Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen

Skripsi Ekonomi ~ Analisis  Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada PT.Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru pelayanan pdam Analisis  Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Analisis  Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen pelayanan pdam

 

Latar Belakang Skripsi 

Bagi  PT.Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru, dalam berbinis tidtesisak hanya mementingkan kualitas produknya saja. Layanan purnajual (after-sales service) juga menjadi perhatian untuk menjaga loyalitas para pelanggan. Kualitas pelayanan purna jual layaknya sebuah kendaraan bermotor, maka perawatan rutin adalah keharusan bagi para konsumen.seperti halnya tubuh manusia yang membutuhkan makan dan minum untuk membuat sehat, Dalam melakukan perawatan pihak PT. Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru  telah memiliki bengkel  dengan mekanik yang telah terlatih serta sparepart yang terjamin keaslianya. Bengkel  di PT. Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru telah mempunyai  SOP (Standart Operation Procedure) untuk kepuasan pelanggan, Sehingga mekanik yang mereka miliki pada umumnya telah dilatih terlebih dahulu untuk menjamin pelayanan serta kualitas pekerjaan  agar dapat memuaskan pelanggan. Pelayanan/Service  ibarat pisau. Pisau yang digunakan dengan baik dan bertanggung jawab akan membantu untuk memotong daging, mengiris sayuran, dan mempercepat pekerjaan. Penggunaan pisau dapat digunakan untuk merampok atau membunuh termasuk membunuh citra perusahaan. Perlu dipahami pula bahwa kualitas tidak boleh dipandang sebagai salah satu ukuran sempit hanya dari kualitas produk dan jasa  semata. Kualitas meliputi keseluruhan aspek organisasi. Zeithaml Parasuraman & Berry (1988) (dalam Tjiptono 2002:69) mengemukakan terdapat lima dimensi yang menentukan kualitas pelayanan ditinjau dari sudut pandang pelanggan, yaitu : Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty, Tangibles.

Rumusan Masalah

1. Apakah Tangibles mempunyai pengaruh terhadap kepuasan konsumen pada PT.Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru?

2. Apakah Reliability mempunyai pengaruh terhadap kepuasan konssumen pada PT.Nasmoco Bengawan Motot Solo Baru?

3. Apakah  Responsiveness  mempunyai pengaruh terhadap kepuasan konsumen pada PT.Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru? 4. Apakah  Assurance  mempunyai pengaruh terhadap kepuasan konsumen pada PT.Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru?

5. Apakah Empathy mempunyai pengaruh terhadap kepuasan konsumen pada PT.Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru?

6. Variabel manakah yang paling dominan pengaruhnya (Reliability, Responsiveness,     Assurance,  Emphaty, Tangibels)  terhadap kepuasan konsumen di PT.Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru ?

7. Apakah ada pengaruh yang signifikan dimensi kualitas pelayanan secara bersama-sama terhadap kepuasan konsumen di PT.Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru ?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada PT.Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru. Penelitian ini dilakukan terhadap pelanggan servis PT.Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru. Untuk menentukan responden peneliti menggunakan adalah teknik purposive sampling.  Didalam penelitian ini peneliti mengambil sample sebanyak 100 responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi, wawancara, kuisioner dan studi pustaka. Alat analisis yang digunakan adalah Regresi linier berganda, uji t, uji F dan koofesien determinasi( ), untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen.

