Menguji Kualitas Instrumen Penelitian

Menguji Kualitas Instrumen Penelitian Menguji Kualitas Instrumen Penelitian tesisInstrumen penelitian yang akan digunakan dalam penelitian tugas akhir skripsi atau tesis, sebelum digunakan harus di uji terlebih dahulu kualitasnya. Untuk menguji kualitas instrumen digunakan dua (2) uji, yaitu uji validtesisitas dan uji reliabilitas.

Uji Validitas
Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah suatu instrumen alat ukur telah menjalankan fungsi ukurnya. Validitas menunjukkan ketepatan dan kecermatan alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Untuk mengetahui konsistensi dan akurasi data yang dikumpulkan dari penggunaan instrumen dilakukan uji validitas dengan menggunakan korelasi produk momen.

Saya analogikan uji validitas sebagai berikut:

– Uji menguji materi yang berkaitan dengan mata kuliah manajemen sumber daya manusia maka harus digunakan soal yang berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia

– Uji menguji materi yang berkaitan dengan mata kuliah manajemen pemasaran maka harus digunakan soal yang berkaitan dengan manajemen pemasaran

– Uji menguji materi yang berkaitan dengan kinerja maka harus digunakan soal yang mampu mengukur kinerja <= perhatikan bahwa KINERJA dapat menjadi suatu variabel penelitian

– Uji menguji materi yang berkaitan dengan kedisiplinan maka harus digunakan soal yang mampu mengukur kedisiplinan <= perhatikan bahwa KEDISIPLINAN dapat menjadi suatu variabel penelitian

Suatu skala pengukuran disebut valid bila ia melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan mengukur apa yang seharusnya diukur. Bila skala pengukuran tidak valid maka ia tidak bermanfaat bagi peneliti karena tidak mengukur apa yang seharusnya diukur atau melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Pada penelitian ini validitas yang di uji adalah validitas konstruk (construct validity) dengan mengkorelasikan skor masing-masing butir dengan skor total. Skor total sendiri adalah skor yang didapat dari penjumlahan skor butir untuk instrumen tersebut.

Perhitungan dilakukan dengan menggunakan korelasi product moment. Adapun teknik korelasi product moment adalah sebagai berikut:

Keterangan :
r = koefisien korelasi
N = jumlah sampel
X = skor satu item pertanyaan
Y = jumlah skor item pertanyaan

Responden yang diperlukan untuk melakukan uji validitas biasanya sebanyak 30 responden. Nilai 30 responden adalah standar minimal. Anda bisa menggunakan lebih dari 30 responden untuk menguji validitas.

Hasil perhitungan nilai korelasi product moment (r hitung) selanjutnya dibandingkan dengan nilai r tabel. Nilai r tabel diperoleh dari tabel statistik product moment pada derajat bebas n – 2 dan alpha 5% sebesar 0,3610 untuk jumlah responden sebanyak 30 orang. Adapun kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut:
a. Jika r hitung > r tabel maka item pertanyaan bersifat valid.
b. Jika r hitung ? r tabel maka item pertanyaan bersifat tidak valid.

Uji Reliabilitas

Pengujian reliabilitas adalah berkaitan dengan masalah adanya kepercayaan terhadap instrumen. Suatu instrumen dapat memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi (konsisten) jika hasil dari pengujian instrumen tersebut menunjukkan hasil yang tetap. Dengan demikian, masalah reliabilitas instrumen berhubungan dengan masalah ketepatan hasil. Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui tingkat kestabilan suatu alat ukur. Pada penelitian, uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan pendekatan internal consistency reliability yang menggunakan Cronbach Alpha untuk mengidentifikasikan seberapa baik item-item dalam kuisioner berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Teknik ini menggunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan:
a = reliabilitas instrumen
k = banyaknya butir pertanyaan
t 2 = varian total

Sebuah faktor dinyatakan reliabel/handal jika koefisien Alpha lebih besar dari 0,6.

Sumber : Imam Ghozali 2005.

