Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kapasitas Fiskal Daerah

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kapasitas Fiskal Daerah (Studi Kasus: Tiga Puluh Provinsi  Di Indonesiapada Periode 2001-2005)

fiskal Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kapasitas Fiskal Daerah Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kapasitas Fiskal Daerah fiskal

Latar Belakang Skripsi 

Pemberian otonomi daerah dan desentralisasi yang luas, nyata dan bertanggungjawab kepada daerah merupakan dua langkah strategis. Pertama, otonomi daerah dan desentralisasi merupakan jawaban atas permasalahan lokal bangsa Indonesia berupa ancaman disintegrasi bangsa, kemiskinan, ketidtesisakmerataan pembangunan, rendahnya kualitas hidup masyarakat, dan masalah pembangunan sumber daya manusia.

Kedua, otonomi daerah dan desentralisasimerupakan langkah strategis bangsa Indonesia untuk menyongsong era globalisasi ekonomi dengan memperkuat basis perekonomian daerah (Mardiasmo, 2002: 59). Esensi dari pemberian otonomi tersebut adalah desentralisasi keuangan yang dibarengi dengan desentralisasi fiskal dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Era otonomi daerah ditandai dengan keluarnya Undang-Undang No 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-Undang No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Kemudian Undang-Undang No 22 Tahun 1999 telah direvisi dengan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004tentang Pemerintah Daerah dan Undang-Undang No. 25 Tahun 1999 telah direvisi dengan Undang-Undang No. 33 Tahun 2004tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Perumusan Masalah

Dari uraian latar belakang masalah di atas, dapat diambil pokok permasalahan sebagai berikut :

1.Bagaimana pengaruh Pajak Daerah (PD) terhadap kapasitas fiskal daerah di tiga puluh provinsi di Indonesia pada periode 2001-2005?

2.Bagaimana pengaruh Retribusi Daerah (RD) terhadap kapasitas fiskal daerah di tiga puluh provinsi di Indonesia pada periode 2001-2005?

3.Bagaimana pengaruh Bagi Hasil Pajak (BHP) terhadap kapasitas fiskal daerah di tiga puluh provinsi di Indonesia pada periode 2001-2005?

4.Bagaimana pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap kapasitas fiskal daerah di tiga puluh provinsi di Indonesia pada periode 2001-2005?

5.Bagaimana pengaruh Pajak Daerah (PD), Retribusi Daerah (RD), Bagi Hasil Pajak (BHP), dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang diuji secara bersama-sama terhadap Kapasitas Fiskal Daerah (KFD) di tiga puluh provinsi di Indonesia pada periode 2001-2005?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Bagi Hasil Pajak, dan Produk Domestik Regional Bruto terhadap Kapasitas Fiskal Daerah. Sampai dengan tahun 2005 jumlah provinsi di Indonesia sebanyak tiga puluh tiga provinsi. Adapun periode waktu yang digunakan terdiri dari data time series mulai tahun 2001 hingga 2005 yang akan dikombinasikan dengan data cross section  dari tiga puluh provinsi yang dipilih sebagai daerah sampel. Provinsi yang tidak termasuk dalam penelitian adalah Provinsi Irian Jaya Barat, Kepulauan Riau dan Sulawesi Barat. Alat analisis yang dipergunakan adalah uji regresi berganda dengan metode analisis data panel.

Kesimpulan

Selama ini kemandirian daerah yang kuat diukur dari struktur PAD yang antara lain terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah dan BUMD. Penetapan target PAD yang dilakukan selama ini bersifat incremental dan belum pada potensi dan kapasitas penerimaan PAD  yang sesungguhnya sehingga PAD belum optimal menjadi sumber utama dana APBD. Potensi dan kapasitas fiskal merupakan pencerminan kemandirian daerah. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka beberapa hal yang dapat disimpulkan dari hasil regresi berganda diatas antara lain adalah:

1.Tanda parameter untuk Pajak Daerah adalah positif yaitu 1,176148 yang akan menunjukkan bahwa apabila Pajak Daerah naik 1 Milyar Rupiah, maka akan mengakibatkan naiknya Kapasitas Fiskal Daerah sebesar 1,176148 Milyar Rupiah, hasil regresi dengan asumsi variabel yang lain tetap (Ceteris Paribus). Sedangkan apabila Pajak Daerah turun 1 Milyar Rupiah, maka akan mengakibatkan menurunnya Kapasitas Fiskal Daerah sebesar 1,176148 Milyar Rupiah, hasil regresi dengan asumsi variabel yang lain tetap (Ceteris Paribus).

