Analisis Dampak Kewajiban NPWB Bagi Pensiunan Terhadap Pph

Skripsi Ekonomi~ Analisis Dampak Kewajiban NPWB Bagi Pensiunan Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan  Di Wilayah Surakarta

pensiunan Analisis Dampak Kewajiban NPWB Bagi Pensiunan Terhadap Pph Analisis Dampak Kewajiban NPWB Bagi Pensiunan Terhadap Pph pensiunan

Latar Belakang Skripsi 

Besarnya penerimaan pajak membuat pemerintah terus menggali potensi dari penerimaan ini, khususnya pada Pajak Penghasilan (PPh). Hal ini dilakukan dengan cara memperluas subyek dan obyak pajak yang dapat dijaring, meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya bagi yang telah memenuhi syarat menjadi Wajib Pajak (WP)  dalam memenuhi kewajiban pajaknya, dan meningkatkan kepatuhan bagi WP tersebut.

Setiap WP akan diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).NPWP ini berfungsi sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang digunakan sebagai tanda pengenal diri atau idtesisentitas WP dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

Rumusan Masalah

Penulis merumuskan permasalahan yang dikemukakan dalam tugas akhir ini ke dalam pertanyaan sebagai berikut:

  1. Bagaimanakah dampak bertambahnya WP Pensiunan terhadap penerimaan PPh di wilayah Surakarta?
  2. Apakah kelebihan dan kelemahan diharuskannya pensiunan untuk memiliki NPWP?

Tujuan Penelitian 

Kegiatan penelitian ini dilakukan ingin mengetahui bagaimanakah dampak bertambahnya WP Pensiunan terhadap penerimaan PPh di wilayah Surakarta, kelebihan dan kelemahan diharuskannya pensiunan untuk memiliki NPWP.

Kesimpulan

Berdasarkan tinjauan pustaka dan pembahasan yang telah dikemukakan oleh penulis dalam bab sebelumnya, maka penulis mengambil kesimpulan bahwa:

  1. WP OP baru yang mendaftarkan pada KPP Pratama Surakarta paling banyak terjadi pada bulan Desember 2009 yaitu sebesar 4.455 pendaftar.
  2. WP pensiunan baru yang melaporkan diri pada PT Taspen paling banyak pada bulan Januari 2010 yaitu sebesar 1.336 pelapor.
  3. Penerimaan Pajak Penghasilan Orang Pribadi pada KPP Pratama Surakarta paling tinggi jumlahnya pada bulan Desember sesuai dengan jumlah pendaftar WP OP yang baru mendaftar yaitu  sebesar Rp876.636.454,00.
  4. Diwajibkannya pensiunan untuk memiliki NPWP tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan Pajak Penghasilan khususnya di wilayah Surakarta.

Dampak Kekosongan Jam Kerja Terhadap Sistem Akuntansi

Skripsi Ekonomi~ Analisis Dampak Kekosongan Kasir Pada Jam Kerja Terhadap Sistem Akuntansi Penerimaan Kas Pada PT. Angkasa Pura I (PERSERO)

pelayanan kasir Dampak Kekosongan Jam Kerja Terhadap Sistem Akuntansi Dampak Kekosongan Jam Kerja Terhadap Sistem Akuntansi pelayanan kasir

Latar Belakang Skripsi

Kas yaitu aktiva paling likuidtesis, yang merupakan media standar dan dasar pengukuran serta akuntansi untuk semua pos-pos lainnya (Kieso, Weygant, dan Warfield, 2007).Fungsi kasir merupakan salah satu fungsi utama yang langsung dengan prosedur pengendalian kas.