Kesimpulan

Berdasarkan permasalahan yang ada dan hasil pemecahan pada Bab III, maka kesimpulan yang dapat peneliti kemukakan dalam penyusunan Tugas Akhir adalah sebagai berikut:

a) Dengan membandingkan t hitung dengan  t tabel terhadap variabel  Tangibles  diketahui bahwa t hitung > t tabel (6,772 > 1,985) maka untuk variabel Tangibles hipotesis Ho ditolak artinya bahwa Tangibles berpengaruh secara signifikan positif terhadap kepuasan konsumen.

b) Dengan membandingkan t hitung dengan  t tabel terhadap variabel  Reliability  diketahui bahwa t hitung > t tabel (3,965> 1,985) maka untuk variabel Reliability hipotesis Ho ditolak artinya bahwa Reliability berpengaruh secara signifikan positif terhadap kepuasan konsumen.

c) Dengan membandingkan t hitung dengan t tabel terhadap variabel    Responsiveness  diketahui bahwa t hitung > t tabel (2,515 > 1,985) maka untuk variabel Responsiveness  hipotesis  Ho ditolak artinya bahwa  Responsivenes  berpengaruh secara signifikan positif terhadap kepuasan konsumen.

d) Dengan membandingkan t hitung dengan t tabel terhadap variabel   Assurance diketahui bahwa t hitung > t tabel (4,271 > 1,985) maka untuk variabel  Assurance  hipotesis Ho ditolak artinya bahwa  Assurance  berpengaruh secara signifikan positif terhadap kepuasan konsumen.

e) Dengan membandingkan t hitung dengan t tabel terhadap variabel  Emphaty  diketahui bahwa t hitung > t tabel (2,442 > 1,985) maka untuk variabel Emphaty hipotesis Ho ditolak artinya bahwa Emphaty   berpengaruh secara signifikan positif terhadap kepuasan konsumen.

f)  Dari analisis data yang menggunakan regresi linier berganda yaitu metode yang digunakn untuk mengetahui pengaruh varibel kualitas pelayanan (Tangibles( , Reliability( , Responsiveness( ,   Assurance( , Emphaty( ) terhadap variable kepuasan konsumen (Y) diperoleh persamaan sebagai berikut : Y = 5,512 + 0,468   + 0,328 + 0,201 + 0,258 +0,206 , sehingga dapat dilihat  bahwa varabel yang paling dominan pengaruhnya adalah tangibles.

g)  Berdasarkan pengujian yang dilakukan, maka diperoleh Fhitung sebesar 192,557, sedangkan nilai Ftabel sebesar 2,54. Karena nilai Fhitung > Ftabel, maka Ho ditolak yang berarti bahwa variabel independen yaitu  Tangibles( , Reliability( , Responsiveness( ,    Assurance( ,  Emphaty( ) secara serempak mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen atau variabel terikat pada kepuasan konsumen (Y).

Analisis Kesempatan Investasi Terhadap Kebijakan Dividen

Skripsi EkonomiAnalisis Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Utang, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan Dan Kesempatan Investasi Terhadap Kebijakan Dividtesisen

modal-ventura Analisis Kesempatan Investasi Terhadap Kebijakan Dividen Analisis Kesempatan Investasi Terhadap Kebijakan Dividen modal ventura

Latar Belakang Skripsi 

Di Indonesia, kepemilikan manajerial, kebijakan dividen dan kebijakan utang telah memperoleh perhatian para peneliti, sehingga terdapat beberapa peneliti yang melakukan kajian mengenai hubungan maupun pengaruhnya satu sama lain, terutama yang menggunakan kebijakan dividen sebagai variabel terikat.

Fauzan (2002) dalam penelitiannya yang berjudul Hubungan Biaya Keagenan, Risiko  Pasar dan Kesempatan Investasi, hanya menemukan satu variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Variabel tersebut adalah risiko pasar yang diproksikan dengan BETA. Biaya keagenan yang diproksikan dengan kepemilikan institusional dan kesempatan investasi yang diproksikan dengan Market to Book Value of Equity  tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen yang dibuat perusahaan. Hal ini menunjukkan perusahaan publik pada tahun 1996 tepatnya sebelum krisis moneter di  mana penelitian ini dilakukan, belum mempertimbangkan kesempatan investasi dan biaya keagenan dalam pembuatan kebijakan.  Penelitian Fauzan (2002) yang menyimpulkan tidak adanya hubungan antara  dividen payout  dengan kesempatan investasi dikonfirmasi oleh Suharli (2007).

