Penilaian Hasil Belajar

Penilaian Hasil Belajar ~ Menurut Haryati (2008) dalam buku Metode dan Penilaian pada Tingkat Satuan Pendidtesisikan mengemukakan:

Penilaian hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh guru selain untuk memantau proses, kemajuan dan perkembangan hasil belajar peserta didik sesuai dengan potensi yang dimiliki, juga sekaligus sebagai umpan balik kepada guru agar dapat menyempurnakan perencanaan dan proses program pembelajaran.

Hal ini dipertegas oleh www.idtesis.com (2012) dalam blognya yang berjudul Penilaian Pembelajaran bahwa penilaian hasil belajar merupakan sebuah proses yang mencakup beberapa tahapan penilaian, antara lain:

  • Pretes (Tes awal)

Pada umumnya pelaksanaan proses pembelajaran dimulai dengan pretes. Fungsi pretes ini antara lain untuk mempersiapkan peserta didik dalam proses belajar, dan untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai bahan ajar yang akan dijadikan topik dalam proses pembelajaran.

  • Penilaian proses

Penilaian proses dimaksud untuk menilai kualitas pembelajaran dan pembentukan kompetensi dasar pada peserta didik, termasuk bagaimana tujuan-tujuan relajar direalisasikan.

  • Postes (Tes akhir)

Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran diakhiri dengan postes. Postes juga memiliki banyak kegunaan, terutama dalam melihat keberhasilan pembelajaran. Selain itu, postes berfungsi untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi dasar yang telah ditentukan, sehingga dapat diketahui siswa yang akan mengikuti pembelajaran remedial.

Jadi, hendaknya penilaian hasil belajar dilakukan oleh tenaga pendidik sesuai dengan sistem yang telah ditentukan dan disetujui oleh satuan pendidikan mengenai mata pelajaran dan kompetensi yang telah diajarkan sebelumnya. Dimana penilaian hasil belajar siswa harus mencakup beberapa tahap, yaitu pretes, penilaian proses dan postest. Selain itu, dalam penilaian hasil belajar hendaknya memperhatikan pula prinsip – prinsip penilaian sehingga hasil dari penilaian dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Model Pembelajaran Jigsaw

Model Pembelajaran Jigsaw – Slavin dalam Narulita Yusron (2005: 237) mengemukakan bahwa metode pembelajaran kooperatif jigsaw dapat digunakan apabila materi yang akan digunakan berbentuk narasi tertulis. Metode ini paling sesuai untuk subjek-subjek seperti pelajaran ilmu sosial dan literatur. Berpijak pada pendapat tersebut,  pendekatan kooperatif jigsaw dapat diterapkan dalam pembelajaran apresiasi prosa fiksi.

Pembelajaran kooperatif jigsaw adalah siswa bekerja dalam anggota kelompok yang sama yaitu 4–6 orang dengan latar belakang yang berbeda. Siswa ditugaskan untuk membaca dan mempelajari materi tertentu sesuai indicator kompetensi dasar yang hendak dicapai. Tiap anggota tim ditugaskan secara acak untuk menjadi ahli dalam aspek tertentu dari tugas tersebut. Setelah membaca materinya, para ahli dari tim yang berbeda bertemu untuk mendiskusikan topic yang sedang mereka bahas. Kemudian siswa kembali pada tim/kelompok asal untuk menjelaskan kepada anggota kelompok yang lain tentang apa yang telah mereka pelajari sebelumnya pada pertemuan tim ahli.

Jigsaw didtesisesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain. Dengan jigsaw, siswa saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan. Dengan demikian, pembelajaran kooperatif jigsaw ini akan dapat menumbuhkembangkan motivasi yang tinggi pada siswa untuk belajar mengapresiasi prosa fiksi. Pada akhirnya, diharapkan pembelajaran apresiasi prosa fiksi menjadi lebih partisipasif, aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Jigsaw.

