Analisis Permintaan KPR Pada Bank Umum

Skripsi EkonomiAnalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Pada Bank Umum Di Indonesia Tahun 2003-2010

KPR Analisis Permintaan KPR Pada Bank Umum Analisis Permintaan KPR Pada Bank Umum KPR

Latar Belakang Skripsi 

Menurut perkembangan perekonomian dewasa ini, harga rumah dirasa cukup tinggi. Dan pada saat ini tanah yang tersedia semakin sedikit sehingga menyebabkan harga tanah dan harga rumah menjadi semakin mahal. Keadaan ersebut menyebabkan masyarakat yang berpenghasilan rendah mempunyai kemungkinan kecil untuk membeli rumah secara kontan. Sehingga salah satu alternatif yang dapat ditempuh oleh pemerintah dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur adalah dengan kebijakan pemberian kredit untuk kepemilikan rumah dan menunjuk bank maupun lembaga keuangan non bank sebagai penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Perbankan memang bukan merupakan satu-satunya sumber permodalan utama bagi investasi nasional dalam sistem perekonomian sekarang ini.

Tetapi bagi Indonesia, perbankan merupakan sumber permodalan utama dan peranan itu masih relatif besar dan diandalkan  dibandingkan dengan pasar modal dan akaan.uns.ac.idtesis  digilib.uns.ac.id sumber-sumber permodalan lainnya. Kredit bagi bank umum merupakan sumber utama penghasilan, sekaligus sumber resiko operasi bisnis terbesar. Sebagian dana operasional bank diputarkan dalam  kredit, maka kredit akan mempunyai suatu kedudukan yang istimewa (Sutoyo, 2000). Sehingga “Kredit” dapat dianggap sebagai salah satu sumber dana yang penting dari setiap jenis kegiatan usaha dan dapat diibaratkan sebagai darah bagi makhluk hidup.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam penelitian ini yaitu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kredit pemilikan rumah pada bank umum di Indonesia adalah sebagai berikut :

  1. Bagaimanakah pengaruh pendapatan  masyarakat yang tercermin dalam Produk Domestik Bruto (PDB) terhadap permintaan kredit pemilikan rumah pada bank umum?
  2. Bagaimanakah pengaruh tingkat suku  bunga kredit terhadap permintaan kredit pemilikan rumah pada bank umum?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimanakah pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB),  tingkat suku bunga kredit (r), jumlah kantor bank umum (JKB), dan tingkat inflasi (INF) terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada bank umum  di Indonesia. Alat analisis yang digunakan adalah dengan metode  Regresi Berganda Double Log.

Kesimpulan 

Dari hasil perhitungan dan analisis  data yang telah dilakukan mengenai pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), tingkat suku bunga kredit, jumlah kantor bank, dan tingkat inflasi terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada Bank Umum di Indonesia, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Variabel Produk Domestik Bruto (PDB) secara signifikan berpengaruh berhubungan positif terhadap variabel dependen permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada bank umum. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,0002 pada derajat keyakinan 5%. Koefisien PDB diketahui sebesar 4,462, ini berarti ada pengaruh positif antara PDB dengan permintaan KPR. Peningkatan PDB akan meningkatkan permintaan KPR dan penurunan PDB akan menurunkan permintaan KPR pada bank umum di Indonesia. Jadi hipotesis pertama yaitu PDB berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap permintaan KPR pada bank umum di Indonesia terbukti.
  2. Variabel tingkat suku bunga kredit  secara signifikan berpengaruh dan berhubungan negatif terhadap variabel dependen permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada bank umum. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,0257 pada derajat keyakinan 5%. Koefisien tingkat suku bunga kredit diketahui sebesar -0,080, ini berarti ada hubungan negatif antara tingkat suku bunga kredit dengan permintaan KPR. Peningkatan an.uns.ac.id  digilib.uns.ac.id  tingkat suku bunga kredit akan menurunkan permintaan KPR dan penurunan tingkat suku bunga kredit akan menaikkan permintaan KPR pada bank umum di Indonesia. Jadi hipotesis pertama yaitu tingkat suku bunga kredit berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap permintaan KPR pada bank umum di Indonesia terbukti.
  3. Variabel jumlah kantor bank tidak berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada bank umum. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,9264 pada derajat keyakinan 5% dan koefisien jumlah kantor bank sebesar 0,058. Jadi hipotesis pertama yaitu jumlah kantor bank berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap permintaan KPR pada bank umum di Indonesia tidak terbukti.
  4. Variabel tingkat inflasi secara signifikan berpengaruh dan berhubungan positif terhadap variabel dependen permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada bank umum. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,0346 pada derajat keyakinan 5%. Koefisien tingkat inflasi diketahui sebesar  0,018, ini berarti ada pengaruh positif antara tingkat inflasi dengan permintaan KPR. Peningkatan tingkat inflasi akan meningkatkan permintaan KPR dan penurunan tingkat inflasi akan menurunkan permintaan KPR pada bank umum di Indonesia. Jadi hipotesis pertama yaitu tingkat inflasi berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap permintaan KPR pada bank umum di Indonesia terbukti.
  5. Secara bersama-sama variabel independen yaitu Produk Domestik Bruto (PDB), tingkat suku bunga, jumlah  kantor bank, dan tingkat inflasi berpengaruh dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu permintaanKredit Pemilikan Rumah (KPR) pada Bank Umum di Indonesia.

