Pengaruh Konservatisme Akuntansi Perusahaan

Skripsi EkonomiPengaruh Konservatisme Akuntansi, Asset Growth Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Profitabilitas  Masa Depan Perusahaan

akuntansi (1) Pengaruh Konservatisme Akuntansi Perusahaan Pengaruh Konservatisme Akuntansi Perusahaan  akuntansi 11

Latar Belakang Skripsi

Fitzsimmons et al.(2005) tingkat pertumbuhan aset merupakan sinyal yang baik yang menunjukkan potensi peningkatan profitabilitas perusahaan. Keputusan investasi yang dilakukan oleh perusahaan diharapkan memberikan dampak positif bagi perusahaan yaitu meningkatnya laba dimasa depan. Apabila keputusan investasi yang dilakukan manajer tepat, maka aliran kas masa depan perusahaan juga tinggi karena  return atas investasi tersebut. Sehingga apabila tingkat pertumbuhan aktiva perusahaan tinggi, investor akan merespon hal tersebut dengan memberikan nilai yang tinggi kepada perusahaan karena berarti akan akan potensi keuntungan dimasa depan yang tinggi pula. Semakin tinggi tingkat pertumbuhan aset semakin tinggi pula laba yang dihasilkan yang berarti semakin tinggi juga profitabilitas perusahaan.  Fairfield  et al.(2002) menyatakan bahwa pertumbuhan perusahaan dapat berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan dimasa depan.

Komponen laba perusahaan berupa akrual dan arus kas dapat digunakan untuk menilai prospek kinerja perusahaan dimasa depan.  Pertumbuhan perusahaan akan dipengaruhi oleh aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Perusahaan yang memiliki aktiva yang besar memiliki banyak dana yang digunakan untuk melakukan investasi baru.  Investasi yang dilakukan perusahaan diharapkan akan dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan dimasa depan. Hal inilah yang  mendasari pemikiran  bahwa ukuran perusahaan akan berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan dimasa depan.

Perumusan Masalah

1.  Apakah konservatisme berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas masa depan perusahaan?

2.  Apakah tingkat pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap profitabilitas masa depan perusahaan?

3.  Apakah  ukuran perusahaan berpengaruh terhadap profitabilitas masa depan perusahaan?

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh konservatisme akuntansi, asset growth dan  ukuran perusahaan terhadap  profitabilitas masa depan perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2006-2008.  Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indoensia.

Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh  konservatisme akuntansi,  asset growth dan  ukuran perusahaan terhadap  profitabilitas masa depan perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2006-2008. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa :

1.  Konservatisme akuntansi berpengaruh terhadap  profitabilitas masa depan perusahaan.  Akrual sebagai proksi konservatisme berpengaruh negatif terhadap profitabilitas masa depan. Perusahaan dengan akrual negatif akan memiliki profitabilitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan perusahaan dengan akrual positif. Hal tersebut berarti perusahaan yang menerapkan akuntansi konservatif akan memiliki profitabilitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan perusahaan yang tidtesisak konservatif. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Ahmed dan Duellman (2007).

2.  Asset growth tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas masa depan perusahaan. Hasil penelitian ini  tidak mendukung hasil penelitian Fairfield et al. (2002).

3.  Ukuran perusahaan  berpengaruh terhadap profitabilitas masa depan perusahaan. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Fitzsimmons et al. (2005).

Penagihan Dengan Surat Paksa Dalam Meningkatkan Penerimaan Pajak

Skripsi EkonomiAnalisis Efektifitas Penagihan Dengan Surat Paksa Dalam Meningkatkan Penerimaan Pajak Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Karanganyar

pelayanan pdam Penagihan Dengan Surat Paksa Dalam Meningkatkan Penerimaan Pajak Penagihan Dengan Surat Paksa Dalam Meningkatkan Penerimaan Pajak pelayanan pdam

Latar Belakang Skripsi 

Salah satu  cara yang ditempuh pemerintah Indonesia dalam usaha peningkatan penerimaan pajak adalah dengan melakukan pembauran peraturan, kebijakan dan administrasi perpajakan dimana telah dilakukan secara terus menerus, bertahap, konsisten dan berkelanjutan. Usaha yang telah ditempuh bangsa Indonesia dalam rangka untuk meningkatkan pendapatan negara melalui sektor perpajakan yaitu diawali dengan adanya perubahan atau pembaharuan sistem perpajakan nasional yang biasanya lebih dikenal dengan nama Tax Reform. Tax Reform dilakukan pemerintah karena dianggap bahwa peraturan perpajakan yang berlaku pada tahun 1983 adalah peninggalan kolonial Belanda yang  sudah tidtesisak sesuai lagi dengan perkembangan zaman, struktur dan organisasi pemerintahan serta tidak berdasarkan Pancasila.

