Bagaimana Menentukan Topik Untuk Skripsi Hukum Perdata

Bagaimana Menentukan Topik Untuk Skripsi Hukum Perdata Bagaimana Menentukan Topik Untuk Skripsi Hukum Perdata tesisSkripsi Hukum Perdata – Bagi mahasiswa fakultas hukum, skripsi hukum perdata merupakan salah satu alternatif yang dapat diangkat menjadi topik skripsi. Hukum perdata adalah segala peraturan hukum yang mengatur hubungan hukum antara orang yang satu dengan yang lain. Sedangkan menurut Prof. R Soebekti SH, hukum perdata merupakan segala hukum pokok yang berfungsi mengatur kepentingan-kepentingan perseorangan. Jadi intinya hukum perdata adalah ketentun-ketentuan yang mengatur hak-hak dan kepentingan antara individtesisu-individu dalam masyarakat.

Ada banyak sekali konsentrasi yang dapat anda pilih sebagai materi yang akan anda analisis dalam skripsi hukum perdata. Sebagai contoh adalah hukum perkawinan. Hukum perkawinan merupakan salah satu konsentrasi hukum perdata yang dapat anda gunakan sebagai topik skripsi, dengan menghubungkannya dengan fenomena-fenomena di masyarakat yang ada kaitannya dengan hukum perkawinan. Ada beberapa hal yang diatur dalam hukum perkawinan, diantaranya syarat untuk perkawinan, pembatalan perkawinan, hak dan kewajiban suami istri, percampuran kekayaan, perjanjian perkawinan,  perceraian, dan pemisahan kekayaan.

Selain hukum perkawinan, anda juga dapat memilih topik tentang hukum perikatan untuk dijadikan topik skripsi hukum perdata anda. Hukum perikatan merupakan suatu perhubungan hukum antara dua orang atau dua belah pihak, dimana pihak yang satu memiliki hak untuk menuntut suatu hal dari pihak yang lain, dan pihak lain tersebut mempunyai kewajiban untuk memenuhi tuntutan itu. Yang termasuk dalam hukum perikatan adalah macam-macam perikatan, perihal perikatan dan sumber-sumbernya, perikatan yang lahir dari perjanjian, perikatan-perikatan yang lahir dari undang-undang, perihal hapusnya perikatan-perikatan, serta beberapa perjanjian khusus yang penting.

Selanjutnya, anda juga dapat memilih hukum kekeluargaan sebagai bahan untuk skripsi hukum perdata anda. Hukum kekeluargaan ini mengatur tentang kekuasaan orang tua, keturunan, perwalian, pendewasaan, curatele, dan orang hilang.

Sebenarnya, apapun topik yang anda pilih, anda harus mampu menguasai materi dan teknik analisis yang akan digunakan dalam proses penyusunan skripsi hukum perdata. Hal ini akan mempermudah anda dalam menyelesaikan tahapan-tahapan dalam skripsi, seperti merumuskan masalah, penjelasan, analisis, dan menyimpulkan hasil analisis anda.

Anda dapat menghubungkan topik-topik untuk skripsi hukum perdata dengan kasus-kasus di masyarakat yang ada kaitannya dengan hukum perdata. Hal ini akan lebih menarik untuk diangkat menjadi skripsi karena anda mencari korelasi antara teori-teori yang ada dalam hukum perdata, dengan kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar anda. Sehingga, skripsi yang anda susun bisa manjadi skripsi yang berkualitas.

Tujuan Metode kerja kelompok

Tujuan Metode kerja kelompok – Metode kerja kelompok adalah salah satu metode yang sering digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas.  Metode kerja kelompok yang digunakan dalam suatu strategi pembelajaran bertujuan untuk :

1)  Memecahkan masalah pembelajaran melalui proses kelompok

2)  Mengembangkan kemampuan bekerjasama di dalam kelompok

3) Memupuk kemauan dan kemampuan kerjasama di antara para siswa;

4)  Meningkatkan keterlibatan sosio-emosional dan intelektual para siswa dalam proses belajar mengajar;

5)  Meningkatkan perhatian terhadap proses dan hasil belajar secara berimbang.

