Analisis Daya Dukung Lahan Pertanian Dan Tekanan Penduduk

Skripsi Ekonomi~ Analisis Daya Dukung Lahan Pertanian Dan Tekanan Penduduk  (Studi Kasus Kabupaten Propinsi Jawa Timur Tahun 2003)

pertanian Analisis Daya Dukung Lahan Pertanian Dan Tekanan Penduduk Analisis Daya Dukung Lahan Pertanian Dan Tekanan Penduduk pertanian

Latar Belakang Skripsi 

Sumberdaya tanah merupakan sumberdaya alam yang penting untuk kelangsungan hidtesisup manusia karena sumberdaya tanah merupakan masukan yang diperlukan untuk setiap aktifitas manusia seperti pertanian, industri, pemukiman dan jalan-jalan. Penggunaan tanah yang luas adalah untuk sector pertanian yang  meliputi penggunaan untuk pertanian tanaman pangan, pertanian yang keras, untuk kehutanan maupun untuk ladang pengembalaan dan perikanan.

Tetapi untuk daerah kota khususnya, penggunaan tanah yang utama adalah untuk pemukiman dan industri dan perdagangan. Penggunaan tanah untuk rekreasi juga menempati urutan yang tinggi karena meliputi pantai, pagunungan dan danau. Pendek kata tanah merupakan sumberdaya serbaguna , tanah berguna untuk memenuhi kebutuhan kebendaan, kesehatan dan kejiwaan bahkan tanah penting untuk memelihara sumberdaya lain yaitu vegetasi dan air (Mugi Rahardjo: 1997: 8).

Rumusan Masalah

Memperhatikan kondisi dan perkembangan serta masalah yang dihadapi di propinsi Jawa Timur maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana keadaan daya dukung lahan pertanian Kabupaten di Propinsi Jawa Timur 2003 ?
  2. Bagaimana tekanan penduduk atas lahan pertanian yang dialami Kabupaten di Propinsi Jawa Timur 2003 ?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan : a) Untuk Mengetahui daya dukung  lahan pertanian pada masing-masing kabupaten di Propinsi Jawa Timur tahun 2003. b) Untuk mengetahui tekanan penduduk atas lahan pertanian semua kabupaten/kota di Propinsi Jawa Timur 2003.

Kesimpulan

Kesimpulan dalam penelitian ini meliputi diskripsi dari variabel-variabel yang diteliti dan hasil estimasi dari analisis data.

  1. Diskripsi variabel yang diteliti
  2. Untuk menghitung Tekanan penduduk variabel-variabelnya adalah :

–  Persentase petani terhadap penduduk

Wilayah Jawa Timur sebagian besar merupakan lahan pertanian, sehingga mata pencaharian sebagian penduduk Jawa Timur di sektor pertanian. Berdasarkan tabel 4.8 terlihat bahwa mata pencaharian penduduk Jawa Timur terbanyak bekerja di sektor pertanian yaitu sebesar 49,06%. –  Jumlah total penduduk tahun 2003 (P0) Berdasarkan tabel 4.6 penduduk Jawa Timur berjumlah total 36 199.000 jiwa pada tahun 2003. perhitungannya dengan menjumlahkan seluruh penduduk yang tinggal di Jawa Timur sampai akhir tahun 2003.

–   Pertumbuhan penduduk di Jawa Timur (r) Perhitungan laju pertumbuhan penduduk didasarkan pada angka rata-rata selama periode tertentu, seperti yang telah dihitung menunjuikkan bahwa laju pertumbuhan penduduk di Jawa Timur sebesar 1.47 % .

–  Luas lahan produktif (L)

Sebagian wilayah Jawa Timur masih berupa area kehutanan (tabel 4.9), sementara itu lahan sawah sebesar 25%. Luas lahan produktif merupakan lahan yang masih menghasilkan panen, dimanan luas lahan produktif ini dihitung dari penjumlahan luas lahan sawah, luas lahan tegalan dan luas lahan pekarangan.