Tujuan dari dilakukannya reformasi perpajakan yaitu untuk lebih menegakkan kemandirian kita dalam membiayai pembangunan nasional dengan jalan lebih mengerahkan lagi segenap kemampuan diri kita sendiri.  Pemerintah menyadari bahwa untuk membiayai pelaksanaan pembangunan nasional kita tidak dapat dan tidak mungkin hanya mengandalkan kepada peningkatan penerimaan negara dari minyak bumi dan gas alam maupun dari utang luar negri. Oleh karena itu, peningkatan penerimaan negara melalui perpajakan dari sumber-sumber diluar minyak bumi dan gas merupakan suatu keharusan yang mutlak bagi berhasilnya pelaksanaan pembangunan. Pada reformasi perpajakan sistem perpajakan yang berlaku pada saat itu akan disederhanakan. Salah satu bukti diberlakukannya tax reform yaitu ditandai dengan diberlakukannya sistem pemungutan pajak self assessment yaitu dimana wajib pajak sekarang diberi kepercayaan untuk menghitung dan melaporkan sendiri segala perpajakannya menggantikan sistem official assessment dimana dalam sistem ini semua urusan perpajakan dilakukan oleh fiskus termasuk menghitung dan melaporkan pajak sebagaimana diatur dalam Pasal 12 Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000 dan diubah lagi dengan Undang-undang No. 28 Tahun 2007.

Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut:

1.  Bagaimana prosedur penerbitan Surat Paksa yang diterapkan di KPP   Pratama Karanganyar?

2.  Bagaimana cara menganalisa efektifitas penagihan dengan menggunakan Surat Paksa di KPP Pratama Karanganyar?

3.  Apa saja kendala yang dihadapi dalam kegiatan pelaksanaan Surat Paksa di KPP Pratama Karanganyar?

Tujuan Penelitian 

Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini ialah ingin mengetahui, sebagai berikut :

  1. Bagaimana prosedur penerbitan Surat Paksa yang diterapkan di KPP   Pratama Karanganyar.
  2. Bagaimana cara menganalisa efektifitas penagihan dengan menggunakan Surat Paksa di KPP Pratama Karanganyar
  3. Apa saja kendala yang dihadapi dalam kegiatan pelaksanaan Surat Paksa di KPP Pratama Karanganyar

Kesimpulan

Berdasarkan analisis dan pembahasan serta keterangan dari KPP Pratama Karangnayar dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

  1. Penerimaan pajak tahun 2009 mengalami kenaikan sebesar 23 % dari tahun 2008 yaitu dimana tahun 2008 penerimaan pajaknya mencapai Rp. 262,529,343.500 dan pada tahun 2009 naik menjadi Rp. 322,911,092.590
  2. Pelaksanaan kegiatan penagihan dengan Surat Paksa dari mulai penerbitan sampai pelaksanaannya telah sesuai dengan Standart Operating System yang diterapkan oleh SIDJP hanya saja dalam penyelesaiannya dimana seharusnya harus diselesaikan dalam waktu 7 hari di KPP Pratama Karanganyar diselesaikan lebih dari 7 hari.
  3. Pelaksanaan kegiatan Penagihan dengan Surat Paksa jika dinilai dari perbandingan jumlah lembar yang diterbitkan dengan yang terbayar dinilai sangat efektif baik dari tahun 2008 maupun 2009 dikarenakan tingkat rasio yang dihasilkan lebih dari 60%, tetapi jika dinilai dari segi nominal tingkat penagihan dengan surat paksa yang dilakukan dinilai tidak efektif karena jika dilihat dari rasio yang dihasilkan masih dibawah 60% di semua triwulan tahun 2008 meskipun pada tahun 2009 untuk triwulan I dan II lebih dari 60% tapi untuk triwulan III dan IV rasionya turun dibawah 60%. Hal ini terjadi mungkin Surat Paksa yang terbayar dari tunggakan  –tunggakan pajak yang jumlahnya relatif kecil.
  4. Kontribusi penagihan pajak dengan Surat Paksa untuk pengurangan tunggakan pajak  yaitu sebesar Rp. 5,112,678,000 atau sebesar 25% dari seluruh jumlah pengurangan tunggakan pajak pada tahun 2008. Sedangkan untuk tahun 2009 kontribusi Surat Paksa dalam pengurangan tunggakan pajak naik menjadi Rp.  7,985,653,000 atau  sebesar 35,56 % dari total jumlah seluruh pengurangan tunggakan pajak.
  5. Kurang efektifnya pelaksanaan penagihan pajak dengan Surat Paksa akibat minimnya Sumber Daya Manusia dalam Juru Sita Pajak yang tidak sebanding dengan banyaknya Wajib Pajak yang mempunyai tunggakan pajak. Selain itu banyaknya Juru Sita Pajak yang kurang paham atau kurang menguasai wilayah kerjanya.

Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Struktur Modal

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur Yang Go-Public Di Bursa Efek Indonesia Untuk Periode Tahun 2005-2009

modal-ventura Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Struktur Modal Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Struktur Modal  modal ventura

Latar Belakang Skripsi 

Struktur modal suatu perusahaan ditentukan oleh kebijakan pembelanjaan (financing policy)  dari manajer keuangan yang senantiasa dihadapkan pada pertimbangan baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif yang mencakup tiga unsur penting. Unsur-unsur tersebut adalah keharusan untuk membayar balas jasa atas penggunaan modal kepada pihak yang menyediakan dana tersebut (sifat keharusan untuk pembayaran biaya modal), sampai seberapa jauh kewenangan dan campur tangan pihak penyedia dana itu dalam mengelola perusahaan, dan resiko yang dihadapi perusahaan (Harmanto dalam Rizal, 2002).

Apabila kebutuhan modal perusahaan dipenuhi dengan cara menambah hutang pada saat tingkat rentabilitas ekonomi perusahaan lebih besar daripada tingkat bunga hutang, maka risiko keuangan menjadi rendah dan rentabilitas modal sendiri dengan tambahan modal asing lebih besar daripada rentabilitas modal sendiri dengan tambahan modal sendiri. Jika rentabilitas modal sendiri dengan tambahan modal asing lebih tinggi maka laba perlembar saham (EPS) akan lebih tinggi sehingga modal sendiri yang berasal dari laba ditahan akan meningkat dan dividtesisen yang harus dibayarkan akan menjadi lebih tinggi. Pada akhirnya struktur modal akan dapat optimal dan memaksimalkan harga saham sehingga dapat memaksimalkan nilai perusahaan (Riyanto, 2002).

Perumusan Masalah

Berdasarkan pada latar belakang masalah di atas, disusun rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Apakah struktur aktiva berpengaruh negatif terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur?
  2. Apakah tingkat pertumbuhan perusahaan berpengaruh negatif terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur ?
  3. Apakah profitabilitas berpengaruh positif terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur?
  4. Apakah likuiditas berpengaruh positif terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur?
  5. Apakah tingkat pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji pengaruh antara strukturaktiva, tingkat pertumbuhan perusahaan, profitabilitas, likuiditas, dan tingkat pertumbuhan penjualan terhadap struktur modal perusahaan manufaktur. Populasi penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2005-2009. Sampel sebanyak 45 perusahaan. Analisis data yang digunakan adalah uji regresi linear berganda.

Kesimpulan 

Berdasarkan  hasil  penelitian  yang  telah dilakukan,  maka dihasilkan kesimpulan sebagai berikut:

Dari lima hipotesis yang diajukan semua hipotesis terbukti berpengaruh terhadap struktur modal, yaitu struktur modal dan tingkat pertumbuhan perusahaan (Growth) berpengaruh negatif terhadap struktur modal sedangkan profitabilitas (ROI), likuiditas (current ratio), dan tingkat pertumbuhan penjualan  (growth sales) berpengaruh positif terhadap struktur modal.

  1. Dari hasil pengujian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dengan adjusted R2 sebesar 0,235. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 23,50 % variasi dari struktur modal dapat diterangkan oleh variabel struktur aktiva, tingkat pertumbuhan perusahaan (growth), profitabilitas (ROI), likuiditas (current ratio), dan tingkat pertumbuhan penjualan (growth sales), sedangkan 76,50 % diterangkan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam persamaan regresi.
  2. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa secara simultan diperoleh kesimpulan bahwa variabel struktur aktiva, tingkat pertumbuhan perusahaan (growth), profitabilitas (ROI), likuiditas (current ratio), dan tingkat pertumbuhan penjualan  (growth sales), secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap struktur modal.
  3. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa secara parsial  semua variabel independen berpengaruh terhadap struktur modal, yaitu struktur modal dan tingkat pertumbuhan perusahaan (growth)  berpengaruh negatif terhadap struktur modal sedangkan profitabilitas (ROI), likuiditas (current ratio), dan tingkat pertumbuhan penjualan  (growth sales) berpengaruh positif terhadap struktur modal.

