Optimalisasi Penerimaan Pajak Hotel Dan Pajak Restoran

Skripsi Ekonomi~ Optimalisasi Penerimaan Pajak Hotel Dan Pajak Restoran  Di Kabupaten Sukoharjo

 

tax Optimalisasi Penerimaan Pajak Hotel Dan Pajak Restoran Optimalisasi Penerimaan Pajak Hotel Dan Pajak Restoran tax

Latar Belakang Skripsi 

Kabupaten Sukoharjo sebagai daerah otonomi dalam melaksanakan pembangunan menganut azas desentraliasasi yang diwujudkan dalam bentuk prakarsa yang baik. Di Kabupaten Sukoharjo dalam rangka pemanfaatan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah masih mengalami kendala khususnya dalam menggali Pendapatan Asli Daerah melalui Pajak Hotel dan Pajak Restoran.

Salah satu pajak yang memiliki potensi yang cukup tinggi untuk ditingkatkan penerimaannya adalah Pajak Hotel dan Pajak Restoran. Namun kenyataannya pajak tersebut selama ini kontribusi masih sangat minim. Ini dapat dilihat dari tiga tahun terakhir persentase kontribusi Pajak Hotel dan Pajak Restoran masih kurang dari 10%.

Rumusan Masalah

Pajak Hotel dan Restoran merupakan salah satu potensi penerimaan Pendapatan Asli Daerah di DPPKAD kabupaten Sukoharjo. Penulis dalam penyusunan TA ini mencoba merumuskan permasalahan sebagai berikut :

1. Seberapa besar kontribusi Pajak Hotel dan Restoran terhadap PAD Kabupaten Sukoharjo?

2. Sejauhmana pemanfaatan potensi yang ada untuk meningkatkan Pajak Hotel dan Restoran di Kabupaten Sukoharjo?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari penelitian dilatarbelakangi oleh potensi pajak hotel dan  restoran yang ada di Kabupaten Sukoharjo  cukup dapat memberi  kontribusi terhdap penerimaan pajak  daerah di Kabupaten Sukoharjo. Namun karena belum dikelola secara optimal baik dari perhitungan potensi yang dimiliki, pelaksanaan pemungutan terhadap pemungutan pajak hotel dan restoran itu  sendiri maka pendapatan dan penerimaan yang diperoleh kurang sesuai dengan potensi yang ada Penelitian ini dilaksanakan dengan studi kepustakaan dan studi lapangan.

Kesimpulan 

Berdasarkan analisis dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan yang berkaitan dengan Optimalisasi Penerimaan Pajak Hotel dan Pajak Restoran di Kabupaten Sukoharjo bahwa kontribusi pajak hotel dan restoran di Kabupaten  Sukoharjo  masih  jauh dari  target yang diharapkan. Ini disebabkan karena pelaksanaan pemungutan yang masih  kurang dilakukan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari sistem  dan prosedur yang ada.

Begitupula dengan tingkat pengetahuan, pemahaman petugas pemungutan pajak terhadap sistem dan prosedur pemungutan pajak masih kurang, serta motivasi yang masih rendah sehingga kurang mendukung optimalisasi penerimaan pajak hotel dan pajak restoran di Kabupaten Sukoharjo.  Sarana dan  prasarana yang ada  sudah sangat  mendukung kelancaran pemungutan. Kurangnya kontribusi ini juga disebabkan oleh kurangnya kesadaran para wajib pajak untuk melakukan kewajibanya dalam membayar pajak. Hal ini disebabkan kareana kurangnya sosialisasi tentang  pentingnya membayar pajak. Selain faktor tersebut, hal lain yang mempengaruhi wajib pajak enggan membayar pajak yaitu kurangnya pemasukan yang diterima oleh wajib pajak, sehingga mereka enggan membayar pajak.

Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kesempatan Investasi

Skripsi Ekonomi~ Pengaruh Arus Kas Bebas, Profitabilitas, Dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Kesempatan Investasi (Studi Empiris pada Perusahaan non Keuangan yang Terdaftar di BEI Periode 2008-2010)

akuntansi (1) Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kesempatan Investasi Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kesempatan Investasi akuntansi 11

Latar Belakang Skripsi 

Berbagai kondisi perusahaan  dapat  mempengaruhi nilai arus  kas bebas,  misalnya  bila perusahaan memiliki arus  kas bebas tinggidtesisengan tingkat  pertumbuhan rendah maka arus  kas bebas ini seharusnya didistribusikan kepada pemegang saham, tetapi bila perusahaan memiliki arus kas bebas tinggi dan  tingkat pertumbuhan tinggi maka arus  kas bebas ini dapat ditahan sementara dan bisa dimanfaatkan untuk investasi pada periode mendatang.

Karena kondisi tersebut di atas, maka mengindikasikan bahwa adanya arus kas bebas yang besar dalam suatu perusahaan belum tentu menunjukkan bahwa  perusahaan tersebut akan membagikan dividen dengan jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan ketika perusahaan memiliki arus kas bebas yang kecil.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang akan diteliti dapat dirumuskan sebagai berikut ini.

1. Apakah  arus kas bebas  berpengaruh terhadap  kesempatan investasi perusahaan non keuangan yang terdaftar di BEI tahun 2008-2010?

2. Apakah  profitabilitas  berpengaruh terhadap  kesempatan investasi perusahaan non keuangan yang terdaftar di BEI tahun 2008-2010?

3. Apakah  pertumbuhan perusahaan  berpengaruh terhadap  kesempatan investasi  perusahaan non keuangan yang terdaftar di BEI tahun 2008-2010?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris terkait pengaruh arus kas bebas, profitabilitas  dan pertumbuhan perusahaan  terhadap  kesempatan investasi pada perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Untuk tujuan tersebut penelitian ini menggunakan 70  perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling.

Simpulan 

Pengujian data arus kas bebas, profitabilitas, pertumbuhan perusahaan, dan tipe industri  terhadap kesempatan investasi yang dilakukan dengan menggunakan model regresi berganda menunjukkan hasil bahwa  arus kas bebas dan profitabilitas berpengaruh terhadap kesempatan investasi sedangkan pertumbuhan perusahaan  dan tipe industri  tidak berpengaruh terhadap kesempatan investasi. Arus kas bebas berpengaruh  terhadap kesempatan investasi. Dengan peningkatan jumlah  arus kas bebas menyebabkan peningkatan  kesempatan perusahaan untuk melakukan investasi.

Profitabilitas perusahaan juga berpengaruh terhadap kesempatan investasi. Tingkat profitabilitas yang  tinggi pada perusahaan akan meningkatkan kemungkinan perusahaan untuk  membuka link  atau cabang yang baru serta memperbesar investasi untuk membuka investasi baru. Tingkat keuntungan yang tinggi menandakan pertumbuhan perusahaan pada masa mendatang  sehingga mempunyai kemungkinan untuk mempunyai kesempatan investasi yang tinggi. Selanjutnya,  hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan pertumbuhan perusahaan  tidak  berpengaruh terhadap  kesempatan investasi perusahaan pada masa yang akan datang (IOSt+1). Kesimpulan ini mengindikasikan bahwa tinggi rendahnya variabel tersebut tidak  berpengaruh pada kesempatan perusahaan untuk melakukan investasi.

Pengaruh Coping Strategies Terhadap TAM

SkripsiPengaruh Coping Strategies Terhadap Technology Acceptance Model (TAM) (Studi pada Usaha Kecil dan Menengah Pengguna Facebook di Surakarta)

ukm Pengaruh Coping Strategies Terhadap TAM Pengaruh Coping Strategies Terhadap TAM ukm

Latar Belakang Skripsi

Niat adopsi terjadi didtesisahului dengan adanya sikap konsumen dalam  menanggapi suatu produk,dalam  Technology Acceptance Model  (Davis, 1989) mengemukakan niat seseorang dalam menggunakan teknologi dipengaruhi oleh kegunaan teknologi (usefulness) dan kemudahan teknologi untuk digunakan (easy of use), kedua variabel tersebut merupakan faktor utama yang menentukan seseorang dalam menggunakan teknologi (Lihat Templeton dan Byrd 2003; Adams et al, 1992; Shen et al, 2006). Teknologi baru, karena sifatnya yang diskontinus, tidak bisa diadopsi secara luas begitu saja.  Sifat dan  kebutuhan konsumen yang berbeda-beda membuat adopsi akan berlangsung secara bertahap, berpindah dari satu kelompok konsumen ke kelompok berikutnya.  Ada konsumen yang berani mengambil resiko mencoba teknologi baru tersebut walau sistem yang mendukungnya belum mapan dan fitur-fiturnya masih kurang lengkap.

