Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Aparat Pemerintah Daerah

Pengaruh Budaya Organisasi Dan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Moderating Dalam Hubungan Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Aparat Pemerintah Daerah Di Satuan Kerja  Perangkat Daerah Kabupaten  Karanganyar

Latar Belakang Penelitian

Proses penganggaran daerah dengan pendekatan kinerja dalam Kepmendagri memuat pedoman penyusunan rancangan APBD yang dilaksanakan oleh tim Tim Anggaran eksekutif bersama-sama Unit Organisasi Perangkat Daerah (unit kerja). Rancangan unit kerja dimuat dalam suatu dokumen yang disebut dengan Rancangan Anggaran Satuan Kerja (RASK).

RASK ini menggambarkan kerangka logis hubungan antara kebijakan anggaran (arah dan kebijakan umum APBD serta strategi dan prioritas APBD) dengan operasional anggaran (program dan kegiatan anggaran) di setiap unit pelaksana anggaran daerah sesuai dengan visi, misi, tugas pokok dan fungsi yang menjadi kewenangan unit kerja yang bersangkutan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. RASK memuat juga standar analisa belanja, tolak ukur kinerja dan standar biaya sebagai instrument pokok dalam anggaran kinerja. RASK merupakan dokumen pengganti dokumen daftar usulan kegiatan dan daftar usulan proyek yang selama ini digunakan dalam  17 penyusunan rancangan APBD dengan sistem lama (Sardjito & Muthaher, 2007).

Anggaran pada sektor publik terkait dengan proses penentuan jumlah alokasi dana untuk tiap-tiap program dan aktivitas dalam satuan moneter yang menggunakan dana milik rakyat. Hal inilah yang menjadi perbedaan dengan anggaran sektor swasta karena tidtesisak berhubungan dengan pengalokasian dana dari masyarakat. Pada sektor publik pendanaan organisasi berasal dari pajak dan retribusi, laba perusahaan milik daerah atau negara, pinjaman pemerintah berupa utang luar negeri dan obligasi pemerintah serta sumber dana lain yang sah dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan (Mahsun, 2006).

Rumusan Masalah

  1. Apakah budaya organisasi sebagai variabel moderasi mampu memperkuat pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja aparat pemerintah daerah ?
  2. Apakah komitmen organisasi sebagai variabel moderasi mampu memperkuat pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja aparat pemerintah daerah ?

Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar dengan menggunakan populasi sebanyak 141 dan menggunakan sampel sebanyak 100 responden. Metode sampel dengan metode random sampling.

Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah :

  1. Teknik uji instrumen meliputi uji validitas dan uji reliabilitas;
  2. Uji asumsi klasik meliputi uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi dan uji normalitas;
  3. Pengujian hipotesis dengan regresi.

Kesimpulan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

  1. Terdapat pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja aparatur pemerintah
  2. Pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja aparatur pemerintah dimoderasi oleh budaya organisasi,
  3. Pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja aparatur pemerintah tidak dimoderasi oleh komitmen organisasi.

Transparansi Kebijakan Publik Terhadap Partisipasi Penyusunan Anggaran

Skripsi Ekonomi~ Pengaruh Pengetahuan Pegawai Pemerintah Daerah Tentang Anggaran, Partisipasi Masyarakat Dan Transparansi Kebijakan Publik Terhadap Partisipasi Penyusunan Anggaran

Latar Belakang Penelitian

Perubahan sistem politik, sosial, kemasyarakatan serta ekonomi yang dibawa oleh arus reformasi telah menimbulkan tuntutan yang beragam terhadap pengelolaan pemerintah yang baik (good government governance). Semangat reformasi  telah mewarnai pendayagunaan aparatur negara dengan tuntutan untuk mewujudkan administrasi negara yang mampu mendukung kelancaran dan keterpaduan pelaksanaan tugas dan fungsi penyelenggaraan negara dan pembangunan, dengan mempraktekkan prinsip-prinsip good governance. Terselenggaranya  good governance merupakan prasyarat utama untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan dan cita-cita bangsa dan negara (Lembaga Administrasi Negara, 2000). Tuntutan ini perlu dipenuhi dan disadari langsung oleh para pelaksana pemerintahan daerah.

