Jasa skripsi Jogja murah dari Panduan Skripsi

Jogja kini menjadi salah satu kota yang menjadi tujuan untuk www.PanduanSkripsi.Com. Pasalnya kini PanduanSkripsi.Com hadir di Jogja dengan memberikan jasa skripsi jogja murah. Jadi untuk anda yang sedang membutuhkan jasa skripsi yang terpercaya, berkualitas dan murah anda bisa saja bergabung dengan PanduanSkripsi.Com karena disini anda akan dibantu dan dibimbing untuk menyelesaikan skripsi anda.

PanduanSkripsi.Com sendiri sudah berkomitmen didtesisunia jasa pembuatan skripsi selama lima tahun lamanya. Disini juga menyediakan reverensi skripsi yang sangat lengkap dan berkualitas, selain itu anda juga akan mendapatkan seorang konsultan yang sangat berpengalaman dalam membimbing skripsi anda. www.PanduanSkripsi.Com akan menjamin bahwa anda akan merasa puas dengan hasil skripsi anda.

Pengertian Media Pembelajaran

Pengertian Media Pembelajaran ~ Kata media merupakan bentuk jamak dari medium yang secara harfiah tengah, pengantar, atau perantara. Dalam bahasa Arab media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan dari pengirim pesan. Sedangkan dalam kepustakaan asing yang ada sementra para ahli menggunakan istilah Audio Visual Aidtesiss (AVA), untuk pengertian yang sama. Banyak pula para ahli menggunakan istilah Teaching Material atau Instruksional Material yang artinya identik dengan pengertian keperagaan yang berasl dari kata “raga” artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar, dan diamanati melalui panca indera kita.media pembelajaran Pengertian Media Pembelajaran Pengertian Media Pembelajaran media pembelajaran1

Dan sebelum diambil sebuah kesimpulan mengenai arti dari media pembelajaran ada baiknya penulis memaparkan tentang pengertian media yang telah dirumuskan oleh para ahli pendidikan diantaranya :

  1. Menurut AECT (Assosiation for Educational Communication and Technology). Media merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan dalam proses penyampaian informasi.
  2. Menurut NEA ( National Educational Assosiation). Media adalah bentuk- bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar, dan di baca.
  3. Menurut P. Ely dan Vernon S. Gerlach. Media memiliki dua pengertian yaitu arti luas dan sempit. Menurut arti luas yaitu kegiatan yang dapat menciptakan kondisi, sehingga memungkinkan peserta didik dapat memperoleh pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang baru. Dan menurut arti sempit media berwujud grafik, foto, alat mekanik dan elektronik yang digunakan untuk menangkap, memproses, serta menyampaikan informasi.
  4. Menurut Asnawir dan Basyiruddin dalam bukunya yang berjudul Media Pembelajaran, media adalah suatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran dan kemauan audiens (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya.
  5. Menurut Hamidjojo yang dimaksud media adalah semua bentuk perantara yang dipakai orang penyebar, sehingga gagasan itu sampai kepada penerima. Sedangkan Mc Luhan memberikan batasan yang intinya bahwa media sarana yang disebut saluran, karena pada hakekatnya media telah memperluas dan memperpanjang kemampuan manusia untuk merasakan, mendengar dan melihat dalam batas jarak dan waktu tertentu, kini dengan bantuan media batas-batas itu hampir menjadi tak ada. Blacks dan Horelsen berpendapat, media adalah saluran komunikasi atau medium yang digunakan untuk membawa atau menyampaikan suatu pesan, dimana medium itu merupakan jalan atau alat dengan mana suatu pesan berjalan antara komunikator ke komunikan.

Dari beberapa definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa media pembelajaran merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin diteruskan kepada sasaran yaitu penerima pesan tersebut. Bahwa materi yang ingin di sampaikan adalah pesan pembelajarannya serta tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya proses belajar mengajar.

