Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Beras Organik

Skripsi EkonomiAnalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Beras Organik Di Kabupaten Sragen  Tahun  2005 – 2010

impor gula Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Beras Organik Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Beras Organik impor gula

Latar Belakang Skripsi 

Beras Organik adalah  beras yang dihasilkan melalui proses organis yang ditanam di tanah yang ramah lingkungan, 100% tidtesisak menggunakan pestisida kimia.  Penanamannya menggunakan pupuk kompos hijauan dan pemberantasan hama menggunakan pestisida alami yang dihasilkan dari daun-daunan dan buah-buahan yang difermentasikan secara alami.

Proses Organis itu sendiri akan dapat memperbaiki struktur dan kesuburan tanah, serta membangun ekosistem yang berkelanjutan. Keunggulan Beras Organik  daripada  Beras Non Organik adalah memiliki kandungan nutrisi dan mineral tinggi, kandungan glukosa, karbohidrat dan proteinnya mudah terurai, aman dan sangat baik dikonsumsi penderita diabetes, baik untuk program diet, mencegah kanker, jantung, asam urat, darah tinggi, dan vertigo. Cara penanamannya berbeda dengan beras non organik misalnya pengairan sawah tidak boleh dicampur dengan sawah yang

Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

  1. Apakah Harga Beras Organik berpengaruh terhadap permintaan beras organik di Kabupaten Sragen?
  2. Apakah Harga Beras Non Organik berpengaruh terhadap permintaan beras organik di Kabupaten Sragen?
  3. Apakah Pendapatan Perkapita berpengaruh terhadap  permintaan beras organik di Kabupaten Sragen?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh harga beras organik, harga beras non organik, dan pendapatan perkapita terhadap permintaan beras organik di Kabupaten Sragen Tahun 2005-2010.

Kesimpulan

Berdasarkan penelitian dan pembahasan maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Harga beras organik berpengaruh negatif terhadap permintaan beras organik di Kabupaten Sragen
  2. Harga beras non organik berpengaruh negatif terhadap permintaan beras organik di Kabupaten Sragen
  3. Pendapatan Perkapita berpengaruh negatif terhadap permintaan beras organik di Kabupaten Sragen

Analisis Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Karanganyar Tahun 1996-2010

akun Analisis  Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi Analisis  Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi akun

Latar Belakang Skripsi 

Dalam teori ekonomi makro, dari sisi pengeluaran, pendapatan regional bruto  adalah penjumlahan dari berbagai variabel termasuk di dalamnya adalah investasi. Ada beberapa hal yang sebenarnya berpengaruh dalam soal investasi ini. Investasi sendiri dipengaruhi oleh investasi asing dan domestik. Investasi yang terjadi di daerah  terdiri dari investasi pemerintah dan investasi swasta dapat berasal dari investasi  pemerintah dan investasi swasta. Investasi dari sektor  swasta dapat berasal dari dalam negeri maupun luar negeri (asing). Investasi pemerintah dilakukan guna menyediakan barang publik. Besarnya investasi pemerintah dapat dihitung dari selisih antara total anggaran pemerintah dengan belanja rutinnya.

Selain investasi, maka tenaga kerja merupakan  suatu faktor yang mempengaruhi  output suatu daerah. Angkatan kerja yang besar akan terbentuk dari jumlah penduduk yang besar. Namun pertumbuhan penduduk dikhawatirkan akan menimbulkan efek  yang buruk terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurut Todaro  (2000) pertumbuhan  penduduk yang cepat mendorong timbulnya masalah keterbelakangan dan membuat prospek pembangunan menjadi semakin jauh. Selanjutnya dikatakan bahwa masalah kependudukan yang timbul bukan karena banyaknya jumlah anggota keluarga, melainkan karena mereka terkonsentrasi pada daerah perkotaan saja sebagai akibat dari cepatnya laju migrasi dari desa ke kota. Namun demikian jumlah penduduk yang  cukup dengan tingkat pendidtesisikan yang tinggi dan memiliki skill akan mampu  mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Dari jumlah penduduk usia produktif yang besar maka akan mampu meningkatkan jumlah angkatan kerja yang tersedia dan pada  akhirnya akan mampu meningkatkan produksi output di suatu daerah.