Menentukan Judul Skripsi Hukum Dengan Benar

Menentukan Judul Skripsi Hukum Dengan Benar Menentukan Judul Skripsi Hukum Dengan Benar tesisBagi mahasiswa semester akhir fakultas hukum yang akan memperoleh gelar sarjana, menulis skripsi merupakan salah satu syarat kelulusan yang wajib dipenuhi. Program studi ilmu hukum dibagi menjadi beberapa konsentrasi yang meliputi hukum pidtesisana, hukum perdata, hukum acara, hukum tata negara, hukum ekonomi, hukum agraria, hukum bisnis, hukum lingkungan, dan hukum internasional. Banyak sekali judul skripsi hukum yang tersedia di internet dan perpustakaan yang dapat digunakan sebagai acuan atau sumber inspirasi dalam mengerjakan skripsi bidang studi hukum.

Berikut ini adalah contoh-contoh judul skripsi hukum yang dapat membantu anda, khususnya mahasiswa fakultas hukum yang akan menyusun skripsi, diantaranya Asas-asas umum pemerintahan yang baik sebagai dasar pembatalan keputusan tata usaha negara dalam kaitannya dengan Pasal 53 Ayat (2) Undang-undang No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, Kewenangan mengadili sengketa tata usaha negara dalam kaitannya dengan ketentuan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, Pertanggungjawaban Pidana Presiden Republik Indonesia Menurut Sistem Ketatanegaraan Indonesia, Peranan DPRGR periode 1965-1971 dalam menegakkan kehidupan ketatanegaraan yang konstitusional berdasarkan UUD 1945, Kekuasaan Kehakiman Yang Merdeka: Suatu Penelitian Tentang Pola Pembinaan Hakim Pada Peradilan Tata Usaha Negara, dan masih banyak lagi judul-judul skripsi hukum yang lain.

Untuk menghasilkan skripsi yang berkualitas, judul skripsi hukum juga harus menarik dan kreatif, serta tidak menjiplak dari skripsi-skripsi yang sudah ada. Sebelum membuat judul untuk skripsi, anda harus menentukan topik yang akan anda gunakan sebagai bahan pembahasan untuk skripsi anda. Topik skripsi dapat anda peroleh dari peristiwa-peristiwa atau fenomena-fenomena di sekitar anda yang ada kaitannya dengan hukum. Setelah anda menemukan topik untuk skripsi yang akan anda susun, langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Dosen pembimbing akan mengarahkan anda untuk langkah-langkah selanjutnya.

Dalam menentukan judul skripsi hukum, anda juga memerlukan persetujuan dari dosen pembimbing terlebih dahulu. Judul skripsi harus mewakili keseluruhan penjelasan dari skripsi yang anda buat.  Mungkin hal ini terlihat sepele, namun sebenarnya judul skripsi merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam penyusunan skripsi. Ada kalanya mahasiswa harus mengganti judul skripsinya berulang-ulang sampai judul tersebut dirasa layak untuk dijadikan judul skripsi. Setelah judul skripsi anda mendapat persetujuan dari dosen pembimbing, anda dapat menginjak ke langkah selanjutnya.

Bagaimana Cara Menyusun Skripsi Pemasaran Dengan Mudah

Bagaimana Cara Menyusun Skripsi Pemasaran Dengan Mudah Bagaimana Cara Menyusun Skripsi Pemasaran Dengan Mudah tesisSkripsi adalah salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana, khususnya sarjana Strata Satu (S1). Tiap mahasiswa yang menempuh pendidtesisikan S1 di perguruan tinggi wajib menyusun skripsi karena ini merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk meraih gelar sarjana. Bagi anda yang mengambil kuliah dengan jurusan ekonomi, ada berbagai macam konsentrasi yang dapat anda pilih untuk dijadikan skripsi, salah satunya adalah bidang pemasaran. Skripsi pemasaran berkaitan dengan bisnis barang dan jasa yang memerlukan pemasaran untuk menunjang kesuksesan dari bisnis tersebut. Biasanya, pemasaran ini juga berkaitan dengan jual beli baik barang maupun jasa.

Dalam menyusun skripsi pemasaran ini, anda dapat menganalisa bisnis kecil, menengah, dan besar yang ada di daerah anda. Strategi pemasaran yang digunakan oleh tiap bidang bisnis berbeda-beda. Anda dapat melakukan wawancara dengan bagian pemasaran atau humas di suatu perusahaan sebagai bahan penelitian anda. Selain itu, anda juga bisa melakukan pengamatan-pengamatan tentang pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan tertentu.