Menurut Setianingtyas dan Falikhatun (2008) fungsi kasir bertugas menerima uang dari penjualan tunai dan memegang dana kas kecil. Fungsi kasir juga bertanggung jawab membuat daftar penerimaan kas dan menyetorkan kas ke bank. Dengan demikian fungsi kasir memiliki peranan penting dalam prosedur pengendalian kas.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang terdapat diatas, dalam tugas akhir ini penulis merumuskan masalah yaitu bagaimana pengaruh kekosongan kasir pada jam kerja terhadap sistem akuntansi penerimaan kas pada PT Angkasa Pura I (Persero).

PT Angkasa Pura merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara di bawah Departemen Perhubungan yang bergerak di bidang pengelolaan dan pegusahaan bandar udara di Indonesia. Perusahaan ini lebih bergerak pada pelayanan jasa. Kas merupakan aktiva paling likuid yang mudah untuk diselewengkan apabila tidak dilindungi dengan sistem penerimaan kas yang baik. Salah satu fungsi penting dalam sistem penerimaan kas adalah fungsi kasir. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengangkat tema sistem akuntansi penerimaan kas dan memfokuskan pada kekosongan kasir yang sering didapati ketika jam kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kekosongan kasir pada jam kerja terhadap sistem penerimaan kas perusahaan.

Simpulan 

PT. Angkasa Pura I (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Departemen Perhubungan yang bergerak di bidang pengelolaan dan pengusahaan bandar udara di indonesia. Dalam menjalankan usahannya perusahaan ini memiliki dua sumber penerimaan kas seperti halnya dari penjualan tunai perusahaan dan dari pelunasan tagihan piutang. Fokus dalam penerimaan kas, perusahaan memiliki sistem dan prosedur yang sistematis dan teratur dengan baik. Sistem komputerisasi yang memadai dan juga pembagian fungsi yang tegas dalam setiap sistem menunjang sisi efektifitas dan efisiensi perusahaan. Dalam sistem penerimaan kas bagian kasir merupakan bagian utama yang berhubungan langsung dengan penerimaan kas, pada PT. Angkasa Pura I (Persero) bagian kasir memiliki tugas wewenangnya dalam menjalankan sistem penerimaan kas perusahaan. Namun pada beberapa waktu, loket kasir didapati kosong mempengaruhi sistem penerimaan kas.

Misalnya terjadinya keterlambatan pencatatan hak atas kas perusahaan oleh bagian akuntansi ataupun terjadinya keterlambatan pengurangan saldo piutang oleh bagian penagihan dan piutang. Tidak hanya itu, kasir terlihat begitu sibuk ketika harus memintakan otosisasi kepada bagian-bagian terkait sehingga kurang efektif dan efisien jika kasir harus melakukannya tanpa bantuan staf. Dalam pelaksanaan tugasnya, bagian kasir ini sudah menjalankannya sesuai dengan tugas dan wewenang yang ada. Kasir juga telah membantu pengendalian intern terhadap kas, yang merupakan harta perusahaan yang rentan untuk diselewengkan.

Dampak Kebijakan Dividen Pada Harga Saham Di Perusahaan

Skripsi Ekonomi~ Analisis Dampak Kebijakan Dividtesisen Pada Harga Saham  Dan Perbedaan Pprofitabilitas Perusahaan Setelah Perubahan Kebijakan Dividen Di Perusahaan Manufaktur Di Indonesia (studi pada perusahaan-perusahaan manufaktur  yang listing di Bursa Efek Indonesia)

pendapatan Dampak Kebijakan Dividen Pada Harga Saham Di Perusahaan Dampak Kebijakan Dividen Pada Harga Saham Di Perusahaan pendapatan

Latar Belakang Skripsi

Ditinjau dari sudut pandang perusahaan, keputusan untuk membagikan dividen memerlukan banyak  pertimbangan karena dividen yang relatif kecil merupakan laba ditahan yang disisihkan dengan jumlah yang relatif besar dan jika laba ditahan ditingkatkan maka hal ini dapat dijadikan sarana untuk memperkuat posisi perusahaan. Namun apabila dividen tidak dibagikan, hal ini akan mengecewakan investor yang berharap akan memperoleh dividen. Keputusan untuk berinvestasi saham dapat menjadi hal yang tidak menarik lagi bagi mereka. Untuk menjaga kedua kepentingan  yang berbeda antara manajemen perusahaan dan investor, manajer keuangan harus menempuh kebijakan dividen yang optimal. Kebijakan dividen tersebut juga dipandang untuk menciptakan keseimbangan diantara dividen saat ini dan pertumbuhan dimasa mendatang sehingga memaksimumkan harga saham.