Trik-trik Panduan Skripsi Dengan Mudah

Trik-trik Panduan Skripsi Dengan Mudah Trik-trik Panduan Skripsi Dengan Mudah tesisPanduan Skripsi – Salah satu syarat akademik yang harus dipenuhi mahasiswa dalam menempuh pendidtesisikan di perguruan tinggi adalah penulisan skripsi. Menulis skripsi bagi sebagian besar mahasiswa menjadi suatu tantangan yang cukup sulit untuk dilalui. Bahkan ada beberapa yang menyerah dan membiarkan skripsinya terbengkalai selama berbulan-bulan. Ada juga yang menyerah dan meminta bantuan dari penyedia jasa penulisan skripsi dengan membayar sejumlah uang yang nominalnya tidak sedikit. Namun tetap lebih banyak jumlah mahasiswa yang berhasil menyelesaikan skrpsinya sendiri dan dengan hasil yang memuaskan.

Sebenarnya penulisan skripsi merupakan salah satu cara pembelajaran bagi mahasiswa semester akhir yang akan segera menghadapi dunia kerja. Proses-proses yang harus dilalui mahasiswa dalam menyelesaikan skripsinya juga akan ditemui di dunia kerja nantinya. Misalnya, ketika mengerjakan skripsi yang harus selesai sesuai jadwal pengumpulan yang sudah ditetapkan, hal ini seperti ketika harus menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan permintaan atasan. Kemudian pada saat melobi dosen pembimbing, ini seperti yang terjadi di dunia kerja yaitu ketika kita harus melobi klien. Atau mungkin juga pada saat bimbingan skripsi mahasiswa sering dimarahi dosen. Hal ini dapat melatih mahasiswa untuk kuat mental jika nanti dalam dunia kerja dimarahi oleh atasan. Sebenarnya banyak sekali pembelajaran-pembelajaran yang dapat diambil dari proses penulisan skripsi.

Untuk menghindari rasa putus asa dalam proses menulis skripsi, anda harus mempunyai motivasi dan tekad yang kuat untuk menyelesaikan skripsi tersebut. Sebagai contoh, motivasi anda dalam menyelesaikan skripsi adalah agar segera memperoleh gelar sarjana dan membanggakan orang tua, agar tidak membayar uang kuliah lagi pada semester berikutnya, agar segera lulus kuliah dan mencari pekerjaan untuk membantu orang tua, dan sebagainya.

Untuk mempermudah anda dalam menyusun skripsi, sangat disarankan agar anda memilih topik yang benar-benar anda kuasai dan sesuai dengan minat yang anda suka. Dengan mengerjakan suatu hal yang anda kuasai dan senangi, tentunya segala sesuatunya akan berjalan lebih mudah dan lancar. Sehingga waktu, energi, dan biaya yang anda keluarkan untuk penulisan skripsi akan sangat efektif dan efisien.

Selain itu, anda juga harus aktif dan disiplin pada waktu berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Dosen pembimbing akan sangat menghargai mahasiswanya yang rajin, punya motivasi tinggi, dan tidak kenal putus asa. Anda juga harus bisa menunjukkan bahwa anda sungguh-sungguh dalam penulisan skripsi anda, dan anda juga benar-benar ingin menyelesaikan skripsi tersebut. Ini akan membantu anda dalam menyelesaikan skripsi dengan mudah.

Tips Mudah Dalam Menyusun Skripsi Pendidikan

Tips Mudah Dalam Menyusun Skripsi Pendidikan Tips Mudah Dalam Menyusun Skripsi Pendidikan tesisSkripsi Pendidtesisikan – Skripsi merupakan syarat mutlak kelulusan bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan Strata Satu (S1) di perguruan tinggi. Apapun jurusan yang diambil, setiap mahasiswa wajib menyusun skripsi untuk memenuhi SKS (Sistem Kredit Semester). Skripsi sendiri memiliki enam Sistem Kredit Semester. Skripsi juga dianggap sebagai titik puncak perjuangan mahasiswa dalam menyelesaikan kuliahnya. Ada banyak pelajaran yang akan diambil dari penyusunan skripsi seperti tidak mudah putus asa, kesabaran, ketekunan, dan lain-lain, yang nantinya akan sangat diperlukan untuk mengahadapi dunia kerja.

Bagi anda yang mengambil jurusan di bidang pendidikan seperti pendidikan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan sebagainya, tentunya ada langkah-langkah atau metode yang sedikit berbeda dari jurusan yang bukan pendidikan. Hal ini dikarenakan jurusan pendidikan lebih difokuskan pada sistem pengajaran. Biasanya mahasiswa jurusan pendidikan melakukan penelitian di sekolah-sekolah. Misalnya, ada skripsi yang membahas faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru dalam mengajar, tentang sistem pendidikan di sekolah tertentu, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, dasar-dasar menulis skripsi pendidikan sebenarnya hampir sama dengan penulisan skripsi pada umumnya. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh mahasiswa adalah mengajukan judul skripsi kepada dosen pmbimbing. Setelah judul skripsi sudah disetujui.