Contoh Skripsi Pariwisata – Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata

Contoh Skripsi Pariwisata – Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata

BAB I : PENDAHULUAN

Penyelenggaraan Otonomi Daerah dengan memberikan kewenangan yang luas, nyata, dan bertanggung jawab kepada daerah secara proporsional yang dimulai sejak tanggal 1 Januari 2001 merupakan tuntutan yang harus segera ditindaklanjuti. Dalam kerangka penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang lebih berdaya guna dan berhasil guna, bersih, transparan dan bertanggung jawab seperti yang telah ditetapkan dalam UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah telah melahirkan paradigma baru dalam pelaksanaan Otonomi Daerah, yang meletakkan otonomi penuh, luas dan bertanggung jawab pada Daerah Kabupaten atau Kota. Daerah dituntut untuk mengembangkan penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan efisien. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pemerintah harus melakukan program kegiatan yang benar-benar menyentuh pada kebutuhan masyarakat dan sesuai dengan potensi daerahnya, sehingga masyarakat dapat menerima dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program pemerintah. Untuk itu dengan adanya Otonomi Daerah, pemerintah daerah mencari sendiri sumber- sumber pendapatan untuk perkembangan daerahnya sendiri.

Obyek wisata merupakan salah satu sumber pendapatan daerah kabupaten Karanganyar yang cukup penting. Banyak obyek wisata yang ada di kabupaten Karanganyar, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Contoh Skripsi Pariwisata - Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Contoh Skripsi Pariwisata - Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata ScreenShot2013 07 20at013242
Pengunjung Objek Wisata

 

Melihat data yang diperolah dari Dinas Pariwisata di atas dapat dilihat bahwa jumlah pengunjung di seluruh obyek wisata di Kabupaten Karanganyar mengalami penurunan dari tahun 2007 – 2008. Obyek wisata Grojogan Sewu yang mempunyai pengunjung terbanyak juga mengalami penurunan pengunjungnya. Permintaan wisatawan dalam negeri terhadap obyek wisata Grojogan Sewu mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Penurunan tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor antara lain Tiket Masuk Grojogan Sewu, Tiket Masuk Obyek Wisata Pengganti, Tarif Hotel, Pendapatan Perkapita Jawa Tengah dan juga Jumlah Penduduk Jawa Tengah. Selain faktor di atas bisa juga dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain.

Contoh Skripsi Pariwisata - Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Contoh Skripsi Pariwisata - Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata tawangmangu 3 medium
Pintu Masuk Taman Wisata Grojokan Sewu

Menurut teori di atas maka Permintaan Wisatawan Dalam Negeri terhadap obyek wisata Grojogan Sewu dipengaruhi oleh: harga barang satu, yaitu Tiket Masuk Wisata Grojogan Sewu; harga barang dua yaitu Tiket Masuk Wisata Pengganti; harga barang n, yaitu Tarif Hotel Sekitar Obyek Wisata Grojogan Sewu; pendapatan konsumen yang siap dibelanjakan, yaitu Pendapatan Perkapita Jawa Tengah, dan faktor lainnya adalah Jumlah Penduduk Jawa Tengah.

Dinas Pariwisata Kabupaten Karanganyar hanya membuat laporan tentang wisatawan dalam negeri yang mengunjungi obyek wisata Grojogan Sewu, tidtesisak mencatat wisatawan asingnya.

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijabarkan, maka rumusan masalahnya adalah :

1. Bagaimana pengaruh Tiket Masuk OWGS (Obyek Wisata Grojogan ?Sewu), Tiket Masuk Wisata Pengganti, Tarif Hotel Sekitar OWGS, Pendapatan Perkapita Jawa Tengah, dan Jumlah Penduduk Jawa Tengah terhadap Permintaan Wisatawan Dalam Negeri terhadap OWGS?

2. Bagaimana sifat Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap OWGS?

 

C. KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil analisis dengan permasalahan dan tujuan dalam penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

Contoh Skripsi Pariwisata - Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Contoh Skripsi Pariwisata - Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Grojokansewu
Grojokan Sewu Karangan Anyar Solo Jawa Tengah

1. Variabel Tiket Masuk Obyek Wisata Grojogan Sewu berpengaruh negatif ?terhadap variabel Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu, dan permintaannya bersifat elastis, artinya Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu tergantung pada Tiket Masuk Obyek Wisata Grojogan Sewu.

2. Variabel Tiket Masuk Obyek Wisata Pengganti berpengaruh positif terhadap variabel Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu dan permintaannya bersifat elastis, artinya Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu tergantung pada Tiket Masuk Obyek Wisata Pengganti.