2.Tanda parameter untuk Retribusi Daerah adalah positif yaitu 0,285468namun terbukti tidak signifikan. Dengan arti lain Retribusi Daerahtidak memiliki pengaruh yang nyata terhadap Kapasitas Fiskal Daerah. Berarti terjadi penyimpangan dengan hipotesis yang ada dalam penelitian. Tetapi sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Joko Tri Haryanto (2006).

3.Tanda parameter untuk Bagi Hasil Pajak adalah positif yaitu 0,435284yang akan menunjukkan bahwa apabila Bagi Hasil Pajak naik 1 Milyar Rupiah, maka akan mengakibatkan naiknya Kapasitas Fiskal Daerah sebesar 0,435284Milyar Rupiah, hasil regresi dengan asumsi variabel yang lain tetap (Ceteris Paribus). Sedangkan apabila Bagi Hasil Pajak turun 1 Milyar Rupiah, maka akan mengakibatkan menurunnya Kapasitas Fiskal Daerah sebesar 0,435284Milyar Rupiah, hasil regresi dengan asumsi variabel yang lain tetap (Ceteris Paribus).

4.Tanda parameter untuk Produk Domestik Reginal Bruto adalah positif yaitu 0,002311 namun terbukti tidak signifikan. Dengan arti lain Produk Domestik Regional Bruto tidak memiliki pengaruh yang nyata terhadap Kapasitas Fiskal Daerah. Produk Domestik Reginal Bruto tidak sesuai dengan hipotesis penelitian. Tetapi sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Joko Tri Haryanto (2006).

5.Uji F menunjukan bahwa model cukup bagus, karena Fhitung (5299,503) > Ftabel (2,45)yang berarti secara bersama-sama variabel independen yaitu Pajak Daerah (PD), Retribusi Daerah (RD), Bagi Hasil Pajak (BHP), dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu Kapasitas Fiskal Daerah (KFD). Dengan besarnya nilai R2

sebesar 0,992757berarti 99,28% variasi variabel independen (Pajak Daerah (PD), Retribusi Daerah (RD), Bagi Hasil Pajak (BHP), dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)) mampu menjelaskan variasi dependen (Kapasitas Fiskal Daerah (KFD)) dan sisanya 0,72% dipengaruhi variabel lain diluar model.

Wajib Pajak Terhadap Realisasi Penerimaan PBB

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Dalam Diri Wajib Pajak Terhadap Realisasi Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan Di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang

lapor-pajak Wajib Pajak Terhadap Realisasi Penerimaan PBB Wajib Pajak Terhadap Realisasi Penerimaan PBB lapor pajak

Latar Belakang Skripsi 

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah salah satu sumber pendapatan Daerah, tetapi bukan termasuk sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pajak tersebut merupakan pajak Pusat, sedangkan Daerahhanya menerima bagian dari kedua pajak tersebut sebagai dana perimbangan. Hal ini dijelaskan oleh Pasal 80 ayat (1) huruf a UU 22/1999 dan Pasal 6 ayat (1) sampai (4) UU 25/1999.

Dengan demikian penetapan objek pajak, dasar pengenaan pajak, tarif pajak dan teknis pemungutan diatur dan ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Sedangkan Pemerintah Daerah tidtesisak terlibat secara langsung dalam hal tersebut. Keterlibatan Pemerintah Daerah hanya dalam membantu mengintensifkan pemungutan PBB dengan melibatkan perangkat daerah.

Perumusan Masalah

Dari permasalahan yang diuraikandi atas maka dapatdirumuskan beberapa pertanyaanpenelitian sebagai berikut :

1.Apakah faktor dalam diri wajib pajakberpengaruh terhadapkeberhasilanrealisasi penerimaan PBB di kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang?

2.Faktor apakah yang paling dominan berpengaruh terhadap realisasi penerimaan PBB di kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang?

