Skripasi Ekonomi- Brand Equity Dengan Customer Loyalty

Skripasi Ekonomi ~ Analisis Anteseden Green Brand Equity Hubungannya Dengan Customer Loyalty ( Studi Kasus Pada Konsumen Sepeda Motor Honda di Kota Solo)

logo honda Skripasi Ekonomi- Brand Equity Dengan Customer Loyalty Skripasi Ekonomi- Brand Equity Dengan Customer Loyalty logo honda

Latar Belakang Skripsi :

Sudah sejak lama produsen dan industri,  baik di negara maju maupun negara berkembang  tidtesisak memperhitungkan lingkungan sebagai salah satu faktor  dari proses produksinya. Air, udara, tanah, hutan, tambang dianggap sebagai yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya tanpa perlu memikirkan usaha  untuk melestarikannya. Akibatnya, tekanan terhadap lingkungan menjadi besar dan mempengaruhi keseimbangan alam. Bencana alam, perubahan iklim, pemanasan global dan pencemaran merupakan harga yang harus ditanggung masyarakat dari aktivitas industri di atas.

Kesadaran bahwa lingkungan harus pula dihargai mencuat sejak diperkenalkannya  Environmental Impact Assessment  (EIA) di Amerika sekitar tahun 1970-an, yang mewajibkan dimasukkannya perhitungan atas lingkungan bagi setiap rencana kegiatan yang diperkirakan berdampak besar (adverse impact) terhadap lingkungan. Konsep menginternalkan harga (cost) lingkungan dalam suatu produksi dilanjuti pula dalam konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) di tahun 1987. Di Indonesia,  kedua konsep di atas terinternalisasi dalam Undang-Undang No. 4 tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan.

Rumusan Masalah

  1. Apakah Green Brand Image mempunyai hubungan dengan Green Satisfaction?
  2. Apakah Green Brand Image mempunyai hubungan dengan Green Trust?
  3. Apakah  Green Brand Image  mempunyai hubungan ke  Green Brand Equity?
  4. Apakah Green Satisfaction Mempunyai hubungan dengan Green Brand Equity? 5.  Apakah Green Trust mempunyai hubungan dengan Green Brand Equity?
  5. Apakah  Green Trust  mempunyai hubungan dengan  Customer Loyalty?
  6. Apakah  Green Brand Equity  mempunyai hubungan dengan Customer Loyalty??
  7. Apakah  Green Satisfaction  mempunyai hubungan dengan Customer Loyalty?

Tujuan Penelitian 

Penelitian  ini  bertujuan untuk menguji model kausal yang diharapkan mampu menjelaskan pengaruh  anteseden Green brand equity  hubungannya dengan Customer loyalty.  Data  diambil  melalui  penyebaran kuesioner langsung kepada  180 responden yang memenuhi kriteria, yaitu (1) Masyarakat yang berdomisili di Kota Solo, (2) Memiliki  sepeda motor Honda, (3)  Memiliki pengalaman menggunakan produk sepeda motor Honda.  Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan  nonprobability sampling  yaitu  purposive sampling.  Hal ini bertujuan untuk menjamin keakuratan data yang dikumpulkan.

Simpulan

Simpulan penelitian dimaksudkan untuk mempermudah pemahaman mengenai hasil dari penelitian ini. Dalam sub bab ini akan dipaparkan secara singkat mengenai hasil penelitian.

