Perilaku Perpindahan Merek Pada Penyedia Jasa Salon

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Perpindahan  Merek Pada Penyedia Jasa Salon Kecantikan Di Surakarta (studi : mahasiswi Universitas Sebelas Maret)

salon Perilaku Perpindahan Merek Pada Penyedia Jasa Salon Perilaku Perpindahan Merek Pada Penyedia Jasa Salon salon

Latar Belakang Skripsi 

Kualitas pelayanan yang dihasilkan oleh operasi yang dilakukan perusahaan dan keberhasilan dalam proses operasi ini ditentukan oleh banyak faktor antara lain dipandang dari  Reliability (keandalan) yaitu untuk mengukur perusahaan dalam memberikan jasa yang tepat dan sesuai dengan yang dijanjikan,  Responsiveness (daya tanggap) yaitu ketanggapan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan cepat,  Assurance  (jaminan) untuk mengukur kemampuan dan kesopanan karyawan serta sifat dapat dipercaya yang dimiliki oleh karyawan,  Empahty (empati) untuk mengukur pemahaman karyawan terhadap kebutuhan konsumen serta perhatian yang diberikan oleh karyawan.

Tangible (kasat mata) yaitu tampilan fisik, peralatan, karyawan serta sarana komunikasi  Jika harapan konsumen sesuai dengan apa yang diberikan oleh penyedia jasa, hal tersebut akan memberikan kepuasan konsumen sehingga konsumen mempertimbangkan untuk melakukan pembelian ulang dan membentuk loyalitas merek, serta memberikan infomasi secara positif kepada orang lain  (word of mouth).    Menurut Davidtesis Alker dalam dewi (2004)  Loyalitas merek ini yang menyebabkan konsumen melakukan pembelian ulang dan memberi rekomendasi ke orang lain untuk membeli atau mempergunakan produk tertentu.

Perumusan Masalah

Perumusan masalah  dalam penelitian ini adalah apakah  faktor-faktor: persepsi harga yang negatif, ketidaknyamanan, kegagalan jasa inti, kegagalan interaksi jasa dengan konsumen dan respon kegagalan jasa mempengaruhi Word Of Mouth mengenai perpindahan penyedia jasa dan pencarian penyedia jasa baru ?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh persepsi harga yang negatif, ketidaknyamanan, kegagalan jasa inti, kegagalan interaksi jasa dan respon kegagalan jasa  terhadap perilaku  word of mouth mengenai perpindahan jasa dan pencarian penyedia jasa baru.

Kesimpulan 

Berdasarkan uji hipotesis diperoleh :