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh faktor-faktor dalam diri wajib pajakterhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Populasi penelitian ini adalah wajib pajak PBB di kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Sampel di ambil dengan metoda random sampling. Hipotesis dalam penelitian ini diujidengan regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa

1) kesadaran perpajakan tidak berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang,

2) pemahaman wajib pajak terhadap undang-undang dan peraturan perpajakan PBB berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang,

3) persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda PBB berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang.

4) pendapatan wajib pajak tidak berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang,

5) variabel yang memiliki tingkat signifikansi terbesar terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB adalah persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda PBB.

Kesimpulan

Penelitianini bertujuan untuk mengji pengaruh faktor  tax payerterhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Hipotesis dalam penelitian ini diujidengan regresi linier berganda. Dari hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnyadapat diambil kesimpulan sebagai berikut.

1.kesadaran perpajakan tidak berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang

2.pemahaman wajib pajak terhadap undang-undang dan peraturanperpajakan PBB berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang.

3.persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda PBB berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang.

4.pendapatan wajib pajak tidak berpengaruh terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang

5.variabel yang memiliki tingkat signifikansi terbesar terhadap keberhasilan realisasi penerimaan PBB adalah persepsi wajib pajak tentang pelaksanaan sanksi denda PBB

Pengaruh Bauran Pemasaran Pada Keputusan Konsumen Memilih PTS

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Bauran Pemasaran Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Memilih Perguruan Tinggi Swasta (Studi  KasusTerhadap Mahasiswa Balikpapan Yang Kuliah di Yogyakarta)

Pengaruh Bauran Pemasaran Pada Keputusan Konsumen Memilih PTS Pengaruh Bauran Pemasaran Pada Keputusan Konsumen Memilih PTS tesis44

Latar Belakang Skripsi 

Di dalam era globalisasi yang melanda dunia pada abad ke-20 dan memasuki abad ke-21 atau dengan kata lain era milenium ke-3 merupakan fenomena yang harus diperhatikan sebagai akibat kemajuan teknologi yang menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan pada hampir semua aspek kehidtesisupan manusia yang ditandai dengan perubahan tatanan masyarakat dunia di mana batas negara, apalagi batas daerah seolah-olah semakin kabur akibat dari perkembangan transportasi, telekomunikasi dan tourisme, yang dipercepat dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan teknologi juga merubah kebutuhan sumber daya manusia di seluruh dunia, terutama tuntutan kualitas sumber daya manusia tersebut.

Oleh karena itu sejalan dengan perkembangan yang terjadi di segala sektor kehidupan manusia, maka bermunculan perguruan tinggi-perguruan tinggi sebagai salah satu tempat atau sarana pencetakan sumber daya manusia yang diharapkan pada nantinya dapat mencetak sumber daya manusia seperti yang diinginkan. Pada satu sisi, bemunculannya banyak perguruan tinggi tersebut diharapkan dapat memenuhi semua permintaan dari masyarakat akan suatu lembaga pendidikan yang dapat mencetak sumber daya manusia yang unggul. Namun di sisi lain, banyak bermunculannya perguruan tinggi-perguruan tinggi tersebut membuat persaingan di antara perguruan tinggi tersebut kian ketat. Perguruan tinggi bukanlah perusahaan yang senantiasa hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi bukan juga badan amal, melainkan sebuah industri paling vital yang harus dikelola seefektif dan seefisien mungkin.

Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut:

1.Apakah faktor-faktor bauran pemasaran yang ada pada perguruan tinggi merupakan faktor-faktor yang dipertimbangkan mahasiswa asal Balikpapan dalam memilih perguruan tinggi swasta di Yogyakarta?

2.Faktor-faktor apa sajakah dari bauran pemasaran tersebut, yang merupakan  faktor-faktor dominan yang mempengaruhi keputusan mahasiswa asal Balikpapan dalam memilih perguruan tinggi swasta di Yogyakarta?

