Skripsi Ekonomi- Analisis Biaya Saluran Distribusi

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Biaya Saluran Distribusi Pada PT. Tunggal Dara Indonesia Wonogiri

distribusi buku Skripsi Ekonomi- Analisis Biaya Saluran Distribusi Skripsi Ekonomi- Analisis Biaya Saluran Distribusi distribusi buku

Latar Belakang Skripsi 

Melihat kondisi persaingan yang semakin ketat, saluran distribusi merupakan salah satu faktor yang tidtesisak boleh dabaikan. Pemilihan saluran distribusi merupakan suatu masalah yang sangat penting, sebab kesalahan yang  dilakukan perusahaan dalam memilih saluran distribusi akan memperlambat atau bahkan menghentikan saluran perpindahan barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Karena pengaruh saluran distribusi sangat besar terhadap kelancaran penjualan, maka masalah saluran distribusi tidak boleh diabaikan dan harus betul  – betul dipertimbangkan.

Untuk menetapkan volume penjualan, perusahaan harus menetapkan saluran distribusi yang digunakan. Saluran distribusi mempunyai arti seperangkat lembaga yang melakukan semua kegiatan yang digunakan untuk saluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Saluran distribusi dibagi 2 yaitu : saluran distribusi langsung dan saluran distribusi tidak langsung. Saluran distribusi langsung adalah penyampaian barang atau jasa kepada konsumen yang dilakukan sendiri oleh produsen. Sedangkan saluran distribusi tidak langsung adalah penyampaian barang atau jasa kepada konsumen yang dilakukan produsen dengan bantuan pihak lain.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, penulis dapat mengambil rumusan masalah sebagai berikut :

  1. Saluran distribusi apakah yang lebih efisien yang digunakan oleh PT. Tunggal Dara Indonesia ?
  2. Berapa besar pengaruh biaya saluran distribusi terhadap volume penjualan tiket pada PT. Tunggal Dara Indonesia ?

Tujuan Penelitian 

Distribusi merupakan jalur yang dipakai oleh suatu perusahaan untuk menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Sarana dan prasarana distribusi yang digunakan oleh suatu perusahaan mempengaruhi cepat tidaknya barang atau jasa sampai ke tangan konsumen. Untuk itu suatu perusahaan harus memilih saluran distribusi yang tepat agar dapat meningkatkan volume penjualan dan tingkat pengembalian laba yang tinggi.

Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui sejauh manakah keefektifan dan keefisienan saluran distribusi terhadap volume penjualan pada PT. Tunggal Dara Indonesia.

Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada PT. Tunggal Dara Indonesia, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut  :

  1. PT. Tunggal Dara Indonesai dalam menyalurkan jasanya menggunakan dua saluran distribusi yaitu saluran distribusi langsung dan tidak langsung, dimana saluran distribusi langsung berarti PT. Tunggal Dara Indonesia menyalurkan jasnya langsung kepada konsumen akhir, sedangkan saluran distribusi tidak langsung PT. Tunggal Dara Indonesia menggunakan perantara berupa agen.
  2. Daerah pemasaran jasa PT. Tunggal Dara Indonesia meliputi wwilayah yang temasuk dalam Eks Karesidenan Surakarta, Pacitan, Ponorogo, Salatiga dan Jakarta.
  3. Dari hasil penelitian dengan menggunakan analisis return of investment, saluran distribusi langsung lebih efisien dan menghasilkan laba lebih tinggi dan lebih besar dalam menghasilkan tingkat pengembalian daripada saluran distribusi tidak langsung
  4. Dari hasil analisa menggunakan analisis efisiensi biaya distribusi dapat disimpulkan bahwa saluran distribusi langsuung lebih efisien dibandingkan dengan saluran distribusi tidak langsung.

Analisis Pendapatan Sentra Kerajinan Logam Tembaga

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Sentra Kerajinan Logam Tembaga Di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah Tahun 2012

logam tembaga Analisis Pendapatan Sentra Kerajinan Logam Tembaga Analisis Pendapatan Sentra Kerajinan Logam Tembaga logam tembaga

Latar Belakang Skripsi 

Latar  belakang  munculnya  usaha  ini  adalah  karena  Kecamatan  Cepogo, Kabupaten  Boyolali  sudah  berpuluh puluh  tahun  dikenal  sebagai  sentra kerajinan  logam.  Produknya  sudah  sejak  lama dikenal  kalangan  konsumen, tidtesisak hanya konsumen domestik tetapi juga konsumen luar negeri. Popularitas sentra  kerajinan  logam  Kecamatan  Cepogo,  Kabupaten  Boyolali  di  mata kalangan  konsumen  itu  bisa  dicapai  berkat  keuletan,  ketelatenan  dan  kerja keras  serta  sentuhan  seni  bernilai  tinggi  dari  para  perajin  barang  logam  di daerah tersebut.