Rumusan Masalah 

Pelaksanaan otonomi daerah dengan fokus pembangunan lebih diletakkan pada daerah Kabupaten/Kota maka sangat menarik untuk mengkaji faktor-faktor  apa yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Salah satu indikator yang digunakan adalah PDRB. Oleh karena itu untuk mengkaji pertumbuhan ekonomi  Kabupaten Karanganyar  dapat diamati dari faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di  Kabupaten Karanganyar. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka pertanyaan penelitian yang dikemukakan adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana pengaruh realisasi  investasi  terhadap pertumbuhan ekonomi  di Kabupaten Karanganyar?
  2. Bagaimana pengaruh realisasi  pendapatan asli daerah  terhadap  pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Karanganyar ?
  3. Bagaimana pengaruh  tenaga  kerja  terhadap pertumbuhan ekonomi  di Kabupaten Karanganyar?
  4. Bagaimana pengaruh  pengeluaran pemerintah  terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Karanganyar?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Investasi, PAD, Tenaga kerja, dan Pengeluaran Pemerintah  terhadap PDRB di Kabupaten Karanganyar pada tahun 1996-2010.

Kesimpulan

Dari hasil analisis data yang telah dilakukan mengenai  analisis faktor-faktor yang mempengaruhi  pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karanganyar pada periode 1996–2010, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Pengujian secara bersama-sama terhadap variabel independen yaitu investasi, pendapatan asli daerah, tenaga kerja, pengeluaran pemerintah berpengaruh secara signifikan  terhadap  pertumbuhan ekonomi. Jadi hipotesis pengujian secara bersama-sama investasi, pendapatan asli daerah, tenaga kerja, pengeluaran pemerintah  berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi terbukti.
  2. Variabel  investasi berpengaruh secara signifikan positif terhadap variabel dependen  pertumbuhan ekonomi. Jadi hipotesis  pertama, yaitu  investasi berpengaruh signifikan positif terhadap  pertumbuhan ekonomi  periode 1996-2010 terbukti.
  3. Variabel  pendapatan asli daerah  berpengaruh secara signifikan positif terhadap variabel dependen  pertumbuhan ekonomi. Jadi hipotesis kedua, yaitu  pendapatan asli daerah  berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan ekonomi periode 1996-2010 terbukti.
  4. Variabel  tenaga kerja  berpengaruh secara signifikan  negatif  terhadap variabel dependen  pertumbuhan ekonomi. Jadi hipotesis ketiga, yaitu tenaga kerja  berpengaruh signifikan  negatif  terhadap  pertumbuhan ekonomi periode 1996-2010 terbukti.
  5. Variabel  pengeluaran pemerintah  berpengaruh secara signifikan  negatif terhadap variabel dependen pertumbuhan ekonomi. Jadi hipotesis keempat, yaitu  pengeluaran pemerintah  berpengaruh signifikan  negatif  terhadap pertumbuhan ekonomi periode 1996-2010 terbukti.
  6. Besarnya  adjusted R2  pada hasil estimasi model  pertumbuhan ekonomi adalah  sebesar  0,951878. Hal ini berarti bahwa 95 %  perubahan nilai pertumbuhan ekonomi  di Kabupaten Karanganyar  secara bersama-sama mampu dijelaskan oleh variabel independen yang digunakan dalam model, yaitu  investasi, pendapatan asli daerah, tenaga kerja, pengeluaran pemerintah. Sedangkan sisanya sebesar 5 % dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model.

Analisis Besarnya Pengambilan Kredit Oleh Masyarakat

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Pengambilan Kredit Oleh Masyarakat Pada Perum Pegadaian (Studi Kasus di Perum Pegadaian Cabang Klaten)

lapor-pajak Analisis Besarnya Pengambilan Kredit Oleh Masyarakat Analisis Besarnya Pengambilan Kredit Oleh Masyarakat lapor pajak

Latar Belakang Skripsi 

Pembangunan menurut GBHN tahun 1999­2004 adalah suatu proses perubahan secara terus menerus yang merupakan kemajuan dan perbaikan menuju kearah yang dicita- citakan. Pembangunan nasional yang dilaksanakan mencakup upaya peningkatan disegala bidtesisang kehidupan yaitu pembangunan dibidang ekonomi, politik, sosial, budaya dan hankam.

Pelaksanaan pembangunan membutuhkan dana yang cukup besar, dana tersebut berasal dari APBN dan bantuan luar negeri. Selain itu juga dari sektor lembaga keuangan. Menurut kepemilikannya lembaga keuangan terdiri dari lembaga keuangan milik pemerintah (BUMN) dan lembaga keuangan milik swasta, sedangkan jika dilihat dari jenisnya, sektor lembaga keuangan ini terdiri

Perumusan Masalah

Perumusan masalah penelitian faktorfaktor yang mempengaruhi besarnya pengambilan kredit pada Perum Pegadaian  Klaten sebagai berikut :

1.Bagaimana pengaruh tingkat pendapatan terhadap besarnya pengambilan kredit di Perum Pegadaian?

