Mengapa Skripsi Audit Begitu Penting?

Mengapa Skripsi Audit Begitu Penting? Mengapa Skripsi Audit Begitu Penting? tesisMenulis skripsi seringkali menjadi sesuatu yang sangat menyita energi, pikiran, dan biaya bagi mayoritas mahasiswa. Apalagi kalau program studi yang diambil merupakan program studi yang mata kuliahnnya memerlukan usaha keras dalam mencapai kelulusan, misalnya program studi akuntansi. Ada macam-macam konsentrasi dalam program studi akuntansi yang dapat dijadikan topik untuk penulisan skripsi, salah satunya adalah audit. Skripsi audit berhubungan dengan laporan keuangan suatu perusahaan atau bisnis tertentu. Karena skripsi ini berhubungan dengan angka-angka, maka tentu saja sangat diperlukan ketelitian dalam pengerjaannya. Hal ini untuk menghindari kesalahan dalam penghitungannya serta untuk menghasilkan informasi tentang laporan keuangan yang handal dan terpercaya sebagai dasar pengambilan suatu keputusan dalam suatu perusahaaan.

Dalam mengerjakan skripsi audit, mahasiswa harus mengerti standar audit sebagai pedoman yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang terdiri dari standar umum, standar pekerjaan lapangan, dan standar pelaporan. Standar umum adalah standar audit yang merupakan cerminan dari kualitas pribadi yang wajib dimiliki oleh seorang auditor dan standar ini mengharuskan seorang auditor untuk memiliki keahlian serta pelatihan teknis yang cukup dalam melaksanakan prosedur audit. Sedangkan standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan berfungsi untuk mengatur auditor dalam hal pengumpulan data dan kegiatan-kegiatan yang lain, yang dilaksanakan selama melakukan audit dan mewajibkan auditor untuk menyusun suatu laporan atas laporan keuangan yang diauditnya secara keseluruhan.

Dengan menyusun skripsi audit, secara tidtesisak langsung mahasiswa akuntansi juga belajar menjadi auditor atau akuntan publik. Dalam suatu perusahaaan, laporan audit mempunyai arti penting dan laporan ini harus disajikan dalam bentuk laporan keuangan yang benar, sesuai dengan standar akuntansi yang lazim sehingga laporan audit tersebut dapat digunakan secara optimal dalam rangka melaksanakan fungsi manajemen. Hasil dari laporan audit dapat menunjukkan apakah laporan keuangan dan hasil operasi perusahaan klien sudah disajikan secara wajar atau tidak karena hal ini akan memberikan pengaruh terhadap kemajuan suatu perusahaan.

Salah satu contoh yang dapat dijadikan referensi untuk bahan skripsi audit anda adalah Persepsi Akuntan Pendidikan Dan Akuntan Publik Terhadap Teknologi Informasi Yang Harus di Kuasai Oleh Akuntan. Skripsi audit ini bertujuan untuk menguji perbedaan persepsi antara akuntan pendidik dan akuntan publik terhadap teknologi informasi yang harus dikuasai oleh akuntan dan mengamati kecukupan muatan teknologi informasi yang terdapat dalam kurikulum pendidikan tinggi akuntansi serta melihat pendapat dari kedua kelompok terhadap peranan akuntan dalam proses perancangan sistem informasi yang berbasis komputer. Anda juga dapat menganalisis topik lain untuk dijadikan skripsi audit. Pastikan laporan keuangan yang akan anda buat menggunakan data-data yang valid.

Teknik-Teknik dalam Menentukan Pengambilan Sampel Penelitian Skripsi

Teknik-Teknik dalam Menentukan Pengambilan Sampel Penelitian Skripsi Teknik-Teknik dalam Menentukan Pengambilan Sampel Penelitian Skripsi tesisSampel adalah sebagian atau wakil populasi yang akan diteliti. Bailey dalam juga menyatakan “We can define a sample as a sub set or portion of the total population”, maksudnya bahwa sampel penelitian ini merupakan sebagian dari seluruh populasi.

Dengan demikian sampel adalah suatu bagian (subset) dari populasi yang dianggap mampu mewakili populasi yang akan diteliti.