3. Variabel Tarif Hotel Sekitar Obyek Wisata Grojogan Sewu berpengaruh negatif terhadap variabel Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu dan bersifat elastis, artinya Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu tergantung pada Tarif Hotel Sekitar Obyek Wisata Grojogan Sewu, tetapi pengaruhnya lebih kecil dibandingkan dengan pengaruh Tiket Masuk OWGS.

4. Variabel Pendapatan Perkapita Jawa Tengah berpengaruh positif terhadap variabel Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu dan permintaannya bersifat inelastis, artinya Permintaan Wisatawan Dalam Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu sangat tergantung pada Pendapatan Perkapita Jawa Tengah, pengaruhnya masih lebih besar bila dibandingkan dengan pengaruh Tiket Masuk OWGS.

5. Variabel Jumlah Penduduk Jawa Tengah berpengaruh positif terhadap variabel Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu dan permintaannya bersifat elastis, artinya Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu tergantung pada Jumlah Penduduk Jawa Tengah.

6. Penelitian ini mempunyai keterbatasan dalam pencarian data Tarif Hotel.

Cara-cara Untuk Mendapatkan Bantuan Tesis

Cara-cara Untuk Mendapatkan Bantuan Tesis Cara-cara Untuk Mendapatkan Bantuan Tesis tesisBantuan Tesis – Tesis merupakan karya tulis yang disusun oleh mahasiswa S2 sebagai salah satu syarat kelulusan yang paling penting. Sekarang ini biaya pendidtesisikan di perguruan tinggi semakin mahal, apalagi untuk tingkat pendidikan S2, tentu saja biaya yang harus dikeluarkan jauh lebih mahal dibanding tingkat pendidikan S1. Pada saat tahun akademis terakhir, atau pada saat menyusun tesis, beban biaya yang harus dipikul oleh mahasiswa S2 akan semakin berat. Banyak hal yang harus diselesaikan seperti penelitian, studi laboratorium, makalah-makalah, san lain sebagainya. Oleh karena itu, pemberian bantuan tesis akan sangat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan biaya-biaya yang harus dikeluarkan demi memenuhi syarat menempuh ujian tesis.

Demi menunjang kelancaran dan memudahkan mahasiswa dalam menyelesaikan tesis, program bantuan tesis diberikan kepada mahasiswa dengan tujuan agar mereka dapat terus melakukan penelitian untuk tesis mereka dan meningkatkan mutu pelaksanaan beserta hasilnya. Program-program bantuan dana yang diberikan kepada mahasiswa ini dilaksanakan secara kompetitif dengan mempertimbangkan mutu dari proposal yang diajukan, serta presentasi yang disampaikan pada seminar proposal yang diselenggarakan.

Salah satu contoh bantuan tesis yang adalah Program Bantuan Penelitian Tesis dan Disertasi (PBPT/D). Program ini diberikan kepada dosen yang sedang mengikuti Program Magister dan Program Doktor sebagai bantuan dalam menyelesaikan tugas akademik terakhir, yaitu penulisan tesis atau disertasi. Program ini diberikan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu peelitian akademik yang diarahkan untuk memacu penemuan unsur-unsur pengetahuan ilmiah yang baru, seperti unsur metodologi dan unsur teori atau informasi.

Tentu saja program bantuan tesis dan disertasi ini tidak diberikan begitu saja kepada mahasiswa atau dosen. Ada tahapan-tahapan pemberian bantuan dana ini yaitu:

1. Penawaran program bantuan penelitian untuk penulisan tesis dan disertasi.

2. Pengajuan usulan penelitian oleh mahasiswa/dosen.

3. Seleksi usulan penelitian.

4. Penilaian usulan penelitian.

5. Pengumuman usulan yang diterima dan yang ditolak.

6. Presentasi usulan penelitian dalam suatu seminar.

7. Penandatanganan kontrak bantuan penelitian.

8. Pelaksanaan penelitian.

9. Pemantauan oleh pembimbing.

10. Seminar hasil penelitian jika lulus.

11. Pelaporan penelitian.

12.Publikasi hasil penelitian terpilih

Untuk menghasilkan tesis yang berkualitas guna memperoleh bantuan tesis, mahasiswa harus dapat menemukan gagasan yang segar untuk diambil sebagai obyek studi. Dengan memilih obyek yang tepat, maka mahasiswa dapat menyelesaikan tesisnya dengan hasil yang memuaskan. Selain itu, dengan mendapatkan arahan yang tepat, tesis tersebut dapat memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat banyak.