Analisis Faktor Keahlian Dan Independensi Auditor

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Beberapa Faktor Keahlian Dan Independensi Auditor Yang Mempengaruhi Kualitas Audit

auditor Analisis Faktor Keahlian Dan Independensi Auditor Analisis Faktor Keahlian Dan Independensi Auditor auditor

Latar Belakang Skripsi 

Didtesisalam melaksanakan tugas pengauditan dan tercapainya tujuan audit,   auditor dituntut memiliki keahlian yang cukup, seperti disebutkan dalam SPAP (IAI 2001:210.3)  bahwa, “dalam melaksanakan audit, untuk sampai pada suatu pendapat, auditor harus senantiasa bertindak sebagai seorang ahli dalam bidang akuntansi keuangan, sistem akuntansi, dan bidang pengauditan dan untuk dapat mempertahankan kepercayaan dari klien dan dari para pemakai laporan keuangan  auditan lainnya maka auditor dituntut menjadi seorang ahli.” Tujuan audit yang dijalankan auditor yaitu mampu memberikan laporan audit yang berkualitas.  Dilihat dari definisinya memang tidak ada definisi yang pasti mengenai kualitas audit.

Tidak adanya definisi yang pasti ini disebabkan tidak adanya pemahaman umum mengenai faktor penyusun kualitas audit.  Walaupun demikian, para peneliti mempunyai kesamaan pendapat mengenai pengukuran kualitas audit.  Pengukuran kualitas audit tersebut membutuhkan kombinasi antara ukuran hasil dan proses.  Pengukuran hasil lebih banyak digunakan karena pengukuran proses tidak banyak diobservasi secara langsung, sedangkan pengukuran hasil biasanya menggunakan firma audit besar (Sutton, 1993 dalam Alia Ariesanti, 2001).

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan diatas, maka peneliti mengemukakan permasalahan pokok yang perlu dikaji yaitu :

  1. Apakah ada pengaruh dari masing-masing faktor keahlian dan independensi auditor, yaitu: komponen pengetahuan, ciri-ciri psikologis,  kemampuan berfikir, strategi penentuan keputusan, analisis tugas, lama ikatan dengan klien, tekanan dari klien dan telaah dari rekan auditor terhadap kualitas audit ?
  2.  Apakah ada pengaruh secara bersama-sama faktor-faktor keahlian dan independensi auditor yang meliputi dari: komponen pengetahuan, ciri-ciri psikologis,  kemampuan berfikir, strategi penentuan keputusan, analisis tugas, lama ikatan dengan klien, tekanan dari klien dan telaah  dari rekan auditor terhadap kualitas audit ?

Tujuan Penelitian 

Kegiatan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat berpengaruh terhadap keahlian auditor.

Kesimpulan

  1. Analisis hasil pengujian variabel independen terhadap  variabel didapat bahwa, variabel independen yang terdiri dari faktor-faktor yaitu komponen pengatahuan, ciri-ciri psikologis, kemampuan berfikir, strategi penentuan keputusan, analisis tugas, lama ikatan dengan klien, tekanan dari klien, dan telaah rekan auditor ternyata berpengaruh terhadap kualitas audit sebagai variabel dependen.  Berdasarkan hasil pengujian regresi berganda didapatkan pengaruh terhadap masing-masing hipotesis sebesar, untuk hipotesis pertama komponen pengetahuan dengan nilai 0,137 berpengaruh  terhadap kualitas audit dan signifikan pada level 0,038.  Hipotesis kedua menunjukkan ciri-ciri psikologis dengan nilai 0,594 berpengaruh terhadap kualitas audit dan signifikan pada level 0,024.  Hipotesis ketiga menunjukkan kemampuan berfikir dengan nilai 0,140 dan signifikan pada level 0,036.  Hipotesis keempat menunjukkan strategi penentuan keputusan dengan nilai 0,772 berpengaruh terhadap kualitas audit dan signifikan pada level 0,005.  Hipotesis kelima menunjukkan analisis tugas dengan nilai 0,228 berpengaruh terhadap kualitas audit dan signifikan pada level 0,033.  Hipotesis keenam menunjukkan lama ikatan dengan klien dengan nilai 0,751 berpengaruh terhadap kualitas audit dan signifikan pada level 0,000.  Hipotesis ketujuh menunjukkan ikatan dengan klien dengan nilai 0,007 berpengaruh terhadap kualitas audit dan signifikan pada level 0,001.  Hipotesis kedelapan menunjukkan telaah rekan auditor dengan nilai 0,307 berpengaruh terhadap kualitas audit tetapi tidak  signifikan pada level 0,006.
  2. Untuk hasil pengujian melalui uji t, dimana dicari masing-masing pengaruh secara parsial (sendiri-sendiri) variabel independen didapat adanya pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen.  Dilihat dari t hitung > t tabel, dimana t tabel bernilai 1,994 dengan masing-masing t hitung untuk Hipotesis pertama komponen pengetahuan dengan nilai t 2,483.Hipotesis kedua ciri-ciri psikologis dengan nilai t 2,924. Hipotesis ketiga  kemampuan berfikir dengan nilai t 2,491.  Hipotesis keempat strategi penentuan keputusan dengan nilai t 3,061.  Hipotesis kelima analisis tugas dengan nilai t 2,595.  Hipotesis keenam lama ikatan dengan klien dengan nilai 3,896.  Hipotesis ketujuh ikatan dengan klien dengan nilai t 3,882.  Hipotesis kedelapan telaah rekan auditor dengan nilai t 3,126.  semua variabel berpengaruh dan signifikan pada level 0,05 (5%).