Dengan banyaknya peminat sentra kerajinan logam di Kecamatan Cepogo merupakan aset tersendiri  baik  dalam  menunjang  pembangunan  serta pengentasan kemiskinan yang diantaranya pengurangan jumlah pengangguran dan  menyerap  banyak  pekerja  terutama  pekerja  dengan  tingkat  pendidikan rendah,  karena  untuk  menjadi  seorang  pengrajin  logam  yang  dibutuhkan adalah  skill  dalam  menempa,  mengukir  dan  merealisasikan  design  gambar menjadi  sebuah  karya  seni  kerajinan  logam.  Dengan  semakin  banyaknya tenaga  kerja  yang  diserap  maka  akan    membantu  pemerintah  dalam mengentaskan  dan  mengurangi  pengangguran  terlebih  lagi  di  era  globalisasi seperti sekarang  kebutuhan akan karya seni dengan nilai artistik yang tinggi justru semakin meningkat sehingga perkembangan industri ini semakin lama semakin  maju  sehingga  tentunya  akan  semakin  banyak  karyawan  yang direkrut dan dipekerjakan dalam sentra kerajinan logam ini.

Perumusan Masalah

Berdasarkan  uraian  di  atas  dapat  disimpulkan  beberapa  masalah  sebagai berikut :

  1. Apakah variabel modal usaha, jumlah tenaga kerja, pengalaman usaha, dan tingkat pendidikan berpengaruh terhadap pendapatan  sentra  kerajinan  logam  di  Kecamatan  Cepogo,  Kabupaten Boyolali.
  2. Faktor apa yang paling dominan terhadap  pendapatan  sentra  kerajinan  logam  di  Kecamatan  Cepogo,  Kabupaten Boyolali.

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh variabel modal usaha, jumlah  tenaga kerja, pengalaman usaha, dan tingkat pendidikan terhadap pendapatan  pengrajin logam di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah. Diduga variabel modal usaha, jumlah tenaga kerja, pengalaman usaha  dan tingkat pendidikan berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan  pengrajin di sentra kerajinan logam Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali,Propinsi Jawa Tengah.

Kesimpulan

  1. Dengan  tingkat  signifikansi  10%,  variabel  modal, tenaga kerja dan tingkat pendidikan   terbukti  berpengaruh  signifikan  terhadap  pendapatan  pengrajin  logam.  Hal  ini berarti  hipotesis  yang  menyatakan  bahwa  modal    berpengaruh  secara signifikan terhadap pendapatan terbukti. Dengan  tingkat  signifikansi  10%,  pengalaman  usaha  tebukti  tidak berpengaruh  signifikan  terhadap  pendapatan pengrajin   logam.  Hal  ini berarti  hipotesis  yang  menyatakan  bahwa  modal  usaha  berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan tidak terbukti.
  2. Faktor paling dominan yang sangat berpengaruh terhadap pendapatan pada sentra industri kerajinan logam di Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali adalah modal.

Analisis Kontribusi Pajak Penerangan Jalan Terhadap PAD

Skripsi EkonomiAnalisis Kontribusi Pajak Penerangan Jalan Terhadap Pendapatan Asli Daerah Di Kabupaten Sukoharjo Tahun Anggaran 2008-2011

pendapatan Analisis Kontribusi Pajak Penerangan Jalan Terhadap PAD Analisis Kontribusi Pajak Penerangan Jalan Terhadap PAD pendapatan

Latar Belakang Skripsi 

Pajak Penerangan Jalan merupakan pungutan daerah atas penggunaan tenaga listrik baik untuk industri maupun non industri. Dengan melihat semakin baiknya Perekonomian  Kabupaten Sukoharjo maka tidtesisaklah heran jika pemasukan pemerintah daerah dari sektor Pajak Daerah  juga meningkat, tidak terkecuali  Pajak Penerangan Jalan. Meningkatnya  Pajak Penerangan Jalan  lebih terpengaruh oleh bertambahnya pengguna listrik sebagai contoh sumber listrik yang sudah mulai terjangkau ke daerah-daerah terpencil di kabupaten  Sukoharjo yang menyebabkan bertambahnya pengguna listrik.

