelitian dan pembahasan diperoleh, efektivitas pengelolaan pajak

daerah di Kabupaten Karanganyar tahun 2002-2008 adalah sebagai berikut:

(1) efektivitas pajak hiburan adalah 78 % yang berarti tidtesisak efektif,

(2) efektivitas pajak hotel adalah 93 % yang berarti sangat efektif,

(3) efektivitas pajak penerangan jalan adalah 116 % yang berarti sangat efektif,

(4) pajak restoran adalah 118 % yang berarti sangat efektif,

(5) pajak reklame adalah 121 % yang berarti sangat efektif,

(6) pajak bahan galian golongan C adalah 123 % yang berarti sangat efektif, dan

(7) pajak parkir adalah 128 % yang berarti sangat efektif.

Diantara variabel inflasi, jumlah penduduk dan PDRB maka yang paling berpengaruh terhadap penerimaan pajak daerah adalah variabel jumlah penduduk. Variabel yang mempengaruhi besarnya penerimaan pajak daerah ini, digunakan untuk mengambil kebijakan efisiensi dan efektivitas pajak daerah.

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Ekspor

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Ekspor Produk Tekstil Propinsi Jawa Timur  Tahun 1987 – 2009

eksport Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Ekspor Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Ekspor eksport

Latar Belakang Skripsi 

Pada dewasa ini suatu negara tidtesisak dapat memenuhi sendiri seluruhkebutuhannya tanpa kerja sama dengan negara lain. Adanya kemajuanteknologi yang sangat cepat dapat membantu mengatasi adanya kebutuhantersebut. Di sisi lain semakin meningkatnya produksi barang-barang dan jasa-jasa yang dibutuhkan tersebut memerlukan distribusi dan regulasi untukekspor atau impor. Barang-barang yang tidak dapat diperoleh di dalam negeriakan semakin meningkatkan perdagangan antar negara dengan cepat.

Perdagangan internasional dirasakan semakin sangat berarti bagipembangunan di setiap negara di dunia. Setiap negara telah mengakui bahwaperdagangan internasional itu menguntungkan dan meningkatkanpembangunan nasional melalui proses peningkatan pertumbuhan ekonomi. Seperti yang dikemukakan oleh Haberier, bahwa perdagangan internasionaltelah memberikan sumbangan luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi di negarakurang berkembang di abad ke 19 dan 0, selain itu dapat diharapkanpertumbuhan tersebut akan sama di masa yang akan datang dan bahwaperdagangan bebas dengan sedikit perbaikan atau penyimpangan tidakmendasar atau marginal adalah kebijaksanaan yang terbaik dilihat dari sudutpembangunan ekonomi (Jhingan, 1993 : 263-264).

Rumusan Masalah

  1. Apakah faktor-faktor nilai  produksi tekstil, harga tekstil di pasar ekspor, investasi pada industri tekstil, dan kurs dollar US$ berpengaruh terhadap nilai ekspor produk tekstil Jawa Timur tahun 1987 – 2009 ?
  2. Faktor-faktor manakah yang paling dominan dalam mempengaruhi nilai ekspor produk tekstil Jawa Timur tahun 1987 – 2009 ?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian adalah:

(1)  Untuk mengetahui pengaruh  produksi tekstil, harga tekstil di pasar ekspor, investasi pada industri tekstil, dan kurs dollar US$ terhadap pertumbuhan ekspor produk tekstil Jawa Timur tahun 1987 – 2009;

2) Untuk mengetahui faktor yang  paling  dominan  berpengaruh terhadap  pertumbuhan ekspor produk tekstil Jawa Timur tahun 1987 – 2009.