Analisis Beban Kerja Dan Kebutuhan Tenaga Kerja

Skripsi Ekonomi Analisis Beban Kerja Dan Kebutuhan Tenaga Kerja Pada Bagian Produksi Pt Djitoe Indonesian Tobacco Coy.

pekerja pln Analisis Beban Kerja Dan Kebutuhan Tenaga Kerja Analisis Beban Kerja Dan Kebutuhan Tenaga Kerja  pekerja pln

Latar Belakang Skripsi 

“Dalam mencapai produktivitas tenaga kerja yang lebih baik maka dibutuhkan variable kunci yaitu pendidtesisikan dasar yang cocok bagi angkatan kerja yang efektif, pengetahuan angkatan kerja, pengeluaran social yang membuat tenaga kerja tersedia. (Heizer, 2004).

PT Djitoe Indonesian Tobacco Coy merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri rokok sehingga perusahaan ini memiliki banyak tenaga kerja yang terlatih dan terdidik, tanaga kerja perusahaan ini selalu menjaga kedisiplinan dalam bekerja untuk mempengaruhi kelancaran produktivitas selain disiplin, dalam bekerja, disiplin waktu yang diutamakan oleh perusahaan PT. Djitoe Indonesian Tobacco Coy agar dapat menunjang keberhasilan dalam bekerja. Dengan peningkatan produktivitas maka tanggung jawab manajemen akan berpusat pada segala upaya dan daya untuk melaksanakan fungsi dan peran dalam kegiatan produksi, khususnya yang bersangkut paut dengan efisiensi penggunaan sumber-sumber input.

Rumusan Masalah

1. Bagaimana Beban Kerja pada PT. Djitoe Indonesian Tobacco Coy?

2. Bagaimana Kebutuhan Tenaga Kerja  Pada Bagian Produksi  PT. Djitoe Indonesian Tobacco Coy ?

Tujuan Penelitian 

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Beban Kerja dan kebutuhan Tenaga Kerja pada bagian produksi PT. DJITOE  INDONESIAN  TOBACCO COY, serta mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas tenaga kerja yaitu motivasi, kedisiplinan, etoskerja, keterampilan, pendidikan.

Kesimpulan

1. Beban kerja adalah banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan sesuatu pekerjaan .Dengan demikian diketahuinya beban kerja maka akan dapat diketahui seberapa besar beban yang harus ditangung oleh pekerja,dan apakah terjadi kelebihan tenaga kerja atau sebaliknya adanya kekurangan tenaga kerja.

2. Dengan metode perhitungan  work load analysis yang berisikan teori penentuan beban karyawan diimplementasikan dengan data yang ada pada perusahaan PT. Djitoe Indonesian Tobacco Coy dapat dilihat jumlah kebutuhan tenaga kerja serta produktivitasnya. Dengan jumlah beban kerja 10.000 ball/bulan dengan waktu 200 jam/bulan,

3. Dengan metode work force analysis yang memperhitungkan tingkat absensi karyawan.Dimana tingkat turn over 0 sehinga nilai dari work force analisis 0 .Tingkat absensi presentasenya cukup rendah dari jumlah keseluruhan kehadiran terlihat pada bulan Januari 2010 sebesar 10,57 %, bulan Februari 2010 sebesar 16,4%, dan bulan Maret 2010 sebesar  14,42%.

Dari hasil perhitungannya dapat ditarik kesimpulan bahwa dari bulan ke bulan presentase absensi cenderung naik turun dan itu berarti menunjukkan tren tidak stabil. Hal ini mengakibatkan beban kerja semakin besar dikarenakan banyak karyawan tidak hadir dari bulan ke bulan.