Lebih lanjut Suharsimi Arikunto (1998) memaparkan cara-cara pengambilan sampel (sampling), antara lain:

a.      Sampel random, atau sampel acak, atau sampel campur

Peneliti mencampur subyek-subyek dalam populasi yang dianggap sama, dengan demikian peneliti memiliki hak yang sama kepada setiap subyek untuk memperoleh kesempatan dipilih sebagai sampel.

b.      Sampel berstrata (stratified sample)

Sampel yang diambil dari populasi dianggap memiliki strata atau tingkat-tingkat, sehingga tidtesisak dapat menggunakan teknik random.

c.       Sampel wilayah, atau (area probability sample)

Sampel yang tidak berstrata tapi memiliki perbedaan ciri antara wilayah yang satu dengan yang lain, yaitu dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi.

d.      Sampel proporsi atau sampel imbangan (propotional sample)

Pengambilan sampel ini dilakukan untuk menyempurnakan penggunaan teknik sampel berstrata dan atau wilayah, dimana banyaknya subyek yang belum tentu berstrata dan atau perbedaan ciri wilayah yang tidak sama, sehingga ditentukan seimbang atau sebanding dengan banyaknya subyek dalam masing-masing strata dan atau wilayah.

e.      Sampel bertujuan (purposive sample)

Yaitu teknik pengumpulan sumber informasi yang tersedia secara tepat dimaksudkan untuk mengoptimalkan informasi dari target yang lebih spesifik, atau sesuai dengan criteria yang diinginkan oleh peneliti.

Pengambilan sampel didasarkan atas tujuan tertentu dengan perimbangan seperti : fokus penelitian, pertimbangan ilmiah, alasan keterbatasan waktu, tenaga dan dana, sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar dan jauh.

f.        Sampel kuota (quota sample)

Pengambilan sampel ini mendasarkan pada jumlah subyek yang sudah ditentukan, yang memenuhi persyaratan ciri-ciri populasi, tanpa menghiraukan dari mana asal subyek tersebut.

g.      Sampel kelompok (cluster sample)

Pengambilan sampel berdasarkan kelompok-kelompok subyek, seperti kelompok pedagang, petani, maupun nelayan.

h.      Sampel kembar (double sample)

Pengambilan sampel menggunakan dua sampel sekaligus.

Mengenai penentuan besarnya sampel Suharsimi Arikunto mengemukakan di dalam pengambilan sampel apabila subyeknya kurang dari 100 diambil semua sehingga penelitian merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10% – 15% atau 20% – 25% atau lebih.

Sampel random, atau sampel acak,

Langkah-langkah Dalam Penelitian Pendidikan Yang Wajib Diketahui

Langkah-langkah Dalam Penelitian Pendidikan Yang Wajib Diketahui Langkah-langkah Dalam Penelitian Pendidikan Yang Wajib Diketahui tesisPenelitian pendidtesisikan merupakan penelitian ilmiah yang dilakukan untuk menciptakan penemuan baru, khususnya di bidang pendidikan. Pada dasarnya, penelitian adalah hasil dari rasa keingintahuan yang menjadi sifat dasar yang dimiliki oleh manusia. Seperti halnya penelitian yang lain, penelitian pendidikan dapat terlaksana karena adanya ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh manusia. Ilmu pengetahuan ini didasari oleh dua teori kebenaran yaitu koheresi dan korespondensi. Koheresi menyatakan bahwa suatu pernyataan dapat dikatakan benar apabila pernyataa tersebut konsisten dengan pernyataan sebelumnya, sedangkan korspondensi menyatakan bahwa suatu pernyataan dapat dikatakan benar apabila pernyataan tersebut didasarkan atas fakta atau realita. Jadi, dalam hal ini penelitian merupakan suatu pembuktian yang dapat memperkuat atau membenarkan suatu pernyataan.

Demikian juga dengan penelitian pendidikan, penelitian ini merupakan suatu upaya untuk memperoleh kebenaran atas suatu hal dengan berdasar pada proses berpikir ilmiah yang kemudian dituangkan dalam metode ilmiah. Metode ilmiah yang digunakan dalam proses penelitian terdiri dari dua unsur yaitu pengamatan dan penalaran. Hal ini untuk membuktikan bahwa suatu pernyataan dapat dibuktikan kebenarannya berdasarkan fakta yang ada.

Dalam mengerjakan penelitian pendidikan, ada empat langkah utama dari metode ilmiah yang akan mendasari langkah-langkah dari penelitian. Langkah yang pertama yaitu merumuskan masalah. Dalam hal ini peneliti harus dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk dicari jawabannya. Jika tidak ada permasalahan yang dicari pemecahannya, maka tidak akan bisa dilakukan penelitian karena pada dasarnya penelitian dilakukan untuk memecahkan suatu masalah.