2.Bagaimana pengaruh rasio nilai taksiran dengan jumlah pinjaman terhadap besarnya pengambilan kredit di Perum Pegadaian?

3.Bagaimana pengaruh jumlah tanggungan keluarga terhadap besarnya pengambilan kredit di Perum Pegadaian?

4.Bagaimana pengaruh jangka waktu pengembalian terhadap besarnya pengambilan kredit di Perum Pegadaian?

5.Bagaimana pengaruh penggunaan kredit untuk konsumsi rumah tangga terhadap besarnya pengambilan kredit di Perum Pegadaian?

Tujuan Penelitian 

Dari kegiatan penelitian yang dilakukan ini penulis bertujuan ingin mengetahui apa saja faktor yang membuat masyarakat mengambil kredit pada perum pegadaian.

Kesimpulan

1.Secara bersamasama menunjukkan bahwa variabel Tingkat Pendapatan, Rasio Nilai Taksiran dengan Jumlah Uang Pinjaman, Tanggungan Keluarga, Jangka Waktu Pengembalian Kredit,Penggunaan Kredit untuk Kosumsi Rumah Tangga dan Tingkat Pendidikan, berpengaruh positif dan signifikan dalam taraf signifikansi 5% terhadap besarnya pengambilan kredit di Perum Pegadaian Cabang Klaten.

2.Secara Individual menunjukkan bahwa variabel Tingkat Pendapatan, Tanggungan KeluargaJangka Waktu Pengembalian Kredit, Penggunaan Kredit untuk Konsumsi Rumah Tangga dan Tingkat Pendidikan, berpengaruh positif dan signifikan dalam taraf signifikansi 5% terhadap besarnya pengambilan kredit di Perum Pegadaian Cabang Klaten.

3.Variabel Rasio Nilai Taksiran dengan Jumlah Pinjaman ternyata berpengaruh negatif terhadap besarnya pengambilan kredit di Perum Pegadaian Cabang Klaten, ini berarti bahwa setiap penambahan rasio justru akan mengurangi besarnya pengambilan kredit.

Analisis Dampak Revitalisasi dan Relokasi Pedagang Kaki Lima

Skripsi Ekonomi~ Analisis Dampak Revitalisasi dan Relokasi  Pedagang Kaki Lima  Di Kawasan Banjarsari ke Pasar Klitikan Notoharjo Surakarta

PKL Analisis Dampak Revitalisasi dan Relokasi  Pedagang Kaki Lima Analisis Dampak Revitalisasi dan Relokasi  Pedagang Kaki Lima PKL

Latar Belakang Skripsi 

Pasar merupakan salah satu tempat terjadinya transaksi atau tempat dimana terjadinya pertemuan antara demand dan suplay. Pasar adalah sekelompok pembeli dan penjual dari suatu barang atau jasa pembeli berperan sebagai suatu kelompok yang menentukan seberapa banyak permintaan barang dan penjual berperan sebagai kelompok yang menentukan seberapa banyak penawaran akan barang tersebut (Mankiw,2004;78). Salah satu bentuk pasar adalah pasar kompetitif yaitu pasar yan didtesisalamnya terdapat banyak pembeli dan penjual sehingga masing-masing pembeli atau penjual memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap harga pasar. (Mankiw, 2004;78).

Di Kota Surakarta sendiri memiliki 44 pasar yang tersebar di Kota Surakarta pasar yang terkenal di Kota Surakarta antara lain Pasar  Legi, Pasar Klewer, Pasar Gede, Pasar Singosaren, Pasar Notoharjo, dan Pasar Ngarsopuro. Pendapatan pasar terbesar  di Pasar Legi sebesar Rp. 1.437.132.840,00 ( Dinas Pengelolaan Pasar Kota Surakarta; desember 2010).