Nuringsih (2005) menganalisis pengaruh kepemilikan manajerial, kebijakan utang, ROA, dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam  Indonesian Capital Market Directory  tahun 1995-1996.  Berdasarkan pengujian hasil regresi diketahui bahwa terjadi pengaruh positif antara  managerial ownership  dengan kebijakan dividen.  Hasil ini menunjukkan bahwa semakin besar keterlibatan manajer dalam  managerial ownership  menyebabkan aset tidak terdiversifikasi secara optimal sehingga menginginkan dividen yang semakin besar.  Pengaruh positif juga ditunjukkan pada hubungan antara ukuran perusahaan dengan kebijakan dividen. Sedangkan untuk ROA dan utang berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen.

Perumusan Masalah

  1. Apakah terdapat pengaruh positif antara kepemilikan manajerial dengan kebijakan dividen.
  2. Apakah terdapat pengaruh negatif antara kebijakan utang dengan kebijakan dividen.
  3. Apakah terdapat pengaruh negatif antara profitabilitas dengan kebijakan dividen.
  4. Apakah terdapat pengaruh positif antara ukuran perusahaan dengan kebijakan dividen.
  5. Apakah terdapat pengaruh negatif antara kesempatan investasi dengan kebijakan dividen.

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini adalah  menemukan bukti empiris pengaruh kepemilikan manajerial, kebijakan utang, profitabilitas, ukuran perusahaan, kesempatan investasi terhadap kebijakan dividen.  Penelitian ini menggunakan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), namun bukan perusahaan jenis industri perbankan dan keuangannya lainnya, sesuai dengan pengklasifikasian  Indonesian Capital Market Dictionary  (ICMD)  periode 2004-2008. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu  purpose sampling. Jumlah sampel akhir yang digunakan yaitu 78 sampel. Teknik analisis regresi berganda digunakan dalam menganalisis data.

Kesimpulan

Tujuan dari penelitian ini adalah menguji pengaruh kepemilikan manajerial, kebijakan utang, profitabilitas, ukuran perusahaan dan kesempatan investasi terhadap kebijakan dividen. Penelitian ini mengambil periode pengamatan selama lima tahun yaitu dari tahun 2004 sampai dengan 2008, dimana jumlah sampel yang digunakan yaitu 78 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia namun  bukan perusahaan jenis industri perbankan dan keuangan lainnya. Hasil analisis dalam penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Variabel kepemilikan manajerial tidak memiliki pengaruh terhadap kebijakan dividen (Dividen Payout Ratio). Meskipun demikian, tanda positif pada koefisien regresi variabel kepemilikan manajerial yang ditemukan dalam penelitian ini sama seperti yang diharapkan.  Tanda koefisien positif tersebut  menunjukkan bahwa semakin  besar keterlibatan manajer dalam  managerial ownership  menyebabkan aset yang dimiliki tidak terdiversifikasi secara optimal sehingga dividen yang dibagikan semakin besar.
  2. Variabel kebijakan utang (Debt to Asset Ratio)  berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen (Dividen Payout Ratio). Hal ini menunjukkan nilai DAR yang rendah cenderung memiliki DPR yang tinggi. Pada perusahaan dengan utang rendah cenderung akan membayar dividen besar karena tidak memiliki beban bunga tinggi sehingga keuntungan dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan pemegang saham.
  3. Variabel profitabilitas (ROA) tidak berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen (DPR). Perusahaan tidak akan membayar dividen tinggi untuk menjaga reputasinya ketika profitabilitas rendah. Hasil temuan ini tidak konsisten dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
  4. Variabel ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap kebijakan dividen (Dividen Payout Ratio). Meskipun demikian, tanda positif pada koefisien regresi ukuran perusahaan yang ditemukan dalam penelitian ini sama seperti yang diharapkan. Perusahaan yang memiliki aset kecil cenderung akan membayar dividen rendah karena keuntungan diarahkan sebagai laba ditahan yang digunakan untuk meningkatkan aset.
  5. Variabel kesempatan investasi tidak berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen (Dividen Payout Ratio).  Pengaruh variabel kesempatan investasi ini tidak seperti yang diharapkan dimana secara teori kesempatan investasi (IOS) seharusnya berpengaruh negatif terhadap  Dividen Payout Ratio.  Hal ini dikarenakan  IOS yang diukur dengan  Market to Book Value of Asset  berhubungan negatif dengan growth  sehingga IOS yang rendah mencerminkan  growth  yang tinggi. Growth  yang semakin tinggi akan menyebabkan perusahaan membayarkan dividen yang rendah karena sebagian  retained earnings digunakan untuk investasi (free cash flow hypothesis).

Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan

Skripsi Ekonomi~ Analisis Pengaruh Kepemilikan Manajerial Dan Profitabilitas Terhadap Kebijakan Utang Serta Pengaruhnya Terhadap Nilai Perusahaan

modal-ventura Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan modal ventura

Latar Belakang Skripsi 

Keputusan-keputusan yang dibuat manajer untuk memilih alternatif pemenuhan kebutuhan dana harus sesuai dengan tujuan utama perusahaan untuk meningkatkan kemakmuran pemegang saham melalui peningkatan nilai perusahaan (Haryono, 2005).  Salah satu pertimbangan manajemen dalam rangka  pemenuhan kebutuhan dana adalah keinginan pemilik modal sendiri (pemegang saham) untuk dapat tetap menguasai perusahaannya atau mempertahankan control terhadap perusahaan. Memenuhi kebutuhan dana dengan utang tidtesisak akan mengurangi kekuasaan pemegang saham, berbeda dengan pemenuhan kebutuhan dana melalui penerbitan saham baru yang akan mempengaruhi perimbangan kekuasaan pemegang saham lama terhadap perusahaan.

Namun pada penerapannya, seorang manajer memiliki kecenderungan berperilaku untuk meningkatkan kesejahteraannya sendiri. Hal ini yang menimbulkan konflik keagenan (agency conflict) antara manajer dan pemegang saham. Konflik keagenan tersebut muncul karena adanya pemisahan fungsi antara pemilik dan manajemen yang memiliki dampak negatif yaitu keleluasaan manajemen perusahaan untuk mengoptimalkan laba yang dapat mengarah pada proses mengutamakan kepentingan manajemen sendiri dengan biaya yang harus ditanggung oleh pemilik perusahaan (Rahman, 2010). Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mensejajarkan kedudukan manajer dan pemegang saham adalah dengan meningkatkan kepemilikan manajerial.

 Rumusan Masalah 

Permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan seperti berikut ini.

1. Apakah kepemilikan manajerial berpengaruh  terhadap kebijakan utang  pada perusahaan nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

2. Apakah kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap nilai perusahaan yang dimoderasi oleh kebijakan utang pada perusahaan nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

3. Apakah profitabilitas berpengaruh  terhadap kebijakan utang  pada perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris terkait pengaruh kepemilikan manajerial dan profitabilitas terhadap kebijakan utang serta pengaruh kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan yang dimoderasi oleh kebijakan utang pada perusahaan nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Untuk tujuan tersebut penelitian ini menggunakan 90 perusahaan nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang dipilih dengan menggunakan random purposive sampling.  Untuk pengujian data, penelitian ini menggunakan model regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan software komputer statistik SPSS versi 17.0 untuk mengolah data.

Simpulan

Hasil  analisis  data yang telah dilakukan mendasari pengambilan kesimpulan yang dapat dinyatakan seperti berikut ini.