Penelitian tentang hasil studi peristiwa pengumuman dividen juga mengungkapkan hasil yang tidak konsisten, baik di luar negeri ataupun di dalam negeri. Masih terdapat pro dan kontra tentang pengaruh kebijakan dividen terhadap harga saham. Mereka yang mendukung  signaling theory  diantaranya Bhattacharya (1979) dan Miller dan Rock (1985) yang mengembangkan model- model yang memiliki muatan  informasi mengenai prospek laba perusahaan masa mendatang. Hasil penelitian mereka menunjukan dividen yang tinggi berasosiasi dengan dengan laba sekarang dan masa datang yang tinggi pula. Ini berarti terdapat hubungan yang positif antara harga saham dengan  arah perubahan dividen. Model mereka juga memrediksikan bahwa besarnya respon harga saham merupakan fungsi positif dari besarnya perubahan dividen.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas dapat dilihat bahwa kebijakan dividen merupakan suatu fenomena yang sangat penting dan menarik. Bagi perusahaan, kebijakan dividen memiliki arti penting secara financial karena dalam kebijakan dividen terkandung dua tujuan yang berbeda terhadap laba perusahaan yaitu berapa besar proporsi laba ditahan guna pertumbuhan perusahaan dan berapa besar proporsi dividen yang harus dibagi sebagai kewajiban perusahaan atas

modal para pemegang saham. Bagi para investor atau pemegang saham, kebijakan dividen pun tak kalah menariknya karena kebijakan dividen perusahaan akan dijadikan suatu informasi. Melalui kebijakan dividen para investor akan melakukan berbagai kajian mengenai investasi yang dilakukan serta menilai prospek tumbuh dan berkembangnya suatu perusahaan sehingga akan mempengaruhi rencana investasinya.  Dari uraian di atas, maka rumusan masalahnya adalah :

  1. Apakah kenaikan dividen akan direspon positif  oleh pasar  dengan kenaikan harga saham ?
  2. Apakah penurunan  dividen akan  direspon  negatif  oleh pasar  dengan penurunan harga saham ?
  3. Apakah akan terjadi perbedaan profitabilitas, dengan naiknya profitabilitas perusahaan pada tahun t+1 dibanding profitabilitas perusahaan pada tahun ke t setelah kenaikan dividen?
  4. Apakah  akan terjadi perbedaan profitabilitas,  dengan turunnya profitabilitas perusahaan pada tahun t+1 dibanding profitabilitas perusahaan pada tahun ke t setelah penurunan dividen?