Apabila dalam satu dan hal lain media tidak dapat menjalankan sebagaimana fungsinya sebagai penyalur pesan yang diharapkan, maka media tersebut tidak efektif dalam arti tidak mampu mengkomunikasikan isi pesan yang diinginkan dan disampaikan oleh sumber kepada sasaran yang ingin dicapai.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, Cet. IV, Penerbit PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.2003
  2. Oemar Hamalik, Media Pendidikan, Cet VII, PT Citra Aditya Bhakti, Bandung, 1994.
  3. Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, Cet. IV, Penerbit PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.2003
  4. Arif Sadiman, dkk, Media Pengajaran: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya, Ed. I. Cet. III, PT Raja Garfindo Persada, Jakarta,2003.
  5. Ahmad Rohani, Media Intuksional Edukatif, Cet. I, PT Rineka Cipta, Jakarta, 1997.
  6. Asnawir, M Basyirudin Usman, Media Pembelajaran, Ciputat Perss, 2002.
  7. Setyosari Punaji, Sihkobuden, Media Pembelajaran, penerbit Elang Emas, Malang.2005.

Implementasi Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI)

Para pengamat pendidtesisikan dan masyarakat merasakan biaya pendidikan program RSBI dan/ atau SBI sangat tinggi (mahal) sehingga menimbulkan diskriminasi terhadap kelompok anak-anak berekonomi lemah namun memiliki kecerdasan lebih. Fakta empiris menunjukkan bahwa jumlah siswa tidak mampu yang menikmati subsidi silang umumnya berjumlah kecil. Selain itu, umumnya satuan pendidikan yang menyelenggarakan program RSBI dan/ atau SBI belum dapat melaksanakan adaptasi maupun adopsi kurikulum Internasional dari negara- negara OECD/ negara maju lainnya.Implementasi Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) Implementasi Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) gb3

Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan satuan pendidikan atau sub sistem dari jalur pendidikan formal yang dikembangkan pemerintah untuk menyelenggarakan program RSBI dan/ atau SBI sebagai bentuk layanan berkualitas. Oleh karena itu, pada tahun 2008 tepatnya tanggal 3 Juni Dinas P dan K Provinsi Jawa Tengah melalui keputusannya No. 193/DIKMEN/VI/2008 merekomendasikan SMA Negeri 1 Karanganyar menjadi sekolah penyelenggara Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional dengan tujuan mencetak para lulusan yang memiliki daya saing tinggi dan berwawasan Internasional. Selanjutnya tanggal 24 Juni 2009, SMA Negeri 1 Karanganyar resmi ditetapkan sebagai sekolah penyelenggara program Rintisan Sekolah Menengah Atas Bertaraf Internasional (RSMABI) sesuai dengan SK Direktur Pembinaan SMA No. 1823/C.C4/LL/2009.

Berdasarkan pengamatan selama Program Pengalaman Lapangan (PPL) dapat diketahui bahwa SMA Negeri 1 Karanganyar merupakan salah satu sekolah berpotensi di Kabupaten Karanganyar. Adapun visi dan misi SMA Negeri 1 Karanganyar telah berorientasi pada perwujudan insan yang berdaya saing komparatif tinggi secara nasional maupun internasional. Di samping itu, SMA Negeri 1 Karanganyar dapat menyelenggarakan pendidikan bermutu dengan cara memfasilitasi dan mengembangkan potensi para peserta didik maupun tenaga pendidik untuk berprestasi serta menyediakan layanan pendidikan yang baik dengan menerapkan kedisiplinan pada segala aspek.

Sejauh ini SMA Negeri 1 Karanganyar telah menghasilkan output yang berkualitas dan berdaya saing terbukti 70% dari lulusan SMA Negeri 1 Karanganyar dapat melanjutkan jenjang pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri, seperti UNS, UGM, UNDIP, ITB, UI, dan lain-lain.

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang penyelenggaraan RSBI di SMA Negeri 1 Karanganyar dengan judul penelitian Implementasi Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di SMA Negeri 1 Karanganyar.

