IDTesis Jasa pembuatan skripsi hukum pidana

Jasa pembuatan skripsi hukum pidtesisana milik  IDTesis kini clien atau customer nya sudah merambah dibanyak kota. Jasa pembuatan skripsi terpercaya ini sudah berkecimpung didunia jasa pembautan skripsi selama delapan tahun lamanya.

Selain itu disini anda juga bisa mendapatkan seorang konsultan yang sudah disediakan oleh IDTesis untuk mengajak anda mengerjakan skripsi anda secara bersama – sama jadi anda tidak akan merasa rugi karena anda juga bisa memahami isi dari skripsi anda dan anda juga bisa tau apakah skripsi milik anda memiliki unsur plgiat atau tidak sama sekali.

IDTesis juga memberikan layanan jaringan perpustakaan online yang bisa anda nikmati dimana saja dan kapan saja anda inginkan. Jadi tunggu apalagi, segera bergabung dengan IDTesis dan temukan kepuasan anda.

Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan, Profitabilitas, Dan Leverage Terhadap Kualitas Laba Sebelum, Selama, Dan Setelah Krisis Moneter

Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan, Profitabilitas, Dan Leverage Terhadap Kualitas Laba Sebelum, Selama, Dan Setelah Krisis Moneter

Latar Belakang Masalah 

Perusahaan publik yang sebagian sahamnya dimiliki oleh masyarakat, harus mempublikasikan laporan keuangan sebagai sumber informasi penting bagi pemegang saham khususnya dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan (stakeholders) pada umumnya. Salah satu informasi yang terdapat di dalam laporan keuangan adalah informasi mengenai laba perusahaan. Informasi laba sebagaimana dinyatakan dalam Statement of Financial Accounting Consepts (SFAC) Nomor 2 merupakan unsur utama dalam laporan keuangan dan sangat penting bagi pihak-pihak yang menggunakannya karena memiliki nilai prediktif (FASB, 1980).

Menurut PSAK Nomor 1 informasi laba diperlukan untuk menilai perubahan potensi sumberdaya ekonomis yang mungkin dapat dikendalikan di masa depan, menghasilkan arus kas dari sumber daya yang ada, dan untuk perumusan pertimbangan tentang efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan tambahan sumber daya (IAI, 2004). Bagi pemilik saham atau investor, laba berarti peningkatan nilai ekonomis (wealth) yang akan diterima, melalui pembagian dividtesisen. Laba juga digunakan sebagai alat untuk mengukur kinerja manajemen perusahaan selama periode tertentu yang pada umumnya menjadi perhatian pihak-pihak tertentu terutama dalam menaksir kinerja atas pertanggungjawaban manajemen dalam pengelolaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka, serta dapat dipergunakan untuk memperkirakan prospeknya di masa depan.

Rumusan Masalah

  • Apakah ada pengaruh ukuran perusahaan, pertumbuhan, profitabilitas, dan leverage terhadap kualitas laba sebelum krisis moneter?
  • Apakah ada pengaruh ukuran perusahaan, pertumbuhan, profitabilitas, dan leverage terhadap kualitas laba selama krisis moneter?
  • Apakah ada pengaruh ukuran perusahaan, pertumbuhan, profitabilitas, dan leverage terhadap kualitas laba setelah krisis moneter?
  • Apakah ada perbedaan kualitas laba antara periode sebelum krisis moneter, periode selama krisis moneter, dan periode setelah krisis krisis moneter?

Metode Penelitian

Metode penelitian ini menggunakan :

  • Analisis dekstriptif,
  • Pengujian Asumsi Klasik dan
  • Pengujian Hipotesis,

Berdasarkan hasil analisis varian yang disajikan dalam tabel 18 tampak bahwa rata-rata ERC pada periode sebelum, selama dan setelah krisis masing-masing adalah 0,02676; 0,00026 dan 0,01489.

Perbedaan nilai rata-rata ERC tersebut memiliki nilai statistik  F=6,143 dengan p=0,002. Pada tingkat signifikansi ?=0,05 maka nilai statistik F tersebut signifikan.  Kesimpulan dari hasil analisis varian ini adalah, rata-rata ERC pada periode sebelum, selama dan setelah krisis berbeda secara signifikan. Berdasarkan nilai rata-rata ERC-nya, maka dapat disimpulkan pula bahwa ERC tertinggi terjadi pada periode setelah krisis.