–  Nilai Z  adalah luas lahan untuk hidup layak / ha/ orang, dimana secara keseluruhan luasnya sebesar 0,37 (untuk kriteria beras) dan 0,78 (untuk kriteria UMK)

Pemahaman Sejarah Masa Revolusi Terhadap Sikap Nasionalisme

Skripsi Hubungan Pemahaman Sejarah Masa Revolusi Fisik Di Kalimantan Selatan Dan Persepsi Terhadap Keberagaman Budaya Di Kalimantan Selatan Dengan Sikap Nasionalisme

masa revolusi Pemahaman Sejarah Masa Revolusi Terhadap Sikap Nasionalisme Pemahaman Sejarah Masa Revolusi Terhadap Sikap Nasionalisme masa revolusi

Latar Belakang Skripsi 

Peran budaya pada era reformasi menghadapi tantangan berkaitan dengan fungsinya sebagai penyadaran “sense of belonging  dan nasionalisme” (Wiriatmadja, 2002:viii). Nilai-nilai yang terkandung dalam budaya daerah diharapkan dapat membentuk karakter masyarakat tiap daerah menjadi lebih kuat dan maju dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, bukan justru menjadi alat perpecahan diantara sesama warga bangsa. Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya diperlukan upaya penyadaran yang sistematis melalui dunia pendidtesisikan.

Ditinjau dari segi pendidikan,  pada hakekatnya pendidikan adalah proses pembudayaan secara terus-menerus dan sistematis yang akan membentuk kepribadian peserta didik menjadi manusia dewasa yang seutuhnya, dalam tataran ini pendidikan dan budaya adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan suatu masyarakat  akan mempengaruhi proses pembentukan kepribadianseorang individu dalam  pendidikan, dalam konsep ini pendidikan tidak hanya diidentifikasi sebagai kegiatan persekolahan, akan tetapi juga proses pembudayaan dalam keluarga dan masyarakat.

Rumusan Masalah

Berdasarkan  pembatasan  masalah  di  atas,  maka  penulis  merumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Apakah  terdapat  hubungan antara  pemahaman sejarah masa revolusi fisik di Kalimantan Selatan  dengan sikap nasionalisme mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unlam?
  2. Apakah  terdapat  hubungan  antara  persepsi terhadap keberagaman budaya dengan sikap nasionalisme mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unlam?
  3. Apakah  terdapat  hubungan  antara  pemahaman sejarah masa revolusi fisik di Kalimantan Selatan dengan  persepsi terhadap keberagaman budaya  dengan  sikap nasionalisme mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unlam?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

1) Ada tidaknya hubungan pemahaman sejarah masa revolusi fisik di Kalimantan Selatan dengan sikap Nasionalisme,

2) Ada tidaknya hubungan persepsi terhadap keberagaman budaya di Kalimantan Selatan dengan sikap Nasionalisme,

3)  Ada tidaknya hubungan pemahaman sejarah masa revolusi fisik di Kalimantan Selatan dan persepsi terhadap keberagaman budaya di Kalimantan Selatan dengan sikap Nasionalisme Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unlam Banjarmasin.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa:

  1. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara pemahaman sejarah masa revolusi fisik di Kalimantan Selatan dengan  sikap Nasionalisme. Mahasiswa yang memiliki pemahaman sejarah masa revolusi fisik di Kalimantan Selatan yang tinggi akan memiliki sikap nasionalisme yang baik apabila dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak memiliki pemahaman sejarah masa revolusi fisik.
  2. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap keberagaman budaya di Kalimantan Selatan dengan sikap nasionalisme. Mahasiswa  yang memiliki persepsi positif terhadap keberagaman budaya akan memiliki sikap nasionalisme apabila bibandingkan dengan mahasiswa yang tidak memiliki persepsi positif terhadap keberagaman budaya.
  3. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara pemahaman sejarah masa revolusi fisik di Kalimantan Selatan dan persepsi terhadap keberagaman budaya di Kalimantan Selatan  dengan sikap nasionalisme. Mahasiswa yang memiliki pemahaman sejarah masa revolusi fisik di Kalimantan Selatan yang tinggi dan persepsi positif terhadap keberagaman budaya di Kalimantan Selatan akan memiliki sikap nasionalisme yang baik apabila dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak memiliki pemahaman sejarah masa revolusi  fisik dan persepsi positif terhadap keberagaman budaya di Kalimantan Selatan.

Evaluasi Sistem Akuntansi Pengeluaran Barang

Skripsi Ekonomi~ Evaluasi Sistem Akuntansi Pengeluaran Barang Pada Pt Amalia Surya Cemerlang Klaten

Laporan Skripsi 

Sistem akuntansi merupakan organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan (Mulyadi, 1997: 3). Sedangkan sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen (Mulyadi, 1997: 165).