  1. Green brand image secara positif berhubungan dengan green satisfaction karena  Brand Image  adalah determinan yang penting dari  Customer Satisfaction.  Perusahaan menginvestasikan banyak usaha untuk meningkatkan brand image, bukan hanya untuk menghindari protes karena masalah lingkungan atau hukuman namun juga dapat untuk meningkatkan kepuasan konsumen akan environmental desires, sustainable expectation, dan green needs.
  2. Green brand image secara positif berhubungan dengan green trust, karena dapat mengikis resiko yang dibayangkan oleh konsumen dan secara simultan meningkatkan kemungkinan terjadinya pembelian di saat transaksi berlangsung.  Pengaruh positif tersebut menandakan semakin tinggi  Green Brand Image  Honda, semakin tinggi juga  Green konsumen. Sebaliknya, semakin rendah  Green Brand Image  Honda semakin rendah juga Green Trust konsumen.
  3. Green Brand Image  secara positif berhubungan dengan  Green Brand Equity.  Pengaruh positif tersebut menandakan bahwa semakin tinggi Green Brand Image  Honda, semakin tinggi juga  Green Brand Equity Honda. Sebaliknya, bila Green Brand Image Honda rendah, maka semakin rendah juga Green Brand Equity dari Honda.
  4. Green satisfaction secara positif berhubungan dengan green brand equity, karena Satisfaction (kepuasan) adalah tingkat kesenangan yang didapatkan setelah mengkonsumsi suatu produk di mana hal ini dapat memenuhi keinginan, hasrat, dan tujuan konsumen. Pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi  Green Satisfaction  akan mengakibatkan  Green Brand Equity yang tinggi. Sebaliknya, semakin rendah Green Satisfaction, maka akan mengakibatkan Green Brand Equity yang semakin rendah.
  5. Green Trust  secara positif berhubungan dengan  Green Brand Equity, karena  trust  dianggap sebagai sebuah strategi penerapan di dalam ranah pemasaran dan bahan dasar yang paling penting di dalam kesuksesan sebuah hubungan. Pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi Green Trust,  akan mengakibatkan meningkatnya  Green Brand equity  Honda. Sebaliknya semakin rendah Green Trust, maka akan mengakibatkan Green Brand equity yang rendah pula.
  6. Green Satisfaction  secara positif berhubungan dengan Customer Loyalty, karena  Satisfaction  itu unik dibandingkan dengan konsep lain yang trust mempunyai kedekatan, seperti kualitas, loyalitas, dan sikap, dan telah dihipotesiskan di dalam literatur karena mempunyai pengaruh kepada Customer Loyalty.  Pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi Green Satisfaction  konsumen,  maka akan semakin tinggi  Customer Loyalty. Sebaliknya semakin rendah  Green Satisfaction,  maka akan mengakibatkan Customer Loyalty yang rendah pula.
  7. Green Trust secara positif berhubungan dengan Customer Loyalty, karena Trust  sebagai kemauan untuk bersandar pada pasangan berjual beli di mana salah satu dari mereka mempunyai kepercayaan diri.  Pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi  Green Trust  konsumen,  akan mengakibatkan Customer Loyalty yang tinggi. Sebaliknya semakin rendah Green Trust, maka akan mengakibatkan  Customer Loyalty  yang rendah pula.
  8. Green Brand Equity secara positif berhubungan dengan Customer Loyalty, karena brand equity merupakan efek pembeda yang pengetahuan terhadap merek berada dalam respon konsumen pada pemasaran suatu produk. Pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi  Green Brand Equity konsumen, akan mengakibatkan Customer Loyalty yang tinggi. Sebaliknya semakin rendah Green Brand Equity, maka akan mengakibatkan Customer Loyalty yang rendah pula.
  9. Green satisfaction,  dan  Green trust  mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap Behavioural loyalty. Green satisfaction, Green trust,  dan Green brand equity mempunyai hubungan yang positif dengan Attitudinal loyalty.  Dari hubungan dua model ini, dapat diartikan bahwa ketiga variabel mempunyai hubungan positif dengan  Customer loyalty,  namun green satisfaction dan green trust mempunyai hubungan yang paling kuat.
  10. Hubungan positif antara  Green Brand Image  dan  Green Brand Equity dimediasi oleh Green satisfaction  dan Green Trust,  dengan Green Trust sebagai variabel mediasi yang mempunyai pengaruh paling kuat. Hal ini menjelaskan bahwa untuk membentuk ekuitas merek yang kuat diperlukan citra yang positif terhadap sebuah merek, yang dimediasi oleh kepuasan dan terutama kepercayaan pelanggan terhadap sebuah merek.
  11. Hubungan positif antara  Green Satisfaction  dan  Green Trust  dengan Costumer Loyalty  dimediasi oleh  Green Brand Equity. Hal ini menjelaskan bahwa utuk membentuk loyalitas konsumen diperlukan kepuasan dan kepercayaan yang positif dari konsumen yang dimediasi oleh ekuitas merek yang kuat.

