Analisis Pengaruh Informasi Terhadap Laporan Tahunan

Skripsi Ekonomi~ Pengaruh Informasi Keuangan Dan Non Keuangan Terhadap Tingkat Kelengkapan Pengungkapan Sukarela Dalam Laporan Tahunan Perusahaan (Studi Empiris terhadap Perusahaan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2007)

akuntansi (1) Analisis Pengaruh Informasi Terhadap Laporan Tahunan Analisis Pengaruh Informasi Terhadap Laporan Tahunan akuntansi 11

Latar Belakang Skripsi

Besarnya biaya dan manfaat pengungkapan informasi tertentu berbeda antara perusahaan satu dengan perusahaan yang lain. Biaya langsung pengungkapan informasi bagi perusahaan yang besar akan lebih rendah karena terdapatnya unsur biaya tetap. Kerugian persaingan yang diakibatkan oleh pengungkapan informasi mengenai riset dan pengembangan lebih besar untuk perusahaan yang bergerak dalam industri obat dibanding dengan industri lain.

Oleh karena itu,  trade off biaya dan manfaat pengungkapan informasi secara sukarela kemungkinan dipengaruhi oleh karakteristik-karakteristik tertentu. Penelitian tentang kelengkapan pengungkapan dalam laporan tahunan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya merupakan hal yang penting dilakukan. Dimana akan memberikan gambaran tentang sifat perbedaan kelengkapan pengungkapan antar perusahaan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta dapat memberikan petunjuk tentang kondisi perusahaan pada suatu masa pelaporan. Dalam pencapaian efisiensi dan sebagai sarana akuntabilitas publik, pengungkapan laporan menjadi faktor yang signifikan.  Pengungkapan laporan keuangan dapat dilakukan dalam bentuk penjelasan mengenai kebijakan akuntansi yang ditempuh, kontinjensi, metode persediaan, dan jumlah saham yang beredar dan ukuran alternatif, misalnya pos-pos yang dicatat dalam historical cost.

Perumusan Masalah

1.  Apakah informasi keuangan (likuidtesisitas, leverage, profitabilitas, ukuran perusahaan) berpengaruh terhadap tingkat kelengkapan pengungkapan sukarela laporan tahunan perusahaan property yang terdaftar di BEI?

2.  Apakah informasi non keuangan (kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional) berpengaruh terhadap tingkat kelengkapan pengungkapan sukarela laporan tahunan perusahaan property yang terdaftar di BEI

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh informasi keuangan dan non keuangan terhadap tingkat kelengkapan pengungkapan sukarela laporan tahunan perusahaan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2005-2007. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh perusahaan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.  Sampel diambil dengan metode purposive sampling.

Kesimpulan 

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh informasi keuangan dan non keuangan terhadap tingkat kelengkapan pengungkapan sukarela laporan tahunan perusahaan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2005-2007. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua persamaan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 15  For Windows. Dari hasil analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :

1.  Likuiditas tidak berpengaruh signifikan  terhadap tingkat pengungkapan sukarela pada tingkat signifikansi 5%. Hal ini dapat dibuktikan dengan tingkat signifikansi sebesar 0.490.

2.  leverage  berpengaruh signifikna terhadap tingkat pengungkapan sukarela. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0.004.

3.  Profitabilitas berpengaruh signifikan  terhadap tingkat pengungkapan sukarela. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0.017.

4.  Ukuran perusahaan  berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela. Hal ini dapat dibuktikan  dengan nilai signifikansi sebesar 0.004.

5.  kepemilikan manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela. Hal ini dapat dibuktikan dengan tingkat signifikansi sebesar 0.580.

6.  kepemilikan institusional  tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela. Hal  ini dapat dibuktikan  dengan nilai signifikansi sebesar 0.294.