Konsumen sebelum memutuskan untuk menggunakan produk dengan teknologi baru atau tetap mempertahankan produk teknologi yang masih lama maka diperlukan pembelajaran dan pertimbangan sebelum memutuskan.  Dalam proses memutuskan tersebut, konsumen mengalami sebuah tekanan psikis dalam hal ini bisa mengalami stress ( Lihat Arifin, 2009).

Permasalahan

Permasalahan yang dirumuskan terkait dengan hubungan antar variabel yang membentuk model penelitian antara lain:

1.  Apakah  Coping strategies (refusal, delay, extended decision making, pretes) berpengaruh pada usefulness?

2.  Apakah Coping strategies (refusal, delay, extended decision making, pretes) berpengaruh pada easy of use ?

3. Apakah easy of use berpengaruh pada usefulness?

4.  Apakah  Coping strategies (refusal, delay, extended decision making, pretes) berpengaruh pada attitude to use ?

5.  Apakah  usefulness berpengaruh pada attitude to use ?

6.  Apakah easy of use berpengaruh pada attitude to use ?

7.  Apakah Coping strategies (refusal, delay, extended decision making, pretes) berpengaruh pada intention to use ?

8.  Apakah attitude to use berpengaruh pada intention to use?

Tujuan Penelitian 

Studi ini bertujuan untuk  menjelaskan pengaruh dari  Coping Strategies yang terdiri dari refusal, delay, extended decision making dan pretest terhadap Technology Acceptance Model (TAM) yang terdiri dari usefulness, easy of use, attitude to use dan intention to use.  Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi pada teknologi baru.  Data diambil melalui survei pada 137 responden yang berniat untuk menggunakan facebook sebagai sarana promosi usaha. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hal ini bertujuan untuk menjamin keakuratan  dari  data  yang dikumpulkan.

Kesimpulan

Hasil pengujian yang diperoleh mengindikasi beberapa variabel yang mempunyai hubungan signifikan dan tidak signifikan. Hubungan antar variabel itu antara lain:

1.  Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara  Coping strategies (refusal, delay, extended decision making, pretes) dengan usefulness.

2.  Hubungan signifikan secara parsial antara Coping strategies (refusal, delay, extended decision making, pretes) dengan easy of use .

3.  Hubungan positif dan signifikan antara easy of use dan usefulness.

4.  Hubungan signifikan yang ditunjukkan hanya parsial antara  Coping strategies (refusal, delay, extended decision making, pretes) dengan attitude to use.

5.  Hubungan positif dan signifikan antara  usefulness dan attitude to use menjelaskan bahwa semakin tinggi penerimaan kegunaan menggunakan facebook maka semakin tinggi sikap menggunakan  facebook oleh pemilik UKM.

6.  Hubungan yang tidak signifikan antara  easy of use dan attitude to use menjelaskan bahwa tingkat kemudahan menggunakan  facebook tidak mempengaruhi sikap menggunakan  facebook oleh pemilik UKM.

7.  Hubungan yang tidak signifikan antara  Coping strategies (refusal, delay, extended

decision making, pretes) dengan intention to use .

8.  Hubungan positif dan signifikan antara  attitude to use dengan intention to use menjelaskan bahwa semakin tinggi sikap untuk menggunakan  facebook maka semakin tinggi niat untuk menggunakan  facebook oleh pemilik UKM.