Kesimpulan

Berdasar hasil analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, dapat dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  1. Peristiwa  pengumuman kenaikan dividen oleh perusahaan ternyata direspon positif oleh pasar. Peristiwa pengumuman kenaikan dividen ini memberikan  abnormal return  positif kepada investor pada satu hari setelah pengumuman kenaikan dividen. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kebocoran informasi sebelum pengumuman kenaikan dividen sehingga respon terjadi setelah kenaikan diumumkan. Respon positif pasar disebabkan karena pasar menganggap kenaikan dividen ini sebagai sinyal bahwa perusahaan mempunyai prospek cerah di masa mendatang.
  2. Sedangkan peristiwa pengumuman penurunan dividen oleh perusahaan ternyata tidak direspon negatif oleh pasar. Peristiwa pengumuman penurunan dividen tidak memberikan abnormal return negatif  signifikan. Abnormal return  positif yang signifikan malah ditemui pada empat hari setelah pengumuman penurunan dividen. Tidak adanya respon negatif atas peristiwa pengumuman penurunan dividen dimungkinkan karena investor menganggap laba ditahan  yang cukup besar akan digunakan  perusahaan untuk  reinvestasi  perusahaan. Investor menganggap kinerja perusahaan pada tahun berikutnya akan meningkat dengan adanya reinvestasi tersebut.
  3. Terjadi perbedaan profitabilitas yang signifikan pada saat terjadi kenaikan dividen dibanding profitabilitas pada tahun berikutnya. Hal ini bisa dilihat  dengan naiknya profitabilitas perusahaan pada tahun ke t+1 dibanding profitabilitas pada tahun ke t.  Ini berarti respon positif pasar terhadap kenaikan dividen karena menganggapnya sebagai sinyal perusahaan mempunyai prospek yang cerah di masa mendatang terbukti. Hal ini mendukung dividend signaling theory, yang menyatakan bahwa kenaikan  dividen dianggap sebagai kabar baik oleh investor karena kenaikan tersebut berarti mencerminkan bahwa perusahaan memiliki prospek cerah di masa mendatang.
  4. Terjadi perbedaan profitabilitas yang signifikan pada tahun saat terjadinya penurunan dividen dibanding profitabilitas pada tahun berikutnya. Hal ini bisa dilihat dengan turunnya profitabilitas perusahaan secara signifikan pada tahun ke t+1 dibanding  profitabilitas pada tahun ke t.  Penurunan profitabilitas menunjukkan dugaan para investor bahwa turunnya dividen yang dibagikan karena laba ditahan digunakan untuk reinvestasi yang akan meningkatkan kinerja perusahaan pada tahun berikutnya tidak terbukti. Mungkin besarnya laba ditahan digunakan oleh perusahaan untuk membayar hutang atau kewajiban perusahaan sehingga dana untuk reinvestasi  tidak sebesar laba yang ditahan.  Hal ini tentu tidak memperbaiki kinerja perusahaan.  Ini  sesuai dengan  dividend  signaling theory yang menyatakan bahwa penurunan dividen akan dianggap sebagai sinyal yang buruk pula terhadap kinerja perusahaan pada tahun berikutnya.

 

Dampak Akuisisi Kinerja Keuangan Perusahaan Go Public

Skripsi Ekonomi~ Analisis Dampak Akuisisi Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakuisisi Pada Perusahaan Go Public Di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2006

akuntansi (1) Dampak Akuisisi Kinerja Keuangan Perusahaan Go Public Dampak Akuisisi Kinerja Keuangan Perusahaan Go Public akuntansi 11

Latar Belakang Skripsi

Pertumbuhan internal dilakukan dengan cara memperluas kegiatan perusahaan yang sudah ada, misalnya dengan cara menambahkan kapasitas pabrik, menambah produk atau mencari pasar baru. Sementara merger dilakukan dengan menggabungkan dua atau lebih perusahaan dimana salah satu nama perusahaan yang bergabung tetap digunakan sedangkan yang lain dihilangkan dan akuisisi dilakukan dengan pembelian seluruh atau sebagian kepemilikan suatu perusahaan.

Di Amerika Serikat, aktivitas akuisisi merupakan hal biasa terjadi. Bahkan di era 1980an telah terjadi kira-kira 55.000 aktivitas sehingga tahun 1980an disebut sebagai dekade merger mania (Hitt, 2002). Sementara di Indonesia aktivitas akuisisi mulai marak dilakukan seiring dengan majunya pasar modal di Indonesia. Beberapa contoh perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melakukan akuisisi diantaranya adalah PT Semen Gresik yang mengakuisisi PT Semen Padang, dan PT Nutricia yang mengakuisisi PT Sari Husada.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah :

  1. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan Current Ratio (CR) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?
  2. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan Quick Ratio (QR) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?
  3. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan  Fixed Asset Turn  Over (FAT) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?
  4. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan  Total Asset Turn Over (TAT) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?
  5. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan Debt to Total Asset Ratio (DA) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?
  6. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan  Debt to Equity Ratio (DE) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?
  7. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan  Return on Investment (ROI) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?
  8. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan Return on Equity (ROE) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?