Perumusan Masalah

  1. Bagaimana pelaksanaan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di SMA Negeri 1 Karanganyar?
  2. Hambatan apa saja yang dihadapi dalam pelaksanaan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di SMA Negeri 1 Karanganyar?
  3. Bagaimana upaya SMA Negeri 1 Karanganyar dalam menghadapi hambatan- hambatan yang terjadi pada pelaksanaan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI)?

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan :

  1. Untuk mengetahui pelaksanaan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di SMA Negeri 1 Karanganyar,
  2. Untuk mengetahui hambatan- hambatan penyelenggaraan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan
  3. Untuk mengetahui  upaya yang dilakukan SMA Negeri 1 Karanganyar dalam menghadapi hambatan pelaksanaan program Rintisan sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan strategi studi kasus tunggal terpancang. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan analisis dokumen atau arsip. Pengambilan sample dengan purposive snowball sampling betujuan memperoleh infromasi secara mendalam dan dapat dipercaya dari informan yang telah ditentukan sebelumnya. Keabsahan data diperorel melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode dengan menggunakan analisis interaktif.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pelaksanaan program RSBI SMA Negeri 1 Karanganyar sebagai suatu sistem pendidikan memiliki standar layanan pendidikan yang mengacu pada tiga aspek, yaitu:

(1) Input, terdiri atas

  1. Kurikulum, tinjauan kurikulum yang digunakan pada program RSBI SMA Negeri 1 Karanganyar belum dapat mengadopsi dan/ atau mengadaptasi kurikulum internasional melainkan menggunakan KTSP Plus yaitu dengan mengadopsi dan/ atau mengadaptasi materi-materi SNMPTN serta terdapat penambahan penguasaan IT dan bilingual.
  2. Tenaga pendidik dan kependidikan, umumnya kualifikasi pendidikan baik tenaga pendidik maupun kependidikan SMA Negeri 1 Karanganyar telah memenuhi standar, yaitu lebih dari 30% tenaga pendidik berpendidikan S-2 meskipun sebagian besar diantaranya tidak dapat linear dengan latar belakang pendidikan S-1 sedangkan tenaga kependidikan sebagian besar tamatan SMA namun terdapat beberapa yang berpendidikan S-1. Akan tetapi, kompetensi yang dimiliki para tenaga pendidik dan kependidikan dalam berbahasa Inggris masih rendah.
  3. Sarana prasarana, ketersediaan sarana prasarana SMA Negeri 1 Karanganyar belum dapat menunjang proses pembelajaran program RSBI namun hanya sarana prasarana pembelajaran di dalam kelas yang telah terpenuhi secara baik.
  4. Pembiayaan, sumber pendanaan program RSBI SMA Negeri 1 Karanganyar berasal dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Pengalokasian dana dari pemerintah dipergunakan untuk pemenuhan sarana prasana dan pengembangan SDM sedangkan biaya operasional sekolah serta pembangunan gedung dipenuhi melalui iuran rutin orang tua siswa.
  5. Kesiswaan, untuk menjaga kualitas intake RSBI terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh para calon siswa, antara lain: minimal rata-rata nilai rapor dan Ujian Akhir Negara (UN) SMP minimal 75, mengikuti tes potensi akademik, psycho test, tes keterampilan TIK, dan wawancara bahasa Inggris.

(2) Proses, meliputi

  1. Proses pembelajaran, keberlangsungan proses pembelajaran RSBI SMA Negeri 1 Karanganyar telah berbasis IT, menggunakan bilingual meskipun pelaksanaannya belum optimal, serta terdapat penerapan model-model pembelajaran dengan sumber belajar yang bervariasi.
  2. Penilaian, pelaksanaan penilaian hasil belajar SMA Negeri 1 Karanganyar sesuai dengan standar penilaian yang mengarah pada tiga aspek, yaitu: aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik. Selain itu, terdapat pengembangan penilaian hasil belajar yang berbasis IT sedangkan penilaian (evaluasi) program dilakukan oleh pihak-pihak terkait setiap tahunnya.
  3. Pengelolaan, SMA Negeri 1 Karanganyar melakukan pengelolaan sekolah dengan menerapkan Sistem Manajemen Mutu yang dibuktikan dengan perolehan sertifikat ISO versi 9001: 2008 dari NQA UKAS dan sebagai usaha peningkatan mutu sekolah melakukan kerja sama dengan sekolah/ lembaga/ institusi berataraf internasional.