Dalam menciptakan good governance sebagai prasyarat penyelenggaraan pemerintah dengan mengedepankan partisipasi masyarakat dan transparansi. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan keuangan pemerintahan mengandung makna bahwa pengambilan keputusan dalam proses penyusunan dan penetapan APBD sedapat mungkin melibatkan partisipasi masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui akan hak dan kewajibannya dalam pelaksanaan APBD. Transparansi anggaran adalah APBD yang disusun harus dapat menyajikan informasi secara terbuka dan mudah diakses oleh masyarakat. Informasi yang disajikan meliputi tujuan, sasaran, sumber pendanaan pada setiap jenis belanja.  korelasi antara besaran anggaran dengan manfaat dan hasil yang ingin dicapai dari suatu kegiatan yang dianggarkan itu juga perlu di sampaikan kepada masyarakat. Selain itu good governance yang efektif menuntut adanya koordinasi yang baik, profesionalisme serta etos kerja dan moral yang tinggi.

Rumusan Masalah :

  1. Apakah pengetahuan pegawai tentang anggaran berpengaruh terhadap partisipasi penyusunan anggaran ?
  2. Apakah partisipasi masyarakat  berpengaruh terhadap partisipasi penyusunan anggaran ?
  3. Apakah transparansi kebijakan publik  berpengaruh  terhadap partisipasi penyusunan anggaran ?

Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen dengan menggunakan populasi sebanyak  150  dan menggunakan sampel sebanyak  150 responden. Metode sampel dengan metode sensus. Metode pengumpulan data menggunakan  kuesioner, sedangkan  teknik analisis data yang digunakan adalah :

  1. Teknik uji instrumen meliputi uji validtesisitas dan uji reliabilitas;
  2. Uji  asumsi klasik meliputi  uji  multikolinieritas, uji heteroskedastisitas,  uji autokorelasi dan uji normalitas;
  3. Pengujian hipotesis meliputi regresi  linier berganda, koefisien determinasi uji t dan uji F.

Kesimpulan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

  1. Terdapat pengaruh pengetahuan pegawai pemda tentang anggaran terhadap partisipasi penyusunan anggaran,
  2. Tidak terdapat pengaruh partisipasi masyarakat terhadap partisipasi penyusunan anggaran, peneliti menduga hal ini bisa terjadi karena pegawai dalam menyusun anggaran berdasarkan pengetahuan  yang dimiliki dan  aturan-aturan pelaksanaan yang mereka pahami.
  3. Terdapat pengaruh transparansi kebijakan publik terhadap partisipasi penyusunan anggaran.

Dampak Kekosongan Kasir Pada Jam Kerja

Skripsi Ekonomi~ Analisis Dampak Kekosongan Kasir Pada Jam Kerja Terhadap Sistem Akuntansi Penerimaan Kas Pada PT. Angkasa Pura I (PERSERO)

Kas yaitu aktiva paling likuidtesis, yang merupakan media standar dan dasar pengukuran serta akuntansi untuk semua pos-pos lainnya (Kieso, Weygant, dan Warfield, 2007).Fungsi kasir merupakan salah satu fungsi utama yang langsung dengan prosedur pengendalian kas.

Menurut Setianingtyas dan Falikhatun (2008) fungsi kasir bertugas menerima uang dari penjualan tunai dan memegang dana kas kecil. Fungsi kasir juga bertanggung jawab membuat daftar penerimaan kas dan menyetorkan kas ke bank. Dengan demikian fungsi kasir memiliki peranan penting dalam prosedur pengendalian kas.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang terdapat diatas, dalam tugas akhir ini penulis merumuskan masalah yaitu bagaimana pengaruh kekosongan kasir pada jam kerja terhadap sistem akuntansi penerimaan kas pada PT Angkasa Pura I (Persero).

PT Angkasa Pura merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara di bawah Departemen Perhubungan yang bergerak di bidang pengelolaan dan pegusahaan bandar udara di Indonesia. Perusahaan ini lebih bergerak pada pelayanan jasa. Kas merupakan aktiva paling likuid yang mudah untuk diselewengkan apabila tidak dilindungi dengan sistem penerimaan kas yang baik. Salah satu fungsi penting dalam sistem penerimaan kas adalah fungsi kasir. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengangkat tema sistem akuntansi penerimaan kas dan memfokuskan pada kekosongan kasir yang sering didapati ketika jam kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kekosongan kasir pada jam kerja terhadap sistem penerimaan kas perusahaan.