Kesimpulan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap ERC baik pada periode sebelum, selama maupun setelah krisis. Hasil penelitian ini mendukung temuan Chaney dan Jeter (1992), Siregar dan Utama (2005), Naimah dan Utama (2006), Setiawan,   et al. (2006). Informasi yang tersedia sepanjang tahun pada perusahaan besar memungkinkan pelaku pasar untuk menginterpretasikan informasi yang terdapat pada laporan keungan dengan lebih sempurna, sehingga dapat menurunkan ketidakpastian. Semakin banyak ketersediaan sumber informasi pada perusahaan-perusahaan besar, akan meningkatkan ERC dalam jangka panjang.

Penilaian Kinerja Karyawan

Penilaian Kinerja – Menurut Bernardin dan Russel (1993: 380) mendefinisikan pengertian penilaian kerja sebagai berikut “…a way of measuring the contributions of individtesisuals to their organization..” yang artinya adalah penilaian kinerja untuk mengukur berbagai kontribusi yang diberikan oleh setiap individu bagi organisasinya (Ayon Triyono,2012: 94).

Andrew E. Sikula (1981: 205) menjelaskan bahwa penilaian pegawai merupakan evaluasi yang sistematis dari pekerjaan pegawai dan potensi yang dapat dikembangkan. Penilaian adalah proses penaksiran penentuan nilai, kualitas, atau status dari beberapa objek, orang ataupun sesuatu (Prabu Mangkuneraga, 2011: 69).

Tujuan penilaian kinerja karyawan di perusahaan digunakan untuk menentukan sebuah kesuksesan atau bahkan kegagalan dari kinerja karyawan. Penilaian kinerja sebaiknya bukan hanya dinilai atasan saja, namun lebih baik jika bawahan juga diberi kesempatan untuk menilai  kinerjanya sendiri saat melakukan tugas-tugasnya di perusahaan, sehingga karyawan dengan sendirinya mengetahui potensi yang dimilikinya.

Tujuan penilaian kerja berdasarkan periode waktunya adalah:

a) Untuk memberikan dasar bagi rencana dan pelaksanaan pemberian penghargaan bagi karyawan atas kerja pada periode waktu sebelumnya (to reward past performance).

b) Untuk memotivasi agar pada periode waktu yang akan datang kinerja seorang karyawan dapat ditingkatkan (to motivate future performance improvement) (Ayon Triyono, 2012: 95).

Penilaian kinerja untuk menunjukan kinerja karyawan yang positif kepada perusahaan, sehingga perusahaan mengetahui potensi atau kemampuan karyawan yang dimilikinya. Hasil penilaian penting untuk mengakui hasil kerja karyawan.

Karakteristik Organisasi Pembelajar

Megginson dan Pedler (dalam Dale, 2003), memberikan sebuah panduan mengenai konsep organisasi pembelajaran, yaitu: ”suatu idtesise atau metaphor yang dapat bertindak sebagai bintang penunjuk. Ia bisa membantu orang berpikir dan bertindak bersama menurut apa maksud gagasan semacam ini bagi mereka sekarang dan di masa yang akan  datang”. Seperti halnya semua visi, ia bisa membantu menciptakan kondisi dimana sebagian ciri-ciri organisasi pembelajar dapat dihasilkan.

Kondisi-kondisi atau biasa di sebut sebagai karakteristik organisasi pembelajar tersebut adalah:

1) Strategi pembelajaran;

2) Pembuatan kebijakan partisipatif;

3) Pemberian informasi (yaitu teknologi informasi digunakan untuk menginformasikan dan memberdayakan orang untuk mengajukan pertanyaan dan mengambil keputusan berdasarkan data-data yang tersedia);

4) Akunting formatif (yaitu sistem pengendalian disusun untuk membantu belajar dari keputusan);

5) Pertukaran internal;

6) Kelenturan penghargaan;

7) Struktur-struktur yang memberikan kemampuan;

8) Pekerja lini depan sebagai penyaring lingkungan;

9) Pembelajaran antar perusahaan;

10) Suasana belajar;

11) Pengembangan diri bagi semua orang.

Meskipun melakukan semua hal di atas, tidak otomatis suatu organisasi menjadi organisasi pembelajar. Perlu dipastikan bahwa tindakan-tindakan tidak dilakukan hanya berdasarkan kebutuhan.

Tindakan-tindakan tersebut harus ditanamkan, sehingga menjadi cara kerja sehari-hari yang rutin dan normal. Strategi pembelajaran bukan sekedar strategi pengembangan sumber daya manusia. Dalam organisasi pembelajar, pembelajaran menjadi inti dari semua bagian operasi, cara berperilaku dan sistem. Mampu melakukan transformasi dan berubah secara radikal adalah sama dengan perbaikan yang berkelanjutan.