Analisis Permintaan Kredit Di Bank Tabungan Negara

Skripsi EkonomiAnalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Kredit Di Bank Tabungan Negara (PERSERO) Tbk Kantor Cabang Solo

pelayanan pdam Analisis Permintaan Kredit Di Bank Tabungan Negara Analisis Permintaan Kredit Di Bank Tabungan Negara pelayanan pdam

Latar Belakang Skripsi 

Penyaluran kredit merupakan kegiatan usaha yang mendominasi pengalokasian dana bank. Penggunaan dana untuk penyaluran kredit ini mencapai 70- 80 % dari volume usaha bank. Oleh karena itu sumber utama pendapatan bank berasal dari kegiatan penyaluran kredit dalam bentuk pendapatan bunga (Siamat, 2004).

Terkonsentrasinya usaha bank dalam penyaluran kredit tersebut menyebabkan peranan bank sebagai lembaga keuangan tidtesisak pernah lepas dari permasalahan kredit. Kegiatan kredit ini memberikan tingkat pengembalian yang besar untuk bank namun tingkat pengembalian yang besar tersebut diikuti dengan resiko yang cukup besar dalam kegiatan keditnya. Salah satu bank besar  di Indonesia yang berkontribusi dalam industri perbankan adalah Bank Tabungan Negara (BTN). Bank Tabungan Negara merupakan bank penyalur kredit perumahan terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia per 31 Desember 2009,  BTN termasuk dalam 10 bank besar di Indonesia berdasarkan jumlah aset dan kredit. Pangsa pasar yang dikuasai BTN sebagai market leader perumahan di Indonesia per akhir Desember 2009 adalah sekitar  25,8 % dari jumlah seluruh kredit perumahan di Indonesia. (Bank Indonesia, 2009)

Rumusan Masalah

Bagaimana pengaruh tingkat pendapatan, jangka waktu pengembalian, tingkat pendidikan,  tingkat suku bunga   terhadap besarnya permintaan kredit di Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Solo?

Tujuan Penelitian 

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan sebarapa besar pengaruh variabel tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, jangka waktu pengembalian dan tingkat suku bunga terhadap permintaan kredit di Bank Tabunga Negara (Persero), Tbk Kantor Cabang Solo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan survey terhadap esponden melalui kuesioner dan wawancara. Dengan sampel sebesar 100  responden dengan eknik sampling  random sampling. Dalam menganalisis digunakan teknik analisis regresi berganda dengan model Log-linier, juga dengan uji-uji statistik (uji t dan uji F) dan uji asumsi klasik.