Simpulan 

PT. Angkasa Pura I (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Departemen Perhubungan yang bergerak di bidang pengelolaan dan pengusahaan bandar udara di indonesia. Dalam menjalankan usahannya perusahaan ini memiliki dua sumber penerimaan kas seperti halnya dari penjualan tunai perusahaan dan dari pelunasan tagihan piutang. Fokus dalam penerimaan kas, perusahaan memiliki sistem dan prosedur yang sistematis dan teratur dengan baik. Sistem komputerisasi yang memadai dan juga pembagian fungsi yang tegas dalam setiap sistem menunjang sisi efektifitas dan efisiensi perusahaan. Dalam sistem penerimaan kas bagian kasir merupakan bagian utama yang berhubungan langsung dengan penerimaan kas, pada PT. Angkasa Pura I (Persero) bagian kasir memiliki tugas wewenangnya dalam menjalankan sistem penerimaan kas perusahaan. Namun pada beberapa waktu, loket kasir didapati kosong mempengaruhi sistem penerimaan kas.

Misalnya terjadinya keterlambatan pencatatan hak atas kas perusahaan oleh bagian akuntansi ataupun terjadinya keterlambatan pengurangan saldo piutang oleh bagian penagihan dan piutang. Tidak hanya itu, kasir terlihat begitu sibuk ketika harus memintakan otosisasi kepada bagian-bagian terkait sehingga kurang efektif dan efisien jika kasir harus melakukannya tanpa bantuan staf. Dalam pelaksanaan tugasnya, bagian kasir ini sudah menjalankannya sesuai dengan tugas dan wewenang yang ada. Kasir juga telah membantu pengendalian intern terhadap kas, yang merupakan harta perusahaan yang rentan untuk diselewengkan.

Analisis Bauran Pemasaran Pada Perusahaan Jasa Asuransi

Skripsi Ekonomi ~ Laporan Tugas Akhir Analisis Bauran Pemasaran Pada Perusahaan Jasa Asuransi AJB Bumiputera 1912 Cabang Solo Gladag

asuransi-kesehatan Analisis Bauran Pemasaran Pada Perusahaan Jasa Asuransi Analisis Bauran Pemasaran Pada Perusahaan Jasa Asuransi asuransi kesehatan

Latar Belakang Skripsi 

Salah satu strategi perusahaan menghadapi persaingan adalah melakukan kegiatan promosi. Menurut Lupiyoadi (2001:108) promosi adalah salah satu variabel dalam bauran pemasaran yang sangat penting dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produk jasa.  Kegiatan pemasaran sangat menentukan sampai atau tidtesisaknya produk yang dihasilkan perusahaan kepada konsumen sehingga kegiatan pemasaran sangat penting dan para pelaku bisnis harus bisa menetapkan pemasaran yang tepat yang bisa digunakan untuk memenuhi keinginan konsumen.

Ada jaman dahulu ketika perekonomian masih bersifat kerajinan rumah tangga, seseorang bisa dengan mudah mendapatkan informasi tentang produk yang dihasilkan oleh tetangganya. Tetapi sekarang jaman sudah berubah, begitu banyaknya produk yang dihasilkan oleh pelaku bisnis untuk memenuhi kebutuhan konsumen membuat konsumen sulit untuk mencerna banyaknya informasi tentang produk yang dihasilkan oleh pelaku bisnis sehingga pelaku bisnis harus bisa menginformasikan produk mereka kepada konsumen dengan baik.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut. Bagaimana strategi pemasaran  (Marketing Mix)  yang terdiri dari  Produk  (Product),  Harga  (Price),  Promosi  (Promotion),  Distribusi (Place) yang dilakukan oleh Perusahaan AJB Bumiputera?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini dilakukan pada Perusahaan AJB BUMIPUTERA yang terletak di Jalan Slamet Riyadi No. 12 Surakarta. Metode pengumpulan data dengan wawancara langsung, observasi, dari literatur dari perusahaan guna menunjang kebutuhan data. Data yang digunakan yaitu data primer yaitu data yang diperoleh melalui kuisioner, dan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari perusahaan yang digunakan sebagai landasan teori untuk keperluan data .