Tujuan Penelitian 

Dalam penelitian ini judul yang diambil adalah Analisis Dampak Akuisisi Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakuisisi Pada Perusahaan  Go Public Di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2006. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak aksi perusahaan dalam melakukan akuisisi terhadap kinerja keuangan perusahaan pengakusisi dengan pertimbangan sinergi yang diharapkan dapat terlihat dalam jangka waktu satu sampai tiga tahun sesudah akuisisi.  Kinerja keuangan pada penelitian ini diukur dengan menggunakan rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuidtesisitas, rasio aktivitas, rasio  leverage dan rasio profitabilitas dengan jangka waktu antara  tiga tahun sebelum dengan tiga tahun sesudah akuisisi.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan, sehingga dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

Tidak terdapat perbedaan Current Ratio, Quick Ratio, Fixed Asset Turnover, Total Asset Turn Over, Return On Investment, dan Return On Equity pada periode tiga tahun sebelum dan tiga tahun sesudah pengumuman akuisisi. Terdapat perbedaan Debt to Total Asset Ratio  dan  Debt to Equity Ratio pada periode satu tahun sebelum dengan satu sampai tiga tahun sesudah pengumuman akuisisi.

Hasil pengujian dari kedelapan rasio menunjukkan bahwa enam  rasio yang diujikan tidak terdapat perbedaan antara tiga tahun sebelum dan tiga tahun sesudah dilakukannya akuisisi. Namun terdapat dua rasio yang menunjukkan perbedaan antara tiga tahun sebelum dan tiga tahun sesudah akuisisi, yaitu Debt to Total Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio. Terdapatnya perbedaan variabel  Debt to Total Asset Ratio  dan Debt to Equity Ratio sebelum dan sesudah akuisisi, kemungkinan disebabkan perusahaan menggunakan sebagian kekayaan pemilik perusahaan yang dimiliki untuk melakukan pembiayaan akusisi yang dilakukannya. Hal ini kemungkinan menyebabkan hutang pengakuisisi semakin bertambah dengan adanya akuisisi untuk operasional perusahaan.

Analisis Consumer Shopping Brand Distro Clothing

Skripsi Ekonomi~ Analisis Consumer Shopping Value, Satisfaction Terhadap Loyalty Retail Apparel Brand Distro Clothing (Studi Kasus Pelanggan Distro Tomcat Surakarta)

distro baju Analisis Consumer Shopping Brand Distro Clothing Analisis Consumer Shopping Brand Distro Clothing distro baju

Latar Belakang Skripsi 

Banyak  distro clothing  yang menawarkan barang dan jasa yang sejenis  penawaran yang menarik. Konsumen tentunya akan memilih  distro clothing  yang memberikan nilai tertinggi dengan mempertimbangkan banyak faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya.Distro clothing  perlu mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan. Pengetahuan ini penting bagi  distro clothing untuk meningkatkan omset penjualan. Tanpa keputusan pembelian dari konsumen maka tidtesisak akan terjadi permintaan barang dan jasa. Dengan pembelian tersebut diharapkan konsumen loyal terhadap kinerja  distro clothing.  Banyak faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen. Penelitian ini memodifikasi dalam membeli barang apparel yang sebelumnya dilakukan oleh Jason Carpenter dan Ann Farihurst di Amerika Serikat,

