Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Pedagang Bakpia Pathok

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Pedagang Bakpia Pathok Di Kelurahan Ngampilan

bakpia pathok Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Pedagang Bakpia Pathok Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Pedagang Bakpia Pathok bakpia pathok

Latar Belakang Skripsi

Industri  kecil  juga merupakan bagian integral dari dunia usaha  nasional yang mempunyai kedudukan, potensi,  dan peranan yang  sangat strategis dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional.  Mengingat peranannya dalam pembangunan, usaha  kecil harus terus  dikembangkan dengan semangat kekeluargaan, saling isi mengisi,  saling memperkuat antara  industri kecil  dan besar dalam rangka  pemerataan serta mewujudkan kemakmuran yang sebesar-besarnya  bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pemerintah dan masyarakat harus saling bekerjasama. Masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan, sedangkan pemerintah  berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing, melindungi serta menumbuhkan iklim usaha.    Seiring dengan dibukanya kesempatan yang lebar kepada setiap orang untuk menciptakan lapangan pekerjaan, maka otomatis akan timbul pula persaingan-persaingan usaha pada bidtesisang yang sama di suatu wilayah tertentu.

Hal tersebut yang menjadi pemicu para pengusaha untuk berfikir kreatif dan menciptakan suatu inovasi yang dapat menciptakan suatu produk yang menarik, suatu produk yang berhubungan dengan masyarakat sehari-hari dan dapat mendatangkan keuntungan yang optimal. Produk makanan ringan adalah satu usaha yang banyak dilirik para pengusaha-pengusaha kecil yang mulai merintis usahanya.  Salah satunya adalah di daerah Yogyakarta, tepatnya di Kelurahan Ngampilan, Kecamatan Ngampilan,  Yogyakarta selain menjadi tempat tujuan berwisata, menjadi tempat perdagangan,  baik barang-barang kerajinan maupun makanan-makanan khas yang menjadi ciri khas Kota Yogyakarta. Salah satu makanan yang menjadi ciri khas Kota Yogyakarta adalah Bakpia Pathok.  Bakpia sebenarnya berasal dari negeri Cina, aslinya bernama Tou Luk Pia, yang artinya adalah kue pia (kue) kacang hijau. Bakpia mulai diproduksi di kampung Pathok Yogyakarta, sejak sekitar tahun 1948. Waktu itu masih diperdagangkan secara eceran dikemas dalam besek tanpa label, peminatnya pun masih sangat terbatas. Proses itu berlanjut hingga mengalami perubahan dengan kemasan kertas karton disertai label tempelan.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini dirumuskan beberapa masalah yaitu :

1. Bagaimana pengaruh modal usaha terhadap keuntungan pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan ?

2. Bagaimana pengaruh lama usaha terhadap keuntungan pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan ?

3. Bagaimana pengaruh waktu dagang terhadap keuntungan pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan ?

4. Bagaimana pengaruh pendidikan yang telah ditempuh  pedagang  terhadap keuntungan pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan ?

5. Bagaimana pengaruh jumlah tenaga kerja pedagang terhadap keuntungan pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan ?

6. Bagaimana pengaruh  tingkat  upah tenaga kerja pedagang terhadap keuntungan pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan ?

Tujuan Penelitian 

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat keuntunganusaha para pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan.

Kesimpulan

1.  Berdasarkan hasil regresi, analisis statistik dengan menggunakan uji t, diketahui bahwa variabel  modal usaha, waktu dagang, dan jumlah tenaga kerja  tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap besarnya keuntungan  pedagang  Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan,  jadi hipotesis yang menyatakan bahwa  variabel  modal usaha  yang dibutuhkan, waktu dagang, dan jumlah tenaga kerja pedagang  mempunyai pengaruh  terhadap keuntungan ternyata  tidak terbukti.

2.  Berdasarkan hasil regresi, analisis statistik dengan menggunakan uji t, diketahui bahwa variabel pengalaman usaha, pendidikan yang telah ditempuh, dan tingkat upah tenaga kerja pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap besarnya keuntungan  pedagang ,  jadi hipotesis yang menyatakan bahwa  variabel  pengalaman usaha, pendidikan yang telah ditempuh  pedagang, dan tingkat upah tenaga kerja pedagang  mempunyai pengaruh terhadap keuntungan ternyata  terbukti mempunyai pengaruh positif.