Kesimpulan

Berdasarkan analisis data dan pembahasan tehadap  marketing mix yang telah dilakukan sebelumnya, maka hasilnya dapat disimpulkan sebagai berikut :

a. Data karakteristik responden pada bab pembahasan dapat disimpulkan bahwa mayoritas berumur lebih dari 30 tahun yaitu 53 responden 53%) sedangkan yang berumur antara 17-30 tahun sebanyak 47 responden (47%). Dan dapat diketahui bahwa responden paling banyak bertempat tinggal di kecamatan Pasar Kliwon yaitu 25 responden atau 25%, diikuti Kecamatan Laweyan sebesar 24 responden atau 24%, kemudian Kecamatan Jebres sebesar 21 responden atau 21%, Kecamatan Serengan sebesar 17 responden atau 17% yang terakhir Kecamatan Banjarsari sebesar 13 responden atau 13%.  Dapat diketahui bahwa responden terbanyak yaitu yang berprofesi sebagai pegawai swasta yaitu sebesar 47 responden atau 47%. Hal tersebut dikarenakan para peagwai swasta lebih membutuhkan dana pinjaman untuk mengembangkan usahanya.

b. Perhitungan analisis dari  marketing mix yang menunjukkan bahwa Promotion   atau Promosi merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap volume penjualan karena memiliki rata-rata presentase responden yang setuju terbanyak yaitu sebesar  79,67%. Sedangkan untuk variabel   Price  atau harga memiliki peringkat kedua setelah promotion/promosi dengan presentase setuju sebesar 76%. Kemudian variabel Product/produk dengan presentase setuju sebesar 75,67%. Dan diposisi terakhir terdapat variabel Place/tempat dengan presentase setuju sebesar 63,33%.

Dampak Kebijakan Dividen

Skripsi Ekonomi~ Analisis Dampak Kebijakan Dividtesisen Pada Harga Saham  Dan Perbedaan Pprofitabilitas Perusahaan Setelah Perubahan Kebijakan Dividen Di Perusahaan Manufaktur Di Indonesia (studi pada perusahaan-perusahaan manufaktur  yang listing di Bursa Efek Indonesia)

Latar Belakang Skripsi

Ditinjau dari sudut pandang perusahaan, keputusan untuk membagikan dividen memerlukan banyak  pertimbangan karena dividen yang relatif kecil merupakan laba ditahan yang disisihkan dengan jumlah yang relatif besar dan jika laba ditahan ditingkatkan maka hal ini dapat dijadikan sarana untuk memperkuat posisi perusahaan. Namun apabila dividen tidak dibagikan, hal ini akan mengecewakan investor yang berharap akan memperoleh dividen. Keputusan untuk berinvestasi saham dapat menjadi hal yang tidak menarik lagi bagi mereka. Untuk menjaga kedua kepentingan  yang berbeda antara manajemen perusahaan dan investor, manajer keuangan harus menempuh kebijakan dividen yang optimal. Kebijakan dividen tersebut juga dipandang untuk menciptakan keseimbangan diantara dividen saat ini dan pertumbuhan dimasa mendatang sehingga memaksimumkan harga saham.

Penelitian tentang hasil studi peristiwa pengumuman dividen juga mengungkapkan hasil yang tidak konsisten, baik di luar negeri ataupun di dalam negeri. Masih terdapat pro dan kontra tentang pengaruh kebijakan dividen terhadap harga saham. Mereka yang mendukung  signaling theory  diantaranya Bhattacharya (1979) dan Miller dan Rock (1985) yang mengembangkan model- model yang memiliki muatan  informasi mengenai prospek laba perusahaan masa mendatang. Hasil penelitian mereka menunjukan dividen yang tinggi berasosiasi dengan dengan laba sekarang dan masa datang yang tinggi pula. Ini berarti terdapat hubungan yang positif antara harga saham dengan  arah perubahan dividen. Model mereka juga memrediksikan bahwa besarnya respon harga saham merupakan fungsi positif dari besarnya perubahan dividen.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas dapat dilihat bahwa kebijakan dividen merupakan suatu fenomena yang sangat penting dan menarik. Bagi perusahaan, kebijakan dividen memiliki arti penting secara financial karena dalam kebijakan dividen terkandung dua tujuan yang berbeda terhadap laba perusahaan yaitu berapa besar proporsi laba ditahan guna pertumbuhan perusahaan dan berapa besar proporsi dividen yang harus dibagi sebagai kewajiban perusahaan atas

modal para pemegang saham. Bagi para investor atau pemegang saham, kebijakan dividen pun tak kalah menariknya karena kebijakan dividen perusahaan akan dijadikan suatu informasi. Melalui kebijakan dividen para investor akan melakukan berbagai kajian mengenai investasi yang dilakukan serta menilai prospek tumbuh dan berkembangnya suatu perusahaan sehingga akan mempengaruhi rencana investasinya.  Dari uraian di atas, maka rumusan masalahnya adalah :