  1. Variabel kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap kebijakan utang perusahaan, hal ini mengindikasikan bahwa rendahnya kepemilikan manajerial tidak berpengaruh pada kebijakan utang perusahaan. Hasil ini membuktikan bahwa hipotesis alternatif pertama dalam penelitian ini tidak diterima atau tidak didukung oleh data.
  2. Variabel kepemilikan manajerial yang dimoderasi kebijakan utang berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, hal ini mengindikasikan bahwa keputusan penggunaan proporsi kebijakan utang yang diambil oleh manajer  lebih banyak menimbulkan risiko dibandingkan manfaat yang diperoleh sehingga berpengaruh negatif  terhadap nilai perusahaan. Hasil ini membuktikan bahwa hipotesis alternatif  kedua  dalam penelitian ini diterima atau didukung oleh data.
  3. Variabel  profitabilitas  berpengaruh negatif  terhadap kebijakan utang perusahaan, hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan lebih menyukai penggunaan internal equity daripada penggunaan utang untuk membiayai kegiatan pendanaan perusahaan. Hasil ini membuktikan bahwa hipotesis alternatif  ketiga dalam penelitian ini diterima atau didukung oleh data.
  4. Variabel kebijakan utang berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan kebijakan penggunaan utang menyebabkan semakin kecil nilai perusahaan. Variabel moderat yang merupakan interaksi antara kepemilikan manajerial dan kebijakan utang berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, hal ini mengindikasikan bahwa kebijakan utang merupakan variabel pemoderasi. Adanya variabel pemoderasi memperlemah hubungan kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan.

Analisis Obligasi Perusahaan Di Indonesia

Skripsi EkonomiAnalisis  Pengaruh Corporate Governance  Terhadap Peringkat Dan Yield Obligasi Perusahaan Di Indonesia

obligasi Analisis Obligasi Perusahaan Di Indonesia Analisis Obligasi Perusahaan Di Indonesia obligasi

Latar Belakang Skripsi 

Jewell dan Livingston (2000) menyatakan bahwa investor menghadapi masalah informasi yang disebabkan beragamnya karakteristik dari penerbit obligasi. Peringkat (rating) obligasi membantu mengurangi masalah informasi tersebut.  Peringkat obligasi (bond rating) memberikan pernyataan yang informatif dan memberikan sinyal tentang probabilitas kegagalan utang suatu perusahaan (Sari, 2004). Peringkat obligasi ini diberikan oleh lembaga yang independen, obyektif, dan dapat dipercaya. Di Indonesia, pemeringkatan obligasi dilakukan  oleh PT PEFINDO dan PT.Moody’s Indonesia.  Selain peringkat, faktor lain yang dipertimbangkan oleh investor obligasi adalah return  obligasi  (Setyapurnama & Noorpratiwi, 2004).  Return  obligasi merupakan hasil yang akan diperoleh investor apabila melakukan investasi pada obligasi.

Return obligasi ini dinyatakan dalam yield.  Bhojraj & Sengupta (2003) dalam penelitiannya menyatakan bahwa peringkat dan  yield  obligasi ditentukan oleh probabilitas bahwa sebuah perusahaan nantinya tidtesisak mampu memenuhi kewajibannya dalam melunasi hutang (default  risk), serta  dari  tingkat penjaminan yang diberikan. Default risk sebuah perusahaan bergantung pada ketersediaan informasi yang kredibel agar evaluasi resiko dapat dilakukan secara akurat, serta biaya keagenan atau agency cost  (termasuk peluang terjadinya aktivitas pengambilalihan aset dan bangunan).  Menurut mereka, mekanisme  corporate governance  dapat mengurangi resiko gagal bayar  (default risk)  dengan cara mengurangi biaya keagenan  (agency cost)  yaitu dengan memonitor kinerja manajemen dan mengurangi asimetri informasi antara perusahaan dengan kreditur. Sehingga, jika  corporate governance  dapat mengurangi resiko keagenan, maka perusahaan dengan mekanisme pelaksanaan corporate governance yang lebih baik seharusnya memiliki peringkat obligasi yang tinggi dan tingkat  yield yang lebih rendah.