  1. Terdapat pengaruh  secara signifikan  persepsi harga yang negatif terhadap Word  of mouth mengenai perpindahan jasa dan Pencarian penyedia jasa baru.  Adanya penetapan harga yang tinggi, yang membebani konsumen dan  penetapan harga yang dianggap tidak wajar atau tidak sesuai dengan hasil yang diterima konsumen, Menurut konsumen hal tersebut sangat tidak menguntungkan sehingga konsumen melakukan perpindahan jasa  untuk mendapatkan tingkatan harga yang sesuai.
  2. Terdapat pengaruh  secara signifikan ketidaknyamanan terhadap Word of mouth mengenai perpindahan jasa dan perilaku pencarian penyedia jasa baru.  Ketidaknyamanan yang dirasakan konsumen akan mendorong perilaku perpindahan penyedia jasa yang sejenis, dengan harapan konsumen akan mendapatkan rasa kenyamanan yang lebih dari penyedia jasa sebelumnya.
  3. Terdapat pengaruh  secara signifikan kegagalan jasa i terhadap word of mouth mengenai perpindahan jasa dan perilaku pencarian penyedia jasa baru.Kegagalan jasa inti yang diberikan penyedia jasa kepada konsumen akan menyebabkan konsumen melakukan perpindahan penyedia jasa yang dinyatakan dengan melakukan pencarian penyedia jasa yang sejenis dikarenakan konsumen sangat mengharapkan hasil yang sempurna untuk pelayanan jasa inti yang diinginkanya dan konsumen akan memberikan referensi atas pengalamanya kepada orang lain atas kekecewaan dari hasil yang diterimanya.
  4. Terdapat pengaruh  secara signifikan  kegagalan interaksi jasa terhadap word of mouth mengenai perpindahan jasa dan perilaku pencarian penyedia  jasa baru.  Jika konsumen menilai pelayanan yang diberikan kurang memuasakan,pelayanan yang kurang memuaskan disebabkan perilaku karyawan penyedia jasa yang tidak sopan,  tidak cepat tanggap serta kurang memiliki pengetahuan yang cukup ketika melayani konsumen. Hal  tersebut akan menimbulkan ketidakpuasan yang mengakibatkan konsumen mencari penyedia jasa baru dan memberikan informasi mengenai perpindahanya kepada orang lain
  5. Terdapat pengaruh  secara signifikan respon kegagalan jasa terhadap word of mouth mengenai perpindahan jasa dan pencarian penyedia jasa baru. Respon penyedia jasa dari kegagalan jasa yang diberikan kepada konsumen akan mempengaruhi penilaian konsumen terhadap penyedia jasa, dikarenakan konsumen yang kecewa dengan kegagalan jasa yang diberikan penyedia jasa masih mengharapakan adanya tanggapan yang baik untuk membenahi dari kesalahan yang dilakukan penyedia jasa. Jika konsumen merasa tanggapan yang diterimanya kurang memuaskan, dimana hal tersebut akan menambah kekecewaan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan, Maka konsumen akan mencoba mencari penyedia jasa yang lebih baik dan menceritakan apa yang dialaminya kepada orang lain
  6. Berdasarkan hasil perhitungan statistik diketahui bahwa persepsi harga yang negatif, ketidaknyamanan, kesalahan jasa , kesalahan interaksi jasa dan respon kegagalan jasa mempengaruhi tindakan  word of mouth mengenai perpindahan jasa sebesar 47 % sedangkan sebesar 53% dipengaruhi oleh faktor faktor lain.
  7. Dari 53 % faktor-faktor lain yang tidak mempengaruhi  word of mouth mengenai perpindahan penyedia jasa, hal tersebut dikarenakan kompleksnya fenomena perilaku  word of mouth mengenai perpindahan penyedia jasa. Faktor-faktor lain yang dimungkinkan antara lain perpindahan secara terpaksa, etika, persaingan (Keaveny;1995) atau karena pencarian variasi (Van Tjrip; 1996).
  8. Berdasarkan hasil perhitungan statistik diketahui bahwa persepsi harga yang negatif, ketidaknyamanan, kesalahan jasa , kesalahan interaksi jasa dan respon kegagalan jasa mempengaruhi tindakan pencarian  penyedia jasa baru sebesar 49,7 %  sedangkan  sebesar 50,3 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.

 

 

Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Di Sragen

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja Di Kabupaten Sragen Tahun 1993-2007

pekerja pln Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Di Sragen Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Di Sragen pekerja pln

Latar Belakang Skripsi 

Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola sumberdaya-sumberdaya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dengan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi (pertumbuhan ekonomi) dalam wilayah tersebut (Lincolin Arsyad, 1999:108).

Salah satu faktor yang menentukan karakteristik dan kecepatan pembangunan ekonomi adalah sumber daya menusia yang dimiliki. Sumber daya manusia mempunyai sejumlah peranan penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi, dimana melalui jumlah sumber daya manusia yang besar dan produktif serta efisien akan dapat menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan ekonomi di  suatu wilayah yang bersangkutan (Erna Setianingrum, 2008:2).

Perumusan Masalah

Yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah :

  1. Apakah ekspor daerah berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sragen tahun 1993-2007?
  2. Apakah investasi daerah berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sragen tahun 1993-2007?
  3. Apakah pengeluaran pemerintah daerah berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sragen tahun 1993-2007?

Tujuan Penelitian 

Secara umum tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah penulis ingn mengetahui faktor apa saja yang melandasi penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sragen.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tentang penyerapan tenaga kerja tahun 1993  – 2007 di Kabupaten Sragen, diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Variabel Ekspor

Ekspor daerah Sragen berpengaruh secara negatif terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sragen. Bila ekspor daerah naik, justru menurunkan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sragen, dan sebaliknya. Hal ini dikarenakan perusahaan – perusahaan furniture di Kabupaten Sragen yang mengekspor produknya ke luar negeri sebagian besar menggunakan padat modal, yakni perusahaan  –perusahaan tersebut lebih banyak menggunakan peralatan mesin modern untuk memproduksi barang. Sehingga tidtesisak memerlukan tenaga manusia yang banyak. Jadi bisa disimpulkan bahwa semakin tinggi ekspor, maka belum tentu kesempatan kerja juga ikut naik. Semakin besar ekspor maka tidak menambah jumlah tenaga kerja yang terserap.