Penggunaan SI Komputer Terhadap Kinerja Karyawan

Skripsi Ekonomi ~ Pengaruh Faktor Demografi, Personalitydan Stres Kerja Dalam Penggunaan Sistem Informasi berbasis Komputer Terhadap Kinerja Karyawan

kinerja pegawai Penggunaan SI Komputer Terhadap Kinerja Karyawan Penggunaan SI Komputer Terhadap Kinerja Karyawan kinerja pegawai

Latar Belakang Skripsi 

Pengembangan sistem informasi merupakan sebuah keputusanyang sangat strategis. Selain menyangkut investasi yang cukup besar, terdapatbanyak faktor lain yang harus dipertimbangkan. Seringkali suatu perusahaanyang memiliki sistem informasi berbasis komputer yang baik gagal dalampenerapannya, tetapi tidtesisak jarang perusahaan yang memiliki sistem yanglemah berhasil dalam penerapannya. Kompleksitas sistem bukanlahmerupakan jaminan perbaikan kinerja, bahkan bisa jadi kontraproduktif biladalam tahapan implementasi ternyata tidak didukung dengan kesiapan sumberdaya manusia (SDM) yang dikuasai perusahaan. Hal ini dikarenakan

operasionalisasi dari teknologi komputer masih menggunakan aspek manusiayang merupakan personil end-user computing. Pengertian dari end-user computing adalah pengetahuan dan keahlian dalam menggunakan komputer (Harrison dan Rainer, 1992). End-user computing akan memberikan manfaat bagi perusahaan maupun bagi personil end-user computing itu sendiri. Keuntungan tersebut diantaranyadengan memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan dan peningkatankerja personilnya (Harrison dan Rainer, 1992). Dalam konteks end-user computing, keahlian dalam menggunakan komputer sangat penting dalampenentuan kinerja, sehingga diperlukan dukungan yang lebih efektif terhadapend-user computing suatu perusahaaan, dan harus lebih melibatkan hubunganindividual dengan keahlian yang dimiliki oleh personil end-user computing. Di dalam memberikan dukungan formal terhadap end-user computing terdapat permasalahan yang sangat kompleks. Hal ini disebabkan karenapersonil end-user computing berbeda satu sama lainnya baik dari segi karakteristik individual, sikap (attitudes), kecemasan (anxiety), maupun caraberpikir (cognitive style) (Harrison dan Rainer, 1992).

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas, maka dapatdirumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. Apakah faktor demografi dalam penggunaan sistem informasi berbasiskomputer akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Indomarco AdiPrima?

2. Apakah faktor personality dalam penggunaan sistem informasi berbasiskomputer akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Indomarco AdiPrima?

3. Apakah faktor stres kerja dalam penggunaan sistem informasi berbasiskomputer akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Indomarco AdiPrima?

4. Apakah faktor demografi, personality dan stres kerja dalam penggunaansistem informasi berbasis komputer berpengaruh terhadap kinerjakaryawan PT Indomarco Adi Prima?

Tujuan Penelitian 

Tujuan diadakannya penelitian ini ialah ingin mngetahui apa saja yang menjadi faktor-faktor  berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Kesimpulan

Penelitian ini dilakukan pada lingkup karyawan PT Indomarco AdiPrima. Variabel-variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah variabelfaktor demografi, personality, stres kerja, dan kinerja. Variabel-variabeltersebut akan diuji apakah variabel faktor demografi, personality, stres kerjaberpengaruh secara positif pada kinerja karyawan PT Indomarco Adi Prima. Berdasarkan dari beberapa pengujian yang telah dilakukan denganmenggunakan bantuan program komputer SPSS for windows menunjukkanbahwa:

1. Koefisien Determinasi (R2) yang sudah disesuaikan (Adjusted R Square) adalah sebesar 0,234. Hal ini berarti 23,4% variasi kinerja karyawan dapatdijelaskan oleh factor demografi, personality dan stres kerja, sedangkan76,6% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan.

2. Hasil uji t untuk H1 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,566 lebih besar dari level of significantyang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH1 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara umur terhadap kinerja karyawan PTIndomarco Adi Prima.

3. Hasil uji t untuk H2 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,606 lebih besar dari level of significant yang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH2 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara jenis kelamin terhadap kinerja karyawanPT Indomarco Adi Prima.

4. Hasil uji t untuk H3 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,643 lebih besar dari level of significantyang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH3 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan terhadap kinerjakaryawan PT Indomarco Adi Prima.

5. Hasil uji t untuk H4 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,247 lebih besar dari level of significantyang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH4 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara  pengalaman terhadap kinerja karyawanPT Indomarco Adi Prima.