 

Skripasi Ekonomi- Loyalitas Konsumen GSM Prabayar

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Anteseden Loyalitas Konsumen GSM Prabayar di Surakarta (studi pada mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Sebelas Maret)

GSM prabayar Skripasi Ekonomi- Loyalitas Konsumen GSM Prabayar Skripasi Ekonomi- Loyalitas Konsumen GSM Prabayar GSM prabayar

 Latar Belakang Skripsi :

Sebagai perusahaan penyedia layanan telekomunikasi (GSM Prabayar) maka perusahaan perlu memusatkan perhatiannya tidtesisak hanya pada bagaimana cara untuk menarik konsumen atau pengguna baru, melainkan bagaimana untuk menjalin dan mempertahankan konsumen yang sudah ada dalam jangka waktu yang lama, mengingat persaingan diantara perusahaan penyedia layanan telekomunikasi (GSM Prabayar) semakin ketat. Cara terbaik untuk mendapatkan dan memelihara konsumen secara konstan menggambarkan bagaimana cara memberi mereka lebih (Kotler, 2003). Pelayanan yang baik membuat konsumen dapat merasakan kepuasan yang lebih dan sebaliknya tanpa pelayanan yang baik konsumen akan merasakan ada kekurangan dalam berbelanja atau membeli barang dan jasa meskipun harga yang bisa diperoleh lebih rendah (Kotler, 2003).

Salah satu fokus yang menjadi tolak ukur keberhasilan pemasaran perusahaan adalah bagaimana suatu perusahaan mampu menjadi loyalitas dari konsumennya. Seorang konsumen yang loyal menjadi aset yang sangat bernilai bagi perusahaan. Dipertahankannya konsumen yang loyal dapat mengurangi usaha mencari konsumen baru yang berarti memberikan umpan balik positif kepada perusahaan. Perusahaan dapat lebih melakukan penghematan biaya dalam mempertahankan konsumen yang lama daripada mencari konsumen baru.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas, maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Apakah service quality berpengaruh terhadap customer loyalty ?
  2. Apakah service quality berpengaruh terhadap trust ?
  3. Apakah trust berpengaruh terhadap switching cost ?
  4. Apakah trust berpengaruh terhadap customer loyalty?
  5. Apakah corporate image berpengaruh terhadap customer loyalty ?
  6. Apakah service quality berpengaruh terhadap corporate image ?
  7. Apakah switching cost berpengaruh terhadap customer loyalty ?
  8. Apakah service quality berpengaruh terhadap switching cost ?

Tujuan Penelitian

penelitian ini dilakukan dengan tujuan ingin mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi Customer loyality pada GSM prabayar.

Kesimpulan

Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Aydin dan Ozer (2005). Hasil pengujian goodness-of-fit atas model yang diajukan menunjukkan hasil yang baik. Berikut ini adalah urutan hasil pengukuran model penelitian ini: c2 = 417,203; probabilitas = 0,000; RMSEA = 0,047; GFI = 0,870 ; AGFI = 0,843; CMIN/DF = 1,434; TLI = 0,915; NFI= 0,789; CFI = 0,924; IFI = 0,925. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua hipotesis yang diajukan mendukung penelitian yang dilakukan oleh Aydin dan Ozer (2005), yaitu sebagai berikut:

  1. Service Quality berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty. Dengan demikian hipotesis pertama, yaitu Service Quality positif terhadap Customer Loyalty terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar  3,090 dengan S.E sebesar 0,111. Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 1 diterima pada tingkat signifikan  a = 0,01.
  2. Service Quality berpengaruh positif terhadap Trust.  Dengan demikian hipotesis kedua, yaitu Service Quality berpengaruh positif terhadap Trust terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar  6,589 dengan S.E sebesar  0,106.  Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 2 diterima pada tingkat signifikan a = 0,01. 3.  Trust  berpengaruh positif terhadap Switching Cost.  Dengan demikian hipotesis ketiga, yaitu  Trust   berpengaruh positif terhadap Switching Cost terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai positif sebesar  3,623 dengan S.E sebesar  0,090.  Karena CR > 2,56 menunjukkan bahwa hipotesis 3 diterima pada tingkat signifikan a = 0,01
  3. Trust  berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty.  Dengan demikian hipotesis keempat, yaitu Trust  berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar  2,388 dengan S.E sebesar  0,073.  Karena CR >  1,96 maka menunjukkan bahwa hipotesis 4 diterima pada tingkat signifikan a = 0,05
  4. Corporate Image   tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Customer Loyalty. Dengan demikian hipotesis kelima, yaitu  Corporate Image  berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty ditolak, yaitu dengan nilai CR positif sebesar  0,951 dengan S.E sebesar  0,083.  Karena CR <  1,645 menunjukkan bahwa hipotesis 5 ditolak pada tingkat signifikan a = 0,01. 6.  Service Quality  berpengaruh positif terhadap Corporate Image.Dengan demikian hipotesis keenam, yaitu  Service Quality  berpengaruh positif terhadap Corporate Image terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar 6,314 dengan S.E sebesar 0,099. Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 6 diterima pada tingkat signifikan a = 0,01.
  5. Switching Cost  berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty.  Dengan demikian hipotesis ketujuh, yaitu Switching Cost  berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar  2,242 dengan S.E sebesar 0,093. Karena CR >  1,96 maka menunjukkan bahwa hipotesis 7 diterima pada tingkat signifikan  a = 0,05.
  6. Service Quality  berpengaruh positif terhadap Switching Cost.  Dengan demikian hipotesis kedelapan, yaitu  Service Quality  berpengaruh positif terhadap Switching Cost terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar 2,891 dengan S.E sebesar 0,104. Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 8 diterima pada tingkat signifikan a = 0,01.

Pemahaman Skripsi Kuantitatif Sebagai Dasar Penyusunan Skripsi

Pemahaman Skripsi Kuantitatif Sebagai Dasar Penyusunan Skripsi Pemahaman Skripsi Kuantitatif Sebagai Dasar Penyusunan Skripsi tesisSalah satu jenis skripsi yang disusun oleh mahasiswa di perguruan tinggi adalah skripsi kuantitatif. Metode penelitian dalam skripsi ini banyak menggunakan hitungan, statistik, dan tabel, dengan kaidtesisah-kaidah tertentu. Biasanya, skripsi kuantitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan quesioner.

Penelitian kuantitatif sering digunakan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam maupun ilmu sosial seperti biologi, fisika, kimia, matematika, sosiologi, jurnalisme, ekonomi, dan lain sebagainya. Metode penelitian ini berbeda dengan metode penelitian kualitatif karena menggunakan hitungan-hitungan, sedangkan metode penelitian kualitatif menggunakan kata-kata atau deskripsi.

Sifat-sifat yang terdapat dalam skripsi kuantitatif antara lain berisi penghitungan besaran atau jumlah, pengukuran tingkat kejadian, pembuktian sesuatu, prediksi suatu variabel berdasarkan variabel lain, tindakan atau eksperimen, dan pembuktian suatu hipotesa. Penelitian yang digunakan untuk menyusun skripsi ini merupakan penelitian yang sistematis terhadap fenomena-fenomena yang terjadi beserta hubungan-hubungannya. Penelitian kuantitatif sendiri bertujuan untuk mengembangkan dan menggunakan teori-teori, model-model matematis, dan hipotesis yang berhubungan dengan fenomena alam. Bagian sentral dari penelitian ini adalah proses pengukurannya karena ini dapat memberikan hubungan yang fundamental antara ekspresi matematis dan pengamatan empiris dari hubungan-hubungan kuantitatif.