mengemukakan bahwa variabel loyalitas adalah  hedonic shopping benefits  dan  utilarian shopping benefits. Variabel  hedonic shopping benefits  telah didokumentasikan dan diuji seperti kegembiraan, penimbulan, kegembiraan, bersifat pesta, angan khayal, khayalan, petualangan,  dll.  (e.g., Babin et al., 1994; Bloch & Richins, 1983; Sherry, 1990; Fischer & Arnold,1990; Hirschman, 1983)  (dalam Shin Kim 2006), sedang  aspek perilaku konsumen utilitarian diarahkan ke arah memuaskan suatu kebutuhan ekonomi atau fungsional (Babin et al., 1994). Tercapainya  customer satisfaction  yang diterima dari konsumen diharapkan terbentuk customer loyalty  sehingga dapat memberikan efek dari  word of mouth  yang dapat digambarkan sebagai komunikasi informal yang diarahkan kepada konsumen yang lain tentang  kepemilikan, pemakaian, karakteristik jasa dan barang atau para penjual mereka (Westbrook, 1987)

Perumusan Masalah

  1. Apakah  utilatarian shoping benefits  mempunyai pengaruh pada  satisfaction retail apparel brand distro clothing?
  2. Apakah hedonic shoping benefits mempunyai pengaruh pada customer satisfaction retail apparel brand distro clothing?
  3. Apakah customer satisfaction mempunyai pengaruh pada customer loyalty retail apparel brand distro clothing?
  4. Apakah  customer  satisfaction  mempunyai pengaruh  word of mouth  pelanggan  retail apparel brand distro clothing?
  5. Apakah customer loyalty mempunyai pengaruh word of mouth pelanggan retail apparel brand distro clothing?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh  Analisis  Pengaruh Consumer Shopping Value, Kepuasan Terhadap Loyalitas Retail Apparel Brand Distro Clothing.  Sampel dalam penelitian ini adalah customer dari Distro Clothing. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah confinience sampling, yaitu teknik pengambilan sampel adalah orang-orang yang mudah ditemui atau berada pada waktu yang tepat, serta mudah dijangkau. Jumlah yang sampel yang diambil sebanyak 125 dan merupakan custumer dari distro Tomcat disurakarta.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu :

  1. Terdapat pengaruh positif dan signifikan utilitarian shoping benefits terhadap customer satisfaction. Hal ini berarti semakin tinggi  utilarian shoping benefits  maka semakin besar kepuasan konsumen terhadap Distro Tomcat Surakarta.
  2. Terdapat pengaruh positif  dan  signifikan  hedonic shoping benefits  terhadap  customer satisfaction. Hal ini berarti semakin tinggi hedonic shoping benefits dalam berbelanja di Distro Tomcat Surakarta maka  customer satisfaction  retail apparel brand distro clothing.
  3. Terdapat pengaruh positif  dan  signifikan  customer satisfaction  terhadap  customer loyalty. Hal ini berarti semakin tinggi  kepuasan konsumen dalam berbelanja di Distro Tomcat Surakarta, maka semakin besar pula  customer loyalty  retail apparel brand distro clothing.
  4. Tidak terdapat pengaruh  langsung positif dan signifikan customer satisfaction  terhadap word of mouth. Hal ini berarti  besar kecilnya kepuasan dalam berbelanja di Distro Tomcat Surakarta belum mampu memberikan dorongan untuk merekomendasikan kepada orang lain terhadap keunggulan dan kelebihan Distro Tomcat Surakarta.
  5. Terdapat pengaruh secara positif  dan  signifikan  customer loyalty  terhadap  word of mouth brand retail apparel distro clothing. Hal ini berarti  semakin tinggi loyalitas konsumen dalam berbelanja di Distro Tomcat Surakarta maka semakin besar word of mouth retail apparel brand distro clothing.
  6. Berdasarkan kesimpulan no.4 dan no.5 maka dapat dinyatakan bahwa  customer satisfaction  mempunyai pengaruh tidak langsung terhadap  word of mouth  melalui customer loyalty. Hal ini berarti  customer loyalty merupakan mediasi antara pengaruh customer satisfaction terhadap word of mouth.