Pengaruh Keputusan Pendanaan Terhadap Profitabilitas Perusahaan

Skripsi Ekonomi~ Pengaruh Keputusan Pendanaan Terhadap Profitabilitas Masa Depan Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006-2008)

pendapatan Pengaruh Keputusan Pendanaan Terhadap Profitabilitas Perusahaan Pengaruh Keputusan Pendanaan Terhadap Profitabilitas Perusahaan pendapatan

Latar Belakang Skripsi

Dalam  profitabilitas  suatu  perusahaan  terdapat faktor yang mempengaruhinya,  dari penelitian-penelitian terdahulu  diketahui bahwa faktor  keputusan pendanaan dari luar  termasuk  di  dalamnya.  Keputusan pendanaan dari luar muncul ketika  pemenuhan dana  perusahaan  yang bersumber dari internal  sudah tidtesisak lagi bisa mencukupi kebutuhan  seiring dengan  perkembangan perusahaan.  Marberya dan Suaryana (2009) mengungkapkan bahwa keputusan pendanaan untuk melakukan peningkatan hutang akan mempengaruhi laba bagi perusahaan. Semakin besar penggunaan  commit to user hutang, semakin besar pula kewajiban yang harus dibayar perusahaan di masa mendatang.  Adapun pembayaran kewajiban tersebut sudah pasti lebih diprioritaskan daripada tingkat profitabilitas perusahaan.  Sehingga dengan adanya  peningkatan  keputusan pendanaan dari luar yang dilakukan oleh perusahaan akan berakibat pada  menurunnya tingkat profitabilitas  masa depan dari perusahaan tersebut.

Hasil penelitian dari Marberya dan Suaryana (2009) konsisten dengan penelitian  Tarjo (2008)  yang menyatakan jika banyaknya jumlah hutang akan menjadikan ketidakpastian untuk menghasilkan laba di masa mendatang semakin tinggi. Penelitian ini sendiri mengacu pada penelitian  dari  Ahmed dan Duellman (2010). Perbedaan dari penelitian sebelumnya ialah  penyesuaian terhadap variabelnya, yaitu mengganti  pengaruh  konservatisme akuntansi sebagai variabel independen dengan pengaruh keputusan pendanaan dari luar yang diproksikan dengan debt to equity ratio (DER) seperti dalam penelitian Marberya dan Suaryana (2009). Assets growth dan ukuran perusahaan  yang dalam penelitian  Ahmed dan Duellman (2010)  digunakan sebagai variabel kontrol, tetap digunakan sebagai  variabel  kontrol penelitian ini.  Pada penelitian Ahmed dan Duellman (2010) diungkapkan bahwa sebagai variabel kontrol  asset growth  memiliki pengaruh negatif, sedangkan  ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap profitabilitas masa depan perusahaan.  Untuk  variabel dependennya tetap  menggunakan  profitabilitas masa depan perusahaan.  Dalam penelitian ini profitabilitas masa depan perusahaan akan diproksikan dengan ROA (Return On Asset).

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah disampaikan sebelumnya, maka penelitian ini menguji:

  1. Apakah keputusan pendanaan akan berpengaruh terhadap profitabilitas masa depan perusahaan?

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh keputusan pendanaanterhadap profitabilitas masa depan perusahaan  dengan  asset growth  dan ukuranperusahaan sebagai variabel kontrol.  Penelitian ini berfokus pada perusahaan-perusahaan  manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)  periode2006-2008. Data penelitian ini diperoleh dari ICMD (Indonesian Capital MarketDirectory) dan/atau laporan keuangan yang dipublikasikan IDX (www.idx.co.id)

Kesimpulan

Tujuan dari penelitan ini adalah menguji pengaruh keputusan pendanaan terhadap profitabilitas masa depan perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini mengambil periode pengamatan selama tiga tahun, yaitu dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2008.

Berdasarkan analisis data dan hasil pengujian,  maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1.  Penelitian ini telah memenuhi semua uji asumsi klasik, meliputi pengujian normalitas, pengujian multikolonieritas, pengujian autokorelasi, dan pengujian heteroskedastititas.