PT Amalia Surya Cemerlang merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak pada bidtesisang meubel. Sebagai suatu perusahaan manufaktur, maka persediaan bahan baku dan bahan penolong memiliki arti yang sangat penting karena merupakan aset perusahaan, dimana dana yang ditanamkan di dalam persediaan sangat besar dan persediaan bahan baku dan bahan penolong ini digunakan dalam proses produksi. Di dalam melaksanakan proses produksi, bagian produksi harus meminta barang pada bagian gudang. Untuk memperoleh barang dari gudang diperlukan formulir atau dokumen yang digunakan untuk mencatat terjadinya transaksi pengeluaran barang sehingga dapat digunakan sebagai bukti tertulis untuk pencatatan lebih lanjut.

Perumusan Masalah

Dalam pembahasan ini penulis menganalisis tentang pengeluaran barang dari gudang, baik bahan baku maupun bahan penolong. Penulis merumuskan masalah sebagai berikut: “Apakah sistem akuntansi pengeluaran barang pada PT Amalia Surya Cemerlang sudah efektif dan efisien?”.

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana sistem akuntansi pengeluaran barang pada PT ASC Klaten, apakah sudah efektif atau belum. Data yang diperoleh penulis dari PT ASC Klaten dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara kepada bagian yang terkait, kuesioner, observasi, studi pustaka dan mengumpulkan dokumen-dokumen yang ada dalam perusahaan yang berkaitan dengan transaksi pengeluaran barang.

Kesimpulan 

1. Bagian yang terkait

Bagian yang terkait dalam transaksi pengeluaran barang dilaksanakan oleh bagian–bagian yang terpisah, yaitu: bagian gudang, bagian produksi, dan bagian akuntansi.  Secara umum pelaksanaan transaksi pengeluaran barang berjalan efektif dan efisien. Masing-masing bagian melaksanakan pekerjaan sesuai dengan fungsinya.

2. Dokumen

Dokumen yang digunakan dalam transaksi pengeluaran barang, yakni Laporan Proses Pembahanan dan Laporan Pendistribusian Komponen bernomor urut tercetak, tetapi pendistribusian belum dilakukan ke bagian yang terkait, tidak terdapatnya tanda tangan penyerah barang (bagian gudang) dan tidak terdapat indek silang dengan Surat Perintah Kerja yang digunakan sebagai dasar penerbitan.

3. Catatan akuntansi

Transaksi pengeluaran barang yang terjadi dicatat ke dalam kartu gudang, kartu persediaan, kartu harga pokok produk, kartu biaya, dan jurnal umum didasarkan atas dokumen-dokumen pendukung. Hal ini menunjukkan prosedur pencatatan tersebut efektif. Pencatatan ke dalam kartu persediaan, kartu harga pokok produk, kartu biaya dan jurnal umum menggunakan komputer sehingga data yang dihasilkan lebih cepat dan akurat. Ini menunjukkan efisiensi di dalam pencatatannya.

4. Jaringan prosedur

Jaringan prosedur yang membentuk sistem pengeluaran bahan baku pada PT ASC Klaten yaitu prosedur pengeluaran dan pencatatan. Sedangkan untuk pengeluaran bahan penolong yaitu prosedur permintaan, pengeluaran dan pencatatan. Secara umum prosedur-prosedur yang ada sudah berjalan efektif dan efisien, karena dilakukan oleh bagian-bagian yang terpisah serta menggunakan dokumen dan catatan akuntansi yang memadai.

5.Laporan

Belum ada laporan yang berisi penerimaan barang, penggunaan barang dan persediaan barang baik bahan baku maupun bahan penolong dalam unit maupun dalam rupiah.

 

 

Anteseden dan Konsekuensi KepemimpinanTransformasional

Skripsi EkonomiAnteseden  dan  Konsekuensi  Kepemimpinan Transformasional (Studi  pada Karyawan PT. Pos Indonesia di Surakarta)

kepemimpinan Anteseden dan Konsekuensi KepemimpinanTransformasional Anteseden dan Konsekuensi KepemimpinanTransformasional kepemimpinan

Latar Belakang Skripsi 

Perilaku  kepemimpinan transformasional  dan  turnover intention merupakan permasalahan yang seringkali dihadapi oleh suatu organisasi. Konsep  kepemimpinan transformasional  telah diuji sebagai divalidtesisasi kepemimpinan yang paling membangun digunakan ilmiah hari ini (Parry dalam  Travaglione dan Connell, 2000). Hasil penelitian scara konsisten menyoroti pengaruh positif dari transformasi kepemimpinan pada hasil organisasi. Sebagai contoh transformasi kepemimpinan ditemukan mengakibatkan menurunkan niat untuk meninggalkan organisasi, peningkatan perilaku organisasi warga dan mengakibatkan komitmen organisasi  kuat (Podsakoff,  et al. dalam  Travaglione dan Connell, 2000).