Analisis Brand Loyalty Terhadap Produk Hygiene

Skripsi Ekonomi~ Analisis Brand Loyalty Terhadap Produk Hygiene Merek Calmic Di Surakarta

Produk Hygiene Analisis Brand Loyalty Terhadap Produk Hygiene Analisis Brand Loyalty Terhadap Produk Hygiene Produk Hygiene

Latar Belakang Skripsi

Merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, rancangan, atau kombinasi dari hal-hal tersebut, yang dimaksudkan untuk mengidtesisentifikasi barang atau jasa dari seorang atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing. (Kotler, 2001: 575) .Tujuan pemberian merek adalah untuk mengidentifikasi produk atau jasa yang dihasilkan sehingga berbeda dari produk atau jasa yang dihasilkan oleh pesaing.

Sebagai suatu ukuran keterkaitan pelanggan kepada sebuah merek. Ukuran ini mampu memberikan gambaran tentang mungkin tidaknya seorang pelanggan beralih ke merek lain yang ditawarkan oleh kompetitor, terutama jika pada merek tersebut didapati adanya perubahan, baik menyangkut harga ataupun atribut lainnya.

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana tingkat loyalitas konsumen terhadap produk hygiene merek Calmic di Surakarta?
  2. Apakah tingkatan loyalitas tersebut membentuk piramida yang menunjukkan “brand loyalty  lemah” atau piramida terbalik yang menunjukkan “brand loyalty kuat” ?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat loyalitas konsumen   PT. Calmic Cabang Solo terhadap produk  hygiene merek Calmic. Dan juga untuk mengetahui apakah  brand loyalty terhadap produk  hygiene merek Calmic tersebut menunjukkan loyalitas yang kuat ataukah lemah. Metode penelitian yang digunakan adalah diskriptif dimana merupakan jenis riset yang tujuan utamanya adalah menggambarkan sesuatu.

Kesimpulan

Dari hasil analisa yang diolah, dengan membagikan kuesioner kepada 100 konsumen   PT. Calmic Cabang Solo yang menggunakan produk  hygiene merek Calmic maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Berdasarkan analisis karakteristik responden, dari 100 responden menyatakan pengguna produk  hygiene merek Calmic lebih banyak perempuan yaitu sebesar 62%, dengan rata-rata berusia 27-32 tahun sebanyak 48%, bekerja di swasta 45%, dan berpenghasilan >Rp 2.000.000,00 sebesar 72%.
  2. Sebanyak 7% dari 100 responden bersifat  switcher (berpindah) melakukan pembelian karena faktor harga.
  3. Pada tingkatan  habitual buyer (pembeli yang bersifat kebiasaan) sebanyak 77% responden menyatakan bahwa mereka terbiasa melakukan pembelian pada produk hygiene merek Calmic.
  4. Pada tingkatan  satisfied buyer (pembeli yang puas dengan biaya peralihan) sebanyak 88% responden menyatakan puas melakukan pembelian pada produk hygiene merek Calmic
  5. Pada tingkatan  likes  the brand (menyukai merek) sebanyak 86% responden menyatakan suka pada produk hygiene merek Calmic
  6.  6.  Pada tingkatan committed buyer (pembeli yang komit) sebanyak 23% responden menyatakan sering dan selalu menyarankan untuk melakukan pembelian produk hygiene merek Calmic.

Analisis Produk Private Label Matahari DS

Skripsi Ekonomi~ Analisis Brand Retrieval, Brand Recall, Dan Sikap Konsumen Terhadap Produk Private Label Matahari Department Store (Studi Pada Anggota MCC Matahari Department Store Johar Plaza Jember)

departemen store Analisis Produk Private Label Matahari DS Analisis Produk Private Label Matahari DS departemen store

Latar Belakang Skripsi 

Pengusaha pengecer (retailer) mencari perusahaan yang memiliki kelebihan kapasitas dan belum terpakai secara optimal, yang mau memproduksi produk  private label  dengan biaya rendah.  Itu berarti pemilik  private label bisa menjual produknya dengan harga yang lebih rendah (dibanding produk merek nasional) sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar.  Pemilik private label bisa mengembangkan merek toko yang kuat yang akan menarik perhatian banyak orang untuk datang ke toko mereka (Philip Kotler, 1994; p.449).