2.  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen yang digunakan dalam  model, yaitu  keputusan pendanaan  yang diproksikan dengan  debt to equity ratio  (DER), serta variabel kontrol berupa  asset growth  dan ukuran perusahaan  dapat menjelaskan variabel  dependen profitabilitas masa depan perusahaan sebesar  27,4%. Sisanya 72,6% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model.

3.  Variabel independen keputusan pendanaan yang diukur dengan  debt to equity ratio  (DER)  bersama dengan variabel kontrol  asset growth  dan ukuran perusahaan secara simultan  mempengaruhi variabel dependen profitabilitas masa depan perusahaan.

4.  Variabel  keputusan pendanaan  terbukti  berpengaruh negatif terhadap profitabilitas masa depan perusahaan pada tingkat signifikansi 1%. Semakin tinggi tingkat DER suatu perusahaan, maka ROA sebagai pengukuran dari profitabilitas  masa depan perusahaan akan semakin rendah. Hasil ini mendukung hipotesis dalam penelitian (H1).

Dampak Yang Berpengaruh Pada Tujuan Penggunaan Dana

Skripsi Ekonomi~ Analisis Dampak Pengumuman Right Issue Terhadap Return Dan Risiko Saham Berdasarkan Tujuan Penggunaan Dana (Studi Pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI periode 2000-2007)

gedung_bei Dampak Yang Berpengaruh Pada Tujuan Penggunaan Dana Dampak Yang Berpengaruh Pada Tujuan Penggunaan Dana gedung bei

Latar Belakang Skripsi 

Pada dasarnya, pasar modal menjembatani hubungan antara investor dan emiten. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pasar modal adalah wahana investasi bagi investor dan wahana sumber dana bagi emiten.  Dimana  dalam menentukan keputusan investasinya, seorang investor akan mendasarkan keputusannya pada berbagai input atau masukan informasi yang dimilikinya, baik yang bersifat publik maupun informasi yang bersifat privat. Hal tersebut dikarenakan bahwa  suatu informasi dapat mempengaruhi naik turunnya harga suatu surat berharga yang diterbitkan perusahaan.

Salah satu contoh informasi yang digunakan para investor adalah  action. Pada umumnya  corporate action  secara langsung maupun tidtesisak langsung akan mempengaruhi harga saham yang beredar, komposisi kepemilikan saham, pergerakan harga saham dan lain sebagainya sehingga akan berpengaruh terhadap kepentingan  stakeholders dan khususnya shareholders  (Beni Suhendra W, 2006). Beberapa bentuk corporate action yang dilakukan para emiten adalah right issue, stock split, saham bonus, pengumuman laba, initial public offering, konversi saham dan lain sebagainya.

Perumusan Masalah 

Berdasarkan latar  belakang tersebut di atas, maka dapat disimpulkan pokok permasalahan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Apakah  terdapat perbedaan  abnormal return  saham antara  sebelum dan setelah pengumuman right issue yang bertujuan untuk investasi?
  2. Apakah  terdapat perbedaan  abnormal return  saham antara sebelum dan setelah pengumuman right issue yang bertujuan untuk membayar utang?
  3. Apakah  terdapat perbedaan  variance return  saham antara sebelum  dan setelah pengumuman right issue yang bertujuan untuk investasi?
  4. Apakah terdapat perbedaan  variance return  saham antara sebelum dan setelah pengumuman right issue yang bertujuan untuk membayar utang?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini dilakukan  untuk mengetahui  dampak  pengumuman  right issue  terhadap  return dan risiko  saham perusahaan  yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode Januari 2000-Desember 2007. Return saham pada penelitian ini diproksikan menjadi  abnormal return, sedangkan risiko  saham diproksikan menjadi  variance return  saham. Pengujian  kandungan informasi akan dilakukan dengan melihat perbedaan average abnormal return dan average variance return sepuluh hari sebelum dan sepuluh  hari setelah pengumuman  right issue berdasarkan tujuan penggunaan dananya.