Langkah kedua adalah mengajukan proposal skripsi, yang kemudian dilanjutkan dengan seminar proposal skipsi. Dalam seminar proposal skripsi ini, mahasiswa menjelaskan garis besar penelitian atau materi yang akan disusun menjadi sebuah skripsi kepada dosen.

Langkah ketiga adalah melakukan penelitian. Selama penelitian, mahasiswa harus mencatat data-data penting yang nantinya akan dianalisa, diolah, dan diambil kesimpulannya. Setelah skripsi selesai disusun, kemudian skripsi tersebut diuji oleh dosen pembimbing dan dosen penguji dalam sebuah sidang skripsi. Dalam sidang skripsi tersebut, mahasiswa akan diberi pertanyaan tentang penelitiannya. Kemampuan mahasiswa dalam menjelaskan setiap detail dari skripsi dan mempertahankan argumennya merupakan faktor yang penting untuk menentukan lulus tidaknya skripsi tersebut.

Skripsi pendidikan atau skripsi yang lain memerlukan kecermatan dalam menyusun skripsi. Hal ini karena isi dari sebuah skripsi harus bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Oleh karena itu, mahasiswa hendaknya sering berkonsltasi dengan dosen pembimbing untuk menghindari kesalahan yang fatal saat sidang skripsi. Bisa jadi kesalahan tersebut membuat mahasiswa tidak lulus ujian skripsi sehingga harus mengulang lagi pada semester berikutnya. Oleh karena itu, akan lebih baik apabila mahasiswa yang akan membuat skripsi benar-benar fokus pada penelitiannya dan mengolah datanya dengan benar.

Melakukan Analisis Data dengan Distribusi Frekruensi Bagian 2

Melakukan Analisis Data dengan Distribusi Frekruensi Bagian 2 Melakukan Analisis Data dengan Distribusi Frekruensi Bagian 2 tesisMelakukan Analisis Data dengan Distribusi Frekruensi, Bagian 2 ( Lanjutan dari Bagian 1 )

Oleh : Budiman, dkk

Distribusi Frekuensi Bergolong

Tabel frekuensi yang menggunakan pengelompokan dalam kolom nilai disebut Tabel Distribusi frekuensi Bergolong. Sebagai contoh adalah sebagai berikut:

Hasil-hasil Psikotest dari sebagian calon-calon mahasiswa Pasca Sarjana untuk tahun akademik 2007/2008

Test     : Psikotes

Subyek : Calon Mahasiswa

Tahun  : 2007/2008

Jumlah : 71 orang

18 13 16 4 10 10 15 17 16 16
21 22 20 7 23 10 18 3 10 8
10 11 10 10 6 11 23 19 19 20
21 12 10 17 7 12 5 9 12 15
12 12 16 20 14 15 14 15 16 15
17 16 16 14 14 15 19 13 15 14
21 8 19 19 19 13 13 19 14 13
20

Nilai yang tertinggi dari hasil ujian masuk itu adalah 23, sedangkan hasil terendah adalah 3. Jika kita susun dalam tabel distribusi tunggal, maka kita harus membuatnya sepanjang 21 baris (dari 23 – 3 plus 1). Untuk menyingkat ruangan dan menghemat tenaga, kita dapat mengadakan pengelompokan terhadap nilai-nilai itu, misalnya tiap-tiap tiga nilai menjadi satu kelompok. Dengan demikian kita akan mendapatkan tabel sebagai berikut:

Tabel 3
Hasil Psikotest Th. Akademik 2007/2008
Kelompok Nilai Frekuensi (f)
21-23 6
18-20 13
15-17 17
12-14 16
9-11 11
6-8 5
3-5 3
Jumlah 71

Dari tabel diatas kita dapat mengetahui bahwa kelompok nilai 15-17 mendapatkan frekuensi tertinggi yaitu 17 orang sedangkan kelompok nilai 3-5 mendapatkan frekuensi terendah. Berdasarkan tabel tersebut kita juga bisa menyimpulkan bahwa hasil test sebagian besar calon mahasiswa adalah diatas rata-rata.

