Analisis Rasio Untuk Menilai Kinerja Keuangan

Skripsi EkonomiAnalisis Rasio Likuidtesisitas, Solvabilitas, Dan Profitabilitas Untuk Menilai Kinerja Keuangan KPRI ”SUBUR” Periode 2006-2008

modal-ventura Analisis Rasio Untuk Menilai Kinerja Keuangan Analisis Rasio Untuk Menilai Kinerja Keuangan modal ventura

Latar Belakang Skripsi 

Salah satu  cara paling efektif dalam mengevaluasi kondisi keuangan tersebut adalah menggunakan analisis laporan keuangan koperasi bersangkutan. Laporan keuangan memberikan ikstisar mengenai keadaan keuangan suatu perusahaan, yang mana neraca (balance sheet) mencerminkan nilai aktiva, utang, dan modal sendiri pada suatu saat tertentu, dan laporan laba rugi  (income statement) mencerminkan hasil-hasil yang dicapai selama satu periode tertentu, biasanya meliputi periode satu tahun.

Analisis laporan keuangan KPRI SUBUR dilakukan dari tahun 2006-2008, karena dalam tahun tersebut terdapat perubahan-perubahan yang cukup signifikan atas neraca dan laporan perhitungan sisa hasil usaha yang dimilki koperasi, baik berupa peningkatan atau penurunan, melalui perbandingan angka-angka rasio yang dihasilkan dari analisis rasio likuiditas, rentabilitas,  dan solvabilitas satu periode dengan periode yang lain akan diperoleh informasi mengenai perkembangan dan kinerja KPRI SUBUR. Hasil analisis data keuangan KPRI SUBUR dari tahun yang lalu dapat diketahui kelemahan-kelemahan dari koperasi serta hasil-hasil yang tidak dianggap cukup baik, untuk mengadakan interprestasi atau analisis laporan keuangan suatu perusahaan seorang analisis memerlukan adanya ukuran atau”yard stik”  tertentu. Ukuran yang sering digunakan dalam analisis  financial adalah ”rasio”, pengertian hanya alat yang dinyatakan dalam  ”arithmatical term” yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua macam data finansial (Riyanto, 1995:327).

Perumusan Masalah 

1)  Bagaimana kinerja keuangan KPRI SUBUR Kecamatan Pasar Kliwon Kotamadya Surakarta untuk tahun 2006-2008?

2)  Berapa tingkat likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas pada KPRI SUBUR Pasar Kliwon 2006-2008?

3)  Apakah hasil perhitungan Ratio keuangan selama 3 periode mengalami kenaikan, penurunan, atau stabil?

Tujuan Penelitan

Kegiatan  penelitian ini dilakukan dengan tujuan ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan KPRI ”SUBUR” Periode 2006-2008.

Kesimpulan 

Berdasarkan hasil analisis data perhitungan rasio  likuiditas, salvobilitas, dan profitabilitas pada KPRI “SUBUR” Kecamatan Pasar Kliwon Kotamadya Surakarta selama tiga periode serta temuan yang telah diuraikan, ada beberapa yang menunjukkan hasil yang kurang baik dan menjadi kelemahan bagi KPRI  “SUBUR”. Atas kelemahan yang ditemukan dalam hasil analisis rasio pada KPRI “SUBUR” maka penulis memberikan kesimpulan sebagai berikut :

 

  1. KPRI “SUBUR” dalam hubungannya dengan likuiditas dilihat dari current ratio  selama tiga periode menunjukkan angka di atas 175%, ini berarti bahwa tingkat likuiditas KPRI “SUBUR” dalam kondisi yang sangat baik. Sesuai dengan Kertas Kerja Penilaian Klasifikasi Koperasi dalam Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah No. 129/Kep/M/KUKM/XI/2002.begitu juga dengan  quick ratio selama tiga periode dalam yang sangat baik karena menunjukkan angka di atas 175%. Tetapi sebaliknya pada cash ratio selama tiga periode menunjukkan angka di bawah 125%,.
  2. KPRI ‘ SUBUR” dalam hubungannya dengan  likuiditas dalam kondisi yang  likuid karena masih dalam kondisi yang sehat dan seimbang karena harta lancar lebih banyak dan di atas standar dari pada aktiva lancar.
  3. Meskipun tingkat  solvabilitas KPRI “SUBUR” dalam kondisi yang solvable, KPRI “SUBUR” tetap menjaga proporsi antara jumlah aktiva dengan jumlah utangnya supaya  rasio yang dihasilkan tidak terlalu besar dan sesuai dengan rasio yang menjadi standarnya.
  4. Tingkat profitabilitas KPRI “SUBUR” dalam kondisi yang baik. KPRI “SUBUR” tetap menjaga dan  mempertahankan atau lebih meningkatkan profitabilitas untuk tahun yang akan datang, misalnya dengan meningkatkan volume penjualan, baik penjualan kredit maupun tunai yang diharapkan dapat memperbesar laba usaha (SHU) koperasi. Selain itu untuk meningkatkan volume penjualan, baik penjualan kredit maupun tunai yang diharapkan dapat meningkatan SHU dapat pula dengan cara memperkecil peningkatan penjualan dan penerimaan jasa akan menghasilkan SHU yang besar.