6. Hasil uji t untuk H5 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,184 lebih besar dari level of significantyang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH5 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara sifat optimism terhadap kinerja karyawanPT Indomarco Adi Prima.

7. Hasil uji t untuk H6 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,180 lebih besar dari level of significant yang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH6 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara sifat pessimism terhadap kinerja karyawanPT Indomarco Adi Prima.

8. Hasil uji t untuk H7 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,338 lebih besar dari level of significantyang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH7 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara sifat intimidation terhadap kinerjakaryawan PT Indomarco Adi Prima.

9. Hasil uji t untuk H8 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,332 lebih besar dari level of significantyang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH8 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara sifat math anxiety terhadap kinerjakaryawan PT Indomarco Adi Prima.

10. Hasil uji t untuk H9 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,911 lebih besar dari level of significantyang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwa  H9 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara tingkat stres kerja terhadap kinerjakaryawan PT Indomarco Adi Prima.

11. Berdasarkan dari hasil uji F didapat F hitung sebesar 2,292 dengan tingkatsignifikansi 0,044. Oleh karena probabilitas (0,044) lebih kecil dari level of significant 0,05, maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksipengaruh faktor demografi, personality dan stres kerja terhadap kinerjakaryawan PT Indomarco Adi Prima. Berdasarkan dari hasil pengujianuntuk menjawab H10 dapat diartikan bahwa faktor demografi, personality, dan stres kerja secara bersama-sama berpengaruh secara positif signifikanpada kinerja karyawan PT Indomarco Adi Prima.

Faktor Yang Mempengaruhi Tarif Iklan Pada Radio Swasta

Skripsi Ekonomi~ Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Tarif Iklan Pada Radio Swasta Di Kota Jogja Dan Solo (Studi Kasus pada Berbagai Radio Siaran Swasta Nasional di Kota Jogja dan Solo)

radio Faktor Yang Mempengaruhi Tarif Iklan Pada Radio Swasta Faktor Yang Mempengaruhi Tarif Iklan Pada Radio Swasta radio

Latar Belakang Skripsi

Permasalahan klasik dalam dunia transaksi antara biro iklan dan pemilik media stara ini cukup menarik untuk diangkat. Dengan wilayah penelitian di kota Jogja dan Solo, dengan mempertimbangkan semakin banyaknya radio yang memiliki positioning yang jelas, diharapkan dapat mewakili populasi penelitian yang tersebar di beberapa kota besar lainnya di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Semarang, Denpasar, dan Makassar. Namun karena keterbatasan literatur yang dimiliki, maka Penulis mencoba mengangkat permasalahan ini sebagai tema yang diharapkan mendapat penyempurnaan lebih lanjut dari penelitian-penelitian mendatang, sehingga perkembangan strategi pemasaran dapat dipantau oleh kalangan akademisi yang berkepentingan. Dalam penelitian ini, terkandung sepuluh faktor yang didtesisuga mempengaruhi manajemen radio dalam menentukan besarnya tarif iklan.

Termasuk dalam istilah iklan di sini adalah spot iklan, adlibs (iklan baca), time signal (penanda waktu), dan sponsor. Kesepuluh faktor ini adalah Positioning Radio, Konsep Produk,  Format Station, Profil Pendengar (keempat faktor tersebut tercakup dalam Segmentasi Pendengar), Perencanaan dan Seleksi Materi Siaran, Lokasi Strategis dan Representatif, Strategi Penetapan Harga, Coverage Area, Dampak bagi Biro Iklan, dan Dampak Bagi Stasiun Radio.

Rumusan Masalah

Pokok-pokok permasalahan yang akan dibahas di sini adalah:

  1. Apakah faktor Positioning Radio, Konsep Produk,  Format Station, Profil Pendengar, Perencanaan dan Seleksi Materi Siaran, Lokasi Strategis dan Representatif, Strategi Penetapan Harga, Coverage Area, Dampak bagi Biro Iklan, dan Dampak Bagi Stasiun Radio berpengaruh secara signifikan terhadap tarif iklan dan sponsor, baik secara parsial maupun keseluruhan?
  2. Di antara kesepuluh faktor di atas, manakah faktor yang paling dominan pengaruhnya terhadap tarif iklan dan sponsor?