Langkah yang kedua dalam penelitian pendidikan yaitu mengajukan hipotesis. Hipotesis merupakan dugaan-dugaan sementara atas jawaban dari pertanyaan yang telah diajukan sebelumnya. Hipotesis ini dapat diperoleh melalui pengkajian dari berbagai teori yang berkaitan dengan bidang ilmu yang dijadkan sebagai dasar perumusan masalah.

Langkah yang ketiga yaitu verifikasi data. Pada langkah ini peneliti mengumpulkan data-data secara empiris dan kemudian mengolah dan menganalisis data tersebut untuk menguji kebenaran dari hipotesis. Data empiris yang digunakan harus bisa menguji hipotesis.

Langkah yang terakhir yang dilakukan dalam penelitian pendidikan yaitu menarik kesimpulan. Untuk memperoleh kesimpulan, peneliti harus menentukan jawaban-jawaban yang bersifat definitif atas setiap pertanyaan yang diajukan. Kesimpulan dari penelitian merupakan jawaban atas rumusan masalah penelitian sehingga telah teruji kebenarannya.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, anda dapat memperoleh pembenaran atas penelitian pendidikan yang anda lakukan. Selain itu, metode di atas juga dapat dijadikan sebgai penelitian ilmiah di bidang yang lain juga.

Hal-hal Penting Yang Harus Diketahui Dalam Penyusunan Skripsi Psikologi

Hal-hal Penting Yang Harus Diketahui Dalam Penyusunan Skripsi Psikologi Hal-hal Penting Yang Harus Diketahui Dalam Penyusunan Skripsi Psikologi tesisIlmu psikologi merupakan salah satu jurusan di perguruan tinggi yang banyak diminati. Ketika berbicara tentang psikologi, ada beberapa macam metodologi yang digunakan dalam bidtesisang ini, misalnya metodologi eksperimental, observasi ilmiah, sejarah kehidupan, wawancara, angket, dan pemeriksaan psikologi. Tiap-tiap metode memiliki cara yang berbeda dalam mengetahui masalah-masalah psikologi, baik yang terjadi pada individu maupun masyarakat umum. Demikian juga dengan ilmu psikologi yang dipelajari di perguruan tinggi, ada bermacam-macam materi yang diberikan kepada mahasiswa psikologi dan permasalahan-permasalahan psikologi beserta metode-metode penyelesaiannya. Bagi mahasiswa semester akhir, diwajibkan untuk menyusun skripsi psikologi yang menjadi salah satu syarat terpenting untuk mendapatkan gelar sarjana psikologi.

Ada beberapa kajian ilmu psikologi yang dapat dipilih sebagai salah satu konsentrasi dalam penyusunan skripsi psikologi. Kajian ilmu psikologi yang pertama adalah psikologi sosial. Psikologi sosial dibagi menjadi tiga ruang lingkup yaitu studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, studi tentang proses-proses individual bersama, dan studi tentang interaksi kelompok. Kajian ilmu psikologi yang kedua adalah psikologi perkembangan. Bidang studi ini mempelajari perkembangan manusia beserta faktor-faktor yang membentuk perilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Kajian ilmu psikologi yang lain meliputi psikologi kepribadian, psikologi kognitif, psikologi penddikan, psikologi sekolah, psikologi industri dan organisasi, psikologi kerekayasaan, dan psikologi klinis. Kajian ilmu psikologi manapun yang ingin anda angkat menjadi skripsi, anda harus pastikan bahwa anda benar-benar menguasai bidang ilmunya. Hal ini untuk mempermudah proses penyelesaian skripsi yang anda susun.

Berikut ini adalah beberapa contoh judul skripsi yang dapat membantu anda dalam menemukan ide untuk skripsi psikologi yang akan anda susun, diantaranya Kecerdasan Emosional Remaja Ditinjau Dari Konsep Diri Dan Kualitas Komunikasi Antara Orangtua Dan Anak, Dukungan Sosial Dalam Membangun Penerimaan Diri Orang Tua Yang mempunyai Anak Autis, dan Hubungan Antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Kharismatik Dan Budaya Organisasi Dengan Kinerja Karyawan. Masih ada banyak lagi fenomena-fenomena yang ada di sekitar anda atau di masyarakat yang dapat anda angkat menjadi sebuah karya ilmiah atau skripsi.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam menyusun skripsi psikologi adalah populasi dan sampel, data skripsi, metode skripsi, dan teknik analisis. Semua faktor tersebut harus dkerjakan dengan benar karena akan mempengaruhi pembahasan dan hasil penelitian. Selain itu, kesimpulan dari skripsi juga harus mencakup seluruh pembahasan seluruh skripsi.