Rumusan Masalah

Dari gambaran umum di atas dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Apakah Revitalisasi Pedagang Kaki Lima di kawasan Banjarsari Berpengaruh terhadap Omset Pedagang Kaki Lima tersebut?
  2. Apakah Revitalisasi Pedagang Kaki Lima di kawasan Banjarsari Berpengaruh terhadap Keuntungan Pedagang Kaki Lima tersebut?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak revitalisasi dan relokasi Pedagang Kaki Lima di Kawasan Banjarsari Surakarta ke Pasar Klitikan Notoharjo terhadap omset penjualan, keuntungan pedagang, jumlah karyawan yang dihitung dalam satuan HOK, kuantitas barang yang dijual, dan reribusi dan pungutan pasar. arti kata dampak disini adalah untuk mengetahui perubahan variabel-variabel yang sudah disebutkan diatas terhadap kondisi pedagang saat ini (di Pasar Klitikan Notoharjo Semanggi) dengan cara membandingkan antara di Notoharjo dan saat masih di Banjarsari.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis dengan mengunakan metode uji t (Paired sample t test) menggunakan  software spss 17 dapat disimpulkan dampak revitalisasi Pedagang Kaki Lima di Kawasan Banjarsari dan sekarang direlokasi di Pasar Klitikan Notoharjo Semanggi berpengaruh terhadap omset, keuntungan, jumlah tenaga kerja, kuantitas barang yang dijual dan retribusi dan pungutan pasar. Hasil anailisis sebagai berikut :

  1. Variabel Omset Penjualan Pedagang Variabel omset penjualan pedagang  sebelum dan sesudah revitalisasi dan relokasi Pedagang Kaki Lima di kawasan banjarsari ke Pasar Klitikan Notoharjo menunjukkan perbedaan secara nyata pada tahun pengamatan. Nilai dari t hitung menunjukkan nilai yang negatif hal ini menunjukkan adanya penurunan omset di Pasar Notoharjo jika di bandingkan dengan jumlah omset ketika di Banjarsari.
  2. Variabel Keuntungan Pedagang Variabel keuntungan pedagang sebelum dan sesudah revitalisasi dan relokasi Pedagang Kaki Lima di kawasan banjarsari ke Pasar Klitikan Notoharjo menunjukkan perbedaan secara nyata pada tahun pengamatan. Nilai dari t hitung menunjukkan nilai yang negatif hal ini menunjukkan adanya penurunan keuntungan di Pasar Notoharjo jika di bandingkan dengan jumlah omset ketika di Banjarsari
  3. Variabel Jumlah Tenaga Kerja Variabel jumlah tenaga kerja sebelum dan sesudah revitalisasi dan relokasi yang dihitung dengan satuan HOK (Hari Orang Kerja) tidak menunjukkan perbedaan secara nyata pada tahun pengamatan. Revitalisasi dan relokasi kurang berpengaruh atau  tidak ada perbedaan secara signifikan terhadap jumlah tenaga kerja antara sebelum dan sesudah direvitalisasi dan direlokasi.
  4. Variabel Kuantitas Barang yang dijual Variabel kuantitas barang yang dijual sebelum dan sesudah revitalisasi dan relokasi Pedagang Kaki Lima di kawasan banjarsari ke Pasar Klitikan Notoharjo menunjukkan perbedaan secara nyata pada tahun pengamatan. Nilai dari t hitung menunjukkan nilai yang negatif hal ini menunjukkan adanya penurunan kuantitas penjualan di Pasar Notoharjo jika di bandingkan dengan jumlah omset ketika di Banjarsari.
  5. Variabel Pungutan Pasar dan Retribusi Variabel pungutan pasar dan retribusi secara signifikan mengalami perubahan antara sebelum dan sesudah revitalisasi dan relokasi Pedagang Kaki Lima di kawasan banjarsari ke Pasar Klitikan Notoharjo menunjukkan perbedaan secara nyata pada tahun pengamatan.

Analisis Daya Dukung Lahan Dan Perubahan Struktur Ekonomi

Skripsi Ekonomi~ Analisis Daya Dukung Lahan Dan Perubahan Struktur Ekonomi Kabupaten Pacitan Pada Masa Sebelum Dan Selama Pelaksanaan Otonomi Daerah

struktur ekonomi Analisis Daya Dukung Lahan Dan Perubahan Struktur Ekonomi Analisis Daya Dukung Lahan Dan Perubahan Struktur Ekonomi struktur ekonomi

Latar Belakang Skripsi 

Masalah pokok dalam pembangunan daerah adalah terletak pada penekanan terhadap tekanan-tekanan kebijakan pembangunan yang didtesisasarkan pada kekhasan daerah yang bersangkutan  (endegenous development) dengan menggunakan potensi sumberdaya manusia, kelembagaan, dan sumberdaya fisik lokal (daerah). Orientasi ini mengarahkan kepada pengambilan inisiatif-inisiatif  yang berasal dari daerah tersebut dalam proses pembangunan untuk menciptakan lapangan kerja baru dan merangsang kegiatan ekonomi (Lincolin Arsyad, 1999:108). Masa reformasi merupakan latar belakang dikeluarkannya Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dan Undang-Undang No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Pembiayaan Pusat dan Daerah yangdiharapkan mampu membawa nuansa dan paradigma baru dari Undang-Undang sebelumnya.