Pemimpin yang mampu mengubah nilai dasar, kepercayaan dan sikap dari bawahan akan dapat meningkatkan kinerja melebihi level minimum yang diinginkan organisasi (Podsakoff,  et al.,  1990). Teori kepemimpinan memaparkan beberapa gaya kepemimpinan, salah satu diantaranya adalah tipe pemimpin yang mempengaruhi pengikut-pengikutnya untuk mengatasi kepentingan diri mereka demi kebaikan organisasi dan mampu menimbulkan efek yang mendalam terhadap pengikut-pengikutnya. Demikian juga dengan  turnover intention  (keinginan untuk keluar), semua organisasi pasti mengalami keluar masuknya karyawan namun suatu tingkat keluar masuknya karyawan yang tinggi berarti tinggi pula biaya operasional untuk perekrutan, seleksi, dan pelatihan untuk mengembangkan pengetahuan serta ketrampilan karyawan (Robbins, 2003).

Perumusan Masalah

  1. Apakah tingkat kepercayaan kepada manajemen, keadilan prosedural, dan tingkat kepercayaan kepada rekan kerja  berpengaruh  signifikan  pada perilaku kepemimpinan transformasional karyawan PT. Pos Indonesia?
  2. Apakah perilaku kepemimpinan transformasional berpengaruh  signifikan pada  turnover  intention, OCB  conscientiousness  dan komitmen organisasional karyawan PT. Pos Indonesia?
  3. Apakah perilaku kepemimpinan transformasional memediasi pengaruh tingkat kepercayaan kepada manajemen, keadilan prosedural dan tingkat kepercayaan kepada rekan kerja  pada  turnover  intention, OCB conscientiousness  dan komitmen  organisasional  karyawan PT. Pos Indonesia?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari diadakannya penelitian ini ialah ingin mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan.

Kesimpulan

a  Analisis Deskriptif

Kesimpulan mengenai analisis deskriptif ini adalah refleksi dari jawaban responden tentang item-item pertanyaan dari kuisioner yang dibagikan.  Diketahui bahwa responden berjenis kelamin pria yaitu 76 orang (76%), sedangkan responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 24 orang (24%). Dengan demikian disimpulkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin pria. Berdasarkan data diketahui bahwa sebagian besar karyawan PT. Pos Indonesia berada pada masa produktif yaitu berusia > 40 tahun. Untuk pendidikan mayoritas responden  berpendidikan SMU, dan dari penelitian diketahui bahwa sebagian besar karyawan PT. Pos Indonesia telah bekerja di perusahaan selama lebih dari 20 tahun.  Adapun kesimpulan  tentang tanggapan responden dari

penyebaran kuesioner tersebut adalah:

  1. Tanggapan responden mengenai tingkat kepercayaan kepada manajemen pada PT.Pos Indonesia Surakarta. Berdasarkan tanggapan-tanggapan dari responden diatas, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden menjawab setuju atas setiap item pertanyaan, dan kebanyakan dari responden menyatakan bahwa tingkat kepercayaan kepada manajemen mereka tinggi pada manajemen PT Pos Indonesia
  2. Tanggapan responden mengenai keadilan prosedural pada PT.Pos Indonesia Surakarta. Berdasarkan tanggapan dari responden diatas, mayoritas responden menjawab kurang setuju atas item pertanyaan diatas,dan responden menyatakan bahwa mengenai keadilan prosedural mereka adalah  sedang terhadap perusahaan.
  3. Tanggapan responden mengenai tingkat kepercayaan kepada rekan kerja pada PT.Pos Indonesia Surakarta. Berdasarkan hasil tanggapan responden diatas, mayoritas responden menjawab kurang setuju atas item pertayaan yang menyangkut kepercayaan kepada rekan kerja, dan ini berarti menunjukkan bahwa kepercayaan kepada rekan kerja adalah sedang.
  4. Tanggapan responden mengenai perilaku kepemimpinan transformasional pada PT.Pos Indonesia Surakarta. Berdasarkan keterangan hasil tanggapan responden, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden menjawab sangat setuju. Hal ini berarti bahwa perilaku kepemimpinan transformasional atasan mereka  di perusahaan PT Pos Indonesia sangat tinggi,
  5. Tanggapan responden mengenai  turnover intention  pada PT.Pos Indonesia Surakarta. Berdasarkan hasil penelitian, didapat hasil bahwa mayoritas responden menjawab setuju atas  turnover intention, mayoritas responden menyatakan bahwa  turnover mereka tinggi, artinya karyawan mempunyai kecenderungan dan berkeinginan untuk  berhenti dari perusahaan PT Pos Indonesia.
  6. Tanggapan responden mengenai OCB  conscientiousness pada PT.Pos Indonesia Surakarta. Berdasarkan hasil tanggapan responden diatas, mayoritas responden menjawab setuju atas item pertanyaan diatas, dan kebanyakan responden menyatakan bahwa mengenai OCB  conscientiousness  mereka tinggi terhadap perusahaan.
  7. Tanggapan responden mengenai komitmen organisasi pada PT.Pos Indonesia Surakarta. Berdasarkan hasil tanggapan responden diatas, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden menjawab kurang setuju atas item pertanyaan yang diajukan, dan mereka menyatakan sedang atas komitmen organisasi didalam perusahaan.