Faktor tersebut diatas didtesisukung dengan fakta di Indonesia bahwa saat ini telah terjadi kecenderungan bahwa sebagian besar konsumen sudah semakin kritis terhadap produk. Dalam tahun-tahun yang lalu, konsumen melihat merek-merek dalam suatu kategori sebagai suatu  tangga merek  (brand ladder), dengan merek favorit berada di puncak dan merek-merek lain di bawahnya sesuai preferensi. Sekarang konsumen cenderung memilih produk yang memiliki harga yang lebih murah dengan kualitas baik. Konsumen sudah tidak lagi mengutamakan produk bermerek yang menunjang gengsi dan prestise mereka, tetapi lebih mementingkan fungsi suatu produk untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Gejala tersebut menunjukkan banyak produk yang kekuatannya sudah mapan mulai ditinggalkan pelanggannya dan beralih ke produk dengan merek-merek pengikut yang memiliki kualitas dan tampilan yang tidak jauh berbeda dengan merek-merek terkenal (pioneer brand).

Perumusan Masalah

Untuk mempermudah dalam mengidentifikasi masalah yang akan dibahas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu:

  1. Seberapa besarkah brand retrieval anggota Matahari Club Card terhadap produk private label Matahari Department Store ( NEVADA )?
  2. Apakah anggota MCC dapat mem-brand recall produk  private label Matahari Department Store?
  3. Bagaimanakah sikap anggota MCC terhadap atribut produk private label Matahari Department Store dibandingkan dengan produk bermerek nasional?

 Kesimpulan

Pada bagian ini akan diuraikan beberapa kesimpulan yang diperoleh dari hasil analisis data, dan juga saran-saran yang dianggap peneliti dapat bermanfaat bagi pihak-pihak tertentu.

  • Brand Retrieval

Dari hasil analisis persentase pada produk pakaian jadi diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa merek private label (NEVADA :63%) memiliki  brand retrieval yang lebih tinggi dari pada merek-merek produsen (WALRUS :23% dan OSELLA :14%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa  brand retrieval untuk  private label masih lebih tinggi dibandingkan produk merek produsen.

  • Brand Recall

Berdasarkan analisis persentase diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa tidak semua responden dapat mem-brand recall merek  private label dan merek produsen. Untuk produk pakaian jadi terdapat 38% dari total responden yang dapat mengidentifikasikan produk mana yang merupakan private label, sementara 45% lainnya tidak tahu merek mana yang merupakan  private label. Dan 17% sisanya salah mengidentifikasikan merek lain, terdiri dari 10% memilih Walrus dan 7% memilih Osella. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar dari responden yang merupakan anggota Matahari Club Card tidak mengetahui merek Nevada merupakan produk private label Matahari Department Store.

  • Sikap

Konsumen Secara Keseluruhan Berdasarkan analisis  Fishbein Attitude Model, dapat disimpulkan bahwa pelanggan (anggota MCC) memiliki sikap yang cukup positif terhadap atribut-atribut produk  private label Matahari Department Store (NEVADA) dan  merek produsen (WALRUS). Hal tersebut menunjukan bahwa pelanggan cukup yakin bahwa secara umum kedua merek tersebut memiliki atribut-atribut seperti :

  1. Penentuan harga yang sesuai dengan kualitas produk.
  2. Cara pengemasan yang cukup menarik.
  3. Pemilihan nama merek yang mudah diingat
  4. Iklan produk yang mudah dijumpai di media masa.
  5. Pemilihan bahan yang sesuai dengan iklim tropis.
  6. Pilihan warna yang cukup bervariasi.
  7. Penempakan bahan yang sesuai dengan standar produk pakaian jadi pada umumnya.
  • Sikap Konsumen per Atribut

Dengan melihat hasil analisis Fishbein Attitude Model maka dapat disimpulkan bahwa untuk atribut yang tergolong intrinsic cues, produk private label (NEVADA) memiliki penilaian sikap yang lebih positif dibandingkan dengan produk merek produsen (WALRUS), sedangkan untuk variabel  extrinsic cues  atribut iklan mendapatkan penilaian cukup negatif dan sebaliknya produk WALRUS mendapatkan sikap positif dari anggota MCC.