Menetapkan Jumlah Interval pada Distribusi Frekuensi

Menetapkan Jumlah Interval pada Distribusi Frekuensi Menetapkan Jumlah Interval pada Distribusi Frekuensi    tesisPenetapan jumlah interval dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor-faktor jumlah frekuensi (N), jarak pengukuran (R), lebar interval yang hendak digunakan (i), dan tujuan penyusunan distribusi itu. Pada prinsipnya jumlah interval kelas janganlah terlalu sedikit, sehingga pola-pola kelompok menjadi kabur. Akan tetapi jumlah interval itu juga jangan terlalu besar, sehingga kita tidtesisak mendapat gambaran tentang pola kelompok.

Menentukan Lebar Interval (i).

Bila R sudah diketahui dan jumlah interval kelas sudah ditentukan, pada dasarnya i sudah diketemukan. Rumus dari i adalah sebagai berikut:

Jadi kalau misalnya hasil pengukuran kita tentang tinggi orang yang tertinggi adalah 180 cm dan terendah adalah 145 cm dan kita telah menetapkan jumlah interval sebanyak 9 buah, maka:

Dalam tabel kemudian kita cantumkan dalam kolom pertama interval-interval kelas berturut-turut dari atas kebawah sebagai berikut:

Interval Tinggi Badan
177-180
173-176
169-172
165-168
161-164
157-160
153-156
149-152
145-148

Distribusi Frekuensi Meningkat ( Cumulative Frequency Distribution)

Penyusunan Tabel Distribusi Frekuensi meningkat ini pada dasarnya sama saja dengan penyusunan distribusi frekuensi tunggal maupun distribusi frekuensi bergolong. Bedanya dengan penyusunan kedua distribusi itu ialah bahwa di sini kita menambahkan satu kolom lagi yang memuat frekuensi meningkat. Contoh:

Tabel 4
Nilai Ulangan Matematika SMU X
Nilai (X)+ Frekuensi (f)+ Frekuensi Meningkat dari bawah
8 4 72
7 23 68
6 28 45
5 16 17
4 1 1
Jumlah 72

Dari tabel tersebut kita mengetahui bahwa sebanyak jumlah siswa yang tidak lulus ulangan matematika (nilai 5 kebawah) sebanyak 17 siswa. Dan jumlah siswa yang lulus sebanyak 55 siswa.

Frekuensi meningkat biasa disebut dengan huruf cf, singkatan dari bahasa asing “cumulative frequency”, yang artinya “frekuensi meningkat”. Frekuensi ini diperoleh dari menjumlahkan secara meningkat frekuensi-frekuensi yang ada di dalam kolom kedua. Perlu dicatat bahwa bila kita mengisi kolom frekuensi meningkat dari bawah, maka jumlah frekuensi meningkat paling atas harus sama dengan N.

Contoh tabel distribusi frekuensi meningkat dari distribusi bergolong adalah sebagai berikut:

Tabel 5
NILAI HASIL TES STATISTIKA TERHADAP 48 ORANG
Interval Nilai Frekuensi (f) Frekuensi Meningkat dari bawah Frekuensi Meningkat dari atas
70-74 1 48 1
65-69 3 47 4
60-64 4 44 8
55-59 9 40 17
50-54 9 31 26
45-49 11 22 37
40-44 5 11 42
35-39 4 6 46
30-34 2 2 48
Jumlah 48

Dari tabel diatas terlihat sebanyak 8 siswa lulus tes statistika sedangkan yang tidak lulus tes sebanyak 40 siswa.

Dari contoh diatas kelihatan dengan jelas bahwa pada hakekatnya tidak ada perbedaan antara penyusunan tabel frekuensi meningkat dari distribusi bergolong. Dalam contoh tersebut dicantumkan kolom untuk menyebutkan frekuensi meningkat dari atas, disamping frekuensi meningkat dari bawah.