Kesimpulan 

Berdasarkan analisis data yang dilakukan terhadap 17 responden yang berlokasi di kota Jogja dan Solo dengan pendekatan analisis regresi parsial dan regresi berganda serta didukung dengan uji hipotesis atas kedua analisis tersebut, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Hasil uji t dengan bantuan program SPSS ver. 10.01 mengindikasikan bahwa dari 10 variabel independen terdapat 8 variabel yang secara signifikan mempengaruhi variabel tarif iklan dan sponsor, yaitu:

a. Positioning dengan tingkat signifikansi 0,014.

b. Konsep Produk dengan tingkat signifikansi 0,043

c. Format Station dengan tingkat signifikansi 0,013

d. Perencanaan dan Seleksi Materi Siaran dengan tingkat signifikansi 0,006

e. Lokasi Strategis dan Representatif dengan tingkat signifikansi 0,016

f. Strategi Penetapan Harga dengan tingkat signifikansi 0,000

g. Dampak terhadap Biro Iklan dengan tingkat signifikansi 0,022

h. Dampak terhadap Radio dengan tingkat signifikansi 0,002

Sedangkan 2 variabel lainnya yaitu Profil Pendengar dan Coverage Area tidak mempengaruhi tarif iklan dan sponsor secara signifikan. Hal ini terjadi karena taraf signifikansi yang dihasilkan melebihi taraf signifikansi yang ditetapkan sebesar 0,05, masing-masing 0,098 dan 0,078.

2. Hasil uji F menunjukkan bahwa Fhitung sebesar 40,185 lebih besar dari Ftabel sebesar 5,999. Ini mengindikasikan bahwa secara serentak kesepuluh variabel independen mempengaruhi variabel tarif iklan dan sponsor secara signifikan.

Analisis Bauran Promosi Dalam Meningkatkan Volume Penjualan

Contoh Skripsi ~ Analisis Bauran Promosi Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Pada Toko KPRI  “IKHLAS” KANDEPAG Kota Surakarta

pemasaran Analisis Bauran Promosi Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Analisis Bauran Promosi Dalam Meningkatkan Volume Penjualan pemasaran

Latar Belakang Skripsi 

Kegiatan promosi terdapat proses komunikasi yang menyadarkan calon konsumen  akan adanya produk perusahaan.  Promotional mix merupakan kombinasi dari variabel-variabel  promosi, yaitu periklanan, penjualan tatap muka, promosi penjualan dan publisitas yang dirancang untuk mencapai tujuan program penjualan (J. Stanton dalam Swastha,1996:238).

Kegiatan promosi hasilnya tidtesisak dapat diperoleh secara langsung atau dengan kata lain efeknya tidak langsung kelihatan, tetapi dibutuhkan waktu sebelum terjadi penjualan. Besarnya biaya yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk promosi relatif besar, maka diharapkan usaha ini dapat meningkatkaan jumlah pembeli yang pada akhirnya  meningkatkan volume penjualan. Oleh  karena itu merupakan suatu proses yang  terus menerus untuk  tercapainya  tujuan perusahaan.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pokok permasalahan yang dihadapi adalah:

  1. Bagaimana bauran promosi yang dilakukan oleh Toko KPRI “IKHLAS” ?
  2. Bagaimana hubungan promosi dalam meningkatkan Volume penjualan ?

Tujuan Penelitian 

Promosi mencakup sejumlah variabel utama. Variabel ini yang dikenal bauran promosi meliputi : periklanan, promosi penjualan, publisitas, dan personal selling dan alat promosi yang lain dan kesemuanya direncanakan untuk mencapai program penjualan.

Penelitian ini dilakukan pada toko KPRI “IKHLAS” yang terletak pada KANDEPAG Kota Surakarta. Tujuan yang hendak dicapai dari penulisan laporan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan bauran promosi yang dilakukan toko KPRI “IKHLAS” dan mengetahui hubungan antara bauran promosi yang dilakukan dengan volume penjualan. Metodologi penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan studi pustaka, observasi dan wawancara pada pihak yang terkait. Data hasil dari penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif.

Kesimpulan 

Dari hasil pembahasan yang diuraikan dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu :

1.Dalam memasarkan produknya toko KPRI “IKHLAS” hanya menggunakan satu bauran promosi untuk menunjang kegiatan pemasaran yang dilakukan. Yaitu bauran promosi tersebut adalah promosi penjualan dan alat yang digunakan dalam melaksanakan promosi penjualan adalah pemberian kupon, potongan harga dan hadiah.

2.Dari analisis melalui perbandingan diperoleh suatu hubungan antara biaya promosi dengan volume penjualan dengan rincian, besarnya kenaikan biaya promosi dari tahun 2002 ke tahun 2003 sebesar 2,19%, dan untuk tahun 2003 ke tahun 2004 sebesar 1,19%. Sedangkan volume penjualan tahun 2002 ke tahun 2003 sebesar 10,72% dan volume penjualan tahun 2003 ketahun 2004 sebesar 15,66%. Dilihat dari angka-angka ini pelaksanaan kegiatan promosi toko KPRI “IKHLAS” sudah bisa berjalan dengan baik.