  1. Apakah kenaikan dividen akan direspon positif  oleh pasar  dengan kenaikan harga saham ?
  2. Apakah penurunan  dividen akan  direspon  negatif  oleh pasar  dengan penurunan harga saham ?
  3. Apakah akan terjadi perbedaan profitabilitas, dengan naiknya profitabilitas perusahaan pada tahun t+1 dibanding profitabilitas perusahaan pada tahun ke t setelah kenaikan dividen?
  4. Apakah  akan terjadi perbedaan profitabilitas,  dengan turunnya profitabilitas perusahaan pada tahun t+1 dibanding profitabilitas perusahaan pada tahun ke t setelah penurunan dividen?

Kesimpulan

Berdasar hasil analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, dapat dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  1. Peristiwa  pengumuman kenaikan dividen oleh perusahaan ternyata direspon positif oleh pasar. Peristiwa pengumuman kenaikan dividen ini memberikan  abnormal return  positif kepada investor pada satu hari setelah pengumuman kenaikan dividen. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kebocoran informasi sebelum pengumuman kenaikan dividen sehingga respon terjadi setelah kenaikan diumumkan. Respon positif pasar disebabkan karena pasar menganggap kenaikan dividen ini sebagai sinyal bahwa perusahaan mempunyai prospek cerah di masa mendatang.
  2. Sedangkan peristiwa pengumuman penurunan dividen oleh perusahaan ternyata tidak direspon negatif oleh pasar. Peristiwa pengumuman penurunan dividen tidak memberikan abnormal return negatif  signifikan. Abnormal return  positif yang signifikan malah ditemui pada empat hari setelah pengumuman penurunan dividen. Tidak adanya respon negatif atas peristiwa pengumuman penurunan dividen dimungkinkan karena investor menganggap laba ditahan  yang cukup besar akan digunakan  perusahaan untuk  reinvestasi  perusahaan. Investor menganggap kinerja perusahaan pada tahun berikutnya akan meningkat dengan adanya reinvestasi tersebut.
  3. Terjadi perbedaan profitabilitas yang signifikan pada saat terjadi kenaikan dividen dibanding profitabilitas pada tahun berikutnya. Hal ini bisa dilihat  dengan naiknya profitabilitas perusahaan pada tahun ke t+1 dibanding profitabilitas pada tahun ke t.  Ini berarti respon positif pasar terhadap kenaikan dividen karena menganggapnya sebagai sinyal perusahaan mempunyai prospek yang cerah di masa mendatang terbukti. Hal ini mendukung dividend signaling theory, yang menyatakan bahwa kenaikan  dividen dianggap sebagai kabar baik oleh investor karena kenaikan tersebut berarti mencerminkan bahwa perusahaan memiliki prospek cerah di masa mendatang.
  4. Terjadi perbedaan profitabilitas yang signifikan pada tahun saat terjadinya penurunan dividen dibanding profitabilitas pada tahun berikutnya. Hal ini bisa dilihat dengan turunnya profitabilitas perusahaan secara signifikan pada tahun ke t+1 dibanding  profitabilitas pada tahun ke t.  Penurunan profitabilitas menunjukkan dugaan para investor bahwa turunnya dividen yang dibagikan karena laba ditahan digunakan untuk reinvestasi yang akan meningkatkan kinerja perusahaan pada tahun berikutnya tidak terbukti. Mungkin besarnya laba ditahan digunakan oleh perusahaan untuk membayar hutang atau kewajiban perusahaan sehingga dana untuk reinvestasi  tidak sebesar laba yang ditahan.  Hal ini tentu tidak memperbaiki kinerja perusahaan.  Ini  sesuai dengan  dividend  signaling theory yang menyatakan bahwa penurunan dividen akan dianggap sebagai sinyal yang buruk pula terhadap kinerja perusahaan pada tahun berikutnya.