Tujuan Penelitian 

Kegiatan penelitian ini diadakan dengan tujuan untuk mngetahui faktor-faktor apa sajakah yang berpengaruh terhadap pertimbangan konsumen dalam memilih perguruan tinggi swasta.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian serta pembahasan pada bab terdahulu, maka kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian tentang faktor-faktor bauran pemasaran yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih perguruan tinggi (studi kasus terhadap mahasiswa asal Balikpapan yang kuliah di Yogyakarta) adalah sebagai berikut:

1.Berdasarkan hasil analisis faktor, faktor-faktor yang menjadi pertimbangan mahasiswa asal Balikpapan dalam memilih perguruan tinggi di Yogyakarta antara lain: faktor  promotion  dan  physical evidence yang meliputi: merk, publikasi, komunikasi, pameran, mekanisme pelayanan, gedung megah dan keadaan lingkungan; faktor  product yang meliputi: kurikulum dan silabus, status jurusan/program studi, laboratorium, perpustakaan, teknologi dan media pendidikan, staf pengajar dan desain fasilitas; faktor organisasi dan  processyang meliputi: Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan layanan karyawan; faktor  personal traits yang meliputi:  performance lulusan  dan reputasi pimpinan/yayasan; faktor price yang meliputi biaya per SKS dan persyaratan pembayaran; dan faktor kurikulum dan place yang meliputi: kurikulum/silabus dan lokasi.

2.Pada analisis faktor tahap pertama ada dua variabel yang dikeluarkan karena tidak memenuhi syarat kecukupan analisis faktor dalam nilai MSA-nya, kedua variabel tersebut adalah variabel besar SPP (X11) dan variabel peraturan-peraturan (X22). Selanjutnya kedua variabel tersebut dikeluarkan dari model lalu dilakukan analisis faktor tahap berikutnya. Setelah dilakukan rotasi faktor varimax melalui iterasi konvergen sebanyak 9 kali, didapat enam faktor yang terbentuk. Kemudian variabel-variabel yang ada dikelompokkan ke dalam tiap-tiap faktor sesuai dengan nilai faktor loading-nya, dan ternyata ada satu variabel yang faktor loading-nya < 0,5 yaitu variabel besar DPP (X12), selanjutnya variabel ini dikeluarkan dari model. Akhirnya dari 25 variabel yang dipakai dalam penelitian kali ini, setelah dilakukan analisis faktor ternyata pada hasil akhir hanya ada 22 variabel yang terkelompok dalam 6 faktor.

3.Dari 6 faktor yang dipertimbangkan mahasiswa asal Balikpapan dalam keputusan memilih perguruan tinggi di Yogyakarta, faktor  promotion  dan physical evidence merupakan faktor dengan peranan penting yang dipertimbangkan mahasiswa asal Balikpapan dalam memilih perguruan tinggi di Yogyakarta, dengan variabel-variabel: merk, publikasi, komunikasi, pameran, mekanisme pelayanan, gedung megah dan keadaan lingkungan.

Analisis Variabel Keberhasilan Pengusaha Brem

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Beberapa Variabel Yang Mempengaruhi Keberhasilan Pengusaha Kecil Brem Di Madiun

brem Analisis Variabel Keberhasilan Pengusaha Brem Analisis Variabel Keberhasilan Pengusaha Brem brem

Latar Belakang Skripsi 

Industri kecil brem mempunyai peran yang cukup besar terhadap perekonomian di Kabupaten Madiun, selain itu juga brem merupakan makanan khas Kota Madiun. Brem merupakan makanan kecil yang terbuat dari sari tape ketan kemudian dengan proses kimiawi (fermentasi), diolah dan dipadatkan menjadi bentuk batangan. Mereka yang berkunjung ke Madiun selalu memilih brem sebagai buah tangan. Dengan demikian volume penjualan yang di dapat cukup tinggi, dan akan mempengaruhi pajak yang akan diterima pemerintah kabupaten. Juga karena kemampuan daya serap tenaga kerja di sektor ini juga cukup memberikan kontribusi terhadap tenaga kerja yang tidtesisak memiliki pendidikan formal, sehingga membantu mengurangi tingkat pengangguran di daerahnya.

Keberhasilan usaha pengusaha kecil brem tersebut tentunya dipengaruhi oleh berbagai faktor., antara lain adalah modal, pemasaran produk, kemampuan dan ketrampilan pengusaha dalam berproduksi , tingkat pendidikan, pengalaman usaha, jumlah tenaga kerja, waktu operasi setiap harinya dan sebagainya.(J. Ellyawati dan Y. Sri Susilo, 2001:44). Dalam penelitian ini dipilih beberapa variabel yang berpengaruh terhadap keberhasilan usaha Brem antara lain modal, jumlah tenaga kerja, pengalaman suaha, tingkat pendidikan dan waktu operasi per hari.