Simpulan

Penelitian ini dilakukan dengan menguji dampak  pengumuman  right issue  terhadap  return  saham  dan risiko  saham  berdasarkan tujuan penggunaan dananya. Return saham pada penelitian ini diproksikan menjadi abnormal  return  sedangkan risiko  saham diproksikan menjadi  variance return saham.  Berdasarkan pembahasan  pada bab-bab sebelumnya,  maka dari penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut :

1)  Pengumuman  right issue  yang bertujuan untuk investasi  memiliki kandungan informasi sehingga menyebabkan  adanya reaksi pasar, dimana reaksi pasar tersebut terlihat dari terdapatnya perbedaan abnormal  return  saham  yang signifikan antara  sebelum dan setelah pengumuman  right issue yang bertujuan untuk investasi. Namun dalam jangka waktu pengamatan ini  investor belum memberikan reaksi positifnya akan tujuan penggunaan dana dari pengumuman  right issue ini yang terbukti dengan terjadinya penurunan rata-rata abnormal return saham antara sebelum dan setelah pengumuman yaitu  dari 0.00077 menjadi  -0.00548.

2) Pengumuman  right issue  yang bertujuan untuk membayar utang menyebabkan terjadinya  perbedaan  abnormal return  saham yang signifikan pada taraf signifikansi 10% antara sebelum dan setelahpengumuman  right issue  yang bertujuan untuk membayar utangSehingga hasil ini turut mendukung hipotesis kandungan informasi danpenelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Masulis dan Korwar (1986) yang memperlihatkan hubungan negatif antara  abnormal return  denganperubahan leverage yang berkaitan dengan penerbitan saham.

3) Pengumuman  right issue  yang bertujuan untuk investasi  tidakmenyebabkan    terjadinya  perbedaan  variance  return  saham  yangsignifikan antara   sebelum dan setelah pengumuman  tersebut. Walaupunterjadi perbedaan  variance return, hal tersebut  hanya dianggap sebagarisiko tetap perusahaan (Fadhilah :2007). 4) Pengumuman  right issue  yang bertujuan untuk membayar utang tidakmenyebabkan terjadinya perbedaan  variance return  saham yangsignifikan antara sebelum dan setelah pengumuman tersebut.  Hasipengujian hipotesis 3 dan 4  memperkuat dugaan sebelumnya bahwadalam periode pengamatan ini para pemegang saham belum dapamengantisipasi adanya informasi pengumuman  right issue  berdasarkantujuan penggunaan dananya secara utuh..

Faktor-faktor Yang Berdampak Pada Return Saham Perusahaan

Skripsi Ekonomi~ Analisis Dampak Pengumuman Merger Dan Akuisisi Terhadap Abnormal Return Saham Perusahaan (Studi Pada Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2000-2006)

pendapatan Faktor-faktor Yang Berdampak Pada Return Saham Perusahaan Faktor-faktor Yang Berdampak Pada Return Saham Perusahaan pendapatan

Latar Belakang Skripsi 

Secara umum setiap perusahaan didtesisirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas, sehingga pengembangan usaha merupakan rencana jangka panjang perusahaan. Salah satu strategi untuk menjadi perusahaan yang besar dan mampu bersaing adalah melalui ekspansi baik dalam bentuk ekspansi internal atau ekspansi eksternal. Ekspansi internal terjadi pada saat divisi-divisi yang ada dalam perusahaan tumbuh secara normal melalui kegiatan  capital budgeting sedangkan ekspansi eksternal dapat dilakukan dalam bentuk penggabungan usaha (business combination).