Analisis rasio likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas

Skripsi EkonomiAnalisis rasio likuidtesisitas, solvabilitas dan  profitabilitas pada PRIMKOPTAMA Surakarta   periode 2006 – 2008

pendapatan Analisis rasio likuiditas, solvabilitas dan  profitabilitas Analisis rasio likuiditas, solvabilitas dan  profitabilitas pendapatan

Latar Belakang Skripsi

Koperasi bukan  merupakan  perkumpulan modal yang mengutamakan laba namun lebih kepada  kesejahteraan anggotanya.  Manfaat yang diterima oleh anggota merupakan prioritas utama daripada laba yang diperoleh.  Meskipun demikian harus diusahakan agar koperasi tidak mengalami kerugian. Gambaran tentang perkembangan dan kinerja koperasi dapat dilihat dari laporan keuangannya.  Oleh sebab itu penilaian kinerja sangat penting untuk dilakukan terutama bagi badan perkreditan, agar kesejahteraan anggota maupun koperasi itu sendiri tetap bertahan.

Rumusan Masalah

Perumusan masalah akan memberikan arahan dalam membahas permasalahan yang sedang diteliti. Adapun perumusan masalah berdasarkan uraian tersebut di atas antara lain:

  1. Berapa tingkat    rasio  likuiditas,    solvabilitas    dan profitabilitas PRIMKOPTAMA Surakarta untuk periode tahun 2006, 2007 dan 2008 ?
  2. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kenaikan/penurunan rasio Likuiditas,  Solvabilitas  dan Profitabilitas  PRIMKPOTAMA Surakarta periode tahun 2006, 2007 dan 2008 ?

Kesimpulan

Bukti yang penulis dapatkan dari analisis data yang telah dilakukan penulis digunakan untuk mengambil kesimpulan yang dinyatakan sebagai berikut :

  • Ditinjau dari Likuiditasnya

Bahwa likuiditas PRIMKOPTAMA Surakarta apabila dibandingkan dengan  Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI No. 14/Per/M.KUKM/XII/2009 berada dalam keadaan tidak baik. Kondisi tersebut berarti bahwa PRIMKOPTAMA Surakarta tidak mempunyai kemampuan yang cukup dalam memenuhi kewajiban lancar  dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki.

  • Ditinjau dari Solvabilitasnya

Bahwa solvabilitas PRIMKOPTAMA Surakarta apabila dibandingkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI No. 14/Per/M.KUKM/XII/2009 dinyatakan dalam keadaan yang tidak baik. Sehingga dikatakan tidak mampu melunasi utang jangka panjangnya pada saat jatuh tempo.

  • Ditinjau dari Profitabilitas

Bahwa tingkat profitabilitas PRIMKOPTAMA Surakarta apabila dibandingkan  Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI No. 14/Per/M.KUKM/XII/2009 dinyatakan dalam keadaan tidak baik. Sehingga kemampuan dalam menghasilkan laba dinyatakan masih rendah.

  •  Secara umum PRIMKOPTAMA mempunyai kinerja yang kurang baik karena  mempunyai rasio likuiditas,  rasio  solvabilitas dan rasio profitabilitas yang rendah.

Analisis Pengaruh Struktur Modal Pada Industri Asuransi

Skripsi EkonomiAnalisis Pengaruh Struktur Modal Terhadap Profitabilitas Dengan Tingkat Inflasi Sebagai Variabel Kontrol Pada Industri Asuransi Di Indonesia

modal-ventura Analisis Pengaruh Struktur Modal Pada Industri Asuransi Analisis Pengaruh Struktur Modal Pada Industri Asuransi modal ventura