(3) Output, terdiri atas

  1. Akreditasi, perolehan angka akreditasi SMA Negeri 1 Karanganyar sebesar 96 telah melebihi standar minimal akreditasi RSBI yaitu 95.
  2. Kompetensi lulusan, satuan pendidikan SMA Negeri 1 Karanganyar memiliki angka kelulusan setiap tahun mencapai 100% dan lulusan yang diterima Perguruaan Tinggi Negeri (PTN) maupun kedinasan untuk tiga tahun terakhir secara berturut-turut ditahun 2009 sebesar 63%, tahun 2010 sebsar 92%, dan tahun 2011 sebesar 70%.

Selain itu, standar kelulusan SMA Negeri 1 Karanganyar telah melebihi SNP (Standar Nasional Pendidikan) terbukti KKM untuk setiap mata pelajaran adalah 75. Penyelenggaraan RSBI di SMA Negeri 1 Karanganyar tidak selamanya berjalan dengan lancar. Hal ini terbukti dengan adanya hambatan-hambatan yang dirasakan SMA Negeri 1 Karanganyar seperti belum dapat mengadopsi dan/ atau mengadaptasi kurikulum internasional, mayoritas kemampuan tenaga pendidik dan kependidikan dalam berbahasa Inggris masih tergolong rendah, minimnya optimalisasi para tenaga pendidik dalam menggunakan sarana prasarana pembelajaran yang telah tersedia, minimnya pengertian masyarakat (stakeholders) terhadap fase pengembangan RSBI SMA Negeri 1 Karanganyar, dan belum terpenuhinya sarana prasarana secara keseluruhan.

Upaya SMA Negeri 1 Karanganyar untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan RSBI dengan cara meningkatkan hubungan kerja sama dengan sekolah bertaraf internasional dalam kegiatan adopsi dan/ atau adaptasi kurikulum internasional, meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan melalui pemberian pelatihan-pelatihan yang berupa pelatihan bahasa Inggris dalam rangka peningkatan kemampuan berbahasa Inggris agar pembelajaran yang berbilingual dapat terlaksana kemudian untuk meningkatkan kemampuan mengoperasikan IT sekolah memberikan pelatihan IT.

SMA Negeri 1 Karanganyar menyelenggarakan In House Training kepada para pendidik dalam hal pengembangan silabus dan pendampingan bimbingan Olimpiade Sains Nasional (OSN). Selain itu, para tenaga pendidik diwajibkan untuk mengikuti kegiatan seminar dan workshop yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi, inovasi pembelajaran, serta pengembangan metode pembelajaran. Sekolah berusaha membangun komunikasi dua arah antara sekolah dengan masyarakat (stakeholders) agar dapat terjalin hubungan kerja sama yang baik. Untuk pemenuhan sarana prasarana SMA Negeri 1 Karanganyar melakukan perbaikan maupun pengadaan agar dapat menunjang jalannya proses pembelajaran.

Kesimpulan Penelitian

Simpulan penelitian ini adalah pelaksanaan program RSBI SMA Negeri 1 Karanganyar telah berjalan sesuai dengan pedoman yang ada meskipun masih terdapat beberapa komponen yang belum dapat memenuhi ketentuan indikator kinerja kunci tambahan. Selain itu, adanya hambatan dalam pelaksanaan RSBI mengakibatkan penyelenggaraan program RSBI SMA Negeri 1 Karanganyar belum dapat optimal dan efektif. Oleh karena itu, SMA Negeri 1 Karanganyar melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan program RSBI.