Dengan demikian pemerintah Kabupaten Sukoharjo agar dapat memaksimalkan penerimaan Pajak Penerangan Jalan maka perlu bekerjasama dengan instansi terkait dalam hal ini PLN untuk menyediakan sumber listrik untuk rumah-rumah yang belum terjangkau listrik sama sekali. Kontribusi Pajak Penerangan Jalan  terhadap terhadap PAD relatif besar dibandingkan dengan pendapatan daerah lainnya yang berasal dari Pajak Daerah. Evaluasi terhadap penerimaan Pajak Penerangan Jalan perlu dilakukan untuk mengetahui apakah target penerimaan  Pajak Penerangan Jalan  untuk tahun-tahun sebelumnya dapat tercapai dan mengetahui jumlah realisasi yang diperoleh. Serta mengetahui perkembangan penerimaan  Pajak Penerangan Jalan dan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat  dirumuskan bahwa yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Seberapa besar efektivitas realisasi Pajak Penerangan Jalan terhadap target penerimaan Pajak Penerangan Jalan di Kabupaten Sukoharjo  selama empat tahun anggaran  (2008-2011).

2. Seberapa besar  kontribusi  Pajak Penerangan Jalan  terhadap Pendapatan Asli  Daerah  di  Kabupaten  Sukoharjo selama  empat  tahun anggaran (2008-2011).

Tujuan Penelitian

Kegiatan penelitian ini dilakukan dengan tujuan ingin mengetahui realisasi penerapan pajak, serta kontribusi pajak penerangan jalan di Kabupaten Sukoharjo.

Simpulan 

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penulis memberikan kesimpulan bahwa  efektivitas  Penerimaan  Pajak Penerangan Jalan  sudah cukup baik. Pada tahun 2008, 2009, dan 2011 penerimaan Pajak Penerangan Jalan cukup efektif karena persentase efektivitasnya mencapai 100%. Namun pada tahun 2010  persentase  efekt ivitas  penerimaan  Pajak Penerangan Jalan sebesar 96,04% dengan kata lain penerimaan tidak mencapai target. Hal ini disebabkan karena  adanya pemasangan  rekening listrik  ilegal  yang menyebabkan kebocoran tarif, kebocoran tarif tersebut kebanyakan dari kalangan industri dan rumah tangga.

Kontribusi penerimaan Pajak Penerangan Jalan dari tahun 2008 sampai 2011 terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) rata-rata sebesar 27,50%. Hal ini menunjukan bahwa  Pajak Penerangan Jalan  merupakan sumber pendapatan daerah  yang  sangat potensial karena,  dibandingkan dengan Pendapatan Daerah lainnya  khususnya pada sektor  Pajak Daerah  PPJ menyumbang lebih dari 25% atau seperempat dari keseluruhan Pendapatan Asli Daerah.

 

 

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhim Penanaman Modal Asing

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhim Penanaman Modal Asing Di Indonesia (TAHUN 1994:1-2008:4)

modal-ventura Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhim Penanaman Modal Asing Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhim Penanaman Modal Asing modal ventura

Latar Belakang Skripsi 

Ketidtesisakstabilan politik dan krisis sosial telah menjadi pendorongberkurangnya kepercayaan masyarakat luas terhadap nilai rupiah. Ketidakpercayaan tersebut didasarioleh ekspektasi masyarakat akan mekinmelemahnya nilai tukar rupiah dimasa depan karena ditunjang oleh semakintidak stabilnya iklim ekonomi dan investasi. Dalam kondisi demikian, akan tidakmenguntungkan bagi seorang investor untuk memegang rupiah dan melakukaninvestasi di Indonesia. Motivasi investor dalam melakukan investasi hanya dalamjangka pendek saja, sehingga sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor jangkapendek misalnya tingkat suku bunga (interest rate) dan perilaku kebijakan.

Karena bagaimanapun, resiko memegang mata uang rupiah dan kegiataninvestasi di dalam negeri dalam kondisi yang sangat merugikan. Selain itu Indonesia juga dihadapkan pada masalah tenaga kerja, yaitutingginya jumlah pengangguran. Kondisi ini terjadi karena jumlah penduduk usaikerja dan kasus pemutusan hubungan kerja yang terus meningkat akibat krisisekonomi. Sekitar februari 2005 dan 2006 penduduk usia kerja tumbuh dari 155,6juta orang menjadi 159, 3 orang atau bertambah 3,7 juta orang. Melihat kondisiini, pemerintah berupaya untuk membuka peluang masuknya penanaman modal asing guna menyediakan lapangan pekerjaan yang mulai terlihat denganmenggeliatnya iklim investasi asing di Indonesia.