Latar Belakang Skripsi 

Struktur modal merupakan unsur penting dalam suatu perusahaan, karena baik dan buruknya suatu struktur modal ini akan berpengaruh langsung erhadap posisi financial perusahaan. Penentuan struktur modal merupakan salah satu keputusan penting yang harus diambil perusahaan oleh manajer keuangan dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan.  Menurut  Agus Sartono (1996),  bahwa semakin besar penggunaan hutang dalam struktur modal maka akan semakin meningkatkan  ROI  suatu perusahaan, karena penggunaan hutang dalam operasional perusahaan memberikan peluang untuk penambahan keuntungan yang berasal dari tambahan volume dan jenis usaha atau investasi yang dibiayai dari hutang. Seperti halnya perusahaan lain, dalam perusahaan asuransi dimana hutang dialokasikan untuk pembiayaan beberapa nvestasi  yang memberikan tingkat keuntungan yang maksimum.  Sehingga Debt Ratio  (DR)  memiliki pengaruh yang positif terhadap profitabilitas perusahaan.

Reserve to Liability  dalam struktur modal suatu perusahaan memberikan ndikasi penting mengenai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya.  Cadangan  dalam  perusahaan asuransi berupa uang yang dikelompokkan dalam tiga akun yaitu kas, pemasukan premi dan pemasukan reinsurers. Dengan  cadangan  tersebut perusahaan langsung dapat membayar kewajibannya. Semakin besar rasio cadangan terhadap hutang maka semakin besar pula tingkat keuntungan yang akan diperoleh perusahaan.  Sehingga dapat disimpulkan bahwa  rasio  cadangan  hutang  memiliki pengaruh yang positif terhadap profitabilitas suatu perusahaan.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan sebelumnya, maka pokok masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut:

  1. Apakah variabel Debt Ratio  (DR)  dan Reserve to Liability (RL)  secara simultan mempunyai pengaruh  terhadap profitabilitas pada industri asuransi di Indonesia?
  2. Apakah variabel  Debt Ratio  (DR)  mempunyai pengaruh  terhadap profitabilitas pada industri asuransi di Indonesia?
  3. Apakah variabel  Reserve to Liability (RL)  mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas pada industri asuransi di Indonesia?

Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk menguji  pengaruh   struktur modal  yang diwakili oleh variabel  current ratio  dan  debt ratio  terhadap  profitabilitas perusahaan di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Surabaya tahun 2005-2009, dengan menggunakan variabel kontrol  tingkat inflasi.

Kesimpulan 

Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian yang  telah dilakukan tentang pengaruh  struktur modal  yaitu  Reserve to Liability (RL)  dan  Debt Ratio(DR)  yang dikontrol  oleh variabel  tingkat inflasi  terhadap  profitabilitas (ROI) perusahaan asuransi yang go public di bursa efek Indonesia, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Variabel struktur modal yaitu  Reserve to Liability (RL)  dan  Debt Ratio(DR)  tidtesisak perpengaruh secara bersama-sama  terhadap profitabilitas (ROI).  Sedangkan variabel struktur modal yang  dikontrol oleh tingkat inflasi secara  bersama-sama  berpengaruh terhadap profitabilitas (ROI). Sehingga ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil analisis pengaruh  secara bersama-sama  yang tidak dan menggunakan tingkat inflasi sebagai variabel kontrol.
  2. Reserve to Liability (RL) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas (ROI).  Current Ratio (CR)  juga berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas (ROI) tingkat inflasi sebagai variabel kontrol. Ini menunjukkan bahwa  Reserve to Liability (RL)  dari hasil kedua analisis  sama-sama mempunyai pengaruh yang negatif  tidak signifikan terhadap profitabilitas (ROI). 3.  Debt Ratio  (DR)  berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas (ROI) dengan atau tidak menggunakan tingkat inflasi sebagai variabel kontrol.
  3. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tingkat inflasi memiliki pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas.

Analisis Faktor-faktor Keterlambatan Publikasi Laporan Keuangan

Skripsi EkonomiAnalisis Pengaruh Profitabilitas, Solvabilitas, Likuidtesisitas, Dan Kepemilikan Publik Terhadap Keterlambatan Publikasi  Laporan Keuangan  (Studi Empiris pada Perusahaan Nonmanufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

uang laporan Analisis Faktor-faktor Keterlambatan Publikasi Laporan Keuangan Analisis Faktor-faktor Keterlambatan Publikasi Laporan Keuangan uang laporan

Latar Belakang Skripsi

Tuntutan akan kepatuhan  untuk menyampaikan laporan keuangan secara  tepat waktu  telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang pasar modal yang menyatakan bahwa perusahaan publik wajib untuk menyampaikan laporan keuangannya secara berkala disertai laporan insidental lainnya kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). Ketentuan lainnya yang lebih  spesifik diatur dalam Keputusan Ketua Bapepam Nomor 86/PM/1996 tentang keterbukaan informasi yang harus segera diumumkan kepada publik, Keputusan Ketua Bapepam Nomor 36/PM/2003 tentang kewajiban penyampaian laporan keuangan secara berkala, dan Keputusan Ketua Bapepam Nomor 134/BL/2006 tentang kewajiban penyampaian laporan keuangan tahunan bagi emiten atau perusahaan publik. Menurut Bapepam, perusahaan wajib mempublikasikan laporan keuangan tahunannya  selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan, yaitu tanggal 31 Maret.