Pengaruh Karakteristik Tujuan Anggaran Terhadap Kinerja Aparat Pemerintah Daerah

Latar Belakang Masalah 

Penganggaran merupakan bagian dari proses perencanaan yang mana perencanaan merupakan salah satu siklus manajemen organisasi. Anggaran mengungkapkan apa yang akan dilakukan di masa yang akan datang (Bastian, 2006). Anggaran merupakan alat yang sangat bermanfaat dalam membantu manajemen memenuhi fungsinya yaitu perencanaan, kontrol, dan pengkoordinasian aktivitas organisasi (Hanson, 1966). Anggaran menjadi alat akuntansi manajerial yang umum digunakan dengan 2 fungsi utama, yaitu :

  • sebagai alat untuk menjalankan tujuan melalui perencanaan dan pengkoordinasian aktivitas perusahaan dan
  • sebagai  benchmark untuk mengevaluasi kinerja aktual.

Penganggaran merupakan suatu proses yang  rumit pada organisasi sektor publik, termasuk diantaranya pemerintah daerah. Hal tersebut berbeda dengan penganggaran pada sektor swasta. Pada sektor swasta anggaran merupakan bagian dari rahasia perusahaan yang tertutup untuk publik, namun sebaliknya pada sektor publik anggaran justru harus diinformasikan kepada publik untuk dikritik dan didtesisiskusikan untuk mendapat masukan (Rahayu et al. 2007). Anggaran Sektor publik merupakan instrumen akuntabilitas atas pengelolaan dana publik dan pelaksanaan program-program yang dibiayai dari uang publik (Mardiasmo, 2005 : 61).

Rumusan Masalah :

  • Apakah Partisipasi Anggaran berpengaruh positif terhadap Kinerja Aparat Pemerintah Daerah ?
  • Apakah Kejelasan Tujuan Anggaran berpengaruh terhadap Kinerja Aparat Pemerintah Daerah ?
  • Apakah Evaluasi Anggaran berpengaruh terhadap Kinerja Aparat Pemerintah Daerah ?
  • Apakah Umpan Balik Anggaran berpengaruh terhadap Kinerja Aparat Pemerintah Daerah ?
  • Apakah Kesulitan Tujuan Anggaran berpengaruh terhadap Kinerja Aparat Pemerintah Daerah ?

 

Metode Penelitian

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cara  purposive sampling. Metode ini dipilih karena sampel dipilih  berdasarkan kriteria yaitu aparat Pemerintah Daerah yang menududuki jabatan pada level menengah ke bawah yang sekaligus sebagai pejabatpembuat komitmen artinya pejabat yang mempunyai kegiatan dalam penganggaran dan sekaligus sebagai pelaksana anggaran dan staf yang menangani dalam penyusunan anggaran. Sampel yang diolah dalam penelitian ini sebanyak 146 sampel dan diolah menggunakan program SPSS untuk menguji hipotesis. Penelitian ini menemukan bahwa dari lima variabel Karakteristik Tujuan Anggaran, empat variabel (kejelasan tujuan, partisipasi, umpan balik dan kesulitan pencapaian tujuan) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja aparat Pemda di Kabupaten Temanggung, sedang variabel evaluasi anggaran tidak signifikan terhadap kinerja aparat Pemda di Kab. Temanggung.

Kesimpulan

Dari hasil pengujian dan analisis statistik dalam penelitian ini, dapat diambil  kesimpulan antara lain sebagai berikut:

  • Partisipasi  anggaran berpengaruh positif secara signifikan terhadap kinerja aparat Pemda Kabupaten Temanggung.
  • Kejelasan tujuan anggaran berpengaruh positif secara signifikan terhadap kinerja aparat Pemda Kabupaten Temanggung.
  • Evaluasi Anggaran tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja aparat Pemda Kabupaten Temanggung.
  • Umpan Balik anggaran berpengaruh positif secara signifikan terhadap kinerja aparat Pemda Kabupaten Temanggung.
  • Kesulitan pencapaian tujuan anggaran berpengaruh positif secara signifikan terhadap kinerja aparat Pemda Kabupaten Temanggung.
  • Karakteristik tujuan anggaran (Partisipasi, kejelasan, evaluasi, umpan balik dan kesulitan) secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja aparat Pemda Kabupaten Temanggung.
  • Lima variabel karakteristik tujuan anggaran  (Partisipasi, kejelasan, evaluasi, umpan balik dan kesulitan) mempengaruhi kinerja aparat Pemda secara bersama-sama sebesar 62,2 % sedangan 37,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimodelkan dalam penelitian ini.