Contoh Tesis Pendidikan

Contoh Tesis Pendidikan – Ketika anda ingin membuat suatu tesis mengenai pendidtesisikan, tentunya anda perlu mengetahui seluk-beluk pendidikan itu sendiri. Anda juga harus melakukan penelitian terlebih dahulu untuk mendapatkan baha-bahan yang memang diperlukan untuk membuat tesis tersebut. dengan adanya berbagai penelitian serta pencarian berbagai teori, maka akan lebih membantu anda dalam menyusun tesis.

Saat ini, pendidikan memang menjadi topic yang hangat untuk dibicarakan tiap saat. Dari berbagai aspek, ada banyak hal yang memang bisa dijadikan bahan perbincangan atau penelitian. Mulai dari bagaimana berkembangnya pendidikan itu sendiri, sampai apa sajakah hal-hal yang menyebabkan suatu pendidikan masih berada di tingkat rendah di suatu negara.

Jika anda ingin membuat suatu tesis pendidikan, anda bisa mencoba untuk mulai untuk mengkaji mulai dari bagaimana perkembangan pendidikan itu sendiri di suatu negara. Tidak usah yang muluk-muluk, tinjaulah pendidikan yang ada di negara kita, Indonesia. Apakah menurut anda pendidikan di Indonesia sudah mengalami perkembangan menuju ke arah yang lebih baik? Anda juga bisa memperhatikan berbagai aspek seperti kualits pendidikan yang ada di Indonesia. Jika anda tahu, bahwa saat ini pendidikan di Indonesia dari hari ke hari semakin berubah ke arah yang lebih buruk. Hal ini terbukti dari sarana belajar, murid, hingga kualitas guru. Banyak sekali guru-guru yang dinilai kurang kompeten sebagai pengajar. Jika fenomena tersebut dibiarkan berlanjut, maka pendidikan di Indonesia pun semakin memburuk mengingat banyaknya guru-guru yang berpengalaman mulai pensiun.

Masalah Pendidikan Indonesia Contoh Tesis Pendidikan Contoh Tesis Pendidikan images 2

Tidak hanya dari aspek guru saja yang ditinjau, namun juga sara pembelajaran juga menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya pendidikan yang ada di Indonesia. Ada berbagai penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia yang bisa diteliti untuk dijadikan bahan penyusunan dalam sebuah tesis, yaitu :

  • Rendahnya Kualitas Sarana Fisik

Point ini dinilai dari banyaknya gedung pendidikan yang mengalami kerusakan, buku perpustakaan yang tidak tersedia lengkap, hingga penggunaan media belajar yang rendah. Selain itu, laboratorium yang ada juga tidak lengkap, pemakain teknologi informasinya tidak memadai, dan masih banyak lagi.

Masalah Sarana Prasarana Pendidikan Contoh Tesis Pendidikan Contoh Tesis Pendidikan download 1

  • Rendahnya Kualitas Guru

Keadaan guru di Indonesia saat ini juga terbilang sangat memprihatinkan. Kebanyakan guru yang ada saat ini masih belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya. Bukan hanya itu, bahkan sebagian guru yang ada di Indonesia dinilai tidak layak untuk mengajar.

  • Rendahnya Prestasi Siswa

Dengan kerendahan saran fisik serta kualitas guru maka prestasi yang diraih siswa juga tidak akan memuaskan.

  • Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan

Kesempatan mengenyam bangku pendidikan masih sangat terbatas di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Pemerataan Pendidikan Contoh Tesis Pendidikan Contoh Tesis Pendidikan download

  • Rendahnya Relevansi Pendidikan Dengan Kebutuhan

Hal ini bisa dilihat dari berapa banyaknya lulusan yang menjadi pengangguran.

  • Mahalnya Biaya Pendidikan

Pendidikan yang memiliki mutu tinggi itu mahal. kalimat tersebut kerap kali muncul untuk mengadili bahwa mahalnya biaya yang perlu dikeluarkan masyarakat untuk bisa merasakan bangku pendidikan.

 

Ada banyak hal yang masih bisa diperhitungkan dan diperhatikan untuk membantu anda dalam menyusun tesis mengenai pendidikan dengan baik dan mudah dimengerti oleh pembaca. Asal anda menerapkan berbagai sistematika yang harus diperhatikan, maka dijamin anda mampu menyusun tesis pendidikan dengan baik.