Keterlambatan dalam mempublikasikan laporan keuangan dapat menjadi indikasi bahwa terdapat masalah dalam laporan keuangan emiten sehingga memerlukan waktu yang lebih lama untuk menerbitkan laporan keuangan tersebut pada bursa maupun media cetak lainnya (Masodah dan Mustikaningrum, 2009). Semakin lama waktu publikasi laporan keuangan tertunda, maka semakin banyak kemungkinan berkembangnya rumor-rumor negatif mengenai perusahaan dan hal ini dapat  mempengaruhi keputusan yang akan diambil.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah penelitian adalah berikut ini.

  1. Apakah  profitabilitas dapat  mempengaruhi  keterlambatan publikasi laporan keuangan?
  2. Apakah solvabilitas dapat mempengaruhi keterlambatan publikasi laporan keuangan?
  3. Apakah  likuiditas dapat  mempengaruhi  keterlambatan publikasi laporan keuangan?
  4. Apakah kepemilikan publik dapat mempengaruhi keterlambatan publikasi laporan keuangan?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris dan mengetahui pengaruh  profitabilitas (PM),  solvabilitas (TDTA),  likuiditas  (CR), dan kepemilikan publik  (KP) terhadap  keterlambatan publikasi laporan keuangan (LAG).  Sampel yang digunakan dalam penelitian berjumlah 51 perusahaan nonmanufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang dipilih melalui metode  purposive sampling  dari jumlah populasi. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa  profitabilitas (PM),  solvabilitas (TDTA),  likuiditas  (CR)  memiliki pengaruh terhadap  keterlambatan publikasi laporan keuangan (LAG).  Namun, hasil analisis juga menunjukkan bahwa kepemilikan publik  (KP)  tidak berpengaruh terhadap  keterlambatan publikasi laporan keuangan (LAG).

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dan diuraikan dalam bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan berikut ini.

 

  1. Hipotesis pertama  dapat diterima, artinya profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap keterlambatan publikasi laporan  keuangan.  Semakin besar nilai profitabilitas, maka semakin kecil keterlambatan perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangannya atau  sebaliknya semakin kecil  nilai profitabilitas, maka semakin  besar  keterlambatan perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangannya  Kesimpulan ini diambil berdasarkan hasil analisis data yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi dalam regresi berganda untuk variabel profitabilitas adalah sebesar 0,008 lebih kecil dari nilai signifikansi yang dapat ditoleransi, yakni 0,05  atau 5% dengan nilai koefisien regresi -0,286.
  2. Hipotesis kedua dapat diterima, artinya solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap keterlambatan publikasi laporan keuangan.  Semakin besar nilai solvabilitas, maka semakin besar pula keterlambatan perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangannya atau sebaliknya semakin kecil nilai solvabilitas, maka semakin kecil pula keterlambatan perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangannya.  Kesimpulan ini diambil berdasarkan hasil analisis data yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi  dalam regresi berganda untuk variabel solvabilitas adalah sebesar 0,041 lebih kecil dari  nilai  signifikansi  yang dapat ditoleransi, yakni 0,05 atau 5% dengan nilai koefisien regresi 0,424.
  3. Hipotesis ketiga dapat diterima, artinya  likuiditas berpengaruh signifikan terhadap keterlambatan publikasi laporan keuangan.  Semakin besar nilai likuiditas, maka semakin  besar pula  keterlambatan perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangannya atau  sebaliknya semakin  kecil nilai  likuiditas, maka semakin kecil pula keterlambatan perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangannya.  Kesimpulan ini diambil berdasarkan hasil analisis data yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi dalam regresi berganda untuk variabel likuiditas  adalah sebesar 0,053 lebih kecil  dari nilai  signifikansi yang dapat ditoleransi, yakni 0,1 atau 10% dengan nilai koefisien regresi 0,114.
  4. Hipotesis keempat  tidak dapat diterima, artinya kepemilikan publik tidak berpengaruh signifikan  terhadap keterlambatan publikasi laporan keuangan. Kesimpulan ini diambil berdasarkan hasil analisis data yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi dalam regresi berganda untuk variabel kepemilikan publik adalah sebesar 0,934 lebih besar dari  nilai signifikansi yang dapat ditoleransi, yakni 5% maupun 10%  dengan nilai koefisien regresi  -0,012.