2. Variabel Investasi

Investasi daerah Sragen tidak terbukti mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sragen. Jadi banyak atau sedikitnya investasi yang tertanam di Kabupaten Sragen tidak mempengaruhi jumlah tenaga kerja yang terserap.

3. Variabel Pengeluaran Pemerintah

Variabel pengeluaran pemerintah daerah Sragen tidak terbukti berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sragen. Sehingga sebanyak apapun pengeluaran pemerintah yang di lakukan di Kabupaten Sragen tidak akan mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di daerah tersebut.

Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Di Karesidenan Surakarta

Skripsi Ekonomi  ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja Di Karesidtesisenan Surakarta Tahun 2000-2008

pekerja pln Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Di Karesidenan Surakarta Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Di Karesidenan Surakarta pekerja pln

Latar Belakang Skripsi 

Proses pembangunan ekonomi biasanya tidak hanya ditandai dengan terjadinya perubahan  pada  struktur permintaan  serta  penawaran barang dan jasa yang diproduksi. Proses pembangunan ekonomi  juga ditandai dengan terjadinya perubahan struktur penduduk dan ketenagakerjaan (Susanti, 2000:81).

Perubahan struktur penduduk  didalam demografi dikenal  dengan istilah transisi demografis. Istilah tersebut mengacu pada suatu proses pergeseran dari suatu keadaan dimana tingat kelahiran dan tingkat kematian ke keadaan dimana tingkat kelahiran dan tingkat kematian rendah. Apabila proses transisi ini dikaitkan dengan peningkatan pendapatan perkapita, maka pada awal proses pembangunan peningkatan pendapatan perkapita biasanya diikuti dengan penurunan angka kematian yang lebih cepat dari pada penurunan angka kelahiran. Penurunan angka kematian yang cepat ini disebabkan oleh membaiknya gizi masyarakat akibat dari pertumbuhan pendapatan masyarakat. Selain itu,  peningkatan pendapatan masyarakat ini juga akan menyebabkan penerimaan pajak pemerintah meningkat dan hal ini tentu saja memungkinkan pemerintah untuk meningkatkan pengeluarannya di  bidang kesehatan masyarakat (Susanti, 2000:83).

Perumusan Masalah 

Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, dapat dirinci beberapa pokok permasalahan yang akan dibahas, meliputi :

1. Bagaimana pengaruh investasi  daerah,  pengeluaran pemerintah  daerah, ekspor  daerah secara parsial  terhadap penyerapan tenaga kerja di Karesidenan Surakarta tahun 2000-2008 ?

2. Bagaimana pengaruh investasi  daerah,  pengeluaran pemerintah  daerah, ekspor  daerah secara simultan  terhadap penyerapan tenaga kerja di Karesidenan Surakarta tahun 2000-2008 ?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi, pengeluaran pemerintah, dan ekspor terhadap penyerapan tenaga kerja di Karesidenan Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian yang berbentuk analisis kuantitatif mengenai

faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja dengan menggunakan data deret waktu (time series) antara tahun 2000-2008. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi  linier data panel.  Pengolahan data dengan  menggunakan program Econometric Views (E-views) versi 4.0.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

  1. Investasi  daerah  secara parsial,  berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Karesidenan Surakarta  tahun 2000-2008.
  2. Pengeluaran pemerintah daerah secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Karesidenan Surakarta tahun 2000-2008.
  3. Ekspor daerah secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga  kerja di Karesidenan Surakarta tahun 2000-2008.
  4. Investasi daerah, pengeluaran pemerintah daerah, ekspor daerah secara simultan berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Karesidenan Surakarta tahun 2000-2008.

Analisis Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi  (Studi Pada Universitas Di Surakarta)

akuntansi (1) Analisis Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi Analisis Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi akuntansi 11

Latar Belakang Skripsi 

Teknologi informasi mempunyai peranan penting karena dapat menjadi senjata strategis bagi  suatu perusahaan dalam memperoleh keunggulan bersaing (Rockart, 1988). Sistem informasi akuntansi akan memberikan kemudahaan bagi para akuntan manajemen untuk menghasilkan informasi keuangan yang dapat dipercaya, relevan, tepat waktu, dapat dipahami dan teruji sehingga membantu dalam pengambilan keputusan. American Institute of Certified Public