Perumusan Masalah

  1. Apakah variabel-variabel  corporate governance    secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap peringkat dan yield obligasi yang terdaftar di Bursa Efek Surabaya ?
  2. Apakah variabel-variabel corporate governance secara parsial mempunyai pengaruh terhadap  peringkat dan  yield   obligasi yang terdaftar di Bursa Efek Surabaya ?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh   corporate governance yang diwakili oleh variabel  komite  independen, kepemilikan manajerial, firma auditor 4-besar, kepemilikan institusional  terhadap peringkat peringkat dan yield obligasi perusahaan di Indonesia yang terdaftar dan aktif diperdagangkan di OTC-FIS Bursa Efek Surabaya tahun 2007-2009, dengan menggunakan variabel kontrol leverage dan rasio profitabilitas.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian yang telah dilakukan tentang  pengaruh  corporate governance  :  Komite Independen, Kepemilikan saham Manajer,  Auditor  Independen 4-Besar, Kepemilikan Institusional, serta variabel kontrol  Leverage  dan  Return on Assets  terhadap  Peringkat  dan  Yield obligasi perusahaan yang  aktif beredar di pasar dan terdaftar di OTC FIS Bursa Efek Surabaya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

Pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan :

  1. Variabel  Corporate Governance  yaitu Komite Independen, Kepemilikan saham Manajer, Auditor  Independen 4-Besar, Kepemilikan Institusional, serta variabel kontrol  Leverage  dan  Return on Assets  secara simultan berpengaruh terhadap Peringkat Obligasi.
  2. Variabel  Corporate Governance  yaitu Komite Independen, Kepemilikan Saham Manajer, Auditor  Independen 4-Besar, Kepemilikan Institusional, serta variabel kontrol  Leverage  dan  Return on Assets  secara simultan berpengaruh signifikan terhadap yield obligasi

Pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial :

  1. Komite Independen  berpengaruh positif  terhadap peringkat  obligasi, sehingga kenaikan persentase  komite independen  akan menaikkan peringkat obligasi
  2. Komite Independen berpengaruh negatif  terhadap yield obligasi, sehingga penurunan persentase komite independen akan menurunkan yield obligasi.
  3. Kepemilikan  Saham  Manajer  berpengaruh positif  terhadap peringkat obligasi, sehingga kenaikan persentase kepemilikan  saham manajer akan menaikkan peringkat obligasi.
  4. Kepemilikan Manajerial  tidak berpengaruh  terhadap  yield  obligasi, sehingga kenaikan maupun penurunan persentase kepemilikan manajerial tidak mempengaruhi yield obligasi.
  5. Auditor  Independen  4-Besar  berpengaruh positif  terhadap peringkat obligasi,  sehingga keberadaan  Auditor  Independen  4-Besar  akan menaikkan peringkat obligasi.
  6. Auditor  Independen  4-Besar  tidak berpengaruh signifikan terhadap  yield obligasi, sehingga ada atau tidaknya keberadaan Auditor  Independen  4-Besar tidak mempengaruhi yield obligasi.
  7. Kepemilikan Institusional  berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi, sehingga kenaikan  persentase kepemilikan institusional  akan menaikkan peringkat obligasi.
  8. Kepemilikan Institusional  berpengaruh  negatif  terhadap  yield  obligasi, sehingga  penurunan  persentase  kepemilikan institusional  akan menurunkan yield obligasi.
  9. Rasio Leverage berpengaruh positif  terhadap peringkat obligasi, sehingga kenaikan rasio leverage akan menaikkan peringkat obligasi.
  10.  Rasio Leverage  berpengaruh  negatif  terhadap  yield  obligasi,  sehingga penurunan persentase rasio leverage akan menurunkan yield obligasi.
  11. Return on Assets berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi, sehingga kenaikan persentase Return on Assets akan menaikkan peringkat obligasi.
  12. Return on Assets  tidak berpengaruh  terhadap  yield  obligasi,  sehingga kenaikan maupun penurunan  persentase  return  on assets  tidak mempengaruhi yield obligasi.