Analisis Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Return Saham

Skripsi EkonomiAnalisis Pengaruh Leverage, Debt To Equity Ratio (DER), Return On Asset (ROA), Price Book Value (PBV) Dan Price Earning Ratio (PER) Terhadap Return Saham  (Studi kasus pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun 2005-2007)

gedung_bei Analisis Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Return Saham Analisis Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Return Saham gedung bei

Latar Belakang Skripsi 

Tujuan utama investor melakukan investasi adalah untuk memperoleh return  yang maksimal. Return merupakan salah satu indikator kinerja perusahaan. Semakin efisien perusahaan dalam menggunakan aktivanya maka  return  yang diperoleh akan semakin tinggi. Bagi para investor,  return merupakan salah satu parameter untuk menilai seberapa besar keuntungan suatu saham. Investor yang akan berinvestasi di pasar modal akan terlebih dahulu melihat saham yang paling menguntungkan, dengan menilai kinerja perusahaan yang bersangkutan serta kemakmuran pemegang saham perusahaan tersebut. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi  return  saham, sehingga harapan untuk memperoleh  return  yang maksimal dapat tercapai. Tujuan perusahaan hanya untuk menghasilkan laba yang sebesar-besarnya sudah kurang relevan lagi di masa sekarang karena tanggung jawab perusahaan tidtesisak hanya kepada pemilik saja.

Tanggung jawab kepada seluruh  stakeholder menjadi sangat penting sehingga hal ini menuntut perusahaan untuk  menimbang semua strategi yang diambil dan dampaknya kepada stakeholder tersebut.  Pendekatan fundamental merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk menilai perusahaan. Jika kinerja perusahaan bagus, maka harga saham akan meningkat sehingga berpotensi memberikan  return  saham. Menurut Jogiyanto (2000:88), salah satu analisis yang banyak digunakan untuk menentukan nilai sebenarnya dari saham adalah analisis sekuritas fundamental (Fundamental security analysis) atau analisis perusahaan (Company analysis). Faktor fundamental perusahaan memegang peranan penting dalam proses pengambilan keputusan. Dalam analisis fundamental menggunakan data fundamental perusahaan yaitu data yang berasal dari keuangan perusahaan. Data keuangan perusahaan terdapat dalam laporan perusahaan yang dapat diukur melalui rasio keuangan.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Apakah Leverage, Debt to Equity Ratio  (DER), Return On Asset  (ROA), Price to Book Value (PBV) dan  Price Earning Ratio (PER) secara simultan mempunyai pengaruh terhadap  return saham di perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?
  2. Apakah Leverage, Debt to Equity Ratio  (DER), Return On Asset  (ROA), Price to Book Value (PBV) dan Price Earning Ratio (PER) secara parsial mempunyai pengaruh terhadap  return saham di perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?
  3. Apakah terdapat perbedaan  return saham antara kategori  basic industry, miscelaneous industry dan  consumer good industry di perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1.  Hasil dari analisis uji F menunjukkan bahwa variabel independen Debt to Equity Ratio (DER), Return On Asset  (ROA), Price to Book Value (PBV) dan  Price Earning Ratio (PER)  secara bersama-sama atau simultan berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hasil dari uji koefisien determinasi (R2), sebesar 5,4% return saham dapat dijelaskan oleh variabel independen yaitu Debt to Equity Ratio (DER), Return On Asset  (ROA), Price to Book Value (PBV) dan  Price Earning Ratio (PER). Sedangkan sisanya sebesar 94,6% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
  2. Dari hasil uji multikolonieritas bahwa variabel  leverage  dihapus karena variabel  leverage  terjadi multikolonieritas.
  3. Hasil dari analisis uji t yaitu pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial adalah sebagai berikut:
  • PBV dan PER    tidak berpengaruh signifikan terhadap  return saham, sehingga kenaikan atau penurunan PBV dan PER  tidak berpengaruh terhadap return saham.
  • DER dan ROA berpengaruh positif signifikan terhadap  return saham, sehingga kenaikan DER dan ROA akan menaikkan return saham.
  •  Hasil dari ANOVA yaitu menunjukkan tidak terdapat perbedaan return saham diantara  basic industry, miscelaneous industry dan  consumer good industry.