Pelaksanaan Pembelajaran di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Surakarta

Pelaksanaan Pembelajaran di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Surakarta Pelaksanaan Pembelajaran di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Surakarta future imageSMK Negeri 6 Surakarta yang merupakan salah satu Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional menjadi fenomena yang menarik bagi semua kalangan. Perubahan status sekolah yang akan bertaraf internasional ini merupakan langkah awal yang menjadi tanggung jawab besar dalam pelaksanaannya untuk menghasilkan lulusan siswa-siswa berpestasi, terlatih dan menguasai kemampuan- kemampuan bertaraf nasional plus internasional sekaligus, yang dapat ditunjukkan melalui penguasaan SNP Indonesia dan penguasaan kemampuan-kemampuan kunci yang diperlukan dalam era global.

Banyak tuntutan yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Bertaraf Internasional ini. Selain kompetensi tenaga pendidtesisik yang diharapkan dapat berstandar internasional, pengadaan fasilitas-fasilitas pembelajaran juga diharapkan memadai untuk menunjang kegiatan belajar- mengajar. Dan juga siswa-siswa yang merupakan input diharuskan merupakan input yang berkualitas tinggi sehingga dapat mengikuti pelaksanaan pembelajaran bertaraf internasional yang akan dilakukan. Sehubungan dengan hal tersebut, maka sudah menjadi tanggung jawab bersama dari pihak sekolah, pendidik dan anak didik di SMK Negeri 6 Surakarta dalam pengembangan diri untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan pembelajaran agar nantinya output yang dihasilkan dapat bersaing tidak hanya berkualitas nasional saja juga harus mampu bersaing di internasional sebagai tuntutan dari era globalisasi.

Dari permasalahan tersebut diatas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian di SMK Negeri 6 Surakarta dengan latar belakang masalah: “PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL (RSBI) SMK NEGERI 6 SURAKARTA”.

 

PerumusanMasalah

Menurut Jujun S Suriasumantri (2001) perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan apa saja yang ingin dicari jawabannya. Sehingga dalam hal ini masalah harus dipikirkan, dirumuskan,dan dicarikan jawabannya secara jelas. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas peneliti merumuskan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMK Negeri 6 Surakarta?
  2. Apa saja faktor-faktor penunjang dan faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMK Negeri 6 Surakarta?
  3. Bagaimanakah cara-cara mengatasi faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMK Negeri 6 Surakarta?

 

Tujuan Penelitian

Menurut Jujun S Suriasumantri (2001), Tujuan penelitian merupakan  pernyataan mengenai ruang lingkup dan kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan masalah yang telah dirumuskan. Jadi setiap kegiatan yang dilakukan pastilah untuk mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai. Demikian pula penelitian ini, juga tidak terlepas dari tujuan yang ingin dicapai.

Berdasarkan perumusan masalah yang dikemukakan diatas, maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah:

  1. Untuk mendeskripsikan tentang pelaksanaan pembelajaran di Rintisan Sekolah ?Bertaraf Internasional (RSBI) SMK Negeri 6 Surakarta.
  2. Untuk mengetahui faktor-faktor penunjang dan faktor-faktor penghambat ?dalam pelaksanaan pembelajaran di Rintisan Sekolah bertaraf Internasional ?(RSBI) SMK Negeri 6 Surakarta.
  3. Untuk mengetahui cara-cara mengatasi faktor-faktor penghambat dalam ?pelaksanaan pembelajaran di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMK Negeri 6 Surakarta.

 

Metode Penelitian

Bentuk penelitian yang digunakan adalah kualitatif, sedangkan metode penelitian adalah metode deskriptif dengan strategi tunggal terpancang. Sumber data yang digunakan terdiri dari informan, tempat dan peristiwa, dan dokumen. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampel bertujuan (purposive sampling)dan Teknik bola salju (snow ball sampling). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Untuk mengukur validitas data digunakan triangulasi data dan metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif.