Kesimpulan

  1. Variabel tingkat pendapatan secara  parsial dengan tingkat signifikan5% di dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap permintakredit. Baik pada teori maupun kenyataannya pada permintaan kredit BTN, tingkat pendidikan berpengaruh  signifikan dan positif terhadpermintaan kredit.
  2. Variabel tingkat pendidikan secara parsial dengan tingkat signifikan5% di dalam penelitian ini ternyata berpengaruh siginfikan terhadpermintaan kredit di BTN Kantor Cabang Solo.
  3. Variabel jangka waktu pengembalian kredit secara parsial dengan tingkat signifikansi 5% di dalam penelitian ini ternyata tidak berpengaruh siginifikan terhadap permintaan kredit di BTN Kantor Cabang Solo.
  4. Variabel tingkat suku bunga secara  parsial dengan tingkat signifikansi 5% di dalam penelitian ini ternyata tidak berpengaruh siginifikan terhadap permintaan kredit di BTN Kantor Cabang Solo.
  5. Dari hasil penelitian ke empat variabel tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, jangka waktu pengembalian dan tingkat suku bunga dengan tingkat siginfikansi 5% hanya terdapat dua variabel yaitu tingkat pendapatan dan tingkat pendidikan yang berpengaruh signifikan terhadap permintaan kredit sedangkan variabel lainnya berdasarkan kenyataanya tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan kredit.
  6. Secara bersama-sama keempat  variabel tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, jangka waktu pengembalian dan tingkat suku bunga dengan tingkat signifikansi 5% di dalam  penelitian ini berpengaruh secara signifikan terhadap di bank BTN Kantor Cabang Solo.

Analisis Permintaan Internet Speedy

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Internet Speedy Di Surakarta

speedy Analisis Permintaan Internet Speedy Analisis Permintaan Internet Speedy speedy1

Latar Belakang Skripsi 

Jaringan dan  jangkauan  telekomunikasi terus diperluas dengan menggunakan teknologi maju dan sesuai, serta meningkatkan mutu dan efisiensi pelayanannya.  Fasilitas telekomunikasi umum terus dikembangkan di seluruh tanah air sehingga makin tersebar dan menjangkau masyarakat luas.Pembangunan prasarana telekomunikasi baik untuk jaringan dalam negeri maupun internasional senantiasa terus ditingkatkan agar memenuhi permintaan masyarakat pengguna jasa telekomunikasi yang terus meningkat.

Faktor perhubungan dan telekomunikasi merupakan faktor penunjang utama berbagai aktifitas pembangunan yang dilaksanakan di semua daerah. Seperti kita ketahui wilayah Indonesia terdiri dari  ribuan pulau yang mencakup wilayah sedemikian luas dan secara geografis sulit dijangkau dalam waktu singkat terutama untuk daerah-daerah yang transportasinya tidtesisak lancar. Jelas keberadaan jasa telekomunikasi manjadi amat penting, sebab jasa telekomunikasi mampu berperan sebagai sarana penyambung yang efektif dan efisien.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:

  1. Bagaimana dan seberapa besar faktor-faktor pendapatan pelanggan, jumlah anggota keluarga, dan tarif Internet Speedy mempengaruhi  permintaan Internet Speedy di Surakarta?
  2. Bagaimana tingkat elastisitas pendapatan pelanggan, jumlah anggota keluarga, dan tarif Internet Speedy terhadap permintaan Internet Speedy di Surakarta?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  pendapatan  pelanggan, jumlah anggota keluarga dan tarif Internet Speedy terhadap  permintaan  Internet Speedy di Surakarta. Dalam penelitian ini data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh dari jawaban atas kuesioner yang diajukan kepada responden yaitu pelanggan Internet Speedy di wilayah Surakarta. Selain itu juga terdapat data sekunder yang berasal dari berbagai arsip dan publikasi dari PT TELKOM Surakarta, Badan Pusat Statistik BPS Kota Surakarta dan sumber-sumber lain yang mendukung dalam penelitian ini.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh pendapatan pelanggan, jumlah anggota keluarga dan tarif Internet Speedy terhadap permintaan  Internet Speedy dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Hasil Analisis Model Regresi Linier Berganda

a. Variabel pendapatan terhadap permintaan Internet Speedy. Variabel pendapatan secara parsial berpengaruh positif terhadap permintaan  Internet Speedy di Surakarta namun tidak signifikan pada tingkat 5%. Yang mungkin apabila pendapatan naik maka akan diiringi meningkatnya  permintaan  Internet Speedy. Hipotesis yang menyatakan pendapatan pelanggan berpengaruh positif terhadap  permintaan  Internet Speedy tidak dapat diterima.