Analisis Struktur Ekonomi Provinsi Di Indonesia

Skripsi EkonomiAnalisis Struktur Ekonomi Provinsi Di Indonesia Tahun 2004 – 2009

pendapatan Analisis Struktur Ekonomi Provinsi Di Indonesia Analisis Struktur Ekonomi Provinsi Di Indonesia pendapatan

Latar Belakang Skripsi 

Secara umum dapat dikatakan bahwa kegiatan ekonomi berhubungan erat dengan pola perkembangan, jenis ekonomi dan perubahan peranan berbagai kegiatan ekonomi. Berkaitan hal tersebut, maka analisis pembangunan ekonomi daerah perlu dilakukan secara lebih konperhensif dengan melibatkan berbagai faktor baik ekonomi mikro maupun ekonomi makro. Keberhasilan pembangunan dalam  suatu daerah terkait dengan keadaan sumber  daya yang dimilikinya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Keunggulan akan sumber daya yang dimilikinya akan membuat suatu daerah lebih berkembang.

Dengan mengetahui struktur perekonomian, maka kita dapat menilai konsentrasi lapangan usaha yang sangat dominan pada suatu daerah. Terdapat hubungan antara lapangan usaha dan penduduk suatu daerah. Menurut Lewis, perekonomian suatu daerah harus mengalami transformasi struktural dari tradisional ke industri, yang ditunjukkan dengan semakin besarnya kontribusi sektor non pertanian dari waktu ke waktu terhadap total PDRB.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

  1. Bagaimana struktur ekonomi  provinsi di Indonesia  berdasarkan  analisis Kontribusi Sektoral dan Shift Share (SS) tahun 2004 – 2009?
  2. Bagaimana kondisi ekonomi  provinsi di Indonesia  berdasarkan pendekatan  Tipologi Klassen  dan  Model Rasio Pertumbuhan  (MRP) tahun 2004 – 2009 ?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini adalah:

a) menganalisis struktur ekonomi provinsi di Indonesia berdasarkan analisis Kontribusi sektoral dan  Shift Share  (SS)  tahun 2004  –  2009, dan

b) menganalisis kondisi ekonomi provinsi di Indonesia berdasarkan pendekatan Tipologi Klassen dan Model Rasio Pertumbuhan (MRP) tahun 2004  –  2009. Data yang digunakan adalah PDRB provinsi dan PDB Indonesia pada tahun    2004 – 2009.

Kesimpulan   

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada Bab IV dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Berdasarkan analisis  Kontribusi Sektoral  dan  Shift Share  (SS)  dapat diketahui bahwa  struktur perekonomian Provinsi di Indonesia pada  tahun 2004-2009 cenderung mengarah ke sektor sekunder (yaitu sektor industri pengolahan; sektor  listrik, gas dan air bersih dan sektor konstruksi) dan sektor tersier (yaitu  sektor  perdagangan, hotel dan restoran; sektor pengangkutan dan komunikasi; sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan dan sektor jasa-jasa).

2. Berdasarkan  Tipologi Klassen dan  Model Rasio Pertumbuhan (MRP) terhadap ekonomi Provinsi di Indonesia,   dapat diketahui bahwa kegiatan yang  signifikan  adalah  sektor konstruksi;  sektor  perdagangan, hotel dan restoran;  sektor pengangkutan dan komunikasi dan sektor  keuangan, real estate dan jasa perusahaan.  Sementara  kegiatan  ekonomi  yang potensial untuk dikembangkan  adalah  sektor pertanian;  sektor industri  serta  sektor listrik, gas dan air bersih.