Perumusan Masalah

Penanaman modal asing merupakan salah satu sumber dana dan jasapembangunan di Negara sedang berkembang. Faktor yang berpengaruhterhadap penanaman modal asing di Indonesia adalah pertumbuhan ekonomiIndonesia yang diukur melalui produk domestik bruto (PDB), tingkat sukubunga domestik, nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing dollar Amerika, ekspor, upah pekerja dan krisis ekonomi.

1. Bagaimanakah pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB) terhadappenanaman modal asing di Indonesia tahun 1994-2008?

2. Bagaimaakah pengaruh tingkat suku bunga terhadap penanamanmodal asing di Indonesia tahun 1994-2008?

3. Bagaimanakah pengaruh upah pekerja terhadap penanaman modalasing di Indonesia tahun 1994-2008?

4. Bagaimanakah pengaruh krisis ekonomi terhadap penanaman modalasing di Indonesia tahun 1994-2008?

Kesimpulan 

Berdasarkan penelitian mengenai penanaman modal asing Indonesia tahun1994-2008, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

a. Hipotesis pertama menyatakan bahwa produk domestik brutoberpengaruh secara positif dan signifikan terhadap penanaman modalasing. Dalam hasil temuan empirik menunjukkan bahwa dalam jangkapendek terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara produkdomestik bruto terhadap penanaman modal asing di Indonesia, hal initidak sesuai dengan hipotesis yang berarti jumlah PDB dalam jangkapendek mempengaruhi investor asing untuk berinvestasi. Sedangkan dalam jangka panjang produk domestik brutomenunjukkan pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadappenanaman modal asing di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa dalamjangka panjang jumlah produk domestik bruto tidak berpengaruh terhadapmasuknya penanaman modal asing di Indonesia. Karena masuknya danadalam bentuk dollar, maka rupiah akan terdepresiasi dan kegiatanekonomi menurun dan nilai produk domestik bruto juga akan menurun. Faktor yang menjadi penyebab tidak berpengaruhnya PDB terhadappenanaman modal asing dalam jangka panjang adalah karena masuknya dana dalam bentuk dollar, maka rupiah akan terdepresiasi dan kegiatanekonomi menurun dan nilai produk domestik bruto juga akan menurun. Juga karena adanya transfer dana hasil keuntungan dari dalam negeri keluar negeri sehingga dana tersebut tidak bisa digunakan lagi untukinvestasi (reinvestasi). Selain itu juga disebabkan karena teknologi dansistem manajemen yang digunakan sudah usang.

b. Hipotesis kedua menyatakan diduga tingkat suku bunga domestikberpengaruh negatif dan signifikan terhadap penanaman modal asing. Dalam temuan empirik menunjukkan bahwa dalam jangka pendekterdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat suku bungadengan penanaman modal asing. Hal ini berarti dalm jangka pendek sukubunga domestik mempengaruhi investor dalam menanamkan modalnyake Indonesia. Dan dalam jangka panjang hasil temuan empirik menunjukkanhubungan positif dan signifikan antara suku bunga dengan penanamanmodal asing. Hal ini berarti bahwa investor tidak terpengaruh pada tingkatbunga yang ditawarkan di dalam negeri. Faktor yang menjadi penyebabkenaikan suku bunga berpengaruh positif terhadap penanaman modalasing adalah karena krisis ekonomi yang melanda Indonesiamenyebabkan naiknya tingkat suku bunga secara tajam namun tidakdipengaruhi oleh penurunan penanaman modal asing.

c. Hipotesis ketiga menyatakan bahwa diduga upah pekerja memilikihubungan yang negatif terhadap penanaman modal asing di Indonesia. Hasil temuan empirik menyatakan bahwa dalam jangka pendek terdapathubungan yang negatif dan signifikan antara upah pekerja terhadappenanaman modal asing di Indonesia. Sementara itu dalam jangkapanjang ditemukan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan tidaksignifikan antara upah pekerja dengan penanaman modal asing diIndonesia. Hal ini menunjukkan bahwa dalam jangka panjang upahpekerja tidak berpengaruh terhadap penanaman modal asing di Indonesia. Factor yang menyebabkan tidak berpengaruhnya upah pekerja dalamjangka panjang terhadap penanaman modal asing adalah karenarendahnya standar upah di Indonesia,

d. Hipotesis keempat menyatakan bahwa diduga variabel krisis ekonomiberpengaruh positif terhadap penanaman modal asing. Hasil temuanempirik menyatakan bahwa dalam jangka pendek maupun dalam jangkapanjang krisis ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadappenanaman modal asing di Indonesia. Hal ini menyatakan bahwa dalamjangka panjang krisis ekonomi berpengaruh terhadap masuknyapenanaman modal asing di Indonesia.