Dalam Accounting Principles Board (APB) Opinion No. 16 disebutkan bahwa pengembangan usaha terjadi jika satu badan usaha dengan satu atau badan usaha yang lain melakukan usaha secara bersama-sama dalam satu kesatuan akuntansi.  Penggabungan usaha dalam akuntansi ada tiga bentuk yaitu: konsolidasi, merger, dan akuisisi. Konsolidasi adalah penggabungan usaha yang dilakukan dengan pengambil alihan aktiva dan kewajiban perusahaan-perusahaan yang bergabung dengan cara membentuk perusahaan baru.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah seperti berikut ini.

1. Apakah terdapat reaksi pasar yang dibuktikan dengan  abnormal return  pada seputaran waktu pengumuman  merger dan akuisisi perusahaan?

2. Apakah terdapat perbedaan  abnormal return  di antara periode sebelum dan sesudah pengumuman  merger dan akuisisi perusahaan?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari penelitian ini ialah ingin mengetahui apakah terdapat reaksi pasar yang dibuktikan dengan  abnormal return  pada seputaran waktu pengumuman  merger dan akuisisi perusahaan, perbedaan  abnormal return  di antara periode sebelum dan sesudah pengumuman  merger dan akuisisi perusahaan.

Kesimpulan

Atas dasar hasil analisis data yang telah dilakukan dan dipaparkan dalam bab sebelumnya, maka simpulan penelitian dapat diambil sebagai berikut ini.

  1. Penelitian ini mampu membuktikan bahwa pengumuman merger dan akuisisi menghasilkan abnormal return yang signifikan pada periode disekitar tanggal pengumuman. Hal ini dapat dilihat dari dihasilkannya  abnormal return yang signifikan pada t-1 sampai dengan t-6, dan periode t1 sampai dengan t5. Hal ini mengindikasikan terjadinya kebocoran informasi sebelum merger dan akuisisi yang dilakukan sehingga investor melakukan insider trading yang menyebabkan  profit taking sehingga berpengaruh pada nilai saham perusahaan yang menyebabkan timbulnya abnormal return. Kebocoran informasi ini juga menyebabkan informasi yang tidak terlalu signifikan lagi bagi investor dalam melakukan kegiatan ekonomi perusahaan sehingga pada ketika pengumuman  merger dan  akuisisi dilakukan tidak terdapat abnormal return yang terjadi. Sedangkan setelah pengumuman merger dan akuisisi terdapat lagi nilai  abnormal return yang terjadi mengindikasikan bahwa kegiatan tersebut adalah berita baik (good news) bagi investor sehingga permintaan akan saham perusahaan-perusahaan tersebut meningkat.
  2. Penelitian ini tidak mampu membuktikan adanya perbedaan yang signifikan atas  abnormal return pada periode sebelum dan sesudah pengumuman  merger dan akuisisi. Hal ini mengindikasikan respon investor yang sama pada periode sebelum dan setelah pengumuman  merger  dan akuisisi oleh karena belum dapat terukurnya kinerja perusahaan dalam jangka pendek.

Dampak Langsung Dan Tidak Langsung Pertumbuhan Ekonomi

Skripsi Ekonomi~ Analisis Dampak Langsung Dan Tidtesisak Langsung Desentralisasi Fiskal  Terhadap Pertumbuhan Ekonomi,  Penyerapan Tenaga Kerja Dan Jumlah Penduduk Miskin  Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Tengah  Tahun 2004 – 2010

kemiskinan Dampak Langsung Dan Tidak Langsung Pertumbuhan Ekonomi Dampak Langsung Dan Tidak Langsung Pertumbuhan Ekonomi kemiskinan

Latar Belakang 

Desentralisasi fiskal akan memberikan manfaat yang optimal jika diikuti oleh kemampuan finansial yang memadai oleh daerah otonom. Menurut UU No. 33 Tahun 2004 sumber penerimaan yang digunakan untuk pendanaan pemerintah daerah dalam pelaksanaan desentralisasi fiskal adalah: Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dana bagi hasil, pinjaman daerah, dan lain-lain penerimaan yang sah.