 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka dalam penelitian ini dirumuskan masalah-masalah sebagai berikut :

  1. Apakah variabel-variabel modal, jumlah tenaga kerja, tingkat pendidikan, pengalaman usaha, dan waktu operasi per hari, secara parsial dan secara bersama  – sama dapat mempengaruhi keberhasilan pengusaha kecil brem di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun?
  2. Dari ke lima variabel modal kerja, jumlah tenaga kerja, tingkat pendidikan, pengalaman usaha, dan waktu operasi per hari tersebut,  manakah yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap variabel keberhasilan pengusaha kecil brem di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun?

Tujuan Penelitian 

Penelitian yang berjudul Analisis Beberapa Variabel Yang Mempengaruhi Keberhasilan Pengusaha Kecil Brem di Madiun ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel modal, jumlah tenaga kerja, tingkat pendidikan, pengalaman usaha, dan waktu operasi perhari secara sendiri – sendiri dan bersama– sama terhadap keberhasilan usaha pengusaha kecil brem di Madiun, dan mengetahui variabel mana yang mempunyai pengaruh dominan terhadap keberhasilan pengusaha kecil brem tersebut.

Kesimpulan 

Sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat   disimpulkan beberapa karakteristik dari pengusaha kecil brem di Madiun sebagai berikut :

  1. Jumlah populasi sebanyak 37 pengusaha kecil semuanya dijadikan obyek penelitian. Dari jumlah tersebut sebagian besar mempunyai modal sebesar Rp. 800.000  – Rp. 9.371.999 yaitu sebanyak 24 responden atau 64,87 %. Nilai rata – rata modal usaha pengusaha kecil brem adalah Rp. 9.118.432.
  2. Sebagian besar pengusaha kecil brem mempunyai tenaga kerja sebesar 5  – 6 orang yaitu sebanyak 29 responden atau 78,38 %. Rata  – rata pengusaha kecil brem tersebut mempunyai tenaga kerja sebanyak 6 orang.
  3. Mayoritas pengusaha kecil brem di Madiun memiliki tingkat pendidikan SD yaitu sebanyak 26 responden atau 70,27 %. Rata – rata pengusaha kecil tersebut memiliki tingkat pendidikan tahun ke 7 (SLTP).
  4. Sebagian besar pengusaha kecil brem di Madiun mempunyai pengalaman usaha selama 3  – 11 tahun, yaitu sebanyak 14 responden atau 37,84 %. Rata  – rata pengalaman usaha dari pengusaha kecil tersebut adalah 17, 35 tahun.
  5. Sebagian besar pengusaha kecil brem di Madiun beroperasi selama 8 –9 jam perhari, yaitu sebanyak 15 responden atau 40,54 %. Rata – rata waktu operasinya selama 8 jam perhari.
  6. Laba kotor yang diperoleh pengusaha kecil brem di Madiun sebagian besar sebesar Rp. 200.000 – Rp. 7.666.666. dan rata – rata memperoleh laba kotor sebesar Rp. 6.022.243.
  7. Hambatan yang paling banyak dialami pengusaha kecil adalah masalah cuaca hujan.
  8. Khusus
  9. Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas didapatkan hasil signifikansi dari variabel modal, jumlah tenaga kerja, tingkat pendidikan, pengalaman usaha, dan waktu operasi perhari > 0,05. sehingga disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal.
  10. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda didapat persamaan sebagai berikut :

Y       =   -10876881 + 0,526 X1 + 1372919,7 X2 + 123567,03 X3 + 121489,29 X4 + 67593,218 X5

 

Skripsi Ekonomi- Analisis Biaya Saluran Distribusi

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Biaya Saluran Distribusi Pada PT. Kusumahadi Santosa (Studi Pada Divisi Pemasaran II)

distribusi buku Skripsi Ekonomi- Analisis Biaya Saluran Distribusi Skripsi Ekonomi- Analisis Biaya Saluran Distribusi distribusi buku

Latar Belakang Skripsi 

PT. Kusumahadi Santosa dalam pendistribusian produknya menggunakan saluran distribusi langsung, yaitu menyalurkan langsung barang hasil produksinya kepada konsumen. Dalam penggunaan saluran distribusi, perusahaan harus mencari biaya yang paling murah serta menghasilkan volume penjualan yang meningkat. Apabila tercapai keselarasan dalam penggunaan saluran distribusi, sehingga tercipta penjualan produk yang maksimal. Dan tidtesisak mengakibatkan konsumen beralih memakai produk dari pesaing.