Analisis Penerimaan Pajak Penerangan Jalan Sukoharjo

Skripsi EkonomiAnalisis Penerimaan Pajak Penerangan Jalan Di Kabupaten Sukoharjo  Pada Tahun 2007-2011

pembayaran pajak Analisis Penerimaan Pajak Penerangan Jalan Sukoharjo Analisis Penerimaan Pajak Penerangan Jalan Sukoharjo pembayaran pajak

Latar Belakang Skripsi 

Kunci kemandirian daerah adalah pengelolaan PAD. Pajak daerah sebagai salah satu sumber PAD diharapkan mampu memberikan kontribusi yang besar bagi daerah itu sendiri sehingga dapat memperlancar penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan daerah.  PAD merupakan sumber dana yang penting bagi pemerintah daerah untuk membiayai belanja daerah yang ditujukan untuk kemajuan daerah  (Akhmada, 2008).

Dalam konteks daerah, pajak daerah adalah pajak-pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah (misal: provinsi, kabupaten, kotamadya) yang diatur berdasarkan peraturan daerah dan hasil pungutannya digunakan untuk membiayai rumah tangga daerahnya.

Pemerintah daerah  Kabupaten Sukoharjo melalui  Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah  (DPPKAD)  berupaya untuk meningkatkan Pendapatan  Asli  Daerah  Kabupaten Sukoharjo dengan jalan menggali sumber-sumber pendapatan daerah yang dimiliki. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan hasil pajak daerah yang sudah ada,  salah satunya adalah Pajak Penerangan Jalan.

Perumusan Masalah

  1. Seberapa efektif  penerimaan  Pajak  Penerangan  Jalan di Kabupaten Sukoharjo tahun 2007-2011?
  2. Seberapa besar kontribusi yang diberikan  Pajak  Penerangan  Jalan terhadap terhadap  Pajak  Daerah di Kabupaten Sukoharjo  tahun 2007-2011?
  3. Apa saja kendala yang muncul dalam meningkatan penerimaan Pajak Penerangan Jalan di Kabupaten Sukoharjo?

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya efektifitas pemungutan dan kontribusi Pajak Penerangan Jalan terhadap Pajak Daerah di Kabupaten Sukoharjo. Analisis dilakukan dengan menghitung realisasi penerimaan pajak penerangan jalan dengan target yang telah ditentukan untuk menghitung  tingkat efektifitas selama tahun 2007-2011, menghitung prosentase kontribusi pajak penerangan jalan terhadap terhadap pajak daerah untuk masing-masing tahun anggaran.

Kesimpulan 

Berdasarkan hasil  analisis dan pembahasan penulis menyampaikan kesimpulan bahwa  analisis  efektivitas Penerimaan Pajak Penerangan Jalan sudah cukup baik,  Pada tahun 2007 sampai tahun 2009 penerimaan Pajak Penerangan Jalan efektif karena persentase efektivitasnya mencapai 100%. Namun pada tahun 2010 penerimaan Pajak Penerangan Jalan tidtesisak efektif, realisasi penerimaan Pajak Penerangan Jalan tidak memenuhi target yang telah ditentukan. Hal tersebut  diakibatkan karena  terlalu  tinggi target yang ditetapkan.

Sedangkan  kontribusi  penerimaan Pajak  Penerangan Jalan  dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 kontribusi Pajak Penerangan Jalan terhadap Pajak Daerah rata-rata sebesar 63,29%. Hal ini menunjukkan bahwa Pajak Penerangan Jalan merupakan sumber pandapatan daerah yang sangat potensial.