b. Variabel jumlah anggota keluarga terhadap permintaan Internet Speedy. Variabel jumlah anggota keluarga  memiliki pengaruh negatif terhadap  permintaan  Internet Speedy di Surakarta pada tingkat signifikan 5%. Koefisien regresi variabel jumlah anggota keluarga  diperoleh  –1170,206. Apabila jumlah anggota keluarga  naik sebesar 1 satuan, maka permintaan  Internet Speedy akan turun sebesar 1170,206. Hipotesis yang menyatakan jumlah anggota keluarga berpengaruh negatif terhadap permintaan  Internet Speedy diterima. Hal ini disebabkan karena semakin banyak orang dalam satu keluarga, akan semakin meningkat pula kebutuhan hidupnya (pokok), sehingga akan berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sedangkan akses internet yang merupakan kebutuhan sekunder akan diusahakan  untuk ditekan serendah mungkin penggunaannya untuk mengurangi pengeluaran yang semakin banyak.  . Variabel tarif Internet Speedy terhadap permintaan Internet Speedy. Variabel tarif Internet Speedy  memiliki pengaruh positif terhadap permintaan  Internet Speedy di Surakarta pada tingkat signifikan 5%. Koefisien regresi variabel tarif Internet Speedy  diperoleh 1,096. Apabila tarif Internet Speedy  naik sebesar 1 satuan, maka  permintaan  Internet Speedy akan naik sebesar 1,096. Hipotesis yang menyatakan tarif Internet Speedy  berpengaruh negatif terhadap  permintaan  Internet Speedy tidak dapat diterima,   hal ini disebabkan dengan pemilihan tarif internet yang semakin besar menunjukkan bahwa kebutuhan internet responden juga semakin besar, sehingga meningkatkan  permintaan  internet speedy, sebaliknya jika tarif yang dipilih kecil maka permintaan Internet Speedy juga akan kecil.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Ikan Lele

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Ikan Lele Di Kabupaten Sukoharjo

ikan lele Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Ikan Lele Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Ikan Lele ikan lele

Latar Belakang Skripsi 

Ikan lele merupakan salah satu komoditas unggulan air tawar yang penting dalam rangka pemenuhan peningkatan gizi masyarakat. Komoditas perikanan ini  mudah dibudidtesisayakan dan harga ikan lele  terjangkau oleh lapisan masyrakarat bawah.  Permintaan lele untuk pasar Jawa Tengah dan Yogyakarta mencapai 20 ton per hari dan untuk pasar Jawa Timur mencapai 30  ton per hari. Dengan demikian prospek pasar lele  dumbo di masa yang akan datang memang menjanjikan yang ditandai dengan permintaan dan harga lele tiap tahunnya cenderung meningkat (Mahyuddin, 2010).

Kabupaten Sukoharjo  merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang mengembangkan budidaya  ikan di kolam dan karamba. Sub Dinas Perikanan,  sebagai dinas terkait pengembangan dan pembinaan perikanan, memiliki tujuan untuk meningkatkan produksi dan konsumsi ikan. Usaha yang telah dilaksanakan,  salah satunya,  adalah  terbentuknya Desa Mina Lele di Kecamatan Nguter. Menurut publikasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan  Provinsi  Jawa Tengah  tahun 2009, Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu sentra produksi ikan lele.

Perumusan Masalah

  1. Bagaimana pengaruh variabel harga ikan lele, harga ikan nila merah, harga daging ayam  ras,  harga  beras  dan  pendapatan per kapita  terhadap permintaan ikan lele di Kabupaten Sukoharjo?
  2. Sejauh mana tingkat  elastisitas permintaan ikan  lele  di  Kabupaten Sukoharjo?

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ikan lele di Kabupaten Sukoharjo dan tingkat kepekaan (elastisitas) permintaan ikan lele di Kabupaten Sukoharjo. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif analitis. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) yaitu di Kabupaten Sukoharjo. Data yang digunakan adalah  time series  selama 16 tahun dari tahun 1995-2010.

Kesimpulan

Penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ikan lele di Kabupaten Sukoharjo ini menghasilkan beberapa kesimpulan :