Bagi anda yang akan menyusun skripsi kuantitatif, perlu diketahui bahwa metode penelitian kuantitatif mempunyai cakupan yang sangat luas. Secara umum metode penelitian ini dibedakan menjadi dua, yaitu eksperimental dan noneksperimental. Penelitian eksperimental terdiri dari beberapa bagian, antara lain eksperimen kuasi, subjek tunggal, dan sebagainya. Sedangkan penelitian noneksperimental terdiri berupa komparatif, deskriptif, survey, korelasional, dan lain sebagainya. Anda dapat menentukan penelitian kuantitatif mana yang akan anda gunakan dalam skripsi anda. Hal ini tergantung pada objek atau data yang anda pakai dalam penelitian.

Salah satu contoh skripsi kuantitatif adalah menggunakan survei dengan sampel penduduk atau orang-orang yang diberi sejumlah pertanyaan tentang topik tertentu yang bertujuan untuk menentukan frekuensi dan presentase tanggapan mereka. Topik yang anda gunakan dalam survei bisa bermacam-macam, tergantung dari bidang studi atau jurusan yang anda ambil. Survei ini bisa dilakukan dengan memberikan pertanyaan secara tertulis dan anda harus menentukan kriteria yang sesuai untuk memilih teknologi dan metode untuk mengumpulkan informasi dari berbagai macam responden survei. Selain itu, anda juga dapat melakukan survei dengan cara merekam dengan meggunakan tape recorder. Anda dapat memilih cara yang anda anggap paling mudah dan efisien, demi memperlancar proses pengumpulan data dengan menggunakan survei.

Mengenal Metode Penelitian Kualitatif Sebagai Acuan Penulisan Skripsi Kualitatif

Mengenal Metode Penelitian Kualitatif Sebagai Acuan Penulisan Skripsi Kualitatif Mengenal Metode Penelitian Kualitatif Sebagai Acuan Penulisan Skripsi Kualitatif tesisDalam penyusunan skripsi, salah satu jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan proses pencarian data guna memahami masalah sosial yang didtesisasari pada penelitian yang menyeluruh, dibentuk oleh kata-kata, dan diperoleh dari situasi yang alamiah.

Jenis penelitian ini berkebalikan dengan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan angka-angka dalam penelitiannya. Demikian pula jika anda akan menyusun skripsi, anda harus mengetahu apakah anda akan menyusun skripsi kualitatif atau kuantitatif. Hal ini tergantung pada jenis objek yang akan gunakan dalam penelitian untuk skripsi anda.

Pada umumnya, skripsi kualitatif bertujuan untuk menggali informasi secara lebih mendalam, menjawab pertanyaan mengapa, memungkinkan untuk mendapatkan hal-hal yang tersirat, mendapatkan suatu hipotesa, dan sebagainya. Sedangkan jenis-jenis penelitian kualitatif yang dapat digunakan untuk menyusun skripsi anda adalah biografi, fenomenologi, Grounded theory, etnografi, dan studi kasus.

Penelitian biografi merupakan studi tentang individu beserta pengalamannya yang dituliskan kembali dengan cara mengumpulkan dokumen dan arsip-arsip yang ada. Penelitian fenomenologi adalah suatu penelitian yang mencoba mengungkap atau menjelaskan makna konsep atau fenomena tentang pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada beberapa individu.

Penelitian kualitatif berikutnya disebut Grounded theory. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan atau menemukan suatu teori yang ada hubungannya dengan situasi tertentu, di mana individu dapat saling berhubungan, bertindak, atau terlibat dalam suatu proses sebagai respon terhadap suatu peristiwa. Ada juga penelitian etnografi yang merupakan uraian dan penafsiran suatu budaya atau sistem kelompok sosial. Penelitian yang terakhir adalah studi kasus, yakni studi yang mengeksplorasi suatu masalah dengan batasan terperinci, memiliki pengambilan data yang mendalam, dan juga menyertakan berbagai sumber informasi.