Beberapa Istilah dalam Distribusi Bergolong

Interval Kelas. Tiap-tiap kelompok nilai variabel disebut interval kelas. Dalam tabel diatas kita jumpai ada 7 interval kelas dengan masing-masing berisi 3 nilai variabel. Kita lihat interval kelas yang paling atas berisi nilai-nilai 21, 22, 23, meskipun yang ditulis hanya nilai-nilai 21 dan 23. Interval yang terbawah mengandung 3 nilai, yaitu nilai-nilai 3, 4, dan 5, meskipun yang dicantumkan hanya nilai-nilai 3 dan 5.

Batas Kelas. Batas kelas adalah nilai-nilai yang membatasi kelas yang satu dengan kelas yang lain. Nilai-nilai 21 dan 23 pada kelas yang teratas dari tabel diatas adalah nilai-nilai yang membatasi kelas itu dari kelas lainnya yang berdekatan.

Batas Atas dan Batas Bawah. Kita lihat dalam kolom nilai variabel dalam tabel diatas ada dua deret angka-angka batas kelas, deret sebelah kiri dan deret sebelah kanan. Angka-angka batas deret sebelah kiri adalah angka-angka 21, 18, 15, 12, 9, 6, dan 3. Angka-angka itu semuanya menjadi batas bawah dari masing-masing kelasnya. Sebab itu angka-angka itu disebut “Batas Bawah” (Lower Limits).

Angka-angka di deret kanan adalah angka 23, 20, 17, 14, 11, 8, dan 5. Angka-angka ini masing-masing menjadi batas atas dari kelasnya sendiri-sendiri. Angka-angka itu disebut “Batas Atas” (Upper Limits).

Batas Semu adalah batas yang mengandung celah di antara kelas yang satu dengan yang lainnya. Misalkan interval antara 3-5 dan 6-8 maka angka 5 dan 6 bukan merupakan batas antara kelas yang terendah dengan kelas diatasnya, karena diantara 5 dan 6 masih terdapat celah.

Batas Nyata adalah batas yang tidtesisak mengandung celah di antara kelas yang satu dengan yang lainnya. Dari contoh diatas maka antara 5 dan 6 yang menjadi batas nyata adalah 5.5.

Lebar Kelas. Pada tabel 3 diatas interval kelas yang tertinggi ditandai dengan angka 21 dan 23. Kedua angka itu sebenarnya hanyalah batas kelas saja (batas semu). Antara keduanya masih ada satu angka lain, yaitu angka 22. Jadi tiap-tiap kelas terdiri atas tiga angka. Inilah yang disebut dengan lebar kelas. “Lebar Kelas” adalah jumlah nilai-nilai variabel dalam tiap-tiap kelas. Tabel diatas mempunyai lebar kelas tiga. Secara matematik lebar kelas dapat didefinisikan sebagai batas atas nyata dikurangi batas bawah nyata dari kelas-kelas yang bersangkutan. Lebar kelas biasa diberi simbol “i”.

Titik Tengah. Yang dimaksud dengan “Titik Tengah” adalah angka atau nilai variabel yang terdapat di tengah-tengah interval kelas. Bila interval kelas memuat angka-angka 13, 14, dan 15, yang menjadi titik tengahnya adalah angka 14. Bila luas kelasnya genap, seperti 20, 21, 22, dan 23, titik tengahnya adalah setengah dari angka-angka tengah, yaitu 21,5( dari ½ x (21 ditambah 22) atau setengah dari angka-angka bats, yaitu ½ (20 + 23) = 21,5. Titik tengah kadang-kadang disebut juga Tanda Kelas.

Jumlah Interval. Yang disebut jumlah interval ialah banyaknya interval yang digunakan dalam penyusunan distribusi. Dalam tabel 3 di atas jumlah intervalnya tujuh.

Jarak pengukuran. Kalau kita mengukur tinggi sejumlah orang, dan kita mendapatkan angka pengukuran yang tertinggi 180 cm, dan angka pengukuran yang terendah 145 cm, kita mempunyai jarak pengukuran 35 cm. (dari 180 cm dikurangi 145 cm). Yang dimaksud dengan jarak pengukuran ialah angka tertinggi dari pengukuran dikurangi dengan angka terendah. Jarak pengukuran itu bisa disebut “Range of Measurement”, disingkat dengan huruf R. Atau secara lebih rinci R adalah batas nyata atas (upper real limit) dari nilai variabel yang tertinggi dikurangi dengan batas nyata bawah (lower real limit) dari nilai variabel yang terrendah. Akan tetapi untuk mudahnya R adalah nilai tertinggi dikurangi dengan nilai terendah, tidak memandang batas nyatanya.

Baca : Melakukan Analisis Data dengan Distribusi Frekruensi Bagian 1