  1. Harga ikan lele, harga ikan nila merah, harga  daging ayam ras, harga beras dan  pendapatan per  kapita adalah faktor-faktor yang secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap permintaan ikan lele di Kabupaten Sukoharjo.  Harga beras dan pendapatan per kapita secara parsial signifikan  terhadap permintaan ikan lele di Kabupaten Sukoharjo sampai pada tingkat kepercayaan 99%. Harga ikan lele signifikan terhadap  permintaan ikan lele di Kabupaten Sukoharjo  sampai pada tingkat kepercayaan 95%. Harga daging ayam ras  signifikan terhadap permintaan ikan lele di Kabupaten Sukoharjo  sampai pada tingkat kepercayaan 90%.  Sedangkan  variabel  seperti harga  ikan nila merah secara parsial tidak memiliki hubungan yang nyata terhadap permintaan ikan lele di Kabupaten Sukoharjo.
  2. Permintaan ikan lele bersifat  elastis  karena ikan lele memiliki banyak subtitusi. Nilai elastisitas silang dengan harga  ikan nila merah dan harga daging ayam ras  bertanda positif yang berarti kedua bahan pangan tersebut merupakan subtitusi  ikan lele. Nilai elastisitas positif pada harga beras menjelaskan bahwa beras bukan bahan pangan pelengkap dari  ikan lele.  Nilai elastisitas pendapatan bertanda positif  yang menunjukkan bahwa ikan lele adalah barang normal (kebutuhan pokok).

Permintaan Air Minum Oleh Pelanggan PDAM

Skripsi Ekonomi  ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Air Minum Oleh Pelanggan PDAM Di Kabupaten Boyolali (studi kasus untuk konsumen rumah tangga  di pedesaan)

pelayanan pdam Permintaan Air Minum Oleh Pelanggan PDAM Permintaan Air Minum Oleh Pelanggan PDAM pelayanan pdam

Latar Belakang Skripsi 

Beberapa daerah tertentu masih banyak penduduk yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk mempertahakan  hidtesisupnya. Bahkan dalam   perekonomian air memegang peranan penting yakni untuk keperluan pertanian, industri perikanan, pembangkit tenaga listrik, dan sebagainya. Problematika sumber daya air ada dua aspek yaitu menambah pengadaan air dan menghemat penggunaan air. Kehadiran teknologi sangat berperan dalam penambahan kualitas air dengan penemuan dan pengambilan sumber air dalam tanah. Masalah sumber daya air kaitannya dengan nilai guna tanah, rencana penggunaan tanah dan kemungkinan–kemungkinan sangat dipengaruhi oleh

pengolahan sumber daya yang antara lain mencakup pola penadahan air dan pengaturan pembagiannya ( Sumitro Djoyohadikusumo, 1994 : 267 ) sehingga   air bersih diperkotaan banyak yang digunakan untuk berbagai fasilitas yang menunjang kehidupan manusia. Misalnya untuk perumahan, industri, perhotelan, perkantoran, pusat pembelanjaan dan sebagainya, sehingga tanah yang semakin sempit ditambah dengan pencemaran air yang ditimbulkan oleh kegiatan rumah tangga dan industri mengakibatkan semakin  berkurangnya air bersih.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan maka perumusan masalah dalam skripsi ini adalah sebagai berikut :

  1. Apakah  tingkat pendapatan pelanggan, jumlah anggota keluarga pelanggan, dan lama sebagai pelanggan air minum PDAM berpengaruh terhadap permintaan air minum oleh pelanggan di Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Boyolali ?
  2. Bagaimanakah pola penggunaan air minum oleh pelanggan di Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Boyolali ?

Tujuan Penelitian 

Dalam kegiatan ini hal yang ingin dicapai ialah mengetahui apa sajakah faktor-faktor yang melandasi permintaan air oleh pelanggan PDAM.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan  sebagai berikut :

  1. Tingkat pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan air minum PDAM, hal ini dapat dilihat dari koefisien regresi dari faktor pendapatan sebesar 0,207 dan nilai t-hitung (2,982) yang lebih besar dari nilai t-tabel (1,96).
  2. Jumlah keluarga pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan air minum PDAM, hal ini dapat dilihat dari koefisien regresi dari faktor jumlah keluarga pelanggan sebesar 0,320 dan nilai t-hitung (3,334) yang lebih besar dari nilai t-tabel (1,96).
  3. Lama sebagai pelanggan air minum berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan air minum PDAM, hal ini dapat dilihat dari koefisien regresi dari faktor lama sebagai pelanggan sebesar 0,127 dan nilai t-hitung (2,280) yang lebih besar dari nilai t-tabel (1,96).
  4. Faktor pendapatan, jumlah keluarga pelanggan dan lama sebagai pelanggan air minum sebagai variabel dependen  secara bersama-sama berpengaruh terhadap permintaan air minum PDAM sebagai variabel dependen, hal ini dapat dilihat dari hasil uji F dimana nilai F-hitung (27,142) lebih besar dari nilai F-tabel (3,15).