Dalam mendistribusikan produknya PT. Kusumahadi Santosa bekerjasama dengan beberapa perusahaan ekspedisi. Perusahaan ekspedisi yang diajak bekerjasama adalah PT. Setia Jati Baru, PT. INDEX Transport dan PT. Kobra Ekspress. Dari ketiga perusahaan itu memiliki beberapa perbedaan, baik dari segi pelayanannya maupun dari segi biaya.

 Rumusan Masalah 

1. Bagaimana nilai efisiensi dari tiap perusahaan ekspedisi yang digunakan oleh PT. Kusumahadi Santosa ?

2. Perusahaan ekspedisi mana yang paling efisien dalam mendistribusikan produk dari PT. Kusumahadi Santosa?

3. Sejauh mana keeratan hubungan antara biaya distribusi dengan volume penjualan?

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui efisiensi dari saluran distribusi yang digunakan oleh PT. Kusumahadi Santosa dan untuk mengetahui saluran distribusi mana yang lebih efisien dalam mendistribusikan produk dari PT. Kusumahadi Santosa serta untuk mengetahui sejauh mana keeratan hubungan antara biaya distribusi dengan volume penjualan. Pada penelitian kali ini penulis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, yaitu analaisis data yang digunakan untuk mendapatkan gambaran secara jelas mengenai objek penelitian dalam kegiatan ini yakni PT. 

Kesimpulan 

Berdasarkan uraian dan hasil analisis terhadap data yang diperoleh dari PT. Kusumahadi Santosa tentang data distribusi yang dilakukan perusahaan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

1. Untuk menyalurkan produknya ke wilayah dalam negeri PT. Kusumahadi Santosa menggunakan saluran distribusi langsung.

2. Penyaluran barang di PT. Kusumahadi Santosa bekerjasama dengan perusahaan – perusahaan ekspedisi. Perusahaan –perusahaan ekspedisi yang diajak bekerjasama yakni PT. Setia Jati Baru, PT. INDEX Transport dan PT. Kobra Ekspress.

3. Daerah distribusi dalam negeri PT. Kusumahadi Santosa adalah Jakarta, Bandung dan Bali.

4. Dengan analisis dari data penjualan dan biaya distribusi selama

6 bulan terakhir, maka didapat nilai efisiensi dari masing –masing perusahaan ekspedisi sebagai berikut :

  • · PT. Setia Jati Baru adalah 1,73%
  • · PT. INDEX Transport adalah 1,75%
  • · PT. Kobra Ekspress adalah 1,95%

5. Dari rata – rata efisiensi diatas maka dapat dilihat bahwa PT. Setia Jati Baru memiliki nilai rata – rata efisiensi sebesar 1,73%, dimana nilai efisiensinya paling kecil diantara ketiga perusahaan ekspedisi yang digunakan oleh PT. Kusumahadi Santosa. Hal ini menunjukkan bahwa PT. Setia Jati Baru yang paling efisien dalam mendistribusikan produk dari PT. Kusumahadi Santosa.

6. Sementara itu PT. Kobra Ekspress kurang efisien untuk mendistribusikan produk dari PT. Kusumahadi Santosa. Hal ini karena biaya distribusi yang diterapkan oleh PT. Kobra Ekspress sangat tinggi bila dibanding dengan PT. Setia Jati Baru dan PT. INDEX Transport. Kurang efisiensinya PT. Kobra Ekspress juga dapat dilihat dari nilai rata – rata efisiensinya yang menunjukkan nilai 1,95%, yakni nilai efisiensi terbesar diantara ketiga perusahaan ekspedisi yang digunakan oleh PT. Kusumahadi Santosa.

7. Dari analisis korelasi biaya distribusi dan volume penjualan pada PT. Kusumahadi Santosa didapatkan hasil 0.947. Angka tersebut menunjukkan bahwa biaya distribusi memiliki hubungan yang sangat erat dan berpengaruh positif pada volume penjualan.