Jika anda menemukan kesulitan dalam menentukan topik untuk skripsi pemasaran, anda dapat mencari beberapa referensi dari skripsi-skripsi yang sudah ada. Beberapa judul skripsi yang mungkin dapat menginspirasi anda antara lain Pengaruh Value Terhadap Repurchase Intention Melalui Customer Satisfaction (2008), Hubungan Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pasien Terhadap Customer Loyality Melalui Switchng Cost (2008), Pelaksanaan pemasaran Langsung Melalui Telepon Pada Citibank Di Jakarta (2000), dan masih banyak lagi contoh-contoh skripsi di bidang pemasaran yang dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi anda dalam menentukan topik skripsi.

Setelah anda menentukan topik yang akan anda bahas dalam skripsi pemasaran anda, langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah membuat judul dan menentukan permasalahan sebagai bahan analisis. Judul skripsi harus berhubungan dengan permasalahan yang anda bahas sehingga antara topik, judul, permasalahan, pembahasan, dan kesimpulan akan saling berkaitan satu sama lain.

Selanjutnya, judul dan permasalahan yang sudah anda buat diajukan lepada dosen pembimbing untuk mendapatkan persetujuan. Setelah mendapat persetujuan dari dosen pembimbing, anda dapat memulai penelitian dan menyusunnya menjadi skripsi yang berkualitas. Dalam proses penyusunan skripsi pemasaran tersebut, anda tetap harus berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Dan jika terdapat kesalahan pada skripsi anda, anda harus melakukan revisi terhadap skripsi tersebut. Setelah skripsi anda dinyatakan layak, anda dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu ujian skripsi. Ujian skripsi ini merupakan salah satu faktor penting yang akan menentukan lulus tidaknya anda dalam meraih gelar sarjana.

Analisis Audit Expectation GAP Pada Pemerintah Daerah

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Audit Expectation GAP Pada Pemerintah Daerah (Studi Empiris Di Kabupaten Sragen)

akuntansi (1) Analisis Audit Expectation GAP Pada Pemerintah Daerah Analisis Audit Expectation GAP Pada Pemerintah Daerah akuntansi 1

 Latar Belakang Skripsi 

Laporan keuangan merupakan perwujudan dari pelaksanaan Laporan keuangan yang pada dasarnya merupakan asersi atau pernyataan pihak manajemen pemerintah daerah yang menginformasikan kepada pihak lain,yaitu para pemangku kepentingan yang ada tentang kondisi keuangan pemerintah daerah.  Pemerintah daerah berkewajiban mempertanggungjawabkan laporan keuangan pemerintah daerah kepada pemangku kepentingannya.  Pemangku kepentingan yang utama adalah masyarakat dan dewan legislatif daerah (DPRD). Permasalahan akuntabilitas publik bisa muncul apabila pemerintah daerah tidtesisak mampu menyajikan informasi mengenai laporan keuangan secara relevan, handal,sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat sebagai konstituennya (Mahmudi, Laporan keuangan yang dipublikasikan oleh pemerintah daerah oleh banyak pihak sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.  keuangan publikasian tersebut harus disajikan secara wajar terbebas dari salah saji yang material sehingga tidak menyesatkan pembaca dan pengguna Jika laporan keuangan yang dipublikasikan buruk, artinya laporantersebut dihasilkan dari sistem akuntansi yang buruk sehingga di dalamnyamengandung kesalahan yang material dalam penyajian angka, tidak disusun sesuai dengan standar pelaporan, dan tidak tepat waktu dalam penyampaiannya.  Laporan keuangan yang buruk menyebabkan pengguna laporan keuanganmemperoleh informasi yang salah dan menyesatkan (Mahmudi, 2007).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berkewajiban melaksanakan pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah Mahmudi (2007) menambahkan dalam rangka pelaksanaan pemeriksaan keuangan ini, BPK sebagai auditor yang independen akan melaksanakan audit sesuai dengan standar audit yang berlaku dan akan memberikan pendapat (opini) atas kewajaran laporan keuangan.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah terdapat audit expectation gap antara auditor pemerintah (BPK) pengguna laporan keuangan pemerintah dilihat dari sisi peran auditor?

2. Apakah terdapat audit expectation gap antara auditor pemerintah (BPK) pengguna laporan keuangan pemerintah dilihat dari sisi independensi auditor?