Daerah tidak lagi sebagai komponen desentralisasi administrasi dan otonomi birokrasi tetapi sudah diberi kewenangan untuk mengatur rumah tangganya sendiri, dimana Undang-Undang ini mampu memberikan warna yang jelas dan menekankan kepada prinsip-prinsip demokrasi, peran-peran masyarakat, pemerataan dan keadilan, serta memperlihatkan potensi keanekaragaman daerah (Suyatno, 2000:145).

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut :

1.Bagaimana daya dukung lahan di Kabupaten Pacitan, baik pada masa sebelum maupun selama pelaksanaan otonomi daerah?

2.Bagaimana pergeseran struktur ekonomi di Kabupaten Pacitan, baik pada masa sebelum maupun selama pelaksanaan otonomi daerah?

3.Sektor perekonomian manakah yang menjadi sektor basis di Kabupaten Pacitan, baik pada masa sebelum maupun selama pelaksanaan otonomi daerah?

4.Sektor perekonomian manakah yang menjadi sektor unggulan di Kabupaten Pacitan, baik pada masa sebelum maupun selama pelaksanaan otonomi daerah ?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi daya dukung lahan, pergeseran struktur ekonomi, mengetahui sektor basis dan sektor unggulan baik pada masa sebelum maupun selama pelaksanaan otonomi daerah di Kabupaten Pacitan guna dijadikan acuan dasar dalam pembuatan perencanaan pembangunan yang nantinya akan diterapakan dalam suatu kebijakan pembangunan dan selanjutnya ditindaklanjuti dengan pelaksanaan program-program pembangunan.

Kesimpulan

Bab ini akan menyampaikan secara keseluruhan dari hasil analisis data yang telah dikemukkan pada bab sebelumnya. Berdasarkan serangkaian studi yang telah dipaparkan khususnya di bagian hasil analisis dan pembahasan dapat diberikan suatu kesimpulan sebagai berikut :

1.Tekanan penduduk di wilayah Kabupaten Pacitan baik pada masa sebelum maupun selama pelaksanaan otonomi daerah sudah melebihi ambang batas. Artinya jumlah penduduk di kawasan Kabupaten Pacitan telah melebihi daya tampung lahan atau dengan kata lain dayadukung lahan sudah melebihi ambang batas.

2.Berdasarkan perhitungan analisis  Shift-Share metode klasik, diketahui bahwa nilai komponen keunggulan kompetitif di Kabupaten Pacitan, baik pada masa sebelum maupun selama pelaksanaan otonomi daerah berakibat positif bagi perkembangan PDRB Kabupaten Pacitan. Sektor yang memiliki daya saing paling tinggi di Kabupaten Pacitan adalah sektor Pertanian kemudian diikuti oleh sektor Jasa-Jasa, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran dan sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan.

3.Hasil perhitungan analisis  Location Quotients pada masa sebelum pelaksanaan otonomi daerah yaitu tahun 1997-2000, dapat diketahui sektor/subsektor ekonomi yang teridentifikasi sebagai sektor/subsektor basis di Kabupaten Pacitan, yaitu sektor Pertanian, subsektor Tanaman Bahan Makanan, subsektor Tanaman Perkebunan, subsektor Peternakan, sektor Pertambangan dan Penggalian, sektor Bangunan, sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan, dan sektor Jasa-Jasa. Sementara selama pelaksanaan otonomi daerah yaitu kurun waktu tahun 2001-2007, sektor/subsektor yang teridentifikasi sebagai sektor/subsektor basis di Kabupaten Pacitan, yaitu sektor Pertanian, subsektor Tanaman Bahan Makanan, subsektor Tanaman Perkebunan, subsektor Peternakan, sektor Pertambangan dan Penggalian, sektor Bangunan, sektor Pengangkutan dan Komunikasi, sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan, dan sektor Jasa-Jasa.