Dampak pelaksanaan desentralisasi fiskal di kabupaten/kota Propinsi Jawa Tengah terhadap kondisi makro ekonomi dan sosial menunjukkan hasil yang relatif baik meskipun belum optimal. Terdapat beberapa indikator untuk melihat kinerja pembangunan daerah. Pertama, dilihat dari hasil  output pembangunan daerah yang tercermin dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Data realisasi menunjukkan bahwa pertumbuhan PDRB riil di kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah selama tujuh tahun terakhir menunjukkan kecenderungan selalu meningkat.  Laju pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah pada tahun 2004 sampai 2010 mengalami pertumbuhan cukup positif, tetapi belum mampu memecahkan permasalahan dasar di masing-masing daerah, yaitu besarnya angka pengangguran dan kemiskinan. Hampir di semua daerah di Jawa Tengah perekonomiannya cenderung meningkat, tetapi pertumbuhan tersebut belum mampu menyerap jumlah pengangguran yang cukup besar di wilayah ini, sehingga diperlukan laju pertumbuhan yang lebih besar lagi untuk mendorong kinerja pembangunan  daerah.

Rumusan Masalah 

Berdasarkan latar belakang di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

  1. Bagaimana dampak langsung  pelaksanaan desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah pada periode Tahun 2004-2010?
  2. Bagaimana dampak langsung pelaksanaan desentralisasi fiskal terhadap tenaga kerja terserap kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah pada periode Tahun 2004-2010?
  3. Bagaimana dampak tidak langsung desentralisasi fiskal (melalui pertumbuhan ekonomi)   terhadap tenaga kerja terserap kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah pada periode Tahun 2004-2010?
  4. Bagaimana dampak langsung pelaksanaan desentralisasi fiskal terhadap jumlah penduduk miskin kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah pada periode Tahun 2004-2010?
  5. Bagaimana dampak tidak langsung desentralisasi fiskal (melalui pertumbuhan ekonomi)  terhadap jumlah penduduk miskin kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah pada periode Tahun 2004-2010?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung desentralisasi fiskal  terhadap  pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan jumlah penduduk miskin  kabupaten/kota  di  propinsi Jawa Tengah.  Penelitian terdiridari 29  kabupaten  dan 6  kota, menggunakan  data sekunder dari Badan Pusat Statistik  Jawa  Tengah  periode  2004  sampai dengan  2010.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis hasil studi dan pembahasan tentang pengaruh desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk miskin serta penyerapan tenaga kerja di kabupaten/kota  Provinsi Jawa Tengah, dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Desentralisasi fiskal memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi di daerah kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah.  Dampak langsung antara desentralisasi fiskal dan pertumbuhan ekonomi sebesar 0.171, sedangkan dampak tidak langsungnya sebesar 0.000.
  2. Desentralisasi fiskal memiliki hubungan positif namun tidak signifikan terhadap tenaga kerja terserap kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah. Dampak langsung antara desentralisasi fiskal dan tenaga kerja terserap sebesar 0.0241, sedangkan dampak tidak langsungnya sebesar 0.0127.
  3. Pertumbuhan ekonomi memiliki hubungan positif namun tidak signifikan terhadap tenaga kerja terserap kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah. Dampak langsung antara pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja terserap sebesar 0.074, sedangkan dampak tidak langsungnya sebesar 0.000.
  4. Desentralisasi fiskal memiliki hubungan positif namun tidak signifikan terhadap jumlah penduduk miskin kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah. Dampak langsung antara desentralisasi fiskal dan jumlah penduduk miskin sebesar -0.438, sedangkan dampak tidak langsungnya sebesar -0.0139.
  5. Pertumbuhan ekonomi memiliki hubungan positif namun tidak signifikan terhadap jumlah penduduk miskin kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah. Dampak langsung antara Pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk miskin sebesar -0.081, sedangkan dampak tidak langsungnya sebesar 0.000.