Kesimpulan

Dari hasil analisis dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Jumlah produksi tekstil tidak berpengaruh terhadap ekspor tekstil pada taraf signifikansi (a) sampai dengan 10%.  Jumlah produksi tekstil tidak berimplikasi pada peningkatan jumlah ekspor tekstil.
  2. Harga tekstil luar negeri berpengaruh  positif dan  signifikan terhadap ekspor tekstil  pada taraf signifikansi (a)=1%. Artinya jika harga tekstil luar negeri meningkat, maka akan berdampak terhadap kenaikan ekspor tekstil. Sebaliknya jika harga tekstil luar negeri menurun, maka akan berdampak terhadap penurunan ekspor tekstil.
  3. Investasi pada industri tekstil berpengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor tekstil pada taraf signifikansi (a)=5%. Artinya jika investasi pada industri tekstil meningkat, maka akan berdampak terhadap kenaikan ekspor tekstil. Sebaliknya jika investasi pada industri tekstil menurun, maka akan berdampak terhadap penurunan ekspor tekstil.
  4. Kurs valuta asing tidak berpengaruh terhadap ekspor tekstil pada taraf signifikansi (a) sampai dengan =10%. Kurs valuta asing tidak memiliki implikasi terhadap peningkatan jumlah ekspor tekstil. 5.  Ekspor tekstil 1 tahun lalu berpengaruh secara signifikan terhadap laju ekspor tekstil pada taraf signifikansi (a)=1%. Artinya jika ekspor tekstil 1 tahun lalu meningkat  maka akan berdampak terhadap kenaikan ekspor tekstil.
  5. Hasil analisis menunjukkan bahwa harga tekstil luar negeri berpengaruh dominan terhadap ekspor tekstil. Hal ini terbukti dari hasil koefisien beta variabel harga tekstil luar negeri (0,588) lebih besar dari koefisien beta variabel lainnya. Artinya peningkatan harga tekstil luar negeri sebesar 1%, dalam jangka panjang dipastikan akan meningkatkan jumlah ekspor tekstil sebesar 1,050%.
  6. Koefisien penyesuaian terbukti lebih meningkatkan ekspor tekstil dalam jangka panjang jika terjadi peningkatan pada setiap variabel.

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Niat Pembelian Online

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Niat Pembelian Online Dengan Motivasi Belanja Konsumen Sebagai Pemoderasi  (Studi pada Mahasiswa FE UNS)

belanja online Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Niat Pembelian Online Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Niat Pembelian Online belanja online

Latar Belakang Skripsi 

Pembelian online merupakan isu yang menarik diteliti karena studi mengindikasikan adanya divergensi model yang digunakan untuk fenomena tersebut (Lihat Ramayah dan Ignatius, 2005;  Kanguno & Jain, Chen-Ya Wang et al, 2009;  Watchravesringkan, 2010).  Keragaman kemungkinan dikarenakan oleh masing-masing model hanya dapat menjelaskan

objek dan setting yang berbeda. Kondisi yang demikian memberikan peluang pada studi ini untuk mengkonstruksi sebuah model yang dapat menjelaskan niat untuk membeli produk secara online. Model yang dikembangkan dalam penelitian ini bertumpu pada empat variabel amatan yaitu  perceived usefulness, perceived ease to use, perceived innovativeness,  dan  perceived risk. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing variabel amatan yang digunakan untuk mengembangkan model.

Rumusan Masalah

  1. Apakah  perceived usefulness  berpengaruh pada  intention to  online purchase?
  2. Apakah  perceived  ease of use  berpengaruh pada  intention to  online purchase?
  3. Apakah perceived innovativeness berpengaruh pada intention to online purchase?
  4. Apakah perceived risk perpengaruh pada intention to online purchase ?
  5. Apakah  consumer shopping motivation memoderasi hubungan  perceived usefulness dan intention to purchase online
  6. Apakah  consumer shopping motivation memoderasi hubungan antara perceied ease of use dan intention to online purchase?
  7. Apakah  consumer shopping  motivation memoderasi hubungan antara perceived innovativeness dan intention to online purchase?
  8. Apakah  consumer shopping  motivation memoderasi hubungan antara perceived risk dan intention to online purchase?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan proses pembentukan niat membeli produk secara online. Niat membeli produk secara online sebagai variabel dependen yang dipengaruhi oleh manfaat yang dirasakan, kemudahan  yang dirasakan, keinovatifan yang dirasakan, dan resiko yang dirasakan. Dalam model, motivasi belanja konsumen sebagai variabel yang memoderasi hubungan antara variabel-variabel ini.

Simpulan

Hasil analisis mengindikasikan bahwa niat untuk membeli  secara  online  dipengaruhi oleh  perceived usefulness, perceived ease to use, dan perceived risk. Selain itu, motivasi belanja  memperkuat hubungan antara perceived risk  pada niat untuk berbelanja  online. Hal ini mengindikasikan bahwa  perceived usefulness, perceived ease to use,  dan  perceived risk dipertimbangkan penting oleh konsumen pada saat berbelanja  online. Oleh karena itu, diperlukan pemberian stimulus bagi konsumen sehingga dapat meningkatkan niat untuk berbelanja online.

Perceived usefulness  dapat ditingkatkan dengan mendesain  website yang dapat memberikan manfaat bagi konsumen dalam berbelanja  online. Stimulus yang disarankan untuk meningkatkan  perceived usefulness  yaitu memberikan informasi produk yang lengkap dan  up to date  mengenai deskripsi produk dan harga serta adanya daftar ketersedian produk yang jelas dan up to date.