Dalam menyusun skripsi kualitatif, ada empat metode pengumpulan data yang dapat anda terapkan yaitu:

  • wawancara,
  • observasi,
  • dokumen, dan
  • Focus Group Discussion.

Wawancara merupakan metode penelitian yang digunakan untuk pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya. Saat wawancara, sangat disarankan untuk memulainya dengan pertanyaan yang mudah, dan anda harus menghindari pertanyaan multiple.

Metode yang kedua adalah observasi, yakni melalukan pengamatan terhadap suatu objek, tempat, pelaku, kegiatan, kejadian atau peristiwa, dan waktu. Jika anda menggunakan dokumen, data yang akan anda analisis berupa surat-surat, cinderamata, catatan harian, laporan, foto, dan sebagainya.

Metode yang terakhir adalah Focus Group Discussion, ini adalah teknik pengumpulan data yang sangat umum digunakan untuk skripsi kualitatif dengan tujuan untuk menemukan makna dari sebuah tema berdasarkan pemahaman dari sebuah kelompok.

Metode Pengumpulan Data dengan Kuesioner pada Penelitian Kuantitatif

Metode Pengumpulan Data dengan Kuesioner pada Penelitian Kuantitatif Metode Pengumpulan Data dengan Kuesioner pada Penelitian Kuantitatif tesisTatang M. Amirin mengemukakan bahwa teknik-teknik yang bisa digunakan untuk menggali data adalah tes, angket (kuesioner), wawancara (interview), pengamatan (observasi), dan dokumen. Selanjutnya Sutrisno Hadi memaparkan bahwa teknik pengumpulan data dibedakan menjadi tiga macam yaitu observasi, kuesioner, dan interview.

Namun demikian, dalam tulisan ini hanya di bahas secara khusus yang berkaitan dengan metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner.

Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Cara merujuk pada sesuatu yang abstrak, tetapi dapat diwujudkan dalam benda yang kasat mata, tetapi hanya dapat dipertontonkan penggunaannya.

Ada beberapa pengertian kuesioner yang diungkapkan oleh para ahli
Menurut Nazir, kuesioner atau daftar pertanyaan adalah sebuat set pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan masalah penelitian, dan tiap pertanyaan merupakan jawaban-jawaban yang mempunyai makna dalam menguji hipotesis. Daftar pertanyaan tersebut dibuat cukup terperinci dan lengkap.

Menurut Suharsimi Arikunto, Kuesioner/angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna.

Dengan demikian angket/kuesioner adalah daftar pertanyaan yang disiapkan oleh peneliti dimana tiap pertanyaannya berkaitan dengan masalah penelitian. Angket tersebut pada akhirnya diberikan kepada responden untuk dimintakan jawaban.

Angket merupakan daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain dengan maksud agar orang yang diberikan tersebut bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna. Selanjutnya angket menurut Suharsimi Arikunto, dapat dibedakan menjadi:

  1. Angket terbuka yaitu angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden dapat memberikan isian sesuai dengan kehendak dan keadaannya. Angket terbuka dipergunakan apabila peneliti belum dapat memperkirakan atau menduga kemungkinan alternatif jawaban yang ada pada responden.
  2. Angket tertutup yaitu angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden tinggal memberikan tanda centang (V) pada kolom atau tempat yang sesuai.
  3. Angket campuran yaitu gabungan antara angket terbuka dengan angket tertutup.

Angket sebagai alat pengumpul data mempunyai beberapa keuntungan. Menurut Suharsimi Arikunto keuntungan menggunakan angket antara lain:

  1. Tidtesisak memerlukan hadirnya peneliti
  2. Dapat diberikan secara serempak kepada banyak responden
  3. Dijawab oleh responden menurut kecepatan masing-masing dan menurut waktu senggang responden
  4. Dapat dibuat anonim sehingga responden bebas, jujur, dan tidak malu-malu menjawab
  5. Dapat dibuat berstandar sehingga semua responden dapat diberi