3. Apakah terdapat audit expectation gap antara auditor pemerintah (BPK) pengguna laporan keuangan pemerintah dilihat dari sisi pengetahuan audit?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti secara empiris mengenai audit expectation gap di antara auditor pemerintah (BPK) dan pengguna  laporan keuangan pemerintah daerah mengenai peran auditor, independensi auditor, dan pengetahuan audit.

Simpulan

Hasil pengujian terhadap hipotesis pertama dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat  audit expectation gap  antara auditor pemerintah (BPK) dan pengguna laporan keuangan pemerintah, yaitu anggota DPRD, pegawai DPPKAD dan masyarakat pembayar pajak daerah dilihat dari sisi peran

Hasil pengujian terhadap hipotesis kedua dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat  audit expectation gap  antara auditor pemerintah (BPK) dan pengguna laporan keuangan pemerintah, yaitu anggota DPRD, pegawai DPPKAD dan masyarakat pembayar pajak daerah dilihat dari sisiindependensi auditor.Hasil pengujian terhadap hipotesis ketiga dalam penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa terdapat  audit expectation gap  antara auditor pemerintah (BPK) dan pengguna laporan keuangan pemerintah, yaitu anggota DPRD, pegawai DPPKAD dan masyarakat pembayar pajak daerah dilihat dari sisipengetahuan audit.

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis terhadap indikator dalam variabel-variabel penelitian terlihat bahwa kurangnya pengetahuan audit dari pengguna laporan keuangan pemerintah daerah menyebabkan eksistensi  audit expectation

 

Analisis Kepuasan Pada Retail Web Site “KASKUS.US”

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Atribut Interactivity Terhadap Behavioral Intentions Dengan Dimediasi Oleh Telepresence Dan Satisfaction Pada Retail Web Site “KASKUS.US”

kaskus Analisis Kepuasan Pada Retail Web Site “KASKUS.US” Analisis Kepuasan Pada Retail Web Site “KASKUS.US” kaskus

Latar Belakang Skripsi 

Dari perspektif pemasaran, web site merupakan sarana dan langkah untuk menuju sukses yang memberikan nilai dan memberikan sumber pendapatan baru, karena di dalamnya terdapat  information, branding,  dan selling. Penjualan melalui internet kebanyakan menggunakan sistem  retail atau disebut juga online retailing. Iklan melalui web site tidtesisak mengenal batas dan waktu. Dengan kata lain, pemirsa dapat menjangkau situs itu di kawasan geografis manapun dan kapan saja ia mau (Hasan, 2008:492).

Perkembangan industri retail yang sangat cepat menuntut produsen menyiapkan saluran distribusi yang efektif. Sebagian produsen tidak langsung menjual barang mereka kepada pemakai akhir. Diantara produsen dan pemakai terdapat saluran pemasaran, sekumpulan perantara pemasaran yang melakukan berbagai fungsi dan menyandang berbagai nama. Ada berbagai level saluran yang menghubungkan produsen dengan pelanggan akhir.

Rumusan  Masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian adalah:

  1. Apakah interactivity berpengaruh pada telepresence konsumen kaskus.us?
  2. Apakah interactivity berpengaruh pada satisfaction konsumen kaskus.us?
  3. Apakah telepresence berpengaruh pada satisfaction konsumen kaskus.us?
  4. Apakah  interactivity  berpengaruh  pada  behavioral intentions  kaskus.us?
  5. Apakah  satisfaction  berpengaruh  pada  behavioral intentions  kaskus.us?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara interactivity dan telepresence, interactivity dan  telepresence dan  satisfaction,  interactivity dan  behavioral intentions, satisfaction dan behavioral Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode  Nonprobability Sampling.

Kesimpulan

Dari hasil pengujian hipotesis dan pembahasan dalam penelitian ini, dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain sebagai berikut:

  1. Hipotesis pertama dalam penelitian ini terbukti bahwa  interactivity berpengaruh signifikan terhadap telepresence.
  2. Hipotesis kedua dalam penelitian ini terbukti bahwa  berpengaruh signifikan terhadap 
  3. Hipotesis ketiga dalam penelitian ini terbukti bahwa  berpengaruh signifikan terhadap 
  4. Hipotesis keempat dalam penelitian ini terbukti berpengaruh signifikan terhadap behavioral 
  5. Hipotesis kelima dalam penelitian ini terbukti bahwa  berpengaruh signifikan terhadap behavioral intentions