 

 

Analisis Bauran Promosi Pada LPK Pratama Mulia Surakarta

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Bauran Promosi Pada LPK Pratama Mulia Surakarta

pemasaran Analisis Bauran Promosi Pada LPK Pratama Mulia Surakarta Analisis Bauran Promosi Pada LPK Pratama Mulia Surakarta pemasaran1

Latar Belakang Skripsi 

Dahulu pada waktu perekonomian masih bersifat kerajinan rumah tangga, seseorang mudah sekali untuk mengetahui tentang barang-barang yang sedang dibuat oleh tetangganya, baik barang itu jelek atau baik. Tapi dalam perekonomian modern seperti sekarang ini keadaanya  sudah berbeda. Dalam ini perusahaan harus memberitahukan dan mendorong masyarakat untuk produknya, apakah melalui media massa atau dengan cara lain.  Agar promosi dapat berjalan secara efektif dan efisien,  perusahan harus bentuk bauran promosi secara tepat dan efektif.

Dalam era modern ini kebutuhan akan komputer semakin banyak diminati. Masyarakat mulai mengerti betapa pentingnya komputer dalam pekerjaan. Oleh karena itu kemampuan mengoperasikan komputer kebutuhan yang banyak diminati. Berdasarkan kondisi tersebut, banyak didtesisirikan lembaga pendidikan komputer. Semakin banyaknya lembaga komputer mengakibatkan persaingan di bisnis ini menjadi ketat. Perlu usaha dari perusahaan dalam menghadapi persaingan ini. Kegiatan promosi sangat membantu memasarkan produk untuk meningkatkan volume perusahaan.

Perumusan Masalah 

Dari latar belakang tersebut, masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimana strategi bauran promosi yang dilakukan oleh LPK PRATAMA MULIA ?
  2. Bagaimana alokasi biaya promosi yang ditetapkan  oleh LPK PRATAMA MULIA ?
  3. Sejauh mana  hubungan antara biaya promosi dengan hasil penjualan  atas jasa pendidikan komputer pada LPK PRATAMA MULIA ?

Tujuan Penelitian 

Secara Umum Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui samapi sejauh mana pengaruh strategi promosi yang telah digunakan oleh LPK Pratama Mulia.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian serta analisis dari kegiatan promosi yang dilakukan  oleh LPK Pratama Mulia dalam hubungannya dengan usaha meningkatkan hasil penjualan dari tahun 1998-2000 maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut  :

  1. Dalam usahanya untuk meningkatkan hasil penjualan serta menghadapi persaingan antar lembaga pendidikan, LPK Pratama Mulia melakukan dua jenis kegiatan promosi yaitu promosi penjualan dan  periklanan. Promosi penjualan dilakukan dengan cara memberikan bea siswa kepada para siswa yang berprestasi di bidangnya masing-masing. Kegiatan periklanan dilakukan melalui berbagai media yaitu kalender, stofmap STTB, brosur, pamflet, spanduk, koran dan radio. Serangkaian kegiatan promosi tersebut dilakukan menjelang dan pada saat tahun ajaran baru.
  2. Alokasi biaya promosi penjualan ditetapkan sama dari tahun ke tahun yaitu sebesar Rp. 2.000.000 sedangkan untuk kegiatan periklanan selalu meningkat dari tahun ke tahun. Alokasi biaya untuk  media stofmap menyerap biaya promosi yang paling besar selama tahun 1998-2002.
  3. Hasil penjualan jasa pendidikan komputer LPK Pratama Mulia selalu meningkat dari tahun 1998 – tahun 2001. Namun di tahun 2002 mengalami penurunan sebesar Rp. 155.450.000 dari tahun tahun 2001. Sedangkan volume penjualan tertinggi di capai di tahun 2001 sebesRp.664.900.000
  4. Hasil perhitungan statistik untuk mengetahui ada tidaknya hubunga antara dua variabel menggunakan metode korelasi  Pearson Produk moment menunjukan bahwa ada hubungan positif antara biaya promo dengan hasil penjualan dengan besar koefisien korelasi  ( r ) = + 0.7 Hubungan tersebut berarti setiap perubahan pada  biaya promosi mengakibatkan perubahan yang searah pada hasil penjualan.