 

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

Pelaksanaan pembelajaran di RSBI SMK Negeri 6 Surakarta dipengaruhi oleh komponen-komponen pembelajaran yang terdiri dari: Kurikulum KTSP Spektrum, Kompetensi Guru, Kompetensi Siswa, Bahan pembelajaran berupa modul, Media pembelajaran bervariasi, Metode Pembelajaran inovatif, Lingkungan Pembelajaran kondusif, Evaluasi Pembelajaran yang valid. Sistem bilingual dan moving class belum diterapkan dalam setiap pelaksanaan pembelajaran.

Faktor penunjang dalam pelaksanaan pembelajaran di RSBI SMK Negeri 6 Surakarta:

  1. Tenaga pendidik yang berkualitas secara akademis dan berpengalaman serta berprestasi.
  2. Lingkungan sekolah yang kondusif dan lahan yang luas menjadi alternatif dalam melaksanakan pembelajaran.
  3. SMK Negeri 6 Surakarta telah bersertifikat ISO 9001:2000

Faktor penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran di RSBI SMK Negeri 6 Surakarta adalah

  1. Belum sempurnanya proses adaptasi para tenaga pendidik dan anak didik dalam perubahan paradigma pembelajaran yang menjadi pembelajaran model RSBI.
  2. Terbatasnya skill individu tenaga pendidik dan anak didik.
  3. Komponen-komponen pembelajaran belum sesuai dengan standar program RSBI.
  4. Cara-cara mengatasi faktor pengahambat dalam pelakanaan pembelajaran di RSBI SMK Negeri 6 Surakarta adalah
    • Perbaikan sumber daya tenaga pendidik melalui pelatihan-pelatihan dan kursus.
    • Peningkatan kualitas anak didik dan sosialisasi program pembelajaran RSBI bagi para siswa.
    • Perbaikan terhadap fasilitas sarana dan prasarana penunjang dalam pelaksanaan pembelajaran RSBI.

Pengertian dan Tujuan Program Kelas Imersi di Sekolah Bertaraf Internasional

Program Kelas Imersi ~ Menurut Hamers dan Blanc (2002) Pengertian sederhana dari imersi adalah bahwa sekelompok anak berbahasa pertama (L1) menerima semua atau sebagian pembelajaran mereka melalui bahasa kedua (L2) sebagai bahasa pengantar pembelajaran. Pendekatan imersi berdasar pada dua asumsi yaitu:

  1. bahasa kedua (L2) dipelajari sebagaimana cara mempelajari bahasa pertama (L2) dan
  2. bahasa paling baik dipelajari dalam konteks pembelajaran yang dapat meningkatkan fungsi bahasa dan mengekspos anak pada bentuk alami bahasa.

Visi Program kelas imersi adalah mencetak siswa berkemampuan berbahasa asing (bahasa Inggris) terbaik dan berkualitas internasional. Sedangkan misinya antara lain:

  • Meningkatkan dan mengembangkan penggunaan bahasa asing (Inggris) dalam program KBM
  • Meningkatkan dan mengembangkan kemampuan peserta didtesisik, pendidik dan tenaga kependidikan dalam penggunaan bahasa asing (Inggris) di sekolah.
  • Meningkatkan kemampuan output sekolah berupa SDM yang memilik daya saing tinggi.

Setiap program pendidikan pastinya memiliki sebuah maksud yang terkandung didalamnya. Kelas imersi diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kemampuan berbahasa asing, khususnya bahasa Inggris, bagi para guru dan siswanya.
  2. Meningkatkan pengetahuan, wawasan, kemamapuan, serta ketrampilan siswa dan guru.
  3. Mengembangkan potensi sekolah beserta sumber daya manusianya.
  4. Meningkatkan kemampuan untuk menghadapi persaingan di dunia ?internasioanal dengan menciptakan keunggulan kompetitif.