Beberapa literatur sistem akuntansi menyebutkan keunggulan  dari penggunaan SIA berbasis komputer  antara  lain dapat  memproses  sejumlah transaksi dengan cepat dan terintegrasi; dapat menyimpan dan mengambil data dalam jumlah yang besar; dapat mengurangi kesalahan matematis; menghasilkan laporan dengan tepat waktu dalam berbagai bentuk serta dapat menjadi alat bantu pengambilan keputusan  khususnya untuk jenis masalah yang terstruktur (Sunarti,  1998).  Sistem informasi akuntansi  yang moderndan canggih telah diimplementasikan di banyak perusahaan dengan biaya yang besar, namun masalah yang timbul adalah penggunaan yang masih rendah terhadap SIA secara  kontinyu. Rendahnya penggunaan SIA diidtesisentifikasikan sebagai penyebab utama  yang mendasari terjadinya productivity paradox yaitu investasi yang mahal di bidang sistem tetapi menghasilkan  return yang rendah (Venkatesh dan Davis, 2000).  Bukti empiris menunjukkan bahwa penggunaan SIA untuk tujuan  pembuatan keputusan manajemen dan operasi masih rendah (Johansen dan Swigart, 1996; Moore, 1991; Norman, 1993;  Weiner, 1993). Penggunaan SIA merupakan variabel penting yang mempengaruhi kinerja manajerial (Sharda et al., 1986; Davis, 1989; Swanson, 1982).

Perumusan Masalah

  1. Apakah ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, faktor sosial dan kondisi yang memfasilitasi pemakai berpengaruh positif terhadap penggunaan SIA?
  2. Apakah ekspektasi kinerja berpengaruh positif terhadap penggunaan SIA?
  3. Apakah ekspektasi usaha berpengaruh positif terhadap penggunaan SIA?
  4. Apakah faktor sosial berpengaruh positif terhadap penggunaan SIA?
  5. Apakah kondisi yang memfasilitasi  pemakai berpengaruh positif terhadap penggunaan SIA?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan  Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yaitu ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, faktor sosial dan kondisi-kondisi yang memfasilitasi pemakai. Ekspektasi kinerja didefinisikan sebagai tingkat dimana individu karyawan meyakini bahwa dengan menggunakan  SIA akan membantu dalam meningkatkan kinerjanya.

Simpulan

Berdasarkan bukti-bukti empiris yang diperoleh, ada beberapa hal yang dapat disimpulkan dari hasil penelitian adalah sebagai berikut:

  1. Penggunaan SIA dapat dijelaskan  melalui variasi empat  variabel  yang mempengaruhinya yaitu ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, faktor sosial dan kondisi yang memfasilitasi pemakai sebesar 24,7% sedangkan sisanya     75,3% dijelaskan oleh sebab-sebab lain diluar model.
  2. Ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, faktor sosial dan kondisi yang memfasilitasi pemakai secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan SIA. Ekspektasi kinerja secara signifikan mempunyai pengaruh positif terhadap penggunaan SIA. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Davis et al. (1989); Taylor dan Todd (1995); Thompson et al. (1991); Venkatesh dan Davis (2000);  Handayani (2005) yang menyatakan adanya hubungan yang signifikan positif antara ekspektasi kinerja terhadap penggunaan SIA. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa responden telah meyakini SIA dapat membantu meningkatkan kinerja mereka sehingga penggunaan SIA juga akan meningkat. Venkatesh  et al. (2003) menyatakan bahwa konstruk ekspektasi kinerja merupakan prediktor yang kuat dari  penggunaan SIA dalam aturan sukarela (voluntary) maupun wajib (mandatory).
  3. Ekspektasi usaha mempunyai pengaruh positif terhadap penggunaan SIA namun tidak signifikan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa responden setuju bahwa sistem informasi yang mudah digunakan membantu mereka meningkatkan penggunaan SIA. Hasil penelitian juga mendukung penelitian Venkatesh et al. (2003) bahwa ekspektasi usaha mempunyai hubungan positif dengan penggunaan SIA pada periode implementasi saja dan hasilnya tidak signifikan. Hal ini konsisten dengan penelitian Davis et al. (1989); Thompson et al. (1991).
  4. Faktor sosial berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap penggunaan SIA. Hal ini berarti bahwa lingkungan sosial disekitar responden, seperti teman sekerja atau manajer senior, kurang mendukung atau mempengaruhi mereka dalam menggunakan  SIA. Hal ini sesuai dengan penelitian Davis  et.al  (1989) yang menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan norma-norma sosial terhadap penggunaan SIA.

Hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa pemahaman atau penggunaan suatu inovasi (sistem informasi akuntansi) tidak dianggap meningkatkan status (image) seseorang di dalam lingkungan sosialnya. Hal ini sesuai dengan penelitian Moore dan Benbasat (1991) yang menyatakan bahwa hanya pada lingkungan tertentu saja penggunaan SIA akan meningkatkan status (image) seseorang di dalam sistem sosial. Perbedaan sampel dan lokasi pengambilan sampel menyebabkan perbedaan hasil penelitian ini dengan penelitian Thompson  et al.  (1991); Venkatesh dan Davis (2000); Venkatesh  et al. (2003); dan Handayani (2005) yang menemukan hubungan positif dan signifikan antara faktor-faktor sosial dengan penggunaan SIA yang mana faktor-faktor sosial ditunjukkan dari besarnya dukungan teman sekerja, manajer senior, pimpinan dan organisasi.

Kondisi-kondisi yang memfasilitasi pemakai mempunyai pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap penggunaan SIA. Hasil pengujian hipotesis 4 ini memberikan gambaran bahwa dengan tersedianya hardware dan membantu meningkatkan penggunaan SIA dalam bekerja. Hal ini konsisten dengan hasil penelitian Venkatesh dan Moris (2000) dan Venkatesh  et al. (2003) yang menyatakan bahwa karyawan cenderung memerlukan pertolongan dan bantuan pada pekerjaannya. Namun karena secara rata-rata responden mengungkapkan kurang adanya pelatihan dan tenaga instruktur dalam lingkungan kerja mereka, menyebabkan hasilnya tidak signifikan.

Analisis Pengaruhi Pengambilan Kredit KUR

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Kredit KUR Pada Bank BRI  Kanca Unit Makam Haji

pelayanan bank BRI Analisis Pengaruhi Pengambilan Kredit KUR Analisis Pengaruhi Pengambilan Kredit KUR pelayanan bank BRI

Latar Belakang Skripsi 

Setiap aktivitas ekonomi modal menjadi salah satu factor yang berpengaruh besar dalam pergerakan awal mula berdirinya suatu usaha. Modal sendiri terdiri dari 2 macam hal, yaitu modal sendiri dan modal pinjaman. Mengapa modal menjadi sangat penting, karena dari modal inilah awal mula mampu beroperasinya suatu usaha.

Namun dewasa ini dalam pencukupan modal usaha dirasa sangat sulit dan berbelit-belit. Padahal dari keadaan sekarang ini kecukupan modal sendiri dirasa tidtesisak mampu mencukupi biaya operasional usaha itu sendiri. Maka modal pinjaman menjadi salah satu alternatif terbaik untuk  pemenuhan kecupan modal.

Perumusan Masalah 

  1. Apakah  proses pengajuan kredit  memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat pengambilan kredit KUR BRI ?
  2. Apakah pendapatan  usaha memiliki pengaruh yang signifikan  terhadap minat pengambilan kredit KUR BRI ?
  3. Apakah  lama usaha  memiliki pengaruh yang signifikan  terhadap  minat pengambilan kredit KUR BRI ?
  4. Apakah  jangka waktu  pembayaran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat pengambilan kredit KUR BRI ?

Tujuan Penelitian 

Dalam kegiatan penelitian ini tujuan yang hendak dicapai ialah ingin mengetahui apa saja yang dapat berpengaruh terhadap KUR BRI.

Kesimpulan 

Berdasarkan hasil penelitian tentang  Analisis faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Kredit Usaha Rakyat pada BRI Kanca Unit Makam Haji dapat ditarik kesimpulan:

  1. Proses pengajuan berpengaruh signifikan terhadap tingkat kredit perbankan yang diterima oleh  pengusaha yang termasuk dalam  Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengambil kredit usaha rakyat di BRI Makam Haji
  2. Pendapatan usaha berpengaruh signifikan terhadap tingkat kredit perbankan yang diterima oleh  pengusaha yang termasuk dalam  Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengambil kredit usaha rakyat di BRI Makam Haji
  3. Lama usaha berpengaruh signifikan terhadap tingkat kredit perbankan yang diterima oleh  pengusaha yang termasuk dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengambil kredit usaha rakyat di BRI Makam Haji
  4. Jangka waktu pembayaran berpengaruh signifikan terhadap tingkat kredit perbankan yang diterima oleh  pengusaha yang termasuk dalam  Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengambil kredit usaha rakyat di BRI Makam Haji
  5. Pendapatan usaha merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap tingkat kredit perbankan yang diterima oleh  pengusaha yang termasuk dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengambil kredit usaha rakyat di BRI Makam Haji