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan

Skripsi EkonomiAnalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Tingkat Kemiskinan  (Studi Kasus 35 Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011)

kemiskinan Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan kemiskinan

Latar Belakang Skripsi 

Dilihat dari sisi etimologis, “kemiskinan” berasal dari kata “miskin” yang artinya  berharta benda dan  serba kekurangan. Departemen Sosial dan Badan Pusat mendefinisikan kemiskinan dari perspektif kebutuhan dasar. Kemiskinan sebagai ketidtesisakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak (BPS dan Depsos, 2002). Lebih jauh disebutkan kemiskinan merupakan sebuah kondisi yang berada dibawah garis nilai standar kebutuhan minimum, baik untuk makanan dan non-makanan yang disebut garis kemiskinan (poverty line) atau batas kemiskinan (poverty treshold).

Jadi, seseorang dikatakan miskin jika pendapatannya berada di bawah Problematika kemiskinan terus menjadi masalah besar sepanjang sejarah sebagai sebuah negara. Dalam negara yang salah urus, tidak ada persoalan yang lebih besar, selain persoalan kemiskinan. Mengamati jumlah dan populasi di bawah garis kemiskinan penduduk miskin di Indonesia pada periode tahun 2010-2011 (Tabel 1.1) tingkat kemiskinan mengalami kecenderungan menurun. Berdasarkan laporan BPS, penduduk miskin tingkat nasional dalam periode 2010-2011 tingkat kemiskinan turun dimana pada tahun 2010 sekitar 13,33 persen dan pada tahun 2011 sekitar 12,49 persen. peristiwa seperti ini bisa menjadi tolak ukur bagi pemerintah, apakah realisasi dalam mengurangi kemiskinan berjalan dengan berkelanjutan atau tidak, walaupun fenomena tingkat kemiskinan setiap tahun menurun, pemerintah juga jangan merasa puas dengan hasil yang ada, tetapi berkelanjutan dalam mengatasi kemiskinan adalah penting, karena apabila harga barang-barang kebutuhan pokok naik di tahun mendatang maka akan terjadi inflasi dan berakibat kepada penduduk yang tergolong tidak miskin dengan penghasilan disekitar garis kemiskinan dan berakibat pergeseran posisi menjadi miskin. 

Rumusan Masalah

1.  Bagaimana pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan secara parsial?

2.  Bagaimana pengaruh upah minimum kabupaten/kota terhadap tingkat kemiskinan secara parsial?

3.  Bagaimana pengaruh tingkat pengangguran terhadap kemiskinan secara parsial?

4.  Bagaimana pengaruh pertumbuhan ekonomi, upah minimum kabupaten/kota dan tingkat pengangguran secara bersama-sama?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi (Upah Minimum Kabupaten/Kota  (U) dan tingkat pengangguran  (P)  tingkat kemiskinan 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Diduga secara parsial variabel Upah Minimum Kabupaten/Kota  dan pengangguran berpengaruh secara signifikan terhadap  tingkat  kemiskinan  variabel Pertumbuhan Ekonomi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kemiskinan 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu suatu penelitian  yang bertujuan  untuk memperoleh pembuktian dari sebuah hipotesis. Pengumpulan data  diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS).  

Kesimpulan

Berdasarkan penelitian terhadap Tingkat kemiskinan 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011 dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Dengan tingkat signifikasi 5 persen, variabel pertumbuhan ekonomi tidak signifikan terhadap kemiskinan. Hal ini berarti hipotesis yang menyatakan bahwa Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh tidak signifikan terhadap kemiskinan, telah terbukti .

2. Dengan tingkat signifikasi 5 persen, variabel Upah Minimum Kabupaten/Kota berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Hal ini berarti hipotesis yang menyatakan bahwa upah minimum kabupaten/kota berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, telah terbukti.

3. Dengan tingkat signifikasi 5 persen, variabel pengangguran berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Hal ini berarti hipotesis yang menyatakan bahwa pengangguran berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Hal ini berarti hipotesis yang menyatakan bahwa pengangguran berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, telah terbukti.

4. Variabel Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum Kabupaten/Kota dan pengangguran secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, telah terbukti.